Anda di halaman 1dari 28

PEMBAHASAN UB NEUROLOGI 2013

KESUMA AL AKHYAR 2013


1. Seorang perempuan usia 28 tahun yang sedang hamil 8 bulan mengeluh kesemutan pada tungkai
kanan terutama di telapak tangan serta ibu jari, jari manis dan jari tengah. Keluhan sering
dirasakan pada malam hari sehingga membuat ia terbangun dari tifur. Keluhan tersebut
menghilang dengan mengibas-kibaskan tangannya.
Bagaimana mekanisme yang mendasari keluhan ibu muda tersebut ?
A. Karena penambahan volume cairan di dalam terowongan karpal
B. Karena gangguan kontur n. medianus di dalam terowongan karpal (slide 10 neuropati)
C. Karena gangguan kontur n. medianus di dalam terowongan tarsal
D. Karena penambahan volume cairan di dalam terowongan tarsal
E. Karena pada saat hamil terjadi gangguan metabolisme vitamin
Pembahasan:
Carpal Tunnel Syndrome :
Anamnesis: nyeri di tangan; nyeri atau kebas di ibu jari, telunjuk, jari tengah dan sebagian jari
manis bagian lateral; Kesemutan di tangan atau jari-jari tangan; Berkurangnya kekuatan untuk
menggenggam; Kekakuan pada tangan ketika melakukan gerakan fleksi tangan; Memburuk di
malam hari; Menghilang dengan mengkibaskan tangan (flick sign)
Pemeriksaan fisik : Hipoestesi area n. Medianus; Tes provokasi + (Phalen test, reverse Phalen test,
Tinels sign)
2. Seorang perempuan berusia 56 tahun mengalami kelemahan pada tangan kiri sejak 1 bulan yang
lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/80 n. 76x/mn., didapatkan tanda Wartenberg
(+). Di manakah lesi yang mendasari keluhan pasien tersebut ?
A. N. Musculocutaneus
B. N. Medianus
C. N. Axillaris
D. N. Radialis
E. N. Ulnaris (slide 18 Neuropati)
Pembahasan:
NEUROPATI N. ULNARIS
- Letak lesi : di siku dan pergelangan tangan
- Etiologi terbanyak : entrapment dan trauma
- Anamnesis : Kebas di daerah digiti 4 5; Kelemahan untuk menggenggam
- Pemeriksaan fisik : Froment sign, Wartenberg sign; Benediction posture; Atrofi otot-otot
tenar dan hipotenar
3. Seorang laki-laki berusia 52 th mengeluh kelemahan pada jari manis dan kelingking kiri. Pasien
juga mengeluh kebas pada telapak tangan kiri bagian medial serta jari manis dan kelingking.
Dokter mengatakan pasien tersebut mengalami gangguan pada saraf ulnar kiri.
Tanda apakah yang didapatkan sehingga dokter bisa menyimpulkan ada gangguan pada n.
Ulnar?
1

A. Froment sign (+) (pembahasan idem no.2 :))


B. Romberg sign (+)
C. Phalen sign (+)
D. Tinel sign (+)
E. Flick sign (+)
4. Manakah dibawah ini yang benar tentang Bells Palsy ?
A. Sering terjadi pada perempuan
B. Lesinya pada nervus facialis bilateral
C. Merupakan penyakit yang jarang dijumpai
D. Menyebabkan kelemahan otot-otot ekspresi wajah (slide 2 Bells palsy)
E. Sering dijumpai pada masa kehamilan trimester ke II
Pembahasan :
Bells Palsy: Kelumpuhan fasialis Perifer akibat edema pada N. Fasialis di Foramen
Stilomatoideus. Dapat sembuh sendiri dan hampir selalu unilateral
5. Manakah di bawah ini yang diinervasi oleh nervus facialis ?
A. Otot - otot stapedius
B. Otot - otot leher bagian depan
C. Sensasi pengecapan 2/3 lidah bagian lateral
D. Sensasi pengecapan 2/3 lidah bagian medial
E. Sensasi pengecapan 2/3 lidah bagian belakang
Pembahasan :
Nervus VII menginervasi
Afferent
: 2/3 anterior linguae, dasar mulut, palatum molle
Efferent
: Otot-otot mimik, M. digastricus venter posterior, Platysma myoides, M. Stapedius,
M. Stylohyoideus (Handout Mas Rizal SNP)
6. Apakah gambaran klinis Bells Palsy?
A. Disfungsi n.facialis sentral
B. Hiperakusisi sesisi wajah yang sehat (slide 3 Bells Palsy)
C. Gangguan pengecapan pada 1/3 lidah bagian belakang
D. Onset kronis kelemahan maksimal terjadi dalam 12 jam
E. Onset mendadak kelemahan maksimal terjadi dalam 72 jam
Pembahasan :
Tanda-tanda Bells Palsy: Tanda Bell; Lagoftalmos; Lipatan nasolabial mendatar; Mulut mencong
ke sisi sehat; Air mata berlebihan di sisi kelumpuhan; Berkurangnya ketajaman pengecapan 2/3
lidah
7. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke IRD karena tiba-tiba kesulitan mengerakkan tungkai
dan lengan kirinya setelah bangun dari tidur. Bicara menjadi pelo dan disertai rasa pusing.
Riwayat hipertensi sejak 3 tahun terakhir dan tidak kontrol rutin.
Apakah alasan pasien tersebut didiagnosis stroke oleh dokter ?
A. Usia lanjut
B. Bicara pelo dan pusing
2

C. Onset tiba-tiba setelah bangun dari tidur


D. Kelemahan lengan dan tungkai kiri
E. Pasien mempunyai riwayat hipertensi yang tidak terkontrol
Pembahasan :
Ciri khas dari stroke adalah onset yang mendadak (kuliah dr. Subandi)
8. Seorang wanita berusia 60 tahun dibawa ke IRD karena mengalami kelemahan lengan dan
tungkai kanannya sama beratnya, mendadak, saat bangun dari tidur dan tidak bisa bicara. Pasien
sadar, tidak mengeluh nyeri kepala dan muntah. Tekanan darah 200/105 mmHg. Dokter juga
mendiagnosis sebagai stroke iskemik
Apakah kemungkinan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan tersebut ?
A. Arteri serebri posterior
B. Arteri serebri anterior (cross check lagi ya..)
C. Arteri serebri media
D. Arteri vertebralis
E. Arteri basilaris
Pembahasan :
Kelemahan lengan dan tungkai kanannya menunjukkan bahwa ada gangguan pada area 4
broadmann (area motorik primer) pada lobus frontalis. Lobus frontalis di vaskularisasi oleh A.
Cerebri anterior
9. Seorang laki-laki 47 tahun dibawa ke RS karena mengalami kelemahan lengan dan tungkai
kanannya, mendadak saat di kamar mandi. Pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan muntah.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pasien tersebut ?
A. Tumor otak
B. Stroke iskemi
C. Stroke hemoragik (slide 46 Stroke dan Neurovascular diseases)
D. Cedera kepala berat
E. Meningoensefalitis
Pembahasan :
Onset yang mendadak menunjukkan bahwa stroke sedangkan nyeri kepala hebat dan muntah
menunjukkan bahwa termasuk stroke hemoragik
10. Seorang wanita berusia 60 tahun dibawa ke IRD karena mengalami kelemahan lengan dan
tungkai kanannya, mendadak, saat bangun dari tidur dan tidak bisa bicara. Pasien sadar, tidak
mengeluh nyeri kepala dan muntah. Tekanan darah 200/105 mmHg. Keluarga mengatakan
bahwa pasien mempunyai hipertensi dan kontrol di puskesmas.
Apakah yang terlibat pada mekanisme kelumpuhan pada kasus di atas ?
A. Traktus ekstrapiramidal
B. Traktus spinoserebelaris
C. Traktus spinothalamikus
D. Traktus kortikospinal
E. Traktus kortiko-striata
Pembahasan :

