Anda di halaman 1dari 21

TUGAS MAKALAH TEKNIK PEMBORAN

PERALATAN PEMBORAN

NAMA : ARIEF AMRI MARTA


NIM

: 1308180

PRODI D3
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan tugas Teknik pemboran.
Tugas ini disusun dengan judul Komponen & Peralatan Pemboran. Tugas ini berisikan
materi tentang Peralatan Pemboran yang dapat membantu Mahasiswa D3 Pertambanganyang
ingin mempelajari tentang Pemboran. Atas terselesainya tugas Makalah Komponen &
Peralatan Pemboran ini, penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan baik secara
langsung maupun tidak langsung. Penulis menyadari bahwa penyelesaian tugas Makalah
Komponen & Peralatan Pemboran ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis
mengharapkan masukan baik berupa saran dan kritik yang sifatnya membangun demi
sempurnanya Tugas Pemboran ini.
Akhinya penulis berharap semoga tugas ini bermanfaat untuk memperluas
pengetahuan dan menambah wawasan serta bermanfaat bagi pembaca dan diri penulis
pribadi.

Padang, 29 Oktober 2014

Penulis

DAFTAR ISI
1

ABSTRAK ....................................................................................................................1
KATA PENGANTAR .....................................................................................................2
DAFTAR ISI ..................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................4
A. LatarBalakang ...............................................................................................4
B. Tujuan ...........................................................................................................5
BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................................................6
A. Mesin Bor ......................................................................................................6
B. Pompa Atau Kompresor.................................................................................10
C. Stang Bor........................................................................................................11
D. Pipa Casing....................................................................................................12
E. Mata Bor ........................................................................................................14
F. Peralatan Pelengkap .......................................................................................15
BAB 3 PENUTUP..........................................................................................................21
A. Kesimpulan ...................................................................................................21
B.Saran ...............................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................22

BAB I
2

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam suatu industri pertambangan, kegiatan pemboran adalah suatu aktivitas vital
baik dalam pengambilan sample maupun pemboran produksi.Tujuan dari kegiatan
pemboran ini ada bermacam-macam, pemboran tidak saja dilakukan dalam industri
pertambangan tetapi juga untuk bidang-bidang lain sehingga secara keseluruhan kegitan
pemboran bertujuan sebagai berikut:
a. Eksplorasi mineral dan batubara.
b. Ekplorasi dan produksi air tanah.
c. Eksplorasi dan produksi gas.
d. Eksplorasi dan produksi minyak.
e. Peledakan.
f. Geoteknik.
g. Ventilasi tambang.
h. Penirisan tambang.
i. Keperluan perhitungan cadangan.
j. Perolehan data geologi.
k. Pengontrolan tambang.
l. Serta pembuatan lubang pipa air untuk PDAM dan kabel listrik untuk PLN, dll
Dilakukanya pemboran adalah agar dapat mengetahui bagai mana kegiatan
pengeboran itu berlangsung, dapat mengetahui tahap tahap dari pada kegiatan pemboran,
juga dapat mengetahui peralatan peralatan yang digunakan dalam pengeboran. Sehinga
apa bila terjun kelapangan nantinya sudah dapat mengetahui apa apa yang harus
3

dikerjakan juga yang harus dipersiapkan. Dalam pencapaian target dari tujuan tersebut
maka dibutuhkan perlengkapan ,tipe serta kapasitas mesin yang berbeda pula , baik dari
pemboran yang vertical keatas, kebawah maupun yang horizontal atau miring dengan
sudut tertentu.

Peralatan pemboran, meliputi :


1.
2.
3.
4.
5.

Mesin Bor
Pompa atau kompresor
Stang bor
Casing
Mata bor, dan perlengkapan lainya.

B.
a.
b.
c.

Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui macam macam peralatan pemboran.
Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari tiap- tiap peralatan pemboran.
Mahasiswa dapat mengetahui bentuk tiap-tiap dari peralatan pemboran.

