Anda di halaman 1dari 17

Audit Saldo Kas, Bank dan Surat-surat Berharga

I. Audit Saldo Kas


Hubungan antara kas di bank dan siklus transaksi lainnya memiliki 2 (dua) fungsi yaitu:
1. Menunjukkan pentingnya pengujian audit atas berbagai siklus transaksi pada audit kas.
2. Membantu memahami lebih lanjut atas integrasi antara siklus transaksi yang berbeda.
Dalam audit atas kas, auditor harus membedakan antara verifikasi rekonsiliansi saldo
laporan bank oleh klien dengan saldo buku besar, dan verifikasi bahwa pencatatan kas
dalam buku besar mereflesikan dengan benar seluruh transaksi kas yang terjadi sepanjang
tahun. Verifikasi rekonsiliasi klien ke saldo akun bank dan buku besar lebih mudah, tetapi
bagian terpenting dalam total audit dalam perusahaan adalah adanya verifikasi bahwa
pencatatan transaksi kas dilakukan dengan benar.
Misalnya setiap salah saji berikut ini menghasilkan kesalahan dalam pembayaran atau
menyebabkan kesalahan dalam penerimaan kas, tetapi tak satupun dapat ditemukan
dalam audit atas rekonsiliasi bank:

Kesalahan dalam menagih konsumen

Pencurian kas dengan menghambat pembayaran kas dari konsumen sebelum dicatat,
dengan akun dianggap sebagai piutang tak tertagih.

Duplikasi pembayaran faktur vendor

Pembayaran tidak benar atas biaya pribadi pejabat perusahaan

Pembayaran atas bahan baku yang tidak pernah diterima

Pembayaran atas karyawan lebih besar daripada jam kerja aktual

Pembayaran atas bunga kepada pihak luar jumlahnya relatif lebih besar dibandingkan
tingkat bunga sebenarnya.

Jenis-jenis Akun Kas


Auditor cenderung mempelajari jenis-jenis saldo kas saat memperoleh pemahaman
mengenai bisnis klien. Berikut ini adalah jenis-jenis utama akun kas.
1. Akun Kas Umum
adalah titik fokus bagi banyak perusahaan karena semestinya seluruh penerimaan
Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

kas dan pengeluaran kas mengalir melalui akun ini.


2. Akun Impres
Banyak

perusahaan

membuat

akun

penggajian

impres

terpisah

untuk

meningkatkan pengedalian internal atas pembayaran gaji. Saldo tetap misalnya


Rp.5.000.000,- dibuat dalam akun bank untuk penggajian. Segera sebelum setiap
periode pembayaran, suatu cek atas transfer elektronik ditarik pada akun kas
umum untuk menyetorkan total jumlah penggajian bersih ke akun penggajian.
Setelah cek untuk gaji dilakukan pada akun penggajian impres, akun bank
seharusnya memiliki saldo Rp.5.000.000,-. Satu-satunya setoran ke dalam akun
adalah untuk penggajian mingguan dan semi bulanan dan satu-satunya
pengeluaran adalah pembayaran cek kepada karyawan.
Terdapat 2 (dua) akun impres lain yang terdiri atas satu akun bank untuk
penerimaan dan satu lagi untuk pengeluaran. Perusahaan bisa saja memiliki
beberapa akun ini untuk divisi yang berbeda. Seluruh penerimaan disetorkan
dalam akun impres dan totalnya dipindahkan ke akun umum secara periodik. Akun
pengeluaran dibentuk berbasis impres, tetapi dengan cara yang berbeda dengan
akun penggajian impres.
3. Akun Bank Cabang
Akun bank cabang berguna untuk membangun relasi dengan bank dalam
komunitas lokal dan memungkinkan sentralisasi operasional pada tingkat
cabang.Dalam beberapa perusahaan penyetoran dan pengeluaran untuk setiap
cabang dibuat dalam akun yang berbeda, dan kelebihan kas secara periodik
dikirimkan ke aakun bank umum pada kantor pusat.
4. Dana Kas Kecil Impres
Dana kas kecil impres bukan merupakan akun bank, tetapi hampir sama dengan
kas pada bank. Akun kas kecil biasanya merupakan akun kas yang sampel untuk
keperluan biaya yang mendadak. Akun ini digunakan untuk pengeluaran kas
Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

berjumlah kecil yang lebih mudah dibayarkan menggunakan uang tunai


dibandingkan cek, atau untuk memudahkan karyawan dalam mencairkan cek gaji
atau pribadi.
Misalnya digunakan untuk pengeluaran pembelian peralatan kecil kantor (pena,
pensil, dll), stempel, dan donasi berjumlah kecil. Akun kas kecil biasanya tidak
melebihi beberapa ratus ribu rupiah dan hanya diisi kembali sekali atau dua kali
dalam sebulan.
5. Setara Kas
Setara kas meliputi deposito berjangka, sertifikat deposito, dan dan pasar uang.
Setara kas bisa sangat material dan dimasukkan dalam laporan keuangan sebagai
bagian dari akun kas jika merupakan investasi jangka pendek yang siap
dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang pasti, dan tidak terdapat risiko
signifikan atas perubahan nilai dari perubahan tingkat suku bunga. Sekuritas yang
dapat diperdagangkan dan investasi berbunga dengan jangka waktu lebih panjang
bukan merupakan setara kas.

