CETIRIZINE
Topik yang dibahas
CETIRIZINE
Topik yang dibahas
Cetirizine merupakan antihistamin potensial yang memiliki efek sedasi (kantuk) ringan dengan
sifat tambahan anti alergi.
.: INDIKASI :.
Pengobatan rhinitis alergi menahun ataupun musiman, dan urtikaria idiopatik kronik.
.: KONTRA INDIKASI :.
.: DOSIS :.
Dewasa dan anak usia diatas 12 tahun : 1 tablet 10 mg, 1 kali sehari
Penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal : dosis sebaiknya dikurangi menjadi
tablet sehari.
Kejadian mengantuk telah dilaporkan pada beberapa pasien yang mengkonsumsi Cetirizine;
oleh karena itu hati-hati bila mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin. Penggunaan
Cetirizine bersamaan dengan alkohol atau depresan sistem saraf pusat lainnya sebaiknya
dihindari karena dapat terjadi peningkatan penurunan kewaspadaan dan kerusakan sistem saraf
pusat.
.: INTERAKSI OBAT :.
Penelitian dengan diazepam dan cimetidine menunjukkan kejadian interaksi obat. Sama seperti
antihistamin lain, disarankan untuk menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan.
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (25 30oC) dan terlindung dari cahaya.
Keterangan :
Rhinitis adalah gejala bersin-bersin dan keluarnya ingus karena alergi. Urtikaria adalah gejala
iritasi pada kulit yg ditandai kemerahan, gatal, yang bentuknya tebal dan menyatu (bukan
bintik-bintik) dikarenakan reaksi alergi pada kulit.
LORATADINE
.: KEMASAN & NO REG :.
.: FARMAKOLOGI :.
Loratadine adalah antihistamin kerja panjang yang mempunyai selektivitas tinggi terhadap
reseptor histamin-H1 perifer dan afinitas yang rendah terhadap reseptor-H1 di sususnan saraf
pusat. Loratadine juga mempunyai afinitias lemah terhadap reseptor adrenergik alfa dan
reseptor asetilkolin.
.: INDIKASI :.
Mengurangi gejala-gejala yang berkaitan dengan rhinitis alergik, seperti bersin-bersin, pilek,
dan rasa gatal pada hidung, rasa gatal dan terbakar pada mata.
Mengurangi gejala-gejala dan tanda-tanda urtikaria kronik serta penyakit dermatologik alergi
lain.
.: DOSIS :.
Hati-hati bila diberikan pada wanita yang sedang menyusui, karena Loratadine dieksresikan
dalam air susu ibu.
.: INTERAKSI OBAT :.
Penyimpanan :
Simpan pada suhu 2 30oC.
Perbedaan dengan Cetirizine :
Untuk anak 2-12 tahun, lebih dianjurkan menggunakan Loratadine.
AMOXICILLIN
.: KEMASAN & NO REG :.
Amoxicillin 125 mg / 5 mL, dry sirup, dalam botol 60 mL, No. Reg. : GKL0308507838A1.
Amoxicillin 500 mg kaplet (1 box berisi 10 strip @ 10 kaplet), No. Reg. :
GKL0308507904A1.
.: INDIKASI :.
Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka pada kulit & jaringan lunak,
saluran nafas, genitourinari, gonore.
.: KONTRA INDIKASI :.
Penderita hipersensitif atau mempunyai riwayat hipersensitif terhadap antibiotik beta laktam
(penicilin dan cephalosporin).
.: DOSIS :.
terhadap penisillin.
Amoxicillin harus digunakan dengan hati-hati pada wanita hamil dan menyusui.
Pengobatan dengan amoxicillin dalam jangka waktu lama harus disertai dengan pemeriksaan
terhadap fungsi ginjal, hati, dan darah.
.: INTERAKSI OBAT :.
Penyimpanan :
Kaplet : Simpan pada suhu di bawah 30 oC.
Penyiapan sediaan sirup kering :
Tambahkan 55 mL air masak sampai terbentuk suspensi. Isi bersih setelah ditambahkan air
adalah 60 mL. Dalam bentuk suspensi (sudah ditambahkan air), dapat disimpan pada tempat
dingin / sejuk, maksimum selama 7 hari.
