Anda di halaman 1dari 12

Nama : Amanda Awalia Ramadhani

NIM : 1708511050
DEFINISI MINERAL

Mineral adalah zat atau benda yang


terbentuk secara alami dan bersifat padat,
tersusun dari komposisi kimia tertentu,
dan memiliki sifat-sifat fisik
tertentu.Proses-proses pembentukan
mineral tersebut merupakan proses yang
alami sehingga proses pembentukan
hingga berhentinya proses tersebut
dipengarui oleh faktor pengontrol dari
alam yaitu suhu dan tekanan.
Mineral Halida
Halida adalah kelompok mineral yang memiliki anion dasar halogen, yang
biasanya memiliki muatan negatif ketika tergabung dalam satu ikatan kimia.
Halogen yang biasanya ditemukan di alam adalah Fluorine, Chlorine, Iodine dan
Bromine. Anion dari unsur halogen ini biasanya berikatan dengan kation logam
yang bersifat elektropositif seperti natrium (Na+1), potasium (K+1), dan kalsium
(Ca+1).
Halida cenderung memiliki struktur yang rapi dan simetri yang
baik. Mineral halida memiliki ciri khas lembut, terkadang
transparan, umumnya tidak terlalu padat, memiliki belahan
yang baik, dan sering memiliki warna-warna cerah.
• Ciri khas mineral kelompok halida :
1. Rapuh
2. Translusen
3. Mudah larut
4. Memiliki kekerasan menengah
5. Titik lebur tidak terlalu tinggi
6. Konduktor listrik dan panas yang buruk
• Ciri khas tersebut dikarenakan ikatan yang menyusun
mineral dalam kelompok halida merupakan ikatan ion dan
bermuatan listrik kecil.
Kegunaan Mineral Kelompok Halida :
1. Halida seperti cerargit (AgCl), bromit(AgBr), dan iodirit (AgI) berhubungan erat
dengan bijih perak dan dikenal di beberapa tempat seperti Meksiko, New
South Wales (Australia) dan barat daya Amerika Serikat.
2. Atacamite adalah konstituen dari bijih tembaga seperti yang terdapat di
eksplorasi tembaga di Chile.
3. Kriolit (Na3AlF4) digunakan untuk pengolahan bijih alumunium seperti bauksit.
4. Kandungan potsium dalam silvit (KCl) dimanfaatkan sebagai pupuk.
Klasifikasi mineral kelompok halide berdasarkan Nickel – Strunz, mineral
kelompok halide dibedakan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:
1. Halida sederhana, tanpa kandungan H2O contohnya seperti: Halit, Sylvit,
Miersite, dan Villiaumite.
2. Halida sederhana, dengan kandungan unsur H2O contohnya seperti :
Hydrohalite, Antarcticite, dan Chloraluminte.
3. Halida kompleks contoh mineralnya seperti: Steropesite, Avogadrite dan
barberiite
4. Oxyhalides, Hydroxyhalides and related double halides contoh mineralnya
seperti : Atacamite, Melanothallite, dan Paratacamite
Halit (NaCl)
Halit secara umum lebih dikenal sebagai rock salt,
adalah mineral dengan komposisi kimia natrium
klorida (NaCl) sehingga memiliki ciri khas yaitu
rasanya yang asin, berwarna putih, pink, biru gelap
atau colorless. Memiliki berat jenis 2,17 g/mol,
mineral halit biasanya berbentuk bongkahan, atau
granular (berbutir) kasar, sistem kristalnya isometrik
dan belahannya sempurna. Halit terbentuk pada dasar
sedimen evaporit yang luas yang dihasilkan dari
pengeringan danau tertutup dan laut. Mineral halit
banyak dimanfaat sebagai penghasil Na dan Cl dalam
industry kimia, serta untuk pembuatan macam –
macam soda seperti bikarbonat dan caustic soda.
Silvit (KCl)
Silvit atau lebih dikenal sebagai potasium klorida, memiliki karakteristik mineral yang sama dengan mineral halit, hanya saja yang
membedakannya dari halit adalah rasanya yang asin dan agak lebih pahit. Silvit banyak ditemukan di daerah endapan evaporasi seperti di
New Mexico dan Texas bagian barat dengan bentuk biasanya berbentuk bongkahan, massif berbutir kasar. Silvit biasanya dimanfaatkan
sebagai pupuk tanaman karena memiliki kandungan potasium yang berlimpah.