Pasien mengalami gangguan motorik. Major motor systems are corticospinal and corticobulbar
tracts (Clinical Nueroanatomy edisi ke 26)
11. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke poliklinik saraf, mengeluhkan nyeri kepala. Ia sudah
menderita nyeri kepala selama satu tahun dan terasa semakin berat. Sejak satu bulan yang lalu
penglihatannya terasa kabur, bicara sulit, lengan dan tungkai kanan terasa berat. Apakah
diagnosis klinis yang paling mungkin ?
A. Stroke perdarahan
B. Suspek hidrosefalus
C. Suspek abses cerebri
D. Suspek tumor cerebri
E. Suspek tumor medula spinalis
Pembahasan:
Gejala utama dan dini dari tumor cerebri itu nyeri kepala yang lama dan semakin berat
sesuai perjalanan waktu. Gejala-gejala lainnya yang muncul adalah akibat dari pendesakan
tumor ke jaringan sekitar dan TIK yang meninggi. Jadi, kenapa baru satu bulan penglihatan
kabur, bicara sulit, lengan dan tungkai kanan terasa berat adalah karena tumornya baru
membesar dan mendesak ke jaringan yang mengatur penglihatan, berbicara, dan motorik kanan.
Ingat, tumor itu biasanya perjalanan penyakitnya lama. (slide dr. Risono, hal 9-18)
Kalau stroke, baik itu perdarahan maupun iskemik itu gejalanya memang mirip disingkat
dalam kalimat SLOW HEAD, tapi ada khasnya, yaitu onset yang mendadak (slide dr. Subandi,
hal.24)
Kalau Abses cerebri juga sebenarnya gejala hampir sama, karena sama-sama menekan
jaringan sekitar dan membuat TIK meningkat, namun sekali lagi ada yang khas, yaitu riwayat titis
media, mastoiditis, sinusitis frontalis, atau fraktur tengkorak. (lihat slide prof. Oemar ari
Hartanto, hal. 31-32) terus juga onsetnya biasanya 2-3 pekan. (slide dr. Hanis setyono, hal 24)
Kalau tumor medula spinalis, gejalanya muncul akibat kompresi radiks atau kompresi
myelumnya, nah jadinya tidak ada hubungannya dengan gangguan penglihatan dan berbicara.
Inget anatomi yaaa. (lihat slide dr. Hanis setyono, hal 52-53)
12. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke poliklinik saraf, mengeluhkan nyeri kepala. Ia sudah
menderita nyeri kepala selama satu tahun dan terasa semakin berat. Sejak satu bulan yang lalu
penglihatannya terasa kabur, bicara sulit, lengan dan tungkai kanan terasa berat. Apakah
diagnosis klinis yang paling mungkin ?
A. Air ventriculography
B. Elektro ensefalografi
C. CT Scan kepala tanpa kontras
D. CT Scan kepala dengan kontras
E. Rontgen kepala AP dan Lateral
Pembahasan:
Karena inikan skenarionya sama dengan nomor 11, berarti dia kemungkinan tumor, nah
untuk liat tumor cerebri itu pak CT-Scan kepala dengan kontras. (Lihat di slide dr. Rachmi Fauziah
rahayu, halaman 25)

13. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, dibawa ke IGD setelah mengalami kejang-kejang dan
penurunan kesadaran. Ibunya menceritakan penderita panas tinggi sejak satu bulan
sebelumnya. Pada saat dilakukan pemeriksaan didapatkan respons membuka mata terhadap
rangsang nyeri, mengerang dan tangannya meraih tangan pemeriksa, sisi tubuh sebelah kanan
berespon lebih aktif terhadap rangsangan yang diberikan. Apakah diagnosis yang paling mungkin
pada pasien ini ?
A. Myelitis
B. Cerebritis
C. Meningitis
D. Hidrosefalus
E. Abses cerebri
Pembahasan:
Liat lagi pembahasan nomor 11. Kalau untuk myelitis seharusnya tidak ada hubungannya
dengan kejang dan penurunan kesadaran. Kalau cerebritis, kayaknya undak ada nama penyakit
ini. Kalau meningitis, ada gejala patognomoniknya, diantaraya petechiae, purpura, eksantema,
arthritis, arthralgia, dan gejala syok. (slide prof. Oemar ari Hartanto, hal. 27). Kalau hidrosefalus,
kara usia > 2 tahun dan pasti suturanya sudah menutup, maka kepalanya tidak membesar, jadi
gejalanya memang mirip abses cerebri, tapi yang membedakan itu, hidrosefalus tidak ada gejala
demam. (slide dr. Hanis setyono, hal 39)
14. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, dibawa ke IGD setelah mengalami kejang-kejang dan
penurunan kesadaran. Ibunya menceritakan penderita panas tinggi sejak satu bulan
sebelumnya. Pada saat dilakukan pemeriksaan didapatkan respons membuka mata terhadap
rangsang nyeri, mengerang dan tangannya meraih tangan pemeriksa, sisi tubuh sebelah kanan
berespon lebih aktif terhadap rangsangan yang diberikan. Apakah anamnesis yang perlu
ditambahkan untuk lebih mengarahkan diagnosis ?
A. Riwayat hipertensi
B. Riwayat trauma kepala
C. Riwayat infeksi saluran nafas
D. Riwayat infeksi telinga kronik
E. Riwayat adanya tumor cerebri pada keluarga
Pembahasan: Liat lagi pembahasan nomor 11.
15. Seorang laki-laki berusia 42 tahun pekerja bangunan datang ke poliklinik saraf, mengeluhkan
demam. Ia juga menderita nyeri kepala, kaku kuduk, dan bicara kacau. Sebelumnya, nafsu
makan berkurang, batuk lama, dan berat badannya turun. Dokter mendiagnosisnya dengan
meningitis TB. Apakah yang akan didapatkan pada pemeriksaaan laboratorium liquor
serebrospinal pada pasien ?
A. Cl > 680
B. LCS purulen
C. Sel > 500/mm3
D. Glukosa > 100/dL
E. Protein > 100mg/dL
Pembahasan:
Hasil LCS meningitis TB:
5

1. Peningkatan konsentrasi protein antara 100-500 mg/dl


2. Jumlah sel leukosit antara 10-500 sel/mm dengan limfosit predominan
3. Penurunan konsentrasi glukosa (< 50% gula darah)
4. Cl < 680 mg
5. LCS jernih
(slide prof. Oemar ari Hartanto, hal. 30) sebenarnya di slide hanya disebutkan kalau protein > 45
mg%, namun dibeberapa sumber di internet menyebutkan sebagaimana yang diatas.
16. Seorang laki-laki berusia 42 tahun pekerja bangunan datang ke poliklinik saraf, mengeluhkan
demam. Ia juga menderita nyeri kepala, kaku kuduk, dan bicara kacau. Sebelumnya, nafsu
makan berkurang, batuk lama, dan berat badannya turun. Dokter mendiagnosisnya dengan
meningitis TB. Apakah terapi farmakologi yang diberikan kepada pasien yang bersifat
hepatotoksik ?
A. PAS
B. INH
C. Rifampycin
D. Ethambutol
E. Streptomycin
Pembahsan:
Sebanarnya yang bersifat hepatotoksik adalah RHZ (Rifampycin, Isoniazid, dan Pyrazinamide),
namun mungkin yang dimaksud adalah yang paling sering menyebabkan hepatotoksik, maka
jawabannya INH (Isoniazid). (Lihat slide dr. Ratih blok resi yang obat OAT, hal. 33)
17. Seorang anak berusia 10 tahun datang ke poliklinik saraf diantar ibunya, ia mengalami nyeri
kepala. Ia juga demam, muntah-muntah, dan kaku kuduk. Pada pemeriksaan fisik tidak
didapatkan eksantema. Pada pemeriksaaan LCS didapatkan protein meningkat, glukosa
menurun, hasil isolasi virus positif, kemudian dokter mendiagnosis, viral meningitis. Apakah
virus penyebab penyakit ini ?
A. Paramixo virus
B. Herpes virus
C. Echo virus
D. Coxcaki A
E. Coxcaki B
Pembahsan:
Etiologi viral meningitis:
1. Coxsakie A tipe 7
2. Coxsakie B tipe 1-6
3. Echovirus 2,6,9,11,14,16,18
4. Paramyxovirus
5. Herpes Virus
Khas untuk Coxcaki B adalah tidak adanya exanthema. (slide prof. Oemar ari Hartanto, hal. 1112)
18. Seorang laki-laki 34 tahun yang telah tegak terdiagnosis HIV sejak 1 tahun yang lalu, tiba-tiba
mengeluh tangan kanan dan kaki kanannya terasa berat untuk mengangkat. Ia masih bisa
6

