Anda di halaman 1dari 16

RINGKASAN MATERI PENGANTAR ILMU ADMNISTRASI PUBLIK

SEBAGAI SYARAT UNTUK MEMENUHI TUGAS DORMITORY PADA MATA


KULIAH PENGANTAR ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Dosen :
Yogi Suprayogi Sugandi, S.Sos.,M.Si.
Drs. Slamet Usman Ismanto, M.Si.

Di susun oleh:
Nama: Arif Rahman
NPM: 170110140028

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI PUBLIK


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR

2014

ADMINISTRASI
- Administrasi secara etimologis
Secara etimologis istilah administrasi berasal dari bahasa Inggris dari kata administration
yang bentuk inifinitifnya adalah to administer. Berikut ini istilah-istilah yang
berhubungan administrasi:
1. Dalam Oxford Advenced Learners Dictionary of Current English (1974), kata to
administer diartikan sebagai to manage (pengelola) atau to direct (menggerakkan)
2. Dari bahasa Belanda dari kata administratie yang mempunyai pengertian yang
mencakup stelselmatige verkrijging en verwerking van gegeven (tatausaha), bestuur
(manajemen dari kegiatan-kegiatan organisasi), dan beheer (manajemen dari sumber
daya, seperti finansial, personel, gudang)
3. Di zaman Romawi terdapat banyak istilah yang berhubungan dengan administrasi,
antara lain:
Administer = pembantu, abdi, kaki tangan, penganut.
Administratio = pemberian bantuan, pemeliharaan, perlakuan, pelaksanaan, pimpinan,
pemerintahan, pengelolaan.
Administro = membantu, mengabdi, memelihara, menguruskan , memimpin,
mengemudikan, mengatur.
Administrator = pengurus, pengelola, pemimpin.
- Administrasi dalam arti sempit
Berikut ini beberapa tokoh yang mengemukakan pendapat tentang arti administrasi dalam
arti sempit:
Tatausaha pada hakikatnya merupakan pekerjaan pengendalian (the handling)
informasi (Prajudi Atmosudirji, 1980).
Kegiatan administrasi meliputi pekerjaan tatausaha yang bersifat mencatat segala
sesuatu yang terjadi dalam organisasi untuk menjadi bahan keterangan bagi
pimpinan (J. Wajong, 1962).
- Administrasi dalam arti luas
Berikut ini beberapa tokoh yang mengemukakan pendapat tentang arti administrasi dalam
arti luas:
Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok
yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu
(The Liang Gie, 1980).
Administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh
dua orang atau lebih yang terlibat dalam suatu bentuk usaha kerja sama demi
tercapainya tujuan yang ditentukan sebelumnya (Sondang P. Siagian, 1980).
Jadi kesimpulannya, administrasi adalah suatu usaha atau kegiatan yang berkenaan dengan
penyelenggaraan suatu kebijaksanaan untuk mencapai tujuan bersama.

Administrasi dari Eropa (Clerical Work) = Ketatausahaan = Tata Usaha

Ruang Lingkup Administrasi:


1. Oraganisasi (paling luar)
2. Manajemen
3. Kepemimpinan
4. Pengambilan Keputusan
5. Human Relations/Communications (paling dalam)

Kinerja Administrasi:
1. Specialist: Tahu banyak tentang sedikit hal
2. Generalist: Tahu banyak tentang banyak hal

Penyelenggaraan Administrasi:
1. 6000-4000 SM (BC) di Egypt
2. 600-400 SM di China

Sejarah Administrasi
1. Fase Prasejarah
a. Mesir
Ditemukan bukti-bukti bahwa orang-orang Mesir telah mempraktekkan sistem
desentralisasi dan penggunaan staf penasihat pada 2000 tahun SM. Peninggalan
sejarah berupa Piramida di Mesir membuktikan bahwa teknik administrasi telah
diterapkan. Piramida di Mesir yang bisa dilihat memaksa kita melihat bahwa
dalam pembangunannya pasti ada rencana, organisasi, kepemimpinan, dan sistem
pengawasan formal. Pembuatannya diperkirakan memperkerjakan lebih dari
100.000 orang selama 20 tahun.
b. China
Kira-kira pada tahun 1100 SM bangsa China telah menyadari perlunya
perencanaan, pengoraganisasian, kempemimpinan, dan pengawasan. Banyak
prinsip-prinsip administrasi kepegawaian modern yang terkenal dengan merit
system dipinjam dari prinsip administrasi kepegawaian Tiongkok Kuno.
Tokoh utama dan pertama pada masa Tingkok Kuno adalah Confusius.
Confusius terkenal tidak hanya sebagai ahli filsafat dan rokhaniawan yang agung
tetapi dikenal pula sebagai negarawan dan administrator. Pada masa itu Confusius
telah menyusun tentang Ketentuan-ketentuan Administrasi Negara ( Rules of
Public Administration) yang merupakan kode etik bagi pejabat pemerintahan.
Tokoh kedua adalah Chow. Chow pernah menjabat sebagai perdana menteri dan
menciptakan Undang-undang Dasar Chow (The Constitution of Chow). UUD
Chow merupakan syarat-syarat yang cukup berat (dipandang kaca mata modern)
yang harus dipenuhi oleh setiap pegawai pemerintah, antara lain: Kejujuran,
Kecakapan, Pengabdian kepada kepentingan umum, Pengetahuan yang
mendalam tentang kondisi Negara, Kemampuan untuk selalu sibuk, dan
Produktif.
2. Fase Sejarah
Niccolo Machiavelli
Niccolo Machiavelli merupakan orang yang memberikan kontribusi secara
individual terhadap pengembangan pemikiran administrasi dan manajemen.
Machiavelli lahir tahun 1469 di Florence. Ia membuat analisis sistematis tentang
Princes (managers) job dan dari itu dikembangkan prinsip-prinsip praktis yang
digunakan dewasa ini, seperti telah ada 500 tahun yang lalu. Dalam The Prince