CEFADROXIL
.: KEMASAN & NO REG :.
Cefadroxil 125 mg / 5 mL, sirup kering, dalam botol 60 mL, No. Reg. : GKL0208505538A1.
Cefadroxil 250 mg kapsul (1 box berisi 5 strip @ 10 kapsul), No. Reg. : GKL0208505001A1.
Cefadroxil 500 mg kapsul (1 box berisi 5 strip @ 10 kapsul), No. Reg. : GKL0208505001B1.
.: INDIKASI :.
Cefadroxil terutama digunakan untuk infeksi berat yang disebabkan oleh organisme gram
positif yaitu :
Infeksi saluran kemih : Pielonefritis, sistitis, uretritis, adneksitis, endometritis.
Infeksi saluran pernafasan : Tonsilitis, faringitis, bronkitis, pneumonia, abses paru,
bronkhopneumonia, sinusitis, laringitis, otitis media.
Infeksi kulit dan jaringan lunak : Limfadenitis, abses, selulitis, erisipelas, furunkulosis,
mastitis.
Infeksi lain : Osteomielitis, artritis sepsis, peritonitis septikemia.
.: KONTRA INDIKASI :.
Dewasa :
Infeksi saluran kemih : 1 - 2 gram / hari dalam dosis tunggal atau terbagi. Biasanya 2 gram
perhari dalam dosis terbagi.
Infeksi kulit dan jaringan lunak : 1 gram / hari atau 500 mg / 12 jam.
Faringitis, tonsillitis yang disebabkan oleh Streptococcus -haemolyticus : 1 gram / hari
dalam 2 dosis terbagi diberikan selama 10 hari.
Infeksi ringan : 1 gram / hari dalam dosis terbagi dua (2 x 500 mg)
Infeksi sedang sampai berat : 1 - 2 gram / hari dalam dosis terbagi 2 (500 mg 1 gram tiap 12
jam).
Anak-anak : 30 mg / kg BB / hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam.
Lihat tabel :
Pasien gangguan ginjal : Dosis diatur sesuai bersihan kreatinin untuk mencegah terjadinya
akumulasi obat. Dewasa : dosis awal 1.000 mg dan dosis pemeliharaan 500 mg setiap hari
Hati-hati pada penderita yang alergi terhadap derivat penisilin karena kemungkinan dapat
terjadi alergi silang.
Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan bayi prematur karena keamanannya belum
diketahui pasti.
Dapat memberikan hasil positif semu pada reaksi Coombs, pemeriksaan glukosa urin cara
Benedict dan Fehling.
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan di tempat kering pada suhu 15 30 oC.
CEFIXIME
.: KEMASAN & NO REG :.
Cefixime 100 mg / 5 mL, sirup kering, dalam botol 30 mL, No. Reg. : GKL0608513538A1.
Cefixime 100 mg / kapsul (1 box berisi 3 strip @ 10 kapsul), No. Reg. : GKL0608513701A1.
.: INDIKASI :.
Penyimpanan:
Simpan di tempat kering pada suhu 15 30 oC.
Penyiapan sediaan sirup kering :
Tambahkan 20 mL air masak sampai terbentuk suspensi. Untuk sediaan sirup kering setelah
ditambahkan air, akan stabil selama 7 hari pada suhu kamar atau lemari es. Sisa obat dalam
bentuk suspensi lebih dari 7 hari harus dibuang.
Kelebihan Cefixime
Penetrasi baik ke dalam air liur, tonsil, jaringan mukosa sinus maksilaris, sekret telinga,
empedu, dan cairan prostat. Cefixime stabil dan memiliki aktivitas yang baik terhadap : 1.
bakteri yang menghasilkan beta-laktamase 2. bakteri gram negatif.
CEFOTAXIME
.: KEMASAN & NO REG :.
Cefotaxime 1 gram injeksi ( 1box berisi 2 vial serbuk injeksi @ 10 mL), No. Reg. :
GKL0208505944B1.
Cefotaxime 500 mg injeksi ( 1box berisi 2 vial serbuk injeksi @ 10 mL), No. Reg. :
GKL0208505944A1.
