Anda di halaman 1dari 48

1.

Keberadaan di alam
Senyawa-senyawa alkali yang paling banyak terdapat di alam adalah senyawa
natrium dan kalium. Unsur alkali yang paling sedikit dijumpai adalah fransium, sebab
unsur ini bersifat radioaktif dengan waktu 21 menit, sehingga mudah berubah
menjadi unsur lain.
Natrium terutama didapatkan pada air laut dalam bentuk garam NaCl yang terlarut.
Konsentrasi ion Na+ pada air laut adalah 0,47 molar. NaCl kita temui juga
dibeberapa daerah sebagai mineral pada halit (batu karang NaCl). Selain berupa
NaCl, natrium tersebar di kulit bumi sebagai natron (Na 2C03.10H20), kriolit (Na3AlF6),
sendawa chili (NaNO3), albit (Na2).Al2O3.3SiO2) dan boraks (Na2B4O7.1OH2).
Kalium terdapat dikulit bumi sebagai mineral silvit (KCl), karnalit (KCl.MgCl 2.6H2O),
sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2). Dalam tumbuh-tumbuhan, kalium
banyak terkandung sebagai garam oksalat dan tatrat. Natrium dan kalium ikut
berperan dalam metabolisme pada tubuh makhluk hidup. Pada tubuh manusia dan
hewan, ion-ion Na+ dan K+ berperan dalam menghantarkan konduksi saraf, serta
dalam memelihara keseimbangan osmosis dan pH darah. Pada tumbuh-tumbuhan,
ion K+ jauh lebih penting dari pada ion Na+, sebab ion K+ merupakan zat esensial
untuk pertumbuhan.
Adapun logam-logam alkali lainnya sedikit dijumpai di alam. Jumlah litium relatif
lebih banyak daripada sesium dan rubidium.

2.2. Kelimpahan logam alkali di alam


Logam alkali merupakan logam yang sangat reaktif, di alam tidak berada dalam keadaan bebas,
melainkan dalam keadaan terikat dalam bentuk senyawanya. Contoh

1. Natrium :
NaCl
Kriolit
Aluminosilikat ( NaAlSiO3)
Sendawa chili (NaNO3)
Soda Abu (Na2CO3)
1. Litium

Spodumen LiAl(SiO3)

1. Kalium (K) :
Silvit (KCL)
Karnalit(KCL MgCl26H2O)
Veldvaat (K2OAl2O33SiO3)
1. Rubidium (Rb) :
Sel fotolistrik
1. Sesium (Cs) :
Pollusit (CsAl(SiO3)2)
1. Fransium ( Fr ) :
Bijih uranium zat radioaktif
LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH

Arti dari alkali


Kata alkali berasal dari bahasa arab yang berarti abu, air abu bersifat basa.
Kata alkali ini menunjukkan bahwa kecenderungan sifat logam alkali dan alkali tanah
adalah membentuk basa.
Alkali dan alkali tanah merupakan unsure logam yang sangat reaktif. Logam alkali adalah logam
golongan IA yang terdiri dari Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium

(Cs), dan Fransium (Fr). Sedangkan logam alkali tanah terdiri dari Berilium (Be), Magnesium
(Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Radium kadang tidak
dianggap sebagai alkali tanah karena sifat radioaktif yang dimilikinya.
Unsur pada golongan IA dan IIA ini memiliki sifat yang hamper sama, yakni suatu reduktor,
pembentuk basa, dan mempunyai warna nyala yang indah, sehingga digunakan sebagai kembang
api.
Semua unsur pada kelompok ini sangat reaktif sehingga secara alami tak
pernah ditemukan dalam bentuk tunggal.Untuk menghambat reaktivitas, unsur-unsur
logam alkali harus disimpan dalam medium minyak.

2.2. Kelimpahan logam alkali di alam


Logam alkali merupakan logam yang sangat reaktif, di alam tidak berada dalam keadaan bebas,
melainkan dalam keadaan terikat dalam bentuk senyawanya. Contoh

1. Natrium :
NaCl
Kriolit
Aluminosilikat ( NaAlSiO3)
Sendawa chili (NaNO3)
Soda Abu (Na2CO3)
1. Litium

Spodumen LiAl(SiO3)
1. Kalium (K) :
Silvit (KCL)
Karnalit(KCL MgCl26H2O)
Veldvaat (K2OAl2O33SiO3)
1. Rubidium (Rb) :

Sel fotolistrik
1. Sesium (Cs) :
Pollusit (CsAl(SiO3)2)
1. Fransium ( Fr ) :
Bijih uranium zat radioaktif

2.2. Kelimpahan logam alkali tanah di alam


Seperti logam alkali, logam alkali tanah juga tidak terdapat bebas di alam, melainkan dalam
keadaan terikat dalam bentuk senyawanya.Contoh :
a)

Berilium (Be) :

Senyawa silikat beril 3BeSiO3Al 2(SiO3)3 atau Be3Al2(SiO3)6


Bertrandit
Krisoberil
Fenasit
b)

Magnesium (Mg) :

Magnesit (MgSO3)
Dolomite (CaCO3MgCO3)
Epsomit atau garam inggris ( MgSO4.7H2O )
Kiserit (MgSO4.3H2O)
Kaimit (KCl.MgSO4.3H2O)
Olivine (Mg2SiO4)
Asbes (CaMg(SiO3)4)
c)

Kalsium (Ca) :

Batu kapur atau marmer (CaCO3)

Gips (CaSO4.2h2O)
Fosforit (Ca3(PO4)2)
Fluorsfar (CaF2)
Apatit (Ca3(PO4)2CaF2)
Dolomite (CaCO3MgCO3)
d)

Stronsium (Sr) :

Selesit (SrSO4)
Stronsianit (SrCO3)
e)

Barium ( Ba ) :

Barit (BaSO4)
Witerit (BaCO3)
f)

Radium ( Ra )

ANALISIS
Sifat Sifat Logam Alkali
1. Sifat Fisis
Sifat sifat fisis logam alkali cenderung beraturan. Dari atas ke bawah, jari jari atom dan
massa jenis bertambah, sedankan titik leleh dan titik didih berkurang. Sementara itu, energi
pengionan dan keelektronegatifan berkurang.Potensial elektrode dari atas ke bawah cenderung
bertambah, kecuali litium, yang mempunya potensial elektroda paling besar.
1.

