Anda di halaman 1dari 37

BAB II

PENGELOLAAN KASUS
A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Persepsi Sensori :
Halusinasi Pendengaran
2.1 Pengkajian Keperawatan
Menurut Stuart dan Sundeen (1998) :
1. Faktor Predisposisi
Faktor predisposisi adalah faktor resiko yang mempengaruhi jenis dan
jumlah sumber yang dapat dibangkitkan oleh individu untuk mengatasi
stress. Faktor predisposisi meliputi :
a. Faktor Perkembangan
Jika tugas perkembangan mengalami hambatan dan hubungan
interpersonal terganggu, maka individu akan mengalami stress dan
kecemasan.
1) Usia bayi, tidak terpenuhi kebutuhan makanan, minum dan rasa
aman
2) Usia balita, tidak terpenuhi kebutuhan ekonomi
3) Usia sekolah, mengalami peristiwa yang tidak terselesaikan
b. Faktor Sosial Budaya
Kehidupan sosial budaya dapat mempengaruhi gangguan orientasi
realita seperti kemiskinan, konflik sosial budaya (peperangan atau
kerusuhan) dan kehidupan yang terisolasi atau seseorang yang
merasa disingkirkan disertai stress sehingga orang tersebut merasa
kesepian di lingkungan yang membesarkannya. Stress yang
menumpuk dapat menunjang terhadap skizofrenia dan gangguan
psikotik lain tetapi diyakini sebagai peenyebab utama gangguan.
c. Faktor Biologis
Gangguan perkembangan dan fungsi otak susunan syaraf pusat
dapat menimbulkan gangguan orientasi realitas. Gejala yang
mungkin timbul adalah hambatan dalam belajar, berbicara, daya
ingat dan muncul perilaku menarik diri. Abnormalitas yang

Universitas Sumatera Utara

menyebabkan respon neurobiologi yang maladaptif termasuk halhal berikut :


1) Penelitian pencitraan otak yang menunjukkan keterlibatan otak
yang lebih luas dalam perkembangan skizofrenia, lesi pada area
frontal dan temporal.
2) Beberapa kimia otak dikaitkan dengan skizofrenia seperti
dopamine neurotransmitter yang berlebihan dan masalah pada
respon dopamine.
d. Faktor Psikologis
Teori psikodinamika yang menggambarkan bahwa halusinasi
terjadi karena adanya isi alam tidak sadar yag masuk alam sadar
sebagai respon terhadap konflik psikologis dan kebutuhan yang
tidak terpenuhi, sehingga halusinasi merupakan gambaran dan
rangsangan keinginan dan ketakutan

yang dialami oleh klien.

Hubungan interpersonal yang tidak harmonis serta adanya peran


ganda bertentangan yang sering diterima oleh seseorang akan
mengakibatkan stress dan kecemasan yang tinggi dan berakhir
pada gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas
meliputi : penolakan atau kekerasan dalam kehidupan klien. Mudah
kecewa, mudah putus asa, kecemasan tinggi, menutup diri, ideal
diri tinggi, harga diri rendah, identitas diri tidak jelas, krisis peran,
gambaran diri negatif, dan koping destruktif.
e. Faktor Genetik
Adanya pengaruh herediter (keturunan) berupa anggota keluarga
terdahulu yang mengalami skizofrenia dan kembar monozigot.
2. Faktor Presipitasi
a. Biologi
Stressor biologi yang berhubungan dengan respon neurobiologi
yang maladaptif, termasuk gangguan dalam putaran umpan balik
otak yang mengatur proses informasi dan abnormalisasi pada
mekanisme pintu masuk dalam otak yang mengakibatkan
ketidakmampuan untuk selektif menghadapi rangsangan.

Universitas Sumatera Utara

b. Stress lingkungan
Secara biologis menetapkan ambang toleransi terhadap stress yang
berinteraksi terhadap stressor lingkungan yang menentukan
terjadinya gangguan perilaku.
c. Pemicu gejala
Pemicu yang biasanya terdapat pada respon neurobiologi yang
maladaptif berhubungan dengan kesehatan (gizi buruk, infeksi),
lingkungan rasa bermusuhan/lingkungan yang penuh kritik,
gangguan dalam hubungan intrpersonal, sikap dan perilaku
(keputusasaan, kegagalan).
3. Perilaku
Respon klien terhadap halusinasi dapat berupa rasa curiga, takut, tidak
aman, gelisah dan bingung, berperilaku yang merusak diri, kurang
perhatian, tidak mampu mengambil keputusan, serta tidak dapat
membedakan kenyataan nyata dan tidak nyata. Ketidakmampuan untuk
mempersepsikan stimulus secara nyata dapat menyulitkan kehidupan
klien. Rawlins dan Heacock (1993) mencoba memecahkan masalah
halusinasi berlandaskan atas hakikat keberadaan seorang individu
sebagai makhluk yang dibangun atas dasar unsur-unsur bio-psikososio-spiritual sehingga halusinasi dapat dilihat dari lima dimensi yaitu
sebagai berikut :
a. Dimensi fisik
Manusia dibangun oleh sistem indera untuk menanggapi
rangsangan

eksternal

yang

diberikan

oleh

lingkungannya.

Halusinasi dapat ditimbulkan oleh beberapa kondisi fisik seperti


kelelahan yang luar biasa, penggunaan obat-obatan, demam hingga
delirium, intoksikasi alkohol, dan kesulitan untuk tidur dalam
waktu yang lama.
b. Dimensi emosional
Perasaan cemas yang berlebihan karena problema atau masalah
yang tidak dapat diatasi merupakan penyebab halusinasi itu terjadi.
Isi dari halusinasi dapat berupa perintah memaksa dan menakutkan.

