Anda di halaman 1dari 5

KUISIONER KEPUASAN KERJA PERAWAT (Aplikasi Kebutuhan A. Maslow - Nursalam) No 1.

Pernyataan STP (1) TP (2) CP (3) P (4) SP (5)

Jumlah gaji yang diterima dibandingkan pekerjaan yang anda lakukan. 2. System penggajian tempat anda bekerja 3. Jumlah gaji yang diterima dibandingkan pendidikan anda 4. Pemberian intensif tambahan atas suatu prestasi atau kerja keras 5. Teredianya peralatan dan perlengkapan yang mendukung pekerjaan. 6. Tersedianya fasilitas penunjang seperti kamar mandi, tempat parker dan kantin. 7. Kondisi ruangan kerja terutama berkaitan dengan ventilasi udara, kebersihan dan kebisingan. 8. Adanya jaminan atas kesehatan/ keselamatan kerja 9. Perhatian institusi terhadap anda 10. Hubugan antar karyawan dan kelompok kerja 11. Kemampuan dalam bekerjasama antar karyawan 12. Sikap teman teman kerja terhadap anda 13. Kesesuaian antara pekerjaan dan latar belakang pendidikan anda 14. Kemampuan dalam menggunakan waktu bekerja dengan penugasan yang diberikan. 15. Kemampuan supervise/pengawasan dalam membuat keputusan 16. Perlakuan atasan selama anda bekerja disini 17. Kebebasan dalam melakukan metode sendiri dalam melakukan pekerjaan. 18. Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pelatihan atau pendidikan tambahan. 19. Kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi 20. Kesempatan untuk membuat suatu prestasi dan mendapatkan kenaikan pangkat. Jumlah Total skor Keterangan : SP : Sangat Puas TP : Tidak Puas

CP : Cukup Puas P : Puas STP : Sangat Tidak Puas

Kuisioner Tingkat Kepuasan Mahasiswa dalam mendapatkan bimbingan di klinik : No. 1. 2. Pernyataan Saya mendapatkan pengarahan dan orientasi pada awal praktek. Saya diberi kebebasan untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien yang menjadi tanggung jawab saya Saya mendapat pengawasan dari pembimbing klinik setiap kali melakukan tindakan Saya mendapatkan bimbingan konsultasi 1 kali dalam seminggu Dalam melakukan tindakan saya merasa diawasi sangat ketat dari yang seharusnya Dalam melakukan tindakan saya harus menunggu instruksi dari pembimbing klinik Pembimbing klinik memberikan pujian apabila saya melakukan tugas dengan baik. Pembimbing klinik mengadakan mengadakan pre conference sebelum praktek dimulai. Pembimbing klinik selalu menekankan pentingnya melakukan tindakan sesuai SOP Pembimbing se;lalu memberikan masukan saat ada kekurangan dalam implementasi. Ya Tidak

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Menurut Yalom yang dikutip oleh Stuart dan Sundeen, 1995, fase fase dalam terapi aktivitas kelompok adalah sebagai berikut : 1. Pre kelompok Dimulai dengan membuat tujuan, merencanakan, siapa yang menjadi leader, anggota, dimana, kapan kegiatan kelompok tersebut dilaksanakan, proses evaluasi pada anggota dan kelompok, menjelaskan sumber sumber yang diperlukan kelompok seperti proyektor dan jika memungkian biaya dan keuangan. 2. Fase awal Pada fase ini terdapat 3 kemungkinan tahapan yang terjadi yaitu orientasi, konflik atau kebersamaan. - Orientasi. Anggota mulai mengembangkan system social masing masing, dan leader mulai menunjukkan rencana terapi dan mengambil kontrak dengan anggota. - Konflik Merupakan masa sulit dalam proses kelompok, anggota mulai memikirkan siapa yang berkuasa dalam kelompok, bagaimana peran anggota, tugasnya dan saling ketergantungan yang akan terjadi. - Kebersamaan Anggota mulai bekerja sama untuk mengatasi masalah, anggota mulai menemukan siapa dirinya. 3. Fase kerja Pada tahap ini kelompok sudah menjadi tim. Perasaan positif dan engatif dikoreksi dengan hubungan saling percaya yang telah dibina, bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati, kecemasan menurun, kelompok lebih stabil dan realistic, mengeksplorasikan lebih jauh sesuai dengan tujuan dan tugas kelompok, dan penyelesaian masalah yang kreatif. 4. Fase terminasi Ada dua jenis terminasi (akhir dan sementara). Anggota kelompok mungkin mengalami terminasi premature, tidak sukses atau sukses. e. Peran Perawat dalam terapi aktivitas kelompok.

1. 2. 3. 4. 5.

Mempersiapkan program terapi aktivitas kelompok. Sebagai leader dan co leader Sebagai fasilitator Sebagai observer Mengatasi masalah yang timbul pada saat pelaksanaan