.: FARMAKOLOGI :.
Cetirizine merupakan antihistamin potensial yang memiliki efek sedasi (kantuk) ringan dengan
sifat tambahan anti alergi.
.: INDIKASI :.
Infeksi berat yang disebabkan oleh patogen-patogen yang sensitif terhadap Cefotaxime seperti :
- Infeksi saluran napas, termasuk hidung dan tenggorokan.
- Infeksi pada telinga.
- Infeksi kulit dan jaringan lunak.
- Infeksi tulang dan sendi.
- Infeksi genitalia, termasuk gonore non-komplikata.
- Infeksi abdominal.
.: KONTRA INDIKASI :.
Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap antibiotik cephalosporin. Penderita ginjal yang
berat.
.: DOSIS :.
Dewasa dan anak > 12 tahun : 1 gram setiap 12 jam. Pada infeksi berat : 2 kali 2 gram/hari
biasanya cukup. Jika diperlukan dosis yang lebih besar, interval pemberian obat dapat
diperpendek menjadi setiap 6 - 8 jam.
Bayi dan anak-anak : 50 - 100 mg/kg BB/hari, dibagi dalam 2 - 4 dosis yang setara. Pada
infeksi yang mengancam jiwa dapat digunakan dosis sampai 200 mg/kg BB/hari. Karena
pada bayi prematur, klirens renal belum berkembang sempurna, dosis perhari tidak boleh
melampaui 50 mg/kg BB.
Untuk profilaksis perioperatif, dosis awal diberikan 30 - 60 menit sebelum pembedahan
dimulai. Tergantung dari resiko infeksi, dosis serupa dapat diulang.
Untuk terapi gonore non-komplikata pada orang dewasa, dosis tunggal Cefotaxime 1 gram
diberikan intramuskular. Pada bakteri yang kurang sensitif mungkin diperlukan peningkatan
dosis. Pasien harus diperiksa terhadap kemungkinan infeksi sifilis sebelum terapi dimulai.
Dosis pada gangguan fungsi ginjal. Bila klirens kreatinin < 5 mL/menit, dosis pemeliharaan
perlu dikurangi sampai separuh dosis normal. Dosis awal tergantung dari sensitivitas patogen
dan kegawatan infeksi. Rekomendasi dosis adalah berdasarkan pengalaman pada orang
dewasa.
Cara pemakaian
Cara pemberian obat sebaiknya melalui intravena (langsung pada vena atau bagian dari katup
selang infus), walaupun pemberian dapat pula dilakukan secara intramuskular. Pada pemberian
intramuskular injeksi harus disuntikkan dalam-dalam pada otot gluteal. Disarankan injeksi
intramuskular pada satu sisi yang sama tidak melebihi 4 mL (sekitar 1gram Cefotaxime).
Pada pasien yang hipersensitif terhadap penicillin ada kemungkinan terjadi sensitivitas silang.
- Hati-hati pemberian pada wanita hamil.
Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan riwayat penyakit gastrointestinal terutama
kolitis.
Cefotaxime diekskresikan dalam air susu ibu sehingga penggunaannya sebaiknya hati-hati
pada ibu menyusui.
Agar dilakukan pemeriksaan hitung darah pada penderita yang mendapatkan pengobatan
lebih dari 10 hari dan pengobatan dihentikan jika timbul neutropenia.
Interaksi obat : penggunaan bersamaan dengan diuretik kuat, probenesid, obat yang
berpotensi nefrotoksik (misal Aminoglikosid).
Efek pada parameter laboratorium.
Walaupun jarang, hasil tes Coombs positif palsu dapat dihasilkan pada pasien yang diberi
Cefotaxime.
Hasil positif palsu mungkin diperoleh dari glukosa urin, bila itu ditentukan dengan metode
reduksi. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan metode enzimatik.
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu < 25C, terlindung dari cahaya. Obat yang sudah dilarutkan sebaiknya
digunakan segera. Larutan ini boleh disimpan maksimum 24 jam pada suhu di bawah 25C
atau 7 hari di dalam lemari es.