Universitas Sumatera Utara

Klien tidak sanggup lagi menentang printah tersebut sehingga


berbuat sesuatu terhadap ketakutannya.
c. Dimensi intelektual
Dimensi intelektual menerangkan bahwa individu yang mengalami
halusinasi akan memperlihatkan adanya penurunan fungsi ego.
Pada awalnya halusinasi merupakan usaha dari ego sendiri untuk
melawan impuls yang menekan, tetapi pada saat tertentu
menimbulkan kewaspadaan yang dapat mengambil seluruh
perhatian klien dan tidak jarang akan mengontrol semua perilaku
klien.
d. Dimensi sosial
Dimensi sosial pada individu yang mengalami halusinasi
menunjukkan kecenderungan untuk menyendiri. Individu asyik
dengan halusinasinya, seolah-olah ia merupakan tempat untuk
memenuhi kebutuhan akan interaksi sosial, kontrol diri, dan harga
diri yang tidak didapatkan dalam dunia nyata. Isi halusinasi
dijadikan sistem kontrol oleh individu tersebut, sehingga jika
perintah halusinasi berupa ancaman, maka hal tersebut dapat
mengancam dirinya atau orang lain. Oleh karena itu, aspek penting
dalam melaksanakan intervensi keperawatan pada klien yang
mengalami halusinasi adalah dengan mengupayakan suatu proses
interaksi yang meenimbulkan pengalaman interpersonal yang
memuaskan, serta mengusahakan agar klien tidak menyendiri. Jika
klien selalu berinteraksi dengan lingkungannya diharapkan
halusinasi tidak terjadi.
e. Dimensi spiritual
Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial, sehingga
interaksi dengan manusia lainnya merupakan kebutuhan yang
mendasar. Klien yang mengalami halusinasi cenderung menyendiri
hingga proses di atas tidak terjadi. Individu tidak sadar dengan
keberadaannya dan halusinasi menjadi sistem kontrol dalam

Universitas Sumatera Utara

individu tersebut. Saat halusinasi menguasai dirinya, individu


kehilangan kontrol terhadap kehidupan nyata.
4. Sumber Koping
Sumber koping merupakan suatu evaluasi terhadap pilihan koping dan
strategi seseorang. Individu dapat mengatasi stress dan ansietas dengan
menggunakan sumber koping yang ada di lingkungannya. Sumber
koping tersebut dijadikan sebagai modal untuk menyelesaikan
masalah. Dukungan sosial dan keyakinan budaya dapat membantu
seseorang mengintegrasikan pengalaman yang menimbulkan stress dan
meengadopsi strategi koping yang efektif.
5. Mekanisme Koping
Perilaku yang mewakili upaya untuk melindungi diri sendiri dari
pengalaman

yang

menakutkan

berhubungan

dengan

respon

neurobiologi termasuk
a. Regresi, menghindari stress, kecemasan dan menampilkan perilaku
kembali

seperti

pada

perilaku

perkembangan

anak

atau

berhubungan dengan masalah proses informasi dan upaya untuk


menanggulangi ansietas.
b. Proyeksi, keinginan yang tidak dapat ditoleransi, mencurahkan
emosi pada orang lain karena kesalahan yang dilakukan sendiri
(sebagai upaya untuk menjelaskan kerancuan persepsi).
c. Menarik diri, reaksi yang ditampilkan dapat berupa reaksi fisik
maupun psikologis, reaksi fisik yaitu individu pergi atau lari
menghindar sumber stressor misalnya menjauhi polusi, sumber
infeksi, gas beracun dan lain-lain. Sedangkan reaksi psikologis
individu menunjukkan perilaku apatis, mengisolasi diri, tidak
berminat, sering disertai rasa takut dan bermusuhan.

Universitas Sumatera Utara

2.2 Analisa Data


Masalah Keperawatan

Data yang perlu dikaji

Perubahan persepsi sensori Subjektif:


halusinasi pendengaran

- Klien mengatakan mendengar sesuatu


- Klien mengatakan melihat bayangan putih
- Klien mengatakan dirinya seperti disengat
listrik
- Klien mencium bau-bauan yang tidak
sedap seperti feses
- Klien mengatakan kepalanya melayang di
udara
- Klien mengatakan dirinya merasakan ada
sesuatu yang berbeda pada dirinya
Objektif :
- Klien terlihat bicara atau tertawa sendiri
saat dikaji
- Bersikap seperti mendengarkan sesuatu
- Berhenti bicara di tengah-tengah kalimat
untuk mendengarkan sesuatu
- Disorientasi
- Konsentrasi rendah
- Pikiran cepat berubah-ubah
- Kekacauan alur pikiran
(Fitria, N. 2010)

2.3 Rumusan Masalah


Masalah Keperawatan
a. Halusinasi Pendengaran
b. Harga Diri Rendah
c. Isolasi Sosial
Masalah Prioritas : Halusinasi Pendengaran

Universitas Sumatera Utara

2.4 Perencanaan
Langkah kedua dari proses keperawatan adalah perencanaan dimana
perawat akan menyusun rencana yang akan dilakukan pada klien untuk
mengatasi masalahnya, perencanaan disusun berdasarkan diagnosa
keperawatan. Diagnosa pertama atau masalah utamanya adalah halusinasi
pendengaran. Tujuan utama adalah klien dapat mengontrol halusinasi yang
dialaminya. Adapun tujuan khusus pada diagnosa ini adalah:
a. Membina hubungan saling percaya dengan cara
Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip terapeutik
1. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
2. Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat
berinteraksi
3. Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien
4. Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali interaksi
5. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
6. Berikan perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar
klien
7. Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi klien
8. Buat kontrak interaksi yang jelas
9. Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan perasaan klien
b. Klien dapat mengenal halusinasinya
1. Adakan kontak sering dan singkat secara bertahap
2. Observasi tingkah laku klien yang terkait dengan halusinasinya,
dengar, lihat, penghidu, raba dan pengecapan. Jika menemukan
klien yang sedang halusinaasi maka:
a) Tanyakan apakah klien mengalami sesuatu (halusinasi dengar,
lihat, penghidu, peraba, pengecap)
b) Jika klien menjawab ya, tanyakan apa yang sedang dialaminya
c) Katakan bahwa perawat percaya klien mengalami hal tersebut,
namun perawat sendiri tidak mengalaminya (dengan nada
bersahabat tanpa menuduh atau menghakimi)
d) Katakan bahwa ada klien lain yang mengalami hal yang sama

Universitas Sumatera Utara

e) Katakan bahwa perawat akan membantu.


