Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu mesin perkakas yang dikenal dalam proses produksi adalah mesin
sekrap/ketam. Mesin sekrap merupakan mesin yang memiliki gerakan utama, yaitu
gerakan mendatar/horisontal. Jenis pahat yang digunakan hampir sama dengan jenis
pahat mesin bubut.
Dalam sejarahnya telah dikenal mesin sekrap dan mesin serut. Kedua mesin ini
hampir sama, tetapi ada beberapa perbedaan mendasar, seperti pada mesin serut benda
kerja yang diproses berukuran besar, sedangkan pada mesin sekrap berukuran kecil.
Pada mesin serut benda digerakkan pada pahat yang stasioner, sedangkan pada mesin
sekrap pahat digerakkan terhadap benda kerja yang stasioner.
Mesin sekrap biasa disebut dengan mesin ketam yaitu sebuah mesin dengan pahat
pemotong dan jenis pahat mesin bubut yang mengambil pemotongan berupa garis lurus
dengan menggerakkan benda kerja menyilang, maka akan didapatkan permukaan yang
rata, bagaimanapun juga bentuk pahatnya.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam pengoperasian mesin sekrap, ada hal-hal yang yang perlu diketahui, yaitu:
1.2.1 bagaimana cara kerja mesin sekrap?
1.2.2 bagaimana perhitungan waktu permesinan?
1.2.3 bagaimana proses kerja penyakrapan?

1.3 Tujuan Penulisan


Penulisan karya tulis ini di maksudkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
1.3.1 Mampu membedakan jenis jenis dari mesin sekrap.
1.3.2 Dapat mengetahui dan menganalisa mekanisme mesin sekrap.
1.3.3 Mampu mengoperasikan bagian-bagian mesin dengan baik dan benar.
1.3.4 Mampu merencanakan, dan menghasilkan suatu produk dengan
menggunakan mesin sekrap.

Page 1

1.4 Ruang Lingkup


Adapun yang dibahas dalam karya tulis ini, yaitu hal-hal yang perlu di ketahui
dalam proses penyekrapan, tidak lain adalah sebagai berikut:
1.4.1 Definisi mesin sekrap dan sekrap.
1.4.2 Jenis-jenis dan bagian-bagian mesin sekrap.
1.4.3 Prinsip kerja mesin sekrap.
1.4.4 Jenis-jenis penyekrapan.
1.4.5 Mekanisme kerja mesin sekrap.
1.4.6 Pencekaman benda kerja dan alat potong.
1.4.7 Perhitungan waktu permesinan sekrap.
1.4.8 Proses penyekrapan blok V.

1.5 Cara Memperoleh Data


Data yang di peroleh penulis didapat dari berbagai referensi di internet, modul teori
sekrap, dan data-data yang di peroleh langsung di lapangan saat proses praktikum.

Page 2

BAB II
TEORI DASAR

2.1 Definisi Umum


Mesin sekrap atau shaping machine adalah suatu mesin perkakas yang digunakan
untuk mengubah permukaan benda kerja menjadi permukaan rata baik bertingkat,
menyudut, dan alur. Sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dikehendaki.
Sekrap merupakan proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan oleh
badan mesin (ram) yang meluncut bolak-balik pada gerak potong pahat pada benda
kerja merupakan gerakan lurus translasi. Dalam hal ini benda kerja dalam keadaan diam
dan pahat bergerak lurus translasi. Pada saat pahat melakukan gerak balik, benda kerja
juga melakukan gerak umpan (feeding). Sehingga punggung pahat akan tersangkut pada
benda kerja yang sedang bergerak tersebut. Untuk menghindari gangguan ini, pangkal
dudukan pahat diberi engsel sehingga punggung pahat dapat berayun pada waktu balik
menyentuh benda kerja.

2.2 Prinsip Kerja Mesin Sekrap


Pada mesin sekrap, gerakan berputar dari elektro motor diubah menjadi gerak lurus/
gerak bolak-balik melalui blok geser dan lengan penggerak. Posisi langkah dapat diatur
dengan spindel posisi dan untuk mengatur panjang langkah dengan bantuan blok geser.
Benda kerja diletakkan dan dijepit pada meja. Posisi meja dapat juga dinaikturunkan sepanjang pembimbing melalui poros ulir. Dengan memutar poros ulir yang
telah dihubungkan dengan roda gigi, maka gerakkan dari meja sepanjang pembimbing
melalui poros ulir dapat dilakukan. Dimana roda gigi digerakkan oleh tuas pengungkit
secara berkala. Gerakkan berkala ini dibuat sedemikian rupa sehingga poros ulir hanya
bergerak pada waktu ram melakukan gerak balik membawa dudukan pahat. Gerak putar
dari motor listrik diubah menjadi gerak translasi pada ram.