Kelebihan Cefotaxime
Cefotaxime aktif terhadap bakteri gram negatif seperti E. coli, H. influenzae, Klebsiella sp. ,
Proteus sp., (indole positif & negatif ), Serratia sp. Neisseria sp, dan Bacteroides sp. Juga
bakteri gram positif antara lain Staphylococci, Streptococci aerob dan anaerob, Streptococcus
pneumoniae, Clostridium sp.
CEFTAZIDIME
.: KEMASAN & NO REG :.
Ceftazidime 1 gram injeksi ( 1 box berisi 2 vial serbuk injeksi @ 10 mL), No. Reg. :
GKL0208505244A1.
.: INDIKASI :.
Untuk infeksi-infeksi berat sebagai berikut : Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh organisme
yang peka terhadap Ceftazidime : Septikaemia, bakteriemia, meningitis, pneumonia,
bronkopneumonia, pleuritis, empiema, abses paru, pielonefritis akut dan kronik, pielitis,
prostatitis, kolesistitis, kolangitis, peritonitis, abses intra abdominal, penyakit inflamasi
panggul, osteomielitis, osteitis, artritis septik, abses ginjal, selulitis, infeksi luka bakar.
.: DOSIS :.
Jika reaksi alergi terhadap Ceftazidime, obat harus dihentikan. Pemberian pada wanita hamil
dan menyusui harus mempertimbangkan rasio manfaat dan resiko.
Penggunaan dosis tinggi harus diberikan dengan hati-hati pada penderita yang mendapat
pengobatan bersama-sama dengan obat nefrotoksik (aminoglikosida), diuretik kuat karena
dapat mempengaruhi fungsi renal.
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu < 25oC, lindungi dari cahaya. Obat yang sudah dilarutkan sebaiknya
digunakan segera. Larutan ini boleh disimpan maksimum 8 jam pada suhu < 25oC atau 7 hari
di dalam lemari es.
Kelebihan Ceftazidime :
Ceftazidime aktif terhadap bakteri gram negatif (termasuk Pseudomonas aeruginosa), gram
positif (termasuk Staphylococcus aureus), dan anaerob (Peptococcus sp., Peptostreptococcus
sp., Propionibacterium sp., Clostridium sp.).
CEFTRIAXONE
.: KEMASAN & NO REG :.
Ceftriaxone 1 gram injeksi ( 1 box berisi 2 vial serbuk injeksi @ 10 mL), No. Reg. :
GKL0208505344A1.
.: INDIKASI :.
Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh patogen yang sensitif terhadap Ceftriaxone, seperti:
infeksi saluran nafas, infeksi THT, infeksi saluran kemih, sepsis, meningitis, infeksi tulang,
sendi dan jaringan lunak, infeksi intra abdominal, infeksi genital (termasuk gonore), profilaksis
perioperatif, dan infeksi pada pasien dengan gangguan pertahanan tubuh.
.: KONTRA INDIKASI :.
.: DOSIS :.
Dewasa dan anak > 12 tahun dan anak BB > 50 kg : 1 - 2 gram satu kali sehari. Pada
infeksi berat yang disebabkan organisme yang moderat sensitif, dosis dapat dinaikkan
sampai 4 gram satu kali sehari.
Bayi 14 hari : 20 - 50 mg/kg BB tidak boleh lebih dari 50 mg/kg BB, satu kali sehari.
Bayi 15 hari -12 tahun : 20 - 80 mg/kg BB, satu kali sehari. Dosis intravena > 50 mg/kg
BB harus diberikan melalui infus paling sedikit 30 menit.
Lamanya pengobatan
Lamanya pengobatan berbeda-beda tergantung dari penyebab penyakit seperti pengobatan
dengan antibiotik pada umumnya, pemberian obat harus diteruskan paling sedikit sampai 48 72 jam, setelah penderita bebas panas atau pembasmian kuman tercapai dengan nyata.
Gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati : Pada kasus payah ginjal preterminal (bersihan
kreatinin < 10 mL/menit), dosis tidak boleh melampaui 2 gram sehari. Tidak perlu
pengurangan dosis selama fungsi salah satu ginjal atau hati masih baik.
CIPROFLOXACIN
.: KEMASAN & NO REG :.
.: INDIKASI :.
Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap Ciprofloxacin
seperti :
Infeksi saluran cerna, termasuk demam tifoid yang disebabkan oleh S. thypi
.: KONTRA INDIKASI :.
.: DOSIS :.
Dosis Oral
Infeksi berat saluran kemih : 2 x 500 mg sehari. - Infeksi ringan / sedang saluran nafas,
tulang, sendi, kulit, jaringan lunak : 2 x 250 - 500 mg sehari.
Infeksi berat saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak : 2 x 500 750 mg
sehari.
Osteomielitis akut : dosis tidak kurang dari 2 x 750 mg sehari. Lama pengobatan
tergantung beratnya infeksi, kemajuan klinis dan bakteriologis. Untuk infeksi akut,
lama pengobatan biasanya 5 10 hari. Pada umumnya pengobatan harus diteruskan
sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang.
Dosis pada penggunaan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit,
maka dosis normal hanya diberikan 1 kali sehari atau jika diberikan 2 kali sehari, dosis
harus dikurangi separuhnya.
Dosis Infus
Ciprofloxacin infus harus diberikan secara infus intravena lambat dalam waktu lebih dari 60
menit.
Infeksi ginjal tanpa komplikasi dan infeksi saluran kemih bagian atas dan bawah : 2 x 100 mg
sehari.
Infeksi lain : 2 x 200 mg sehari.
Gonorrhea akut dan sistitis akut tanpa komplikasi pada wanita : infus tunggal 100 mg.
Larutan infus dapat diberikan baik secara langsung atau setelah dicampur dengan larutan infus
lain. Larutan infus ciprofloxacin cocok dengan larutan natrium klorida 0,9%, dextrose 5%, air
steril untuk injeksi, dextrose 10%, dextrose 5% dan natrium klorida 0,225%, dextrose 5% dan
sodium klorida 0,45%, ringer laktat. Larutan infus ciprofloxacin tidak cocok dengan larutan
asam amino dan sodium bikarbonat.
Ciprofloxacin tablet
Ciprofloxacin tablet harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria.
Ciprofloxacin harus diberikan dengan hati-hati pada penderita usia lanjut, pasien
epilepsi dan pasien yang pernah mengalami gangguan susunan syaraf pusat.
Ciprofloxacin infus
Hati-hati pemberian Ciprofloxacin infus pada:
Pasien yang mempunyai faktor risiko lain untuk terjadinya kejang atau menurunkan
nilai ambang kejang.
Reaksi hipersensitivitas (anafilaksis) pernah dilaporkan. Bila timbul ruam kulit atau reaksi
hipersensitif lainnya, penggunaan harus dihentikan.
- Kolitis pseudomembranosa pernah dilaporkan.
- Dapat terjadi pusing dan sakit kepala
- Jika terjadi neuropati perifer, hentikan pengobatan.
- Adanya kemungkinan peningkatan efek samping yang melibatkan sendi dan sekitarnya pada
pasien anak (< 18 tahun).
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 30C.
KANAMYCIN
.: KEMASAN & NO REG :.
Kanamycin 1 gram injeksi (1 box berisi 10 vial serbuk injeksi @ 1 gram), No. Reg. :
DKL0308508344A1.
.: INDIKASI :.
Kanamycin diindikasikan untuk pengobatan penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh
bakteri gram negatif yang sensitif terhadap kanamycin antara lain : E. Coli, Proteus sp.,
Enterobacter aerogenes, K. Pneumoniae.
.: KONTRA INDIKASI :.
Pasien dengan gangguan fungsi organ rumah siput dan rongga depan telinga.
Pemberian secara intraperitoneal selama operasi pada pasien yang mendapat senyawa
penghambat neuromuskular.
.: DOSIS :.
Dewasa
Infeksi akut : 1 gram perhari dalam dosis terbagi 2 atau 4 (selama maksimum 6 hari).
Total dosis tidak boleh melebihi 10 gram.
Infeksi kronis : 3 gram perminggu ( 1 gram tiap 2 hari); atau 4 gram seminggu (2 kali
seminggu, 1 gram 2x sehari).
