Anda di halaman 1dari 3

KEBERATAN ATAS

TAGIHAN SANKSI P2TL

A. LATAR BELAKANG DIAJUKANNYA KEBERATAN


Keberatan terhadap pengenaan Sanksi Tagihan Susulan kepada pelanggan

timbul

karena

pengenaan Tagihan Susulan dianggap sangat memberatkan aspek keuangan dari Pelanggan,
Pemakai listrik.
Dengan diajukannya keberatan, Pelanggan atau Pemakai listrik berharap mendapat keringanan
berupa penghapusan sanksi atau penurunan jumlah Tagihan Susulan.
B. PENGERTIAN KEBERATAN
Keberatan adalah upaya dari Pelanggan/Pemakai Listrik yang terkena sanksi P2TL mengajukan
alasan disertai bukti-bukti dalam waktu 14 hari kerja sejak menerima pemberitahuan pengenaan
sanksi P2TL kepada GM PT PLN Distribusi/Wilayah atau kepada Manajer PT PLN (Persero)
Area/Cabang tentang ketidaksetujannya terhadap sanksi P2TL.
C. PERTIMBANGAN
Adapun pertimbangan dibentuknya

Tim Keberatan dalam pelaksanaan P2TL sebagaimana

tertuang dalam Pasal 23 Direksi PT PLN (Persero) SK Direksi 1486.K/DIR/2011 adalah


sebagaimana dikemukakan berikut :
1. Bahwa tidak dapat diingkari bahwa kelainan-kelainan di instalasi Meter pelanggan yang oleh
PLN dinyatakan sebagai pelanggaran bisa terjadi karena berbagai hal :
a. Dilakukan dengan yang disengaja oleh pelanggang/pemakai listrik dengan tujuan
mengurangi biaya pemakaian listrik setiap bulan atau untuk waktu tertentu;
b. Dilakukan oleh orang lain seperti pengontrak, pemilik yang punya kepentingan pada
saat masih menggunakan bangunan, tetapi saat dilakukan pemeriksaan bangunan;
tersebut sudah tidak lagi ditempatinya melainkan telah dihuni oleh orang yang baru
c. Dilakukan oleh orang lain yang tidak memiliki kepentingan, seperti orang usil, orang
yang sengaja mengganggu kenyamanan pemilik rumah;
d. Dilakukan oleh oknum PLN, dengan tujuan ingin memperoleh keuntungan dengan
cara melakukan pemerasan kepada penghuni bangunan tanpa sepengetahuan PLN;
e. Kelalaian petugas PLN pada waktu pemasangang peralatan meter, seperti kelalaian
dalam melakukan penyegelan, kelalaian dalam melakukan pengawatan dll;
f.

Terjadi karena faktor alam, misalnya putusnya segel karena berkarat.

2. Bahwa Petugas P2TL baik petugas lapangan maupun Pejabat P2TL atau petugas Administrasi
ada kemungkinan kurang hati-hati dan kurang teliti dalam melakukan pemeriksaan atas fakta