BAB II
PEMBAHASAN
A. MESIN BOR
Didalam pemboran ada beberapa jenis mesin bor diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Mesin Bor Tumbuk
Mesin bor tumbuk yang biasanya disebut cable tool atau spudder rig yang diopersikan
dengan cara mengangkat dan menjatuhkan alat bor berat secara berulang- berulang ke dalam
lubang bor.Mata bor akan memecahkan batuan terkosolidasi menjadi kepingan kecil,atau
akan melepaskan butiran butiran pada lapisan.Kepingan atau hancuran tersebut merupakan
campuran lumpur dan fragmen batuan pada bagian dasar lubang, jika di dalam lubang tidak
dijumpai air, perlu ditambahkan air guna membentuk fragmen batuan (slurry).Pertambahan
volume slurry sejalan dengan kemajuan pemboran yang pada jumlah terentu akan
mengurangi daya tumbuk bor. Bila kecepatan laju pemboran sudah menjadi sangat menjadi
sangat lambat, slurry diangkat ke permukaan dengan menggunakan timba (bailer) atau sand
pump. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan laju pemboran (penetrasi) dalam
pemboran tumbuk diantaranya adalah:
Kekerasan lapisan batuan.
Diameter kedalam lubang bor.
Jenis mata bor.
Kecepatan dan jarak tumbuk.
Beban pada alat bor.
Kapasitas mesin bor tumbuk sangat tergantung pada berat perangkat penumbuk yang
merupakan fungsi dari diameter mata bor, diameter dan panjang drill-stemnya. Adapun
5

beberapa kelebihan dan kekurangan mesin bor tumbuk jika dibandingkan denngan mesin bor
putar dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kelebihannya:
Ekonomis:
-Harga lebih murah sehingga depresiasi lebih kecil.
- Biaya transportasi lebih murah.
- Biaya operasi dan pemeliharaannya lebih rendah.
- Penyiapanrig untuk pemboran lebih cepat.
Menghasilkaaan contoh pemboraan yang lebih baik.
Tanpa sistem sirkulasi.
Lebih mempermudah pengenalan lokasi akifer.
Kemungkinan kontaminasi karena pemboran relatif lebih kecil.
Kekurangannya:
Kecepatan laju pemboran rendah.
Sering terjadi sling putus.
Tidak bisa mendapatkan core.
Tidak memiliki saran pengontrol kestabilan lubang bor.
Terbatasnyaa personil yang berpengalaman.
Pada formasi yang mengalami swelling clay akan menghadapi banyak hambatan.

Gambar 1

Mesin Bor Tumbuk


2. Mesin Bor Putar
Mesin bor putar merupakan jenis mesin bor yang mempuyai mekanisme yang paling
sederhana, untuk memecahkan batuan menjadi kepingan kecil, mata bor hanya mengandalkan
6

putaran mesin dan beban rangkaian stang bor. Jika pemboran dilakukan pada formasi batuan
yang cukup keras, maka rangkain stang bor dapat ditambah dengan stang pemberat. Kepingan
batuan yang hancur oleh gerusan mata bor akan terangkat ke permukaan karena dorongan
fluida. Contoh yang populer dari jenis ini adalah meja putar dan motor listrik.Pada jenis meja
putar, putaran vertikal yang dihasilkan oleh mesin penggerak dirubah menjadi putaran
horizontal oleh sebuah meja bulat yang ada pada bagian bawahnya terdapat alur alur yang
berpola konsentris, sedangkan pada motor listrik, energi mekanik yang digunakan untuk
memutar rangkaian stang bor berasal dari generator listrik yang dihubungkan pada sebuah
motor listrik.
Komponen komponen utama dari mesin bor putar adalah :
Swivel
Kelly bar
Stabilizer
Mata bor
Stang bor
Stang pemberat

Gambar 2

Mesin Bor Putar

3. Mesin Bor-Hidrolik
Pada mesin bor putar hidrolik, pembebanan pada mata bor terutama diatur oleh
sistem hidrolik yang terdapat pada unit mesin bor, disamping beban yang berasal dari berat
stang bor dan mata bor. Cara kerja dari jenis mesin bor ini adalah mengombinasikan tekanan
7

hidrolik, stang bor dan putaran mata bor di atas formasi batuan. Formasi batuan yang tergerus
akan terbawa oleh fluida bor ke permukaan melalui rongga anulus atau melalui rongga stang
bor yang bergantung pada sistem sirkulasi fluida bor yang digunakan.