Metodologi Desain Pengujian Perincian Saldo untuk Kas di Bank


Mengidentifikasikan bisnis
Klien yg memegaruhi
Kas di bank

Menentukan salah saji yg


Dapat diterima dan menilai
Risiko bawaan atas kas
Di bank
Melakukan penilaian
Pengendalian risiko untuk
Beberapa siklus

Mendesain dan melakukan


Pengujian pengendalian &
Pengujian substantif atas transaksi
Di beberapa siklus
Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Tahap I

Tahap I

Tahap I

Andrew, SE., MSi., Ak.

Tahap II

Mendesain pengujian perincian


Kas di bank yg memenuhi
Tujuan audit terkait
Saldo

Prosedur audit
Jumlah sampel

Tahap III

Sampel yg dipilih
Penetapan waktu

Mengidetifikasikan Risiko Bisnis Klien yang Memegaruhi Kas (Tahap I)


Risiko bisnis klien dapat muncul dari kebijakan manajemen kas yang tidak memadai
atau penangan dana yang dilakukan pihak luar. Risiko bisnis klien lebih banyak muncul
dari setara kas dan jenis investasi lainnya. Beberapa perusahaan yang menyediakan
jasa keuangan mengalami kerugian besar akibat aktivitas perdagangan perorangan
yang disembunyikan dengan salah menyajikan saldo investasi dan kas. Auditor harus
memahami risiko dari kebijakan dan strategi investasi klien sama halnya dengan
pengendalian manajemen yang dapat memperburuk risiko tersebut.

Menetapkan Salah Saji yang Dapat Diterima dan Menilai Risiko Bawaan
(Tahap I)
Saldo kas tidak material dalam kebanyakan audit, tetapi transaksi kas yang
memegaruhi saldo ini sifatnya hampir selalu sangat material. Oleh karena itu sering
muncul potensi salah saji material dalam kas. Oleh karena itu kas lebih mudah dicuri
dibandingkan aset lainnya, terdapat risiko bawaan cukup tinggi untuk tujuan
keberadaan, kelengkapan dan akurasi.

Menilai Risiko Pengendalian (Tahap I)


Pengendalian internal atas saldo kas akhir tahun dalam akun umum dapat dibagi
menjadi 2 (dua) kategori yaitu:
a. Pengendalian atas siklus transaksi yang memegaruhi pencatatan penerimaan kas
dan pengeluaran kas.

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

b.

Rekonsiliasi bank independen.

Pengendalian yang memegaruhi pencatatan transaksi kas yang penting dalam


penilaian pengendalian untuk kas.
Misal

dalam

siklus

akuisisi

dan

pembayaran,

pengendalian

utama

meliputi

pengendalian pembagian tugas yang memadai antara penandatanganan cek dan


fungsi utang dagang, penandaatangan cek hanya dilakukan oleh personel yang
berwenang menggunakan cek bernomor urut yang dicetak pada kertas khusus,
adanya telaah yang seksama atas dokumen pendukung sebelum cek ditandatangani
oleh personel yang berwenang, dan verifikasi internal yang memadai.
Pengendalian yang penting atas saldo akhir kas adalah rekonsiliasi bank secara
bulanan dari akun bank umum berbasis waktu oleh personel yang independen dari
pihak yang menangani atau mencatat transaksi kas. Rekonsiliasi membantu
pencatatan akuntansi agar mencerminkan saldo kas yang sama antara saldo kas
aktual di bank setelah mempertimbangkan transaksi-transaksi yang memerlukan
rekonsiliasi.
Rekonsiliasi bank dilakukan dengan hati-hati oleh pihak klien dengan melakukan
tindakan berikut ini:
Membandingkan cek yang dibatalkan dengan catatan pengeluaran kas atas tanggal,
dibayarkan kepada siapa, dan berapa jumlahnya.
Memeriksa tandatangan, personel otorisasi, dan pembatalan atas cek yang
dibatalkan.
Membandingkan setoran ke bank dengan tanggal, pembeli, dan jumlah pada
pencatatan setoran kas.
Memeriksa urutan nomor pada cek dan memeriksa jika ada yang hilang.
Merekonsiliasi seluruh bagian yang menyebabkan perbedaan antara saldo buku
dengan saldo bank dan memeriksa kewajarannya dalam bisnis klien.
Merekonsiliasi total debet pada laporan bank dengan total catatan pengeluaran kas.
Merekonsiliasi total kredit pada laporan bank dengan total catatan penerimaan kas.
Menindaklanjuti cek beredar dan peringatan penghentian pembayaran.

