Anda di halaman 1dari 16

i

TUGAS PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR


MINERAL SILIKAT


Disusun Oleh :
Catherinita Halim
NIM. 03021381419163

Assisten Dosen Pengajar :
Abdi Alfarisi


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG
AGUSTUS 2014

i
DAFTAR ISI



DAFTAR ISI ...................................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................1
1.1 Latar Belakang .....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ...............................................................................................1
BAB II PENGENALAN SILIKAT ..................................................................................2
2.1 Pengertian .............................................................................................................2
2.2 Deskripsi Sifat Fisik Silikat .................................................................................2
2.3 Struktur Dan Klasifikasi Silikat ........................................................................5
BAB III PERANAN MINERAL SILIKAT ..................................................................11
3.1 Kegunaan mineral silikat dalam petrologi ......................................................11
3.2 Kegunaan mineral silikat dalam bidang industri ...........................................11













1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Silika merupakan senyawa logam oksida yang banyak terdapat di alam, namun
keberadaannya di alam tidak dalam kondisi bebas melainkan terikat dengan senyawa lain
baik secara fisik maupun kimia. Silika memiliki sifat hidrofilik atau hidrofobik sesuai
dengan struktur atau morfologinya. Umumnya silika banyak digunakan pada industri-
industri strategis seperti pasta gigi, perawatan kulit, bir (pemrosesan bir), pelapisan kertas
(paper coating), desikant, pendukung katalis, katalis polyolefin, antibloking agent, dan
farmasi.
Sodium Silikat (Na2SO3) atau yang lebih lazim dikenal dengan istilah water-glass
merupakan salah satu senyawa turunan silika yang terbilang cukup melimpah di Indonesia.
Bahan baku pembuatan sodium silikat pada umumnya menggunakan pasir kuarsa. Saat ini
sudah mulai berkembang pembuatan sodium silikat melalui abu Bagasse yang merupakan
sisa hasil pembakaran batang tebu ataupun limbah geothermal yang umumnya diambil dari
dari pegunungan berapi seperti pegunungan Dieng di Jawa Tengah.

Silikat yang terbesar, yang paling menarik, dan kelas paling rumit mineral jauh.Sekitar
30% dari semua mineral silikat dan beberapa ahli geologi memperkirakan bahwa 90% dari
kerak bumi terdiri dari silikat.Dengan oksigen dan silikon dua elemen yang paling
melimpah di kerak bumi, kelimpahan silikat ada kejutan nyata.

Unit kimia dasar silikat adalah (SiO4) kelompok tetrahedron berbentuk anionik
dengan muatan empat negatif (-4). Silikon pusat ion memiliki muatan positif sementara
empat tiap oksigen memiliki muatan negatif dua (-2) dan dengan demikian masing-masing
ikatan silikon-oksigen adalah sama dengan satu setengah (1 / 2) energi total ikatan oksigen.
Kondisi ini meninggalkan oksigen dengan pilihan ikatan menjadi satu ion silikon dan oleh
karena menghubungkan satu (SiO4) tetrahedron yang lain dan yang lain, dll.

Struktur yang rumit bahwa bentuk silikat tetrahedrons benar-benar
menakjubkan.Mereka dapat terbentuk sebagai unit tunggal, unit ganda, rantai, lembaran,
cincin dan struktur kerangka. Cara yang berbeda bahwa tetrahedrons silikat
menggabungkan adalah apa yang membuat Kelas silikat yang terbesar, yang paling
menarik dan paling rumit kelas mineral.


1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan silika ?
2. Bagaimana pendeskripsian mineral silikat?
3. Apa saja peranan mineral silikat?
4. Bagaimana struktur dan klasifikasi silika?