Gambar 3

Mesin Bor-Hidrolik
Adapun contoh mesin bor putar hidrolik adalah:
a. Top Drive
Unit pemutar pada jenis Top Drive bergerak turun naik pada menara, tenaganya berasal dari
unit transmisi hidrolik yang digerakkan oleh pompa. Penetrasinya dapat langsung sepanjang
stang bor yang dipakai (umumnya sepanjang 3,6m 9 m), sehingga jenis mempuyai kinerja
yang paling baik.
b. Spindle
Pada jenis ini pemutarannya bersifat statis, kemajuan pemboran sangat dipengaruhi oleh
panjang spindle (umumnya antara 60 m 100 m), dan tekanan hidrolik yang dibutuhkan.
Adapun spesifikasi mesin bor yang digunakan adalah:
Merk.
Kapasitas.
Berat.
Kemampuan rotasi.
Dimensi.
Diameter lubang.
Tipe/ model.

B. POMPA ATAU KOMPRESOR

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pada pompa diantaranya adalah:
a. Tipe acting piston.
b. Diameter piston.
c. Power.
d. Dimensi.
e. Berat.
f. Volume/ pressure.
g. Working pressure.
Adapun hal hal yang penting diperhatikan pada kompresor adalah:
a. Tekanan udara yang dihasilkan
b. Volume udara yang dihasilkan per satuan waktu
Pada tahap pemboran lumpur dan kompresor berfungsi sebagai sumber tenaga untuk
mensirkulasikan fluida bor. Jika fluida bor yang digunakan adalah lumpur, maka sebagai
sumber tenaga adalah pompa lumpur, dan jika fluida bor yang digunakan adalah udara maka
sumber tenaganya adalah kompresor. Adapun pompa/ kompresor yang digunakan adalah:
Merk
Model
Kapasitas
Dimensi
Diameter piston
Berat
Power
Volume/ pressure
Working pressure

Gambar 4
Pompa

C. STANG BOR

Stang bor merupakan pipa yang terbuat dari baja, dimana bagian pipa ujung
ujungnya terdapat ulir, dimana fungsinya sebagai penghubung antara dua buah stang
bor.Dalam kegiatan pemboran, stang bor berfungsi sebagai:
1. Menstranmisikan putaran, tekanan, dan tumbukan yang dihasilkan oleh mesin bor menuju
mata bor.
2. Jalan keluar masuknya fluida bor.
Panjang stang bor yang umum digunakan dalam operasi pemboran adalah 10 ft (3m) dan 30
ft (9m), tetapi hal ini bisa berubah tergantung dengan tujuan dan efisiensi pemboran.
Kriteria yang harus diperhatiakan dalam pemilihan ukuran, meliputi:
a. Tujuan pemboran.
b. Kedalaman pemboran.
c. Kekerasan batuan.
d. Metode sirkulasi fluida.
e. Diameter lubang bor.
Adapun rangkaian stang bor yang digunakan dalam operasi pemboran tergantung dari
mekanisme pemboran yang diterapkan, yaitu :
- Rangkaian Stang Bor pada Mesin Bor Putar. Rangkaian stang bor pada pemboran putar
hampir semuanya sama seperti pada penyambungan pipa air. Stang bor yang dipakai pada
pemboran mempuyai banyak ukuran, hal ini berkaitan dengan diameter luar, diameter dalam,
jenis ulir dan sebagainya. Setiap pabrik biasanya memiliki klasifikasi yang berbeda.

10

- Rangkaian Stang Bor pada Mesin Bor Tumbuk.Rangkaian stang bor pada mesin bor tumbuk
terdiri dari:
1. Mata bor pahat.
2. Drill stem, sebagai pemberat dan pelurus lubang.
3. Drilling jars, sepasang batang baja yang bertaut yang dimasukkan untuk melepaskan bit
jika tejepit dengan sentakan ke atas.
4. Swivel socket, adalah penghubung antara sling dan alat bor , diperlukan untuk meneruskan
putaran kabel ke alat bor, di perlukan untuk meneruskan putaran kabel ke alat bor agar pahat
dapat menumbuk ke segala sisi sehingga lubang bor lurus.
Adapun stang bor yang digunakan dalam pemboran air tanah tersebut adalah :
Panjang stang bor yang digunakan adalah 30 ft atau yang berukuran 9 m.