Page 3

2.3 Pengelompokan Mesin Sekrap


2.3.1 Menurut desainnya mesin sekrap dapat dikelompokkan sebagai berikut:
2.3.1.1 Pemotong dorong horizontal
2.3.1.1.1 Jenis biasa (pekerjaan biasa)
2.3.1.1.2 Jenis universal (pekerjaan ruang perkakas)
2.3.1.2 Pemotong tarik horisontal.
2.3.1.2.1 Pemotong vertikal.
2.3.1.2.2 Pembubut celah (slotter)
2.3.1.2.3 Pembubut dudukan pasak (key scatter)
2.3.1.3 Pemotong kegunaan khusus misalnya pemotongan roda gigi.

2.3.2 Menurut fungsinya mesin sekrap dikelompokkan sebagai berikut:


2.3.2.1 Mesin ketam horizontal.
Umumnya digunakan pada pekerjaan produksi dan pekerjaan serbaguna.
Mesin ini terdiri atas dasar dan rangka dan mendukung ram horizontal.
2.3.2.2 Mesin ketam.
Digunakan untuk penyelesain benda kerja yang memerlukan kecepatan
potong dan tekanan dalam pergerakan ram konstan dari awal sampai
dengan akhir pemotongan.
2.3.2.3 Mesin ketam potong tarik.
Diginakan untuk pemotongan blok cetakan besar pada produksi massal.
2.3.2.4 Mesin ketam vertikal.
Digunakan untuk pemotongan dalam dan penyerutan bersudut serta
untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal. Biasanya pada
pembuatan cetakan untuk logam dan non-logam.

Page 4

2.4 BagianBagian Dari Mesin Sekrap

Gambar 2.1. bagian-bagian mesin sekrap


2.4.1 Ram, yaitu bagian dari mesin ketam yang membawa pahat, diberi gerak
bolak-balik sama dengan panjang langkah yuang diinginkan.
2.4.2 Kunci ram, berfungsi agar ram tetap pada kedudukannya, sehingga panjang
langkah potong tidak berubah.
2.4.3 Kunci kepala pahat, berfungsi untuk mengunci pahat yang terpasang.
2.4.4 Pengatur kedudukan ram, berfungsi untuk mengatur kedudukan ram pada
posisi yang diinginkan.
2.4.5 Hantaran ulir, berfungsi untuk mengatur besarnya kedalaman pemakanan
pahat pada benda kerja.
2.4.6 Hendel pahat, berfungsi untuk menyetel kedudukan pahat.
2.4.7 Kotak lonceng, berfungsi agar pahat tidak menyayat benda kerja saat
kembali ke posisi awal.
2.4.8 Meja kerja, berfungsi sebagai tempat peletakan benda kerja dan biasanya
terdapat ragum di atasnya.
2.4.9 Motor listrik, berfungsi sebagai sumber daya untuk menjalankan mesin.
2.4.10 Tuas kecepatan, berfungsi untuk mengatur kecepatan gerakan ram.
2.4.11 Dial panjang langkah, berfungsi untuk mengatur panjang langkah
pemakanan.
2.4.12 Hantaran vertikal dan horisontal, berfungsi agar meja kerja dapat bergerak
vertikal dan horisontal.
Page 5

2.5 Dimensi Mesin Sekrap


Ukuran utama sebuah mesin sekrap ditentukan oleh :
2.5.1 Panjang langkah maksimum.
2.5.2 Jarak maksimum gerakan meja mesin arah mendatar.
2.5.3 Jarak maksimum gerkan meja mesin arah vertical (naik turunnya meja).

