Anda di halaman 1dari 18

BAB 12

PEMAHAMAN RELASIONAL DAN PEMAHAMAN INSTRUMENTAL


FAUX AMIS
Faux amis adalah istilah yang digunakan oleh bahasa Perancis untuk
menggambarkan kata-kata yang sama, atau sangat mirip, dalam dua bahasa, tapi
yang artinya berbeda. Contohnya :
French words Meaning in English

Indonesia

Histoire

story, not history

cerita, bukan

bookshop, not library

toko buku,

sejarah
Libraire

bukan perpustakaan
Chef

head of any organization, not only chief cook

ketua

organisasi, bukan hanya ahli masak


Agreement

pleasure or amusement, not agreement

kesenangan

atau hiburan, bukan persetujuan


Docteur

doctor (higher degree), not medical practitioner

doktor (S3),

bukan prasktisi medis


Medecin

medical practitioner, not medicine

praktisi medis,

relations in general, including parents

hubungan

bukan obat
Parent

secara umum, termasuk orangtua


Salah satu yang mendapatkan faux amis diantara bahasa Inggris
sebagaimana diucapkan di berbagai belahan dunia. Seorang Inggris meminta di
Amerika untuk biskuit akan diberikan apa yang kita sebut dengan kue scone.
Untuk mendapatkan apa yang kita sebut biskuit (biscuit), dia harus meminta kue
(cookies). Dan diantara bahasa Inggris yang digunakan dalam matematika dan
dalam kehidupan sehari-hari seperti kata-kata field, group, ring, ideal.
Seseorang yang tidak menyadari bahwa kata yang digunakan adalah faux
amis dapat membuat kesalahan yang merepotkan. Kita mengharapkan sejarah itu
benar, tetapi tidak untuk cerita. Kita mengambil buku tanpa membayar dari
1

perpustakaan, tetapi tidak dari toko buku dan seterusnya. Tetapi pada contoh
sebelumnya ada petunjuk yang mungkin menempatkan satu penjaga : perbedaan
bahasa, atau negara atau konteks.
Namun, jika kata yang sama digunakan dalam bahasa yang sama, negara
dan konteks, dengan dua arti yang membedakan adalah non-trivial tapi dasar
seperti perbedaan antara makna (katakana) histoire dan history yang berbeda
antara fakta dan fiksi, orang mungkin akan mengalami kebingungan yang serius.
Dua kata tersebut dapat dikenali dalam konteks matematika ; dan itu adalah arti
alternative yang melekat pada kata-kata ini, masing-masing dengan banyak
pengikutnya, dengan keyakinan Skemp itu merupakan akar dari berbagai
kesulitan-kesulitan dalam pendidikan matematika sekarang ini.
Salah satu dari pemahaman ini, dibawa oleh Stieg Mellin-Olsen dari
Bergen University beberapa tahun yang lalu, bahwa ada yang saat ini
menggunakan dua arti dari kata ini. Disini dia membedakan dengan menyebut
pemahaman relasional dan pemahaman instrumental. Oleh makna sebelumnya,
ini merupakan apa yang Skemp selalu maksud dengan pemahaman, dan mungkin
sebagian besar pembaca artikel ini, mengetahui keduanya, apa yang harus
dilakukan dan mengapa. Pemahaman instrumental menurut Skemp sampai saat ini
tidak dipandang sebagai pemahaman sama sekali. Ini adalah apa yang Skemp
dapatkan di masa lalu yang dapat digambarkan sebagai aturan tanpa alasan,
tanpa disadari bagi banyak siswa dan guru posisinya sebagai aturan dan
kemampuan untuk menggunakannya, adalah apa yang dimaksud dengan
pemahaman.
Misalkan seorang guru mengingatkan kelas bahwa luas persegi panjang
adalah L = L x B. seorang siswa yang tertinggal mengatakan bahwa dia tidak
mengerti, jadi akhirnya guru memberikan penjelasan yang panjang tentang ini.
Rumusan menyatakan bahwa untuk mendapatkan luas persegi panjang yaitu
dengan mengalikan panjang dengan lebar. Oh saya mengerti kata siswa dan
mengerjakan latihan. Jika kita sekarang mengatakan padanya (sebetulnya) kamu
mungkin mengatakan mengerti padahal tidak juga dia tidak akan senang dengan
penilaian kita atas prestasinya. Dan dengan makna dari kata ini, dia mengerti.

Kita dapat menyebut semua contoh berpikir seperti ini : meminjam


dalam pengurangan, mengembalikan terbalik dan kalikan untuk pembagian dari
pecahan, ambil alih ke sisi yang lain dan ubah tandanya, jelasnya; tetapi sekali
konsep terbentuk, contoh lain dari penjelasan instrumental dapat dikenal dalam
banyak teks digunakan secara luas. Ini adalah dua diantaranya yang digunakan
oleh sekolah dasar hibah langsung sebelumnya, sekarang independen, dengan
standar akademik yang tinggi.
Misalkan,

4
2 4
8
2
dari 5 3 . 5 15
3

3
10 3 10 30
6

dari
5
13 5 13 65 13

Tanda perkalian

secara umum digunakan sebagai pengganti kata dari.