Identifikasi mineral Silvit:

• Warna : putih, putih kekuningan, putih kemerahan, putih kecoklatan, putih kebiruan

• Cerat : putih

• Kilap : kaca

• Sistem Kristal : isometrik

• Belahan : sempurna

• Pecahan : Uneven

• Kekerasan : 2,5

• Ketembusan Cahaya : Transparan

• Berat Jenis : 1,99


Ceragirit (AgCl)
Ceragirit adalah bentuk mineral dari silver chloride (AgCl). Mineral ini biasanya berbentuk bongkahan kubus,
massif ditemukan dalam bentuk kerak dan diselimuti wax. Ceragirit terbentuk dari fase sekunder oksidasi
endapan mineral perak. Mineral ceragirit pertama kali ditemukan di New South Wales, Australia. Mineral
ceragirit memiliki keunikan yaitu menghasilkan percikan perak jika dipanaskan pada arang.
Identifikasi mineral Ceragirit:
• Warna : ungu keabu – abuan, hijau, putih, colourless, abu - abu
• Cerat : putih
• Kilap : adamantin – damar
• Sistem Kristal : isometric - hexoctahedral
• Belahan : tidak ada
• Pecahan : Uneven, sub-konkoidal
• Kekerasan : 1 – 1,5
• Ketembusan Cahaya : transparan - trasnlusen
• Berat Jenis : 5,55
Fluorit (CaF2)
• Fluorit adalah mineral kelompok halide yang terdiri atas calcium fluoride
biasanya berbentuk bongkahan, atau granular (berbutir) kasar. Fluorit dapat
berbentuk sebagai endapan dalam urat terutama pada mineral logam dan
sering ditemukan berasosiasi dengan mineral galena, sphalerit, barit, kuarsa
dan kalsit. Fluorit adalah mineral yang umum dalam endapan hidrotermal dan
telah dikenal sebagai mineral primer pada granit dan batuan beku lainnya
serta sebagai konstituen minor umum pada dolostonedan limestone. Keunikan
mineral ini adalah menhasilkan nyala api merah ketika dibakar hal ini
menandakan adanya unsur kalsium.
• Fluorit banyak digunakan sebagai sumber utama penghasil hydrogen fluoride
yang merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk memproduksi berbagai
jenis material. Hyrogen fluoride dipecah berdasarkan persamaan reaksi kimia
berikut:
CaF2(s) + H2SO4→ CaSO4(s) + 2 HF(g)
Atacamit (Cu2(OH)3Cl)
• Atacamit adalah mineral yang relatif langka
terbentuk oksidasi mineral utama tembaga
atau zona pelapukan iklim kering . Mineral ini
dicirikan dengan bentuk prismatik ramping
memanjang, tabular, massif, biasa juga
berbentuk granular atau fibrous. Keunikan
dapat melebut, menghasilkan nyala api biru –
azure dari tembaga klorida, menghasilkan
percikan tembaga jika dilebur dengan sodium
karbonat pada arang.
Identifikasi mineral atacamite:
• Warna : hijau, kuning, hijau
kekuningan, hijau gelap
• Sistem Kristal : orthorombic
• Ketembusan Cahaya : transparan -
translusen
• Berat Jenis : 3,76 – 3,78
Karnalit (KMgCl3.6H2O)
Karnalit adalah mineral evaporit, yang terhidrasi dari potassium magnesium chloride. Karnalit ditemukan
dalam endapan laut garam yang dikenal sebagai mineral sedimen evaporit yang terkonsentrasi oleh
penguapan air laut. Mineral karnalit banyak digunakan sebagai fertilizeryang merupakan sumber penting
pengahsil potash. Mineral karnalit berbentuk massif, granular, dapat berbentuk tabular, mineral ini
memiliki keunikan sangat mudah larut, menghasilkan nyala api ungu ketika dilebur dan memiliki rasa
yang pahit.
Identifikasi mineral karnalit:
• Warna : biru, kuning, putih, merah, colourless
• Sistem Kristal : orthorombic
• Ketembusan Cahaya : transparan - translusen
• Berat Jenis : 1,6