dan The Discourses, Machiavelli mengembangkan empat prinsip-prinsip


kepemimpinan, yaitu:
Pentingnya relying upon mass content. Otoritas Prince atau pemimpin datang dari
atau diberikan oleh bawahan. Tak seorang pun menjadi pemimpin kalau tak
disetujui pengikut.
Pemimpin harus strive for cohesivenes dalam organisasi
Prince harus mempunyai satu kemauan untuk survive.
Prince harus menjadi pemimpin yang memperlihatkan wisdom, kindness, dan justice,
sifat yang diuji pada setiap waktu.
-

Perkembangan pemikiran dan teori administrasi atau manajemen dibagi dalam tiga
fase kategori:
1. Teori klasik atau tahap sciencefic, yang terdiri dari:
a. Sciencefic management (manajemen ilmiah)
b. Administrative theorist (teori administratif)
c. Bureaucratic theory (teori birokrasi)
2. Teori non klasik
Human Relations Approach (Pendekatan hubungan-hubungan manusia)
3. Teori modern atau kontemporer
a. Behavioral approach (pendekatan perilaku)
b. Process approach
c. System approach (pendekatan sistem)
d. Contingency pendekatan (Pendekatan kontingensi)

Prinsip-prinsip administrasi
Sifat-sifat ilmu administrasi:
1. Teologis: Segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan dalam melakukan
administrasi.
Forecasting: Suatu peramalan (perkiraan) mengenai sesuatu yang belum terjadi pada
waktu yang akan datang.
Anticipating: Adanya suatu pengantisipasian/persiapan sebelum melakukan suatu
kegiatan.
Prediction: Suatu proses membuat dugaan terhadap suatu kegiatan.
Forecasting
Anticipating
Futurologi
Prediction
2. Dinamis (Pantharei): Administrasi mengikuti perkembangan zaman.
3. Normatif: Administrasi selalu bertindak pada norma yang berlaku dan peraturanperaturan yang harus dilaksanakan.
4. Working=Concept: Secara metodologi, konsep ilmu administrasi berasal dari praktekprakteknya dalam melakukan suatu kegiatan administrasi.
5. Art & Science
Administrasi sebagai art (seni): Art is personal creative power plus skill in
performance (seni adalah kemampuan pribadi yang kreatif ditambah skill atau
keterampilan dalam pelaksanaan pekerjaan atau tugas) (George R. Terry, 1977).
Administrasi sebagai science (ilmu): Ilmu ialah pengetahuan yang sudah dicoba dan
diatur menurut urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematik (Moh. Nazir, 1985).
Maka dari itu, administrasi sebagai seni mencatat dan sebagai ilmu untuk mencatat.