fakta yang diperiksa dilapangan, sehingga terjadi kesalahan dalam menuliskan atau dalam
menetapkan indikator pelanggaran P2TL dan atau keliru dalam menetapkan jenis kualifikasi
pelanggaran, misalnya seharusnya mempengaruhi daya tetapi dinyatakan mempengaruhi
kwh atau bukan pelanggaran tetapi ditulis pelanggaran.
3. Bahwa pengenaan sanksi berupa penerbitan Tagihan Susulan atau pemutusan Sementara
atas sambungan listrik Pelanggan dapat menimbulkan penderitaan atau kerugian yang besar
bagi pelanggan atau bagi Pemakai listrik, bisa jadi pelanggan yang terkena sanksi Tagihan
Susulan harus menutup usahanya karena ketik mampuannya untuk melunasi Tagihan Susulan
Bahwa hubungan PLN sebagai Penyedia listrik dengan masyarakat Pelanggan adalah hubungan
kemitraan yang berlangsung terus menerus, sehingga diantara kedua belah pihak perlu dipelihara
hubungan baik secara terus menerus dan PT PLN (Persero) selaku pelaku Usaha harus melayani
konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun
1989
D. YANG BERHAK MENGAJUKAN KEBERATAN
Yang berhak mengajukan keberatan atas pengenaan Tagihan Susulan adalah Pelanggan yang
tercatat sebagai pihak yang terikat Jual Beli Listrik dengan pihak PLN atau Pemakai listrik, yaitu
orang yang nyata-nyata saat ini menggunakan listrik dari PLN.
E. ALAMAT PENGAJUAN KEBERATAN
Keberatan dapat diajukan kepada GM PT PLN (Persero) Distribusi/Wilayah atu kepada Manajer
Area/Cabang Unit yang menerbitkan sanksi dengan disertai alasan keberatan dan juga buktibukti
F. PENGAJUAN KEBERATAN
Pengajuan keberatan hanya dapat dilakukan oleh Pelanggan atau Pemakai listrik dalam tenggang
waktu 14 hari terhitung sejak diterimanya surat pemberitahuan pengenaan sanksi P2TL.
Keberatan yang diajukan oleh Pelanggan atau Pemakai listrik diluar tenggang waktu 14 hari
tersebut dianggap tidak pernah diajukan. Batasan ini bertujuan untuk adanya kepastian hukum
bagi dalam pelaksanaan P2TL. Terhadap keberatan yang diajukan oleh Pelanggan atau Pemakai
listrik dilakukan evaluasi oleh sebuah Tim yang dibentuk oleh GM atau yang dibentuk oleh
Manajer .

Adapun keanggotaan Tim Evaluasi tersebut berjumlah 5 orang yang terdiri dari :

a. Teknik
b. Niaga/pelayanan pelanggan
c. Administrasi dan Kepegawaian
d. Wakil dari Pemerintah
Keanggotaan Tim Keberatan tersebut diatas

bertanggung

jawab kepada GM PT PLN

Distribusi/Wilayah atau kepada Manajer Area/Cabang.


Dalam keberatan yang diajukan oleh Pelanggan/Pemakai listrik tidak terpenuhi baik baik secara
keseluruhan ataupun sebagian, maka unit yang mengenakan Tagihan Susulan harus
menyampaikan pemberitahuan keputusan atas keberatan dalam tenggang 14 hari kerja sejak
diterimanya keberatan, sedangkan dalam keberatan yang diajukan oleh Pelanggan terpenuhi
untuk diproses lebih lanjut maka unit yang menerima keberatan harus menyampaikan keputusan
atas keberatan tersebut dalam tenggang waktu 30 hari kerja sejak diterimanya keberatan.
Dalam hal setelah dilakukan evaluasi oleh Tim Keberatan tidak ditemukan kesalahan dari
Pelanggan atau Pemakai listrik, semantara terhadap sambungan listrik Pelanggan/Pemakai telah
dikenakan pemutusan sementara, maka Manajemen PLN harus menyampaikan permintaan maaf
secara tertulis paling lambat 14 hari kerja kepada Pelanggan/pemakai listrik
G. MANFAAT KEBERATAN
1. PLN dapat memperbaiki citra pelayannya kepada masyarakat khususnya pelanggan sehingga
melalui media keberatan PLN dapat menjelaskan secara terbuka kepada Pelanggan/Pemakai
listrik tentang hak dan kewajiban masing-masing dalam perjanjian jual beli listrik sehingga
kesan kesewenang-wenangan yang selama ini ada pada masyarakat dapat di kurangi;
2. PLN dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas atas pelayanan di masyarakat di lapangan,
misalnya cara berkomunikasi Petugas dengan Pelanggan/Pemakai listrik, tindakan curang
yang dilakukan petugas dan lain-lain;
3. PLN dapat melakukan pembinaan kepada petugasnya sesuai ketuan disiplin Pegawai yang
berlaku bagi pegawai PLN, Tegoran atau peninjauan perjanjian kerja sama kepada bagi P2TL
yang dilakukan oleh Pihak ketiga.
4. Terciptanya rasa keadilan bagi masyakat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan