Anda di halaman 1dari 25
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS DATA YANG DIPERLUKAN DATA IMPEDANSI : • GENERATOR • TRAFO
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
DATA YANG DIPERLUKAN
DATA IMPEDANSI : • GENERATOR
• TRAFO
• JARINGAN SUTM, SKTM
DATA TEGANGAN : • SUMBER, GENERATOR
• RATIO TRAFO
DATA KONFIGURASI JARINGAN
HASIL DIHITUNG : • NILAI ARUS GANGGUAN
• SUDUT ARUS GANGGUAN
• NILAI TEG. SAAT GANGGUAN
• SUDUT TEG. SAAT GANGGUAN
METODA HITUNG : • MATRIKS
• PEMISAHAN ELEMEN RIEL & IMAJINER
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
1
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS DASAR BERHITUNG : HUKUM KIRCHOFF : Σ I = 0
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
DASAR BERHITUNG : HUKUM KIRCHOFF : Σ I = 0
HUKUM OHM : V = I x Z
TEORI THEVENIN
V SEBELUM GANGGUAN = 1 p.u
Z = Z ekivalen
ARUS YANG DIDAPAT : ARUS DI TITIK GANGGUAN
KONTRIBUSI ARUS
PENGERTIAN Z ekivalen
SATU NILAI IMPEDANSI YANG
DILIHAT DARI TITIK GANGGUAN
KE SUMBER (SISTEM)
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
2
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS CONTOH JARINGAN Z eki. = ? Z 2 F Z
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
CONTOH JARINGAN
Z eki. = ?
Z 2
F
Z 4
Z 1
Z 3
F
Z 2-3 P
Z 4
Z 1
F
Z eki.
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
3
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS JARINGAN SEDERHANA, CARA DI ATAS DAPAT DITERAPKAN, MUDAH JARINGAN RUMIT,
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
JARINGAN SEDERHANA, CARA DI ATAS DAPAT
DITERAPKAN, MUDAH
JARINGAN RUMIT, GUNAKAN MATRIKS
CARANYA : MASING 2 IMPEDANS
DIUBAH MENJADI ADMITANS
Y = 1/ Z
MASING 2 SUMBER TEGANGAN
DIUBAH MENJADI SUMBER ARUS
I G = E G * Y G
SUSUN MATRIKS ADMITANSI DENGAN ELEMEN
DATA JARINGAN YANG ADA.
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
4
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS GUNAKAN HUKUM KIRCHOFF : ∑ I = 0 JUMLAH ARUS
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
GUNAKAN HUKUM KIRCHOFF :
∑ I = 0
JUMLAH ARUS PADA SATU NODE = 0 ATAU
BESAR ARUS YANG MASUK SATU NODE =
BESAR JUMLAH ARUS YANG KELUAR DARI NODE
DARI DASAR INI DAPAT DISUSUN
MATRIKS ADMITANS X MATRIKS TEGANGAN
Y x V =
DIMANA,
I
TETAPI, PERLU DIINGAT :
IMPEDANSI JARINGAN DALAM BENTUK KOMPLEKS
ADA BILANGAN RIEL, ADA BILANGAN IMAJINER
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
5
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS Z = R + jX EKSPRESI LAIN √ R 2
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
Z = R + jX
EKSPRESI LAIN √ R 2 + X 2 ∠ Atan(X/R)
[ Z ] ∠ θ
1
Y = 1 / Z
Y =
[
Z ] ∠ θ
∠-θ
1
=
[
Z ]
= [ Y ] ∠-θ
Y
= [ Y ] * Cos(-θ)
+ j
[ Y ] * Sin(-θ)
Y
= G + jB
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
6
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS CONTOH DENGAN ANGKA : Z = 3 + j4 EKSPRESI
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
CONTOH DENGAN ANGKA :
Z = 3 + j4
EKSPRESI LAIN √ 3 2 + 4 2 ∠ Atan(4/3)
[ 5 ] ∠ 53.1
1
Y
= 1 / Z
Y =
[
5 ] ∠ 53.1
1
∠-53.1
=
[
5 ]
= [ 0.2 ] ∠-53.1
Y
= [ 0.2 ] * Cos(-53.1)
+ j
[ 0.2 ] * Sin(-53.1)
Y = 0.12 - j0.16
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
7