2

BAB II
PENGENALAN SILIKAT


2.1 Pengertian
Mineral silikat adalah mineral yang paling mendominasi permukaan bumi. Hampir 95
persen mineral yang pernah ditemukan di kerak bumi merupakan mineral silikat yang
terdiri dari feldspar dan kuarsa. Kehadirannya yang melimpah menyebabkan mineral
silikat menjadi kelompok mineral paling utama dari mineral-mineral pembentuk batuan.
Silicate adalah mineral yang tersusun atas silica dan alumunium silica. Melimpahnya
mineral ini sebagai dampak akibat melimbahnya unsure oksigen, silicon dan alumunium
di kerak bumi ( O= 47 persen, Si=28 persen dan Al=8 persen). Ion silica (Si
+4
) dan ion
oksigen (O
-2
) saling berikatan membentuk tetrahedral silica (SiO
4
)
-4
Dalam penggabungannya, ikatan yang terjadi dalam tetrahedral silicat anatara ion
silica dan oksigen adalah ikatan setengah kovalen, dan setengah ionic.
Mineral silikat dikelompokkan berdasarkan pada cara penggabungan tetrahedra silika
dan pola penggunaan bersama ion oksigen dalam struktur kristal. Tetrahedra dapat
terbentuk independen tunggal dalam beberapa mineral, namun pada beberapa mineral lain
mereka dapat pula bergabung dengan tetrahedra lain dengan cara berbagi satu, dua, tiga,
atau keseluruhan empat anion oksigen. Kemungkinan penggabungan tersebut memberikan
berbagai bentuk struktur mineral silikat. Struktur silikat semakin kompleks bila jumlah
oksigen yang dipergunakan bersama unit SiO4-di dekatnya juga bertambah. Ketika
jumlah oksigen bersama bertambah, struktur semakin terbuka dan semakin berkurang
densitasnya, semakin banyak tempat untuk masuknya ion-ion besar, seperti kation
Na+dan K+serta anion (OH)-.
2.2 Deskripsi Sifat Fisik Silikat
Mineral golongan ini dibagi menjadi tiga group, conto yang termasuk golongan
mineral silikat ini antara lain adalah :
Mineral-mineral yang termasuk pada golongan silicates ini adalah mineral dengan jenis
dan jumlah yang terbanyak yaitu sekitar 73%. Mineral-mineral pada golongan silicates
sangat banyak dijumpai baik didalam kerak bumi ataupun diatas permukaan bumi.

Mineral-mineral pada golongan ini adalah mineral yang terbanyak yang menjadi
mineral pembentuk batuan (rock forming). Silikat merupakan komponen dari batuan
utama yang terbentuk akibat pembekuan atau pendininan magma, dan juga mineral-
mineral pada golongan ini yang terbentuk akibat metamorfosa thermal. Kadang-kadang
pembentukannya juga sebagai akibat lelehan magma akibat aktifitas gunung api.

Pada umumnya mineral-mineral pada golongan silikat ini mempunyai senyawa-
senyawa (unsur) kimia yang kompleks. Salah satu cirri khas dari mineral golongan ini
adalah silikat yang terdapat didalamnya (SiO4) dengan ion oksigen pada aspek-aspek dan
satu ion silicon pada titik pusatnya. Pada silikat tetrahedron (SiO4) saling berhubungan
pada aspek-aspeknya membentuk cicin, rantai dan pita. Sistem tetrahedron seperti diatas
tergantung pada komposisi kimianya dan ketentuan dari sifat fisika mineralnya.


3

Silikat yang berbeda jaringan ionnya (silikon) digantikan oleh ion alumunium disebut
dengan alumusilikat. Sifat dari silicaterosrock forming yaitu terdapat pada mineral olivine,
augit hornblende, muskovit, dan lain-lain. Sedangkan kegunaan dari mineral-mineral
silikat berguna mulai dari keperluan industri kimia, untuk obat-obatan, keperluan industri
bangunan, dan untuk perhiasan.

Pendeskripsian:
a) Kwarsa (SiO2)
1. Warna (Colour) : Colourless
2. Cerat (Streak) : Putih
3. Kilap (Luster) : Kilap kaca
4. Perawakan (Habit) : Meniang
5. Belahan (Cleavage) : Buruk
6. Pecahan (Fructure) : Choncoidal
7. Kekerasan (Hardness) : 7
8. Sifat Dalam (Tenacity) : Brittle
9. Berat Jenis (Specific Gravity) : 2,653 2,660
10. Susunan Komposisi Kimia (Chemistry) : SiO2
a. Klas : Silicates
b. Group : Quarts group
11. Asosiasi dan Kegunaan : Galena Untuk bahan pembuatan kaca.