Anak-anak
Infeksi akut : 15 mg/kg BB perhari dalam dosis terbagi 2 atau 4 (maksimum 6 hari).
Cara Pemakaian
Pemberian secara intramuskular. Larutkan 1 gram Kanamycin dalam 3 mL aquabidest steril,
kocok kuat kuat.
.: EFEK SAMPING :.
Pada beberapa pasien kanamycin dapat menyebabkan reaksi alergi seperti : kemerahan pada
kulit, demam dan anafilaksis. Ototoksik dan nefrotoksik kanamycin dapat timbul pada
penggunaan jangka lama.
.: INTERAKSI OBAT :.
Bila digunakan bersamaan dengan diuretik, antiemetik, larutan injeksi kalsium, vitamin K,
streptomycin atau viomycin.
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 30C.
ACYCLOVIR
.: KEMASAN & NO REG :.
Acyclovir 200 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg. : GKL0108504810A1.
Acyclovir 400 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg. : GKL0108504810B1.
.: FARMAKOLOGI :.
Acyclovir adalah zat antivirus yang sangat aktif secara in vitro melawan virus herpes simpleks
(HSV) tipe I dan II, serta virus varisela zoster. Setelah masuk ke dalam sel terinfeksi, Acyclovir
terfosforilasi membentuk senyawa aktif Acyclovir trifosfate. Tahap awal proses tergantung
pada enzim viral-coded thymidine kinase. Acyclovir trifosfate berperan sebagai inhibitor dan
sebagai substrat palsu untuk herpes-specified DNA polymerase yang mencegah sintesis DNA
virus tanpa mempengaruhi proses sel normal.
.: INDIKASI :.
Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa,
termasuk herpes genital awal dan kambuhan, pencegahan infeksi herpes simpleks pada pasien
immuno-compromised. Pengobatan infeksi herpes zoster.
.: KONTRA INDIKASI :.
.: DOSIS :.
Dewasa
Pengobatan infeksi herpes simpleks : 200 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam,
selama 5 hari, tetapi pada beberapa infeksi awal pengobatan dapat diperpanjang. Pada
pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien
dengan gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. Pemberian
obat harus diberikan sesegera mungkin setelah terjadinya infeksi.
Pencegahan herpes simpleks : 200 mg, 4 kali sehari dengan interval 6 jam. Pada
beberapa pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau
pasien gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. (lama
pemberian disesuaikan dengan periode resiko dihapus saja, gak jelas artinya)
Pengobatan herpes zoster : 800 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 7 hari.
Anak-anak
Anak-anak usia kurang dari 2 tahun : diberikan setengah dosis dewasa untuk
pengobatan herpes simpleks dan profilaksis herpes simpleks.
.: EFEK SAMPING :.
Acyclovir pada wanita hamil hanya diberikan apabila pertimbangan manfaat lebih besar
Jangan diberikan melebihi dosis, frekuensi penggunaan, dan lamanya pengobatan yang
dianjurkan.
.: INTERAKSI OBAT :.
Penyimpanan:
Simpan di tempat kering pada suhu 15o 30o C, terlindung dari cahaya.
KETOCONAZOLE
.: KEMASAN & NO REG :.
Ketoconazole 200 mg tablet ( 1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg. : GKL0208506310A1.
.: FARMAKOLOGI :.
.: INDIKASI :.
Infeksi pada kulit, rambut dan kuku (kecuali kuku kaki) yang disebabkan oleh
dermatofit dan atau ragi (dermatofitosis, onikomikosis, Candida perionixis, pitiriasis
versikolor, pitiriasis kapitis, infeksi pitirosporum, folikulitis, kandidosis kronik
mukokutan), bila infeksi ini tidak dapat diobati secara topikal karena tempat lesi tidak
di permukaan kulit atau kegagalan pada terapi topikal.
Ketoconazole tidak berpenetrasi dengan baik ke dalam susunan saraf pusat. Oleh karena itu
meningitis jamur jangan diobati dengan ketoconazole oral.
.: KONTRA INDIKASI :.
Wanita hamil.
.: DOSIS :.