2.6 Mekanisme Kerja Mesin Sekrap


Mekanisme kerja yang mengendalikan mesin sekrap ada dua macam yaitu mekanik
dan hidrolik. Pada mekanisme mekanik digunakan crank mechanism. Pada
mekanisme ini roda gigi utama (bull gear) digerakkan oleh sebuah pinion yang
dihubungkan pada poros motor listrik melalui gear box dengan empat, delapan, atau
lebih variasi kecepatan. RPM dari roda gigi utama tersebut menjadi langkah per-menit
(strokes perminute, SPM). Mesin dengan mekanisme sistem hidrolik kecepatan
sayatnya dapat diukur tanpa bertingkat, tetap sama sepanjang langkahnya. Pada tiap saat
dari langkah kerja, langkahnya dapat dibalikkan sehingga jika mesin macet, lengannya
dapat ditarik kembali. Kerugiannya yaitu penyetelen panjang langkah tidak teliti.

Gambar 2.2 mekanisme kerja mesin sekrap

Page 6

2.7 Pengerjaan Sekrap


2.7.1 Penyekrapan Datar
Yang dimaksud dengan mengetam datar adalah gerak pahat saat penyayatan
ke arah mendatar dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri. Arah gerakan pahat
tersebut tergantung dari bentuk sudut-sudut bebasnya, jika pahat tersebut berbentuk
pahat kanan maka penyayatnya dimulai dari sebelah kanan ke arah kiri, tetapi jika
sudut bebasnya netral maka pahat ini dapat bergerak bebas dari kanan ke kiri atau
sebaliknya.
2.7.2 Penyekrapan Tegak
Dalam mengetam tegak maka gerak penyayatan pahat berlangsung dari atas
ke bawah secara tegak lurus, dalam hal ini pergerakan sayatan pahat dilakukan
dengan memutar eretan pahat dengan tangan, kedudukan plat pahat pada
penyayatan ini harus dimiringkan secukupnya agar pemegang pahat tidak mengenai
bidang kerja dan pahat tidak menekan benda kerja yang disekrap pada langkah ke
belakang. Tebal pemakanan sebaiknya kurang lebih 0.5 mm, pada taraf
penyelesaian pakailah pahat halus dengan sudut-sudut bebas yang kecil, usahakan
agar ujung mata pemotongnya mengenai benda kerja.
2.7.3 Penyekrapan Sudut
Jika mengetam bagian yang bersudut maka gerak penyayatannya dilakukan
dengan memutar eretan pahat yang kedudukannya menyudut sesuai dengan
besarnya sudut yang diketam, plat-plat pahat dimiringkan secukupnya dan ditahan
oleh suatu baji (pasak) sehingga pahat tidak menggaruk permukaan benda kerja
pada langkah ke belakang.
2.7.4 Penyekrapan Alur
Alur yang dapat disekrap adalah: alur terus luar, alur terus dalam, alur buntu,
alur tembus.

Page 7

2.8 Pencekaman Benda Kerja


2.8.1 Ragum
Benda persegi yang kecil dapat dipasang pada ragum. Sebelum proses sekrap
dilakukan perlu diperiksa kesejajaran garis ukuran yang akan disekrap dengan
mulut ragum. Untuk mempermudah proses pensejajaran antara mulut ragum dan
bagian yang akan disekrap digunakanlah parallel blok. Pencekaman benda kerja
disesuaikan dengan contour permukaan benda kerja yang akan disekrap. Untuk
mencekam benda kerja yang memiliki permukaan tidak beraturan atau tidak rata
kita harus memasang dan mengganjal
benda kerja dengan besi bulat yang dapat
menekan pada satu titik. Untuk menjepit
benda kerja yang berbentuk tabung, ada

Gambar 2.3 pencekaman dengan


landasan parallel pad

kalanya dibagian bawah benda kerja


diganjal dengan semacam pelat yang tipis
atau bisa juga menggunakan parallel blok.
Selain itu, paralel blok yang ada juga bisa

Gambar 2.4 Pencekaman benda yang tidak


rata

dimanfaatkan sebagai landasan pada saat proses


pencekaman benda kerja yang berbentuk
segmen atau sektor. Benda kerja yang

Gambar 2.5 Pencekaman sumbu atau tabung

mempunyai dimensi cukup besar dan tidak


mungkin dicekam dengan ragum, dapat
dicekam dengan menggunakan klem.

Gambar 2.6 pencekaman benda kerja


yang berbentuk segmen atau sektor

Perhatikan posisi pengekleman benda kerja terhadap arah pemotongan.


2.8.2 Klem
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika kita melakukan pengkleman
benda kerja :
2.8.2.1 Klem harus horizontal
2.8.2.2 Jarak A harus lebih kecil dari B
2.8.2.3 Mur dan T-Slot harus terpasang dengan ukuran yang sesuai dengan alur
meja.