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

Mendesain

dan

Melakukan

Pengujian

Pengendalian

dan

Pengujian

Substantif atas Transaksi (Tahap III)


Oleh karena saldo kas dipengaruhi oleh seluruh siklus kecuali persediaan dan
pergudangan, maka sejumlah besar transaksi akan memegaruhi kas. Transaksi kas
diaudit melalui pengujian siklus transaksi tersebut.

Mendesain dan Melakukan Prosedur Analitis (Tahap III)


Dalam audit, rekonsiliasi bank pada akhir tahun diaudit secara luas. Dengan
menggunakan prosedur analitis, pengujian atas kewajaran saldo kas tidak terlalu
penting dibandingkan areaa audit lainnya.
Auditor biasanya membandingkan saldo akhir pada rekonsiliasi bank, setoran dalam
perjalanan, cek beredar, dan jenis rekonsiliasi lainnya dengan rekonsiliasi yang
dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Auditor juga membandingkan saldo akhir
kas dengan saldo bulan-bulan sebelumnya. Prosedur analitis ini dapat menemukan
salah saji pada kas.

Mendesain Pengujian Perincian Saldo Kas (Tahap III)


Titik awal veriikasi saldo dalam akun bank umum adalah dengan mendapatkan
rekonsiliasi bank dari klien dengan menggunakan dokumentasi auditor.

Tujuan Audit terkait Saldo dan Pengujian Perincian Saldo atas Kas Umum di Bank
Tujuan audit terkait saldo
Prosedur umum pengujian komentar
perincian saldo
Kas di bank sebagaimana
dinyatakan dlm rekonsiliasi
dicocokkan & sesuai dg buku
besar (kecocokkan perincian)

Menjumlahkan daftar cek &


setoran dalam perjalanan.
Membuktikan penambahan &
pengurangan dlm rekonsiliasi
bank
termasuk
semua
bagian yg direkonsiliasi.
Menelusuri saldo buku pada
rekonsiliasi ke buku besar.

Kas di bank sebagaimana


dinyatakan pada rekonsiliasi
memang ada (keberadaan)
Kas di bank sudah dicatat
(kelengkapan)
Kas di bank sebagaimana

Melakukan pengujian atas Terdapat


tiga
tujuan
konfirmasi bank
terpenting dalam kas di
Melakukan pengujian atas bank.
Prosedur
ini
laporan bank untuk pisah digabungkan
karena
batas.
ketergantungan satu sama
Melakukan pengujian atas lain.
Tiga
prosedur

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Pengujian
ini
dilakukan
seluruhnya dlm rekonsiliasi
bank, tanpa referensi ke
dokumen atau pencatatan
lain kecuali buku besar.

Andrew, SE., MSi., Ak.

dinyatakan pad rekonsiliasi rekonsiliasi bank


berikutnya dilakukan bila
sudah akurat (akurasi)
Melakukan pengujian yang diperkirakan
pengendalian
diperluas untuk rekonsiliasi internal kurang.
bank
Melakukan pengujian yg
diperluas untuk rekonsiliasi
bank
Melakukan pembuktian kas
Melakukan pengujian untuk
kiting
Transaksi penerimaan kas
dan pengeluaran kas dicatat
pada periode yg benar
(pisah batas)

Penerimaan kas
Menghitung kas ditangan
pada hari terakhir tahun
berjln & menelusuri setoran
dlm perjalanan sesudah tgl
neraca & jurnal penerimaan
kas.
Menelusuri setoran dalam
perjalanan ke laporan bank
periode sesudah tgl neraca.
.Pengeluaran kas
Mencatat nomor cek terakhir
yg digunakan pada hari
terakhir thn berjln dan
setelah itu menelusuri ke cek
beredar
&
jurnal
pengeluaran kas.
Menelusuri cek beredar ke
laporan
bank
periode
sesudah tgl neraca.

Saat penerimaan kas yg


diterima setelah akhir thn
dimasukkan dlm jurnal posisi
kas menjadi lebih baik. Ini
disebutmemegang
secara
terbuka jurnal penerimaan
kas.
Memegang
secara
terbuka jurnal pengeluaran
kas
mengurangi
utang
dagang
dan
biasanya
melebihi sajikan rasio lancar.
Prosedur awal yg terdaftar
dlm pengujian pisah batas
untuk
pengeluaran
&
penerimaan
memerlukan
kehadiran auditor pada hari
terakhir thn berjalan.

