Anda di halaman 1dari 9

Tegangan Permukaan Zat Cair Salah satu sifat yang dimiliki fluida statis adalah permukaannya

punya tegangan. Tegangan tersebut dinamakan tegangan permukaan. Tegangan permukaan zat cair
adalah kecenderungan permukaan zat cair untuk meregang sehingga permukaannya nampak seolah
dilapisi oleh suatu lapisan. Pasti diantara sobat hitung pernah mengamati ada nyamuk atau serangga
kecil lainnya yang bisa berdiri atau berjalan di atas air tanpa tengggelam. Itu terjadi karena ada
tegangan permukaan zat cair. Yang menjadi penyebab utama adanya tegangan permukaan adalah
gaya kohesi (gaya terik menarik molekul sejenis) dari fluida atau zat cair. Setiap molekul zat cair
saling menarik moelkul di sekitar mereka. Gaya tari menarik ini memicu adanya ikatan yang cukup
kuat antar molekul.

Tegangan Permukaan pada Air


Salah satu fluida yang kita jumpai setiap air adalahh air (H 2O). Air memiliki tegangan permukaan
sebesar 72 dyne/cm2 ketika suhunya 25o. Artinya sobat akan memerlukan 72 dyne untuk
memcahkan tegangan permukaan air sepanjang 1 cm. Tegangan permukaan air berbanding terbalik
dengan suhunya. Jika suhu air naik maka tegangan permukaannya semakin kecil. Pendapat bahwa
mencuci pakaian dengan air panas akan lebih bersih adalah benar. Suhu yang tinggi akan
menurunkan tegangan permukaan sehingga air lebih bisa membasahi pori-pori kain dengan lebih
baik. Detergen sekarang banyak terkandung zat surfactan. Zat ini berfungsi menurunkan tegangan
permukaan zat cair sehingga akan hasil cucian bisa lebih bersih.

Contoh Peristiwa Tegangan Permukaan Zat Cair


Sobat, ternyata banyak peristiwa melibatkan tegangan permukaan zat cair yang kita jumpai setiap
hari, diantaranya
1. Beberapa jenis serangga kecil bisa berjalan di atas air. Laba-laba air dapat begitu mudah
bergerak cepat di atas air bukan hanya semata karena tubuhnya yang ringan dan morfologi
tubuh yang mendukung, tetapi juga dikarenakan adanya tegangan permukaan zat cair.
2. Jarum kecil bisa terapung di atas air. Jika dilihat dari massa jenisnya jarum akan lebih besar
darimassa jenis air. AKan tetapi jika sobat mencoba meletakkan jarum pelan-pelan di atas air
tenang jarum tersebut bisa terapung sementara. Tegangan permukaan zat cair menahan gaya
berat dari jarum. Air perlu dijaga agar tidak goyang. Jika air goyang jarum dengan cepat akan
memecah tegangan permukaan dan tenggelam ke dasar.
3. Sabun Mandi dan Detergen
4. Produk sabun mandi dan detergen selain untuk membunuh kuman di badan juga berguna
menurunkan tegangan permukaan air akan air dapat membasahi tubuh lebih sempurna dan
hasilnya akan lebih bersih.

Rumus Tegangan Permukaan Zat Cair


Tegangan permukaan (gama) merupakan didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya tegangan
dengan panjang permukan tempat gaya tersebut bekerja. Rumus fisikanya

= F/d

dengan

tegangan

permukaan

(N/m

atay

Dyne/cm)

d = panjag permukaan (m atau cm) dimana dilai d adalah = 2l


Contoh Soal
Sebtang kawat dibengkokkan seperti huru U. Kemudian kawat kecil PQ yang bermassa 0,2 gram
dipasang dalam kawat tersebut(perhatikan gambar). Kemudian kawat tersebut dicelupkan ke dalam
cairan sabun dan diangkat vertikal sehingga ada lapisan tipis sabun di antara kawat tersebut. Ketika
ditarik ke atas kawa kecil mengalami gaya tarik ke atas oleh lapisan sabung. Agar terjadi
keseimbangan, maka pada kawat kecil PQ digantungkan benda dengan massa 0,1 gram. Jika
2

panjang kawat PQ = 10 cm dan nilai gravitasi 9,8 m/s , berapa tegangan sabun tersebut?

