Anda di halaman 1dari 62

Turbin dan Governor

Reza Arfian Pratama 2212106006


Esty Wulandari 2212106078
Hertalina Anastassia 2212106084

TURBIN
Turbin berdasarkan jenis fluida dibedakan menjadi:
1. Turbin Air
2. Turbin Uap
3. Turbin Gas

Turbin berdasarkan tekanan dibedakan menjadi:


Turbin Impuls
turbin sederhana yang mempunyai satu rotor atau gabungan
yang mempunyai sudu impuls pada rotor itu.
Turbin reaksi
memiliki tahapan pada tiap sudu nya untuk mengatur
kecepatan turbin. Turbin ini bekerja akibat adanya gaya reaksi
yang disebabkan oleh nosel

TURBIN
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelayakan pemakaian jenis
turbin tersebut antara lain:
Biaya investasi kesuluruhan untuk peralatan turbin, transmisi,
jenis pengaturan daya dan biaya pekerjaan sipil
Efisiensi yang dapat dicapai baik pada beban sebagian dan
beban penuh
Ketersediaan turbin standar yang ada
Operasi dan pemeliharaan

Turbin Air
Turbin air adalah turbin yang dioperasikan pada penggerak
dengan menggunakan fluida berupa air, tanpa melalui proses
agregasi, misalnya pemanasan atau pendinginan. Faktor
penentu dari kontinuitas kerja dan kapasitas daya dari turbin
air adalah tersedianya air dalam jumlah yang memadai, dan
ketinggian terjun dari air yang diukur dari permukaan air
(head) sampai ke permukaan ekor (tail).

Turbin Air
Untuk memperoleh efektifitas dan efisiensi kerja pembangkit
tenaga air yang memadai, maka pemilihan jenis atau tipe
turbin sesuai dengan kondisi potensi air perlu diperhatikan.
Keterkaitan antara tinggi terjun dengan kecepatan putar,
debit, dan daya output menghasilkan klasifikasi pemilihan
tertentu untuk tipe turbin air yang hendak diterapkan pada
suatu pembangkit tenaga air.

Jenis Turbin Air dan Penggunaannya


Turbin Pelton
Turbin pelton digunakan untuk tinggi terjun (head) yang tinggi
yaitu mencapai 1000 meter dengan daya output mencapai 30
MW, tetapi juga dapat untuk medium head dengan kapasitas
daya kecil. Turbin pelton yang sering digunakan adalah turbin
dengan poros horizontal. Pada turbin ini, runner tersusun dari
banyak bucket yang disemprot air melalui nozzle. Untuk
kapasitas daya kecil, turbin pelton biasanya hanya dilengkapi
dengan satu buah nozzle saja, tetapi semakin besar
kapasitasnya, diperlukan semakin banyak nozzle. Turbin tipe
ini diletakkan sedekat mungkin dengan tail water, dan
runnernya tidak boleh tercelup atau terendam air serta tidak
diperlukan draft tube.

Turbin Pelton

Turbin Francis
Turbin francis paling banyak digunakan di Indonesia. Turbin
Francis ini disebut juga tipe radial atau turbin mixed flow.
Turbin ini digunakan untuk tinggi terjun sedang, yaitu
mencapai 300 meter dengan daya output mencapai 30MW.
Tipe turbin ini dirancang dengan posisi poros horizontal,
sedangkan untuk daya yang lebih besar dengan head yang
lebih rendah biasanya di desain pada posisi poros vertical.
Teknik mengkonversikan energi potensial air menjadi energi
mekanik pada roda air turbin dilakukan melalui proses reaksi.

Turbin Francis

Turbin Axial atau Propeller


Turbin axial digunakan untuk tinggi terjun yang rendah, yaitu
mencapai 35 meter dan daya output mencapai 10MW. Teknik
mengkonversi potensial air menjadi energi mekanik roda air
turbin dilakukan melalui pemanfaatan kecepatan air. Roda air
turbin menyerupai baling-baling kipas angin. Poros turbin
pada posisi vertical, dikopel langsung dengan poros beban.
Menurut konstruksi bilah rotornya turbin propeller dibedakan
menjadi 2, yaitu turbin dengan bilah rotor tetap dan turbin
Kaplan. Turbin Kaplan mempunyai bilah atau sudu yang dapat
digerakkan.