Ketiga prosedur berikut ini harus ditambahkan dalam pembahasan karena permintaan
konfirmasi bank sangat penting dan kompleks, laporan bank atas pisah batas dan
pengujian rekonsiliasi bank.

Permintaan atas Konfirmasi Bank


Meskipun tidak dipersyaratkan oleh standar audit, auditor biasanya meminta
konfirmasi dari setiap bank atau institusi keuangan lainnya yang berbisnis dengan
klien, kecuali jika terdaapat sejumlah besar akun yang tidak aktif. Jika bank tidak
menjawab permintaan konfirmasi, maka auditor perlu mengirimkan permintaan kedua
atau meminta klien berkomunikasi dengan bank untuk meminta mereka melengkapi

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

dan mengembalikan konfirmasi kepada auditor.


Pentingnya konfirmasi bank dalam audit lebih dari sekedar verifikasi saldo kas aktual.
Bank mengofirmasikan informasi pinjaman dan saldo bank dalam formulir yang sama.
Bank tidak bertanggung jawab untuk mencari pencatatan atas saldo bank atau
pinjaman selain yang dimasukkan dalam formulir dari klien KAP. Dampak dari
tanggung jawab yang terbatas ini adalah untuk mensyaratkan auditor agar memenuhi
tujuan kelengkapan atas saldo dan utang bank yang tidak tercatat dengan cara lain.

Permintaan atas Laporan Bank Pisah Batas


Laporan bank atas pisah batas adalah laporan bank pada periode tertentu dan
pembatalan cek terkait, duplikat slip setoran, dan dokumen lain yang termasuk dalam
laporan bank, dikirimkan oleh bank ke kantor KAP. Tujuan dari laporan bank pisah
batas adalah untuk memberikan verifikasi bagian yang direkonsiliasi pada rekonsiliasi
bank klien di akhir tahun dengan bukti yang tidak dapat diakses ke klien.
Banyak auditor melakukan verifikasi periode laporan bank jika laporan pisah batas
tidak diterima langsung dari pihak bank. Tujuannya adalah untuk menguji apakah
karyawan klien tidak memasukkan, menambahkan, atau menggantikan dokumen
sesuai dengan laporan. Pengujian ini jelas dilakukan untuk salah saji yang disengaja.
Auditor melakukan verifikasi berikut ini dalam bulan setelah tanggal neraca:
* Memeriksa saldo seluruh cek yang dibatalkan, memo debet, setoran, dan memo
kredit.
* Melakukan verifikasi saldo laporan bank saat total penjumlahan dilakukan.
* Menelaah bagian dari penjumlahan untuk memastikan sudah dibatalkan oleh bank
pada periode yang tepat dan tidak ada penghapusan atau penggantian.

Pengujian Rekonsiliasi Bank


Rekonsiliasi bank yang dilakukan dengan benar oleh pihak independen merupakan
pengendalian internal penting atas kas. Auditor menguji rekonsiliasi bank untuk
menentukan apakah pihak klien sudah menyiapkan rekonsiliasi dengan hati-hati dan
melakukan verifikasi apakah saldo bank bank yang dicatat klien sama jumlahnya

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

dengan kas di bank, kecuali bila ada setoran dalam perjalanan, cek beredar, dan jenis
rekonsiliasi lainnya.
Dalam verifikasi rekonsiliasi, auditor menggunakan informasi dalam laporan bank atas
pisah batas untuk melakukan verifikasi kewajaran rekonsiliasi. Verifikasi auditor dalam
rekonsiliasi meliputi beberapa prosedur:
Melakukan verifikasi bahwa rekonsiliasi bank klien akurat secara sistematis.
Menelusuri saldo konfirmasi bank dan atau saldo awal pada laporan pisah batas ke
saldo per bank pada rekonsiliasi bank untuk memastikan jumlahnya sama.
Menelusuri cek yang ditulis dan dicatat sebelum akhir tahun dan dimasukkan ke
laporan bank atas pisah batas ke daftar cek beredar pada rekonsiliasi bank dan
juga jurnal pengeluaran kas dalam periode neraca atau periode sebelumnya.
Memeriksa seluruh cek yang jumlahnya besar dan termasuk dalam daftar cek yang
beredar yang belum dikliring oleh bank pada laporan pisah batas. Langkah
pertama dalam pemeriksaan ini harus dilakukan dengan menelusuri jumlah yang
belum dikliring dalam jurnal pengeluaran kas. Alasan mengapa cek belum
diuangkan, harus dibahas dengan klien dan jika auditor khawatir telah terjadi
kecurangan maka vendor yang termasuk dalam saldo utang dagang harus
dikonfirmasi untuk menentukan apakah vendor tersebut sudah mengakui
penerimaan kas dalam pencatatannya. Ditambah lagi cek yang dibatalkan perlu
diperiksa sebelum tanggal terakhir audit jika memang ada.
Menelusuri setoran dalam perjalanan ke laporan bank atas pisah batas. Seluruh
penerimaan kas yang tidak disetorkan ke bank di akhir tahun harus ditelusuri ke
laporan pisah batas untuk memastikan bahwa kas tersebut disetorkan ke bank di
akhir tahun harus ditelusuri ke laporan pisah batas untuk memastikan bahwa kas
tersebut disetorkan segera di awal tahun berikutnya.
Memperhatikan jenis rekonsiliasi lain ke laporan bank dan rekonsiliasi bank. Hal ini
meliputi biaya jasa bank, kesalahan dan pembetulan bank, dan transaksi tak
tercatat yang didebet atau dikredit langsung ke akun bank oleh pihak bank. Jenis
rekonsiliasi ini perlu diinvestigasikan untuk memastikan sudah diperlakukan
dengan benar oleh klien.
Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

