Anda di halaman 1dari 12

LANDASAN PENDIDIKAN

DISUSUN OLEH :
Nama

: Suraya Atika

NIM

: 06141281419062

Dosen

: Dra. Masitoh M.Pd.

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN 2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Atas
Berkat dan rahmatnyalah penulis bisa menyelesaikan tugas Makalah ini dengan
Tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akademik Landasan
Pendidikan tahun ajaran 2014. Adapun topik yang dibahas didalam makalah ini
adalah pengertian landasan pendidikan, pentingnya landasan pendidikan dan
ruang lingkup pendidikan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Masitoh sebagai dosen
pembimbing yang telah membimbing penulis didalam menyusun makalah ini.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi untuk tersajinya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, hal
itu dikarenakan keterbatasan yang ada. Sehingga penulis sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca.
Kiranya makalah ini memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita
semua.Sehingga permasalahan pengembangan bahasa anak usia dini dapat
terselesaikan. Atas perhatiannya, penulis ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

penulis

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Hampir semua orang dikenai pendidikan dan melaksanakan pendidikan.
Sebab pendidikan tidak pernah terpisah dari manusia. Anak-anak menerima
pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan
berkeluarga mereka juga akn mendidik anak-anaknya. Begitupula di sekolah
dan perguruan tinggi. Para siswa dan mahasiswa di didik oleh guru dan
dosen. Pendidikan adalah khas dan milik manusia. Tidak ada mahluk lain
yang membutuhkan pendidikan.
Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah
selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini.
Dikatakan demikian, karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan
dan peradaban manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan
pembawaan manusia yang memiliki potensi kreatif dan inovatif dalam segala
bidang kehidupannya.
Oleh karena itu pembelajaran landasan pendidikan wajib dilakukan untuk
menjadi titik tolak pada setiap pendidikan.

B. Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan kita bahas pada makalah ini yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan landasan pendidikan berdasarkan teori?
2. Mengapa landasan pendidikan penting untuk dipelajari?
3. Bagaimana ruang lingkup landasan pendidikan?

PEMBAHASAN
1. Pengertian Landasan Pendidikan
Secara leksikal, landasan berarti tumpuan, dasar atau alas, karena
itu landasan merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar
pijakan. Titik tolak

atau dasar pijakan ini dapat bersifat material

(contoh: landasan pesawat terbang); dapat pula bersifat konseptual


(contoh: landasan pendidikan). Landasan yang bersifat koseptual
identik dengan asumsi,

adapun asumsi dapat dibedakan menjadi tiga

macam asumsi, yaitu aksioma, postulat dan premis tersembunyi.


Berikut adalah pengertian pendidikan menurut para ahli. :
1. Driyarkara
Menurutnya, pendidikan adalah suatu proses untuk memanusiakan
manusia muda. Terdapat 2 (dua) tahap yang terjadi disini, yaitu:

Homilisasi; yaitu sebuah proses untuk menjadi manusia umum.

Humanisasi; yaitu proses menjadi manusia yang lebih tinggi, lebih


cemerlang, cerdas, bersinar halus yang menghargai orang lain.

2. Alfred North Vohitehaed


Pendidikan menurutnya adalah: quidence of the individual to wards
comprehension of the art of life. (tuntunan pribadi menuju
pemahaman akan seni kehidupan)
3. Thomas Groome
Pendidikan dapat dilihat sebagai aktifitas politik bersama peziarah
yang dengan sengaja dan terarah mendampingi manusia dahulu,
sekarang dan nanti.
4. Charles Mclehert
Beliau memaparkan 6 (enam) kriteria bagi kegiatan mendidik, antara
lain:

Suatu kegiatan intensional atau terarah kepada pencapaian sesuatu.

Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan nilai yang ada

Pengetahuan yang dalam dan luas

Pendidikan adalah proses yang langgeng dan berlansung sepanjang


hidup

Pendidikan selalu melibatkan interaksi interpersonal

Pendidikan senantiasa menyambut keseluruhan pribadi dan relasirelasinya

5. Langeveld M.J
Pendidikan merupakan usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan
yang

diberikan

kepada

anak

agar

mendewasakan

anak

itu

melaksanakannya sendiri.
6. Ki Hajar Dewantara
Pendidikan dilihat sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anakanak, yang senantiasa menuntun kekuatan kodrat mereka agar
mencapai kebahagiaan yang setinggi-tinggi.
7. Laurens Cremin
Pendidikan sebagai usaha sengaja dan sistematis untuk menyampaikan,
membangkitkan

dan

memperoleh

pengetahuan,

sikap-sikap,

keterampilan keterampilan, nilai-nilai dan kepekaan-kepekaan. Ciricirinya adalah:

Kegiatan terarah dan sistematis

Kegiatan dilakukan untuk menyampaikan pengetahuan, nilai,


sikap, kepekaan, tidak hanya menyengkut pengetahuan saja.