3. Jika klien tidak sedang berhalusinasi, klarifikasi tentang adanya
pengalaman halusinasi diskusikan dengan klien
a) Isi, waktu, dan frekuensi terjadinya halusinasi (pagi, siang,
sore, malam) atau sering dan kadang-kadang
b) Situasi dan kondisi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan
halusinasi
c) Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi
halusinasi

dan

beri

kesempatan

kepada

klien

untuk

mengungkapkan perasaannya
d) Diskusikan dengan klien apa yang dilakukan untuk mengatasi
hal tersebut
e) Diskusikan tentang dampak yang akan dialaminya bila klien
berhalusinasi.
c. Klien dapat mengontrol halusinasinya
1. Identifikasi bersama klien cara atau tindakan yang dilakukan jika
terjadi halusinasi (tidur, marah, menyibukkan diri dan lain-lain)
2. Diskusikan cara yang digunakan
a) Jika cara yang dilakukan klien adaptif maka berikan pujian
b) Jika cara yang digunakan maladaptif, diskusikan dengan klien
kerugian cara tersebut.
c) Diskusikan cara baru untuk memutus atau mengontrol
timbulnya halusinasi dengan cara
d) Katakan pada diri sendiri bahwa ini tidak nyata, katakan saya
tidak mau dengar, lihat. Mencium, meraba dan mengecap pada
saat halusinasi terjadi
e) Menemui orang lain atau perawat, teman ataupun anggota
keluarga untuk menceritakan halusinasinya
f) Membuat dan melaksanakan jadwal kegiatan harian yang telah
disusun
g) Meminta keluarga, teman, perawat menyapa klien jika sedang
berhalusinasi.

Universitas Sumatera Utara

3. Bantu klien memilih cara yang sudah dianjurkan dan latih untuk
mencobanya
4. Beri kesempatan kepada klien untuk melakukan cara yang dipilih
dan dilatih
5. Pantau pelaksanaan yang telah dipilih dan dilatih, jika berhasil
berikan pujian
6. Anjurkan klien mengikuti terapi aktivitas kelompok, orientasi
realita stimulasi persepsi
d. Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik
1. Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian bila tidak
minum obat, nama, warna, dosis, cara, efek terapi dan efek
samping penggunaan obat.
2. Pantau klien saat penggunaan obat
3. Beri pujian bila klien menggunakan obat dengan benar
4. Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi
5. Anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter/perawat jika terjadi
hal yang tidak diinginkan.

B. Asuhan Keperawatan Kasus


2.5 Pengkajian
a. BIODATA
IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny.N

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 27 tahun

Status Perkawinan

: Belum menikah

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Belum bekerja

Alamat

: Jl Sudarsono LK 24 Pekan Labuhan

Tanggal Masuk RS

: 04 Mei 2013

No. Register

: 03.24.19

Universitas Sumatera Utara

Ruangan/Kamar

: Ruang Mawar

Golongan Darah

:O

Tanggal Pengkajian

: 18 Juni 2013

Tanggal Operasi

:-

Diagnosa Medis

: Skizofrenia Paranoid

b. KELUHAN UTAMA
3 bulan yang lalu pasien mengalami gangguan seperti menangis tanpa
sebab, ketawa sendiri, melompat ke sungai, malas kerja di rumah,
susah disuruh mandi. Keluarga pernah mencoba mengobati ke orang
kampong namun tidak ada perubahan.
c. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
A. Provocative/palliative
1. Apa penyebabnya
Pasien merasa mendengar suara-suara aneh dan tidak jelas.
2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan
Tidak ada hal-hal yang bisa memperbaiki keadaan pasien,
sehingga pasien harus dirawat di RSJ.
B. Quantity/quality
1. Bagaimana dirasakan
Pasien merasa terganggu dengan suara-suara aneh tersebut
2. Bagaimana dilihat
Pasien terkadang kurang kontak mata jika sedang berbicara
dengan lawan bicaranya, pasien kelihatan tidak tenang kalau
merasa sewaktu-waktu suara-suara itu muncul lagi.
C. Severity
Halusinasi yang dialami klien saat ini sudah mulai berkurang tidak
seperti waktu pertama kali klien baru mengalami halusinasi.
D. Time
Suara itu muncul pada saat pasien menyendiri, dan pada saat akan
tidur di malam hari.
d. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
A. Penyakit yang pernah dialami

Universitas Sumatera Utara

3 bulan yang lalu pasien mengalami gangguan jiwa


B. Pengobatan/tindakan yang dilakukan
Keluarga pernah mengobati pasien ke orang kampung tetapi tidak
ada perubahan
C. Pernah dirawat/dioperasi
Pasien belum pernah dioperasi ataupun dirawat sebelumnya
D. Lama dirawat
E. Alergi
Pasien tidak memiliki riwayat alergi.
F. Imunisasi
Tidak lengkap
e. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
A. Orang tua
Ibu dan Ayah kandung pasien sehat hingga sekarang.
B. Saudara kandung
Saudara kandung pasien sehat.
C. Penyakit keturunan yang ada
Tidak ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarga pasien
D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
Tidak ada riwayat anggota keluarga pasien yang mengalami
gangguan jiwa kecuali pasien sendiri
E. Anggota keluarga yang meninggal
Tidak ada anggota keluarga pasien yang meninggal
F. Penyebab meninggal
f. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL
A. Persepsi pasien tentang penyakitnya
Pasien merasa tidak dapat cepat sembuh
B. Konsep diri