Turbin axial

Grafik Pemilihan Turbin Air

Kecepatan Spesifik Turbin Air


Kecepatan spesifik turbin air didefinisikan sebagai jumlah
putaran per menit [ppm] (rotation per menit [rpm]) dari
turbin untuk menghasilkan satu horse power. Dari percobaan
didapat:

Dimana: Ns=kecepatan spesifik [ppm atau rpm]


N= putaran per menit pada keadaan katup
terbuka penuh [ppm atau rpm]
H= tinggi terjun [feet]
P= daya keluar rotor [HP]

Kecepatan Liar Turbin Air


Kecepatan liar adalah kecepatan turbin yang melebihi dari
kecepatan normal, hal ini disebabkan oleh penghentian beban
secara mendadak.
Ketepatan dalam menangani pengaturan liar turbin dapat
memperkecil kerusakan

Operasi dan Pemeliharaan Turbin


Air
Saluran air dari dam sampai pada tabung peredam, panjangnya
dapat mencapai beberapa kilometer. Apabila saluran ini tidak rata,
jalannya naik turun, maka dibagian-bagian cekungan yang rendah
harus ada katup untuk membuang endapan pasir atau lumpur yang
terjadi di cekungan rendah tersebut. Di sisi lain, yaitu di bagianbagian lengkung yang tinggi juga harus ada katup, tetapi dalam hal
ini untuk membuang udara yang terperangkap dalam lengkungan
yang tinggi ini. Secara periodik, katup-katup tersebut harus dibuka
untuk membuang endapan yang terjadi maupun untuk membuang
udara yang terperangkap.

Masalah utama yang timbul pada operasi pada turbin adalah


timbulnya kavitasi. Kavitasi adalah peristiwa terjadinya letusan
kecil dari gelembung uap air yang sebelumnya terbentuk di
daerah aliran yang tekanannya lebih rendah daripada tekanan
uap air ditempat tersebut. Kemudian uap air ini akan menciut
secara cepat ketika uap air ini melewati daerah aliran yang
tekanannya lebih besar dari tekanan uap air tersebut. Karena
jumlahnya yang sangat banyak sekali (ribuan per detik) dan 1
letusan itu sangat cepat maka permukaan turbin yang dikenai
oleh letusan ini akan terangkat sehingga terjadi burik yang
meyebabkan bagian-bagian turbin air ini (setelah waktu
tertentu, kira-kira 40.000 jam) menjadi keropos( dan perlu
diganti.

Kavitasi terjadi dibagian-bagian turbin yang mengalami


perubahan tekanan air secara mendadak, misalnya pada
pipa buangan air turbin. Kavitasi menjadi besar apabila
beban turbin semakin kecil. Oleh karena itu, ada
pembatasan beban minimum turbin air (kira-kira 25%).
Efektifitas kecepatan putaran turbin juga di pengaruhi
peristiwa kavitasi ini , dimana besarnya faktor kavitasi
adalah:
Patm = tekanan atmosfer dari air
Pv= tekanan uap air
Hs= tinggi pipa isap

Turbin Uap
Turbin jenis ini beroperasi dengan fluida kerja berupa uap
yang berasal dari air yang dipanaskan. Proses pemanasan
berlangsung di dalam boiler atau steam generator, atau yang
juga popular disebut ketel uap.
Turbin pada PLTU besar diatas 150 MW, umumnya terdiri dari
3 kelompok, yaitu turbin tekanan tinggi, turbin tekanan
menengah dan turbin tekanan rendah. Uap dari drum ketel
mula-mula dialirkan ke turbin tekanan tinggi dengan terlebih
dahulu melalui pemanas lanjut agar uapnya menjadi kering.
Setelah keluar dari turbin tekanan tinggi, uap air dialirkan ke
pemanas ulang untuk menerima energi panas dari gas buang
sehingga suhunya naik. Dari pemanas ulang, uap dialirkan ke
turbin tekanan menengah.

Keluar dari turbin tekanan menengah, uap akan langsung


dialirkan ke turbin tekanan rendah. Turbin tekanan rendah
biasanya merupakan turbin dengan aliran uap ganda dengan
arah aliran yang berlawanan untuk mengurangi gaya aksial
turbin.
Uap air yang dimasukkan ke ruang turbin ini diisyaratkan
memenuhi spesifikasi sebagai berikut:
Airnya harus jernih, terbebas dari kandungan endapan bahan
tertentu dari kemungkinan terjadinya kerak dan endapan di
dalam pipa-pia saluran dan rumah turbin. Kerak dan endapanendapan yang terjadi dalam saluran mauun rumah turbin,
selain secara fisik akan berperan merusak, juga akan
menurunkan efisiensi kerja sistem.

