Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

REKAYASA TRAFIK
Model Jaringan

Disusun Oleh :
Alvin Claudy N.P
Carolina Yuni Safita
Vidi Rizkika Harlasiva

1331130091
1331130002
1331130081

KELOMPOK 4

TT-2B

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rekayasa trafik adalah bidang penting dalam perencanaan jaringan
telekomunikasi untuk memastikan bahwa biaya jaringan dapat diminimalkan
tanpa mengorbankan kualitas layanan (quality of service ) ke pengguna.
Secara sederhana trafik dapat diartikan sebagai pemakaian. Pemakaian
yang di ukur dengan waktu (berapa lama, kapan). Dalam system telepon,
permintaan/panggilan yang datang biasanya tak dapat ditentukan lebih dulu
tentang kapan datangnya dan berapa lama suatu pembicaraan telepon
berlangsung (atau berapa lama suatu perlengkapan/saluran diduduki).
Trafik dapat didiskripsikan sebagai pola datangnya panggilan, pola
lamanya waktu pendudukan, disiplin operational: berkas sempurna, berkas tak
sempurna, sistem tunggu, sistem rugi.
Aspek penting dari trafik seluler meliputi : kapasitas trafik dan ukuran sel,
efisiensi dan sektorisasi, kapasitas trafik vs coverage dan analisis holding time
( waktu pendudukan ).
Untuk mengoptimalkan trafik didalam jaringan maka diperlukan model
jaringan untuk rekayasa trafik.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa tujuan adanya model jaringan dalam teletrafik?
2) Apa saja model jaringan yang dapat diterapkan dalam teletrafik?
1.3 Tujuan
1) Untuk mengetahui perlunya model jaringan dalam telerafik.
2) Untuk mengetahui model jaringan yang diterapkan dalam teletrafik.

BAB II
TEORI DASAR

2.1 Pengertian Teletrafik


Teletrafik

merupakan

aplikasi

teori

rekayasa

lalu

lintas

untuk

telekomunikasi. Rekayasa ini menggunakan pengetahuan dasar akan= seperti


teori antrian, sifat lalu lintas, model praktis, pengukuran dan simulasi yang
diperlukan dalam perencanaan untuk memastikan bahwa biaya jaringan dapat
diminimalkan tanpa mengorbankan kualitas layanan yang diberikan kepada
pengguna jaringan. Teori antrian digunakan agar dapat memprediksi perilaku
jaringan telekomunikasi seperti jaringan telepon atau internet. Teori antrian
awalnya dikembangkan untuk jaringan circuit-switched berlaku untuk paketswitched jaringan. Alat-alat dan pengetahuan dasar membantu memberikan
layanan yang handal dengan biaya rendah. Karena pendekatan ini sangat berbeda
dengan jaringan lainnya, jaringan ini akan ditangani secara terpisah misalnya
seperti jaringan broadband dan jaringan mobile.
Pada rekayasa teletraffic ini memiliki dua fase pemodelan yaitu
Memodelkan incoming traffic (traffic model) dan Memodelkan sistem (system
model). Model-model sederhana ini dapat digabungkan untuk membentuk suatu
model jaringan telekomunikasi yang lengkap yaitu loss networks dan queueing
networks.
Rekayasa teletraffic ini dapat dideskripsikan secara sederhana sebagai berikut:
1) Customer dating dengan laju rata-rata sebesar (per satuan waktu).

Maka waktu antar kedatangan rata-rata (average inter-arrival time) adalah

1/.
Customer menyatakan call atau permintaan koneksi di dalam sistem

teletraffic.
3) Customer dilayani oleh n server yang bekerja secara paralel
Jika sedang melayani (sedang sibuk), sebuah server akan melayani

customer dengan laju rata-rata sebesar (jumlah customers yang dilayani

per satuan waktu).


Maka waktu pelayanan (service time) rata-rata terhadap customer adalah

1/.
Akan ada buffer di dalam sistem berukuran m.
Diasumsikan bahwa customer yang datang ketika sistem sedang fully
occupied (semua server sibuk) akan di-blok sehingga akan menjadi lost
customer.

2.2 Karakteristik Trafik


1)

Volume trafik (V)

Jumlah lamanya waktu pendudukan perangkat telekomunikasi

Total holding time (Holding time = durasi panggilan)


Pangggilan (call) = permintaan koneksi dalam sistem teletraffic
(Holding time = service time)
2) Intensitas trafik (A)

Jumlah lamanya waktu pendudukan per satuan waktu


Total holding time semua saluran
n

pt
p 1

Maka intensitas trafik


n

A
p 1

tertentu

pt p
T

tp
T

p
p 1

Volume trafik dibagi perioda waktu

Jenis Trafik
1) Trafik yang ditawarkan (offered traffic) : A
2) Trafik yang dimuat (carried traffic) : Y
3) Trafik yang ditolak atau hilang (lost traffic) : R
Relasi ketiga jenis trafik tersebut : A = Y + R