Universitas Sumatera Utara

1. Gambaran diri : Ny.N mengatakan dirinya sangat menyukai


anggota tubuhya karena menganggap dirinya tidak ada
kekurangan yang berarti.
2. Ideal diri : Ny.N mengatakan ingin bsa pulang dari rumah sakit
jiwa, serta berguna bagi keluarganya, pasien pun ingin sukses
agar bisa membuat bangga orang tua.
3. Harga diri : Ny.N mengatakan tidak bisa lagi membantu orang
tua, merasa tidak layak sebagai anak dan sungkan untuk
berkumpul dengan masyarakat. Ny.N mengatakan menyesal
tidak bisa membantu orang tua tetapi menjadi beban bagi
mereka.
4. Peran diri : Ny.N memiliki peran dalam keluarga sebagai anak
namun masih belum mendapat bekerja hingga sekarang
5. Identitas diri : Ny.N adalah anak keempat dari 9 bersaudara dan
telah menempuh sekolah sampai kelas 2 SMA saja.
C. Keadaan emosi
Keadaan emosi pasien masih labil.
D. Hubungan sosial
1) Orang yang berarti : Kedua orang tua Ny.N
2) Hubungan dengan keluarga : Baik
3) Hubungan dengan orang lain : pasien kurang bergaul dengan
orang lain
4) Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : pasien
merasa tidak pandai dan malu dalam bergaul
E. Spiritual
1) Nilai dan keyakinan : pasien beragama islam
2) Kegiatan ibadah : pasien tidak sholat 2 minggu terakhir ini
g. STATUS MENTAL
1) Tingkat

kesadaran

klien

mengatakan

masih

merasa

bingung/orientasi dengan lingkungan sekitarnya


2) Penampilan : klien tidak rapi dalam berpakaian
3) Pembicaraan : klien berbicara lambat dengan lawan bicaranya

Universitas Sumatera Utara

4) Alam perasaan : klien mengalami ketakutan dengan lingkungan


sekitarnya serta orang-orang baru yang masih belum dikenal klien
dan ingin cepat pulang
5) Afek : datar
6) Interaksi selama wawancara : klien kooperatif namun kurang
kontak mata dengan lawan bicara
7) Persepsi : klien mengalami halusinasi pendengaran
8) Proses pikir : klien tidak mengalami gangguan dalam berbicara
9) Isi pikir : fobia
10) Waham : curiga
11) Memori : gangguan daya ingat jangka pendek
h. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan Umum
Kesadaran komposmentis
B. Tanda-Tanda Vital
1) Suhu tubuh

: 36,3C

2) Tekanan darah

: 120/80 mmHg

3) Nadi

: 80/i

4) Pernafasan

: 20/i

5) Skala nyeri

: Sedang

6) TB

: 155 cm

7) BB

: 60 kg

C. Pemeriksaan Head to toe


Kepala dan Rambut
1) Bentuk

: Normal, tidak ada benjolan

2) Ubun-ubun

: Simetris

3) Kulit kepala

: Kurang bersih

Rambut
1) Penyebaran keadaan rambut

: Rata

2) Bau

: Agak berbau

3) Warna kulit

: Sawo matang

Universitas Sumatera Utara

Wajah
1) Warna kulit

: Sawo matang

2) Struktur wajah

: Simetris

Mata
1) Kelengkapan dan kesimetrisan

: Lengkap, simetris

2) Palpebra

: Normal

3) Konjungtiva dan sclera

: Normal

4) Pupil

: Normal

5) Cornea dan iris

: Normal

6) Visus

:-

7) Tekanan bola mata

:-

Hidung
1) Tulang hidung dan posisi septum nasi:
2) Lubang hidung

: Ada, tidak ada kelainan

3) Cuping hidung

: Tidak ada

Telinga
1) Bentuk telinga

: Simetris kanan dan kiri

2) Ukuran telinga

: Normal

3) Lubang telinga

: Bersih

4) Ketajaman pendengaran

: Baik

Mulut dan faring


1) Keadaan bibir

: Lembab

2) Keadaan gusi dan gigi

: Bersih

3) Keadaan lidah

: Bersih

4) Orofaring

:-

Leher

Universitas Sumatera Utara

1) Posisi trachea

: Normal

2) Thyroid

: Normal

3) Suara

: Normal

4) Kelenjar limfe

: Normal

5) Vena jugularis

: Normal

6) Denyut nadi karotis

: Normal

Pemeriksaan integumen
1) Kebersihan

: Bersih

2) Kehangatan

: Hangat

3) Warna

: Sawo matang

4) Turgor

: Normal

5) Kelembaban

: Lembab

6) Kelainan pada kulit

: Tidak ada kelainan

Pemeriksaan payudara dan ketiak


1) Ukuran dan bentuk

: Normal

2) Warna payudara dan areola

:-

3) Kondisi payudara dan putting

: Normal

4) Produksi ASI

: Tidak ada

5) Aksila dan clavicula

: Normal

Pemeriksaan thoraks/dada
1) Inspeksi thoraks

:-

2) Pernafasan (frekuensi, irama)