Pembahasan:
-4

-1

Diketahui : Massa kawat = 0,2 gram = 2 x 10 kg; Panjang kawat (l) = 10 cm = 10 m; Massa benda
-4

= 0,1 gram = 1 x 10 kg; g = 9,8 m/s

Ditanyakan : tegangan permukaan lapisan sabun (g)


Rumus

=
=

berat

F/d

kawat
-3

-1

ditambah

berat
-2

(
benda

d
=

-4

10 kg

=
x

9,8

2l)
2,94

-3

10 N
-2

= 2,94 x 10 / 2x 10 = 1,47 x 10 N/m. Jadi besarnya tegangan permukaan adalah 1,47 x 10 N/m.

Tegangan Permukaan Zat Cair - Tegangan permukaan adalah gaya yang


diakibatkan oleh suatu benda yang bekerja pada permukaan
zat cair sepanjang permukaan yang menyentuh benda itu. Apabila F = gaya
(newton) dan L = panjang (m), maka tegangan-permukaan, S dapat ditulis
sebagai S = F/L. tegangan permukaan dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi
antara molekul air.

Molekul cairan biasanya saling tarik menarik. Di bagian


dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di
setiap sisinya; tetapi di permukaan cairan, hanya ada molekul-molekul
cairan di samping dan di bawah. Di bagian atas tidak ada molekul
cairan lainnya. Karena molekul cairan saling tarik menarik satu dengan
lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang
berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak
dipermukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan
bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang
berarah ke bawah. Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka
cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas
permukaannya, dengan menyusut sekuat mungkin. Hal ini yang
menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh
selaput elastis yang tipis. Fenomena ini kita kenal dengan istilah Tegangan
Permukaan.
Untuk membantu menurunkan persamaan tegangan permukaan, mari tinjau
sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah kawat lain
yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus
tersebut
bisa
digerakkan (lihat
gambar
di
bawah).

Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun,


maka setelah dikeluarkan akan terbentuk lapisan air sabun pada permukaan
kawat tersebut. Mirip seperti ketika bermain gelembung sabun. Karena kawat
lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air
sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus
sehingga kawat lurus bergerak ke atas (perhatikan arah panah). Untuk

mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam


kesetimbangan), maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di mana
besarnya gaya total adalah F = w + T. Dalam kesetimbangan, F = gaya
tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat
lurus.
Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang
menyentuh kawat lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan
permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan air sabun bekerja sepanjang
2l. Tegangan
permukaan pada
lapisan
sabun merupakan
perbandingan antara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang
permukaan di mana gaya bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan
adalah 2l. Secara matematis, ditulis :

Karena tegangan
permukaan merupakan
perbandingan antara Gaya tegangan permukaan dengan Satuan panjang,
maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau dyne
per centimeter (dyn/cm).
1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m
Tegangan permukaan juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya mencuci. Agar pakaian yang kita cuci benar-benar bersih maka air
harus melewati celah yang sangat sempit pada serat pakaian. Untuk itu
diperlukan penambahan luas permukaan air.Hal ini sangat sukar dilakukan
karena adanya tegangan permukaan. Sehingga nilai tegangan permukaan air
harus diturunkan dahulu. Kita bisa menurunkan tegangan permukaan dengan
cara menggunakan air panas. Makin tinggi suhu air, maka baik karena
semakin tinggi suhu air, semakin kecil tegangan permukaan.
Alternatif lainnya adalah menggunakan sabun. Pada suhu 20 oC,
nilai Tegangan Permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Pada 100 oC, nilai
tegangan permukaan air panas = 58,90. Pada suhu 20 oC, nilai tegangan
permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Lebih menguntungkan pakai
sabun airnya juga tidak panas. Jangan heran kalau sabun sangat laris di
pasar. Bukan cuma pakaian, tapi tubuh kita juga. Itulah sedikit penjelasan
mengenai Tegangan Permukaan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Banyak fenomena-fenomena alam yang kurang kita perhatikan akan tetapi fenomenafenomena tersebut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan. Sering terlihat
peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan teliti misalnya tetes-tetes zat cair
pada pipa keran yang bukan suatu aliran, laba-laba air yang berada di atas permukaan air,
mainan gelembung-gelembung sabun, pisau silet yang diletakkan perlahan-lahan di atas
permukaan zat cair yang terapung, dan naiknya air pada pipa kapiler. Hal tersebut dapat
terjadi karena adanya gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau pada batas antara
zat cair dengan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida)
yang berada pada keadaan diam (statis). Contoh yang menarik, tetes air cenderung berbentuk
seperti balon (yang merupakan gambaran luas minimum sebuah volume) dengan zat cair
berada di tengahnya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apakah pengertian tegangan permukaan?
1.2.2 Apakah faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan?
1.2.3 Bagaimana persamaan tegangan permukaan?
1.2.4 Bagaimana aplikasi tegangan permukaan pada kehidupan sehari-hari?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian tegangan permukaan.
1.3.2 Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi tegangan permukaan.
1.3.3 Untuk mengetahui persamaan tegangan permukaan.
1.3.4 Untuk mengetahui penerapan tegangan permukaan pada kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk
menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis (Kanginan,
2009). Selain itu, tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau
kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil
yaitu permukaan datar atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha

untuk membentuk luas permukaan baru (Wavega, 2008). Dengan sifat tersebut zat cair
mampu untuk menahan benda-benda kecil di permukaannya. Seperti silet, berat silet
menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung ke bawah tempat silet itu berada.
Lengkungan itu memperluas permukaan zar cair namun zat cair dengan tegangan
permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaannya sekecil mungkin.
2.2 Faktor yang Memengaruhi
Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zar cair cenderung untuk menegang,
sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya
kohesi antara molekul air. Pada zat cair yang adesiv berlaku bahwa besar gaya kohesinya
lebih kecil daripada gaya adesinya dan pada zat yang non-adesiv berlaku sebaliknya. Salah
satu model peralatan tang sering digunakan untuk mengukur tegangan permukaan zar cair
adalah pipa kapiler. Salah satu besaran yang berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut
kontak, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan zat cair yang dekat dengan dinding. Sudut
kontak ini timbul akibat gaya tarik-menarik antara zat yang sama (gaya kohesi) dan gaya
tarik-menarik antara molekul zar yang berbeda (adesi).
Molekul cairan biasanya saling tarik-menarik. Di bagian dalam cairan, setiap molekul
cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di setiap sisinya, tetapi di permukaan cairan
hanya ada molekul-molekul caoran di samping dan di bawah. Di bagian atas tidak ada
molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan tarik-menarik satu dengan yang lainnya, maka
terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam cairan.
Sebaliknya, molekul cairan yang terletak di permukaan ditarik oleh molekul cairan yang
berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang
berarah ke bawah. Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang
terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya dengan menyusut sekuat
mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh
selaput elastis yang tipis.
2.3 Persamaan Tegangan Permukaan
San (2009) memberi contoh pada seutas kawat dibengkokkan hingga berbentuk U,dan
seutas kawat kedua dapat meluncur pada kaki-kaki kawat U. Ketika alat ini dicelupkan dalam
larutan sabun dan dikeluarkan, akan berbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat
tersebut. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan
air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus, sehingga kawat
lurus dapat bergerak ke atas. Untuk menahan kawat ini agar tidak meluncur ke atas (kawat
berada pada keadaan setimbang), kita perlu mengerjakan gaya T ke bawah. Total gaya ke
bawah yang menahan kawat kedua adalah F = T + w.

Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan
dalam (selaput cairan sangat tipis tapi masih jauh lebih besar dari ukuran satu molekul
pembentuknya). Sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat perlahan dari
permukaan fluida, besarnya gaya F yang dibutuhkan untuk mengimbangi gaya-gaya
permukaan fluida dapat ditentukan dari pertambahan panjang pegas halus penggantung
cincin. Misalkan panjang kawat kedua adalah l. Larutan sabun menyentuh kawat kedua
memiliki dua permukaan, sehingga gaya tegangan permukaan bekerja 2l panjang permukaan.
Kanginan (2006) menyimpulkan bahwa tegangan permukaan didefinisikan sebagai
perbandingan antara gaya tegangan permukaan (F) dan panjang (d) tempat gaya itu bekerja.
Secara matematis, kita tulis:
Rumus Tegangan Permukaan:

Keterangan:
= Tegangan permukaan
F= Gaya tegangan permukaan
Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara gaya tegangan
permukaan dan satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah newton per meter
(N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm).
2.4 Penerapan Konsep Tegangan Permukaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Tegangan permukaan air berhubungan dengan kemampuan air untuk membasahi
benda. Makin kecil tegangan permukaan air, makin baik kemampuan air untuk membasahi
benda, dan ini berarti kotoran-kotoran pada benda lebih mudah larut dalam air (Kanginan,
2006).
2.4.1 Mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih.
Tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu. Makin tinggi suhu air, makin kecil
tegangan permukaan air dan ini berarti makin baik kemampuan air untuk membasahi benda.
Karena itu, mencuci dengan air panas menyebabkan kotoran pada pakaian lebih mudah larut
dan cucian menjadi lebih bersih. Detergen sintetis modern juga didesain untuk meningkatkan
kemampuan air membasahi kotoran yang melekat pada pakaian, yaitu dengan menurunkan
tegangan permukaan air. Banyak kotoran yang tidak larut dalam air segar, tetapi larut dalam
air yang diberi detergen.
2.4.2 Gelembung sabun atau air berbentuk bulat

Gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat karena dipengaruhi oleh adanya
tegangan permukaan. Gelembung sabun memiliki dua selaput tipis pada permukaannya dan
diantara kedua selaput tipis tersebut terdapat lapisan air tipis. Adanya tegangan permukaan
menyebabkan selaput berkontraksi dan cenderung memperkecil luas permukaannya. Ketika
selaput air sabun berkontraksi dan berusaha memperkecil luas permukaannya, timbul
perbedaan tekanan udara di bagian luar selaput (tekanan atmosfir) dan tekanan udara di
bagian dalam selaput. Tekanan udara yang berada di luar selaput (tekanan atmosfir) turut
mendorong selaput air sabun ketika ia melakukan kontraksi, karena tekanan udara di bagian
dalam selaput lebih kecil. Setelah selaput berkontraksi, maka udara di dalamnya (udara yang
terperangkap di antara dua selaput) ikut tertekan, sehingga menaikkan tekanan udara di dalam
selaput sampai tidak terjadi kontraksi lagi. Dengan kata lain, ketika tidak terjadi kontransi
lagi, besarnya tekanan udara di antara dua selaput sama dengan jumlah tekanan atmosfir
dengan gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput.
Pada tetes air hanya memiliki satu selaput tipis, yakni pada bagian luar tetes air.
Bagian dalamnya penuh dengan air. Akibat adanya gaya kohesi, maka timbul tegangan
permukaan. Bagian tetes air ditarik ke dalam, akibatnya air berkontraksi dan cenderung
memperkecil luas permukaannya. Tekanan atmosfir yang berada di luar turut membantu
menekan tetes air. Kontraksi akan terhenti ketika tekanan pada bagian dalam air sama dengan
jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput air.
2.4.3 Klip tidak tenggelam dalam air
Ketika klip diletakkan secara hati-hati ke atas permukaan air, molekul-molekul air
yang terletak di permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip tersebut, sehingga molekulmolekul air yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke atas untuk menopang klip
tersebut. Biasanya klip terbuat dari logam, sehingga kerapatannya lebih besar dari kerapatan
air. Karena massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air, maka seharusnya klip tenggelam.
Tapi kenyataannya klip terapung. Fenomena ini merupakan salah satu contoh dari adanya
tegangan permukaan. Dalam kenyataannya, bukan hanya klip (penjepit kertas), tetapi juga
bisa benda lain seperti jarum. Apabila kita meletakkan jarum secara hati-hati di atas
permukaan air, maka jarum akan terapung. Adanya tegangan permukaan cairan juga menjadi
alasan mengapa serangga bisa mengapung di atas air.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.1.1 Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk
menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupioleh suatu lapisan elastis.

3.1.2 Tegangan permukaan dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air.
3.1.3 Tegangan permukaan didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya tegangan
permukaan (F) dan panjang (d) tempat gaya itu bekerja.
Secara matematis, kita tulis:
Rumus Tegangan Permukaan:

Keterangan:
= Tegangan permukaan
F= Gaya tegangan permukaan
3.1.4 Aplikasi konsep tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari antara lain, mencuci
dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih, gelembung
sabun atau air berbentuk bulat, dan klip tidak tenggelam dalam air.
3.2 Saran
Dari bahasan yang telah dijelaskan sebaiknya para siswa lebih memperhatikan
fenomena-fenomena alam di sekitar yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat ilmiah.
Selain itu, agar lebih memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan tegangan permukaan,
persamaannya, dan konsepnya dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR RUJUKAN
Kanginan, M. 2006. Fisika untuk SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Wavega. 2009. Tegangan Permukaan, (Online), (http://wavega.wordpress.com/
2009/08/07/tegangan-permukaan/, diakses 8 November 2009)
San. 2009. Tegangan Permukaan, (Online). (http://www.gurumuda.com/teganganpermukaan/, diakses 8 November 2009)