mengangkat tangan kanannya, namun nampak gemetaran dan selanjutnya lemas dan tangannya
terjatuh tidak bisa melawan gravitasi. Manakah area di dalam otak yang kemungkinan besar
terkena dampak HIV ?
A. Cortex lobus frontal
B. Cortex cerebelli dextra
C. Cortex cerebelli Sinistra
D. Subcortex cerebri dextra
E. Subcortex cerebri Sinatra
Pembahasan:
Karena ini kelainan UMN, maka lesi ada di area broadman 4 dan 6 yang berada di cortex globus
frontal. (Inget anatomi lagi yaaa)
19. Seorang ibu mengeluh pusing berputar sampai muntah dan disertai telinga kanannya
berdenging. Apabila membuka mata, keluhan semakin memberat, sehingga ia selalu menutup
matanya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan vital sign normal. Pemeriksaan nervus cranialis
didapatkan lesi N.VIII dextra dan nistagmus horizontal. Pemeriksaan neurologis lain dalam batas
normal. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat yang harus dilakukan?
A. EEG
B. BAEP
C. MRI kepala
D. CT-scan kepala polos
E. CT-scan kepala dengan kontras
Pembahasan:
EEG indikasinya biasanya untuk suspect epilepsi
BAEP indikasinya untuk suspect tumor yang berhubungan kelainan telinga
MRI kepala untuk identifikasi adanya kelainan jaringan lunak
CT-scan kepala polos identifikasi Kelian tulang
CT-scan kepala dengan kontras biasa digunakan untuk identifikasi tumor, AVM, aneurisma. (dari
berbagai sumber).
20. Seorang ibu mengeluh pusing berputar sampai muntah dan disertai telinga kanannya
berdenging. Apabila membuka mata, keluhan semakin memberat, sehingga ia selalu menutup
matanya. Setelah keluhan agak reda, dokter meminta pasien melakukan supinasi dan pronasi
tangan pasien secara bergantian dengan cepat dan lambat, lalu cepat lagi. Hasilnya adalah
pasien tidak dapat melakukan gerakan tersebut dengan cepat dan tangkas. Apakah nama
pemeriksaan yang dimaksud dan bagaimana interpretasi hasilnya?
A. Tes dismetri, hasil positif
B. Tes dismetri, hasil negatif
C. Tes romberg, hasil negatif
D. Tes Disdiadokokinesis, hasil positif
E. Tes Disdiadokokinesis, hasil negatif
Pembahasan:
Prosedur tes disdiadokokinesis meminta pasien merentangkan kedua tangannya ke depan,
kemudian mintalah pasien mensupinasi dan pronasi tangannya secara bergantian dan cepat.

Positif bila gerakan lamban dan tidak tangkas. (Liat buku skills lab, Px. Neurologi, fungsi
koordinasi)
21. Kelumpuhan saraf pusat dikarenakan gangguan jaras system pyramidal ditandai dengan
kelumpuhan yang bersifat UMN. Apa salah satu ciri kelumpuhan UMN?
A. Kelumpuhan bersifat flaccid
B. Reflek fisiologis menurun
C. Reflek patologis (-)
D. Atrofi
E. Klonus
Pembahasan:
Kelumpuhan UMN itu dicirikan dengan:
i.
Bersifat spastic
ii.
Reflek fisiologis meningkat
iii.
Reflek patologis (+)
iv.
Hiperreflek
v.
Eutrofi
vi.
Klonus (+)
(kuliah faal saraf dan asistensi anatomi)
22. Manakah yang termasuk nyeri kepala primer?
A. Cluster headache
B. Nyeri kepala psikis
C. Nyeri kepala post infeksi
D. Neuralgia cranial dan sentral
E. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan non vaskuler intra cranial
Pembahasan:
The primary headaches
1. Migraine
2. Tension---type headache
3. Cluster headache and other trigeminal autonomic cephalalgias
4. Other primary headaches (ppt 31 nyeri kepala dr.Rivan)
Intinya dilihat aja, kalo nyeri kepala primer berarti ngga ada penyakit penyebab (underlying
disease). Kalo diperhatikan option B-E ada penyakit penyebab nya Secondary headache
23. Seorang perempuan berumur 54 tahun datang ke dokter dengan keluhan merasakan nyeri
diwajah. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien didiagnosa neuralgia trigeminal dan diberikan
obat fenitoin. Beberapa hari kemudian pasien nyeri ulu hati selama mengonsumsi fenitoin.
Untuk meredakan nyeri ulu hati tersebut pasien mengonsumsi cimetidin tanpa saran dari dokter.
Sewaktu kontrol, pasien bercerita bahwa mengonsumsi cimetidin bersama fenitoin. Dokter
menyarankan untuk menghentikan cimetidin. Mengapa dokter menyarankan penghentian
cimetidin?
A. Cimetidin meningkatankan pengikatan protein plasma fenitoin
B. Cimetidin menghambat biotransformasi fenitoin
C. Cimetidin meningkatkan biotransformasi fenitoin
D. Cimetidin mengurangi absorbsi fenitoin
8

E. Cimetidin menghambat absorbsi fenitoin


Pembahasan:
Konsentrasi fenitoin dalam plasma dapat meningkat bila diberikan bersama kloramfenikol,
disulfiram, INH, simetidin, propoksifen, dan sulfonamid karena terjadi penghambatan
biotransformasi fenitoin sedangkan sulfioksazol,fenibutaron, salisilat dan asam valproat
jugaakan meningkatan kadar fenitoin dalam plasma karena obat-obat ini dapat mempengaruhi
ikatanplasma protein dari fenitoin.
Teofilin dapat menurunkan konsentrasi fenitoindalam plasma bila diberikan secara bersamaankarena
teofilin dapat meningkatkanbiotransformasi fenitoin dan mengurangiabsorpsi dan reabsorpsi.
(https://www.scribd.com/doc/152940630/Obat-Anti-Epilepsi-2011)
24. Seorang laki laki berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan mengalami gangguan susah
tidur dan kecemasan. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memberikan aprazolam 0.5 mg.
Setelah dua bulan pasien mengonsumsi aprazolam, pasien mengalami gangguan tidur dan
kecemasan kembali. Tanpa saran dokter, pasien mengonsumsi aprazolam 1 mg. Mengapa pasien
mengalami toleransi farmakodinamik?
A. Sensitivitas reseptor terhadap obat berkurang
B. Obat meningkatkan metabolismenya
C. Obat menurunkan metabolismenya
D. Absorbsi obat berkurang
E. Absorbsi obat meningkat
Pembahasan:
Chronic benzodiazepine administration. IV. Rapid development of tolerance and receptor
downregulation associated with alprazolam administration.
Miller LG1, Woolverton S, Greenblatt DJ, Lopez F, Roy RB, Shader RI.
Author information
Abstract
The triazolobenzodiazepine compound alprazolam may have unique clinical effects compared
to other benzodiazepines, and both behavioral and neurochemical studies have indicated
unusual results after acute doses of alprazolam. To determine the effects of chronic dosage in
mice, alprazolam (2 mg/kg/day) was administered via osmotic pumps for 1-14 days, and openfield activity, plasma and brain concentrations, benzodiazepine receptor binding in vivo and in
vitro, [35S]t-butylbicyclophosphorothionate ([35S]TBPS) binding, and muscimol-stimulated
chloride uptake were determined. Alprazolam decreased motor activity after 1 and 2 days, but
tolerance developed by day 4 and persisted to day 14. Plasma and brain concentrations
remained constant during the 2-week period. Benzodiazepine receptor binding in vivo was
decreased at day 4 compared to day 1 in cortex (CX) and hypothalamus (HYPO), and remained
depressed to day 14 in CX but not HYPO. Benzodiazepine binding in vitro and [35S]TBPS binding
were decreased in CX at day 7. Muscimol-stimulated [36Cl-] uptake was decreased at days 4 and
7 compared to day 1, but at day 14 uptake was similar to day 1. These results indicate that
behavioral tolerance and receptor downregulation develop rapidly during chronic alprazolam
administration. Behavioral and neurochemical changes were similar to those associated with
lorazepam administration, but occurred more rapidly and with different regional specificity.