Catatan: (Marx Morthein: Kerjasama manusia dengan skala besar dengan rasionalisasi
yang tinggi.)
ADMINISTRASI PUBLIK
- Pengertian Administrasi Publik
Menurut Prajudi Atmosudiro (1982), menerangkan bahwa administrasi publik adalah
administrasi dari negara sebagai oraganisasi dan administrasi yang mengejar tercapainya
tujuan-tujuan yang bersifat kenegaraan.
- Paradigma Perkembangan Ilmu Administrasi Publik Menurut Nicholas Henry
1. Paradigma 1: Dikotomi Politik-Administrasi / The Politics-Administration
Dichotomy (1920-1926)
Paradigma ini dimulai oleh Woodraw Wilson dan Frank Goodnow untuk
memisahkan antara politik dan administrasi. Woodraw dan Goodnow melihat bahwa
perlu adanya pemisahan antara administrasi dan politik. Pemisahan ini merupakan
alasan karena administrasi di Amerika saat ini masih dipenuhi dengan sistem spoils
dan sistem patronase antara dalam perekrutan para pegawai negeri sipil.
Frank J Goodnow dan Leonard D White dalam bukunya Politics and Administration
menyatakan dua fungsi pokok dari pemerintah yang berbeda:
Fungsi politik yang melahirkan kebijaksanaan atau keinginan negara
Fungsi Administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan negara
Penekanan pada Paradigma ini terletak pada Locusnya, menurut Goodnow
Locusnya berpusat pada ( government Bureucracy ) birokrasi Pemerintahan.
Sedangkan Focusnya yaitu metode atau kajian apa yang akan dibahas dalam
Administrasi Publik kurang dibahas secara jelas (masalah pemerintahan, politik dan
kebijakan).
Administrasi negara memperoleh legitimasi akademiknya lewat lahirnya
Introduction To the study of Public Administration oleh Leonard D White yang
menyatakan dengan tegas bahwa politik seharusnya tidak ikut mencampuri
administrasi, dan administrasi negara harus bersifat studi ilimiah yang bersifat bebas
nilai. Paradigma ini juga muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap trikotomi ala
trias politika, dan kemudian menggantinya dengan dua fungsi yaitu politik dan
administrasi. Politik sebagai penetapan kebijaksanaan, sedangkan administrasi
sebagai pelaksanaan kebijakan.
2. Paradigma 2: Prinsip-Prinsip Administrasi / The Principles of Administration
(1927-1937)
Di awali dengan terbitnya Principles of Public Adminisration (1927) karya W
F Willoughby. Pada fase ini Administrasi diwarnai oleh berbagai macam kontribusi
dari bidang-bidang lain seperti industri dan manajemen, berbagai bidang inilah yang
membawa dampak yang besar pada timbulnya prinsip-prinsip administrasi. Prinsipprinsip tersebut menjadi Focus kajian Administrasi Publik, sedangkan Locus dari
paradigma ini kurang ditekankan karena esensi prinsip-prinsip tersebut, dimana dalam
kenyataan bahwa bahwa prinsip itu bisa terjadi pada semua tatanan, lingkungan, misi
atau kerangka institusi, ataupun kebudayaan, dengan demikian administrasi bisa hidup
dimanapun asalkan Prinsip-prinsip tersebut dipatuhi.
Pada paradigma kedua ini pengaruh manajemen klasik sangat besar. Tokohtokohnya adalah :
F.W Taylor yang menuangkan 4 prinsip dasar yaitu ; perlu mengembangkan ilmu
manajemen sejati untuyk memperoleh kinerka terbaik ; perlu dilakukukan proses
seleksi pegawai ilmiah agar mereka bisa tanggung jawan dengan kerjanya ; perlua

ada pendidikan dan pengembangan pada pegawai secara ilmiah ; perlu kerjasama
yang intim antara pegawai dan atasan ( prinsip management ilmiah Taylor )
Kemudian disempurnakan oleh Fayol ( POCCC ) dan Gullick dan Urwick
( Posdcorb )
3. Paradigma 3: Administrasi Publik Sebagai Ilmu Politik / Public Administartion
as Political Science (1950-1970)
Paradigma ini dihiasi oleh berbagai pandangan politik, bahkan para pakar
mencoba memperbaharui definisi lokus dari administrasi publik yang disebut dengan
governmental bureaucracy. Penulisan penulisan ilmiah dalam administrasi publik
banyak termasuk dalam kajian-kajian ilmu politik, sehingga ilmu administrasi sendiri
sebagai ilmu yang sudah berjalan pada paradigma ke dua lalu menjadi kritik tajam
karena tidak bisa menjadi keperluan-keperluan publik.
Menurut pendapat Morstein-Mark (Element Of Public Administration) yang
kemudian kembali mempertanyakan pemisahan politik dan ekonomi sebagai suatu hal
yang tidak realistik dan tidak mungkin. Kesimpulannya dapat dipahami bahwa fase
Paradigma ini menerapkan suatu usaha untuk menetapkan kembali hubungan
konseptual antara administrasi saat itu, karena hal itulah administrasi kembali kepada
Ilmu Politik, akibatnya terjadilah perubahan dan pembaruan Locusnya yakni birokrasi
pemerintahan namun harus adanya perumusan dalam bidang ini yang hubungannya
dengan focus keahliannya yang esensial. Oleh karena itu, terdapat perkembangan baru
yang dicatat pada fase ini yaitu timbulnya studi perbandingan dan pembangunan
administrasi sebagai bagian dari administrasi negara/publik.
4. Paradigma 4: Administrasi Publik sebagai Manajemen / Public Administration
as Management
Pada paradigma ini, ilmu administrasi publik mendapatkan bantuan kembali
dari adik mudanya yaitu ilmu manajemen. Pengangkatan konsep manajemen ini
sebgai salah satu paradoks dari kajian-kajian ilmu politik yang sangat empirikal,
sehingga tidak dapat dicarikan benang merah konsepnya. Namun ketika paradigma ini,
konsep-konsep ilmu politik dan manajemen yang memiliki keunikan dan identitas
yang baik semakin kehilangan arti kena mulai dikembangkanlah teori-teori organisasi
dan perilaku, perencanaan dan pengambilan keputusan yang sebetulnya lebih banyak
diambil oleh para elit. Berbgai ilmu manajemen mulai ditawarkan dalam ilmu
administrasi publik seperti teknik manajemen kepemimpinan, motivasi, komunikasi,
MIS, pengangguran, auditing, pemasaran, dan sebagainya, yang dalam ilmu politik
dan administrasi ini merupakan sesuatu hal yang sangat baru.
Pemeran dalam paradigma ini dilahirkan dalam beberapa buku oleh James G.
March dan Herbert Simons dalam bukunya Organization (1958), Marchs dalam
bukunya Handbook of Organizations (1965) dan James D. Thompsons dalam
bukunya Organization in Action (1967) memberikan pandangan bahwa secara
teoritikal ilmu manajemen adalah teori organisasi.
5. Paradigma 5: Administrasi Publik sebagai Administrasi Publik / Public
Administration as Public Administration (1970an)
Dalam perkembangan ini, para cendikiawan dalam ilmu administrasi publik
mengembangkan berbagai perspektif, seperti yang dituliskan oleh Felix A. Nigro dan
Lloyd G. Nigro (1977) dalam Modern Public Administration yang menuliskan
bahwa:
Usaha kelompok-kelompok yang kooperatif di dalam pelayanan publik
Terdiri dari 3 cabang yaitu: eksekutif, legislatif, dan yudikatif, dan hubungan antara
ketiganya dalam nuansa kerjasama (tidak ada pemisahan)