: 20/i, regular

3) Tanda kesulitan bernafas

: Tidak ada

Pemeriksaan paru
1) Palpasi getaran suara : Normal
2) Perkusi

: Normal

3) Auskultasi

: Suara nafas ada, suara ucapan normal,

suara tambahan tidak ada

Universitas Sumatera Utara

Pemeriksaan jantung
1) Inspeksi

: Normal

2) Palpasi

: Normal

3) Perkusi

: Normal

4) Auskultasi

: Normal

Pemeriksaan abdomen
1) Inspeksi

: Normal, simetris dan tidak ada benjolan

2) Auskultasi

: Normal

3) Palpasi

: Normal

Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya


1) Genitalia

: Ada

2) Anus dan perineum

: Ada, tidak ada kelainan

Pemeriksaan musculoskeletal/ekstremitas : Simetris, Normal


Pemeriksaan neurologi

: Normal

Fungsi motorik

: Normal

Fungsi sensorik

: Normal

Reflex

: Normal

i. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI


1. Pola makan dan minum
a. Frekuensi makan/hari

: 3 kali

b. Nafsu/selera makan

: Ada

c. Nyeri ulu hati

: Tidak ada nyeri

d. Alergi

: Tidak ada riwayat alergi

e. Mual dan muntah

: Tidak ada

f. Tampak memisahkan diri

: Terkadang

g. Waktu pemberian makan

: Pagi, Siang, Sore

h. Jumlah dan jenis makan

: Makanan Biasa, 1 porsi

Universitas Sumatera Utara

i. Waktu pemberian cairan/minum

j. Masalah makan dan minum

: Tidak ada

2. Perawatan diri/personal hygiene


a) Kebersihan tubuh

: Bersih

b) Kebersihan gigi dan mulut

: Bersih

c) Kebersihan kuku kaki dan tangan : Bersih


3. Pola kegiatan/aktivitas
1) Uraian aktivitas pasien

: Seluruh kegiatan pasien

dilakukan secara mandiri


2) Uraian aktivitas ibadah

: Pasien jarang beribadah

4. Pola eliminasi
a. BAB
1. Pola BAB

: Normal, 1/hari

2. Karakter feses

: Normal

3. Riwayat perdarahan

: Tidak ada

4. BAB terakhir

: Pagi hari

5. Diare

: Tidak ada

6. Penggunaan laksatif

: Tidak ada

b. BAK
1. Pola BAK

: Normal

2. Karakter urine

:-

3. Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK

: Tidak ada

4. Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : Tidak ada


5. Penggunaan diuretik

: Tidak ada

6. Upaya mengatasi masalah

:-

c. Mekanisme koping
Maladaptif

: Menghindar

Universitas Sumatera Utara

2.6 Analisa Data


No

Data

Masalah Keperawatan

DS: klien mengatakan sewaktu di Halusinasi Pendengaran


rumah sering mendengar suarasuara aneh pada malam hari
DO: klien tampak tidak tenang,
klien

kurang

kontak

mata

saat berbicara
2

DS:

klien

mengatakan

tidak Harga Diri Rendah

berharga dalam keluarga karena


belum memiliki pekerjaan, tidak
layak sebagai seorang anak dan
hanya bisa, merepotkan keluarga
saja
DO: klien tampak sedih dan putus
asa
3

DS:

klien

mengatakan

tidak Isolasi Sosial

pandai dan malu bergaul dengan


lingkungannya
DO:

klien

tampak

selalu

menyendiri

2.7 Rumusan Masalah


Masalah Keperawatan
1. Halusinasi pendengaran
2. Harga Diri Rendah
3. Isolasi Sosial
Masalah Prioritas : Halusinasi Pendengaran

Universitas Sumatera Utara

2.8 Perencanaan Keperawatan dan Rasional


No

Diagnosa

Tujuan

Kriteria Hasil

Intervensi

Rasional

Keperawatan
1

Halusinasi

Tujuan

Pendengaran

mampu
atau

klien 1. Klien

mengontrol

mengendalikan

halusinasi

mengidentifikasi

mampu 1. Mengidentifikasi
jenis

halusinasinya

yang 2. Klien

dialaminya.

mengetahui

SP 1

halusinasinya

jenis Kepercayaan dari klien

halusinasi klien

merupakan hal yang

2. Mengidentifikasi
mampu

isi mutlak serta akan

halusinasi klien

memudahkan dalam

isi 3. Mengidentifikasi

waktu melakukan pendekatan

terjadinya halusinasi klien

dan tindakan

3. Klien mampu mengenal 4. Mengidentifikasi situasi yang keperawatan kepada


situasi

yang

menimbulkan

5. Mengidentifikasi

4. Klien memberi respon


terhadap halusinasi yang

klien

terhadap

mampu

respons
halusinasi

yang dialaminya
6. Mengajarkan

dialaminya.

menghardik

halusinasi klien.

klien

halusinasinya

5. Klien

menimbulkan

klien

untuk

menghardik halusinasi
7. Menganjurkan klien untuk

Universitas Sumatera Utara

halusinasinya.
6. Klien
memasukkan

memasukkan
mampu
dalam

cara

menghardik halusinasi dalam


jadwal kegiatan hariannya.

jadwal kegiatan harian


untuk tetap diingat.
SP 2

1. Klien mampu mengingat 1. Mengevaluasi


kembali kegiatan yang
telah

halusinasi
mampu

mengendalikan

dengan

bercakap-cakap

1. Klien
melakukan

halusinasinya

cara frekuensi serta situasi


dengan dan

mampu

kondisi

yang

klien halusinasi.

memasukkan dalam jadwal Membantu klien dalam


kegiatan hariannya.

mengenal

kegiatan

dari

hariannya.
SP 3

klien

menimbulkan

3. Menganjurkan

memasukkan ke dalam
jadwal

terkait

orang lain.

halusinasinya
3. Klien

kegiatan harian klien

laku

dilakukan 2. Melatih klien mengendalikan menunjukkan isi, waktu,

sebelumnya
2. Klien

jadwal Tingkah

konsekuensi

halusinasi

yang

muncul.
mampu 1. Mengevaluasi
kegiatan

yang telah dijadwalkan

jadwal 1. Ungkapan

kegiatan harian klien


2. Melatih

klien

klien

menunjukkan seberapa
untuk

tepat

dan

efektif

Universitas Sumatera Utara

2. Klien

mampu

mengendalikan halusinasinya

kemampuan

menyebutkan cara baru

dengan melakukan kegiatan

untuk

untuk

yang

halusinasinya

mengontrol

halusinasinya

serta

3. Klien mampu mengingat


yang

dilakukan
memasukkan

dilakukan

telah

di

rumah sakit.

mengontrol

2. Cara baru memberikan

3. Menganjurkan

melakukannya

kegiatan

biasa

klien

klien

pilihan

memasukkan dalam jadwal


kegiatan hariannya.

baru

yang

adaptif bagi klien


.

dengan
dalam

jadwal kegiatan harian.


SP 4

1. Klien
melakukan

mampu 1. Mengevaluasi
kegiatan

yang telah dijadwalkan


2. Klien
memahami

mampu
cara

penggunaan obat dengan


baik dan teratur
3. Klien

jadwal Memudahkan

kegiatan harian klien


2. Memberikan

tentang pengobatan
obar

melakukan dengan benar

yang

secara optimal bagi klien

teratur
3. Menganjurkan

mampu

dalam

pendidikan menyukseskan program

kesehatan
penggunaan

pemahaman

klien

memasukkan dalam jadwal


kegiatan hariannya.