Seorang pendidik harus memperhatikan 3 (tiga) aspek yaitu:


Afektif (ilmu pengetahuan), Kognitif (penghayatan nilai), dan
Psikomotorik (tingkah laku lahir; mampu menjalankan operasi
bagian-bagian tubuhnya/fungsi)

8. John Dewey
Pendidikan

adalah

suatu

seseorang.

Pendidikan

proses

harus

membimbing,

menyangkut

mendewasakan

hasil-hasil

seperti:

pembentukan sikap dan kepribadian untuk memenuhi bentuk standar


kegiatan sosial (kehidupan nyata, tantangan-tantangan sosial). Hal ini
bisa berarti bahwa:

Pendidikan tidak boleh menjauhi kehidupan social

Masyarakat adalah lingkungan pendidikan yang sebenarnya

Pendidikan harus membuat manusia peka

9. Umar Tirtahardja dan S.L.La Sulo


Dilihat dari segi fungi, pendidikan dapat dilihat sebagai:

Proses transformasi budaya

artinya

membuat

budaya

akan lebih mampu

menanggapi

perubahan, membuat ketergantunan berubah menjadi relasi sosial


yang tidak lagi bergantung kepada orang lain, dan tentu saja pada
akhirnya mampu memahami kehidupan kebudayaan itu sendiri.

Proses pembentukan pribadi;

Pendidikan diarahkan untuk membuat individu mengetahui lebih


banyak hal, menjadikan individu tersebut lebih kuat dengan
menghayati nilai-nilai pendidikan yang ada, dan menjadi lebih
terampil.

Proses penyiapan warga Negara

Negara memiliki tugas untuk menyiapkan warga yang solider, dan


pendidikan diharapkan mampu menghasilkan warga negara yang
toleran, dan berbakti kepada bangsa

Proses penyiapan tenaga kerja

Pendidikan bertujuan untuk melatih tenaga-tenag yang terampil


untuk kemudian dipakai sebagai alat-alat masyarakat yang
berkualitas.

10. Menurut UU No 2 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1


Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya sendiri, masyarakat,
bangsa dan negara.

Dari beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa landasan


pendidikan adalah dasar pijakan dalam rangka praktek pendidikan dan studi
pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kecakapan fundamental secara
intelektual dan emosional kearah alam dan sesame manusia.
2. Pentingnya Landasan Pendidikan untuk dipelajari
Beberapa alasan mengapa landasan pendidikan harus dipelajari, yaitu :

Untuk membangun landasan pendidikan yang kokoh


Untuk mendapatkan pendidikan yang kokoh dan berkualitas harus
dimulai dari landasan pendidikan yang kuat. Pendidikan tidak akan
berjalan sebagaimana mestinya jika landasan tidak kuat atau tidak utuh.

Sebagai tolak ukuran/dasar dalam study pendidikan


Landasan pendidikan ibarat pondasi dasar untuk membangun pendidikan
sesuai kearah yang dicita-citakan bangsa tentu kita tidak ingin mencetak
generasi penerus hanya dengan berpedoman pada nilai yang dihasilkan
saja. Nilai hanya menunjukan kuantitatif dari hasil pencapaian belajar,
tetapi tidak bisa dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan karena kualitas
pendidikanlah yang menjadi indikator utama. Jadi, perlu upaya penetapan
landasan pendidikan yang kokoh supaya tujuan pendidikan bisa tercapai.

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional


Keberlangsungan Negara kesatuan Indonesia, secara tidak langsung
menjadi tanggung jawab para generasi penerus yang duduk di berbagai
tingkatan dan jenjang pendidikan, baik tingkat dasar maupun jenjang
pendidikan tinggi karena merekalah yang akan menjadi penerus lajunya
perkembangan bangsa ini. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan
selayaknya dilakukan secara serempak pada setiap sektor dan komponen
serta dilakukan oleh berbagai pihak yang berperan dalam dunia
pendidikan. Akan tetapi bila memperhatikan kemampuan pemerintah dan
aspek-aspek lainnya, peningkatan kualitas pendidikan dengan cara
serempak seperti itu tampaknya sulit dilakukan, kecuali secara berangsur

dan memperhatikan skala prioritas. Misalnya dengan memfokuskan pada


jenjang pendidikan dasar.

Untuk menjadikan sumber daya manusia yang cerdas


Dengan tidak mengurangi arti dan pentingnya jalur dari jenjang
pendidikan lain, pendidikan dasar khususnya pendidikan anak usia dini
memiliki posisi yang strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya
manusia Indonesia. Dikatakan demikian karena, pada masa usia dini
merupakan landasan atau pondasi bagi tingkatan pendidikan selanjutnya.
pendidikan yang berkualitas, tentunya akan menjadi landasan yang kuat
bagi tingkatan pendidikan selanjutnya, baik pendidikan menengah
maupun tinggi. Secara khusus peranan pendidikan dasar dirumuskan
dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006
bahwa pendidikan dasar bertujuan meletakan dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Oleh karena itu, para
anak perlu di bekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan dan
sikap yang cukup memadai agar mereka dapat hidup di tengah-tengah
masyarakat secara bermartabat. Pengetahuan, keterampilan dan sikap
tersebut dapat diperoleh melalui aktivitas pembelajaran yang bermakna
maupun aktivitas-aktivitas lainnya, misalnya aktivitas secara mandiri
yakni dengan kegiatan membaca yang dilakukan secara terus menerus.