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS PEMBENTUKAN MATRIKS ADMITANS ELEMEN DIAGONAL UTAMA Y AA Y BB
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
PEMBENTUKAN MATRIKS ADMITANS
ELEMEN DIAGONAL UTAMA
Y AA
Y
BB
BERISI JUMLAH SEMUA
ADMITANS YANG MENG-
APIT TITIK SUATU BUS
Y CC
CONTOH :
B
A
Y ABAB
Y AA = Y GAGA + Y ABAB + Y ACAC
Y
BB
Y ACAC
Y GAGA
Y
CC
SAMA CARANYA
SEPERTI MENYU-
SUN Y AA
C
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
8
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS PEMBENTUKAN MATRIKS ADMITANS ELEMEN BUKAN DIAGONAL UTAMA -Y AB -Y
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
PEMBENTUKAN MATRIKS ADMITANS
ELEMEN BUKAN DIAGONAL UTAMA
-Y AB -Y AC
-Y
BA
BERISI NILAI NEGATIF
ADMITANS YANG MENG-
APIT TITIK SUATU BUS
-Y
CA
CONTOH :
B
A
Y ABAB
-Y
= -Y BA
AB
-Y
= -Y CA
AC
Y ACAC
Y GAGA
C
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
9
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS LENGKAPNYA PERKALIAN MATRIKS Y x V = I : -Y
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
LENGKAPNYA PERKALIAN MATRIKS Y x V = I :
-Y
Y AA
-Y AC
V A
I A
AB
-Y
-Y BC
x
V
=
BA
Y BB
B
I B
-Y
V
CA
-Y CB
Y CC
C
I C
INGAT BILANGAN ELEMEN MATRIK = KOMPLEKS
MAKA DIEKSPRESIKAN SEBAGAI :
(G+jB) AA -(G+jB) AB -(G+jB) AC
(Vr+jVi)
(Ir+jIi)
A
A
-(G+jB) BA
(G+jB) BB -(G+jB) BC
x (Vr+jVi)
= (Ir+jIi)
B
B
-(G+jB) CA -(G+jB) CB
(G+jB) CC
(Vr+jVi)
(Ir+jIi)
C
C
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
10
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS PERKALIAN MATRIKS DIURAIKAN: (G) AA -(G) AB -(G) AC (B)
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
PERKALIAN MATRIKS DIURAIKAN:
(G) AA -(G) AB -(G) AC
(B) AA -(B) AB -(B) AC
(Vr+jVi)
A
-(G) BA
(G) BB -(G) BC
+ j -(B) BA
(B) BB -(B) BC
x
(Vr+jVi)
=
B
-(G) CA -(G) CB
(G) CC
-(B) CA -(B) CB
(B) CC
(Vr+jVi)
C
(Ir+jIi)
A
PERKALIAN MATRIKS DISEDERHANAKAN:
= (Ir+jIi)
(G + jB) x
(V
r + jV
i ) = (I r + jI i )
B
(Ir+jIi)
C
PERKALIAN MATRIK BILANGAN KOMPLEKS
INI ADALAH DARI :
Y x V = I
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
11
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS PERKALIAN MATRIKS DIURAIKAN: (G + jB) x (V + jV
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
PERKALIAN MATRIKS DIURAIKAN:
(G
+ jB) x
(V
+ jV
) = (I r + jI i )
r
i
(G
x V r ) +(jV i x G) +(jB x V r ) -(B x V i ) = (I r + jI i )
(G
x V r ) -(B x V
)
+j [(B x V
) +(V
x G)] = (I r + jI i )
i
r
i
(G
x V r ) -(B x V i ) = (I r )
(B x V
)
+(V
x G)
= (I
)
r
i
i
G -B
V r
I r
x
=
B
G
SUDAH TIDAK ADA
BILANGAN IMAJINER
V
i
I i
G = SUB MATRIKS ADMITANS BILANGAN RIEL
B = SUB MATRIKS ADMITANS BIL. IMAJINER
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
12
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS PERKALIAN MATRIKS BILANGAN KOMPLEKS MENGGUNAKAN BILANGAN RIEL : G -B
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
PERKALIAN MATRIKS BILANGAN KOMPLEKS
MENGGUNAKAN BILANGAN RIEL :
G -B
V r
I r
x
=
B
G
V i
I i
ORDE MATRIKS MENJADI 2 KALI ! !
TETAPI, PENYEDERHANAANNYA TETAP :
Y x V = I
V = I / Y
PERSAMAAN INI DIUBAH :
ATAU
Y -1 x I = V
SEHINGGA :
-1
-1
G -B
V
G -B
I r
r
x
= ,
=
B
G
V
B
G
I i
INVERS MATRIKS
ADMITANSI BIL.