Sifat Kimia

Logam alkali merupakan logam yang paling reaktif.Semakin reaktif


logam, semakin mudah logam itu melepaskan elektron, sehingga energi
ionisasi alkali cenderung rendah.Logam alkali memiliki energi ionisasi yang
semakin rendah dari atas ke bawah.Sehingga kereaktifan logam alkali
semakin meningkat dari atas ke bawah. Hampir semua senyawa logam alkali
bersifat ionik dan mudah larut dalam air

Li

Na

11

Rb

19

39

Cs

55

Unsur

1. konfigurasi electron

[ X ] ns1

1. masa atom

1. jari jari atom (n.m)


2. keelektro negatifan
Rendah antara (0,7 1,0)
1. suhu lebur (0C)
2. energy ionisasi (kj/mol)

Diatas suhu kamar ( antara 28,70-180,50)


Antara 376 519
Positif antara 2,71-3,02 (reduktor)

1. potensial oksidasi (volt)

Fr

87

+1

+1

+1

+1

+1

+1

1. blangan oksidasi
Catatan :
[x] unsur unsur gas mulia (He,Ne,Ar,Kr,Xe,Rn)
n : nomor periode (2,3,4,5,6,7,

Unsur

Li

1. dengan udara

Na

Perlahan
Cepat terjadi
lahan terjadi Na2O dan
Li2O
Na2O2

Rb dan Cs

Cepat terjadi K2O Terbakar terjadi


Rb2O dan Cs2O

1. dengan air
2L + 2H2O
H2 (g)

2LOH +

1. Dengan asam
kuat
2L + 2H+
H2(g)

(makin hebat reaksinya sesuai dengan arah panah )

2L+ +

1. Dengan halogen
2L + X2

2LH

1. Warna nyala api

Merah

Kuning

Ungu

Co32+
1. Garam atau
basa yang sukar

ClO4- Dan (CO(NO2)6)3-

terlarut dalam
air
OH-, PO43-

Sifat Sifat Logam Alkali Tanah

1. Sifat Fisika
Dari Berilium ke Barium, jari jari atom meningkat secara beraturan.
Penambahan jari jari menyebabkan turunnya energi pengionan dan
keelektronegatifan.Potensial elektrode juga meningkat dari Kalsium ke
Barium.Akan tetapi, Berilium menunjukkan penyimpangan karena potensial
elektrodenya relatif kecil.Titik leleh dan titik didih cenderung menurun dari
atas ke bawah.Sifat sifat fisis lebih besar jika dibandingkan dengan logam
alkali.Hal ini disebabkan karena logam alkali tanah mempunyai 2 elektron
valensi, sehingga ikatan logamnya lebih kuat.
1. Sifat Kimia
Kereaktifan logam alkali tanah meningkat dari Berilium ke Barium.
Karena dari Berilium ke Barium jari jari atom bertambah besar, energi
ionisasi serta keelektronegatifan berkurang.Akibatnya, kecenderungan untuk
melepas elektron dan membentuk senyawa ion makin kuat.
Alkali tanah kurang reaktif bila dibandingkan dengan alkali.Hal ini
disebabkan karena jari jari atom alkali tanah lebih kecil, sehingga energi
pengionannya semakin besar. Alkali tanah memiliki elektron valensi 2,
sehingga kurang reaktif bila dibandingkan dengan alkali yang bervalensi 1(satu).

Unsur

Be

Mg

12

Ca

20

Sr

38

Ba

56

[ X ] ns2

1. Konfigurasi elektron

1. Nomor atom

1. jari jari atom (n.m)


1. keelektro negatifan

1. suhu lebur (0C)

Antara 6500-12270

1. energy ionisasi (kj/mol)

1.

potensial oksidasi (volt)

1. biangan oksidasi

+2

+2

+2

+2

+2

Reaksi dengan
1. udara

Menghasilkan MO dan M3N2


bila dipanaskan

1. air
Tidak bereaksi

Tidak bereaksi

Dalam keadaan dingin


menghasilkan MO dan M3N2
di permukaan
Bereaksi dalam
keadaan dingin
Bereaksi dengan uap air membentuk
membentuk MO dan H2 M(OH)2 dan H2.
Makin ke kanan
makin reaktif
M + H2
MH2 ( hidrida )

1. hydrogen
M + X2

X2 ( Garam) : dipanaskan

1. klor
M+2H+

M2+ + H2 (g)

1. asam
Sifat oksida
Kestabilan peroksida

amfoter
Peroksidanya tidak dikenal

Kesetabilan karbonat

Mengurai pada pemanasan


agak tinggi

Catatan :

M = unsur-unsur alkali tanah


Ra : bersifat rasoaktif , Be bersifat amfoter

Basa
Makin setabil sesuai dengan
arah panah
Suhu pemanasan antarra 5500
14000C

Reaksi logam alkali

Reaksi logam alkali tanah

Manfaat unsur unsur alkali dan alkali tanah


1)

Natrium (Na)

Digunakan sebagai cairan pendingin pada reactor nuklir , karena meleleh pada 980C dan
mendidih pada 8920C

Uap natrium digunakan untuk lampu natrium yang berwarna kuning dan dapat menembus
kabut

Digunakan pada industry pembuatan bahan anti ketukan pada bensin , yaitu TEL
( tetraetillead)

Campuran Na dan K untuk thermometer temperatur tinggi

Pada produksi logam titanium untuk pesawat terbang logam natrium juga digunakan
untuk foto sel dalam alat alat elektronik.

Natrium hidroksida (NaOH) atau soda api digunakan dalam industry tekstil , plastic ,
pemurnian minyak bumi serta pembuatan senyawa natrium lainnya

Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai garam dapur .pembuatan klorin dan NaOH
mengawetkan berbagai jenis makanan dan mencairkan salju di jalan raya daerah beriklim
sedang.