Prosedur Berorientasi Kecurangan


Pertimbangan utama dalam audit atas saldo kas umum adalah kemungkinan terjadinya
kecurangan. Auditor harus memperluas prosedur dalam audit atas kas akhir tahun dengan
menentukan kemungkinan adanya kecurangan material yang terjadi karena kurangnya
pengendalian internal. Kecurangan ini bersumber dari tidak memadainya pemisahan tugas
antara pemegang kas dan pencatatan transaksi kas dalam pencatatatan akuntansi dan
kurangnya rekonsiliasi bank bulanan yang independen.
Dalam

mendesain

prosedur

untuk

menemukan

kecurangan,

auditor

harus

mempertimbangkan sifat dari kurangnya pengendalian internal, jenis kecurangan yang


dapat terjadi dari kekurangaan tersebut. Potensi material kecurangan, dan prosedur audit
yang paling efektif untuk menemukan kecurangan.
Saat auditor secara khusus menguji kecurangan, mereka harus ingat bahwa prosedur
audit selain pengujian perincian saldo kas juga dapat digunakan. Prosedur yang dapat
menemukan kecurangan penerimaan kas meliputi:
Konfirmasi piutang dagang
Pengujian yang dilakukan untuk menemukan pencurian uang
Penelaahan aktivitas buku besar dalam akun kas atas transaksi yang tidak lazim
Perbandingan pesanan konsumen atas penjualan dan penerimaan kas
Pemeriksaan persetujuan dan dokumen pendukung untuk piutang tak tertagih dan
retur dan cadangan penjualan.
Bahkan dengan melakukan prosedur berorentasi kecurangan yang terinci sangat sulit
mendeteksi pencurian kas, juga kecurangan laporan keuangan yang meliputi kas,
terutama transaksi yang tidak dimasukkan dan saldo akun. Misal perusahaan memiliki kas
ilegal di luar negeri dan melakukan penyetoran ke akun tersebut dari penjualan yang tidak
tercatat, maka auditor sulit menemukan hal ini. Namun, auditor bertanggung jawab untuk
melakukan usaha maksimal dalam mendeteksi kecurangan saat mereka yakin hal tersebut
dapat terjadi. Prosedur untuk menemukan kecurangan berikut langsung terkait saldo kas
akhir tahun, perluasan pengujian dari rekonsiliasi bank, pembuktian kas dan pengujian
transfer antarbank.
Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

Perluasan pengujian atas Rekonsiliasi Bank


Saat auditor yakin rekonsiliasi bank dapat dengan sengaja salah saji, maka perlu
melakukan perluasan pengujian atas rekonsiliasi bank akhir tahun. Prosedur ini akan
memberikan verifikasi apakah seluruh transaksi yang termasuk dalam jurnal pada
bulan terakhir tahun tersebut dimasukkan dengan benar atau tidak dimasukkan dalam
rekonsiliasi bank. Selain itu juga akan memberikan verifikasi apakah seluruh bagian
pada rekonsiliasi bank sudah dimasukkan dengan benar. Asumsikan bahwa terdapat
kelemahan pengendalian internal yang material dan akhir tahun buku bagi klien adalah
31 desember. Menggunakan pendekatan biasa, auditor akan:
- memulai rekonsiliasi bank untuk bulan Nop dan membandingkan seluruh bagian
rekonsiliasi dengan cek yang dibatalkan dan dokumen lainnya dalam laporan bank
bulan Desember.
- membandingkan sisa cek yang dibatalkan dan slip setoran dalam laporan bank bulan
desember dengan jurnal pengeluaran dan penerimaan kas bulan desember.
- menelusuri seluruh bagian yang tidak jelas dalam rekonsiliasi bank bulan Nopember
dan jurnal penerimaan dan pengeluaran kas bulan desember ke rekonsiliasi bank klien
tanggal 31 Desember untuk memastikan semua sudah dimasukkan.
- melakukan verifikasi seluruh bagian rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank 31 desember
dari jurnal untuk rekonsiliasi bank bulan Nopember dan desember yang belum dikliring
bank.