b) Hornblende (Ca,Na)2-3(Mg, Fe+2, Fe+3, Al)5 (AlSi)8O22(OH)2
1. Warna (Colour) : Hitam kehijauan
2. Cerat (Streak) : Abu-abu
3. Kilap (Luster) : Non metallic luster (Viterous luster)
4. Perawakan (Habit) : Rounded habits (granular)
5. Belahan (Cleavage) : Sempurna
6. Pecahan (Fructure) : Even
7. Kekerasan (Hardness) : 6
8. Sifat Dalam (Tenacity) : Brittle
9. Berat Jenis (Specific Gravity) : 3,0 3,4
10. Susunan Komposisi Kimia (Chemistry) : (Ca,Na)2-3(Mg, Fe+2, Fe+3, Al)5
(AlSi)8O22(OH)2
a. Klas : Silicates
b. Group : Amphibole group
11. Asosiasi dan Kegunaan : Berasosiasi dengan magnetite dan limonite Untuk
penelitian dan koleksi












4

c) Muscovite KAl2 (AlSi3)O10(OH)2
1. Warna (Colour) : Coklat ke putih-putihan
2. Cerat (Streak) : Putih
3. Kilap (Luster) : Non metallic luster (Viterous luster)
4. Perawakan (Habit) : Flanttened habits (bladed)
5. Belahan (Cleavage) : Sempurna
6. Pecahan (Fructure) : Even
7. Kekerasan (Hardness) : 2,5 4
8. Sifat Dalam (Tenacity) : Elastic
9. Berat Jenis (Specific Gravity) : 2,8 2,9
10. Susunan Komposisi Kimia (Chemistry) : KAl2 (AlSi3)O10(OH)2
a. Klas : Silicates
b. Group : Mica group
11. Asosiasi dan Kegunaan : Berasosiasi dengan kyanite, kwarsa dan orthoclase
12. Untuk industri semen, karet dan kertas

d) Orthoclase (KAlSi3O8)
1. Warna (Colour) : Putih
2. Cerat (Streak) : Putih
3. Kilap (Luster) : Non metallic (pearly luster)
4. Perawakan (Habit) : Flanttened habits (bladed)
5. Belahan (Cleavage) : Sempurna
6. Pecahan (Fructure) : Uneven
7. Kekerasan (Hardness) : 6
8. Sifat Dalam (Tenacity) : Brittle
9. Berat Jenis (Specific Gravity) : 2,56
10. Susunan Komposisi Kimia (Chemistry) : KAlSi3O8
a. Klas : Silicates
b. Group : Feldspar group
11. Asosiasi dan Kegunaan : Berasosiasi dengan kwarsa, plagioklas
12. Untuk industri collector dan penelitian

e) Olivine (MgFe) SiO4
1. Warna (Colour) : Coklat kehitaman
2. Cerat (Streak) : Putih
3. Kilap (Luster) : Non metallic luster (vitreous luster)
4. Perawakan (Habit) : Rounded habits (granular)
5. Belahan (Cleavage) : Buruk
6. Pecahan (Fructure) : Choncoidal
7. Kekerasan (Hardness) : 6,5 7
8. Sifat Dalam (Tenacity) : Ductile
9. Berat Jenis (Specific Gravity) : 3,27 4,20
10. Susunan Komposisi Kimia (Chemistry) : (MgFe) SiO4
a. Klas : Silicates
b. Group : Olivene group
11. Asosiasi dan Kegunaan : Berasosiasi dengan serpentite
12. Untuk bahan permata dan untuk koleksi



5

2.3 Struktur Dan Klasifikasi Silikat
Berdasarkan cara penggabungan tetrahedral silika dan pola penggunaan bersama ion
oksigen, silikat dibedakan dalam 6 kelompok, yaitu:
1. Nesosilicates
a. Pengertian dan ciri

Neso= pulau, adalah mineral silikat yang dicirkan oleh tetrahedra silika tunggal
yang tidak saling membagi ion oksigen dengan tetrahedra silika lainnya. Dengan
kata lain tetrahedral silika yang belum bergabung satu sama lain, hanya berupa
gugus-gugus silika yang terdiri dari 1 atom oksigen, dikelilingi 4 atom Si.
Perbandingan ion silika (Si
4+
) terhadap ion oksigen (O
2-
) dalam bangun tetrahedral
adalah 1 : 4. Perbandingan ini mencerminkan rumus mineral nesosilikat, yang
selalu tersusun oleh komponen (SiO
4
)
4-
sebagai tetrahedra tunggal. (SiO
4
)
4-
tidak
berikatan dengan (SiO
4
)
4-
secara langsung, dihubungkan oleh ikatan ionic dari
kation-kation terrestrial.