Natrium bikarbonat (Na2HCO3) disebut juga soda kue sebagai bahan pengembang pada
pembuatan kue

Natrium karbonat (Na2CO3) dinamakan juga soda abu digunakan dalam industry
pembuatan kertas industry detergent , industry kaca dan bahan pelunak air
( menghilangkan kesadahan air)

2)

litium (Li)

Logaam ini digunakan untuk pentransfer panas , untuk bahan anoda, pembuatan gelas,dan
keramik khusus dan untuk keperluan bidang nuklir

Litium stearat digunakan untuk pembuatan minyak pelumas bertemperatur tinggi.

Digunakan untuk pembuata batrai

3)

Kalium(K)

Unsur kalium penting bagi pertumbuhan

Unsur kalium digunakan untuk pembuatan kalium superoksida (KO2) yang dapat bereaksi
dengan air membentuk oksigen

KCl dan K2SO4 digunakan untuk pupuk pada tanaman

KNO3 digunakan sebagai komponen esensial dari bahan peledak , petasan dan kebang
api

KCLO3 digunakan untuk bahan pembuata korek api dan bahan peledak

Kalium hidroksida (KOH) digunakan sebagai bahan pereaksi dalam pembuatan sabun
mandi

K2O2 digunakan untuk bahan cadangan oksigen dalam pertambangan dan kapal selam.

4)

Rubidium (Rb) dan cesium (Cs)

Rubidium dan cesium digunakan sebagi permukaan peka cahaya dalam sel fotolistrik
yanf dapat mengubah energy cahaya menjadi energy listrik

Cesium digunakan sebagi getter pada tabung electron dan sebagai katalis hidrogenasi.

5)

Berilium (Be)

Perpaduan atara Be dan Cu menghasilkan logam sekeras baja, maka digunakan untuk per/
pegas dan sambuangan listrik

Logam berilium dipakai pada tabung sinar X , komponen reactor atom, dan pembuatan
salah satu komponen televisi.

6)

Magnesium (Mg)

Digunakan untk pembuatan logam paduan (alloy) untuk membuat campuran logam yang
ringan dan liat yang dapat digunakan pada pembuata alat alat ringan seperti suku
cadang pesawat atau alat alat rumah tangga.

Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) digunakan untuk pupuk , obat-obatan dan lampu blitz
seta kembang api karena maganesium mudah terbakar dan cahayanya putih menyilaukan
mata.

Magnesium hdroksida (Mg(OH)2) sebagai obat maag dan sebagai bahan pasta gigi

7)

Kalsium (Ca)

CaO dan Ca(OH)2 digunakan dalam industry baja . CaSO4 sebagi bahan semen

Gips ( CaSO4.2H2O) digunakan dalam bidang kesehatan untuk penderita patah tulang
dan untuk cetakan gigi

Kalsium karbonat (CaCO3) sebagai bahan obat ( antacid) dan bahan pengisi dan pelapis
kertas .

Kalsium dididrogen fosfat (Ca(H2PO4)2) digunakan sebagai bahan pupuk CaOCl2 sebagai
disinfektan.

Kalsium hidroksida Ca(OH)2 digunakan dalam pembuatan basa lain, sebagai serbuk
pemutih dalam pemurnian gula dan kapur dinding.


8)

Kalsium klorida (CaCl2) sebagai pelebur es dijalan raya pada musim dingin dan untuk
menurunkan titik beku pada mesin pendingin.
Stronsium (Sr) dan barium (Ba)

Senyawa strosium dan barium digunakan untuk pembuatan kembang api karena member
warna nyala yang bagus dan menarik. Sr warna nyala merah tua dan Ba warna nyala hijau
tua.

Barium sulfat (BaSO4) untuk pembuatan foto sinar X pada perut.

UNSUR-UNSUR LOGAM ALKALI


1. Unsur Logam Alkali
Unsur-unsur
golongan
IA
terdiri
dari
Litium
(Li),Natrium
(Na),Kalium(K),Rubidium (Rb), Sesium (Cs) dan Fransium (Fr).Kecuali hydrogen
,unsur-unsur dalam golongan ini lebih dikenal dengan istilah logam
alkali.Dinamakan logam karena memiliki sifat sifat logam seperti mempunyai
permukaan yang mengkilap serta mempunyai daya hantar panas dan listrik yang
baik.Disebut alkali karena bereaksi dengan air dan membentuk senyawa hidroksida
yang bersifat alkali atau basa.
Logam alkali bersifat sangat reaktif dikarenakan di kulit terluar mereka,
mereka hanya mempunyai 1 elektron dan ini menyebabkan logam-logam Alkali
menjadi sangat tidak stabil (stabil jika 2 atau 8). Sehingga di alam untuk
menstabilkan ikatan mereka, mereka akan mengikat unsur-unsur lain.
Atom logam alkali bereaksi dengan melepaskan 1 elektron membentuk ion
bermuatan +1.Na Na+ + 1 e-.Susunan elektron dari 2.8.1 o 2.8, yang merupakan
konfigurasi elektron gas mulia.

Adapun keberadaan logam alkali di alam :


Unsur

2.

Persen di
kerak bumi

Keberadaan di alam

Litium

0,0007% di
bebatuan
beku

Dalam spodumene LiAl(SiO3)2

Natrium

2,8 %

Dalam garam batu NaC,sendawa Chili NaNo 3, karnalit


KMgCl3.6H2o,trona Na5(Co3)2.(HCO3).2H2O dan air laut

Kalium

2,6 %

Dalam silvit (KCl), garam petre KNO3 dan karnalit


KCl.MgCl2.6H2O

Rubidium

0,0078 %

Dalam lepidolit

Sesium

0.0003 %

Dalam polusit (Cs4Al4Si9O26).H2o dan sedikit dalam


lepidolit

Fransium

Sangat
sedikit

Berasal dari peluruhan Aktinium (Ac).Bersifar radioaktif


dengan waktu paro 21,8 menit

SIFAT SIFAT LOGAM


A. Sifat Fisis Logam
Jari-jari
logam
(pm)

Jari-jari
ionik
(pm)

Energi ionisasi
(kJ/mol)

Keeloktronegatif
an

Bilangan
Oksidasi

Litium

160

74

520

1,0

+1

Natrium

190

102

496

0,9

+1

Kalium

240

138

419

0,8

+1

Rubidium

250

149

403

0,8

+1

Sesium

270

170

376

0,7

+1

1.194

380

0,7

+1

Unsur

Fransium

Sifat atomik logam


Dari tabel diatas terlihat adanya keteraturan sifat atom logam alkali dari Li ke
Fr.
- Nilai jari-jari atom bertambah dari Li ke Fr
- Nilai energi ionisasi berkurang dari Li ke Fr

