Anda di halaman 1dari 6

PENGERTIAN KOLIK RENAL

Kolik adalah rasa sakit hebat yang hilang timbul akibat hiperperistaltik dan
spasme otot

polos organ berongga yang berbentuk tabung (Wikipedia. 2010. Batu

Ginjal. http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_ginjal. di akses pada tanggal 5 april 2010).


Kolik renal adalah nyeri hebat yang hilang timbul pada organ ginjal. Biasanya
disebabkan karena adanya penyumbatan atau infeksi pada ginjal (Qimindra. 2010.
nyeri kolik akibat batu saluran kencing.
3.2 ETIOLOGI
Batu
Bekuan darah
Pecahan tumor yang terlepas
Benda asing lain
3.3 MEKANISME TERJADINYA KOLIK GINJAL
Kolik ginjal biasanya disebabkan karena adanya batu. Batu ini bisa terbentuk
di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih).
Pembentukan batu ini biasanya disebabkan karena

kurang minum, diet banyak

mengandung kalsium atau oksalat, kadar asam urat darah yang tinggi, sumbatan pada
saluran kemih, riwayat keluarga menderita saluran kemih,

pekerjaan banyak

duduk/kurang aktifitas, faktor lingkungan. Proses pembentukan batu ini disebut


urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis). Pembentukan batu ini menyebabkan obstruksi
pada ginjal sehingga terjadi hambatan aliran darah pada organ tersebut. Akibat
hambatan ini, terjadilah spasme pada otot polos yang terdapat pada ginjal dan juga
hipoksia pada jaringan dinding ginjal yang akhirnya menyebabkan nyeri kolik.
Karena kontraksi ini berjeda maka kolik dirasakan hilang timbul. Biasanya disertai
perasaan mual bahkan muntah serta demam. Saat serangan, penderita sangat gelisah,
kadang berguling-guling ditempat tidur atau jalan. Trias kolik, tanda khas yang terdiri
dari serangan nyeri perut yang kumatan disertai mual atau muntah yang disertai gerak
paksa.

3.4 PATWAY
Kurang
minum

diet banyak

kurang

sumbatan

mngndng kalsium

aktivitas

saluran kemih

pembentukan batu ginjal

obstruksi ginjal

hambatan aliran darah


spasme otot polos

hipoksia jaringan dinding ginjal


kolik ginjal
Mual

Nyeri
hebat

dan
muntah

Dema
m

3.5 TANDA DAN GEJALA


1. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di
daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah
kemaluan dan paha sebelah dalam.
mual
muntah,
perut menggelembung,
demam,
menggigil
7. darah di dalam air kemih.
2.
3.
4.
5.
6.

3.6 PEMERIKSAAN PENUNJANG

a.

Urinalisa
- Pengambilan urine
- Karakteristik (warna-Kepekatan)
- BJ & osmolaritas: 1.003-1.030 & 300-1400 Osm/kg H2O
- Cemobality: fungsi ginjal yang adekuat untuk memekatkan
dan mengencerkan urine
- pH normal: 4,6 8 (rata2 6,0)
- Glukosa: Glukosuria, Keton: ketonuria, proteinuria
- Bila produksi urine > 150 mg/24 jam
- Aminoacid urine meningkat: gangguan hepar, gangguan
tubulus ginjal, protein meningkat
- Urikacid : diet + metabolisme protein
- Hiperurikosuria: batu, keganasan
- Sedimen : kristal - karena asam

b.

USG (ultrasonografi)
Untuk mengetahui sejauh mana terjadi kerusakan pada jaringan ginja

c.

FPA (foto polos abdomen) / UIV (urografi intravena)


kontur, ukuran, dan posisi kedua ginjal. Dapat pula dilihat kalsifikasi dalam

kista dan tumor, batu radioopak dan perkapuran dalam ginjal.


d.

RPG (retrograde pyelography)


Untuk mengetahui penilaian fungsi ekskresi dan kerusakan ginjal.

e.