25. Seorang laki laki berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan mengalami gangguan susah
tidur dan kecemasan. Dokter memberikan aprazolam 0.5 mg. Mengapa dokter memilih obat
tersebut, bagaimana mekanisme kerja obat tersebut?
A. Berikatan dengan reseptor GABA (A) sehingga mengakibatkan pembukaan kanal
Clorida
B. Menurunkan eksitasi glutamate dengan memblok reseptor NMDA
C. Menurunkan eksitasi glutamate dengan memblok reseptor AMPA
D. Inhibisi kanal Na pada membran sel akson
E. Inhibisi kanal Ca pada neuron thalamus
Pembahasan :
The exact mechanism of action of alprazolam is unknown. Benzodiazepines bind to gamma
aminobutyric acid (GABA) receptors in the brain and enhance GABA-mediated synaptic
inhibition; such actions may be responsible for the efficacy of alprazolam in anxiety
disorder and panic disorder.
(http://www.rxlist.com/niravam-drug/clinical-pharmacology)

26. Manakah golongan benzodiazepine yang mempunyai lama kerja paling lama?
A. Alprazolam
B. Estrazolam
C. Lorazepam
D. Diazepam
E. Triazolam
Pembahasan :
Long-acting benzodiazepines include flurazepam (Dalmane), clonazepam (Klonopin), and
quazepam (Doral).
Medium- and short-acting benzodiazepines include triazolam (Halcion), lorazepam (Ativan),
alprazolam (Xanax), temazepam (Restoril), oxazepam (Serax), prazepam (Centrax), estazolam
(ProSom), and flunitrazepam (Rohypnol). Short-acting benzodiazepines may be useful for air
travelers who want to reduce the effects of jet lag.
(http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/002376.htm)
27. Apakah infeksi yang menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh secara cepat?

10

A. HIV
B. Sitomegalovirus encephalitis
C. Wernickles encephalotpaty
D. Toxoplasmosis cerebral
E. Neuro syphilis
Pembahasan:
B-E itu terjadi karena manifestasi klinis dari penurunan daya tahan tubuh oleh HIV..
28. Perasaa tidak enak seperti pusing, mual kadang kadang sampai muntah, sekelilingnya terasa
berputar dan jungkir balik. Apakah diagnosis yang mungkin dari pasien?
A. Vertigo
B. Myopia
C. Syncope
D. Dizzines
E. Disequilibrium
Pembahasan:
Sudah jelas sepertinya. Kalo sinkop pas seizure biasanya langsung pingsan, kalo dizziness dia itu
merupakan pusing tapi ngga sampe jungkir balik dan berputar. Kalo disequilibrium itu gangguan
keseimbangan pas berdiri, bisa dilihat dari pas jalan dia jatuh jatuh atau ngga.
29. BONUS
30. Seorang laki laki berusia 35 tahun datang ke poli saraf dan keluhan kejang seluruh tubuh, dari
mulut keluar buih, kejang sejak satu bulan lalu riwayat trauma kepala tidak ada. Apakah
diagnose pasien tersebut?
A. Syncope
B. Kejang tonik
C. Kejang absant
D. Kejang demam
E. Kejang tonik-klonik
Pembahasan:
Option A jelas ngga mungkin karena di kasus itu epilepsi. Kejang tonik hanya berupa kekauan di
seluruh tubuh. Kejang absant itu cuma gejalanya penderita biasanya ngga kejang, tapi lebih ke
mengedip ngedipkan mata/ melamun selama sekian detik. Kalo kejang demam biasanya pada
anak anak, kejangnya terjadi setelah demam. Kejang tonik klonik terjadi diseluruh tubuh,
awalnya terjadi kekakuan (tonik) diikuti kejang/ hentakan (klonik).
31. Pasien laki-laki berusia 60 tahun dating dengan gaya jalan hemiparetik ke praktek dokter umum,
mengeluh masih berjalan sempoyongan. Ia juga mengeluh kaku anggota gerak kanan sejak
pulang opname 3 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan vital sign tensi 140/90, frekuensi nadi
90x/menit. Hasil pemeriksaan neurologi hiperreflek, hipertonus, kekuatan turun, tanda-tanda
fisik lain normal. Gangguan fungsi apa yang dialami pasien ini?
A. Piramidal
B. Ekstra piramidal
C. Motorneuron anterior
D. Pyramidal dan ekstra piramidal
11

E. Motorneuron anterior dan radix posterior


Pembahasan:
Pasien memiliki gejala neurologi hiperrefleks, hipertonus, kekuatan turun yang merupakan ciri
lesi ekstrapiramidal, sementara lesi pada fungsi pyramidal berupa lumpuh spastik.
32. Pasien laki-laki berusia 60 tahun datang dengan gaya jalan hemiparetik ke praktek dokter umum,
mengeluh masih berjalan sempoyongan. Ia juga mengeluh kaku anggota gerak kanan sejak
pulang opname 3 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan vital sign tensi 140/90, frekuensi nadi
90x/menit. Hasil pemeriksaan neurologi hiperreflek, hipertonus, kekuatan turun, tanda-tanda
fisik lain normal. Dimanakah kemungkinan lokasi lesinya?
A. Korteks Temporoparietal kiri
B. Ganglion radix dorsal kiri
C. Kornu anterior kiri
D. Korteks frontal kiri
E. Cerebellum
Pembahasan:
Keluhan hemiparesis, berjalan sempoyongan, kaku anggota gerak kanan. Bagian otak yang
berfungsi mengatur gerakan ekstremitas kanan berada pada lobus frontalis cerebrum
kontralateralnya. Jadi, kemungkinan lokasi lesinya di korteks frontal kiri.
33. Pada kerusakan kornu anterior medulla spinalis. Apakah yang ditemukan pada pemeriksaan
fisik?
A. Gangguan sensoris
B. Lumpuh spastik
C. Lumpuh flasid
D. Hipertoni
E. Hiperrefleks
Pembahasan:
Kerusakan pada kornu anterior merupakan lesi pada LMN yang mempunyai ciri lumpuh flasid,
hipotonus, dan hiporefleks.
34. Mekanisme apakah yang terjadi saat depolarisasi?
A. Pompa aktif K
B. Keluarnya ion K
C. Masuknya ion Cl
D. Masuknya ion Na
E. Keluarnya ion Ca
Pembahasan:
Saat depolarisasi, muatan di dalam sel lebih positif daripada di luar sel. Hal itu kerena ion Na+
masuk ke dalam sel sehingga muatan di dalam sel menjadi lebih positif.
35. Penderita laki-laki berusia 30 tahun dengan keluhan mendadak vertigo berat, disertai muntah
dan makin berat dengan gerakan kepala, riwayat 2 hari yang lalu terkena influenza. Apakah
diagnosis yang paling mungkin pada penderita ini?
A. Labirintitis
12

B. Vestibuler neuritis
C. TIA vertebra basilaris
D. Meniere syndrome
E. Benigna Paroxismal Positional Vertigo
Pembahasan:
Yang paling mendekati adalah vestibuler neuritis.
- Vestibuler Neuritis, adanya inflamasi n. vestibularis yang dihubungkan dengan infeksi
virus/ autoimun atau iskemi. Karakteristik vertigo berat, mual muntah gangguan
keseimbangan tanpa gangguan pendengaran, dipicu dengan gerakan kepala.
- Labyrintitis, infeksi labyrin sebagai akibat lanjut dari otitis media, parotitis local.
Ditemukan vertigo, ocilopsia disertai dengan gangguan pendengaran/ tinitus.
- Penyakit Meniere yang spontan, 10 15% kasus vertigo disebabkan adanya distensi
membran labyrin akibat dilatasi dan penambahan cairan endolymphe. Karakteristik adanya
serangan vertigo yang berat dalam beberapa jam disertai tinitus dan pendengaran
terganggu bersifat kronis dan fluktuatif.
36. Penderita laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan sering vertigo
sesaat, yang dipicu oleh gerakan dari duduk ke tidur telentang atau sebaliknya, atau tidur alih
posisi kepala. Penderita memiliki riwayat trauma kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin
pada penderita ini?
A. Vestibuler neuritis
B. Meniere syndrome
C. Vertigo cervico genic
D. Vestibulopathy bilateral
E. Benigna Paroxismal Positional Vertigo
Pembahasan:
Benign Paroxysmal Posisional Vertigo disebabkan adanya partikel di semi circularis canal.
Karakteristik terjadi serangan vertigo mendadak bersifat rotatory karena provokasi gerakan
kepala gejala memberat atau dengan perubahan posisi tidur bangun/ sebaliknya (Slide
Vertigo, dr Suratno)
37. Penderita laki-laki berusia 60 tahun datang dengan keluhan sering tiba-tiba mengalami gangguan
keseimbangan/vertigo ringan dengan disertai gangguan pendengaran/tinitus, yang diperberat
dengan gerakan kepala dan menghilang dalam beberapa jam. Kejadian tersebut sering berulang.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada penderita ini?
A. Benigna Paroxismal Positional Vertigo
B. TIA vertebral basiler
C. Vestibuler neuritis
D. Vertigo psikogenik
E. Meniere syndrome
Pembahasan:
Vestibuler neuritis tanpa disertai gangguan pendengaran/tinnitus. Yang disertai tinnitus adalah
pada Meniere syndrome.