Memainkan peranan penting dalam perumusan kebijakan. Oleh karena itu,


administrasi publik adalah sebagai bagian dari proses politik
Administrasi publik dibedakan dari organisasi privat. Organisasi privat lebih
berorientasi profit
Administrasi publik memberikan pelayanan publik
Sehingga administrasi publik modern selalu berhubungan dengan:
a. Adanya kerja sama antarketiga cabang pemerintah
b. Perumusan kebijakan
c. Proses politik
d. Pelayanan publik
Paradigma Perkembangan Ilmu Administrasi Publik (Tambahan)
1. 1986: Public Administration as Public Policy / Administrasi publik sebagai kebijakan
publik yang dimana teorinya menggunakan kualitatif
2. 1992: Terbitlah istilah Reinventing Government yang artinya memandang terhadap
pemerintahan dengan fungsi yang baru.
Reinventing Government:
a. Pandangan yang baru terhadap fungsi administrasi (pemerintahan)
b. Enterpreneur Spirit
c. Transforming enterpreneur spirit into the public sector 9perubahan semangat
wirausaha menjadi sektor publik)

TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW - HIRARKI KEBUTUHAN (1943-1970)


Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia
memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid,
orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan
sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif
psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi.
Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan
pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.
a. Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya) (tingkatan status sosial
paling rendah)
b. Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
c. Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima,
memiliki)
d. Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan
dukungan serta pengakuan)
e. Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan
menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan
aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya) (tingkatan
status sosial paling tinggi)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan
mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang
signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika
dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan
karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus
bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.