KOMPLEKS.
i
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
13
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS URAIAN SELANJUTNYA : Y -1 JADI : ADALAH = Z
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
URAIAN SELANJUTNYA :
Y -1
JADI :
ADALAH = Z
G -B
R -X
-1 ADALAH =
B
G
X
R
KARENA BIL. ASLI RIEL
DAN IMAJINER ADALAH
HASIL INVERS MAT
[Y], BILANGAN RIEL
DAN IMAJINER =
PROSES INVERS MATRIKS [Y] DILAKUKAN DENGAN
MENGGUNAKAN FASILITAS PROGRAM EXCEL
MENJADI MATRIKS [Z]
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
14
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS SELENGKAPNYA : -1 (G) AA -(G) AB -(G) AC -(B)
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
SELENGKAPNYA :
-1
(G) AA -(G) AB -(G) AC
-(B) AA (B) AB
(B) AC
(Ir) A
(Vr)
A
-(G) BA
(G) BB -(G) BC
(B) BA -(B) BB (B) BC
(Ir) B
(Vr)
B
-(G) CA -(G) CB
(G) CC
(B) CA
(B) CB -(B) CC
(Ir) C
= (Vr)
C
x
(B) AA -(B) AB -(B) AC
(Ii)
(Vi)
A
A
-(B) BA
(B) BB -(B) BC
(G) AA -(G) AB -(G) AC
-(G) BA (G) BB -(G) BC
(Ii)
(Vi)
B
B
-(B) CA -(B) CB
(B) CC
-(G) CA -(G) CB (G) CC
(Ii)
(Vi)
C
C
ATAU
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
15
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS HASILNYA : (R) AA -(R) AB -(R) AC -(X) AA
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
HASILNYA :
(R) AA -(R) AB -(R) AC
-(X) AA (X) AB
(X) AC
(Ir) A
(Vr)
A
-(R) BA
(R) BB -(R) BC
(X) BA -(X) BB (X) BC
(Ir) B
(Vr)
B
-(R) CA -(R) CB
(R) CC
(X) CA
(X) CB -(X) CC
(Ir) C
= (Vr)
C
x
(X)
AA -(X) AB -(X) AC
(R) AA -(R) AB -(R) AC
(Ii)
(Vi)
A
A
-(X) BA (X) BB -(X) BC
-(R) BA (R) BB -(R) BC
(Ii)
(Vi)
B
B
-(X) CA -(X)
(X) CC
-(R) CA -(R) CB (R) CC
CB
(Ii)
(Vi)
C
C
IMPEDANS DENGAN NILAI INI YANG DIPAKAI UNTUK
PERHITUNGAN I(fault) DI TIAP BUS.
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
16
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS LAKUKAN PROSES INVERS PADA ADMITANSI : • URUTAN POSITIF •
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
LAKUKAN PROSES INVERS PADA ADMITANSI :
• URUTAN POSITIF
• URUTAN NEGATIF
• URUTAN NOL
AGAR MUDAH NILAINYA DALAM P.U
LIHAT NILAI R AA + jX AA YANG DIDAPAT :
NILAI Z AA = R AA + jX AA ADALAH :
IMPEDANS YANG DILIHAT DARI TITIK BUS A
KE SISTEM SUMBER
NILAI Z AB = R AB + jX AB ADALAH :
IMPEDANS YANG DILIHAT DARI TITIK BUS A
KE BUS B
DEMIKIAN SETERUSNYA
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
17
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS ARUS GANGGUAN DIHITUNG • PER URUTAN • TERGANTUNG JENIS GANGGUAN
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
ARUS GANGGUAN DIHITUNG
• PER URUTAN
• TERGANTUNG JENIS GANGGUAN
3 FASA
2 FASA
1 FASA KETANAH
CONTOH HITUNGAN GANGGUAN 3 FASA DI BUS A
I 3 FASA = I URUTAN POSITIF
Z MATRIKS YANG DIGUNAKAN :
HASIL INVERS MATRIKS Y POSITIF
TEGANGAN SUMBER SEBELUM GANGGUAN : 1 P.U
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
18
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS Eph = [Eph] ∠0 o I 3 FASA = I
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
Eph
= [Eph] ∠0 o
I 3 FASA =
I + A =
[Z AA ] ∠θ
Z AA
Dimana Z AA
= R AA + jX AA
= [I FA ] ∠ (0 o - θ)
ATAU
I FA = I FA x Cos(-θ) +j I FA x Sin(-θ)
= I r (fault A)
I i (fault A)
= I r +j I i
NILAI INI DIGUNAKAN LAGI UNTUK :