Lingkaran
Keliling lingkaran (yaitu panjang sekeliling batasnya) ditemukan dengan
pengukuran tiga lebih sedikit kali panjang diameternya. Dalam lingkaran apapun
kelilingnya sekitar 3.1416 kali diameternya yang kira-kira 3

1
kali diameter.
7

Namun, tak satu pun dari angka-angka ini yang tepat, karena jumlah yang tepat
tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan atau decimal. Angka ini dinyatakan
dengan huruf Yunani

(pi).

Keliling = d atau 2 r
Luas

= r2

Pembaca didesak untuk mencoba bagi dirinya sendiri latihan ini dengan
mencari dan mengidentifikasi contoh penjelasan instrumental, baik dalam teks dan
dalam ruang kelas. Ini akan memiliki tiga keuntungan. (i) untuk orang-orang
seperti penulis dan kebanyakan pembaca artikel ini, mungkin sulit untuk
menyadari seberapa luas pendekatan instrumental. (ii) ini akan membantu, dengan
contoh berulang, untuk mengkonsolidasikan dua contoh yang kontras. (iii) ini
merupakan persiapan yang bagus untuk mencoba merumuskan perbedaan dalam
pengertian umum. Hasilnya (i) diperlukan untuk apa yang berikut di sisa bab
sebelumnya, sementara (ii) dan (iii) akan berguna untuk yang lain.

Jika diterima bahwa dua kategori keduanya well filled , oleh murid dan
guru yang sebelumnya, yang tujuan masing-masingnya adalah pemahaman
relasional dan pemahaman instrumental (oleh siswa), muncul dua pertanyaan.
Pertama, melakukan hal ini? Dan kedua, apakah salah satu jenis yang lebih baik
daripada yang lain? Dalam beberapa tahun Skemp akhirnya dapat menjawab
kedua pertanyaan tersebut; sebentar, Ya, relasional. Namun keberadaan
pandangan guru yang berpengalaman dan sejumlah besar teks milik kubu
seberang telah memaksa Skemp untuk berpikir lebih tentang mengapa Skemp
memegang pandangan ini. Dalam proses perubahan pertimbangan dari intuitif ke
reflektif, Skemp berpikir kita telah mempelajari sesuatu yang berguna. Dua
pertanyaan tersebut tidak sepenuhnya terpisah, tetapi dalam bab sekarang, Skemp
harus konsentrasi pada pertanyaan pertama, yaitu melakukan hal ini?
Permasalahan disini, dimana muncul secara otomatis dalam berbagai
situasi faux ami dan tidak tergantung pada pengertian A atau B yang benar. Mari
kita bayangkan, jika kita bisa, sekolah A mengirimkan tim untuk bermain
melawan sekolah B pada pertandingan yang disebut football (sepakbola) tetapi
kedua tim tahu terdapat dua jenis football (disebut association dan rugby
(sepakbola)). Sekolah A memainkan soccer (sepakbola) dan tidak pernah
mendengar rugby (sepakbola), dan sebaliknya dengan B. Masing-masing tim
menilai bahwa tim yang lain gila atau banyak pemain curang. Tim A berpikir
bahwa tim B menggunakan bentuk bola yang salah, dan merupakan salah satu
kecurangan pada tim lain. Kecuali kedua pihak berhenti dan membicarakan
permainan yang mereka pikir sedang mereka mainkan, cukup lama untuk
mendapatkan pemahaman bersama, permainan akan terganggu dan kedua tim
tidak akan mau bertemu lagi.
Meskipun mungkin sulit untuk membayangkan situasi yang muncul di
lapangan sepakbola, ini adalah analogi yang tidak terlalu jauh untuk apa yang
sedang terjadi dalam berbagai pelajaran matematika, sekarangpun. Ada
perbedaaan penting, bahwa setidaknya satu sisi tidak bisa menolak untuk bermain.
Pertemuan itu adalah pergantian, pada lima hari seminggu, sekitar 36 minggu
setahun, sepuluh tahun atau lebih dalam kehidupan anak.

Mengesampingkan sejenak apakah salah satu lebih baik dari yang lain, ada dua
jenis ketidaksesuaian dalam matematika yang dapat terjadi,
1. Siswa yang tujuannya adalah untuk memahami secara instrumental, diajar
oleh guru yang menginginkan mereka untuk memahami secara relasional.
2. Tentang cara lain.
Hal yang pertama diatas akan menyebabkan sedikit masalah jangka pendek
pada siswa, akan membuat frustasi guru. Siswa tidak akan mau tahu semua
pekerjaan hati yang dia berikan dalam persiapan untuk apa yang harus dipelajari
selanjutnya, atau penjelasan hatinya. Semua yang mereka inginkan adalah
beberapa aturan untuk memperoleh jawaban. Secepat ini tercapai, mereka
mengunci pada hal itu dan mengabaikan sisanya.
Jika guru menanyakan pertanyaan yang tidak sesuai dengan aturan,
mereka akan berpikir itu salah. Untuk contoh berikut Skemp harus berterima kasih
pada Mr. Peter Burney, yang pada waktu itu adalah mahasiswa di Coventry
College of Education pada praktek mengajar. Ketika mengajarkan tentang luas ia
menjadi curiga, siswa tidak benar-benar memahami apa yang mereka kerjakan.
Jadi dia bertanya pada mereka : Berapa luas yang berukuran 20 cm dan 15
yard? mereka menjawab : 300 cm persegi. Dia bertanya : kenapa tidak 300
yard persegi. Mereka menjawab : karena luas selalu dalam ukuran cm persegi.
Untuk mencegah kesalahan seperti di atas siswa membutuhkan aturan yang lain
(atau tentu saja pemahaman relasional) kedua dimensi harus berada pada satuan
yang sama. Ini mengantisipasi salah satu argument yang akan Skemp gunakan
melawan pemahaman instrumental, yang biasanya melibatkan banyaknya aturan
dari pada prinsip yang lebih sedikit dari beberapa aplikasi umum.
Tentu saja selalu ada peluang beberapa siswa akan menangkap pada apa
yang guru coba lakukan. Jika hanya untuk kepentingan ini, Skemp pikir dia harus
mencoba. Dengan banyak, mungkin kebanyakan, upaya untuk meyakinkan
mereka bahwa mampu menggunakan aturan tidaklah cukup dan tidak akan
diterima dengan baik. Juga musuh dari lebih baik dan jika siswa mendapatkan
jawaban yang benar dengan jenis berpikir yang mereka gunakan, mereka tidak
akan mengambil dengan baik pada saran yang mereka harus coba untuk sesuatu di
balik ini.
Kesalahan yang lain, dimana siswa berusaha untuk memahami secara
relasional tetapi pengajaran membuatnya mustahil, dapat terjadi kerusakan yang
5