Gambar 5
Stang Bor

D. PIPA CASING

Didalam operasi pemboran pipa casing berfungsi untuk menjaga lubang bor dari colaps
(keruntuhan) dan peralatan pemboran lain dari gangguan gangguan.
Ada dua tipe untuk menghubungkan pipa casing, yaitu:
1.

Tipe Flash Joint.


Dimana penghubungan antara pipa satu dengan pipa lainya dilakukan secara langsung.

2.

Tipe Flash Coupled


Dimana penghubungan antara pipa menggunakan sebuah coupling.

11

Beberapa komponen yang terdapat dalam casing, diantaranya adalah:


1. Casing Swivel
Alat ini untuk menghubungkan antara pipa casing dan stang bor.
2. Casing Head
Alat ini dipasang di bagian atas casing, untuk melindungi drat casing bagian atas.
3. Casing Shoe
Alat ini digunakan untuk melindungi casing bagian bawah dari kerusakan.
4. Casing Cutter
Digunakan pada saat apabila didalam lubang casing terjadi masalah, fungsinya untuk
memotong casing pada titik yang diinginkan.
5. Casing Band
Alat ini digunakan untuk menjepit pipa casing selama operasi pengangkatan dan
penurunan.
Di dalam praktikkum pemboran yang dilakukan, casing yang digunakan adalah tipe
flash joint, dimana penghubungan antara pipa yang satu dengan yang lainya dilakukan
secara langsung.

Gambar 6
Pipa Casing

12

E. MATA BOR (BIT)

Mata bor merupakan salah satu komponen dalam pemboran yang digunakan
khususnya sebagai alat pembuat lubang (hole making tool). Gaya yang bekerja pada bit agar
bit dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan secara garis besar terbagi atas dua macam,
yaitu gaya dorong dan gaya putar. Keekfetifan penetrasi yang dilakukan pada pemboran
tergantung pada kedua gaya jenis ini. Gaya dorong dapat dihasilkan melalui tumbukan yang
dilakukan

pada

pemboran

tumbuk,pemuatan

bit,

tekanan

dibawah

permukaan.

Gaya putar dapat dihasilakan pada mekanisme pemboran putar dengan bantuan mesin putar
mekanik yang dapat memutar bit (setelah ditransmisikan oleh stang bor) dan dengan bantuan
gaya dorong statik mengabrasi batuan yang ditembus. Gaya dorong yang bersifat statik yang
secara tidak langsung turut menunjang gaya- gaya tersebut diatas misalnya berat dari stang
bor dan berat rig.
Faktor- faktor yang harus diperhatiakan dalam pemilihan bit yaitu:
1. Ukuran dan bentuk mata bor.
2. Ukuran gigi mata bor.
3. Berat mata bor.
4. Kekerasan matriks.
Adapun beberapa jenis mata bor diantaranya :
1. Mata Bor Rotasi

Mata Bor Pisau.

Air Coring Bits.

Roller Bits.
2. Mata Bor Tumbuk

Cross Bit

Button Bit

Chisel Bit
3. Mata Bor Auger

Tipe Kelly

Tipe Auger
13

4. Mata Bor pada Pengeboran Kabel

Mata Bor Tabung

Mata Bor Chisel


5. Mata Bor Intan

Mata Bor Formasi Lunak

Surface Set Bits

Impregnated Bits

Gambar 7
Mata Bor

F. PERALATAN PELENGKAP

Beberapa peralatan pelengkap yang sering dipakai dalam kegiatan pemboran diantaranya
meliputi:
a. Water Swivel
Alat ini digunakan untuk melewatkan fluida seperti air, lumpur, dari pompa menuju ke dalam
stang bor.

Gambar 8
Water Swiviel
14

b. Hoisting Water Swivel


Alat ini didesain untuk melewatkan air ke dalam batang bor yang sedang berputar selama
proses pengangkatan dan penurunan.