Universitas Sumatera Utara

dan memasukan dalam


jadwal kegiatan harian.

Harga
Rendah

Diri Tujuan : klien dapat 1. Klien


berinteraksi

dengan

baik, klien memiliki


konsep

diri

mampu 1. Mengidentifikasi

menunjukkan

aspek

positif yang dimiliki.

Kepercayaan dari klien

kemampuan dan aspek positif merupakan hal yang


yang dimiliki klien

yang 2. Klien mampu memilih 2. Membantu

klien

mutlak serta akan


menilai memudahkan dalam

positif

kegiatan yang mampu

kemampuan

SP 1

untuk dilakukan

masih dapat digunakan

3. Klien
melaksanakan

mampu 3. Membantu
kegiatan

yang telah dipilih


4. Klien
memasukkan

klien

yang melakukan pendekatan


dan tindakan

memilih keperawatan kepada

kegiatan yang akan dilatih klien.


sesuai dengan kemampuan

mampu

klien (1 kemampuan)

dalam 4. Melatih klien sesuai dengan

jadwal kegiatan harian


untuk diingat.

klien

kemampuan yang dipilih


5. Memberi pujian yang wajar
terhadap keberhasilan klien
6. Menganjurkan

klien

memasukkan dalam jadwal

Universitas Sumatera Utara

kegiatan harian
SP 2

1. Klien mampu mengingat 1. Mengevaluasi


kembali kegiatan yang
telah

jadwal 1. Aspek

kegiatan harian klien

klien

2. Klien

mampu 3. Menganjurkan

meningkatkan

rasa percaya diri serta


klien

harga diri

memasukkan dalam jadwal 2. Meningkatkan

lain

kegiatan harian.

dari

3. Klien

klien
mampu

memasukkan

klien.

1. Klien mampu mengingat 1. Mengevaluasi

jadwal 1. Untuk

kegiatan harian klien

meningkatkan

harga diri klien

dilakukan 2. Melatih kemampuan ketiga 2. Menghargai

sebelumnya
2. Klien

apa

yang diinginkan oleh

jadwal kegiatan harian

telah

untuk

mengungkapkan

dalam

kembali kegiatan yang

harga

diri serta memancing

kemampuan 1

SP 3

untuk

melakukan kegitan yang


selain

yang

dimiliki klien penting

dilakukan 2. Melatih kemampuan kedua

sebelumnya

positif

yang dimiliki klien


mampu 3. Menganjurkan

kemampuan klien serta


klien

menunjukkan

melakukan kemampuan

memasukkan dalam jadwal

kemampuan

lain yang dimiliki

kegiatan harian.

klien miliki.

yang

Universitas Sumatera Utara

3. Klien

mampu

memasukkan

dalam

jadwal kegiatan harian

Isolasi Sosial

Tujuan
mampu

klien 1. Klien

berinteraksi

mampu 1. Mengidentifikasi

penyebab Kepercayaan dari klien

menyebutkan penyebab

isolasi sosial (teman yang merupakan hal yang

dengan orang lain

isolasi

disukai, yang tidak disukai, mutlak serta akan

SP 1

dialami

sosial

2. Klien
mengetahui
tidak

yang

alasan)
mampu 2. Berdiskusi
kerugian
berinteraksi

dengan orang lain


3. Klien
melakukan
berinteraksi

memasukkan

tentang

dengan
kerugian

berinteraksi

dengan

klien melakukan pendekatan


tidak dan tindakan
orang keperawatan kepada

lain

klien.

mampu 3. Berdiskusi
cara
dengan

orang lain
4. Klien

memudahkan dalam

tentang

dengan
kerugian

berinteraksi

klien
tidak

dengan

orang

klien

cara

lain
mampu 4. Mengajarkan
dalam

berkenalan dengan satu orang

Universitas Sumatera Utara

jadwal kegiatan harian

5. Menganjurkan

klien

memasukkan kegiatan latihan


berbincang-bincang

dengan

orang lain dalam kegiatan


harian.

SP 2

1. Klien
melakukan

mampu 1. Mengevaluasi
kegiatan

yang telah dijadwalkan


2. Klien
melakukan

kegiatan harian klien (latihan mekanisme koping klien


1 dan 2)

mampu 2. Memberikan
interaksi

jadwal Dengan membantu

dalam berinteraksi
kesempatan sosial, serta strategi apa

kepada klien mempraktekkan selanjutnya yang akan

dengan cara berkenalan

cara berkenalan dengan satu diterapkan kepada klien.

dengan orang lain

orang

3. Klien
memasukkan

mampu 3. Membantu
dalam

jadwal kegiatan harian

memasukkan
berbincang-bincang

klien
kegiatan
dengan

orang lain sebagai salah satu


kegiatan harian.
SP 3

1. Klien mampu mengingat 1. Mengevaluasi

jadwal Dengan mengetahui

Universitas Sumatera Utara

kembali kegiatan yang


telah

kegiatan harian klien

manfaat berhubungan

dijadwalkan 2. Memberi kesempatan untuk sosial dan menarik diri,

sebelumnya

berkenalan dengan dua orang maka klien akan

2. Klien

mampu

berinteraksi

atau lebih

termotivasi untuk

kepada 3. Menganjurkan

lebih dari satu orang


3. Klien

memasukkan dalam jadwal orang lain.

mampu

memasukkan

klien berinteraksi dengan

kegiatan harian.

dalam

jadwal kegiatan harian


SP 4

1. Klien

mampu 1. Mengevaluasi

melakukan
yang

kegiatan

telah

dilatih

sebelumnya
2. Klien
menjelaskan

kegiatan

harian

mengoptimalkan kerja

2. Menjelaskan kegunaan obat

dari obat terhadap klien

mampu 3. Melatih klien untuk minum


manfaat

benar

melakukan

klien pengobatan klien dan

(latihan1, 2 dan 3)

obat dengan prinsip 5 benar

obat dengan prinsip 5 4. Menganjurkan

3. Klien

jadwal Mensukseskan program

klien

memasukkan dalam jadwal


mampu
prinsip

kegiatan harian.