lebih. Sebuah contoh yang ada pada ingatan Skemp adalah anak tetangga, yang
berusia tujuh tahun. Dia adalah anak laki-laki yang pandai, dengan IQ 140. Pada
usia lima tahun dia dapat membaca The Times, tetapi pada usia tujuh tahun ia
selalu menangisi PR matematikanya. Kemalangannya adalah ia berusaha untuk
memahami pengajaran secara rasional yang tidak bisa dipahami dengan cara ini.
Bukti Skemp untuk keyakinan ini adalah bahwa ketika Skemp mengajarinya
secara rasional sendiri, dengan bantuan Unifix, dia dapat mengerjakan dengan
cepat dan dengan kesenangan yang sesungguhnya.
Kesalahan yang kurang jelas yaitu yang terjadi antara guru dan teks.
Misalkan kita mempunyai guru yang memiliki pemahaman instrumental, yang
untuk satu alasan atau lainnya menggunakan teks yang tujuannya adalah
pemahaman relasional oleh siswa. Itu akan mengambil lebih dari ini untuk
mengubah gaya mengajarnya. Skemp berada di sebuah sekolah yang
menggunakan teks Skemp sendiri (Skemp, 1962-69) dan melihat (mereka berada
di buku bab 1) yang beberapa siswa menuliskan jawaban seperti himpunan dari
(bunga).
Ketika Skemp menyebutkan hal ini kepada guru mereka (dia adalah kepala
matematika) dia meminta kelas untuk memperhatikan dia dan berkata : beberapa
dari kalian tidak menuliskan jawaban dengan baik. Lihat contoh di buku, pada
awal latihan, dan pastikan kamu menuliskan jawabanmu tepat seperti itu.
Kebanyakan dari apa yang diajarkan matematika modern diajarkan dan
dipelajari secara instrumental seperti pada silabus yang telah diganti. Ini
diprediksi dari kesulitan merekonstruksi skema kita yang ada. Sejauh itu, inovasi
mungkin lebih berbahaya, dengan memperkenalkan kesalahan antara guru dan
tujuan implicit dari konten yang baru. Untuk tujuan memperkenalkan ide-ide
seperti himpunan, pemetaan dan variabel dengan bantuan, digunakan dengan
benar, mereka dapat memberi dengan pemahaman relasional. Jika siswa tetap
berpikir secara instrumental maka silabus tradisional mungkin akan member
keuntungan pada mereka. Mereka setidaknya akan memperoleh kemahiran dalam
bilangan dari teknik matematika yang akan digunakan mereka untuk subyek yang
lain, dan yang baru-baru ini kurangnya subyek menjadi pengaduan oleh guru
sains, pengusaha dan yang lain.
Pada awalnya Skemp mengatakan bahwa dua faux amis dapat
diidentifikasi dalam konteks matematika. Salah satu yang kedua lebih serius : ini
6

adalah kata matematika sendiri. Karena kita berbicara tentang pengajaran yang
lebih baik dan pengajaran yang lebih buruk dari matematika yang sama. Mudah
untuk memikirkan ini, seperti gambaran kita tentang pemain sepakbola yang tidak
mengetahui bahwa lawan mereka memainkan permainan yang berbeda dan
berpikir pihak lain memilih bola dan memainkannya sehingga mereka tidak bisa
menendang dengan benar, khususnya dengan bentuk bola yang salah. Dalam hal
ini mereka mungkin menawarkan bola yang lebih baik dan beberapa pelajaran
tentang dribel.
Skemp mengambil beberapa waktu untuk menyadari bahwa ini bukanlah
kasusnya. Skemp gunakan untuk berpikir bahwa guru matematika bahwa semua
mengajarkan subyek yang sama, beberapa mengerjakan dengan baik dari pada
yang lain. Sekarang Skemp percaya bahwa terdapat dua subyek yang berbeda
secara efektif yang diajarkan dengan nama yang sama matematika. Jika ini benar
maka perbedaan ini adalah salah satu perbedaan dalam silabus yang diperdepatkan
secara luas. Sehingga Skemp ingin mencoba untuk menekankan titik dengan
bantuan analogi yang lain.
Bayangkan bahwa ada dua kelompok yang diajari musik menggunakan
pensil dan kertas. Mereka semua ditunjukkan lima baris paranada , dengan
keriting yang tiga kali lipat sebagai tanda permulaan baris, dan mengajarkan
bahwa tanda tanda pada baris itu disebut sebagai E, G, B, D, F. Tanda tanda
yang berada diantara baris disebut sebagai F, A, C, E. Mereka diajarkan bahwa
baris dengan bentuk oval terbuka dinamakan minim, dan perlu dua oval yang
dihitamkan yang disebut sebagai not seperempat, atau empat oval yang
dihitamkan dengan memberi ekor yang disebut sebagai not seperdelapan, dan
seterusnya yang dapat anda susun dalam daftar musikal yang anda sukai. Untuk
sekelompok anak, semua proses pembelajaran mereka semacam ini dan tidak ada
yang melampaui. Jika mereka memperoleh pelajaran musik selama sehari, dalam
lima hari bersekolah, dan dikatakan kepada mereka bahwa ini adalah penting,
anak anak ini mungkin pada waktunya dapat menuliskan tanda tanda untuk
melodi yang sederhana seperti God Save the Queen and Auld Lang Syne, dan
untuk menyelesaikan masalah sederhana seperti What time is this in? dan
What key?, dan bahkan memindah melodi dari C mayor ke A mayor. Mereka
akan merasa bosan karena aturan aturan yang harus dihafalkan begitu banyak
7