- Nilai keeloktronegatifan berkurang dari Li ke Fr


- Nilai bilangan oksidasi sama dengan +1
-Struktur unsur logam alkali
Atom-atom logam alkali terikata satu sama lainnya dengan ikatan
logam.Kekuatan ikatan logam dipengaruhi oleh rapat muatan ion positif dan rapat
muatan awan electron. Meski muatan ion positif dan muatan awan elektron dari
unsure unsure logam alkali sama,namun jari jari atom makin besar dalam satu
golongan. Dengan demikian rapat muatan ion positif dan rapat muatan awan
elektron berkurang sehinga tarik menarik ion positif dan muatan awan electron
semakin lemah.Dikatakan,kekuatan ikatan logam berkurang dari Li ke
Fr.Ikatan logam membentuk suatu struktur kristal. Semua logam alkali memiliki
struktur kecil yang sama,yaknistruktur kubus pusat badan (bcc),dengan faktor
kerapatan atom per unit sel 0,68.

Hfus

Hv(kJ/m
ol)

Daya
hantar
panas
(W/cmK
)

1.34
2

3,00

146

0,847

0,108

98

883

2,60

97

1,41

0,210

0,4

63

760

2,33

80

1,02

0,139

1.530

0,3

39

686

2,19

72

0,582

0,078

Sesium

1.880

0,2

29

669

2,09

68

0,359

0,049

Fransiu
m

27

677

0,150

0.030

Kerapata
n (kg/m3)

Kekeras
an
(Mohr)*

Titik
leleh(o
C)

Litium

530

0,6

181

Natrium

970

0,5

Kalium

860

Rubidiu
m

Unsur

Titik
didi
h
(oC)

Daya
hantar
listrik
(M1
cm-1)

Dari tabel diatas, dapat kita lihat adanya keteraturan sifat-sifat fisika logam
alkali.Secara umum,keteraturan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :

Kerapatan bertambah dari Li ke Fr


Nilai kerapatan bergantung pada massa atom,jari jari atom dan factor kerapatan
per unit.Nilai kerapatan semakin besar dengan pertambahan massa atom dengan
factor kerapatan dan sebaliknya semakin kecil dengan pertambahan jari-jari atom.
Semua logam alkali memiliki nilai struktur memiliki nilai faktor kerapatan atom per
unit sel yang sama. Jadi, nilai kerapatan logam alkali hanya dipengaruhi massa
atom dan jari-jari atom.Dari tabel diatas bahwa massa atom dan jari jari atom
meningkat
dari
atom
Li
ke
Fr.
Karena
nilai kerapatan bertambah,maka jelas bahwa kenaikan nilai massa atom lebih
dominan dibandingkan kenaikan jari-jari atom. Hal ini dapat dibuktikan secara

sederhana yakni dengan membandingkan massa atom dan pangkat tiga jari-jari
atom (Mr/r3)

- Kekerasan berkurang dari Li ke Fr


Penurunan nilai kekerasan dapat diketahui dari penurunan kekuatan ikatan
logam dari Li ke Fr. Hal ini disebabkan tarik menarik antara ion positif dengan awan
electron semakin melemah akibat bertambahnya jari jari atom dari Li ke Fr.

- Titik leleh dan Hfus berkurang dari Li ke Fr


- Titik didih dan Hv berkurang dari Li ke Fr

- Daya hantar listrik dan daya hantar panas secara umum berkurang dari
Li ke Fr
Logam alkali memiliki daya hantar listrik dan panas yang baik karena ikatan
logamnya.Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron valensi yang bergerak
bebas.Daya hantar panas dan listrik logam alkali ditentukan oleh pergerkan elektron
elektron valensi bebasnya.Semakin mudah elektron elektron valensi ini bergerak,
maka semakin besar pula daya hantar listrik dan panasnya. Sebaliknya, semakin
sulit elektron -elektron ini bergerak, semakin berkurang pula daya hantar listrik dan
panasnya. Satu hal yang menghambat pergerakan elektron elektron adalah
kemungkinannya untuk bertumbukan dengan ion-ion positif itu sendiri. Seperti telah
dijelaskan, semua logam alkali dari Li ke Fr mempunyai elektron valensi yang sama,
yakni 1. Akan tetapi ukuran ion-ion positif logam alkali bertambah dari Li ke Fr. Oleh
karena itu kemungkinan untuk elektron- elektron valensi bertumbukan dengan ionion positif semakin bertambah. Dengan kata lain,daya hantar listrik dan panas
cenderung berkurang dari Li ke Fr.

B. SIFAT KIMIA LOGAM


Logam alkali merupakan logam yang sangat mudah reaktif.Semakin reaktif
loggam
tersebut
makansemakin
mudah
elektron
tersebut
melepaskan
elektron.Sehingga energi ionisasi alkali cenderung rendah.
Logam alkali memiliki energi ionisasi yang semakin rendah dari atas ke
bawah sehingga kereaktifan logam alkali semakin meningkat dari atas ke bawah.

Hampir semua senyawa logam alkali bersifat ionik dan mudah larut dalam
air.
Unsur

a)

Li

Dengan udara Perlahan-lahan


terjadi

b)

Dengan air
2L(s)+2H2O(l)
2LOH (aq)+H2(g)

c)

Dengan asam
kuat
2L+2H
+
2L
+
H2(g)
(l)

d)

Dengan
halogen
2L+
X2(g)2LH

Warna
api

nyala Merah

Na

Rb & Cs

Cepat terjadi
Na2O dan
Na2O2

Cepat terjadi
K2O

Terbakar
terjadi Rb2O
dan Cs2O

Kuning

Ungu

3. Reaksi reaksi logam alkam alkali


Logam alkali adalah logam yang sangat reaktif sehingga mudah bereaksi
dengan zat lain membentuk senyawa logam alkali. Ada 4 jenis reaksi yang akn
dibahas,yaknireaksi logam alkali dengan air,oksigen,halogen dan hidrogen.