Pembuktian Kas
Auditor kadang-kadang membuat pembuktian kas saat klien memiliki kelemahan
material atas pengendalian internal untuk kas. Auditor menggunakan pembuktian kas
untuk menetukan apakah hal-hal berikut ini telah dipenuhi:

Seluruh penerimaan kas yang tercatat telah disetorkan

Seluruh setoran ke bank dicatat dalam pencatatan akuntansi

Seluruh pengeluaran kas dibayarkan oleh bank

Seluruh jumlah yang dibayarkan oleh bank sudah dicatat.

Pembuktian kas meliputi empat rekonsiliasi berikut ini:


Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

Rekonsiliasi saldo padaa laporan bank dengan saldo buku besar pada awal periode

pembuktian kas.

Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan ke bank dengan penerimaan yang

tercatat dalam jurnal penerimaan kas pada periode tertentu.

Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang dikliring ke bank dengan dicatat dalam

jurnal pengeluaran kas untuk periode tertentu.

Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar padaa akhir periode

pembuktian kas.
Skema kecurangan kas
Hasil penelitian The Association of Certified Fraud Examiner (ACFE) 2006 dari 1.134
kecurangan menemukan bahwa kerugian terbesar dihasilkan dari kecurangan laporan
keuangan, salah penempatan aset yang bukan merupakan skema kejahatan yang lazim,
terhitung lebih 90% dari kasus yang dipelajari. Sebagaimana diperkirakan aset yang paling
banyak dijadikan target kecurangan karyawan adalah kas. Skema kecurangan kas biasanya
dibagi 3 kategori:
1. Kecurangan pengeluaran kas (Fraudulent disbursements)
Contohnya penyerahan faktur fiktif, kartu pencatat waktu fiktif, permintaan uang fiktif,
dan pencatatan jurnal fiktif dalam jurnal pengeluaran kas untuk menutupi pencurian
kas.
2, Pencurian kas di awal (Skimming)
Kas dicuri dari perusahaan sebelum dicatat dalam pencatatan akuntansi.
3. Pencurian kas di akhir (Cash Larceny)
Kas dicuri dari perusahaan setelah dicatat dalam pencatatan akuntansi.
Sumber 2006 Report to the notion: Occupational Fraud and Abuse. Associate of certified Fraud Examiners 2006, Austin,
Texas.

Pembuktian kas adalah pengujian atas transaksi dan pengujian perincian saldo, di mana
rekonsiliasi bank merupakan pengujian atas saldo kas pada suatu titik waaktu. Pembuktian
kas merupakan metode yang sangat baik dalam membandingkan pencatatan penerimaan
dan pengeluaran kas dengan akun bank dan dengan rekonsiliasi bank. Pembuktian atas
pengeluaran kas tidak efektif untuk menemukan cek yang ditulis dengan jumlah yang
tidak benar, kecurangan cek, atau salah saji lainnya di mana jumlah uang yang salah
Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

muncul pada pencatatan pengeluaran kas. Sama halnya bahwa pembuktian penerimaan
kas tidak dapat digunakan untuk menemukan pencurian penerimaan kas atau pencatatan
dan setoran kas dalam jumlah yang tidak benar.

Perluasan pengujian atas Rekonsiliasi Bank


Orang yang melakukan kecurangan menutupi pencurian kas dengan suatu praktik

yang disebut kiting, yaitu memindahkan uang dari suatu bank ke bank lainnya dan tidak
mencatat transaksi itu dengan benar. Mendekati tanggal neraca, cek ditarik atas suatu
akun bank dan dengan segera disetorkan ke akun kedua sebelum periode akuntansi
berakhir. Dalam melakukan pemindahan tersebut, si pencuri dengan hati-hati memastikan
bahwa cek terlambat disetorkan sehingga tidak dapat dikliring di bank pertama hingga
periode berakhir. Jika transfer antar bank tidak dicatat sebagai aset di kedua bank.
Meskipun ada cara lain untuk melakukan kecurangan, masing-masing meningkatkan saldo
bank untuk menutupi kekurangan dengan menggunakan transfer antarbank.
Untuk menguji adanya praktik kiting seperti halnya kesalahan yang tidak disengaja dalam
pencatatan transfer antarbank yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal
neraca dan menelusuri masing-masing ke pencatatan akuntansi agar dicatat dengan
benar.
Ada beberapa hal yang perlu diaudit atas skedul transfer antarbank yaitu sebagai berikut:

Keakuratan informasi pada skedul transfer antarbank harus diverifikasi.