13

38. Seorang perempuan berusia 40 tahun, datang ke poli saraf dengan keluhan sejak 2 tahun merasa
nyeri kepala cekot cekot dirasa makin memberat. Dua hari yang lalu kejang-kejang. Pada
pemeriksaan vital sign: tensi 120/80, suhu 36,5o C, respirasi rate 24/menit. Tidak ada riwayat
benturan kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada perempuan tersebut diatas?
A. Meningoencephalitis
B. Masa cerebral
C. Epilepsi
D. Abces
E. Stroke
Pembahasan:
Pasien mengeluh nyerikepala kronis, kejang-kejang, tetapi tidak ada riwayat benturan kepala.
Diagnosis paling mungkin adalah adanya masa cerebral. Gejala yang muncul adalah:
1. Nyeri Kepala: Berdenyut, Inter mitten, Pagi hari lebih nyeri, Bertambah dengan bersin,
mengejan dan batuk, dan 15 % - 95 % merupakan gejala dini.
2. Muntah: Proyektil, Terutama pagi hari
3. Penglihatan kabur: Papil oedema, Papil atrofi
4. Penglihatan dobel
5. Kejang : Focal, Umum, Bisa sebagai gejala dini pada tumor converitas
6. Gangguan perilaku
7. Gangguan kesadaran (Slide dr. Risono, Tumor SSP).
39. Seorang perempuan berusia 70 tahun datang ke IGD diantar keluarganya dengan keluhan tidak
sadar dan kejang-kejang. Pada pemeriksaan vital sign: tensi 170/100, nadi 50/menit, respirasi
cheyne stoke dan ditemukan myosis. Apakah kegawatan yang terjadi pada wanita tersebut?
A. TIK meninggi dengan pendesakan medulla oblongata
B. TIK meninggi dengan pendesakan diencephalon
C. TIK meninggi pendesakan mesencephalon
D. TIK normal dengan pendesakan pons
E. TIK normal pendesakan uncal
Pembahasan:
Gangguan kesadaran karena peningkatan tekanan intracranial ada 4 stadium:
1. Tingkat 1: TIK meninggi mendesak diencephalon, hipertensi, bradikardi, pupil miosis,
respirasi cheynestoke.
2. Tingkat 2: TIK meninggi mendesak mesencephalon, tensi menurun, takikardi, pupil mulai
melebar, respirasi cepat dan dangkal, fenomena doll-eye phenomenon.
3. Tingkat 3: TIK meninggi menekan pons, tensi makin menurun, pupil makin melebar, denyut
nadi makin cepat, respirasi lambat dan dangkal, doll-eye phenomenon bisa ada atau tidak.
4. Tingkat 4: TIK meninggi mendesak medulla oblongata, pernapasan tersengal-sengal, pupil
melebar.
Jika TIK mendesak ke lateral, maka tidak ada tanda-tanda diatas. Akan tetapi terdapat tanda
berupa anisokor karena n. III tergencet. (Kuliah dr. Risono, Tumor SSP).
40. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poli saraf diantar keluarganya dengan keluhan
marah-marah, kejang-kejang, muntah, pandangan kabur. Pasien juga mengalami nyeri kepala
sejak 2 tahun yang lalu. Apakah diagnosis klinis, topik, dan etiologi penderita tersebut?
14

A. TIK meninggi, lobus frontalis, meningitis


B. TIK meninggi, lobus paietal, masa cerebral
C. TIK meninggi, lobus frontalis, masa cerebral
D. Gangguan perilaku, lobus parietalis, masa cerebral
E. Gangguan perilaku, lobus temporalis, encephalitis
Pembahasan:
Gejala dini yang muncul pada tumor cerebral adalah nyeri kepala , bisa di ikuti dengan :
1. Muntah
2. Gangguan penglihatan
3. Kejang
4. Tanda fokal yang sesuai dengan letak tumor
Adanya masa cerebral bisa mengakibatkan peningkatan TIK, sementara keluhan pasien berupa
marah-marah (ada gangguan perilaku) menunjukkan adanya tanda tumor pada lobus frontalis
(slide dr. Risono, Tumor SSP).
41. Seorang anak berusia 10 tahun datang ke UGD diantar ibunya dengan keluhan berjalan
sempoyongan. Terdapat riwayat nyeri kepala sejak 1 tahun yang lalu, tidak panas, tidak ada
riwayat benturan kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada anak tersebut?
A. Glioma lobus temporalis
B. Meningioma lobus frontalis
C. Meningioma lobus ocipitalis
D. Glioblastoma lobus parietalis
E. Medullablastoma cerebellum
Pembahasan :
Kata kuncinya ada pada berjalan sempoyongan
sistem keseimbangan ada pada cerebellum.
Tidak panas= kemungkinan bukan infeksi, tidak ada riwayat benturan kepala=kemungkinan
bukan karena trauma. untuk pilihan lain lokasi lobus kurang sesuai dengan gejala yang dialami
pasien. (Slide dr. Risono, Sp.S(K) )
While your child may experience symptoms differently, common symptoms of
medulloblastoma include:
headache (generally upon awakening in the morning)
nausea and vomiting
fatigue
lethargy
imbalance and lack of coordination
problems with motor skills (such as writing)
neck tilt or double vision
changes in personality or behavior
seizures
http://www.childrenshospital.org/health-topics/conditions/m/medulloblastoma/symptomsand-causes
42. Seorang anak laki-laki 10 tahun diantar ibunya ke dokter klinik umum. Ia sering termenung atau
bengong dan tiba-tiba kejang selama 5-10 detik. Kejang tersebut tanpa disertai demam. Pada

15

meriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Apakah pemeriksaan yang pertama dilakukan pada
pasien tersebut?
A. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
B. Computed Tomography-scan
C. electroencephalography
D. electrocardiografi
E. kadar ion Ca dan K
Pembahasan:
The diagnosis of seizures is based on the patients clinical history. The history as related by a
witness is of high importance, because many types of seizures are associated with impairment
of consciousness, and patients are unaware of their occurrence.
The clinical diagnosis can be confirmed by abnormalities on the interictal electroencephalogram
(EEG). However, these abnormalities can be present in otherwise healthy individuals, and their
absence does not exclude the diagnosis of epilepsy.
http://emedicine.medscape.com/article/1184846-differential
43. Seorang wanita usia 26 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri kepala . Nyeri kepala
berdenyut intensitas berat di sisi kiri kepala, pasien mengeluh mual muntah dan jika melihat
cahaya nyeri kepalanya kambuh. Setahun terakhir frekuensi serangan3-4x/ bulan . apakah
diagnosis yang paling mungkin?
A. Episodic tension type headache
B. Chronic tension type headache
C. Trigeminal autonomic
D. Cluster headache
E. Common migraine
Pembahasan :
Gejala yang dialami pasien memenuhi criteria migren
Headache attacks lasting 5 to 72 hours with at least 2 of the following characteristics
* Unilateral location
* Pulsating quality
* Moderate or severe intensity
* Aggravation by walking stairs or similar routine physical activity
During headache at least 1 of the following
* Nausea and/or vomiting
* Photophobia and phonophobia
* No evidence of organic disorder causing chronic headaches (slide dr rivan)
44. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan kelopak mata menutup tiap sore hari
dan membaik pada pagi hari. Sebelumnya pasien memiliki riwayat thymic tumor. Apakah
prosedur yang memiliki sensitivitas dan spesifitas tinggi untuk penegakan diagnosis pada pasien
tersebut?
A. CT scan kepaladengan kontras
B. antibody anti-AchR
C. Tes neostigmin