Universitas Sumatera Utara

benar dalam minum obat


4. Klien
memasukkan

mampu
dalam

jadwal kegiatan harian

a. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan


Hari/Tanggal
Selasa,
Juni 2013

Diagnosa Keperawatan

18 Halusinasi

Implementasi Keperawatan

Evaluasi (SOAP)

1. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien

S : Klien menjawab nama saya N, mbak mau

Pendengaran

2. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

kita ngomong soal apa? Klien mengatakan

SP 1

3. Mengidentifikasi

waktu

rumah. Klien mengatakan sering menangis

halusinasi klien
4. Mengidentifikasi

terjadinya saya sering mendengar suara-suara aneh di

situasi

menimbulkan halusinasi klien

yang karena dengar suara-suara aneh itu


O : Wajah klien lesu, pandangan/kontak mata

5. Mengidentifikasi respons klien terhadap kurang, nada suara rendah. Klien kooperatif
halusinasi yang dialaminya

menjawab pertanyaan

Universitas Sumatera Utara

6. Mengajarkan klien untuk menghardik A : Masalah teratasi sebagian


halusinasi

P : Intervensi dilanjutkan

7. Menganjurkan klien untuk memasukkan


cara menghardik halusinasi dalam jadwal
kegiatan hariannya.
SP 2

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mencoba melaksanakan kgiatan


klien

yang telah dijadwalkan

2. Melatih klien mengendalikan halusinasi O : Klien kelihatan mengalihkan halusinasi


dengan

cara

bercakap-cakap

orang lain.

dengan dengan cara bercakap-cakap dengan orang


lain

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam A : Masalah belum teratasi


jadwal kegiatan hariannya.

SP 3

P : Intervensi dilanjutkan

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan telah melakukan cara


klien
2. Melatih

yang telah diajarkan


klien

halusinasinya

untuk
dengan

mengendalikan O : Klien tampak belum bisa menghindari


melakukan suara-suara aneh tersebut

kegiatan yang biasa dilakukan di rumah A : Masalah belum teratasi


sakit.

P : intervensi dilanjutkan

Universitas Sumatera Utara

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam


jadwal kegiatan hariannya.
SP 4

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien berusaha untuk mengendalikan


klien
2. Memberikan

halusinasinya dengan minum obat


pendidikan

kesehatan O : Klien tampak patuh melakukan cara

tentang penggunaan obar secara teratur

minum obat yang benar

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam A : Masalah teratasi sebagian


jadwal kegiatan hariannya
Harga Diri Rendah
SP 1

P : Intervensi dilanjutkan

1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek S : Klien mengatakan tidak memiliki


positif yang dimiliki klien

kemampuan apa-apa hanya bisa melakukan

2. Membantu klien menilai kemampuan sedikit


klien yang masih dapat digunakan

pekerjaan

rumah

tangga

yaitu

menyapu

3. Membantu klien memilih kegiatan yang O : Klien sudah mengerti terhadap tugas
akan dilatih sesuai dengan kemampuan yang akan dikerjakannya jika setiap kamar
klien (1 kemampuan)

mulai

tampak

kotor

4. Melatih klien sesuai dengan kemampuan A : Masalah teratasi sebagian


yang dipilih

P : Intervensi dilanjutkan

5. Memberi pujian yang wajar terhadap


keberhasilan klien

Universitas Sumatera Utara

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam


jadwal kegiatan harian
SP 2

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan sudah mengerti mana


klien
2. Melatih kemampuan kedua klien

kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya


serta

mencoba

untuk

memperbaiki

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam kekurangannya


jadwal kegiatan harian.

Klien

tampak

mulai

melakukan

kegiatannya
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan

SP 3

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan memilih kegiatannya


klien

yaitu mencuci piring setiap hari

2. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki O : Klien tampak sudah mengerti tentang
klien

kegiatan hariannya dan juga melaksanakan

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam kegiatan yang telah dipilihnya


jadwal kegiatan harian.

A : Masalah teratasi sebagian


P : Intervensi dilanjutkan

Isolasi Sosial

1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial S : Klien mengatakan akan mencoba untuk

Universitas Sumatera Utara

SP 1

(teman yang disukai, yang tidak disukai, berhubungan dengan orang lain
alasan)

O : Klien tampak sudah mengerti dan akan

2. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian melaksanakannya


tidak berinteraksi dengan orang lain

A : Masalah teratasi sebagian

3. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian P : Intervensi dilanjutkan


tidak berinteraksi dengan orang lain
4. Mengajarkan

klien

cara

berkenalan

dengan satu orang


5. Menganjurkan
kegiatan

klien

latihan

memasukkan

berbincang-bincang

dengan orang lain dalam kegiatan harian.

SP 2

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan mampu bergaul dengan


klien (latihan 1 dan 2)

orang lain

2. Memberikan kesempatan kepada klien O : Klien tampak senang mendapat teman


mempraktekkan cara berkenalan dengan baru
satu orang

A : Masalah teratasi sebagian

3. Membantu klien memasukkan kegiatan P : Intervensi dilanjutkan


berbincang-bincang dengan orang lain

Universitas Sumatera Utara

sebagai salah satu kegiatan harian.


SP 3

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan akan mencoba untuk


klien

berkenalan dengan lebih dari satu orang

2. Memberi kesempatan untuk berkenalan O : Klien tampak berusaha melakukan


dengan dua orang atau lebih

perkenalan dengan dua orang sekaligus

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam A : Masalah teratasi sebagian


jadwal kegiatan harian.
SP 4

P : Intervensi dilanjutkan

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan masih susah untuk


klien (latihan1, 2 dan 3)

melakukan kegiatan 1, 2 dan 3

2. Menjelaskan kegunaan obat

O : Klien tampak setuju dan melakukan

3. Melatih klien untuk minum obat dengan dengan benar cara minum obat
A : Masalah teratasi sebagian

prinsip 5 benar

4. Menganjurkan klien memasukkan dalam P : Intervensi dilanjutkan


jadwal kegiatan harian.
Rabu, 19 Juni Halusinasi

1. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien

S : Pasien mengatakan bahwa halusinasinya

2013

Pendengaran

2. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

yang

SP 1

3. Mengidentifikasi

waktu

halusinasi klien
4. Mengidentifikasi

dialaminya

berkurang.