b. Gambar struktur

b. 1 lingkaran merah merupakan kation-kation terestrial
c. Contoh mineral
Olivine, Fayalite, Forsterit, Kelompok Garnet , Topaz

2. Sorosilicate
a. Pengertian dan ciri
Dua tetrahedral saling berikatan membentuk satu unit, pada setiap tetrahedron
satu O dipakai bersama dengan tetrahedron lainnya membentuk struktur
menyerupai ikatan dasi kupu-kupu. Perbandingan ion silica (SiO
4
)
4-
terhadap
ion oksigen (O
2-
) adalah 2 : 7, mencerminkan rumus dasar sorosilikat yang selalu
mengandung unsur (Si
2
O
7
)
-6
.

b. Gambar struktur


6


c. Contoh mineral
Kelompok Epidot terdiri dari lima mineral, yaitu epidot, klinozoisit, alanit,
piemontit dan zoisit.


3. Siklosilicate
a. Pengertian dan ciri
Kikos = lingkaran, bila dua atau lebih tetrahedral silica berikatan dengan
menggunakan 2 atom O nya dan membentuk struktur tertutup seperti lingkaran.
Perbandingan ion silika (Si
4+
) terhadap ion (O
2-
) adalah 1 : 3. Dalam siklosilikat,
struktur yang terbentuk adalah cincin, dengan tiga bentuk dasar, yaitu: segitiga,
segiempat Si
4
O
12
, dan heksagonal Si
6
O
18
.

b. Gambar struktur


c. Contoh mineral
Benitoit (BaTiSi
3
O
9
), Aksinit (Ca,Fe,Mn)
3
Al
2
(BO
3
)(Si
4
O
12
)(OH), Beril
(Be
3
Al
2
Si
6
O
18
)


4. Inosilicate
a. Pengertian dan ciri
Ino = benang, dalam inosilikat tetrahedral dalam jumlah tak terhingga atau
terhingga dihubungkan melalui ion oksigen yang dipergunakan bersama
membentuk struktur rantai.
Ada 2 tipe utama struktur rantai inosilikat, yaitu :
1. Struktur rantai tunggal, di mana tetrahedral single berikatan dengan
single tetrahedral lainnya melalui oksigen. Struktur rantai tunggal ini
diwakili oleh kelompok mineral terpenting pembentuk batuan yaitu
kelompok Piroxen
2. Struktur rantai ganda, di mana 2 rantai single tetrahedral berikatan satu
sama lain. Dan diwakili oleh kelompok mineral terpenting pembentuk
batuan yaitu kelompok Amphibole









7

b. Gambar struktur
Rantai tunggal

Rantai ganda


c. Contoh mineral
Rantai tunggal : Kelompok piroksen (Si
2
O
6
) contoh: Enstatit, Diopsid, Augit,
Aegirin, Jedeit.
Rantai ganda : Kelompok amfibol (Si
8
O
22
), terbagi menjadi 5 seri yaitu :
Tremolit-Aktinolit, Hornblende, Anthofilit, Cummingtonit, dan Alkali Amfibol.

Dalam inosilikat terdapat satu kelompok lagi yaitu kelompok Piroxenoid.
Struktur kelompok piroxenoid hampir sama dengan kelompok piroxen, akan tetapi
rantai pada struktur piroxenoid lebih tidak teratur, membelit, dan hampir seperti
skrup. Strukturnya yang tidak teratur menyebabkan bentuknya memiliki tingkat
simetrisan yang rendah. Dan hampir semua system kristalnya adalah triklinik.
Contoh mineral : Wolastonit, Rodhonit, dan Pektolit.

5. Filosilikat
a. Pengertian dan ciri
Phillon = daun, ketika beberapa rantai tetrahedra silika dihubungkan melalui
ion oksigen bersama. 3 atom O dipakai bersama oleh satu tetrahedral dengan
tetrahedral lain. Rantai-rantai tersebut akan membentuk lembaran dalam dua
dimensi, yang merupakan penciri mineral filosilikat. Silikat ini lazim disebut
silikat lembaran, memiliki rasio Si/O 2 : 5 atau 4 : 10.