Page 8

Benda kerja besar yang akan dipotong seluruh permukaannya, biasanya diklem
dengan menggunakan klem samping. Jumlah klem yang digunakan tergantung
besar kecilnya benda kerja.
Blok siku juga bisa dipergunakan sebagai alat bantu klem benda kerja. Caranya,
blok siku diikat dengan T-Slot pada meja sekrap, kemudian benda kerja yang akan
disekrap diklem dengan blok siku yang sudah terpasang pada meja sekrap.

Gambar 2.7 Pencekaman menggunakan


klem

2.8.3 Kepala pembagi


Dalam proses penyekrapan, pencekaman benda kerja dengan menggunakan
kepala pembagi di lakukan pada saat pembuatan roda gigi.

2.9 Pencekaman Alat Potong


Pencekaman alat potong atau pahat pada mesin sekrap disesuaikan dengan ukuran
mesin dan meja mesin. Yang perlu diingat pada saat mencekam pahat pada mesin
sekrap yaitu pahat dicekam sekuat mungkin. Hal ini dikarenakan pada saat langkah
pemakanan, pahat adalah salah satu bagian yang mengalami benturan (impact) terbesar
dengan benda kerja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan pahat
pada mesin sekrap sebagai berikut.
2.9.1 Pahat dipasang pada rumah ayunan kira-kira 30|40 mm keluar dari rumah
ayunan. Pada posisi ini pahat cukup kuat untuk menahan beban potong.

Page 9

2.9.2 Pencekaman pahat diusahakan sependek mungkin. Jika pemasangan pahat


terlalu panjang, pada saat terjadi impact maka pahat akan menjadi lentur dan
kemungkinan besar pahat akan patah.
2.9.3 Pada saat langkah pemakanan, rumah ayunan pahat dimiringkan berlawanan
arah dengan sisi potong pahat.
2.9.4 Pada saat proses pembuatan alur pada benda kerja, rumah ayunan pahat
dipasang tegak lurus terhadap sisi potong pahat.
2.9.5 Pada proses pembuatan alur dalam, pahat harus menggunakan alat bantu
tambahan yaitu klem pemegang pahat, dengan alat ini memungkinkan pahat
untuk membuat alur dengan kedalaman yan diinginkan.
2.9.6 Pada saat langkah pemotongan sisi benda kerja, posisikan rumah ayunan dan
pahat dalam keadaan miring/membuat sudut lancip terhadap benda kerja.
2.9.7 Pada saat langkah pemakanan menyudut pada benda kerja, posisikan rumah
ayunan dan pahat miring terhadap bidang yang akan disayat/membentuk
sudut lancip.

Page 10

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Perhitungan Waktu Permesinan


3.1.1 Panjang langkah (l)
=
Diketahui:
l = 42 mm
la = 38 mm
lb = 19 mm
Ditanya: L =.......?
Penyelesaian:
L = l + la + lb
= 42 mm + 38 mm + 19 mm
= 99 mm

3.1.2 Banyaknya langkah (n)

Diketahui:
vc = 60 mm/menit = 60 x 1000 = 60.000 mm/menit
L = 99 mm
Ditanya n =

n=

= 303,03 langkah/menit

3.1.3 Penampang tatal (A)

A=axs
Ditanya A =.......?

Page 11

Penyelesaian:
A=axs
=1 mm x 0,3 mm

3.1.4 Waktu pengerjaan

ta =
=

= 4,95 x

atau

= 2,475 x

atau

= 0,004 menit

tr =
=

= 0,002 menit

Jadi waktu satu kali langkah maju mundur


T = ta + tr
= 0,004 + 0,002 menit
= 0,006 menit

3.1.5 Jumlah langkah dalam pemotongan


Diketahui:
b1 = 8
penyelesaian:

.= 236,6 langkah

3.1.6 Waktu permesinan


jumlah langkah maju mundur x waktu tiap langkah maju mundur
th = z x t
= 236,6 x 0,006= 1,4196 menit
Page 12

3.1.7

= 1,4196 menit x
1,4196 menit x

x 4 (jumlah sisi yang akan di potong)

x4

= 1,4196 menit x 10,5 x 4


= 1,4196 menit x 42
= 59,62 menit

3.2 Peralatan dan APD Yang Digunakan


3.2.1 Peralatan :

3.2.2 APD (Alat Pelindung Diri) :

Pahat netral dan pahat alur

-pakaian kerja standar

Kunci pas

- sepatu safety

Bevel protactor

- kacamata safety

Jangka sorong
Palu tembaga/palu plastik
Dial indicator
Parallel pad
Penyiku
Kuas
Oil can
Kongkol penggores
Block siku
Kikir