Landasan pendidikan menjadi pedoman yang kongkret


Terlebih dahulu kita harus mengetahui landasan-landasan pendidikan
yang dianut oleh suatu bangsa, kita harus mempunyai kesatuan pendapat
tentang arti landasan pendidikan. Landasan pendidikan merupakan norma
dasar pendidikan yang bersifat imperatif; artinya mengikat dan
mengharuskan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan
untuk setia melaksanakan dan mengembangkan berdasarkan landasan
pendidikan yang dianut.

3. Ruang Lingkup Landasan Pendidikan


Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan. Ruang lingkup landasan
pendidikan adalah batasan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi

dirinya untuk

memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta


keterampilan yang diperlukan oleh dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan
negara.
Adapun ruang lingkup landasan pendidikan yaitu sebagai berikut :
a. Landasan Filosofis Pendidikan
Dalam kaitannya dengan landasan filosofis pendidikan, merupakan titik
permulaan dalam proses pendidikan dan menjadi titik tolak akan arah dan
tujuan dalam pendidikan, terutama ketika menentukan aspek tujuan-tujuan
dalam pendidikan.Dalam landasan pendidikan, filsafat memberikan konsep
dasar yang dibutuhkan sebagai prakarsa, baik bagi masyarakat maupun
pemerintah dalam membentuk formulasi dan orientasi pendidikan.
Formulasi

yang

mengandung

nilai-nilai

pendidikan

selanjutnya

diaplikasikan dalam suatu realita, agar proses pendidikan terealisir. Salah


satu aspeknya dengan pengembangan afeksi, yang menekankan pada
perilaku peserta didik sehari-hari.

b. Landasan Sosiologis
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia
dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Artinya bahwa
mempelajari bagaimana manusia berhubungan satu dengan yang lainnya
dalam kelompoknya dan bagaimana susunan unit-unit masyarakat atau
sosial di suatu wilayah serta kaitannya dengan yang lainnya.
Jadi, sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang hubungan dan interaksi manusia, baik individu
maupun kelompok (masyarakat) dengan persekolahan (pendidikan) dan
begitu pun sebaliknya, hubungan antara persekolahan (pendidikan) dengan

manusia, sehingga terjalin kerja sama yang sinergi dan berkesinambungan


antara manusia dengan pendidikan.

c. Landasan Kultural
Landasan pendidikan kutural ini berangkat dari asumsi yang
mengatakan

bahwa

ada

keterkaitan

antara

kebudayaan

dengan

pendidikan.kebudayaan sebagaimana halnya sistem sosial yang berlaku


dimasyarakat,merupakan

sebuah

kondisi

yang

esensial

untuk

keterkaitan

karena

perkembangan dan kehidupan masyarakat.


Kebudayaan

dengan

pendidikan

memiliki

kebudayaan menjadi sebuah kondisi belajar, kebudayaan memiliki daya


dorong yang kuat, serta memberikan rangsangan tertentu.

d. Landasan Psikologis
Psikologis merupakan ilmu jiwa, yakni ilmu yang mempelajari
tentang jiwa manusia. Jiwa atau psikis dapat dikatakan inti dan
kendali kehidupan manusia, yang selalu berada dan melekat pada
manusia itu sendiri.
Landasan psikologis pendidikan harus mempertimbangkan
aspek psikologis peserta didik, peserta didik harus dipandang sebagai
subjek pendidikan yang akan berkembang sesuai engan tingkatan
pertumbuhan

dan

perkembangan

mereka.

Pendidikan

harus

akomodatif terhadap tingkat perkembangan dan pertumbuhan


mereka. Sebagaimana Al- Ghazali, Al- Zarnuji menyarankan agar guru
mengetahui tabiat anak didik dari sisi kejiwaannya. Aspek kejiwaan
anak didik harus dikuasai untuk membantu memilih metode dan
teknik pembelajaran yang tepat, baik ketika mengajar, membina
mental, dan memberikan petunjuk. Disini, bisa dikatakan bahwa
ketidakmampuan guru dalam memahami aspek psikologis anak didik
akan berakibat fatal dalam pembelajaran.

e. Landasan Ilmiah dan Teknologis


Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa
tenaga pendidik untuk mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang
teknologi ke dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang
berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah
mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran, dengan
demikian pendidikan bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK
tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar IPTEK dan calon
pakar IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan
fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Tirtarahardja. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta
Pridarta, Made Prof Dr. 2009. Landasan pendidikan : stimulasi ilmu pendidikan
bercorak Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta
Ahmadi, Abu. 2007. Ilmu Pendidikan. Jakarta
Hasbullah. 2009. Dasar-dasar ilmu pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers.
http://kurniawati93.blogspot.com/2013/01/pentingnya-landasan-pendidikanyang.html
http://duniarosi.blogspot.com/2011/06/normal-0-false-false-false-in-x-nonex_20.html