16

D. tes tensilon
E. EMG
Pembahasan:
Karena ada riwayat tumor thimic maka akan lebih akurat jika dilakukan pengukuran pada
antibodynya karena antibody ini mirip dengan antibody yang mampu menempati reseptor
asetilkolin pada post sinaps. (kuliah dr. Pepy)
The antiacetylcholine receptor (AChR) antibody (Ab) test is reliable for diagnosing autoimmune
myasthenia gravis (MG). It is highly specific (as high as 100%, according to Padua et al).[4] Results
are positive in as many as 90% of patients who have generalized MG but in only 50-70% of
those who have only ocular MG; thus false negatives are common in cases of purely ocular MG.
http://emedicine.medscape.com/article/1171206-workup
45. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dengan riwayat myasthenia gravis datang ke UGD dengan
kondisi lemah sesak, liur menetes, diare, mual, muntah. Pasien sebelumnya mendapat terapi
pyridostigmin rutin denga dosis 4x60mg namun karena merasa masih lemah maka dalam 2 hari
terakhir pasien menambah dosis sendiri menjadi 5x60mg kemudian menjadi 6x60mg.
Apakah kemungkinan terbesar yang dialami pasien?
A. Reaksi alergi
B. Krisis kolinergik
C. Infeksi penyerta
D. Krisis myasthenia
E. Dehidrasi akibat diare
Pembahasan :
Ciri krisis kolinergik adalah aktivasi muscarinik berlebihan menyebabkan hiperlakrimasi,
hipersalivasi dan diare. Hal ini dikarenakan dosis yang berlebihan dan harus dibedakan dengan
krisis myasthenia yang disebabkan karena myasthenia itu sendiri tapi sama2 memberikan
perburukan mendadak. (kuliah dr pepy)
46. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dengan riwayat pengobatan rutin myasthenia gravis datang
dengan keluhan batuk dan demam sejak 1 minggu yang lalu. Apakah antibiotic untuk batuk dan
demam yang paling tidak beresiko?
A. Ciprofloxacin
B. Levofloxacin
C. Azitromycin
D. Gentamycin
E. Amphicillin
Pembahasan:
Sebenarnya setelah dicari beberapa referensi terpercaya semua obat diatas beresiko untuk
penderita myasthenia gravis namun pada sumber myasteniawa.info/drug ampicilin lebih jarang
menimbulkan efek buruk.
47. Dimanakah letak badan neuron pertama serabut general visceral efferent yang menginervasi
myocardium?
A. nucleus edinger westphal
B. nucleus ambiguous
17

C. nucleus salivatorius superior


D. nucleus dorsalis n.vagi
E. nucleus intermediolateralis
Pembahasan: cek handout anat yaa
48. Dimanakah letak sinus venosus sagitalis superior itu?
A. Di pangkal falx cerebri
B. Di pangkal falx cerebelli
C. Di pangkal tentorium cerebri
D. Di tepi bebas fals cerebri
E. Setinggi inion
Pembahasan:
Di handout dikatakan di tepi terikat falx cerebri tapi di pilihan ga ada, tepi terikat mungkin bisa
disebut pangkal dari falx cerebri
49. Manakah tersebut dibawah ini yang terletak di facies medialis hemisperium cerebri?
A. Sulcus centralis
B. Corpus callosum
C. Gyrus frontalis inferior
D. Sulcus lateralis cerebri
E. centralis posterior
Pembahasan: bisa dilihat di sobotta yaa
50. Seorang laki-laki berusia 65 tahun diantar oleh keluarganya ke UGD pada pagi hari karena
merasakan kelemahan pada anggota gerak kanan secara tiba-tiba. Pasien merasakan tubuh
sebelah kanan lemah sewaktu di kamar mandi setelah buang air besar. Pasien menderita
penyakit darah tinggi sejak 10 tahun lalu, tapi tidak rutin diperiksa dan berobat. Pasien tetap
sadar tetapi merasakan kesemutan pada anggota gerak kanan dan bicaranya tertdengar pelo.
Pasien tidak dapat berjalan dan bergerak tanpa bantuan. Pasien jarang berolahraga dan memiliki
berat badan yang berlebih. Sehari-hari pasien melakukan aktivitas terutama dengan tangan
kanan. Setelahditangani di UGD pasien disarankan untuk rawat inap untuk penanganan lebih
lanjut. Apakah tujuan rehabilitasi pada pasien?
A. Meningkatkan kualitas hidup pasien
B. Memaksimalkan fungsi yang masih ada
C. Mempersiapkan pasien kembali kepada pekerjaanya
D. Melakukan fasilitasi adaptasi psikososial pasien dan keluarganya
E. Mengidentifikasi serta melakukan terapi untuk mencegah komplikasi
Pembahasan:
1.Mencegah timbulnya komplikasi akibat tirah baring
2.Menyiapkan/mempertahankan kondisi yang memungkinkan pemulihan fungsional yang paling
optimal
3.Mengembalikan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari
4.Mengembalikan kebugaran fisik dan mental
(Slide dr noer)

18

51. Seorang laki-laki berusia 65 tahun diantar oleh keluarganya ke UGD pada pagi hari karena
merasakan kelemahan pada anggota gerak kanan secara tiba-tiba. Pasien merasakan tubuh
sebelah kanan lemah sewaktu di kamar mandi, setelah buang air besar. Pasien menderita
penyakit darah tinggi sejak 10 tahun yang lalu, tapi tidak rutin diperiksa dan berobat. Pasien
tetap sadar, tapi merasakan kesemutan pada anggota gerak kaki kanan dan bicaranya terdengar
pelo. Pasien tidak dapat berjalan dan bergerak tanpa bantuan. Pasien jarang berolahraga dan
memiiki berat badan yang berlebih. Sehari-hari pasien melakukan aktivitasnya terutama dengan
tangan kanan. Setelah ditangani di UGD, pasien disarankan untuk rawat inap untuk penangan
lebih lanjut.
Apakah evaluasi yang dipakai untuk memeriksa kemampuan kognitif pada kasus tersebut
diatas?
A. Functional Independent Measurement
B. Mini Mental State Examination
C. Glasgow Coma Scale
D. Indeks Barthel
E. Skala Norton
Pembahasan:
The Functional Independence Measure (FIM) scale assesses physical and cognitive disability.
This scale focuses on the burden of care that is, the level of disability indicating the burden of
caring for them. (http://www.dementia-assessment.com.au/symptoms/fim_manual.pdf)
The mini mental state examination (MMSE)
most commonly used instrument for screening
cognitive function. This examination is not suitable for making a diagnosis but can be used to
indicate the presence of cognitive impairment, such as in a person with suspected dementia or
following a head injury. The MMSE is far more sensitive in detecting cognitive impairment than
the use of informal questioning or overall impression of a patient's orientation.
(http://www.patient.co.uk/doctor/mini-mental-state-examination-mmse )
The Glasgow Coma Scale (GCS)
most common scoring system used to describe the level of
consciousness
in
a
person
following
a
traumatic
brain
injury.
(http://www.brainline.org/content/2010/10/what-is-the-glasgow-coma-scale.html )
The Barthel Index (BI) and the Modified Rankin Scale (MRS)
commonly used scales that
measure disability or dependence in activities of daily living in stroke victims (
http://stroke.ahajournals.org/content/30/8/1538.long )
The
Norton
Scalae
for
Predicting
Pressure
Ulcer
Risk
(http://www.merckmanuals.com/professional/dermatologic_disorders/pressure_ulcers/pressur
e_ulcers.html)
Kalau dilihat dari penjelasan di sumber-sumber di atas cenderung ke B
52. Seorang laki-laki berusia 65 tahun diantar oleh keluarganya ke UGD pada pagi hari karena
merasakan kelemahan pada anggota gerak kanan secara tiba-tiba. Pasien merasakan tubuh
sebelah kanan lemah sewaktu di kamar mandi, setelah buang air besar. Pasien menderita
penyakit darah tinggi sejak 10 tahun yang lalu, tapi tidak rutin diperiksa dan berobat. Pasien
tetap sadar, tapi merasakan kesemutan pada anggota gerak kaki kanan dan bicaranya terdengar
pelo. Pasien tidak dapat berjalan dan bergerak tanpa bantuan. Pasien jarang berolahraga dan
memiiki berat badan yang berlebih. Sehari-hari pasien melakukan aktivitasnya terutama dengan