Auditor harus membandingkan informasi pengeluaran dan penerimaan pada skedul
ke pencatatan pengeluaran dan penerimaan kas untuk memastikan akurasinya.

Transfer antarbank harus dicatat, baik di bank penerima maupun bank pengirim
Misal terdapat Rp.10.000.000 dipindahkan dari Bank A ke Bank B, tetapi hanya
pengeluarannya yang dicatat, maka ini adalah bukti pencurian uang yang ditutupi.

Tanggal pencatatan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus


dilakukan di tahun fiskal yang sama.
Jika penerimaan kas dicatat pada tahun fiskal berjalan dan pengeluaran kas dicatat
setelah tanggal neraca, maka hal tersebut bisa saja dilakukan untuk menutupi
berkurangnya kas.

Pengeluaran pada skedul transfer antarbank harus dimasukkan atau dikeluarkan

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai cek beredar.

Skedul transfer antarbank harus dimasukkan atau dikeluarkan dengan benar dari
rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai setoran dalam perjalanan.

Meskipun pengujian audit atas transfer antarbank biasanya dimaksudkan untuk


menemukan kecurangan, tindakan ini juga bisa dilakukan pada banyak transfer antarbank
tanpa memperhatikan pengendalian internal. Bila ada kemungkinan kiting, salah
menangani transfer dapat mengakibatkan salah perhitungan antara kas dan utang dagang.
Materialitas transfer dan kemudahan dalam melakukan pengujian membuat auditor yakin
bahwa hal ini harus dilakukan.
II. Audit atas Akun Bank Penggajian Impres
Pengujian atas rekonsiliasi bank untuk penggajian tidak akan memakan waktu jika
terdapat akun impres untuk penggajian dan rekonsiliasi independen atas akun bank,
seperti yang dijelaskan pada akun umum. Biasanya, satu-satunya bagian yang
direkonsiliasi adalah cek beredar. Dalam pengujian saldo akun bank untuk penggajian,
auditor harus mendapatkan rekonsiliasi bank, konfirmasi bank dan laporan bank atas pisah
batas. Prosedur rekonsiliasi dilakukan dengan cara yang sama dengan yang dijelaskan
pada kas umum, kecuali pengujian pada cek beredar yang biasanya terbatas untuk
pengujian kewajarannya. Biasanya, diperlukan perluasan prosedur bila pengendalian tidak
memadai atau jika akun bank tidak direkonsiliasi dengan saldo kas impres pada buku
besar.
Audit Atas Kas Kecil Impres
Kas kecil adalah akun yang unik. Meskipun jumlahnya tidak material, banyak auditor
melakukan

verifikasi

kas

kecil

karena

terdapat

potensi

kecurangan

dan

klien

mengharapkan auditor memeriksa akun tersebut meski jumlahnya tidak material.

Pengendalian Internal atas Kas Kecil


Pengendalian internal yang paling penting dalam kas kecil adalah penggunaan dana
impres yang merupakan tanggung jawab perorangan. Dana untuk kas kecil tidak dapat
digabungkan dengan penerimaan lainnya, dan dana harus disimpan terpisah dari

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

aktivitas lainnya.
Saat pengeluaran kas dilakukan dari kas kecil, pengendalian internal yang memadai
mensyaratkan adanya tanda tangan personel yang berwenang pada formulir kas kecil
yang bernomor urut. Total dari kas aktual dan cek dananya ditambah total formulir kas
kecil yang belum dicairkan sebagai pengeluaran, harus sama dengan total jumlah dana
kas kecil yang disebutkan dalam buku besar.

Pengujian Audit atas Kas Kecil


Dalam pengujian kas kecil, auditor pertama kali harus menentukan prosedur klien

dalam menangani dana. Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan pengendalian internal
bersama pemegang kas kecil dan memeriksa dokumen atas beberapa transaksi. Saat hasil
penilaian risiko pengendalian adalah rendah dan hanya sedikit pengeluaran dilakukan
selama tahun berjalan, biasanya auditor tidak melakukan pengujian lebih lanjut karena
tidak material. Ketika auditor menguji kas kecil dua prosedur utamanya adalah
menghitung saldo kas kecil dan melanjutkan dengan pengujian terperinci atas satu atau
dua transaksi pengeluaran. Prosedur utama harus meliputi:
1. Menjumlahkan voucher pendukung kas kecil yang menunjukkan jumlah pengeluaran
2. Memperhatikan urutan voucher kas kecil
3. memeriksa otorisasi dan pembatalan voucher kas kecil
4. memeriksa kewajaran dokumen pendukung, biasanya terdiri atas gulungan register
kas, faktur, dan bukti penerimaan.
Pengujian kas kecil dapat dilakukan sewaktu-waktu selama tahun berjalan tetapi agar
memudahkan biasanya dilakukan pada tanggal interim. Jika saldo dana kas kecil
diperkirakan material, hal ini jarang terjadi, maka saldo tersebut harus diperhitungkan
pada akhir tahun. Pengeluaran yang belum diganti harus diperiksa sebagai bagian dari
penentuan apakah biaya yang belum tercatat jumlahnya material.
Surat Berharga
Investasi dalam surat berharga dapat merupakan aset lancar (current asset) atau non current assets
tergantung maksud dan tujuan dari pembelian surat berharga tersebut.
Kalau surat berharga dibeli dengan tujuan untuk memanfaatkan sebagai temporary investment atau
marketable securities yang merupakan current assets. Misalnya dalam bentuk deposito berjangka
Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