Page 13

3.3 Menyekrap Block-V

Gambar 3.1 Blok V

Sebelum bekerja, pastikan semua alat pelindung diri digunakan. Periksa area
kerja, area kerja harus dalam kondisi.
Aman dan bersih
Bebas dari genangan oli dan air serta benda-benda yang berserakan di lantai
Intensitas cahaya yang cukup (200-500 lux)
Standar kebisingan 85 dBA

Periksa kondisi mesin dengan mengecek semua baut, eretan, handle, tombol,
sakelar, pompa pelumas. Apakah semuanya masih berfungsi dengan baik atau tidak.
3.3.1 Setting mesin.
3.3.1.1 Setting meja mesin agar berada pada posisi paling bawah
3.3.1.2 Pasang alat pencekam (ragum) benda kerja pada meja
3.3.1.3 Pasang dan setting rahang ragum agar tegak lurus dengan sumbu
lengan mesin.

Gambar 3.2 Pemasangan


ragum

Gambar 3.3 Mendial

Page 14

3.3.1.4 Ukur benda kerja kemudian marking sesuai dengan gambar kerja
3.3.1.5 Pasang benda kerja sesuai standar pencekaman
3.3.1.6 Atur/stel posisi tool post
3.3.1.7 Pasang alat potong pada tool post (bagian pahat yang menjulur keluar
dari tool post di usahakn sependek mungkin dan sesuai dengan
pekerjaan

Gambar 3.4 pencekaman alat potong

3.3.1.8 Atur/stel kecepatan


3.3.1.9 Atur panjang langkah lengan mesin (mesin dalam kondisi off).
3.3.1.9.1 Kendorkan baut/mur pengunci pengatur posisi dan panjang
langkah mesin
3.3.1.9.2 Setelah selesai kencangkan kembali.
3.3.1.10 Atur posisi langkah mesin (mesin dalam keadaan off).
3.3.1.10.1 Kendorkan baut pengunci
3.3.1.10.2 Putar handle pengatur posisi langkah mesin, putar kiri
artinya posisi langkah mesin maju dan putar kanan, posisi
langkah mesin mundur
3.3.1.10.3 Setelah itu kencangkan kembali baut penguncinya
3.3.2 Langkah kerja
3.3.2.1

switch on saklar utama mesin

3.3.2.2

switch on saklar emergency mesin

3.3.2.3

tekan handle kopling mesin

3.3.2.4

tekan tombol star mesin hingga motor mesin mulai berputar

3.3.2.5

tarik hendle kopling perlahan-lahan sampai lengan mesin


bergerak normal

Page 15

3.3.2.6

putar handle gerak vertikal meja hingga benda kerja mulai


bergerak mendekati dan menyentuh alat potong

3.3.2.7

kencangkan baut pengunci gerak vertikal

3.3.2.8

putar hendle gerak melintang meja secara manual atau otomatis


(stel posisi rachet gerak melintang meja) ke kiri dan ke kanan

3.3.2.9

sentuhkan pahat pada permukaan benda kerja

3.3.2.10

stel skala eretan pahat pada skala nol

3.3.2.11

sebelum memulai proses gunakan oil can untuk mendinginkan


benda kerja dan pahat

3.3.2.12

lakukan pemotongan disetiap bidang dan periksa kesikuan hingga


mencapai ukuran 34 x 34 x 42

3.3.2.13

pada saat ingin mematikan mesin untuk momotong bidang


sebelahnya, hal yang perlu diingat yaitu:
3.3.2.13.1 bebaskan benda kerja dari alat potong
3.3.2.13.2 tekan

hendle

kopling

secara

perlahan

untuk

menghentikan gerak lengan mesin pada posisi paling


belakang
3.3.2.13.3 tekan tombol stop hingga motor mesin benar-benar
berhenti berputar
3.3.2.13.4 tekan tombol emergency

Gambar 3.5 Pengasaran alur V


3.3.2.13.5 setelah mencapai ukuran dimensi benda kerja lakukan
pemotongan pengasaran step demi step sampai
mendekati garis markingan. setelah selesai matikan
mesin untuk mengganti pahat.