sehingga masalah seperti menulis iringan sederhana untuk melodi ini akan terlalu
sulit untuk sebagian besar dari anak dikelompok tersebut. Mereka akan menyerah
dengan cepat, dan mengingatnya sebagai sesuatu yang tidak disukai.
Kelompok

yang

lain

yang

diajarkan

untuk

mengasosiasikan

(menghubungkan ) bunyi tertentu dengan tanda tanda yang ada dikertasnya.


Untuk beberapa tahun pertama , ini adalah suara yang terdengar yang mereka buat
sendiri pada sebuah instrumen yang sederhana. Setelah beberapa saat mereka tetap
dapat membayangkan suara ketika mereka melihat atau menulis tanda di atas
kertas. Keterkaitan dengan setiap rangkaian tanda merupakan sebuah melodi, dan
mereka akan menghubungkan secara vertikal dengan kumpulan harmoni. Kunci C
mayor dan A mayor memiliki keterkaitan suara, dan hubungan yang sama dapat
ditemukan diantara pasangan kunci lainnya. Dan seterusnya.

Kerja memori

kurang banyak terlibat, dan dengan mudah mempertahankan apa yang harus
diingat oleh sebagian besar pikiran mereka dalam bentuk keseluruhan yang saling
berhubungan ( seperti sebuah melodi ). Latihan seperti yang tersebut diatas
( seperti menulis iringan musik sederhana) akan menebalkan kemampuan secara
keseluruhan. Anak anak juga akan menemukan bahwa belajar mereka secara
instrinsik menyenangkan, dan banyak akan terus secara sukarela untuk belajar,
bahkan setelah level O atau level C.S.E.
Untuk tujuan ini, Skemp telah menemukan dua jenis pelajaran musik,
keduanya menggunakan latihan pensil dan kertas ( pada kasus kedua, setelah
tahun pertama atau tahun kedua ). Tetapi perbedaan antara kegiatan
membayangkan tidak lebih dari kegiatan matematika (kita dapat membuat
pendekatan analogi, jika kita membayangkan bahwa kelompok pertama anak
anak pada awalnya diajarkan suara dengan catatan cara yang agak setengah hati,
tapi itu adalah kaitan yang tidak bagus dan tidak terorganisir untuk bertahan).
Analogi di atas, secara jelas, sangat condong dalam mendukung paham
relasional di matematika. Ini mencerminkan pandangan Skemp sendiri. Sudut
pandang tersebut menyiratkan bahwa Skemp tidak lagi menganggapnya sebagai
kebenaran yang mengharuskan ada pembenaran, yang hampir tidak didapati oleh
guru berpengalaman yang terus menerus mengajarkan matematika secara
instrumental. Langkah berikutnya adalah mencoba untuk mendiskusikan manfaat
8

dari kedua sudut pandang sejelas dan seadil-adilnya, dan terutama dari sudut
pandang yang berlawanan. Inilah alasan mengapa pada bagian selanjutnya disebut
dengan Argumen yang menyesatkan.
Argument yang menyesatkan
Telah ditunjukkan bahwa banyak guru yang mengajarkan matematika secara
instrumental, mungkinkah

karena hal ini mempunyai keuntungan tertentu ?