dan surat-surat saham atau obligasi.


Menurut PSAK No. 1 Hal 1.10 (IAI:2012):
Surat berharga diklasifikasikan sebagai aset lancar apabila surat berharga tersebut diharapkan akan
realisasi dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca dan jika lebih dari dua belas bulan
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Nilai wajar (fair value) adalah suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aset
atau penyelesaian kewajiban antara pihak yang paham dan berkeinginan untuk melakukan transaksi
wajar. Nilai pasar adalah jumlah yang dapat dipasarkan berarti terdapat suatu pasar yang aktif
dimana suatu nilai pasar tersedia.
Efek adalah surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi,
tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan dari
setiap derivatif efek.
1. Efek utang adalah efek yang menunjukkan hubungan utang piutang antara kreditor dengan
entitas yang menerbitkan efek.
2. Efek ekuitas adalah efek yang menunjukkan hak kepemilikan atas suatu ekuitas, atau hak untuk
memperoleh atau hak untuk menjual kepemilikan tersebut dengan harga yang telah atau akan
ditetapkan.
Tujuan Pemeriksaan (Audit Objectives) Surat Berharga
1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas temporary dan long
term investment.
2. Untuk memeriksa apakah surat berharga yang tercantum di neraca benar-benar ada, dimiliki
oleh dan atas nama perusahaan per tanggal neraca.
3. Untuk memeriksa apakah semua pendapatan dan penerimaan yang berasal dari surat berharga
tersebut telah dibukukan dan uangnya diterima oleh perusahaan.
4. Untuk memeriksa apakah penilaian (valuation) dari surat berharga tersebut sesuai dengan
standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
5. Untuk memeriksa apakah penyajian di dalam laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia.

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.

Prosedur Pemeriksaan Surat Berharga Yang Disarankan


1.

Pelajari dan evaluasi internal control atas temporary & long term investment.

2.

Minta rincian surat berharga yang memperlihatkan saldo awal, penambahan dan pengurangan
serta saldo akhir.

3.

Periksa fisik dari surat-surat berharga tersebut dan juga kepemilikannya. Biasanya pemeriksaan
fisik dilakukan bersamaan dengan kas opname, seandainya surat-surat berharga tersebut
disimpan oleh pihak ketiga, harus dikirim konfirmasi.

4.

Cocokkan data-data dalam rincian dengan berita acara pemeriksaan fisik surat berharga
tersebut.

5.

Periksa mathematical accuracy dari rincian surat berharga.

6.

Cocokkan saldo akhir rincian tersebut dengan buku besar.

7.

Lakukan vouching atas pembelian dan penjualan surat berharga, terutama perhatikan otorisasi
dan kelengkapan bukti pendukungnya.

8.

Periksa perhitungan bunga dan dividennya dan perhatikan segi perpajakannya. Periksa apakah
bunga/dividen yang diterima telah dibukukan semuanya.

9.

Periksa harga pasar dari surat berharga pada tanggal neraca. Untuk temporary investment.
Valuationnya adalah mana yang lebih rendah antara harga beli dan harga pasar. Untuk long
term investment, valuation nya adalah berdasarkan harga beli kecuali jika tendensi menurunnya
harga pasar surat berharga tersebut untuk masa yang cukup panjang.

10. Adakan diskusi dengan management untuk mengetahui apakah ada perubahan tujuan dari
pembelian surat berharga yang akan mempegaruhi klasifikasi klasifikasi dari surat berharga
tersebut.
11. Periksa subsequent events untuk mengetahui apakah ada transaksi sesudah tanggal neraca yang
akan mempengaruhi klasifikasi atau disclosure dari surat-surat berharga tersebut. Misalnya
penjualan long term investment dalam subsequent period.
12. Periksa apakah penyajiannya sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia
13. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo temporary dan long term investment yang
diperiksa.

Pemeriksaan Akuntansi II
STIE MDP

Andrew, SE., MSi., Ak.