Reaksi logam alkali dengan air


Logam alkali bereaksi dengan air membentuk senyawa hidroksida dan gas H 2. Jika M
adalah logam alkali maka persamaan umumnya adalah
2M(s) + 2H2O(I) 2MOH(aq) + H2(g)
Senyawa logam alkali yang terbentuk :

Senyawa hidroksida
Contoh reaksi :
o 2Li(S) + 2H2O(I) 2LiOH(aq) +H2(g)
o 2Na(s) + 2H2O(I)2NAOH(aq)+ H2(g)
o 2K(s) +2H2O(I)2KOH(aq) + H2(g)
o 2Rb(s) + 2H2O(I)2RbOH(aq) + H2(g)
o 2Cs(s) + 2H2O(I)2CsOH(aq) + H2(g)
Ket : Reaksi berlangsung semakin hebat dengan pertambahan nomor atom dari Li
ke Cs

Reaksi logam alkali dengan oksigen


Logam alkali bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa oksida,senyawa
peroksida, dan senyawa superoksida. Jika M adalah logam alkali maka
persamaan umumnya adalah :
4M(s) + O2 (g)2M2O(s) oksida (O2-)
2M(s) + O2(g) M2O2(s) peroksida (O22-)
M(s) + O2(g) MO2 (s) superoksida (O2-)
Senyawa logam alkali yang terbentuk :
Senyawa oksida, peroksida dan superoksida
Senyawa oksigen dihasilkan apabila reaksi melibatkan jumlah oksigen
terbatas.Sedangkan senyawa peroksida dan superoksida diperoleh dari reaksi
dengan jumlah oksigen berlebih.
Contoh reaksi :

o 4Li(s) + O2(g) 2Li2O(s) . K(s) + O2(g) KO2(s)


o 4Na(s) + O2(g) 2Na2O(s) .Rb

(s)

+ O2(g) RbO(s)

o 4K(s) + O2(g) 2K2O(s) . Cs(s) + O2(g) CsO2(s)


o 2Na(s) + O2(g) Na2O2(s)

Reaksi logam alkali dengan halogen


Logam alkali bereaksi dengan halogen membentuk senyawa halida.Jika M adalah
logam alkali dan X adalah halogen maka persamaan umumnya adalah
2M(s) + X2(g) 2MX

(s)

Senyawa logam alkali yang terbentuk :


Senyawa halida
Contoh reaksi :
o 2Li(s) + F2(g) 2LiF(s) . 2Rb(s) + F2(g) 2RbF(s)
o 2Na(s) + Cl2(g) 2NaCl(s) . 2Cs(s) + Cl2(g) 2CsCl(s)
o 2K(s) + Br2(g) 2KBr(s)
4. Reaksi logam alkali dengan hidrogen
Logam alkali bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hydrogen.Jika M
adalah logam alkali maka persamaan umumnya adalah :
2M(s) + H2(s) 2MH(s)
Senyawa Hidrida
Senyawa hidrida adalah senyawa ionik kristal yang berwarna putih.
Contoh reaksi :
o 2Li(s) + H2(g) 2LiH(s) . 2Rb(s)

+ H2(g)2RbH(s)

o 2Na(s) + H2(g) 2NaH(s) . 2Cs(s)

+ H2(g)2CsH(s)

o 2K(s) + H2(g) 2KH(s)

4. .Sumber atau Pembuatan senyawa logam alkali


Selain jenis-jenis senyawa yang dihasilkan dari reaksi-reaksi logam
alkali,ada beberapa senyawa logam alkali penting lainnya antara lain :
-

Na2CO3(Natrium Karbonat )
Sumber atau pembuatannya :
Awalnya Na2CO3 diperoleh dari abu pembakaran rumput laut. Karena jumlahnya
terbatas Na2CO3 mulai disintesis dengan cara mereaksika CaCo 3 dengan NaCl
menggunakan Proses Solvay.Reaksi keseluruhannya adalah :
CaCo3(s) + 2NaCl(s) Na2CO3 + CaCl2(aq)
Na2CO3 juga dapat diperoleh dari mineral trona,Na 5(CO3)2.(HCO3).2H2O. Mineral ini
dihancurkan, lalu dipanaskan agar terurai menjadi Na 2CO3
2Na5(CO3)2 . (HCO3).2H2O. 5Na2CO3 + 5H2O + CO2
Na2CO3 yang dihasilkan harus dimurnikan lebih lanjut,dengan cara melarutkannya ke
dalam air, menyaring dan memanaskannya

K2CO3 (Kalium karbonat )


Sumber atau pembuatnnya :
K2CO3 diperoleh dari abu pembakaran kayu dan tanaman.Tanaman tumbuh baik
dengan menyerap unsur K. Kebutuhan tanaman pada lahan pertanian dapat
diperoleh dari pupuk yang mengandung K.

Na2SO4 (Natrium Sulfat) dan NaHSO4(natrium hidrogen sulfat )


Na2SO4 dan NaHSO4 adalah hasil samping pembuatan HCl menggunakan reaksi
antara H2SO4 dan NaCl.
H2SO4 + NaClNahSO4 + HCl
H2SO4 + 2NaClNa2SO4 + 2HCl

NaHCO3 (Natrium bikarbonat )


Sumber Atau pembuatannya :
Senyawa ini dibuat dari reaksi :
CO2(g) + NaOH

(aq)

NaHCO3(aq)

Jika NaHCO3 dipanaskan akan diperoleh Na2CO3


2NaHCO3(aq)Na2CO3(s) + H2O(g) + CO2(g)
4. Proses Ekstraksi Logam Alkali
Logam alkali bersifat sangat reaktif sehingga hanya dapat diekstraksi dari
senyawanya menggunakan metode elektrolisis atau metode reduksi. Logam Li
dan Na diekstraksi dengan metode elektrolisis.Sedangkan logam K,Rb.Cs dengan
metode tersebut karena logam-logam tersebut cenderung larut dalam larutan
garamnya.
-

