Anda di halaman 1dari 2

Terminologi dalam mengevaluasi control deficiency

Control deficiency adalah sebuah pengendalian atas kekurangan dalam sebuah pengendalian internal.
Yang dimaksud disini adalah sejauh mana kekurangan dalam sebuah sistem pengendalian internal dapat
dikontrol. Control deficiency muncul apabila sistem internal control tidak berjalan dengan semestinya.
Sistem internal control berfungsi untuk mengendalikan manajemen atau karyawan menjalankan fungsinya
masing masing, ketika manajemen atau seorang karyawan tidak menjalankan funsinya sebagaimana
mestinya maka timbul deficiency. Untuk mengkontrol deficiency tersebut maka perlu dibuat control
deficiency.
Misalnya terjadi deficiency pada design sistem internal contol seperti :
1. Design sistem internal kontrol yang telah dibuat tidak relevan dengan kinerja manajemen atau
karyawan sehingga jika design sistem internal control tersebut tetap digunakan maka tujuan pengendalian
kinerja manajemen dan karyawan tidak tercapai.
2. Design sistem internal control yang dibuat tidak dirancang dengan baik sehingga tidak dapat
digunakan.
Dapat dibuat control defisiensinya sebagai berikut :
1. Sebelum design sistem internal control dibuat sebaiknya dipelajari dan dipahami terlebih dulu
mekanisme kinerja manajemen dan karyawan.
2. merancang sistem internal control yang dapat digunakan oleh manajemen dan karyawan.
Selain pada design sistem internal control, deficiency juga dapat terjadi pada operasional sistem internal
control seperti :
1. Sistem internal control yang dibuat tidak beroperasi seperti yang diharapkan
2. Karyawan yang ditugaskan untuk melakukan internal control tidak memiliki otoritas yang diperlukan
atau kualifikasi untuk melakukan kontrol efektif.
Dapat dibuat control defisiensinya sebagai berikut :
1. Memberi akses pada karyawan yang ditugaskan untuk melakukan pengendalian internal atau internal
control agar lebih leluasa dalam melakukan pemeriksaan terhadap kinerja manajemen
Control deficiency juga perlu dilakukan terhadap kesalahan yang sifatnya material atau material weakness
yaitu kesalahan yang signifikan yang menyebabkan salah saji yang material pada laporan keuangan yang
tidak terdeteksi sehingga memberikan informasi yang salah pada pengguna laporan keuangan. Control
deficiency yang dapat dilakukan untuk mencegah material weakness adalah internal control meneliti
kembali laporan keuangan yang akan disajikan dan memeriksa kembali perhitungan dan kebijakan
akuntansi yang diambil perusahaan.
Sedangkan significant deficiency (kekurangan yang signifikan ) adalah kekurangan kontrol, atau
kombinasi kekurangan kontrol, yang mempengaruhi kemampuan manajemen untuk melaporkan data
keuangan kepada pihak eksternal sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum sehingga ada lebih
dari kemungkinan yang salah saji dari laporan tahunan atau interim perusahaan keuangan yang tidak akan
dicegah atau dideteksi. Terhadap significant deficiency juga perlu dilakukan control deficiency dengan

cara memperkejakan karyawan keuangan yang mengerti prinsip akuntansi serta menerapkan kebijakan
akuntansi yang konsisten.