Karena dominasi (SiO
4
) tak terhingga dalam struktur, maka pola serpihan
mineralnya cukup datar dan ada celah nyata, lembut dan memiliki spesifik graviti
yang rendah, fleksibel dan elastis.

b. Gambar struktur

8

Dalam subkelas filosilikat terdapat :
Mika Group : terdiri dari mineral Muskovit, Biotit, Lepidolit, Glaukonit, flogopit,
apofilit.
c. Contoh mineral
Mineral filosilikat yang banyak dijumpai adalah serpentin, talk, klorit, mika,
biotit, muskovit dan lempung. Mineral filosilikat lainnya yang tidak begitu
melimpah adalah apofilit, prehnit, dan stilpnomelan.

6. Tektosilikat
a. Pengertian
Mineral tectosilikat tersusun oleh tetrahedra silika yang terhubungkan melalui
seluruh anion oksigen kepada tetrahedra di dekatnya dalam bentuk struktur
kerangka tiga-dimensi. Mineral tektosilikat, seringkali disebut silikat kerangka,
memiliki rasio Si/O 1 : 2. Dua kelompok utama mineral tektosilikat adalah
kelompok silika SiO
2
dan kelompok silikat aluminium feldspar. Kelompok
tektosilikat penting lainnya mencakup: kelompok feldspatoid yang miskin silika
namun kaya aluminium, dan kelompok zeolit yang kaya aluminium terhidrasi.

b. Gambar struktur


Dalam subklas tektosilikat terdapat :
1. Silikat Group : terdiri dari 5 mineral yang berbeda yaitu kuarsa, tridimit,
kristobalit, opal, dan lekatelierit.
Kuarsa sangat mudah ditemukan, tridimit dan kristobalit tersebar pada batuan
vulkanik tapi termasuk jarang, opal merupakan mineral yang tidak biasa dan
lekatelierit merupakan mineral yang tergolong sangat jarang.
2. Feldspar Group : merupakan mineral paling penting karena kelimpahannya
sangat melimpah di permukaan bumi, terutama mudah ditemuai pada batuan
vulkanik. terdiri dari dua sub-kelompok utama, yaitu feldspar potasium dan
plagioklas.






9


Ketentuan :
a) Kelompok feldspar potasium mencakup polimorf ortoklas, mikroklin,
dan sanidin, yang semuanya ditulis dengan rumus KAlSi3O8.



b) Kelompok plagioklas, dengan rumus kimia (Ca,Na)(AlSi)AlSi2O8.
Rumusan tersebut mencerminkan pergantian ion antara mineral albit
(NaAlSi3O8) dan anortit (CaAl2Si2O8) yang menjadi cirri kelompok
plagioklas. Sehingga komposisi plagioklas dinyatakan dalam proporsi
anortit (%An), dimana komponen albit dinyatakan sebagai (100%
%An), menghasilkan enam varian plagioklas.
Yaitu: Albite Asam
Ologoklas
Andesin
Intermediet
Labradorit
Bitownit
Anortit
Basa



3. Kelompok Feldspatoid : Sebagaimana feldspar, feldspatoid adalah tektosilikat
pembawa aluminium. Namun feldspatoid memiliki kandungan silika lebih
rendah dan kandungan aluminium lebih tinggi. Akibatnya, lebih banyak
kation alkali (potasium, sodium, dan kalsium) yang diperlukan untuk
menetralkan feldspatoid.




10


c. Identifikasi mineral :



Kebiasaan : prismatik diakhiri oleh dua sisi rhombohedral.
Pembelahan dan fraktur : Umumnya tidak ada, concoidal.
Kekerasan : 7
Warna : biasanya berwarna atau putih
Belahan : putih
kilau : seperti kaca di macrocrystalin, dan lilin

Kuarsa dibagi atas 2 varietas, yaitu makrokristalin dan
kriptokristalin:
Makrokristalin : milky quartz, amethyst, rose quartz, smoky quartz, citrine.
Kriptokristalin : Agate, jasper, karnelian, chert, tiger eye.