CT Scan
Untuk mengetahui Adanya anomali ginjal, massa pada traktus urinarius,

peradangan, dilatasi traktus urinarius, sampai pada penilaian fungsi ekskresi dan
kerusakan struktur ginjal.
f.

MRI
Untuk mengetahui adanya invasi lokal, pembesaran kelenjar limfe, dan

deposit sekunder pada hati atau paru.


3.7 PENGKAJIAN KHOLIK
a. Pengkajian Umum
Pada kasus kolik renal dan ureter klien mengeluh sakit yang sangat
hebat pada bagian pinggang sesuai dimana letak batu, klien juga mengeluh
mual muntah, serta sulit berkemih. Sehingga pada pengkajian ini klien dengan
kolik renal tergolong sakit berat pada pengkajian umum gawat darurat.
b. Pengkajian Kesadaran ( AVPU )
Alert ( sadar lingkungan )

Pada kasus ini klien masih dalam keadaan sadar, bahkan klien juga

bisa syok akibat nyeri yang dirasakan.


Verbal ( menjawab pertanyaan )
Klien masih mampu menjawab pertanyaan dari tim medis karena
pada kasus ini klien lebih sering dalam keadaan sadar sehingga klien

mampu mengatakan keluhannya.


Pain ( nyeri )
Langkah dalam pengkajian nyeri menggunakan PQRST , yaitu :
- P ( provoked ) : klien mengatakan nyeri timbul ketika klien beraktivitas
-

berat dan pada klien berkemih.


Q ( quality ) : pada kasusu ini klien mengatakan nyeri yang dirasakan

seperti ditusuk-tusuk.
R ( radian ) : Klien mengatakan nyeri dirasakan pada daerah abdomen
kuadran kanan dan kiri menjalar ke testis, paha, disekitar sudut

kostavertebrata.
S ( severity ) : Nyeri yang dirasakan klien adalah nyeri sangat hebat

dengan menggunakan skala intensitas nyeri deskritif sederhana.


T ( time ) : Klien mengatakan nyeri terasa hilang timbul, nyeri dating
ketika klien melakukan aktivitas yang berat, stress dan saat berkemih.

c. Pengkajian primer
Kesadaran : Pada kasus kolik renal dan ureter klien juga bisa dalam
keadaan syok, kolaps. Sehingga kita selaku perawat harus tetap

memperhatikan pernafasan klien tetap adekuat.


Look, listen and feel
Ada nafas : Klien pada kolik renal dan ureter masih mampu bernafas

dengan normal.
Gerak dada : Gerak dada simetris
Gerak otot , nafas tambahan : tidak ada suara nafas tambahan
Warna kulit , mukosa, kuku.
d. Pengkajian sekunder
Riwayat pasien
- S ( signs and symptom )
- A ( allergies )
- M ( Medication )
- P ( Pentinant past medical histori
- L ( Last oral intake solid liquid )
- E ( Event leading to injuri ilmes )
TTV
- Tekanan Darah : tekanan darah pada pasien kolik renal cendrung
-

meningkat sekitar 160/120 mmHg


Irama dengan kekuatan nadi : nadi meningkat diatas 160x/mnt

Irama, kedalalaman dan penggunaan otot bantu pernafasan : klien


dengan kolik mengalami peningkatan frekuensi pernafasan dan sering

menggunakan otot pernapasan.


Suhu tubuh klien meningkat diatas 37,8oC.

3.8 PENGGOLONGAN SESUAI TRIAGE


Nyeri kolik merupakan nyeri akut dan dapat mempengaruhi vital sign
seseorang sehingga memerlukan tindakan medis dan apabila tidak segera
tertangani maka akan memperburuk keadaan pasien. Untuk itu maka kolik
ginjal termasuk ke dalam P2 (urgent).
3.8 PERENCANAAN
- Atasi masalah A,B,C,D bila ditemukan
- Berikan pertolongan segera pada pasien
- Posisikan pasien dengan aman
- Rujuk fasilitas kesehatan sesuai triage
- Monitor keadaan umum pasien setiap 15 menit bila perlu
3.9 EVALUASI
- Evaluasi KU pasien
- Pantau terus kesadaran pasien
-