Li(Litium)
Metode elektrolisisnya :
Sumber logam Li adalah mineral spodumene [LiAl(SiO 3]. Spodumene dipanaskan
pada suhu 100oC lalu dicampur dengan H 2SO4 panas dan dilarutkan ke air untuk
memperoleh larutan LiSO4. Kemudian LiSO4 direaksikan dengan Na2CO3 untuk
membentuk Li2CO3 yang sukar larut
LiSO4 + Na2CO3 Li2CO3(s) + Na2SO4
Setelah itu Li2CO3 direaksikan dengan HCl untuk membentuk LiCl
Li2CO3(s) + 2HCl2LiCi +H2O +CO2
Li dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan LiCl sebagai berikut :
Katode : Li+(i) + e-Li(i)

Cl-(i)

Anode :

Cl2(g) + e-

Karena titik leleh LiCl tinggi ( > 600 oC), biaya elektrolisis menjadi mahal. Namun
biaya dapat ditekan dengan cara menambahkan KCl (55% LiCl dan 45% KCl) yang
dapat menurunkan titik leleh menjadi 430oC
-

Natrium (Na)
Metode Elektrolisis
Sumber utama logam Na adalah garam batu dan air laut. Na hanya dapat diperoleh
dari elektrolisis lelehan NaCl menggunakan sel down
Katode : Na+(i) + e-Na(i)
Anode :

Cl-(i)

Cl2(g) + e-

Kalium (K)
Metode Reduksi
Sumber utama logam K adalah silvit (KCl).Logam K diperoleh dengan metode
reduksi dimana lelehan KCl direaksikan dengan Na.
Na + KCl K + NaCl
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena K yang terbentuk mudah
menguap,maka K dapat dikeluarkan dari sistem dan kesetimbangan akan bergeser
ke kanan untuk terus memproduksi K.

Rubidium (Rb)
Metode reduksi
Logam Rb dibuat dengan mereduksi lelehan senyawa RbCl.
Na + RbCl Rb + NaCl
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena Rb mudah menguap, maka Rb
dapat diproduksi terus dengan cara yang sama seperti K

Sesium (Cs)
Metode reduksi
Logam Cs dapat dibuat dengan mereduksi lelehan senyawa CsCl
Na + CsCl Cs + NaCl
Reaksi berada dalam kesetimbangan. Karena Cs mudah menguap, maka Cs dapat
diproduksi terus dengan cara yang sama seperti K.

5. Aplikasi Logam alkali dalam kehidupan sehari-hari


Aplikasi logam alkali sangat luas mulai dari rumah tangga, industri, kedokteran
hingga pembangkit tenaga nuklir.Aplikasi logam umumnya dalam bentuk
senyawanya karena sifatnya yang sangat reaktif.Jika diaplikasikan dalam bentuk
unsurnya, maka diperlukan kondisi tertentu.
-

Litium

1.

Li digunakan pada baterai untuk alat pacu jantung,kalukulator, jam , kamera dan
lainnya

2.

Li digunakan dalam paduan logam Mg dan Al.Paduan ini bersifat sangat ringan
tetapi kuat sehingga dimanfaatkan untuk komponen pesawat terbang
-

1.
2.
3.

Natrium

Uap Na digunakan pada lampu jalanan untuk memberikan warna kuning


Lelehan Na sebagai pendingin pada reaktor nuklir tipe LMFBR (Liquid-Metal Fast
Breader Reactor)
NaOH digunakan untuk membuat produk, seperti rayon,kertas dan sabun

4.

Na digunakan dalam pembuatan tetra etil & dipakai untuk menurunkan angka
oktan bensin

5.

Senyawa Na seperti garam NaCl,NaNo2,NaNo3 dan Na2SO3 digunakan pada


makanan

6.

Senyawa Na2CO3 digunakan untuk bahan celup tekstil, penyamakan kulit dan
deterjen untuk melunakkan air sadah

1.
2.
3.

Kalium
Senyawa KNO3 dan KCl digunakan sebagai bahan peledak dan kembang api atau
petasan. KNO3 menyuplai oksigen untuk membakar bahan bakar
Pupuk NPK mengandung K yang penting bagi pertumbuhan tanaman
Di dalam tubuh, K (dan Na) diperlukan sel saraf untuk mengrim sinyal-sinyal listrik.
Di dalam dunia kedokteran, gerakan ion-ion Na dan K dalam sel otak digunakan
untuk mengukur gelombang otak
Rubidium
Rb memiliki potensial ionisasi yang rendah dan digunakan pada sel fotolistrik
seperti fotomultipuler, untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.Rb juga
digunakan sebagai osilator untuk aplikasi seperti navigasi dan komunikasi di
militer

Sesium

1.

Cs digunakan pada sel fotolistrik. Jika terkena cahaya, Cs akan melepas


elektronnya yang akan tertarik menuju ke elektrode positif pada sel dan
menyebabkan timbulnya arus listrik

2.

Cs digunakan sebagai standar satuan detik pada jam atomik sesium standar
karena vibrasi atomya (<9.000 juta kali per detik) dapat digunakan untuk mengukur
waktu dengan sangat akurat. Hal ini terkait dengan kelimpahan isotopnya di alam
sebesar 100% yang berarti semua atom Cs-133 adalah identik

Fransium
Fransium digunakan untuk mengukur kadar Aktinum (Ac) dalam materi alami (Fr
adalah produk peluruhan Ac) dan dalam penelitian biologi untuk mempelajari organ
tubuh tikus

Logam Alkali
Dalam Sistem Periodik Unsur, unsur-unsur yang terletak pada golongan IA
yaitu litium(Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), sesium (Cs) dan
fransium (Fr) disebut logamalkali.
Hidrogen termasuk nonlogam walaupun dengan alkali sama-sama memiliki
satu elektron pada kulit terluarnya.Berdasarkan konfigurasi elektron diketahui
semua unsur alkali memiliki 1 elektron yang terletak pada kulit
terluar.Persamaan ini menyebabkan unsur-unsur alkali memiliki sifat kimia
yang mirip.Walaupun memiliki sifat yang mirip tetapi unsur-unsur alkali
keberadaan di alam tidak bersama-sama.Hal ini disebabkan oleh ukuran-ukuran
ion alkali yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya.
Natrium dan kalium sangat melimpah dikerak bumi sedangkan litium, rubidium
dan sesium kelimpahannya sangat sedikit.Kelimpahan logam alkali yang paling
sedikit adalah fransium.Hal ini disebabkan fransium merupakan unsur
radioaktif yang memancarkan sinar beta () dengan waktu paruh yang pendek
sekitar 21 menit, kemudian segera berubah menjadi unsur thorium.Logam
fransium dihasilkan dari unsur aktinum dengan pemancaran sinar alpha
().Untuk penjelasan selanjutnya logam fransium tidak dibahas pada bagian ini.