Muscovite and biotit

Sistem Kristal : monoklinik
Kebiasaan : biasanya dalam lameral, keledai atau serpihan kecil
Pembelahan : 1 arah
Kekerasan : 2,5 (pada pembelahan), 4 (di belahan dada)
Warna : tak berwarna atau cokelat pucat, abu-abu (muskovit), hijau tua,
coklat, atau hitam (biotit dengan kandungan besi)
Belahan : Putih
Kilau : seperti kaca terkadang seperti mutiara



11

BAB III
PERANAN MINERAL SILIKAT

3.1 Kegunaan Mineral Silikat Dalam Petrologi

Petrologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan geologi yang mempelajari
batuan pembentuk kulit bumi, mencakup aspek pemerian (deskripsi) dan aspek genesa-
interpretasi. Pengertian luas dari petrologi adalah mempelajari batuan secara mata
telanjang, secara optik/ mikroskopis, secara kimia dan radio isotop. Studi petrologi secara
kimia sering disebut petrokimia yang dapat dipandang sebagai bagian dari ilmu geokimia.
Aspek pemerian antara lain meliputi warna, tekstur, struktur, komposisi, berat jenis,
kekerasan, kesarangan (porositas), kelulusan (permebilitas) dan klasifikasi atau penamaan
batuan. Aspek genesa interpretasi mencakup tentang sumber asal (source) hingga
proses atau cara terbentuknya batuan. Batuan didefinisikan sebagai semua bahan yang
menyusun kerak (kulit) bumi dan merupakan suatu agregat (kumpulan) mineral-mineral
yang telah menghablur (mengkristal).
Mineral silikat merupakan mineral paling dominan pada kerak dan mantel atas bumi,
karena tersusun oleh oksigen dan silika yang merupakan unsur yang paling melimpah
pada bagian bumi tersebut. Hal ini menyebabkan mineral ini menjadi mineral pembentuk
batuan paling penting.
Karena oksigen dan silika merupakan dua unsur paling melimpah di kerak dan matel
bumi, maka mineral silika tersebar di berbagai tempat, menyusun lebih dari 92% dari
sekitar 3500 mineral yang pernah ditemukan.
Maka dari itu menral silikat sangat berperan penting dalam petrologi karena
kandungan silika dan oksigen yang dapat membantu dalam aspek pemerian(deskripsi) dan
aspek ganesa-interpretasi.
3.2 Kegunaan Mineral Silikat Dalam Bidang Industri
Salah satu istilah yang terkait dengan silika adalah pasir karena terdapat kandungan
yang tinggi didalamnya meliputi kandungan silika. Pasir atau pasir silika ini terdiri dari
beberapa butiran partikel mineral dan bebatuan. Meskipun beberapa butiran pasir ini
terdiri dari beberapa komponen yang lainnya seperti laumunium, fielsper dan mineral
besi, Pasir silika dengan kandungansilika yang tinggi dapat dipakai untuk beberapa tujuan.

Pasir silika sangat cocok untuk pembuatan gelas/kaca. Tetapi memiliki persyaratan
agar kandungan mineral non silika minim sekali.

Ukuran Pasir silika yang di butuhkan konsumen ialah silika yang berukuran seragam.
Cara dan pengaplikasian pasir silika yang beragam menuntut adanya berbagai ukuran pasir
silika yang harus disediakan oleh para produsen pasir silika. Namun proses perubahan
ukuran ini harus melalui pengayakan yang baik.

Pasir kuarsa pada pembuatan semen berfungsi sebagai pelengkap kandungan silika
untuk semen yang dihasilkan. Kandungan silika untuk pabrik semen berkisar 21,3% SiO2.
Apabila komposisi SiO2 belum tercapai ditambahkan pasir kuarsa. Pemakain pasir kuarsa
di industri ini bervariasi tergantung kandungan silika bahan baku lainnya, biasanya
12

berkisar antara 6 - 7 % . Pada industri keramik, pasir kuarsa merupakan pembentuk badan
keramik bersama dengan bahan baku lain, seperti kaolin, lempung, felspar, dan bahan
pewarna. Pasir kuarsa ini umumnya pembentuk sifat glazur pada badan keramik, sehingga
berbentuk licin dan mudah untuk dibersihkan. Selain itu, pasir kuarsa mempunyai sifat
sebagai bahan pengurus yang dapat mempermudah proses pengeringan, pengontrolan,
penyusutan, dan memberi kerangka pada badan keramik. Proses akhir pengolahan pasir
kuarsa menjadi gelas dan kaca, yaitu dengan jalan meleburkannya bersama bahan-bahan
lain seperti soda dan kapur dalam tungku peleburan. Sebagai bahan pembentuk gelas
kontribusi silica (SiO2) sangat dominan. Unsur lain seperti soda (Na2O) dimanfaatkan
dalam proses pencairan, sedangkan kapur (CaO dan MgO) berfungsi sebagai stabilisator
ketika proses pencairan dan pembentukan kembali gelas dan kaca tersebut. Biasanya, pada
saat pengolahan ditambahkan belerang untuk membantu pelunakan gelas ketika dicairkan.
Untuk proses pembuatan gelas yang berkualitas tinggi perlu ditambahkan aluminium
oksida (Al2O3)dan B2O3 untuk menambah ketahanan gelas.