Skemp telah memikirkan ada tiga keuntungan ( dengan perbedaan alasan


kondisional mengajar dengan cara ini akan didiskusikan kemudian) yaitu :
1. Dalam konteksnya sendiri, bahwa matematika instrumental biasanya mudah
untuk dipahami.
Beberapa topik, seperti perkalian dua bilangan negatif, pembagian bilangan
pecahan, sulit dipahami secara relasional. negatif dikalikan negatif
samadengan positif dan untuk membagi dengan pecahan anda dapat
membaliknya dan mengalikannya adalah aturan yang mudah untuk diingat.
Jika apa yang diinginkan adalah jawaban yang tepat, maka matematika
instrumental dapat memberikan jawaban lebih cepat dan mudah.
2. Imbalan / penghargaan secara cepat dan lebih jelas.
Untuk mendapatkan sebuah jawaban yang benar dan kita tidak harus
merendahkan perasaan siswa atas keberhasilan yang mereka dapatkan. Baru
baru ini Skemp mengunjungi sebuah sekolah dimana beberapa anak
menggambarkan diri mereka sebagai thickos. Guru mereka menggunakan
istilah juga, anak anak tersebut membutuhkan kesuksesan untuk
mengembalikan kepercayaan diri mereka, dan dapat dikatakan bahwa mereka
dapat mencapai hal ini lebih cepat dan mudah dalam matematika instrumental
daripada matematika relasional.
3. Hanya karena sedikit pengetahuan yang digunakan, seseorang sering
mendapatkan jawaban yang benar lebih cepat dan handal dengan
menggunakan pemikiran instrumental daripada pemikiran relasional.
Perbedaan ini sering ditandai bahwa matematika relasional masih sering
menggunakan pemikiran instrumental. Ini adalah teori yang menarik, yang
Skemp harap dapat Skemp bahas lebih lengkap pada kesempatan yang akan
datang.
Berikut adalah setidaknya empat keuntungan dalam matematika relasional
9

1. Lebih menyesuaikan dengan hal yang baru


Baru baru ini Skemp berusaha menolong seorang anak laki-laki yang
belajar untuk mengalikan dua pecahan desimal dengan menghilangkan titik
desimal, mengalikan bilangan pokoknya, dan kemudian mengembalikan titik
desimal pada bilangan yang ditemukannya sebagai angka setelah titik desimal.
Ini adalah cara yang praktis jika kamu mengetahui mengapa hal tersebut
diperbolehkan. Meskipun tidak salah dengan hasilnya, anak tersebut tidak
melakukannya, dan yang tidak diduga bahwa hal tersebut diterapkan juga
dalam pembagian desimal. Dengan cara ini 4.8 0.6 adalah 0.08. Siswa yang
sama juga belajar bahwa jika kamu mengetahui besar dua sudut dalam sebuah
segitiga, kamu dapat menemukan besar sudut yang ketiga dengan menambah
kedua sudut tersebut kemudian mengurangkan ke 180. Dia memperoleh 10
pertanyaan yang terjawab dengan benar dengan menggunakan cara ini, dan
ketika menggunakan cara yang sama untuk menemukan sudut eksterior, dia
memperoleh lima jawaban yang salah.
Dalam kasus ini Skemp tidak berpikir bahwa dia menjadi bodoh. Dia
hanya mengekspolrasi secara sederhana dari apa yang dia tahu. Tapi dengan
pemahaman relasional, dengan mengetahui tidak hanya cara apa yang
digunakan tapi juga mengapa cara tersebut dipakai, dia akan menghubungkan
cara penyelesaian terhadap suatu masalah, dan memungkinkan untuk
mengadaptasi cara untuk menyelesaikan masalah yang baru. Pemahaman
instrumental mengharuskan untuk menghafalkan suatu cara bekerja untuk
menyelesaikan masalah atau tidak, dan juga belajar cara yang berbeda untuk
setiap permasalahan di kelas yang berbeda.
2. Mudah untuk mengingat
Ini terlihat berlawanan bahwa pemahaman relasional sulit untuk
dipelajari. Tentu lebih mudah bagi siswa untuk mempelajari bahwa luas
daerah segitiga = alas x tinggi daripada belajar mengapa harus begitu. Tapi
mereka

kemudian

harus

mempelajari

beberapa

aturan

segitiga

persegi,jajargenjang, trapesium, di mana pemahaman relasional berisi


bagian untuk mencari kesemuaan hubungan dengan luas persegi. Yang
diinginkan untuk mengetahui bagian bagian yang lain, dimana yang satu
harus diturunkan atau diperoleh dari yang lain, tapi mengetahui juga
bagaimana semuanya adalah suatu bagian dari keseluruhan aturan yang
10

terhubung memudahkan seseorang untuk mengingatnya. Mereka lebih dari


belajar, jika belajar dengan menggunakan koneksi serta aturan, meskipun
untuk mempelajari sesuatu yang disajikan perbagian-bagian secara terpisah,
sekali belajar, akan lebih kekal hasilnya sehingga mereka membutuhkan
sedikit saja untuk belajar kembali tentang sesuatu tersebut yang terkoneksi
dalam jangka waktu yang sama sekali tidak panjang.
Mengajari untuk memiliki pemahaman relasional mungkin juga
melibatkan beberapa materi

yang aktual. Sebelum mengajarkannya,

penjelasan perlu dikutip oleh guru untuk mengarahkan ke sebuah pernyataan


tertentu, keliling lingkaran = .d . Untuk

mengajarkan hal tersebut

dengan pemahaman relasional ini, maka gagasan tentang pembagian harus


diajarkan terlebih dahulu ke siswa, dan ini mungkin memperpanjang
pekerjaan daripada mengajarinya langsung dengan memberikan rumus.
Namun pembagian seperti ini ternyata memiliki aplikasi lain yang lebih luas
, menjadikan alasan yang layak untuk mengajarkannya. Dalam matematika
relasional hal ini tidak sering dilakukan. Suatu ide atau gagasan diperlukan
untuk memahami topik topik tertentu berubah menjadi dasar untuk
memahami topik topik yang lain. Himpunan, pemetaan dan kesetaraan
( ekivalensi ) adalah beberapa contohnya.

