Anda di halaman 1dari 19

REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 1

REKAYASA TRAFIK
MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK










DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD ABI RAHMATPUTRA
NIM. 1241160059
JTD 2B 18




KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
Jalan Soekarno Hatta 9 Malang 65141
Telp (0341) 404424 404425 Fax (0341) 404420
http://www.poltek-malang.ac.id
2014

REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 2

BAB 1
OVERVIEW REKAYASA TRAFIK

1.1 Pendahuluan

Definisi teori teletrafik:
Aplikasi dari teori peluang untuk solusi permasalahan pada sistem telekomunikasi yang
meliputi perancangan, evaluasi kinerja, operasi dan perawatan.
Sistem telekomunikasi dari sudut pandang trafik

Gambar 1.1 Trafik pada sistem Telekomunikasi

Dari sudut pandang trafik:
Trafik dibangkitkan oleh pengguna sistem telekomunikasi
Sistem melayani trafik yang datang

Tujuan Teori Teletrafik: Menentukan hubungan antara Kualitas Pelayanan (QoS), beban
trafik, dan kapasitas sistem

Sistem dapat berupa:
Peralatan tunggal, misalnya: saluran antara dua sentral telepon, saluran dalam
jaringan IP, atau packet processor pada jaringan data.
Keseluruhan jaringan (telepon atau data), atau bagian dari jaringan tersebut.

Trafik terdiri dari:
Kumpulan dari: bit, paket, burst, koneksi, panggilan. Tergantung dari sistem dan
skala waktu yang digunakan.




REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 3

Kualitas pelayanan atau Quality of Service (QoS) dapat dilihat dari titik pandang:
Pelanggan, misalnya : jumlah panggilan yang diblocking, paket yang hilang, delay
paket, throughput.
Sistem, dalam hal ini digunakan istilah kinerja sistem, misalnya: pemanfaatan
saluran atau processor, beban jaringan maksimum.

Gambar 1.2 Hubungan segitiga Sistem-QoS-Trafik

Contoh: Panggilan telepon

Gambar 1.3 Panggilan Telepon
Trafik -> Panggilan telepon oleh setiap pelanggan
Sistem -> Jaringan Telepon
QoS -> Peluang telepon yang dihubungi berdering

Hubungan (kualitatif) Sistem Trafik QoS:

Gambar 1.4 Hubungan Kualitatif antara Sistem - Trafik QoS
REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 4

Hubungan Kuantitatif : Diperlukan model matematis untuk menggambarkan
hubungan kuantitatif dari ketiga faktor di atas.

1.2 Model Teletrafik

Model teletrafik bersifat stokastik (probabilistik):
Sistemnya sendiri biasanya bersifat deterministik, namun trafik bersifat stokastik.
Kita tidak pernah tahu, siapa yang akan menelepon dan kapan.

Variabel-variabel model merupakan variable acak:
Jumlah panggilan keluar
Jumlah paket di dalam buffer

Variabel acak digambarkan melalui distribusinya:
Peluang bahwa ada n panggilan keluar
Peluang bahwa ada n paket di dalam buffer

Proses stokastik menggambarkan perkembangan sementara dari variable acak.
Sistem riil >< model:
Model hanya menggambarkan satu bagian atau satu sifat dari sistem yang diamati.
Deskripsi dari model tidak akurat, hanya merupakan pendekatan .
Pengambilan kesimpulan berdasarkan model harus disertai catatan.











REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 5

Dasar Teori Trafiik.

Rekayasa trafik adalah bidang penting dalam perencanaan jaringan telekomunikasi
untuk memastikan bahwa biaya jaringan dapat diminimalkan tanpa mengorbankan kualitas
layanan (quality of service ) ke pengguna.