Pemanfaatan pasir kuarsa dalam industri pengecoran, karena memiliki titik leleh
lebih tinggi dari logam. Fungsi pasir kuarsa di industri ini adalah sebagai pasir cetak dan
foundry. Kondisi pasir kuarsa untuk pasir cetak perlu kriteria khusus, seperti penyebaran
dan kehalusan butir, bentuk butir, bulk density, base permeability dan titik mensinter,
kadar lempung, tempering water, kuat tekan, kuat geser, dan permeabilitas.Pasir kuarsa
pada industri bata tahan api dipakai untuk pembentuk konstruksi bata.

Pemakaian pasir kuarsa pada industri lainnya, yaitu sebagai bahan pengeras pada
pengolahan karet, bahan pengisi (industri cat), bahan ampelas (industri gerinda), bahan
penghilang karat (industri logam), bahan penyaring (industri penjernihan air), bahan baku
dalam pembuatan ferro silicon carbide, dan lainnya, seperti dalam industri microchip
(elektronika).

Saat ini dengan perkembangan teknologi mulai banyak aplikasi penggunaan silika
pada industri semakin meningkat terutama dalam penggunaan silika pada ukuran partikel
yang kecil sampai skala mikron atau bahkan nanosilika. Kondisi ukuran partikel bahan
baku yang diperkecil membuat produk memiliki sifat yang berbeda yang dapat
meningkatkan kualitas. Sebagai salah satu contoh silika dengan ukuran mikron banyak
diaplikasikan dalam material building, yaitu sebagai bahan campuran pada beton. Rongga
yang kosong di antara partikel semen akan diisi oleh mikrosilika sehingga berfungsi
sebagai bahan penguat beton (mechanical property) dan meningkatkan daya tahan
(durability). Selama ini kebutuhan mikrosilika dalam negeri dipenuhi oleh produk impor.
Ukuran lainnya yang lebih kecil adalah nanosilika bnyak digunakan pada aplikasi di
industri ban, karet, cat, kosmetik, elektronik, dan keramik. Sebagai salah satu contoh
adalah pada produk ban dan karet secara umum. Manfaat dari penambahan nanosilika
pada ban akan membuat ban memiiki daya lekat yang lebih baik terlebih pada jalan salju,
mereduksi kebisingan yang ditimbulkan dan usia ban lebih pajang daripada produk ban
tanpa penambahan nanosilika. Untuk memperoleh ukuran silika sampai pada ukuran nano/
mikrosilika perlu perlakuan khusus pada prosesnya. Untuk mikrosilika biasanya dapat
diperoleh dengan metode special milling, yaitu metode milling biasa yang sudah
dimodifikasi khusus sehingga kemampuan untuk menghancurkannya jauh lebih efektif,
dengan metode ini bahkan dimungkinkan juga memperoleh silika sampai pada skala nano.


13

Sedangkan untuk nanosilika bisa diperoleh dengan metode-metode tertentu yang
sekarang telah banyak diteliti diantaranya adalah sol-gel process, gas phase process,
chemical precipitation, emulsion techniques, dan plasma spraying & foging proses
(Polimerisasi silika terlarut menjadi organo silika). Sebagai tambahan adalah bahwa
utilisasi kapasitas produksi industri silika lokal belum maksimal, baru 50% dari kapasitas
maksimal yang ada. Hal ini disebabkan karena produk silika lokal yang dihasilkan belum
memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh pasar yaitu silika dengan ukuran sub mikron,
sementara hasil produksi silika lokal berukuran = 30 m.
Dengan cadangan bahan baku silika yang melimpah dan potensi pasar yang masih
terbuka lebar maka perlu dicarikan solusi agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan
secara optimal bagi perkembangan industri menggunakan bahan baku pasir silika.







































14