Pengobatan kuratif :
Dewasa
Infeksi kulit, gastrointestinal dan sistemik : 1 tablet (200 mg) sekali sehari pada waktu
makan. Apabila tidak ada reaksi dengan dosis ini, dosis ditingkatkan menjadi 2 tablet
(400 mg sehari).
Kandidosis vagina : 2 tablet (400 mg) sekali sehari pada waktu makan.
Anak-anak
Tidak boleh digunakan untuk anak di bawah umur 2 tahun.
Anak dengan berat badan kurang dari 15 kg : 20 mg 3 kali sehari pada waktu makan.
Anak dengan berat badan 15-30 kg : 100 mg sekali sehari pada waktu makan.
Pada umumnya dosis diteruskan tanpa interupsi sampai minimal 1 minggu setelah semua
gejala hilang dan sampai kultur pada media menjadi negatif.
Pengobatan profilaksis :
1 tablet (200 mg) sekali sehari pada waktu makan.
Lama pengobatan :
Mikosis pada kulit yang disebabkan oleh dermatofit : kurang lebih 4 minggu.
Pitiriasis versikolor : 10 hari. Mikosis mulut dan kulit yang disebabkan oleh kandida :
2 - 3 minggu
Infeksi jamur pada kuku : 3-6 bulan, bila belum ada perbaikan dapat dilanjutkan hingga
12 bulan. Lama terapi dipengaruhi juga dengan kecepatan pertumbuhan kuku, sampai
kuku yang terinfeksi digantikan oleh kuku yang normal.
.: EFEK SAMPING :.
Sakit kepala, peningkatan enzim hati yang reversibel, gangguan haid, pusing, parestesia
Ginekomastia dan oligospermia yang reversibel bila dosis yang diberikan lebih tinggi
dari dosis terapi yang dianjurkan.
.: OVER DOSIS :.
Tidak ada tindakan yang khusus yang harus diberikan. Hanya tindakan suportif yang perlu
dilakukan seperti bilas lambung.
.: PERINGATAN DAN PERHATIAN :.
Penting memberikan penjelasan kepada pasien yang diterapi untuk jangka panjang
mengenai gejala penyakit hati seperti letih tidak normal yang disertai dengan demam,
urin berwarna gelap, tinja pucat atau ikterus.
Faktor yang meningkatkan risiko hepatitis : wanita berusia di atas 50 tahun, pernah
menderita penyakit hati, diketahui mempunyai intoleransi dengan obat, pemberian
jangka lama dan pemberian obat bersamaan dengan obat yang mempengaruhi fungsi
hati. Tes fungsi hati dilakukan pada pengobatan dengan ketoconazole lebih dari 2
minggu. Apabila telah didiagnosis sebagai penyakit hati, pengobatan harus dihentikan.
Fungsi adrenal harus dimonitor pada pasien yang menderita insufisiensi adrenal dan
pada pasien dengan keadaan stres yang panjang (pasien bedah besar, pasien perawatan
intensif, dll).
Jangan diberikan pada wanita hamil, kecuali kemungkinan manfaatnya lebih besar
daripada risikonya pada janin.
Kemungkinan diekskresikan dalam air susu ibu, maka ibu yang diobati dengan
ketoconazole dianjurkan untuk tidak menyusui.
.: INTERAKSI OBAT :.
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada temperatur 15 30C, hindarkan dari kelembaban.
AMLODIPINE
.: KEMASAN & NO REG :.
vaskular dan otot jantung sehingga mempengaruhi kontraksi otot polos vaskular dan otot
jantung. Amlodipine menghambat influks ion kalsium secara selektif, di mana sebagian besar
mempunyai efek pada sel otot polos vaskular dibandingkan sel otot jantung.
Efek antihipertensi amlodipine adalah dengan bekerja langsung sebagai vasodilator arteri
perifer yang dapat menyebabkan penurunan resistensi vaskular serta penurunan tekanan darah.
Dosis satu kali sehari akan menghasilkan penurunan tekanan darah yang berlangsung selama
24 jam. Onset kerja amlodipine adalah perlahan-lahan, sehingga tidak menyebabkan terjadinya
hipotensi
akut.