KEPEMIMPINAN
- 3 Tokoh Gaya Kepemimpinan:
1. Ohio
Gaya kepemimpin Ohio ini dimulai dengan premis bahwa tidak ada kepuasan atau
rumusan atau definisi kepemimpinan yang ada. Dari hasil kerja terdahulu berasumsi
bahwa kepemimpinan selalu diartikan sama dengan kepemimpinan yang baik. Dalam
hal ini pemimpin mempunyai deskripsi perilaku atas dua dimensi, yakni :
a. Struktur pembuatan inisiatif (initiating structure), struktur ini menunjukkan pada
perilaku pemimpin didalam menentukan hubungan kerja antara dirinya dengan yang
dipimpin, dan usahanya didalam menciptakan pola organisasi, saluran komunikasi
dan prosedur kerja yang jelas.
b. Perhatian (consideration), struktur ini menggambarkan perilaku pemimpin yang
menunjukkan
kesetiakawanan,
bersahabat,
saling
mempercayai,
dan
kehangatandidalam hubungan kerja antara pemimpin dengan anggota stafnya.
Kedua perilaku ini digali dan diteliti oleh penelitian Universitas Ohio dengan
menyebarkan Kuesioner yang ditujukan kepada aspek-aspek yang telah direncanakan
sebelumnya.
2. Blake & Mouton
Menurut Blake and Mouton, kepemimpinan dapat dikelompokkan menjadi empat
kecenderungan yang ekstrim dan satu kecenderungan yang terletak di tengah-tengah
keempat gaya ekstrim tersebut. Gaya kepemimpinan tersebut adalah :
Grid 1.1 disebut Impoverished leadership (Model Kepemimpinan yang Tandus),
dalam kepemimpinan ini si pemimpin selalu menghidar dari segala bentuk
tanggung jawab dan perhatian terhadap bawahannya.
Grid 9.9 disebut Team leadership (Model Kepemimpinan Tim), pimpinan menaruh
perhatian besar terhadap hasil maupun hubungan kerja, sehingga mendorong
bawahan untuk berfikir dan bekerja (bertugas) serta terciptanya hubungan yang
serasi antara pimpinan dan bawahan.
Grid 1.9 disebut Country Club leadership (Model Kepemimpinan Perkumpulan),
pimpinan lebih mementingkan hubungan kerja atau kepentingan bawahan, sehingga
hasil/tugas kurang diperhatikan.
Grid 9.1 disebut Task leadership (Model Kepemimpinan Tugas), kepemimpinan ini
bersifat otoriter karena sangat mementingkan tugas/hasil dan bawahan dianggap
tidak penting karena sewaktu-waktu dapat diganti.
Grid 5.5 disebut Middle of the road (Model Kepemimpinan Jalan Tengah), di mana si
pemimpin cukup memperhatikan dan mempertahankan serta menyeimbangkan
antara moral bawahan dengan keharusan penyelesaian pekerjaan pada tingkat yang
memuaskan, di mana hubungan antara pimpinan dan bawahan bersifat kebapakan.

3. Hersey & Blancard


Menurut Hersey dan Blancard, kematangan individu dalam teori kepemimpinan
situasional Hersey-Blanchard dibedakan dalam 4 kategori kematangan yang masingmasisng punya perbedaan tingkat kematangan sebagai berikut:
a. Tingkat kematangan anggota rendah
b. Tingkat kematangan anggota rendah ke Sedang atau Moderat Rendah
c. Tingkat kematangan anggota sedang ke tinggi atau moderat tinggi
d. Tingkat Kematangan Anggota Tinggi
Tipe-Tipe Kepemimpinan:
1. Demokratis: Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan
bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya.
2. Otoriter: Suatu kepemimpinan dimana seorang pemimpin ber tindak sebagai diktator,
pemimpin adalah penguasa, semua kendali ada di tangan pemimpin.
3. Menurut Heidjrachman dan Husnan (1990:224) gaya kepemimpinan dibagi
menjadi tiga macam dimana salah satunya adalah gaya kepemimpinan Laissez-faire.
Laissez-faire berasal dari bahasa prancis yang berarti tinggalkan itu sendiri. Gaya
kepemimpinan ini lebih banyak menekankan keputusan kelompok dan
memperbolehkan kelompok yang memimpin dalam menentukan tujuan dan metode
mereka yang akan dicapai.

PUBLIC BUDGETING (ANNGARAN PUBLIK)


DSR = Deep Service Rescue (perbandingan nilai ekspor dengan utang Negara) jika 50,33%
dapat mengancam kebangkrutan Negara. Batas aman DSR= 20%-30%. Kebijakan anggaran
harus dicermati dari sisi politik, anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama:
1. Sebagai alat perencanaan
2. Sebagai alat pengendalian
3. Sebagai alat kebijakan fiskal
4. Sebagai alat politik
5. Sebagai alat koordinasi dan komunikasi
6. Sebagai alat penilaian kinerja
7. Sebagai alat motivasi
- Anggaran sebagai Alat Perencanaan (Planning Tool)
a. Merumuskan tujuan serta sasaran kebijakan agar sesuai dengan visi dan misi yang di
tetapkan

b. Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dan
merencanakan alternatig sumber pembiayaan
c. Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun
d. Menentukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi
- Anggaran sebagai Alat Pengendali (Control Tool)
Anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar
pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan kepada publik. Tanpa
anggaran ,pemerintah tidak dapat mengendalikan pemborosan pemborosan pengeluaran.
Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk mengendalikan (membatasi kekuasaan)
eksekutif.
- Anggaran sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal Tool)
Angaran digunakan untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melalui anggaran publik tersebut dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah,
sehingga dapat dilakukan prediksi-prediksi dan estimasi ekonomi.
- Anggaran sebagai Alat Politik (Political Tool)
Anggaran digunakan untuk memutuskan prioritas-prioritas dan kebutuhan keuangan,
yaitu sebagai bentuk komitmen eksekutif dan legislatif atas penggunaan dana publik
untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu, pembuatan anggaran publik membutuhkan
political skill, coalition bulding, keahlian bernegosiasi dan pemahaman prinsip
manajemen keuangan sektor publik.
- Anggaran sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi (Coordination and
Communication tool)
Anggaran publik merupakan alat koordiansi antar bagian, terlihat ketika penyusunan
anggaran. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya
inkonsistensi suatu unit kerja dalam pencapaian tujuan organisasi.
- Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja (Performance Measurement Tool)
Anggaran merupakan wujud komitmen dari budget holder (eksekutif) kepada pemberi
wewenang (legislatif). Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target
anggaran dan efisiensi anggaran. Kinerja manajer publik dinilai berdasarkan berapa yang
berhasil dicapai dikaitkan dengan anggaran yang telah ditetapkan.
- Anggaran sebagai Alat Motivasi (Motivasi Tool)
Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan staf nya agar
bekerja secara ekonomis, efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi
yang telah di tetapkan.
- Fungsi Negara dalam kebijakan:
1. Alokasi
2. Distribusi
3. Stabilisasi
- Jenis-jenis anggaran:
1. Capital budget: membentuk pasar
2. Line item budget: anggaran dikeluarkan berdasarkan mata anggaran yang sudah
ditetapkan dalam perencanaan anggaran
3. Performce budget: yang menjadi ukuran adalah benefit
4. Planning programming budget system: kombinasi perencanaan dengan evaluasi
anggaran
5. Zero base budgeting: menjelaskan anggaran berbasis 0
Tax holiday: Adanya keringanan pajak yang diberikan suatu perusahaan yang berinvestasi di
suatu negara.

KEBIJAKAN PUBLIK (PUBLIC POLICY)


- Pengertian Kebijakan Publik
Menurut Thomas R Dye, kebijakan publik adalah whatever government choose to do or
not to do (Apapun yang pemerintah pilih untuk dilakukan atau tidak untuk dilakukan)
- Siklus Kebijakan Publik :
A. Siklus Kebijakan 1:
Problem Identificaton => Agenda Setting => Policy Formulation => Policy
Legitimation => Policy Implementation => Policy Evaluation (kembali lagi ke
problem identification)
B. Siklus Kebijakan Publik:
Analsis kebijakan publik => implementasi kebijakan publik => evaluasi kebijakan
publik.
Analisis kebiajakan publik meliputi perumusan masalah dan prediksi solusi masalah
implementasi kebiajkan publik meliputi pelaksanaan evaluasi meliputi pengawasan
dan penilaian akhir
Tahap-tahap kebijakan publik menurut William Dunn adalah sebagai berikut:
1. Penyusunan Agenda
Penyusunan agenda adalah sebuah fase dan proses yang sangat strategis dalam realitas
kebijakan publik. Dalam proses inilah ada ruang untuk memaknai apa yang disebut
sebagai masalah publik dan agenda publik perlu diperhitungkan. Jika sebuah isu telah
menjadi masalah publik, dan mendapatkan prioritas dalam agenda publik, maka isu
tersebut berhak mendapatkan alokasi sumber daya publik yang lebih daripada isu lain.
Dalam penyusunan agenda juga sangat penting untuk menentukan suatu isu publik
yang akan diangkat dalam suatu agenda pemerintah. Isu kebijakan (policy issues) sering
disebut juga sebagai masalah kebijakan (policy problem). Policy issues biasanya muncul
karena telah terjadi silang pendapat di antara para aktor mengenai arah tindakan yang
telah atau akan ditempuh, atau pertentangan pandangan mengenai karakter permasalahan
tersebut. Menurut William Dunn (1990), isu kebijakan merupakan produk atau fungsi dari
adanya perdebatan baik tentang rumusan, rincian, penjelasan maupun penilaian atas suatu
masalah tertentu. Namun tidak semua isu bisa masuk menjadi suatu agenda kebijakan.
2. Formulasi kebijakan
Masalah yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para
pembuat kebijakan. Masalah-masalah tadi didefinisikan untuk kemudian dicari
pemecahan masalah yang terbaik. Pemecahan masalah tersebut berasal dari berbagai
alternatif atau pilihan kebijakan yang ada. Sama halnya dengan perjuangan suatu masalah
untuk masuk dalam agenda kebijakan, dalam tahap perumusan kebijakan masing-masing
slternatif bersaing untuk dapat dipilih sebagai kebijakan yang diambil untuk memecahkan
masalah.
3. Adopsi/ Legitimasi Kebijakan
Tujuan legitimasi adalah untuk memberikan otorisasi pada proses dasar pemerintahan.
Jika tindakan legitimasi dalam suatu masyarakat diatur oleh kedaulatan rakyat, warga
negara akan mengikuti arahan pemerintah. Namun warga negara harus percaya bahwa
tindakan pemerintah yang sah.Mendukung. Dukungan untuk rezim cenderung berdifusi cadangan dari sikap baik dan niat baik terhadap tindakan pemerintah yang membantu
anggota mentolerir pemerintahan disonansi.Legitimasi dapat dikelola melalui manipulasi
simbol-simbol tertentu. Di mana melalui proses ini orang belajar untuk mendukung
pemerintah.
4. Penilaian/ Evaluasi Kebijakan
Secara umum evaluasi kebijakan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menyangkut
estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi, implementasi dan dampak.