Airnya harus (sebisa mungkin) murni, sedikit mungkin memiliki


bahan mineral yang dapat merusak struktur logam, seluruh bagian
dari instalasi turbin terbuat dari logam. Kandungan kimia tertentu
dapat menimbulkan korosi yang akan mengikir logam-logam
tersebut, baik saluran maupun turbinnya.
Uap yang masuk ruang turbin harus berupa uap kering, sebab jika
masih terdapat kandungan air (berupa uap basah), maka tingkat
fiskositasnya akan lebih tinggi, yang dapat menurunkan efisiensi
kerja dari sistem.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebelum air dimanfaatkan sebagai


fluida kerja turbin, terlebih dahulu mendapat proses sedimen,
penjernihan dan sebagainya, dan sebelum menjadi uap sebelum
masuk ke ruang boiler harus mengalami proses pemanasan
pendahuluan (pre-heating), lalu masuk ke ruang super-heater.
Secara teknis tujuan utama langkah-langkah tersebut adalah
meningkatkankualitas uap, memperpanjang umur teknis peralatan
dan meningkatkan efisiensi kerja sistem. Siklus kerja turbin uap
dibagi menjadi:

Siklus terbuka (open loop type)


Uap air dari ruang turbin dialirkan keluar dan tidak perfungsi lagi
dalam siklus kerja. Dan untuk menggerakkan turbin diperlukan
supkai air baru yang dipanaskan oleh boiler. Oleh karena itu siklus
ini memilki efisiensi yang rendah.

Siklus tertutup (close loop type)


Uap air disirkulasikan kembali untuk melakukan kerja ulang
secara terus-menerus,. Tipe ini tidak memerlukan suplai air baru
dari luar.

Operasi dan Pemeliharaan


Pada saat penoperasian turbin perlu diperhatikan masalah pemuaian
bagian-bagian turbin. Sebelum, suhu turbin adalah sama dengan suhu
ruangan yaitu sekitar 30C. pada waktu start, dialirkan uap dengan suhu
sekitar 500C. hal ini harus dilakukan secara bertahap agar jangan
sampai terjadi pemuaian yang berlebihan dan tidak merata. Pemuaian
yang berlebihan dapat menimbulkan tegangan mekanis yang
berlebihan, sedangkan pemuaian yang tidak merata dapat
menyebabkan bagian yang bergerak bergesekan dengan bagian yang
diam, misalnya antara sudu-sudu jalan turbin dengan sudu-sudu tetap
yang menempel pada rumah turbin.

Apabila turbin sedang berbeban penuh kemudian terjadi gangguan yang menyebabkan pemutus
tenaga (PMT) generator yang digerakkan sebuah turbin trip, maka turbin kehilangan beban secara
mendadak. Hal ini menyebabkan putran turbin akan naik secara mendadak dan apabila hal ini
tidak dihentikan, maka akan merusak bagian-bagian yang berputar pada turbin maupun pada
geberator. Untuk mencegah hal ini, aliran uap ke turbin harus dihentikan, yaitu dengan cara
menutup katup uap turbin. Pemberhentian aliran uap dengan menutup katup uap turbin secara
mendadak menyebabkan uap berkumpul dalam drum ketel sehingga tekanan dalam drum ketel
naik dengan cepat dan akhirnya menyebabkan katup pengaman pada drum membuka dan uap
dibuang ke udara. Bisa juga sebagian dari uap di by pass ke kondensor. Dengan cara by pass ini
tidak terlalu banyak uap yang hilang sehingga jika sewaktu-waktu turbin akan dioperaikan kembali
banyak waktu yang dapat dihemat untuk start. Tetapi sistem by pass memerlukan biaya investasi
tambahan karena kondensor harus tahan dengan suhu tingi dan tekanan tinggi hasil dari by pass.

Dari uraian di atas tampak bahwa perubahan beban secara mendadak


memerlukan pula langkah pengurangan produksi uap secara mendadak agar
tidak terlalu banyak uap yang harus dibuang ke udara. Langkah pengurangan
produksi ini dilakukan dengan cara mematikan nyala api dalam ruang bakar ketel
dan mengurangi pengisian air ketel.
Oleh karena itu dilakukan pemeliharaan secara periodi. Pada turbin fokus utama
pemeliharaan ada apa pada bagian yang bergesek (bantalan). Dibandingkan
dengan ketel uap, turbin uap tidak banyak memerlukan pemeliharaan asal saja
kualitas uap terjaga dengan baik. Oleh karena itu, pemeriksaan turbin uap dapat
dilakukan dalam setiap 20.000 jam operasi.

