Anda di halaman 1dari 2

SOP

DERMATITIS ATOPIK
No. Kode
Terbitan
:
No. Revisi
:
Tanggal Terbit
:
Halaman
:

dr. Hj. Nia Soniawaty

UPTD PUSKESMAS
CILAWU
1.Pengertian

NIP. . 197204172003122005

Dermatitis atopik adalah peradangan kulit berulang dan kronis


dengan disertai gatal, pada umunya pada bayi dan anak disertai

2.Tujuan

adanya riwayat atopi pada keluarga.


Sebagai pedoman petugas untuk menegakan diagnosis dan

3.Kebijakan

penatalaksanaan dermatitis atopik.


SK Kepala UPTD Puskesmas Cilawu tentang Kebijakan

4.Referensi

Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Cilawu


1. Permenkes no 5 tahun 2014 tentang PANDUAN PRAKTIS
KLINIS BAGI DOKTER PELAYANAN PRIMER

5. Prosedur /

langkahlangkah

1. Anamnesis :
- Keluhan utama gatal dapat hilang timbul sepanjang hari,
-

umumnya lebih hebat pada malam hari.


Terdapat riwayat sering merasa cemas, frustasi.
Faktor resiko penderita wanita lebih banyak dibandingkan
pria, riwayat sensitif terhadap wol, bulu kucing, anjing, ayam,

burung.
2. Pemeriksaan Fisik : kulit penderita dermatitis atopik :
- Perabaan kering
- Pucat/redup
- Jari tangan teraba dingin
- Terdapat papul, likenifikasi, eritema, erosi, eksoriasi,
eksudasi dan krusta pada lokasi predileksi.
3. Diagnosis differensial :
- Dermatitis seboroik
- Dermatitis numularis
- Scabies
4. Pemeriksaan penunjang :
- Serum IgE,
- skin prick test
5. Terapi :
- Modifikasi gaya hidup : menghindari wol/bahan sintetik,
memakai sabun dengan pH netral dan mengandung
pelembab, menghindari pemakaian bahan kimia tambahan,
menghindari stress psikis, menghindari bahan pakaian
tebal/ketat/kotor, menjaga kebersihan daerah popok (bayi),
-

hindari penggunaan babyoil.


Farmakoterapi :
Topical : kortikosteroid topical 2x sehari (desonid krim 0,05%
atau fluosinolon asetonidkrim 0,025%) selama 2 minggu.
Untuk likenifikasi dan hiperpigmentasi diberikan golongan
1

SOP

DERMATITIS ATOPIK
No. Kode
Terbitan
:
No. Revisi
:
Tanggal Terbit
:
Halaman
:

dr. Hj. Nia Soniawaty

UPTD PUSKESMAS
CILAWU

NIP. . 197204172003122005
betametason valerat krim 0,1% atau mometason furoat krim
-

0,1%.
Oral : antihistamin sedative yaitu hidroksisin 2x1 tablet
selama 2 minggu atau loratadine 1x10 mg/hr selama 2

minggu.
6. Kriteria rujukan :
- Bila diperlukan skin prick test
- Bila gejala tidak membaik dengan pengobatan selama 4

6.Bagan Alir

minggu
- Bila kelainan meluas sampai eritroderma
Rawat Inap, BP, PUSTU

7.Hal-hal yang

Rekam medis

harus
diperhatikan
8.Unit Terkait

Rawat Inap, BP, PUSTU

9.Dokumen

Rekam medis

terkait
10.Rekaman
Histori
Perubahan

No

Yang di ubah

Isi ubahan

Tanggal mulai di
berlakukan