sayangnya , manfaat yang

mungkin datang dari cara mengajar mereka itu sering hilang karena mereka
mengajarkannya sebagai topik yang terpisah-pisah, bukan sebagai konsep
dasar yang dapat saling berhubungan dengan materi sebelumnya sebagai
keseluruhan matematika.
3. Pengetahuan relasional itu dapat efektif sebagai tujuan itu sendiri.
Terdapat sebuah data empiris, berdasarkan data dari penelitian
terkontrol dengan tanpa menggunakan materi matematika. Kebutuhan akan
penghargaan dan hukuman sangat berkurang, menyebabkan sisi motivasi dari
pekerjaan seorang guru lebih mudah
4. Skema relasional bersifat organik dalam kualitas
Ini merupakan cara terbaik yang telah Skemp rumuskan tentang
kualitas, yaitu mereka tampak bertindak sebagai agen pertumbuhan mereka
sendiri. Hubungan dengan ketiga hal tersebut adalah jika seseorang
mendapatkan kepuasan dari pemahaman relasional, mereka tidak hanya
mencoba untuk memahami materi baru yang diberikan kepada mereka secara
11

relasional, tapi secara aktif juga mencari materi baru dan menjelajahi daerah
yang baru, seperti pohon yang memperpanjang akarnya atau hewan yang
menjelajahi wilayah baru untuk mencari makanannya. Untuk mengembangkan
ide ini adalah melampaui analogi yang berada di luar lingkup tulisan ini, tapi
terlalu penting untuk ditinggalkan/ diabaikan.
Jika keadaan di atas adalah seperti sesuatu penggambaran kasus yang
wajar untuk kedua belah pihak ( instrumental dan relasional ), maka akan muncul
bahwa beberapa kasus mungkin ada matematika yang berperan jangka pendek dan
dalam konteks yang terbatas , namun ada juga matematika yang berperan jangka
panjang dan dalam konteks keseluruhan pendidikan anak. Jadi mengapa banyak
anak hanya diajarkan matematika secara instrumental sepanjang karir sekolah
mereka ? . jika kita tidak dapat menjawab pertanyaan ini, maka ada sedikit
harapan untuk memperbaiki situasi tersebut.

Seorang guru mungkin membuat pilihan yang masuk akal untuk


mengajarkan pemahaman instrumental berdasarkan pada satu atau lebih alasan
berikut :
1. Pemahaman relasional membutuhkan waktu yang lama untuk dicapai, dan
semua siswa membutuhkan teknik tertentu untuk mencapainya
2. Pemahaman relasional sangat sulit untuk topik topik tertentu, tapi siswa
membutuhkan topik tersebut untuk ujian
3. Sebuah kemampuan diperlukan untuk mempelajari pelajaran yang lain (seperti
ipa ) sebelum kemampuan tersebut dapat dipahami secara relasional dalam
skema siswa
4. Dia adalah seorang guru SMP dimana semua yang diajarkan pada SMP adalah
instrumental
Semua ini menyiratkan, bahwa guru yang membuat pilihan tersebut
mampu mempertimbangkan tujuan alternatif tentang pemahaman yang ingin
diperolehnya baik pemahaman instrumental maupun relasional berhubungan
dengan situasi tertentu. Untuk membuat pilihan seperti ini menyiratkan kesadaran
guru tentang perbedaan pemahaman relasional matematika itu sendiri. Jadi tidak
ada lagi alasan guru kurang memahami tentang pemahaman relasional. Kita harus
12

menghadapi fakta bahwa mayoritas hal ini tidak ada dalam kebanyakan guru yang
mengajar matematika.
Faktor situasi yang menyebabkan sulitnya pengajaran dengan pemahaman
relasional adalah :
1. Dampak buruk pelaksanaan ujian
Mengingat pentingnya ujian untuk siswa bekerja di masa depan, seseorang
tidak dapat menyalahkan siswa jika sukses dalam belajar adalah salah satu
tujuan utama mereka. Cara kerja siswa tidak bisa dipengaruhi oleh tujuan
mereka bekerja kelak dengan melihat banyaknya pertanyaan yang terjawab
dengan benar oleh siswa
2. Silabus lebih terbebani
Bagian dari masalah ini adalah terlalu banyaknya isi matematika yang
diajarkan. Pernyataan matematika dapat dipadatkan menjadi satu baris tidak
sebanyak satu atau dua paragraf pada suatu topik. Matematikawan terbiasa
menangani ide-ide matematika secara terkonsentrasi, hal ini yang sering
diabaikan ( yang mungkin menyebabkan mengapa pengajar matematika
memberi pelajaran dengan terlalu cepat). Seorang yang bukan matematikawan
tidak menyadari hal tersebut. Apapun alasannya, sebagian besar dari
keseluruhan silabus akan menjadi lebih baik jika jumlah materinya dikurangi
sehingga terdapat banyak waktu untuk mengajarkan suatu materi dengan baik.
3. Kesulitan menilai apakah seseorang menggunakan pemahaman relasional atau
pemahaman instrumental.
Dari hasil yang terlihat di kertas, sangatlah sulit untuk membuat penilaian
yang akurat tentang proses mental yang dilakukan siswa, sama seperti sulitnya
mengkaji suara dalam pembelajaran matematika. Dalam sebuah pembelajaran,
berbicara atau mewawancarai siswa adalah cara terbaik untuk menilainya, tapi
jika kelas berisi lebih dari 30 siswa maka akan menimbulkan kesulitan tentang
waktunya.
4. Kesulitan secara psikologis yang besar bagi guru untuk merekonstruksi skema
yang telah ada dan telah mereka gunakan sejak lama, bahkan untuk sebagian
kecil guru yang tahu bahwa mereka perlu, ingin untuk melakukannya, dan
memiliki waktu untuk mempelajarinya.

