Anda di halaman 1dari 3

Cluster Headache Definisi Cluster Headache atau nyeri kepala tipe klaster adalah bentuk sakit kepala vaskuler

r yang sering terjadi pada pria. Serangan datang dalam bentuk yang menumpuk atau berkelompok, dengan nyeri yang menyiksa didaerah mata dan menyebar kedaerah wajah dan temporal. Nyeri diikuti mata berair dan sumbatan hidung. Serangan berakhir dari 15 menit sampai 2 jam yang menguat dan menurun kekuatannya. Tipe sakit kepala ini dikaitkan dengan dilatasi didaerah dan sekitar arteri ekstrakranualis, yang ditimbulkan oleh alkohol, nitrit, vasodilator dan histamin. Sakit kepala ini berespon terhadap klorpromazin. Epidemiologi Nyeri kepala tipe ini lebih sering terjadi pada laki-laki daripada wanita. Usia onset terjadinya lebih tua daripada usia onset terjadinya migrain. Mean onsetnya adalah 25 tahun. Etiologi dan Faktor Resiko Serangan bisa disebabkan oleh alkohol , obat-obat kekurangan oksigen (misalnya di daerah pegunungan).

vasodilator,

dan

Patofisiologi Patofisiologi terjadinya cluster headache ini masih belum jelas. Namun terdapat beberapa teori mengenai patofisiologi terjadinya nyeri kepala klaster ini. Salah satu teori menyebutkan bahwa fokus patofisiologi sakit kepala kluster terletak di arteri karotis intrakavernosus yang merangsang pleksus perikarotis. Pleksus ini mendapat rangsangan dari cabang 1 dan 2 nervus trigeminus, ganglia servikalis superior/SCG (simpatetik) dan ganglia sfenopalatinum/SPG (parasimpatetik). Diperkirakan focus iritatif di dan sekitarpleksus membawa impuls-impuls ke batang otak dan mengakibatkan rasa nyeri di daerah periorbital, retroorbital dan dahi. Hubungan polisinaptik dalam batang otak merangsang neuron-neuron dalam kolumna intermediolateral sumsum tulang belakang(simpatetik) dan nucleus salivatorius superior (parasimpatetik). Serat-serat preganglioner dari nucleusnukleus ini membawa impuls-impuls untuk merangsang SCG (simpatetik) dan mengakibatkan sekresi keringat di dahi, serta rangsangan pada SPG (parasimpatetik) untuk sekresi air mata (lakrimasi) dan air hidung (rinorrhea). Terdapat sebuah teori lain mengenai disfungsi hipotalamus, dimana terjadi gangguan atau perubahan pada irama sirkadian penderita. Selain itu terjadi perubahan regulasi hormon-hormon hipotalamus. Dinyatakan juga terjadi aktivasi substansia grisera dari hipotalamus yang ipsilateral dari nyeri, sehingga terjadi aktivasi autonom cranial yang ipsilateral terhadap nyeri, dan thalamus dikatakan sebagai generator cluster pada nyeri kepala klaster ini. Diagnosis o Anamnesis

Pada anamnesis, perlu ditanyakan tentang gejala yang dirasakan, baik dari segi kualitas, kuantitas, dan durasi nyeri kepala yang dirasakan, serta gejala penyerta yang mungkin dapat muncul pada saat terjadi nyeri kepala. Gejala-gejala yang dapat ditemui pada Cluster Headache antara lain adalah: - Tiba-tiba - Singkat - Sangat berat - Selalu unilateral - Tidak berdenyut - Berlangsung selama 15 menit sampai 2 atau 3 jam - Biasanya terjadi pada sisi kepala yang sama - Berulang hampir setiap hari, hampir pada waktu yang sama - Biasanya terjadi pada malam hari, membengunkan penderita dari tidurnya - Gejala nyeri kepala biasanya berlangsung selama beberapa minggu, bulan, sampai tahun. Dan terdapat masa bebas nyeri selama beberapa bulan samapai tahun diantara serangan yang terjadi. o Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik, dapat dicari adanya gejala penyerta pada nyerikepala yang dikeluhkan. Beberapa gejala penyerta yang dapat ditemui pada Cluster Headache adalah: - Injeksi konjungtiva - Lakrimasi - Kongesti nasal - Ptosis - Miosis - Edema daerah mata o Pemeriksaan Penunjang Belum ada pemeriksaan penunjang yang diharuskan untuk menegakkan diagnosis Cluster Headache, pemeriksaan penunjang lebih ditujukan untuk menyingkirkan diagnosis banding yang ada. o Kriteria Diagnosis Kriteria diagnosis IHS untuk Cluster Headache adalah sebagai berikut: A. > 5 serangan nyeri hebat orbital, supraorbital, dan/atau temporal bersifat unilateral, berlangsung selama 15-180 menit dan diserta dengan > 1 gejala berikut pada sisi nyeri : 1. Konjungtiva merah 2. Keluar air mata 3. Hidung tersumbat 4. Keluar ingus dari ingus 5. Berkeringat di dahi muka 6. Miosis 7. Ptosis 8. Kelopak mata sembab B. Serangan terjadi mulai dari sekali setiap hari sampai 8 kali sehari

Tatalaksana o Terapi Abortif - Terapi O2 murni (100%) : 8-10 liter per menit (10-15 menit) - Ergotamin tartrat : Dihidroergotamine 1-2 mg - Kombinasi oksigen dan ergotamin tartrat - Triptant (agonis 5-HT) : Sumatriptan, Zolmitriptan 5-10 mg - NSAID o Terapi Preventif - Metisergid 1-2 mg - Kortikosteroid : seperti prednison 50-70 mg per hari selama 3 hari - Verapamil 360-480 mg per hari Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor yang dapat menimbulkan Cluster Headache ini, misalnya alkohol. Untuk mencegah serangan bisa diberikan ergotamin, kortikosteroid atau metisergid.

Daftar Pustaka: Aminoff MJ. et al. 2009, Clinical Neurology, Seventh Edition, McGraw Hill, New York. DiPiro, JT. et al. 2008, Pharmacotherapy A pathophysiologic Approach, Seventh Edition, McGraw Hill, New York. Ropper, AH., Brown, RH. 2005, Adams and Victors Principle of Neurology, Eighth Edition, McGraw Hill, New York.