Sumber Logam Alkali Di Alam

Natrium ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang terdapat dalam air
laut, dalam entuk sendawa Chili NaNO3, trona (Na2CO3.2H2O), boraks
(Na2B4O7.10H2O) dan mirabilit (Na2SO4).

Kalium didapat sebagai mineral silvit (KCl), mineral karnalit


(KCl.MgCl2.6H2O) sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2). Selain
dari kalium juga terdapat dalam air laut.

Unsur rubidiumm dan sesium dihasilkan sebagai hasil samping proses


pengolahan litium dari mineralnya.

EkstraksiLogamAlkali
Logam-logam alkali sangat stabil terhadap pemanasan, sehingga logam-logam alkali
tidak dapat diperoleh dari oksidanya melalui proses pemanasan. Logam alkali tidak
dapat dihasilkan dengan mereduksi oksidanya, hal ini disebabkan logam-logam alkali
merupakan pereduksi yang kuat.
Keberadaan natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, namun untuk mereduksi
logam-logam alkali dalam air tidak dapat dilakukan karena logam-logam alkali dapat
bereaksi dengan air membentuk basa kuat.Pada abad ke-19 H. Davy akahirnya dapat
mengisolasi natrium dan kalium dengan melakukan elektrolisis terhadap lelehan
garam KOH atau NaOH. Dengan metode yang sama Davy berhasil mengisolasi Li
dari Li2O. Kemudian Rb dan Cs ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik
spektroskopi pada tahun 1860-1861 oleh Bunsen dan Kirchhoff.Sedangkan fransium
ditemukan oleh Perey dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939.
Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya melalui proses
elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang sangat tinggi, oleh
karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain untuk menurunkan titik
lebur garam halidanya.

Elektrolisis Litium

Gambar Lithium
Sumber logam litium adalah spodumene (LiAl(SO)3). Spodumene dipanaskan pada
suhu 100 oC kemudian ditambah H2SO4 pekat panas sehingga diperoleh
Li2SO4.Campuran yang terbentuk dilarutkan ke dalam air.Larutan Li 2SO4 ini
kemudian direaksikan dengan Na2CO3.Dari reaksi ini terbentuk endapan Li 2CO3.
Li2SO4(aq)+ Na2CO3(aq) Li2CO3(s)+ Na2SO4(aq)

Setelah dilakukan pemisahan Li2CO3 yang diperoleh direaksikan dengan HCl


sehingga diperoleh garam LiCl.
Li2CO3(s)+ 2HCl(aq) 2LiCl + H2O+ CO2

Garam LiCl ini yang akan digunakan sebagain bahan dasar elektrolisis litium. Namun
karena titik lebur LiCl yang sangat tinggi sekitar 600 C maka ditambahkan KCl
dengan perbandingan volume 55% LiCl dan 45% KCl. Penambahan KCl ini bertujuan
untuk menurunkan titik lebur LiCl menjadi 430 C. Reaksi yang terjadi pada proses
elektrolisis Li adalah sebagai berikut
Katoda : Li+ + e Li
Anoda : 2Cl Cl2 + 2e

Selama elektrolisis berlangsung ion Li + dari leburan garam klorida akan bergerak
menuju katoda. Ketika tiba dikatoda ion-ion litium akan mengalami reaksi reduksi
menjadi padatan Li yang menempel pada permukaan katoda. Padatan yang terbentuk
dapat diambil secara periodik, dicuci kemudian digunakan untuk proses selanjutnya
sesuai keperluan. Sedangkan ion Cl akan bergerak menuju anoda yang kemudian
direduksi menjadi gas Cl2.

Elektrolisis Natrium

Gambar Logam Natrium


Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis leburan NaCl dengan menambahkan
CaCl2 menggunakan proses downs cell. Penambahan CaCl2 bertujuan
menurunkan titih leleh NaCl dari 801C menjadi 580 C. Proses ini dilakukan
dalam sel silinder meggunakan anoda dari grafit dan katoda dari besi atau
tembaga. Selama proses elektrolisis berlangsung, ion-ion Na+ bergerak menuju
katoda kemudian mengendap dan menempel pada katoda, sedangkan ion Cl
memebntuk gas Cl2 pada anoda. Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis
natrium dari lelehan NaCl:
Peleburan NaCl Na+ + Cl
Katoda : Na+ + e Na
Anoda : 2Cl Cl2 + 2e
Reaksi elektrolisis: Na+ + Cl Na + Cl2

Metodereduksi

Gambar Logam Kalium


Kalium, rubidium, dan sesium tidak dapat diperoleh dengan proses elektrolis karena
logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera larut kembali dalam larutan
garam yang digunakan. Oleh sebab itu untuk memperoleh Kalium, rubidium, dan
sesium dilakukan melalui metode reduksi.

Gambar Logam sesium


Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan
mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium.
Na + LCl L + NaCl

(L= kalium, rubidium dan sesium)

Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar
kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk
padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah
produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.

Gambar Logam Rubidium

Sifat Fisika Logam Alkali


Secara umum, logam alkali ditemukan dalam bentuk padat, kecuali sesium yang
berbentuk cair.Padatan logam alkali sangat lunak seperti sabun atau lilin sehingga
dapat diiris menggunakan pisau.Hal ini disebabkan karena logam alkali hanya
memiliki satu elektron pada kulit terluarnya.Beberapa sifat fisik logam alkali seperti
yang tertera di bawah ini.

Warna Nyala Logam Alkali


Warna nyala yang dihasilkan oleh suatu unsur disebut
sprektumemisi.Spektrum emisi yang dihasilkan berkaitan dengan model atom
Neils Bohr. Ketika atom diberikan sejumlah energi, elektron-elektron yang
berada pada keadaan dasar akan tereksitasi menuju kulit yang lebih tinggi
dengan ringkat energi yang lebih tinggi. Elektron yang tereksitasi dapat
kembali keadaan dasar atau mengimisi dengan memancarkan sejumlah energi
dalam bentuk radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang () tertentu.
Spektrum emisi terjadi ketika larutan garamnya dibakar menggunakan nyala
bunsen. Spektrum emisi yang dihasilkan setiap unsur berbeda antara yang satu
dengan yang lainnya.

