Anda di halaman 1dari 8

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1

Lalu lintas Harian Rata rata (LHR) Untuk mengetahui jenis

Tabel 3.1 Golongan dan kelompok jenis kendaraan

Sumber : Pedoman survei pencacahan manual Pengelompokan golongan kendaraan dapat mewakili perhitungan perkerasan dari perhitungan Lalu lintas harian rata rata dengan rumus : LHR0 LHR2012 LHR2012 = LHR x (1+i)n = 17944 x (1+6 %)10 = 17945,79 = 17946

3.2.2. Faktor Pertumbuhan lalu lintas

Jumlah kendaraan dari tahun ke tahun akan terus bertambah karena Faktor perkembangan daerah,kemampuan masyarakat membeli kendaraan dan lain-lain faktor ini di nyatakan dalam persen pertahun dengan persamaan : Growth factor = Growth factor = Growth factor = 3.2.3. Tingkat Layanan Nilai indeks pelayanan akhir (p t ) ditetapkan berdasar volume lalulintas ADT = 2012 sebesar 3 (Tabel 3.2). Selanjutnya PSI dapat dihitung dengan perhitungan sebagai berikut: = 0 = 4,2 3 = 1,2 (3.3)

3.2.4. Standar Deviasi Standar deviasi keseluruhan (S 0 ) adalah gabungan simpangan standar dari perkiraan lalulintas dan pelayanan perkerasan. Besarnya nilai standar deviasi keseluruhan pada AASHTO ini tergantung jenis perkerasan dan variasi lalulintas. Kisaran standar deviasi (S 0 ) yang disarankan untuk perkerasan lentur adalah 0,35 0,45. Untuk perkerasan lentur dengan mempertimbangkan variasi lalulintas digunakan standar deviasi keseluruhan (S 0 ) sebesar 0,45. 3.2.5. Faktor ESAL Fungsi logaritma dari perbandingan antara kehilangan tingkat pelayanan dari p 0 sampai p t dengan kehilangan tingkat pelayanan p 0 = 4,2 dan p t = 3 dinyatakan sebagai nilai G. Untuk menentukan Faktor ESAL, nilai G dihitung dengan nilai p t yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 3. Nilai G dapat dilihat pada perhitungan berikut: G = log ( )

G = log ( G = log ( G = -0,3521 = 0,4 = 0,4

) )

3.4.6

Lalu lintas Rencana ESAL Lalu lintas rencana merupakan perkalian antara lalu lintas harian rata rata

dengan faktor pertuumbuhan lalu lintas dan jumlah hari dalam satu tahun. Kemudian untuk mencari lalu lintas rencana ESAL, lalu lintas rancana di kali dengan faktor ESAL. Dirumuskan dalam persamaan seperti berikut ini : Lalu lintas rencana = LHR x GF x 365 = 15000 x 13,18 x 365 = 72.160.500 Lalu lintas rencana ESAL = Lalu lintas rencana x ESAL = 72.160.500 x =

Jumlah nilai lalulintas rencana ESAL selanjutnya dikali dengan faktor distribusi arah dan lajur. Pembuktian telah menunjukan bahwa D D dapat bervariasi dari 0,3 sampai 0,7 tergantung pada arah yang terisi beban dan yang tidak terisi beban. Sedangkan D L ditentukan berdasarkan jumlah lajur seperti ditunjukan pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Distribusi kendaraan berdasarkan jumlah lajur Fungsi Jalan Tingkat Keandalan (R) Dalam Persen Urban Rural

Jalan Tol Arteri Kolektor Lokal 1993) (Sumber: AASHTO,

85 99,9 80 99 80 95 50 80

80 99,9 75 95 75 95 50 80

Tingkat Reliabilitas berdasar pada nilai rencana ESAL dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tingkat Reliabilitas berdasarkan nilai rencana ESAL
Nilai Rencana ESAL (106) < 0,1 0,1 5,0 5,0 10,0 > 10,0 (Sumber: Alberta Transport and Utilities, 1997) Reliabilitas 75 85 90 95