Turbin Gas
Kontsruksi dasar dari turbin gas yang sederhana adalah terdiri atas komponenkompenen utama berupa kompresor, ruang pembakaran dan turbin. Turbin ini
berfungsi menerima ekspansi gas panas bertekanan tinggi dari ruang
pembakaran untuk melakukan kerja sehingga poros turbin berputar. Sekaligus
juga memutar poros kompresor. Dengan demikian fungsi dari turbin gas adalah
ganda, yaitu memutar poros kompresor agar melakukan kerja kompresi, dan
memutar poros beban sebagai daya keluaran.
Siklus kerja turbin gas adalah merupakan siklus tekanan konstan, sebab proses
pembakaran berlangsung pada tekanan konstan.

Karena pembakaran yang terjadi pada turbin gas yang menggunakan gas
hasil pembakaran dengan suhu sekitar 1.300C member risiko korosi
pada suhu tinggi, yaitu bereaksinya logam kalium, vanadium dan
natrium yang terkandung dalam bahan bakar dengan bagian-bagian
turbin seperti sudu dan slauran gas panas. Oleh karena itu bahan bakar
yang digunakan tidak boleh mengandung logam=logam tersebut diatas
melebihi batas tertentu. Kebanyakan pabrik pembuat turbin gas
mensyaratkan bahan bakar dengan kandungan logam kalim, vanadium,
dan natrium tidak boleh melampaui 1 part per mill (ppm).

Pemeliharaan turbin gas dilakukan secara periodic yaitu sekitar 4.000-5.000 jam
operasi. Jika pada pengoperasiannya sering terjadi start-stop maka selang waktu
pemeliharaannya semakin pendek. Meskipun belum mencapai 4.000jam operasi
tetapi start-stop turbin sudah mencapai 300 kali maka harus dilakukan
pengecekan dan pemeliharaan pada sudu-sudu turbin. Karena start-stop
mengakibatkan proses pemuaian dan pengerutan yang tidak kecil, sehingga
dapat membuat sudu turbin kerpos. Untuk mengatasinya, sudubturbi perlu ntuk
dilas atau diganti.
Dari segi lingkungan, yang perlu diperhatikan adalah masalah kebisingan, jangan
sampai melampaui ketentuan yang dibolehkan.

Proteksi Turbin
Gangguan yang mungkin terjadi pada turbin

Overspeed
Motoring
Oil failure
Thrust bearing failure
Vaccum failure
Boiler priming
Exceccive vibration
Excessive temperature differentials
Excessive eccentricity
Trip gear
Unloading gear

Proteksi
Emergency stop valve operating gear
valve ini akan membuka dan menutup
berdasarkan kerja high pressure relay
oil

Tripping device

Overspeed trip
Emergency hand trip
Remote trip gear
Oil failure trip
Thrust bearing wear trip
Low vacuum trip
Low pressure trip

Overspeed trip
Jika turbin berputar pada
kecepatan lebih maka akan
membuat semua komponen
yang berputar mengalami
peningkatan tekanan.
Overspeed trip memberikan
sinyal kepada pegas untuk
bergerak ke drain

Emergency hand trip


Alat ini biasanya berbentuk tuas yang mengoperasikan trip
valve pada overspeed trip gear dengan menutup semua valve
dengan mengeluarkan minyak bertekanan tinggi.

Remote trip gear


Digunakan pada control room (jarak jauh) untuk memutuskan
kerja mesin emergency hand trip. Emergency hand trip
digerakkan oleh selenoid atau torsi motor. Jika control room
dalam keadaan tertutup, aktuator dapat tetap bekerja karena
terhubung dengan baterai.

Oil Failure Trips


Hilangnya minyak pelumas pada bearing akan cepat
menyebabkan kerusakan pada poros. Hal ini disebabkan oleh:
Level minyak rendah
Tekanan minyak rendah
Kecepatan rendah

Governor
Daya aktif mempunyai hubungan erat dengan nilai frekuensi, dan daya aktif beban berubah
sepanjang waktu.
Alat yang digunakan untuk mengatur kecepatan dan frekuensi yang dihasilkan dari sebuah
mesin (turbin, mesin diesel) dengan mengatur kecepatan penggerak mulanya.
Pengatur kecepatan ini dilakukan dengan mengatur konsumsi bahan bakar yang masuk ke
dalam mesin sehingga saat terjadi perubahan jumlah beban yang mengakibatkan
berubahnya kecepatan dan frekuensi turbin, akan langsung kembali ke normal.
Pengaturan ini dilakukan dengan menambah bahan bakar saat kecepatan turun dan
mengurangi bahan bakar saat kecepatan naik.
Pengoperasian pertama governor dilakukan pada sebuah mesin uap untuk mengatur jumlah
aliran uap yang masuk ke turbin.