Gambar 9
Hoisting Water Swivel

c. Hoisting Plug
Alat ini dihhubungkan pada rope socket dandigunakan ketika proses pengangkatan dan
penurunan stang bor.

Gambar 10
Hoisting Plug

d. Hoisting Rope Socket


Bagian atas alat ini dihubungkan dengan hoisting wire rope yang dilas menggunakan babbit
metal, bagian bawahnya dihubungkan dengan hoisting plug.

Gambar 11
Hoisting Rope Socket
15

e. Pipe Wrench
Alat ini digunkan untuk mengunci dan melepaskan pipa, stang bor, dan lain lain.

Gambar 12
Pipe Wrench

f. Snatch Block
Alat ini diletakkan di puncak menara pemboran dan digunakan untuk mengangkat dan
menurunkan stang bor core barrel dan mata bor.
Pada kenyataannya, beban yang diangkat atau diturunkan itu terlalu berat, oleh karena itu
digunakan crown block atau traveling block untuk membantu proses pengangkatan dan
penurunan.

Gambar 13
Snatch Block

16

g. Travelling Block
Alat ini digunakan bersama dua/tiga buah kabel untuk mengangkat atau menurunkan
peralatan pemboran.

Gambar 14
Travelling Block
h. Come Along
Alat ini digunakan untuk menurunkan stang bor dan digukan pada pemboran dangkal.

Gambar 15
Come Along

i. Rod Coupling Tap


Alat ini digunakan untuk mengeluarkan batang bor yang rusak dan dibiarkan tertinggal dalam
lubang bor.

Gambar 16
Rod Coupling Tap

j. Rod Band

17

Alat ini digunakan untuk menjepit batang bor yang tertinggal di lubang bor.

k. Knocking Block
Alat ini digunakan untuk menerima pengaruh pada saat hammering untuk melindungi
peralatan bor.

Gambar 17
Knocking Block
l. Drive Hammer with Chain
Alat ini digunakan untuk hammering ketika peralatan bor mengalami kemacetan.

m. Menara
Terdapat dua menara yang biasa digunkan dalam pemboran diantaranya adalah derrick

n. Permale Wrench
Alat ini digunakan untuk mengunci dan melepaskan pipa pipa yang kecil, seperti kabel core
barrael tanpa merusak tabung.

Gambar 18
Permale Wrench

o. Rod Holder
18

Alat ini digunakan untuk menjepit stang bor pada saat pengangkatan atau penurunan.

Gambar19
Rod Holder
p. Super Strong
Alat ini digunakan untuk mengunci dan melepaskan pipa pipa dengan ukuran besar dengan
diameter berukuran di atas 100 mm.

Gambar 20
Super Strong

BAB III
19

PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dalam kegiatan pemboran penting agar operator dapat memilih alat bor sesuai
keadaan dilapangan hal ini sangat berhubungan erat dengan skill dari operator alat
bor dan pengalaman di bagian pemboran.
2. Peralatan pemboran, meliputi :
a. Mesin Bor
b. Pompa atau kompresor
c. Stang bor
d. Casing
e. Mata bor, dan perlengkapan lainya.
3. Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah
pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut. Berdasarkan cara kerjanya mesin
bor dibagi menjadi 3 jenis, yaitu mesin bor putar, mesin bor tumbuk, dan mesin bor
hidrolik.

4. Dalam melakukan pemboran sangat di haruskan memakai mata bor sesuai dengan
kondisi keadaan tanahnya.

B. Saran
1. Sebaiknya saat melakukan pemboran, harus memadai untuk menghidari kerusakan
alat bor dan kesinambungan proses pemboran.
2. Untuk memperpanjang umur batang bor, diupayakan agar operator menggunakan
WI (Work Instruction) dan SOP (Standar Operational Prosedure) pemboran yang
telah ditetapkan dan tetap menjaga kestabilan penyediaan air dan angin untuk
pemboran.

DAFTAR PUSTAKA

Winarno,A.2008.Pengantar

Universitas Mulawarman.
Jimeno,CL.(1995).Drilling And Blasting Of Rock. AA Bakema.Roterdam.
http://rachmatrisejet.blogspot.com/2013/08/drilling-pemboran.html

Teknologi

20

Mineral.Jurusan

Tenik

Pertambangan