Pasien

terjadinya mengatakan bahwa mulai bisa mengontrol


halusinasinya.

situasi

yang O : Wajah pasien tampak senang, nada suara

Universitas Sumatera Utara

menimbulkan halusinasi klien

rendah.

Pasien

kooperatif

menjawab

5. Mengidentifikasi respons klien terhadap pertanyaan


halusinasi yang dialaminya

A : Masalah teratasi

6. Mengajarkan klien untuk menghardik P : Intervensi dihentikan


halusinasi
7. Menganjurkan klien untuk memasukkan
cara menghardik halusinasi dalam jadwal
kegiatan hariannya.
SP 2

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Pasien mengatakan terkadang mampu


klien

untuk menghardik halusinasinya

2. Melatih klien mengendalikan halusinasi O : Klien tampak mulai bisa menghindari


dengan

cara

bercakap-cakap

orang lain.

dengan munculnya suara-suara aneh tersebut


A : Masalah teratasi

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam P : Intervensi dihentikan


jadwal kegiatan hariannya.
SP 3

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Pasien mengatakaan telah mampu


klien
2. Melatih

mengontrol halusinasinya
klien

halusinasinya

untuk
dengan

mengendalikan O : Klien tampak senang bisa melakukan


melakukan apapun pekerjaannya

Universitas Sumatera Utara

kegiatan yang biasa dilakukan di rumah A : Masalah teratasi


sakit.

P : Intervensi dihentikan

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam


jadwal kegiatan hariannya.
SP 4

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S


klien
2. Memberikan

Klien

mengatakan

telah

mampu

mengendalikan halusinasinya
pendidikan

kesehatan O : Klien tampak patuh melakukan cara

tentang penggunaan obar secara teratur

minum obat yang benar

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam A : Masalah teratasi sebagian


jadwal kegiatan hariannya
Harga Diri Rendah
SP 1

P : Intervensi dilanjutkan

1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek S : Klien mengatakan sudah mengerti mana


positif yang dimiliki klien

kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya

2. Membantu klien menilai kemampuan serta


klien yang masih dapat digunakan

mencoba

untuk

memperbaiki

kekurangannya dan juga klien menyatakan

3. Membantu klien memilih kegiatan yang ingin sekali berkumpul dengan keluarga
akan dilatih sesuai dengan kemampuan O : Klien tampak mulai membuat jadwal
klien (1 kemampuan)

kegiatan harian serta menjalankannya

4. Melatih klien sesuai dengan kemampuan A : Masalah teratasi


yang dipilih

P : Intervensi dihentikan

Universitas Sumatera Utara

5. Memberi pujian yang wajar terhadap


keberhasilan klien
6. Menganjurkan klien memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
SP 2

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan memilih kegiatannya


klien
2. Melatih kemampuan kedua klien

yaitu mencuci piring setiap hari


O : Klien tampak sudah mengerti tentang

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam kegiatan hariannya dan juga melaksanakan


jadwal kegiatan harian.

kegiatan yang telah dipilihnya


A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

SP 3

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S


klien

Klien

mengatakan

telah

mampu

melakukan ketiga kemampuan yang dimiliki

2. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki O


klien

Klien

melaksanakan

tampak
ketiga

menjelaskan
kemampuan

dan
yang

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam dimilikinya dalam waktu yang sama


jadwal kegiatan harian.

A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

Isolasi Sosial

1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial S

Klien

mengatakan

telah

mampu

Universitas Sumatera Utara

SP 1

(teman yang disukai, yang tidak disukai, berkomunikasi/berhubungan dengan orang


alasan)

lain

2. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian O


tidak berinteraksi dengan orang lain

Klien

tampak

benar-benar

melaksanakannya

3. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian A : Masalah teratasi


tidak berinteraksi dengan orang lain
4. Mengajarkan

klien

cara

P : Intervensi dihentikan

berkenalan

dengan satu orang


5. Menganjurkan
kegiatan

klien

latihan

memasukkan

berbincang-bincang

dengan orang lain dalam kegiatan harian.


SP 2

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan akan melakukan


klien (latihan 1 dan 2)

seperti

yang

telah

diajarkan

yaitu

2. Memberikan kesempatan kepada klien menyebutkan manfaat dan 6 cara minum obat
mempraktekkan cara berkenalan dengan yang benar
satu orang

O : Klien tampak berusaha menyebutkan dan

3. Membantu klien memasukkan kegiatan melakukannya


berbincang-bincang dengan orang lain A : Masalah teratasi sebagian
sebagai salah satu kegiatan harian.

P: Intervensi dilanjutkan

Universitas Sumatera Utara

SP 3

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S


klien

Klien

mengatakan

telah

mampu

berinteraksi dengan orang lain

2. Memberi kesempatan untuk berkenalan O : Klien tampak benar-benar melakukan


dengan dua orang atau lebih

cara berinteraksi dengan orang lain

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam A : Masalah teratasi


jadwal kegiatan harian.
SP 4

P : Intervensi dihentikan

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian S : Klien mengatakan masih susah untuk


klien (latihan1, 2 dan 3)
2. Menjelaskan kegunaan obat

melakukan kegiatan 1, 2 dan 3


O : Klien tampak setuju dan melakukan

3. Melatih klien untuk minum obat dengan dengan benar cara minum obat
prinsip 5 benar

A : Masalah teratasi sebagian

4. Menganjurkan klien memasukkan dalam P : Intervensi dilanjutkan


jadwal kegiatan harian.

Universitas Sumatera Utara