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Tujuan Model Jaringan
Dalam perencanaan jaringan telekomunikasi diperlukan model jaringan yang
sangat berguna dalam mengatur dan mengoptimalkan trafik didalam jaringan
sehingga kualitas layanan (quality of service ) ke pengguna tetap baik.
Aspek penting dari trafik seluler meliputi : kapasitas trafik dan ukuran sel,
efisiensi spektral dan sektorisasi, kapasitas trafik dibandingkan coverage dan
analisis holding time ( waktu pendudukan ).
3.2 Model Jaringan Teletrafik
1) Model teletraffic bersifat stokastik (probabilistik)
Kita tidak tahu kapan akan datang panggilan
2) Variabel dalam model tersebut bersifat acak (random variables)
Jumlah panggilan yang sedang berlangsung
Jumlah paket yang ada di buffer
3) Random variable (peubah acak) dinyatakan oleh suatu distribusi
Peluang adanya dan panggilan yang sedang berlangsung
Peluang terdapatnya dan paket di dalam buffer
Dua fase dalam pemodelan
Pemodelan incoming trafik -> model trafik
Pemodelan sistem -> model sistem
Dua jenis model
Sistem dengan rugi-rugi (loss system)
Sistem dengan antrian (waiting/queueing system)
Dapat dikombinasikan untuk memodelkan seluruh jaringan telekomunikasi
Model jaringan dengan rugi-rugi
Model jaringan dengan antrian

Model Teletrafik
Model Teletrafik Sederhana
Pelanggan datang dg laju (pelanggan per satuan waktu)

1/ = rata-rata waktu antar kedatangan


Pelanggan dilayani oleh n paralel server
Ketika busy, server melayani dg laju (pelanggan per satuan waktu)

1/ = rata-rata waktu pelayanan


Terdapat m tempat tunggu
Diasumsikan pelanggan yg ditolak (datang ketika sistem penuh) adl hilang

Pure Loss System


Tdk ada buffer tunggu (m = 0)
Sudut pandang pelanggan :
Berapa probabilitas sistem penuh ketika panggilan datang ?
Sudut pandang sistem
Berapa faktor utilisasi server ?

Pure Waiting System


Tdk ada buffer tunggu (m = 0)
Sudut pandang pelanggan :
Berapa probabilitas sistem penuh ketika panggilan datang ?
Sudut pandang sistem
Berapa faktor utilisasi server ? Tdk ada buffer tunggu (m = 0)
Sudut pandang pelanggan :
Berapa probabilitas sistem penuh ketika panggilan datang ?
Sudut pandang sistem
Berapa faktor utilisasi server ?

Mixed System
Jumlah buffer finite (0 < m < ~)
Jika semua n server dipakai tapi terdapat buffer yg bebas ketika

pelanggan datang, dia menempati satu buffer


Jika semua n server dan semua m buffer dipakai ketika pelanggan

datang, dia tdk dilayani sama sekali tapi dibuang


Beberapa pelanggan hilang dan beberapa pelanggan harus
menunggu sebelum dilayani

Infinite System
Jumlah server tak hingga (n = ~)
Tdk ada pelanggan yg hilang, tiada yg harus menunggu sbl

dilayani
Terkadang Model hipotesis ini dpt digunakan utk mendapatkan

hasil aproksimasi dari real sistem dg kapasitas sistem terbatas


Memberikan batasan kinerja real sistem dg kapasitas sistem

terbatas
Lebih mudah utk dianalisa dibanding model dg kapasitas terbatas

Formula Little
Perhatikan sistem dg :
Pelanggan baru datang dg laju
Asumsi stabilitas
Sekarang dan kemudian sistem tdak pernah penuh
Konsekuensi
Pelanggan keluar dari sistem dg laju
Let
N = jumlah rata-rata pelanggan dalam sistem
T = waktu rata-rata pelanggan dalam sistem
Formula Little : N = .T

Model klasik trafik Telepon


Model rugi-rugi dipakai utk menggambarkan jaringan telepon

(circuit switched)
Diawali oleh matematikawan AK Erlang (1878-1929)
Perhatikan link antara dua sentral telepon
Trafik berisi panggilan telepon yg berhasil pada link
Erlang memodelkan ini sbg pure loss system (m = 0)
Pelanggan = call

Dengan laju kedatangan =


Waktu pelayanan = call holding time
h = 1/= waktu holding rata-rata
Server = jumlah kanal pada link, n

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1) Rekayasa trafik adalah bidang penting dalam perencanaan jaringan
telekomunikasi

untuk

memastikan

bahwa

biaya

jaringan

dapat

diminimalkan tanpa mengorbankan kualitas layanan (quality of service )


ke pengguna.
2) Model yang digunakan dalam teletrafik adalah model teletrafik sederhana,
pure loss system, pure waiting system, mixed system, infinite system,
formula little dan model klasik trafik telepon.
3) Model jaringan yang digunakan dalam rekayasa trafik yaitu model jaringan
dengan rugi-rugi dan model jaringan dngan antrian.

DAFTAR PUSTAKA

Modul Rekayasa Trafik


http://myrahma.blogspot.com/2010/10/rekayasa-teletraffic.html
http://anhar.staff.unri.ac.id/riset/rekayasa-trafik/
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=42014.
http://www.elektro.undip.ac.id/sukiswo/?download=RT_02_Konsep%20Dasar
%20Trafik.ppt.