19

tangan kanan. Setelah ditangani di UGD, pasien disarankan untuk rawat inap untuk penangan
lebih lanjut.
Mobilisasi dini (duduk dan berdiri) dalam 48-72 jam setelah onset pada kasus tersebut di atas,
dapat menghindarkan pasien dari kemungkinan:
A. Peningkatan saturasi oksigen
B. Ortostatis hipotensi
C. Hypertensi postural
D. Ulkus dekubitus (Slide 22 kelas A dr Noer)
E. Aphasia
Pembahasan:
Turning
Rubah posisi @ 2jam hindari ulkus dekubitus
53. Bagaimana impuls nyeri disalurkan?
A. Melalui serabut saraf besar
B. Melalui serabut saraf kecil
C. Bersama dengan impuls raba
D. Melalui serabut saraf besar dan kecil
E. Berlawanan arah dengan impuls raba
Pembahasan:
Pertama-tama afwan dulu ya, soalnya TS agak lupa. Seingat saya sewaktu kuliah Patofisiologi
dan Asesmen Nyeri itu Prof Suroto bilang bersama atau berlawanan. Cenderung ke bersama
sih. Jadi kalau tidak salah Prof bilang, impuls untuk nyeri itu satu jalur dengan impuls raba,
karena itu kalau misalnya sakit atau nyeri terus kita raba, elus atau pijit nanti biasanya nyerinya
agak berkurang. Seingat saya ya, silahkan dicari lagi. Sekali lagi afwan.
54. Manakah dibawah ini yang benar tentang nyeri kronik?
A. Disertai gangguan otonom
B. Nyeri yang melebihi 2 minggu
C. Mempunyai manfaat protektif
D. Sering disertai gangguan mood (Slide 7 Kuliah Patofisiologi dan Asesmen Nyeri)
E. Tidak berespon terhadap NSAID
Pembahasan:
Nyeri Akut
- Biasanya disertai dengan kerusakan jaringan yang nyata
- Ada peningkatan aktivitas saraf otonom
- Nyeri akan menghilang seiring menyembuhnya kerusakan yang mendasari
- Memberikan fungsi yang protektif
Nyeri Kronis
- Nyeri lebih dari 3 atau 6 bulan setelah onset, atau diluar periode penyembuhan
- Tidak lagi memiliki fungsi protektif
- Mengganggu kesh secara umum dan kemampuan fungsional
- Mengganggu mood
55. Apakah yang termasuk nyeri neuropatik?
A. Nyeri akibat uka sayat
20

B. Nyeri akibat luka bakar


C. Nyeri pada osteo arthritis
D. Nyeri akibat herpes zoster (Slide 13-14 di Footnote Kuliah Patofisiologi dan Asesmen
Nyeri)
E. Nyeri akibat fraktur tulang
Pembahasan:
Yang termasuk nyeri neuropatik antara lain:
Infeksi pada Herpes Zoster yang berkembang menjadi Postherpetic Neuralgia
Postsurgical nerve injury
Diabetic peripheral neuropathy / Painful Diabetic Neuropathy (PDN)
Radikulopati lumbal
Nyeri pasca stroke
.
56. Manakah yang termasuk gelaja positif pada nyeri neuropatik?
A. Hipoalgesia
B. Hipestesia
C. Anestesia
D. Analgesia
E. Alodinia (Slide 21 Kuliah Patofisiologi dan Asesmen Nyeri)
Pembahasan:
Gejala Sensorik Positif (karena aktifitas berlebih):
- Nyeri spontan
- Alodinia
- Hiperalgesia
- Disestesia
- Parestesia
Gejala Sensorik Negatif (karena penurunan fungsi)
- Hiperstesia
- Anestesia
- Hipoalgesia
- Analgesia
Kedua abnormalitas sensorik ini tak jarang co-exist atau campuran. Dapat pula gejala berubah
seiring dengan waktu
57. Seorang laki-aki berusia 32 tahun mengeluh kelemahan pada tangan kiri, disrtai rasa kebas di
punggung tangan kirinya sejak 1 minggu yang lalu. Sejak 3 bulan yang lalu, pasien menggunakan
kruk karena mengalami patah tulang tibia akibat kecelakaan lalu lintas.
Saraf manakah yang terganggu pada pasien tersebut?
A. N. tibialis
B. N. radialis (Slide 15 Kuliah Neuropati )
C. N. ulnaris
D. N. peroneus
E. N. medianus
Pembahasan:
NEUROPATI N. RADIALIS (DROP HAND)
21

Letak lesi :
- Pada lengan atas (di tengah dan 1/3 distal humerus)
- Di aksila
Anamnesis :
- Kelemahan tangan (wrist drop)
- Kesemutan di daerah punggung tangan
Kalau dilihat dari kalimatnya yang kelemahan kan di tangan kiri, di punggungnya. Kalau
punggung yang menyarafi kan N. radialis, jawabannya B. Kalau yang pada kakinya kayaknya
disyarafnya nggak apa-apa deh, kena fraktur tulangnya doang, nggak ada tanda gangguan di
nervusnya kayak nyeri apa mati rasa kebas atau semacam itu. Insyaallah ya
58. Apakah yang didapatkan pada pemeriksaan fisik Bells Paisy?
A. Inpeksi terlihat pasien tidak bisa menutup mata sisi lesi dengan rapat (Slide 2 Bells
Palsy)
B. Bila kelopak mata menutup akan terlihat bola mata bergerak ke bawah
C. Pada saat pasien mengangkat alis pada sisi lesi terlihat lebih tinggi
D. Sudut mulut turun pada sisi yang sehat
E. Garis nasolabial akan terlihat jelas
Pembahasan:
Tanda-tanda dari Bells Palsy:
Tanda Bell
Lagoftalmos
Lipatan nasolabial mendatar
Mulut mencong ke sisi sehat
Air mata berlebihan di sisi kelumpuhan
Berkurangnya ketajaman pengecapan 2/3 lidah
59. Seorang laki-laki umur 72 tahun datang dengan keluhan tadi pagi tungkai kirinya tidak dapat
digerakkan. Lengan kirinnya juga berat, namun tidak separah tungkainya. Kedaan itu
berlangsung sekitar 15 menit, kemudian dirasakan berangsur membaik. Kira-kira 2 bulan yang
lalu, dialami keadaan yang sama, namun waktunya lebih singkat.
Apakah keadaan yang paling mungkin terjadi pada kasus diatas?
A. Transient Ischemic Attack (hal 101 buku Neuro UNS)
B. Stroke in evolution
C. Stroke in progress
D. Completed Stroke
E. Silent Stroke
Pembahasan:
TIA merupakan keadaan neurologik yang cepat membaik kembali yang umumnya berlangsung
kurang dari 1 jam, tanpa bukti adanya infark pada TIA. Dikenal juga sebagai mini-stroke
60. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, dibawa ke IGD setelah mengalami kejang-kejang dan
penurunan kesadaran, ibunya menceritakan penderita panas tinggi sejak satu bulan sebelumnya.
Pada saat dilakukan pemeriksaan didapatkan respon membuka mata terhadap rangsang nyeri,

22

mengerang dan tangannya meraih tangan pemeriksa. Sisi tubuh sebelah kanan berespon lebih
aktif terhadap rangsangan yang diberikan.
Apakah hasi pemeriksaan laboratorium darah tepi mungkin akan didapatkan?
A. Anemia
B. Leucopenia
C. Leukositosis
D. Trombositopenia
E. Pergeseran shift to the right
Pembahasan:
Kemungkinan anaknya infeksi, kalau infeksi leukositosis
61. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan demam dan
muntah-muntah. Pada kesimpulan pemeriksaan fisik terjadi organic brain syndrome, keadaan
umum cepat memburuk dan koma. Pada pemeriksaan LCS didapatkan pleositosis limfocyter,
protein meningkat, glukosa menurun. Apakah diagnosis pasien ini?
A. Toxoplasmosis
B. Infeksi echo virus
C. Infeksi coxcaki virus
D. Infeksi sytomegalo virus
E. Ensefalitis herpes simplex
Pembahasan:
Didapatkan pleositosis limfositer, Glukosa menurun protein meningkat biasnaya diakibatkan
oleh bakteri/ parasit
62. Apakah tes pemeriksaan keseimbangan sederhana yang berfungsi untuk mengetahui lesi di
cerebelum?
A. Dix halpike
B. Tes romberg
C. Steping test
D. Disdiadokinesis
E. Tanden walking
Pembahasan:
Finger to finger test, Finger to nose test, Diadokinese : Ketiga pemeriksaan ini berhubungan
dengan kelainan serebellum. Pada abnormal sesisi, berarti menunjukkan ada kelainan pada
bagian sisi tersebut (slide Kuliah vertigo 35)
63. Teori otonomik yaitu ketidakseimbangan simpatis dan parasimpatis, mendasari munculnya
gejala otonom pada penderita vertigo perifer.
Apakah gejala yang akan munculbila sistem parasimpatis lebih dominan?
A. Pucat.
B. Keringat
C. Rasa dingin
D. Mual/muntah
E. Berdebar-debar
Pembahasan:
23