Dalam hal ini , evaluasi dipandang sebagai suatu kegiatan fungsional. Artinya, evaluasi
kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir saja, melainkan dilakukan dalam
seluruh proses kebijakan. Dengan demikian, evaluasi kebijakan bisa meliputi tahap
perumusan masalah-masalah kebijakan, program-program yang diusulkan untuk
menyelesaikan masalah kebijakan, implementasi, maupun tahap dampak kebijakan.
Implementasi kebijakan publik yaitu sebuah pelaksanaan dalam sebuah kebijakan.
Evaluasi kebijakan publik yaitu adanya penilaian dan peninjauan kembali suatu
kebijakan
Syarat Kebijakan Publik :
1. Adanya public problem
2. Kebijakan public harus disetujui rakyat
3. Kekuatan masyarakat berada pada control social
4. Good governance muncul karna adanya civil society
5. Mempelajari tentang negara
Old public administration => new public management => new public service
10 Penggunaan Istilah kebijakan dalam pengertian modern menurut Hogwood dan
Gunn (1984):
1. Sebagai label untuk sebuah aktivitas
2. Sebagai ekspresi tujuan umum atau aktivitas negara yang diharapkan
3. Sebagai proposal spesifik
4. Sebagai keputusan pemerintah
5. Sebagai otorisasi formal
6. Sebagai sebuah program
7. Sebagai output
8. Sebagai hasil (outcome)
9. Sebagai teori atau model
10. Sebagai sebuah proses
Catatan Lain:
Birokrasi adalah konsep organisasi modern karena ditemukannya sisi peradaban
peradaban ditandai dengan adanya prinsip-prinsip administrasi, adanya pembagian
kerja, spelialisasi, koordinasi (Max Weber).
Pembagian kerja => spelialisasi => koordinasi

ORGANISASI
- Pengertian Organisasi
1. Setiap bentuk persekutuan antara 2 orang atau lebih yang berkerjasama untuk
mencapai suatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam suatu ikatan hirarki
dimana selalu ada hubungan antara seseorang atau sekelompok orang yang disebut
pimpinan dan seseorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan (Sondang P.
Siagian)
2. Sebuah entitas sosial yang bersifat terkoordinasi sebagai suatu sistem
Penemu teori sistem: Ludwig von Barttallanffy => Dalam suatu sistem ada yang sub
sistem (kecil) dan supra sistem (besar).
- Jenis organisasi :
1. Organisasi terbuka: Organisasi yang berinteraksi dengan lingkungan dengan kata lain
adalah organisasi yang menerima sesuatu dari suatu sistem dan melepaskannya ke
sistem lain .
Contoh: Parpol
2. Organisasi tertutup: Organisasi tersebut tidak memiliki tingkat interaksi yang tinggi
dengan lingkungan luar.

Contoh: Militer
3. Organisasi hybrid: Organisasi yang bisa beroperasi di sektor publik maupun sektor
swasta.
Contoh: BUMN (PT. Kereta Api Indonesia Persero)
MANAJEMEN
- Pengertian Manajemen
Suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan yang dilakukan oleh
sekelompok orang dalam sebuah organisasi dan mempunyai tujuan tertentu yang ingin
dicapai.
- Fungsi Manajemen (POAC)
1. Planning : merencanakan cara-cara apa saja yang akan diterapkan
2. Organizating : membagi tugas-tugas
3. Actuating : menjalankan program-program
4. Controlling : mengawasi jalannya program-program yang telah direncanakan
=> (6M: Money, Method, Man, Material, Market, Machine)
- Pandangan Pengetahuan Manajemen
1. Taylor dengan Time Motion Studies
Taylor menggunakan konsep ini untuk mengidentifikasi keterikatan dan pengukuran
pergerakan fisik pekerja dan hasil dari analisis.
2. Gilbreths dengan Studi Batu Batanya
Konesep digunakan oleh sepasang suami istri (Frank Gilbreths dan Lilian Gilbreths)
yang dimana menggunakan alat baru berupa gerak dari gambar/foto untuk mengkaji
pergerakan pegawai yang memasang batu bata.
3. Henry Gantt dengan Studi Gantt Chart-nya
Gantt memberikan fokus sistem kontrolnya untuk jadwal produksi, Carta Gantt
(perencanaan visual dan laporan kemajuan) berisi perencanaan waktu proyek dan
diadaptasi untuk aplikasi jadwal komputer.
4. William Ouchi dengan Teori Z (1981)
Teori Z yaitu teori yang menjelaskan mengenai adaptasi perilaku organisasi Jepang
oleh perusahaan-perusahaan Amerika.
- Perbedaan Pada Bos, Pemimpin dan Manajer
1. Bos: Seseorang yang berkuasa mengawasi dan memberi perintah kepada para
karyawan, pimpinan ataupun majikan.
2. Pemimpin: Seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan
bentuk alasannya.
3. Manajer: Seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengordinasikan
kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
- Perbedaan antara manajemen sektor publik dan manajemen sektor swasta
1. Manajemen Sektor Publik: Manajemen yang bersifat terbuka, memiliki keterkaitan
dengan berbagai pihak atau kelompok kepentingan (masyarakat) yang berhubungan
dengan pemerintah dan tidak berorienteasi pada laba pada akhirnya.
2. Manajemen Sektor Swasta: Manajemen yang biasanya lebih berorientasi pada laba
atau keuntungan pada akhirnya.
- Peran Leader dalam Manajer (Managerial)
1. Tacit Knowledge: Pengetahuan yang dimiliki seorang individu yang sulit
dikomunikasikan (Intuitive Ability) => Apabila nilai teori kepemimpinan tinggi
namun tidak dipraktekkan maka tidak dapat hasil yang maksimal.