13

Dari sebuah resensi artikel oleh Sir Hermann Bondi (1976) berisi diskusi
praktisi, intelektual dan para penilai budaya pendidikan matematika, memuat
tiga paragraf:
Sejauh tinjauan Skemp tentang bersinarnya matematika telah
menunjukkan titik penting ; bahwa begitu banyak terjadi penolakan
terhadap matematika, beberapa kasus penolakan berubah menjadi
ketakutan terhadap matematika.
Sikap negatif terhadap matematika, yang sayangnya begitu umum
terjadi, bahkan terjadi di antara orang orang yang berpendidikan tinggi.
Hal ini adalah kegagalan terbesar kita dan bahaya nyata bagi masyarakat
kita.
Ini mungkin merupakan indikasi yang paling jelas bahwa ada
sesuatu yang salah, dan memang sangat salah dengan situasi ini. Tidaklah
sulit untuk menyalahkan pendidikan yang merupakan bagian dari
tanggung jawab, lebih sulit lagi untuk menentukan kesalahan, dan bahkan
lebih sulit lagi untuk menyarankan sebuah perbaikan yang baru (all on p.
8)
Jika

untuk

sekedar

menyalahkan

maka

kita

dapat

mengganti

penyebabnya, muncul keraguan kecil bahwa kegagalan mengajar matematika


relasional secara luas ( dapat ditemukan pada pendidikan dasar, menengah dan
lanjut, dan pada kursus kursus baik kursus modren atau tradisional ) dapat
diidentifikasi sebagai penyebab utamanya. Untuk menyarankan solusi baru
memanglah sulit, tapi mungkin bisa berharap bahwa pendiagnosisan merupakan
salah satu langkah terbaik untuk mengobati kegagalan tersebut. Langkah yang lain
akan ditawarkan pada bagian berikutnya.
SEBUAH FORMULASI TEORITIS
Tidak ada sesuatu yang paling bagus untuk mengarahkan sebuah aksi
dalam sebuah situasi yang kompleks dan untuk mengkoordinasi sebuah upaya
yang satu dengan yang lainnya, sebagai sebuah teori. Semua guru yang baik
membangun sendiri pengetahuannya secara empiris, dan mengabstraknya dari
beberapa prinsip umum yang digunakan oleh mereka sebagai sandaran. Namun
14

ketika pengetahuan mereka masih tetap dalam bentuk ini sebagian besar masih
berada pada tingkat intuitif individual, dan tidak dapat dikomunikasikan, baik
untuk alasan ini dan dikarenakan karena tidak ada struktur konseptual ( skema)
yang dipakai dalam jangka waktu yang bersamaan yang dapat disusun.
Kemungkinannya adalah, upaya individu tersebut diintegrasikan secara terpadu ke
dalam suatu pengetahuan yang akan tersedia untuk digunakan oleh guru baru. Saat
ini sebagian besar guru belajar dari kesalahan mereka sendiri.
Untuk beberapa waktu pemahaman Skemp sendiri tentang perbedaan
antara dua jenis pembelajaran yang mengarah ke matematika relasional dan
instrumental masih tetap pada tingkat intuitif, meskipun Skemp pribadi meyakini
bahwa perbedaan adalah suatu hal yang penting, dan pandangan ini dianut oleh
kebanyakan dari orang orang yang Skemp ajak untuk membicarakan hal ini.
Kesadaran akan perlunya menyusun pemahaman secara eksplisit dipaksakan ke
Skemp dalam sebuah proyek penelitian paralel, dan kemudian sebuah wawasan
datang secara tiba tiba selama konferensi baru baru ini. Tampaknya terlihat
cukup sederhana, namun mengapa Skemp tidak memikirkan hal tersebut
sebelumnya. Namun ada dua kesederhanaan yang dapat menyatukan, yaitu
kenaifan yang mampu menembus dan melampaui perbedaan perbedaan yang
sangat tampak. Itu adalah teori kedua yang baik untuk ditawarkan meskipun lebih
sulit untuk mencapainya.
Sebuah contoh konkret diperlukan untuk memulainya. Ketika Skemp pergi
untuk tinggal di sebuah kota tertentu untuk pertama kali, Skemp mempelajari
dengan cepat beberapa rute tertentu. Skemp belajar untuk menentukan rute antara
tempat Skemp tinggal dengan kantor universitas tempat Skemp bekerja, antara
Skemp tinggal dengan ruang tempat makan Skemp di universitas, antara kantor
teman Skemp dan ruang tempat makan, dan dua atau tiga rute lainnya. Pendek
kata, Skemp belajar tentang sejumlah perencanaan tertentu di mana Skemp bisa
dapatkan dari tempat awal Skemp ke sebuah tempat tujuan tertentu.
Segera

setelah

Skemp

mempunyai

waktu

luang,

Skemp

mulai

mengeksplor kota itu. Sekarang Skemp tidak ingin mendapatkan sesuatu yang
khusus, tapi untuk mempelajari sekitar Skemp, dan dalam proses untuk melihat