Korelasi antara nilai deviasi standar normal (Z R ) dan Reliabilitas (R) ditunjukan pada Tabel 3.4. Tabel 3.4. Deviasi standar normal (Z R ) yang mewakili tingkat Reliabilitas (R)

Deviasi Standar Normal (Z R ) 50 -0,000 60 -0,253 70 -0,524 75 -0,674 80 -0,841 85 -1,037 90 -1,282 91 -1,340 92 -1,405 (Sumber: AASHTO, 1993)

Reliabilitas (R)

Reliabilitas (R) 93 94 95 96 97 98 99 99,9 99,99

Deviasi Standar Normal (Z R ) -1,476 -1,555 -1,645 -1,751 -1,881 -2,054 -2,327 -3,090 -3,750

Berdasarkan Tabel 3.5 untuk jalan kolektor pada daerah rural, maka nilai Reliabilitas berkisar antara 75 95 %. Dengan pendekatan nilai rencana ESAL antara 898726,2 sesuai Tabel 23 nilai Reliabilitas dapat ditetapkan sebesar 85 %. Untuk nilai Reliabilitas 85% sesuai pada Tabel 24 maka nilai Z R sebesar -1,037. 3.2.7. Reliabilitas Reliabilitas adalah nilai profitabilitas dari kemungkinan tingkat

pelayanan yang dipandang dari sudut pemakai jalan. Dapat juga diartikan sebagai cara menggabungkan beberapa tingkat kepastian pada proses

perencanaan untuk memastikan bahwa berbagai alternatif rencana akan bertahan pada periode analisa. Tingkat Reliabilitas yang disarankan untuk berbagai klasifikasi jalan sesuai dengan fungsinya ditunjukan pada Tabel 3.6. Tabel 3.6. Tingkat Reliabilitas berdasarkan fungsi jalan

Fungsi Jalan Jalan Tol Arteri Kolektor

Tingkat Keandalan (R) Dalam Persen Urban Rural 85 99,9 80 99 80 99,9 75 95

Lokal 80 95 75 95 (Sumber: AASHTO, 1993) 50 80 50 80 Tingkat Reliabilitas berdasar pada nilai rencana ESAL dapat dilihat pada Tabel 3.7. Tabel 3.7. Tingkat Reliabilitas berdasarkan nilai rencana ESAL
Nilai Rencana ESAL (106) < 0,1 0,1 5,0 5,0 10,0 > 10,0 Reliabilitas 75 85 90 95

(Sumber: Alberta Transport and Utilities, 1997) Korelasi antara nilai deviasi standar normal (Z R ) dan Reliabilitas (R) ditunjukan pada Tabel 3.8. Deviasi standar normal (Z R ) yang mewakili tingkat Reliabilitas (R)
Reliabilitas (R) 50 60 70 75 80 85 90 91 92 Deviasi Standar Normal (Z R ) -0,000 -0,253 -0,524 -0,674 -0,841 -1,037 -1,282 -1,340 -1,405 Reliabilitas (R) 93 94 95 96 97 98 99 99,9 99,99 Deviasi Standar Normal (Z R ) -1,476 -1,555 -1,645 -1,751 -1,881 -2,054 -2,327 -3,090 -3,750

(Sumber: AASHTO, 1993) Berdasarkan Tabel 3.8 untuk jalan kolektor pada daerah rural, maka nilai Reliabilitas berkisar antara 75 95 %. Dengan pendekatan nilai rencana ESAL

antara 898726,2 sesuai Tabel 23 nilai Reliabilitas dapat ditetapkan sebesar 85 %. Untuk nilai Reliabilitas 85% sesuai pada Tabel 24 maka nilai Z R sebesar -1,037. 3.2.8. Modulus resilent tanah dasar Karakteristik mutu tanah dasar pada perencanaan perkerasan lentur ditentukan oleh nilai resilient modulus (M R ). Resilient Modulus adalah nilai hubungan dinamis antara tegangan dan regangan yang mempunyai karakteristik nonlinear. Dari hasil perhitungan kumulatif 90 % sebelumnya, didapat nilai CBR rencana sebesar 3,25%. Dengan menggunakan persamaan dari Heukelom and Klomp (1962) korelasi antara nilai CBR Corps of Engineer dan nilai resilient modulus (M R ) dihitung seperti berikut: () = 1500 Dengan : MR CBR = resilent modulus = California Bearing Ratio (3.7)