Page 16

3.3.2.13.6 pasang pahat alur tempatkan pahat di tengah-tengah


alur V yang terbentuk. Gambar 3.6 Penyumbuan
pahat terhadap benda kerja

Gambar 3.7 Penyekrapan Alur

3.3.2.13.7 penurunan pahat dilakukan dengan membebaskan


benda kerja dan alat potong dengan memutar hendle
gerak melintang meja, setelah itu kendorkan pengunci
gerak vertikal meja hingga benda kerja bergerak naik.
Kemudian kencangkan kembali. Dekatkan benda
kerja pada alat potong.
3.3.2.13.8 Lakukan pemotongan sampai ukuran yang sudah di
tentukan, setalah selesai matikan mesin
3.3.2.13.9 Miringkan kepala 45, atur posisi pahat

Gambar 38 penyetelan kepala atau posisi kepala

3.3.2.13.10 On-kan mesin dan lakukan pemotonga hingga


permukaan benda kerja rata

Page 17

Gambar 3.9 Proses finishing alur V

3.3.2.13.11 Setelah selesai matikan mesin dan periksa


kesimetrisanan alur V

Gambar 3.10 Pengukuran kesimetrisan alur V


3.3.2.13.12 Lakukan hal yang sama untuk bentuk V pada
bagian lainnya

Gambar 3.11 Pembuatan alur ke 2

Page 18

3.3.2.13.13 Untuk menghentikan mesin:


Bebaskan benda kerja dari alat potong
Tekan handle kopling mesin secara perlahan
untuk menghentikan mesin pada posisi paling
belakang.
Tekan tombol stop mesin
Tekan tombol emergency
3.3.2.13.14 Setelah benda kerja selesai, kikir bagian yang tajam.

Page 19

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Mesin sekrap dapat di operasikan untuk meratakan sebuah benda kerja, atau
mengurangi sebagian dari benda kerja sesuai dimensi dan bentuk yang kita inginkan.
Mengingat mesin tersebut bekerja bolak-balik secara horizontal, maka dalam meratakan
sebuah benda akan sangat efisien. Dalam praktikum, penulis mencoba membuat sebuah
benda berupa blok V yang pada awalnya berbentuk persegi panjang. Dengan
menggunakan mesin sekrap penulis juga mencoba membuat bidang miring pada bagian
benda kerja. Dan hasil dari sekrap akan lebih presisi dan rapih dibanding jika
memotong secara manual ataupun mesin cutting (karena permukaan bekas potongan
tidak akan rata, sehingga kita masih harus melakukan pekerjaan pengikiran untuk
meratakannya.

4.2 Saran
Mengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan tidak jauh dari bahaya, maka
untuk menghindari semua itu dalam melakukan pekerjaan di harapkan dapat
mengidentifikasi hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja agar pekerjaan tidak
terhenti dan mengakibatkan responsi Yang harus di tanamkan dalam diri yaitu harus
mengutamakan keselamatan kerja.

Page 20

DAFTAR PUSTAKA

ISTC. 1990. Kerja Sekrap Teori. Bandung


http://dc266.4shared.com/doc/jkekOPEv/preview.html
http://www.infoku.it.tc/2011/06/mekanisme-kerja-mesin-skrap.html
http://garispandang.blogspot.com/2011/02/mekanisme-balik-cepat-pada-mesinsekrap.html
http://alnto.jw.lt/Menyekrap
http://januarsutrisnoyayan.wordpress.com/2008/11/29/mesin-skrap/
http://fadli080284.web44.net/index.php?option=com_content&view=section&layou
t=blog&id=2&Itemid=5
http://fadli080284.web44.net/media/Modul%20Shaping.pdf

Page 21

LAMPIRAN

Tabel Shaper Speeds dan Feeds

Page 22

(a)

(e)

(b)

(f)

(h)

(c)

(d)

(g)

(i)

(j)

Gambar jenis-jenis pahat


pahat sekrap kasar lurus
pahat sekrap kasar lengkung
pahat sekrap datar
pahat sekrap runcing
pahat sekrap sisi
pahat sekrap sisi kasar
pahat sekrap sisi datar
pahat sekrap profil
pahat sekrap masuk ke dalam atau pahat sekrap masuk ke luar lurus
pahat sekrap masuk dalam atau pahat sekrap masuk ke luar diteruskan

Page 23

Page 24

Page 25