Perbedaan utama antara model trafik untuk sistem komunikasi selular 2G dan 3G
terutama adalah disebabkan sistem switching yang berbeda, yaitu disebabkan perbedaan
tipikal dari circuit switch dengan packet switch. Pada packet switch, semua user membagi
penggunaan kanal secara bersamasama, sehingga ukuran-ukuran kapasitas dalam
dimensioning jaringan berbeda, karena dalam hal ini menjadi sangat terkait dengan statistik
penggunaan kanal oleh masing-masing user.

Untuk sistem 2G seperti IS-95 atau GSM, perilaku trafik dapat dimodelkan cukup
akurat dengan Erlang B. Sedangkan untuk sistem 3G, model tersebut sudah tidak relevan lagi.
Sekalipun 3G masing mendukung komunikasi circuit switch, tetapi air interface lebih tepat
diasumsikan sebagai packet switch. Karena dalam hal ini sistem 3G mendukung bandwidth
on demand. Sebagai ilustrasi pada sistem CDMA2000, untuk data high speed dialokasikan
kanal (serupa kanal trafik pd GSM) yang disebut sebagai Fundamental Channel (FCH).
Untuk mengakomodasi bandwidth on demand dapat dialokasikan kanal tambahan yang
disebut Supplemental Channel (SCH). Permintaan SCH itu dinegosiasikan ke network dan
pengalokasian SCH oleh network CDMA dilakukan dengan memperhatikan interferensi latar
yang terjadi.

Pada sistem selular lain, kasusnya mungkin akan berbeda, nama kanal logikanya
berbeda, dan dasar pertimbangan pengalokasian kanal tambahan bisa juga berbeda karena
dalam hal ini sangat terkait dengan metoda akses yang digunakan.
Dimana :
A = Trafik yang datang
B = Probabilitas Blocking
C = Trafik yang dilewatkan
N = Jumlah kanal
= Utilisasi kanal
REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 6

Dan :


Macam-macam Trafik
1. Offered Traffic (A)
Trafik yang ditawarkan atau yang mau masuk ke jaringan.
2. Carried Traffic (Y)
Trafik yang dimuat atau yang mendapat saluran.
3. Lost Traffic (R)
Trafik yang hilang atau yang tidak mendapat saluran.

G = elemen gandeng (switching network)

Sedangkan satuan traffic adalah
1 Erlang = 1 TU (Traffic Unit)
= 36 CCS (Cent Call Seconds)
= 36 HCS (Hundred Call Seconds)
= 36 UC (Unit Calls)
= 30 EBHC (Equated Busy Hour Call)
Satu Erlang dalam sistem seluler adalah satu panggilan yang menggunakan satu kanal
selama satu jam.





REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 7

Trunking dan Grade Of Service
Istilah dan pengertian dalam traffic.
Trunking : Sejumlah besar user membagi sejumlah terbatas kanal Tiap user dialokasikan
pada kanal berdasarkan panggilan. Jika semua kanal digunakan User baru akan diBLOK atau
MENUNGGU pada antrian

Grade Of Service (GOS) : Ukuran kemampuan user untuk mengakses trunked system
selama jam sibuk Prob [call is blocked] atau Prob [delay > T]
Ukuran intersitas trafik : ERLANG

Ada tiga tekanan utama untuk Teletraffic Rekayasa saat ini :
1. Design (untuk pengembangan dan pembuatan)
2. Dimensioning (untuk perencanaan dan instalasi)
3. Operasi (manajemen lalu lintas jaringan).


Pada gambar 2 di jelaskan Siklus Perencanaan dan Instalasi Jaringan Telekomunikasi.

Kapasitas dari suatu sistem switching selalu diekspresikan sebagai jumlah
maksimum panggilan originating plus incoming (O+I) yang dapat diproses sistem switching
tersebut pada saat jam sibuk. Dalam hal ini, terdapat persyaratan delay dari dial tone yang
kemudian menjadi syarat pembatas.

Volume panggilan pada suatu switch akan tergantung kepada area geografis, kelas
kelas layanan, dan waktu pengamatan dalam satu hari.

REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 8

Estimasi kapasitas panggilan yang dapat dilayani suatu sistem switching sangat
diperlukan oleh seoranng engineer dalam perencanaan jaringan, juga oleh seorang
administrator jaringan.

Kapasitas panggilan dari suatu switch akan bervariasi karena variasi waktu tiap
panggilan, campuran berbagai tipe layanan yang diberikan, dan juga karena konfigurasi
peralatan. Sedangkan, sebagai faktor pembatas, kapasitas prosesor akan membatasi kapasitas
panggilan yang dilayani.

Bab ini akan membahas bagian-bagian penting dalam teletrafik yang sering
digunakan dalam rekayasa trafik. Berbagai perhitungan akan disertakan sebagai contoh
kalkulasi trafik pada MSC.


2. Parameter-parameter unjuk kerja trafik

2.1. Parameter tingkat layanan
atau parameter unjuk kerja layanan ditinjau dari sisi trafik telekomunikasi dapat
dikategorikan atas 2 hal yang utama :
Dial tone delay
Adalah jumlah waktu maksimum pelanggan harus menunggu sebelum panggilan-nya
diputuskan ditolak.
Probabilitas layanan tertolak
Kemungkinan trunk tidak tersedia untuk panggilan tersebut

1. Dial Tone Delay, memiliki karakteristik sebagai berikut :
Sejumlah besar call user bersaing untuk mendapatkan sejumlah kecil server ( dial
tone connections, dial tone generators )
Diasumsikan bahwa user akan menunggu selama kanal masih tersedia.




REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 9

2. Probabilitas penolakan layanan,
atau kemungkinan bahwa service trunk tidak tersedia, memiliki karakteristik yang
hampir sama dengan dial tone delay, yaitu :
Sejumlah besar user bersaing untuk mendapatkan sejumlah trunk terbatas
Diasumsikan bahwa tidak ada delay yang diberikan untuk menunggu. User
diberikan akses ke trunk atau diberikan nada sibuk
User dapat memulai usaha panggilan kembali setelah menerima nada sibuk dan
diberikan perlakuan yang sama seperti sebelumnya.

Dapat disimpulkan, bahwa ukuran dasar dari unjuk kerja trafik adalah probabilitas
bahwa waktu menunggu layanan (service delay) melebihi dari waktu yang
dispesifikasikan, dengan kata lain, disebut juga sebagai Probabilitas Blocking.
Pada sistem dengan panggilan dibuang ketika trunk tidak tersedia ( systemloss ), maka
probabilitas blocking ini adalah sebagai ukuran unjuk kerja yangutama.

2.2. Pengertian Traffic

1. Number of Call Attempted
Jumlah total usaha panggilan
Jumlah total usaha panggilan merupakan ukuran yang baik untuk menggambarkan
demand pelanggan.

2. Number of Call Completed
Jumlah total panggilan yang berhasil
Jumlah total panggilan yang berhasil didefinisikan dari panggilan yang berhasil
menerima kembali nada dering (busy atau nada panggil) atau yang terjawab.

3. GOS (Grade Of Service)
GOS selalu dihitung saat jam sibuk, didefinisikan :

REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 10

Jumlah call yang dijawab secara tipikal adalah lebih rendah daripada jumlah call yang
diselesaikan jaringan. Hal ini disebabkan karena beberapa usaha panggilan akan
mendapati nada sibuk, atau nada panggil tetapi tidak dijawab.
Didefinisikan Answer Bid Ratio (ABR) sbb :

4. ABR (Answer Bid Ratio)


5. ASR (Answer Seizure Ratio)


Baik ABR dan ASR, adalah ukuran yang baik untuk menyatakan tingkat kepadatan
jaringan pada suatu saat tertentu. Nilai ABR dan ASR yang rendah mengindikasikan
tingkat kepadatan(congestion) jaringan yang tinggi.