2. Explicit Knowledge: Pengetahuan yang telah di artikulasikan sehingga lebih


terstruktur dan dapat disimpan, serta dapat dipindahkan ke siapapun dengan mudah.
PUBLIC ENTERPRISE
- BUMN (BADAN USAHA MILIK NEGARA)
- Pengertian BUMN
Badan usaha milik negara (disingkat BUMN) atau perusahaan milik negara merujuk
kepada perusahaan atau badan usaha yang dimiliki pemerintah sebuah negara.
- Ciri-ciri BUMN:
1. Penguasaan badan usaha dimiliki oleh pemerintah.
2. Pengawasan dilakukan, baik secara hirarki maupun secara fungsional dilakukan oleh
pemerintah.
3. Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah.
4. Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
5. Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah.
6. Untuk mengisi kas negara, karena merupakan salah satu sumber penghasilan negara.
7. Agar pengusaha swasta tidak memonopoli usaha yang menguasai hajat hidup orang
banyak.
8. Melayani kepentingan umum atau pelayanan kepada masyarakat.
9. Merupakan lembaga ekonomi yang tidak mempunyai tujuan utama mencari
keuntungan, tetapi dibenarkan untuk memupuk keuntungan.
BUMN di Indonesia berbentuk perusahaan perseroan, perusahaan umum, dan perusahaan
jawatan.
Perusahaan perseroan
Perusahaan perseroan (persero) adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang
modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki
oleh pemerintah (atas nama negara) yang tujuan utamanya mengejar keuntungan.
Contoh: PT. Kereta Api Indonesia Persero
Perusahaan umum
Perusahaan umum (perum) adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan
tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan
barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan
berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
Perusahaan jawatan
Perusahaan jawatan (perjan) sebagai salah satu bentuk BUMN memiliki modal yang
berasal dari negara.
LELANG
- Pengertian Lelang
Proses membeli dan menjual barang atau jasa dengan cara menawarkan kepada penawar,
menawarkan tawaran harga lebih tinggi, dan kemudian menjual barang kepada penawar
harga tertinggi.
- Macam-Macam Lelang
1. Lelang Terbuka => OE (Own Estimated: Harga Perkiraan Sendiri)
2. Lelang Terbatas/Tertutup
3. Lelang Pertunjukkan Langsung
4. Lelang Swakelola => Dikelola langsung oleh pemerintah
Adanya payung kerjasama (Contoh: UNPAD dengan pemerintah kota Bandung)
Menunjuk langsung => Harus ada vendor
- 5 Bentuk Investasi Pemerintah

1. Operation: Pemerintah/negara mengoperasikan pelaksanaan seluruh kegiatan.


2. Direct Control: Pemerintah/negara secara langsung mengendalikan kegiatan
3. Indirect Control: Pemerintah/negara berperan dalam kegiatan tetapi secara tidak
langsung mengendalikan.
4. Direct Influece: Pemerintah/negara secara langsung mempengaruhi kegiatan
Contoh: Pemerintah/negara menetapkan suku bunga
5. Indirect Influece: Pemerintah secara tidak langsung mempengaruhi kegiatan.
PPP: Public Private Partnership
Contracting out (adanya hubungan dengan swasta)
Contracting management

DAFTAR PUSTAKA

Sugandi, Yogi Suprayogi. 2011. ADMINISTRASI PUBLIK, Konsep dan Perkembangan Ilmu
di Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Silalahi, Ulbert. 2011. STUDI TENTANG ILMU ADMINISTRASI, Konsep, Teori, dan
Dimensi. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
http://id.wikipedia.org/
https://www.google.co.id/
Buku Catatan Pribadi