Kalo simpatis itu peningkatan denyut jantung, tekanan darah, kcepatan aliran darah. Kalo
parasimpatis memicu sekresi saliva dan enzim digestiva, dan gerak peristaltik digestiv tract.
64. Manakah yang benar tentang hemostasis?
A. Merangsang vasokonstriksi pada respon sekunder
B. Merangsang faktor koagulasi pada respon tersier
C. Menghentikan perdarahan di tempat cedera
D. Mencegah darah dalam kondisi koagulabilitas
E. Membentuk plug stabil pada respon primer
Pembahasan:
Hemostasis
proses stimultan menghentikan perdarahan pada daerah cedera &
mempertahankan darah dalam keadaan cair ( slide dr tonang)
65. Apakah yang akan terjadi bila terdapat cedera pada endothel?
A. Tissue factor memicu adhesi trombosit
B. Terbentuk fibrin sebagai respon primer
C. Terjadi kemotaktik terhadap trombosit
D. Endothel yang rusak mengeluarkan ADP
E. Endothel yang sehat mengekspresikan fosfolipid
Pembahasan:
Jelas. Slide dr tonang
66. Manakah pernyataan yang benar tentang agregasi trombosit?
A. Memerlukan peran vWF
B. Diperantarai oleh GB Ib/IX
C. Terjadi perlekatan dengan endothel
D. Merangsang perubahan bentuk trombosit
E. Terjadi kelainan pada penyakit Glanzmann
Pembahasan:
Agregasi itu si trombosit salingg bergabung sesama trombosit , otomatis bentukny bakal
berubah
67. Manakah yag termasuk anti-trombosit alamiah?
A. Anti-trombin
B. Plasminogen
C. Prostasiklin
D. Protein C
E. TFPI
Pembahasan:
MEKANISME ANTITROMBIK ALAMI
- ANTITROMBOSIT : Prostasiklin
- ANTIKOAGULAN : Antitrombin, Protein C & S, Trombomoduline, TFPI
- FIBRINOLITIK : Aktivator Plasminogen, Plasminogen / Plasmin
Slide dr Tonang

24

68. Seorang perempuan 35 tahun penderita HIV yang dirawat di rumah sakit, sudah 2 minggu ini
mengalami kelumpuhan dan kesemutan anggota gerak pada sisi kanan. Menurut dokter yang
merawat, kelumpuhan yang dideritanya bersifat UMN.
Apakah tanda kelumpuhan yang paling cocok dengan keterangan dokter tersebut?
A. flasid
B. spastiksitas
C. reflek fisiologis menurun
D. reflek patologis tidak ada
E. atrofi disertai fasikulasi
Pembahasan:
Kelumpuhan UMN itu dicirikan dengan:
i.
Bersifat spastic
ii.
Reflek fisiologis meningkat
iii.
Reflek patologis (+)
iv.
Hiperreflek
v.
Eutrofi
vi.
Klonus (+)
(kuliah faal saraf dan asistensi anatomi)
69. Seorang mahasiswa kedokteran akan ujian neurologi sehingga belajar mati-matian, tidak tidur
selama 48 jam. Yang bersangkutan menderita myopia berat dan berkacamata silindris. Kacamata
kanan jauh lebih teba daripada yang kiri. Pada hari ujian, terburu-terburu ke kampus
mengendarai sepeda motor. Sesampainya di kampus, mendadak merasa dirinya berputar-putar.
Sistem vestibuler manakah yang mungkin terganggu?
A. Serebellum
B. Sistem parasimpatis
C. Vestibulo okuler reflek
D. Vestibulo spinal reflek
E. Traktus spino sereberalis
70. Seorang laki-laki 35 tahun datang di poli saraf dengankeluhan kejang. Keluhan disertai neri
kepala, melihat dobel, hemianopsia, tinitus. Hasil pemeriksaan ct scan tumor cerebral di lobus
temporal. Apakah tanda klinis pada laki-laki tersebut yang sesuai?
A. Kejang, nyeri kepala
B. Tinitus dan hemianopsia
C. Tinitus dan melihat dobel
D. Nyeri kepala dan hemianopsia
E. Hemianopsia dan melihat dobel
71. Seorang laki-laki 28 tahun dating dengan dokter karena sakit kepala makin hari makin
berat,treutama pada bagian dahi.pada pemerisaan CT scan terdapat masa solid lobus frontalis
yang tampak normodens dengan efek masa yang jelas.dengan pemberian kontrans
tampakpenyerapan sangant kuat.apakah diagnosis yang paling mungkint pada kasus di atas?
A. Abses cerebri
B. Cystic astrocytoma
C. Meningioma
25

D. Astrocytoma derejat tinggi


E. Encepalitis
Pembahasan ;
Klo normodens dan isoden sama, kemungkinan jawaban ini. mohon dicek lagi ya.
72. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada penderita ini?
A. Infark batang otak/infark walenberg
B. Vestibulopatia bilateral
C. Vestibuler neuritis
D. Serangan panik
E. Mabuk darat
Pembahasan:
Kurang tahu,hehe. Tidak jelas kasusnya apa.
73. Manakah neurotransmitter yang bersifat inhibisi.?
A. Norepinephrine
B. dopamine
C. Glutamate
D. Serotonine
E. GABA
74. Manakah yang merupakan toeri ingatan jangka panjang ?
A. Penambhan jumlah neurotransmitter
B. Perubahan sturktur protein neuron
C. Penyimpanan di medulla cerebri
D. Konsolidasi di thalamus
E. Perluasan sinaps
Pembahasan ;
Comparison of Short-Term and Long-Term Memory
Characteristic
Mechanism of Storage

Short-Term Memory
Involves transient modifi cations in
functions
of preexisting synapses,
such as
altering amount of neurotransmitter
released

Long-Term Memory
Involves relatively permanent
functional or structural changes
between existing neurons,
such as formation of new synapses;
synthesis
of new proteins plays a key role

75. Gyrus manakah dibawa ini yang merupakan area 44 Broca?


A. Gyrus centralis anterior
B. Gyrus cinguli
C. Gyrus frontalis inferior sinister
D. Gyrus longi insulae
E. Gyrus centralis posterior
Pembahasan;sumber slide asisten

26

76. Apakah yang perlu dilakukan untuk menghindari ulkus dekubitus?


A. proper positioning
B. Chest therapy
C. Hydrotherapy
D. ROM exercise
E. Relaxasion
Pembahasan; brainstorming aja,tolong dicek lagi ya
77. Manakah yang benar mengenai urutan lapisan kortex cerebellum?
A. Moleculare-ganglionare-granulosum
B. Moleculare-granulosum-ganglionare
C. Molecular-piramidale-granulosum
D. Molecular- granulosum -piramidale
E. Molecular-granulosum-multiforme
Pembahasan;

27

78. Manakah dibawah ini yang benar mengenai sel ependim?


A. Terletak di cornu anterior medulla spinalis
B. Terletak di cornu posterior medulla spinalis
C. Disekitarnya terdapat susunan sel saraf sensori
D. Disekitarnya terdpat susunan sel saraf motorik
E. Disekitarnya terdapat sel neuroglia bergranula
Pembahasan;
Substansia gelatinosa sentralis :
- daerah bergranula di sekitar ependym
- disusun neuroglia
(slide dosen)
79. Manakah yang benar urutan serabut pembungkus saraf?
A. neurolemma-myelin- epineurium -perineurium-endoneurium
B. neurolemma-myelin-endoneurium-perineurium-epineurium
C. neurolemma-myelin-perineurium-endoneurium- epineurium
D. myelin- neurolemma -endoneurium-perineurium-epineurium
E. myelin- neurolemma - epineurium -perineurium-endoneurium
80. Dianakah dapat bertemu sel betz pada lapisan kortax cerebrum?
A. Stratum molekulare
B. Stratum granulosum
C. Stratum multiformis
D. Stratum piramidale internum
E. Stratum granulosum internum
Pembahasan;
Lapisan korteks cerebri :
a. Stratum molekulare (fleksiformis)
b. Stratum granulosum eksternum
c. Stratum piramidale eksternum
d. Stratum granulosum internum
e. Stratum piramidale internum (ganglionare)
f. Stratum multiformis
(sumber;slide dosen+bpp)

(QS. YUNUS: 45)


Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari
itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu)
mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka
dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.

28