Efek antiangina amlodipine adalah melalui dilatasi arteriol perifer sehingga dapat menurunkan
resistensi perifer total (afterload). Karena amlodipine tidak mempengaruhi frekuensi denyut
jantung, pengurangan beban jantung akan menyebabkan penurunan kebutuhan oksigen
miokardial
serta
kebutuhan
energi.
Amlodipine menyebabkan dilatasi arteri dan arteriol koroner baik pada keadaan oksigenisasi
normal maupun keadaan iskemia. Pada pasien angina, dosis amlodipine satu kali sehari dapat
meningkatkan waktu latihan, waktu timbulnya angina, waktu timbulnya depresi segmen ST
dan menurunkan frekuensi serangan angina serta penggunaan tablet nitrogliserin.
Amlodipine tidak menimbulkan perubahan kadar lemak plasma dan dapat digunakan pada
pasien asma, diabetes serta gout.
.: INDIKASI :.
Amlodipine digunakan untuk pengobatan hipertensi, angina stabil kronik, angina vasospastik
(angina prinzmetal atau variant angina). Amlodipine dapat diberikan sebagai terapi tunggal
ataupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi dan antiangina lain.
.: KONTRA INDIKASI :.
Amlodipine tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amlodipine dan
golongan dihidropiridin lainnya.
.: DOSIS :.
Penggunaan dosis diberikan secara individual, bergantung pada toleransi dan respon pasien.
Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg satu kali sehari, dengan dosis maksimum 10 mg satu
kali sehari. Untuk melakukan titrasi dosis, diperlukan waktu 7-14 hari.
Pada pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati, dosis yang dianjurkan pada
awal terapi 2,5 mg satu kali sehari. Bila amlodipine diberikan dalam kombinasi dengan
antihipertensi
lain,
dosis
awal
yang
digunakan
adalah
2,5
mg.
Dosis yang direkomendasikan untuk angina stabil kronik ataupun angina vasospastik adalah 510 mg, dengan penyesuaian dosis pada pasien usia lanjut dan kelainan fungsi hati.
Amlodipine dapat diberikan dalam pemberian bersama obat-obat golongan tiazida, ACE
inhibitor, -bloker, nitrat dan nitrogliserin sublingual.
.: EFEK SAMPING :.
Secara umum amlodipine dapat ditoleransi dengan baik, dengan derajat efek samping yang
timbul bervariasi dari ringan sampai sedang. Efek samping yang sering timbul dalam uji klinik
antara
lain
:
edema,
sakit
kepala.
Secara umum
: fatigue, nyeri, peningkatan atau penurunan berat badan.
Pada keadaan hamil dan menyusui : belum ada penelitian pemakaian amlodipine pada wanita
hamil, sehingga penggunaannya selama kehamilan hanya bila keuntungannya lebih besar
dibandingkan risikonya pada ibu dan janin. Belum diketahui apakah amlodipine diekskresikan
ke dalam air susu ibu. Karena keamanan amlodipine pada bayi baru lahir belum jelas benar,
maka
sebaiknya
amlodipine
tidak
diberikan
pada
ibu
menyusui.
Efektivitas dan keamanan amlodipine pada pasien anak belum jelas benar.
.: PERINGATAN DAN PERHATIAN :.
Amlodipine dapat diberikan bersama dengan penggunaan diuretik golongan tiazida, -bloker,
-bloker, ACE inhibitor, nitrat, nitrogliserin sublingual, antiinflamasi non-steroid, antibiotika,
serta
obat
hipoglikemik
oral.
Pemberian bersama digoxin tidak mengubah kadar digoxin serum ataupun bersihan ginjal
digoxin
pada
pasien
normal.
Amlodipine tidak mempunyai efek terhadap ikatan protein dari obat-obat : digoxin, phenytoin,
warfarin
dan
indomethacin.
Pemberian bersama simetidin atau antasida tidak mengubah farmakokinetik amlodipine.
.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (di bawah 30C).
BISOPROLOL
.: KEMASAN & NO REG :.
Gagal jantung akut atau selama episode dekomposisi gagal jantung yang memerlukan
terapi intravena inotropik.
Syok kardiogenik