Pengaturan Frekuensi
Frekuensi akan turun jika daya aktif yang terbangkitkan tidak
mencukupi kebutuhan beban, dan akan naik saat daya aktif
melebihi kebutuhan sistem.
Secara mekanis :
(Tg-Tb) = T < 0, frekuensi turun
(Tg-Tb) = T > 0, frekuensi naik

Prinsip kerja :
Pengendalian kecepatan / beban
Pengendalian kecepatan lebih
Pembukaan darurat kerana kecepatan putar lebih

Bagian - bagian

Rack / sleve : komponen untuk menentukan konsumsi bahan bakar yang akan diinjeksikan ke
dalam silinder, sesuai dengan gerakan. Perbedaan antara rack dan sleeve yaitu rack bergerak ke
kiri dan ke kanan, sedangkan sleeve bergerak naik turun untuk menentukan posisi plunger.
Check valve / delevery valve : katup yang memberikan tekanan tinggi bahan bakar ke injector
melalui pipa tekanan tingi, dan mencegah aliran balik bahan bakar dari pipa tekanan tinggu ke
barrel.
Drive gear / magnetik pick up : untuk mendeteksi kecepatan putaran engine
Flyweight : untuk mengubah gaya sentrifugal menjadi gaya translasi
Governor spring : untuk mengimbangi gaya translasi flyweight hingga posisi seimbang yang sesuai
dengan putaran engine.
Lever : untuk mengatur putaran / power engine dan dihubungkan dengan pedal throtlle secara
mekanis.
Output linkage : dihubungkan denga rack/sleeve secara mekanis.

Cara Kerja
Konsumsi bahan bakar ditentukan oleh posisi rack atau sleeve dan
diijeksikan ke dalam silinder, keseimbangan gaya antara governor
spring dan flyweight diatur dengan ketentuan yaitu :
Gaya spring > gaya flyweight, rack/sleeve akan menambah bahan
bakar, putaran naik.
Gaya spring = gaya flyweight, rack/sleeve akan dalam posisi tetap,
putaran tetap.
Gaya spring < gaya flyweight, rack/sleeve akan mengurangi bahan
bakar, putaran turun.

Kerja Governor

dilepas

hidup tanpa beban

dibebani

Berdasarkan Fungsi
Speed Governor
Mechanical bekerja secara mekanik tergantung dari putaran
mesin
Hydraulic bekerja secara hidrolis, menggunakan tekanan
minyak atau bahan bakar
Electrical lebih mudah dan akurasi lebih tinggi

Pressure Governor
Emergency Governor

Governor mekanik

Berdasarkan Area Kerja


Nozzle governor

Membuka valve
Beban kecil
Cocok untuk turbin
impuls

Throttle governor

Pengontrolan valve
Beban besar

Berdasarkan cara
pengontrolan
Constant speed type governor : hanya ada satu kecepatan yang
dikontrol governor.
Variable speed type governor : kecepatan engine dapat dikendalikan
beberapa tingkat secara manual melalui penggaturan.
Speed limiting type governor : pengontrolan kecepatan engine tetap
di atas minimum atau di bawah batas maksimum.
Load limiting type governor : pengontrolan governor untuk
membatasi beban.

Isochronous

Isochronous kecepatan konstan.


Isochronous governor mengatur valve turbin untuk mengembalikan
frekuensi ke nilai nominalnya.
Isochronous generator tidak bisa digunakan ketika ada lebih dari 2 unit
terkoneksi pada satu sistem karena masing-masing generator harus
mempunyai setting kecepatan yang sama.
Jika terjadi kenaikan beban listrik, maka frekuensi keluaran generator
akan turun.
Isochronous bekerja berdasarkan kebutuhan daya listrik pada sistem.
.

Speed Droop

Jika terjadi kenaikan/penurunan frekuensi pada sistem, maka


generator yang memiliki governor tipe Speed-droop akan
mengurangi/menambah bukaan valve sesuai dengan daya
maksimum generator dan setting governornya.
Setting governor untuk keperluan ini disebut dengan speeddroop atau regulation characteristic.

Over speed Trip Governor


Governor menghentikan masuknya bahan bakar ke dalam ruang
bakar saat mesin mencapai putaran maksimum dan mesin akan
berhenti.
Overspeed Trip
Tipe reset manual saat overspeed, bahan bakar diblokir, putaran
turun, mesin berhenti, reset manual oleh operator.
Tipe reset automatic saat overspeed, bahan bakar diblokir,
putaran turun, kecepatan tertentu, reset otomatis, bahan bakar
masuk kembali.