TEGANGAN DROP URUTAN (POS, NEG, DAN NOL)
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
19
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS MAKSUD TEGANGAN DROP: TEGANGAN DROP DARI SUMBER S/D BUS UNTUK
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
MAKSUD TEGANGAN DROP:
TEGANGAN DROP DARI SUMBER S/D BUS
UNTUK GANGGUAN DI SALAH SATU BUS
CARANYA : MASUKKAN NILAI Ir +jIi UNTUK
GANGGUAN DI A ( CONTOH),
SEDANG I DI BUS LAIN DIISI = 0
(TEORI THEVENIN)
KALIKAN MATRIKS Z (HASIL INVERS-
MATRIKS Y) DENGAN MATRIKS I
HASIL PERKALIAN INI ADALAH
MATRIKS V YANG TIDAK LAIN :
MATRIKS TEGANGAN DROP DARI SUMBER S/D
BUS UNTUK GANGGUAN DI BUS A
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
20
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS HASIL PERKALIANNYA : (R) AA -(R) AB -(R) AC -(X)
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
HASIL PERKALIANNYA :
(R) AA -(R) AB -(R) AC
-(X) AA (X) AB
(X) AC
(Ir) A
(Vr)
A
-(R) BA
(R) BB -(R) BC
(X) BA -(X) BB (X) BC
0
(Vr)
B
-(R) CA -(R) CB
(R) CC
(X) CA
(X) CB -(X) CC
0
(Vr)
C
=
x
(X)
AA -(X)
AB -(X)
(R) AA -(R) AB -(R) AC
AC
(Ii)
(Vi)
A
A
-(X) BA (X) BB -(X) BC
-(R) BA (R) BB -(R) BC
0
(Vi)
B
-(X) CA -(X)
(X) CC
-(R) CA -(R) CB (R) CC
CB
0
(Vi)
C
VOLTAGE DROP DARI SUMBER KE
MASING 2 BUS SESUAI NOTASI
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
21
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS TEGANGAN TIAP BUS ; TEORI KOMPONEN SIMETRIS : V 1
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
TEGANGAN TIAP BUS ;
TEORI KOMPONEN SIMETRIS :
V 1 = Eph – I 1 * Z 1
URUTAN POSITIF
V 2 = – I 2 * Z 2
URUTAN NEGATIF
V 0 = – I 0 * Z 0
URUTAN NOL
TEGANGAN DROP MASING 2
URUTAN DARI SUMBER KE BUS
V R = V 1 + V 2 + V 0
V S = a 2 V 1 + a V 2 + V 0
DIHITUNG DARI PER-
KALIAN MATRIKS Z
DAN MATRIKS I
V T = a V 1 + a 2 V 2 + V 0
SEHINGGA,
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
22
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS TEGANGAN TIAP BUS ; JENIS GANGGUAN DALAM CONTOH : 3
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
TEGANGAN TIAP BUS ;
JENIS GANGGUAN DALAM CONTOH : 3 FASA
JADI HANYA URUTAN POSITIF SAJA
V 1n = Eph – (I 1 * Z 1 ) n
= 1 ∠0 o – (V r +jV i ) n
= (1 – V r ) n + jV i n
o
= V 1n ∠ φ n
SEHINGGA KONTRIBUSI ARUS ANTAR BUS :
V 1(A) - V 1(B)
V 1(B) - V 1(C)
I 1(A-B) =
I 1(B-C) =
Z 1(A-B)
Z 1(B-C)
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
23
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS ARUS FASA ANTAR BUS ; TEORI KOMPONEN SIMETRIS : I
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
ARUS FASA ANTAR BUS ;
TEORI KOMPONEN SIMETRIS :
I R(A-B) = (I 1 + I 2 + I 0 ) (A-B)
I S(A-B) = (a 2 I 1 + a I 2 + I 0 ) (A-B)
I T(A-B) = (a I 1 + a 2 I 2 + I 0 ) (A-B)
DARI HITUNGAN INI DAPAT DIBUAT TABEL :
ARUS
FASA R
FASA S
FASA T
DARI
KE
ARUS
SUDUT
ARUS
SUDUT
ARUS
SUDUT
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
24
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS DEMIKIAN PULA TEGANGAN FASA TIAP BUS ; TEGANGAN FASA R
ANALISA HUBUNG SINGKAT 3 BUS
DEMIKIAN PULA TEGANGAN FASA TIAP BUS ;
TEGANGAN
FASA R
FASA S
FASA T
DI BUS
TEG.
SUDUT
TEG.
SUDUT
TEG.
SUDUT
DEMIKIAN, SELAMAT MENCOBA ! !
TERIMA KASIH
23-26 September 2002
Kursus "Protection for Transmission Line"
25