3. Parameter Penggunaan Jalur Trafik

3.1. Penggunaan jalur trafik didefinisikan atas 2 parameter dasar :
Calling Rate
Adalah ukuran jumlah berapa kali suatu jalur trafik digunakan selama waktu
pengamatan tertentu, Atau sering juga didefinisikan sebagai : Intensitas call tiap
jalur trafik (kanal) selama jam sibuk
Holding Time Rata-rata waktu penggunaan jalur trafik (kanal) tiap panggilan

Yang disebut sebagai jalur trafik (kanal) adalah suatu rangkaian (circuit) dimana
suatu komunikasi individual bisa dilewatkan. Jalur trafik itu bisa jadi adalah :kanal RF,
time slot, saluran transmisi, trunk, atau bahkan switch. Carried traffic adalah trafik
yang diteruskan, sedangkan offered traffic adalah volume trafik yang datang menuju
switch.
REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 11

Terdapat hubungan :


Contoh Aplikasi :
Gambar3 ini adalah contoh variasi trafik jam demi jam pada suatu waktu pengamatan
tertentu Kita melihat bahwa jam tersibuk--Busiest Hour-- adalah antara jam 10 dan 11
pagi.
Didefinisikan bahwa jam sibuk sebagai Suatu selang waktu dengan rata-rata trafik
pembicaraan yang tertinggi (yang diamati pada musim tersibuk).



Karena trafik selalu berubah dari bulan-ke-bulan , maka kita juga harus
mendefinisikan Average Busy Season (ABS) sebagai 3 bulan (tetapi tidak tentu) dengan
rata-rata trafik BH tertinggi per-access line.

Sistem telepon umumnya tidak dirancang untuk untuk mengatasi maksimum beban
puncak, tetapi dari tipikal beban BH-nya. Sedangkan Blocking Probability didefinisikan
sebagai Rata-rata rasio antara panggilan yang ditolak terhadap total jumlah
panggilan datang selama jam sibuk , dan disebut sebagai Grade Of Service
Seperti telah di jelaskan di atas bahwa :

Trafik diukur biasanya dalam Erlang, Persentase Okupansi, 100 call seconds (
Cent Call Seconds = CCS ), ada juga yang mengukur dalam Peg Count.

REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 12

Erlang dan CCS
Intensitas trafik didefinisikan sebagai Rata-rata jumlah waktu pendudukan suatu
kanal selama waktu pengamatan tertentu . Biasanya diukur dalamErlang atau CCS (
Cent Call Seconds ), dimana terdapat hubungan :
1 Erlang = 1 x 3600 call seconds = 36 CCS
Dimana :
I = Intensitas trafik
T = Durasi waktu pengamatan
hi = Holding time dari panggilan individual ke-I
NC = Jumlah total panggilan selama pengamatan
h . = Rata -rata holding time panggilan
nC = Jumlah panggilan tiap satuan waktu.

Prosentase Okupansi dan Peg Count
Prosentas okupansi didefinisikan sebagai prosentase waktu kanal sibuk selama
waktu pengamatan
Peg Count didefinisikan sebagai jumlah usaha pendudukan sebuah kanal.
Dimana :
U = Waktu pendudukan total ( Usage)
PC = Peg Count tiap periode pengamatan
O = Overflow tiap periode pengamatan
h = Rata-rata waktu pendudukan kanal.

Didefinisikan Prosentase Okupansi ,sbb :








REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 13

Definisi Kapasitas Panggilan (Call Capacity)
Call capacity berhubungan dengan cara pandang kita dalam melihat sistem
switching
Global View
Keseluruhan sistem switching dipandang sebagai 1 unit. Tiap permintaan
proses ke switch dihitung sebagai suatu usaha pendudukan. Pendekatan ini
digunakan pada prosesor sentral yang terlibat dalam pemrosesan panggilan. Pada
global view, kita bahwa volume call adalah jumlah dari call originating dan
incoming (O+I)

a. Originating Call (O)
Partial dial calls - Panggilan-panggilan yang terputus dan yang selesai
Intraoffice calls - semua panggilan yang secara keseluruhan ditangani switch
dari saluran oroginating ke saluran terminas keluar.
Outgoing calls - seua panggilan yang berasal dari saluran switch, tetapi
berakhir pada switch yang berbeda

b. Incoming Call (I)
Incoming-Terminating calls - Semua panggilan yang berakhir pada switch
tapi berasal dari switch yang berbeda
Tandem calls - Panggilan trunk to trunk di dalam switch
Direct inward dialling (DID) - panggilan menuju sistem PABX.

Component View
Komponen diperhatikan sebagai subsystem. Tiap permintaan proses ke komponen
dilihat sebagai usaha pendudukan (attempt). Pendekatan ini digunakan pada prosesor-
prosesor periferal yang terlibat dalam pemrosesan panggilan. Pada component-view,
volume panggilan didefinisikan sebagai jumlah dari Originating (O) +Terminating
(T) half call





REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 14

a. Originating Half-Call
Satu Originating Half Call adalah untuk tiap originating call, sebab 2 koneksi
periferal peralatan diperlukan untuk menyelesaikan 1 panggilan. Jika suatu
komponen melayani baik jalur pelanggan dan juga saluran trunk, makaincoming
dan outgoing half call perlu ditambahkan pada volume half call total.

b. Terminating Half-Call
Satu Terminating Half Call adalah untuk tiap incoming-terminating call, dan
untuk tiap intra office call.

Sistem sentral SPC (Stored Program Control)
memiliki kemampuan penanganan panggilan berupa prosesor yang secara real time
mampu melakukan call processing.

Kapasitas penanganan panggilan (call capacity ) dari prosesor tersebut didefinisikan
sebagai : Jumlah maksimum call per jam yang bisa ditangani prosesor tersebut
dengan tetap menjaga kriteria unjuk kerja layanan yang sudah ditetapkan

Prosesor sentral memiliki parameter kapasitas call :
High Day Busy Hour (HDBH) Originating + Incoming = HDBH (O+I)
Sedangkan prosesor komponen periferal memiliki parameter kapasitas call :
High Day Busy Hour (HDBH) Originating + Terminating = HDBH (O+T).


Pelanggan Sentral Lainnya

Gambar 4 Tipe-tipe panggilan pd terminal switching.
REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 15

Ukuran Beban Sentral Switching
1. (O + T) = Originating + Terminating
Adalah ukuran beban trafik pada sisi pelanggan baik dari sentral sendiri maupun dari
sentral lain
2. (O + I) = Originating + Incoming
Adalah ukuran beban trafik trunk incoming dan beban trafik sirkuit. Dapat dikatakan
juga sebagai ukuran beban trafik pada sentral switching.

Lingkungan trafik umumnya juga akan diklasifikasikan berdasarkan kepadatannya dan
memiliki karakteristik distribusi trafik yang berbeda
Metropolitan, daerah utama metropolitan dengan trafik sebagian besar disebabkan
aktifitas bisnis.
Single System City ( SSC ), Daerah layanan adalah kota ukuran sedang
Suburban, Daerah layanan dengan sebagian besar daerah pemukiman
Rural, daerah pertanian dan pemukiman.

Standar komposisi berbagai jenis panggilan (dlm %) yang digunakan untuk
penghitungan kapasitas panggilan prosesor sentral. Standar ini tidak didasarkan dari
kondisi terbaik atau terburuk, tetapi umum digunakan untuk dimensioning awal jaringan
untuk berbagai kasus lingkungan.

Tabel :Standar komposisi panggilan untuk Prosesor Sentral

REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 16

Standar komposisi berbagai jenis panggilan (dlm %) yang digunakan untuk
penghitungan kapasitas panggilan prosesor periferal yang digunakan untuk kontrol
saluran pelanggan. Standar ini tidak didasarkan dari kondisi terbaik atau terburuk, tetapi
umum digunakan untuk dimensioning jaringan untuk berbagai kasus lingkungan.














REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 17

5 Distribusi Trafik.

Distribusi trafik adalah sebaran panggilan yang dikategorikan umumnya atas
wilayah pelayanan, atau mungkin pada kondisi-kondisi khusus (mis. handoff, location
updating, dsb) yang menjadi titik perhatian dalam analisis. Distribusi trafik akan
bermanfaat dalam dimensioning kanal atau saluran yang diperlukan antar sistem switching
/ sentral. Karena tipikal pembicaraan yang berbeda untuk tiap wilayah, maka umumnya
distribusi trafik yang digunakan dalam perencanaan mengacu pada hasil pengukuran trafik
pada masa-masa sebelumnya, dan distribusi trafik untuk perencanaan adalah ekstrapolasi
dari hasil rekaman pengukuran trafik yang sudah dilakukan.

Di bawah ini adalah contoh distribusi trafik di wilayah Amerika Serikat.


6. Teknik Switching

Beberapa konsideran dalam teknik rekayasa sistem switching , baik pada
lingkungan komunikasi kabel maupun wireless adalah :
Bahwa rekayasa, administrasi, maupun maintenance sistem switch selalu berbasis
pada beban trafik saat jam sibuk dan pada musim trafik tersibuk
Parameter serta komponen-komponen jam sibuk digunakan untuk melihat trend
kecenderungan, membuat proyeksi, mengeset kapasitas, serta menurunkan
parameter-parameter trafik kondisi mendatang
Delay kecepatan dial-tone biasanya diukur kalau tes call tidak dapat menerima dial-
tone selama 3 detik
Probabilitas blocking sisi terminating biasanya akan diukur jika terminating call tidak
dapat diselesaikan karena kekurangan jalur komunikasi yang tersedia
REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 18

Trunk group busy hour adalah durasi waktu dimana beban trunk grup maksimum.
Data jam sibuk trunk grup digunakan memberikan jumlah trunk yang cukup dan
sesuai persyaratan layanan.
Data trafik umumnya dikumpulkan selama satu hingga dua minggu tiap setengah jam
dalam satu hari yang mungkin menghasilkan beban trafik yang tinggi (contoh : jam 8
sampai 11 pagi).Lima hari dari minggu yang memiliki beban trafik tersibuk disebut
busiest week
Jam-jam dengan trafik tersibuk pada minggu tersibuk disebut Office Busy Hour
Tiga (3) bulan , tapi tidak selalu, dengan beban trafik tertinggi dan memiliki Busy
Hour (BH) , disebut sebagai Busy Season.
Untuk mengestimasi trafik, dapat dipakai pedoman berikut :


Summary formula : Blocking Formulas :

Rumus Erlang-B digunakan dengan asumsi - asumsi :
Terdapat sejumlah tak terbatas panggilan datang
Jumlah trunk/saluran terbatas
Masing-masing call independent satu sama lain
Probabilitas user menggunakan kanal (waktu service) berbasis pada distribusi
Eksponensial
Panggilan datang (input) terdistristribusi Poisson








REKAYASA TRAFIK | MAKALAH DASAR REKAYASA TRAFIK 19

Rumus Erlang B


Rumus Poisson
Digunakan untuk sistem tunggu dengan delay tunggu
adalah sebesar Mean Holding Time
A = Offered traffic
N = Jumlah trunk
PB = Probabilitas blocking

Rumus Erlang C


Asumsi yang digunakan :
Digunakan untuk sistem antrian. Untuk call yang tidak dapat dilayani segera, akan
dimasukkan dalam antrian selama yang diperlukan
Sumber tak terbatas
Input Poisson
Exponensialholding time

Rumus Binomial
Asumsi yang digunakan :
Sumber terbatas
Kerapatan trafik adalah sama tiap sumber
Loss call dapat ditangani