3.2.9. Drainage coefficient Faktor yang digunakan untuk memodifikasi koefisien kekuatan

relatif sebagai fungsi yang menyatakan seberapa baiknya struktur perkerasan dapat mengatasi pengaruh negatif masuknya air ke dalam struktur perkerasan. Dalam buku ini diperkenalkan konsep koefisien drainase untuk mengakomodasi kualitas sistem drainase yang dimiliki perkerasan jalan. Tabel 3.9

memperlihatkan definisi umum mengenai kualitas drainase. Tabel 3.9.Definisi kualitas drainase Kualitas drainase Baik sekali Baik Sedang Jelek Jelek sekali Sumber : AASHTO93 Air hilang dalam 2 jam 1 hari 1 minggu 1 bulan air tidak akan mengalir

Faktor untuk memodifikasi koefisien kekuatan relatif ini adalah koefisien

drainase (m) dan disertakan ke dalam persamaan Indeks Tebal Perkerasan (ITP) bersama-sama dengan koefisien kekuatan relative (a) dan ketebalan (D). Tabel 3.9 memperlihatkan nilai koefisien drainase (m) yang merupakan fungsi dari kualitas drainase dan persen waktu selama setahun struktur perkerasan akan dipengaruhi oleh kadar air yang mendekati jenuh. Tabel 3.9.Koefisien drainase (m) untuk memodifikasi koefisien kekuatan relative material untreated base dan subbase pada perkerasan lentur Persen waktu struktur perkerasan dipengaruhi oleh kadar air yang mendekati jenuh <1% 15% 5 25 % > 25 % 1,40 1,35 1,35 1,30 1,30 1,20 1,2 1,35 1,25 1,25 1,15 1,15 1,00 1 1,25 1,15 1,15 1,05 1,00 0,80 0,8 1,15 1,05 1,05 0,80 0,80 0,60 0,6 1,05 0,95 0,08 0,75 0,60 0,40 0,4

Kualitas drainase Baik sekali Baik Sedang Jelek Jelek sekali

Sumber : AASHTO93 3.2.10. SN rencana SN yang sebelumnya digunakan untuk menentukan faktor ESAL (LEF) dimasukan pada persamaan dasar AASHTO untuk menentukan SN rencana. Apabila tidak memenuhi maka nilai SN ditentukan ulang dari SN yang digunakan untuk menentukan faktor ESAL (LEF). Pembuktian nilai SN memenuhi persamaan dasar AASHTO dengan memasukan nilai dan asumsi yang telah ditentukan sebelumnya adalah sebagai berikut:
( )

Dengan : W18 ZR S0 = Perkiraan nilai kumulatif ekivalen beban kendaraan dari aplikasi ESAL (Equivalent Single Axle Load) = = deviasi normal yang mewakili nilai relialibilitas (R) gabungan kesalahan baku dari perkiraan beban lalulintas dan kinerja suatu perkerasan jalan

SN
PSI MR

Structural number, Nilai korelasi total suatu tebal perkerasan yang dibutuhkan

= =

selisih antara indeks pelayanan awal dan akhir resilient modulus (psi)

3.4.11. Tebal masing masing lapisan perkerasan Menurut AASHTO 1993 nilai tebal minimum setiap lapis perkerasan ditunjukan Tabel 3.10. Tebal minimum lapis perkerasan
Volume Lalulintas ESAL < 50.000 50.001 150.000 150.001 500.000 500.001 2.000.000 2.000.001 7.000.000 > 7.000.000 Beton Aspal (inch) 1,0 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 Fondasi Agregat (inch) 4 4 4 6 6 6

(Sumber: AASHTO, 1993)