15

apakah Skemp akan menjumpai sesuatu yang menarik. Tujuan Skemp kali ini
adalah satu, untuk membangun peta kota ini secara kognitif di pikiran Skemp.
Ini adalah dua kegiatan yang sangat berbeda, bagi pengamat luar, sulit
untuk membedakan kegiatan ini. Orang lain yang melihat Skemp berjalan dari A
ke B akan menemui kesulitan besar untuk mengetahui (tanpa bertanya ke Skemp )
yang mana dari kegiatan yang kedua Skemp terlibat didalamnya. Tapi yang
terpenting dari kegiatan ini adalah tujuannya. Dalam satu kasus tentang tujuan
Skemp sampai ke B, yang merupakan lokasi fisik yang Skemp tuju. Di sisi lain
kegiatan itu memperbesar atau mengkonsolidasikan peta kota ini di proses mental
Skemp dan inilah pembangunan pengetahuan.
Seseorang dengan sejumlah rencana dapat menemukan cara dari beberapa
titik awal ke tujuan tertentu. Karakteristik dari rencana ini memberitahukan
kepadanya apa saja pilihannya : belok kanan setelah keluar dari pintu, lurus
melewati gereja, dan seterusnya. Namun jika dia membuat sebuah kesalahan, dia
akan hilang dan akan tetap hilang jika dia tidak mampu untuk mengusut kembali
langkahnya dan pergi kembali ke jalan yang benar.
Sebaliknya, seseorang dengan peta mental sebuah kota mempunyai
beberapa hal yang dihasilkannya, kapan dibutuhkan, hampir keseluruhan dari
sejumlah rencana yang memandu langkahnya dari mulai sampai tiba di titik
tujuan, hanya dengan membayangkan peta dalam pikirannya. Dan jika dia salah
berbelok, dia akan tetap tahu dimana dia berada, dan memungkinkan untuk
mengoreksi kesalahannya tanpa dia hilang dulu.
Analogi antara perjalanan dengan mempelajari matematika sangatlah
dekat. Jenis pembelajaran matematika instrumental terdiri dari pembelajaran
untuk meningkatkan sejumlah rencana tertentu, dimana siswa dapat menemukan
cara mereka dari titik awal tertentu ( dari data ) untuk memenuhi titik tujuan
(jawaban sebuah pertanyaan ). Rencana tersebut memberitahu ke mereka setiap
apa yang dipilihnya, seperti pada benda konkret. Dan sebagai benda konkret, apa
yang harus dilakukan selanjutnya ditentukan sepenuhnya oleh situasi lokal.
(ketika kamu melihat kantor pos, belok kiri. Ketika kamu menjumpai sebuah
kurung, kumpulkanlah. Tidak ada kesadaran hubungan secara menyeluruh antara
tahapan secara berturut-turut, dan tujuan akhir. Dan dalam kedua kasus,
16

pembelajar tergantung pada pemandu luar untuk mempelajari setiap cara baru
untuk sampai ke tujuan itu.
Berbeda dengan pembelajaran matematika relasional terdiri dari
pembangunan struktur konsep ( skema ) yang diproses ( sesuai prinsip) dapat
menghasilkan tak terbatas rencana untuk mendapatkan banyak titik awal didalam
skemanya untuk menyelesaikan beberapa tujuan.
Pembelajaran relasional berbeda dengan pembelajaran instrumental
1. Pembelajaran relasional adalah cara menjadi independen dari tujuan tertentu
yang akan dicapai ( sehingga )
2. Membangun skema dalam area tertentu maka pengetahuan menjadi tujuan
yang secara instrinsik dapat memuaskan dirinya sendiri
3. Skema siswa yang lebih komplet, semakin besar rasa percaya diri dalam
kemampuan diri sendiri untuk menemukan cara baru untuk mencapai
tujuannya tanpa bantuan dari pihak luar
4. Tapi skema tidak pernah komplet. Seperti skema kita yang terus membesar,
maka kesadaran dari kemungkinan juga akan membesar pula. Sehingga
proses diri akan terus berkelanjutan ( dan berdasarkan yang ke-3) dan
menumbuhkan penghargaan diri sendiri.
Membahas kembali tentang Argumen yang menyesatkan, hal itu adalah
adil untuk menanyakan apakah kita memang membicarakan dua subyek,
matematika relasional dan matematika instrumental, atau hanya dua cara berpikir
tentang kesamaan subyek. Menggunakan analogi konkret, dua proses mungkin
mendeskripsikan dalam dua cara yang berbeda untuk mengetahui sebuah kota
yang sama, pada kasus ini perbedaan dibuat antara pemahaman relasional dan
pemahaman instrumental akan menjadi akurat, namun tidak antara matematika
instrumental dan matematika relasional.
Yang merupakan pokok matematika bukan hanya materi pelajarannya,
tetapi jenis tertentu pengetahuan tentang hal itu. Hal pokok dari matematika
relasional dan matematika instrumental mungkin saja sama : mobil berjalan
dengan kecepatan tetap antara dua kota, menemukan tinggi menara, benda jatuh
17

bebas karena gravitasi dan seterusnya. Tapi dua jenis pengetahuan tersebut adalah
berbeda sehingga Skemp memikirkan bahwa ada kasus yang kuat untuk
menganggap dua jenis pengetahuan itu sebagai jenis matematika. Jika perbedaan
ini diterima ,maka kata matematika bagi kebanyakan anak anak adalah sebuah
teman palsu karena untuk menemukannya mereka membutuhkan biaya.

18