Gambar spektrum emisi sesium


Ketika dibakar litium menghasilkan warna merah, natrium menghasilkan warna
kuning, kalium menghasilkan warna pink atau lilac, rubidium menghasilkan
warna merah lembayung dan sesium menghasilkan warna merah lembayung.
Warna-warna yang dihasilkan oleh unsur-unsur alkali sangat indah sehingga
logam-logam alkali banyak dimanfaatkan dalam pembuatan kembang api atau
mercun.

Energi Ionisasi
Energiionisasi untuk unsur-unsur segolongan berhubungan erat dengan jari-jari
atom.Jari-jari atom pada golongan alkali dari Li ke Cs jari-jarinya semakin
besar, sesuai dengan pertambahan jumlah kulitnya.Semakin banyak jumlah
kulitnya, maka semakin besar jari-jari atomnya. Semakin besar jari-jari atom,
maka gaya tarik inti terhadap elektron yang terletak pada kulit terluar semakin
kecil. Gaya tarik yang makin lemah menyebabkan unsur-unsursegolongan,
dari atas ke bawah energi ionisasinya semakinkecil. Dengan melepas satu
elektron pada kulit terluar, Li menjadi Li +, Na menjadi Na+, K manjadi K+ dan
yang lainnya.

Sifat Kimia

Logam alkali merupakan unsur logam yang sangat reaktif dibanding logam
golongan lain. Hal ini disebabkan pada kulit terluarnya hanya terdapat satu
elektron dan energi ionisasi yang lebih kecil dibanding unsur golongan lain.
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, kereaktifan logam alkali makin
bertambah seirng bertambahnya nomor atom.
Reaksi dengan Air
Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dan air adalah gas
hidrogen dan logamhidroksida.Logam hidroksida yang dihasilkan merupakan
suatu basa kuat.Makin kuat sifat logamnya basa yang dihasilkan makin kuat
pula, dengan demikian basa paling kuat yaitu dihasilkan oleh sesium. Reaksi
antara logam alkali dan air adalah sebaga berikut:
2M(s) + 2H2O(l) 2MOH(aq) + H2(g)(M = logam alkali)

Reaksi antara logam alkali dengan air merupakan reaksi yang eksotermis.Li
bereaksi dengan tenang dan sangat lambat, Natrium dan kalium bereaksi
dengan keras dan cepat, sedangkan rubidium dan sesium bereaksi dengan keras
dan dapat menimbulkan ledakan.

Gambar reaksi natrium dengan air

Reaksi dengan Udara


Logam alkali pada udara terbuka dapat bereaksi dengan uap air dan
oksigen.Untuk menghindari hal ini, biasanya litium, natrium dan kalium

disimpan dalam minyak atau minyak tanah untuk menghindari terjadinya


kontak dengan udara.
Litium merupakan satu-satunya unsur alkali yang bereaksi dengan nitrogen
membentuk Li3N. Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda
jauh dan struktur yang dihasilkanpun sangat kompak dengan energi kisi yang
besar.
Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dengan oksigen yakni
berupa oksida logam. Berikut reaksi yang terjadi antara alkali dengan oksigen
4M + O2 2L2O

(L = logam alkali)

Pada pembakaran logam alkali, oksida yang terbentuk bermacam-macam


tergantung pada jumlah oksigen yang tersedia.Bila jumlah oksigen berlebih,
natrium membentuk peroksida, sedangkan kalium, rubidium dan sesium selain
peroksida dapat pula membentuk membentuk superoksida. Persamaan
reaksinya
Na(s) + O2(g) Na2O2(s)
L(s) + O2(g) LO2(s)(L = kalium, rubidium dan sesium)

Reaksi dengan Hidrogen


Dengan pemanasan logam alkali dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk
senyawa hidrida.Senyawa hidrida yaitu senyawaan logam alkali yang atom
hidrogen memiliki bilangan oksidasi -1.
2L(s) + H2(g) 2LH(s)(L = logam alkali)

Reaksi dengan Halogen


Unsur-unsur halogen merupakan suaru oksidator sedangkan logam alkali
merupakan reduktor kuat.Oleh sebab itu reaksi yang terjadi antara logam alkali
dengan halogen merupakan reaksi yang kuat.Produk yang diperoleh dari reaksi
ini berupa garam halida.

2L + X2 2LX

(L = logam alkali, X = halogen)

ReaksidenganSenyawa
Logam-logam alkali dapat bereaksi dengan amoniak bila dipanaskan dan akan
terbakar dalam aliran hidrogen klorida.
2L + 2HCl LCl + H2
2L + 2NH3 LNH2 + H2 L = logam alkali

Kegunaan Logam Alkali dan Beberapa Senyawa Alkali


Natium merupakan salah satu logam alkali yang dimanfaatkan untuk
pembuatan lampu. Lampu ini dikenal dengan namalampu natrium.Lampu
natrium umumnya digunakan sebagai lampu penerangan dijalan-jalan
raya.Lampu natrium ditandai dengan warna kuning cemerlang yang mampu
menembusi kabut.Dibanding logam murninya, senyawa-senyawa yang
dibentuk dari logam alkali lebih banyak dimanfaatkan.

Beberapa Senyawaan Natrium dan Kalium Serta Kegunaannya


Senyawaan Natrium

Natrium klorida (NaCl), merupakan bahan baku pembuatan garam dapur,


NaOH, Na2CO3.

Natrium hidrosida atau soda kaustik (NaOH). Digunakan dalam industri


pembuatan sabun, kertas dan tekstil, dalam kilng minyak digunakan untuk
menghilangkan belerang, dan ekstraksi aluminium dari bijihnya. Dalam
laboratorium digunakan untuk menyerap gas karbondioksida atau gas-gas lain
yang bersifat asam, dalam beberapa reaksi organik NaOH merupakan pereaksi
yang penting misalnya pada reaksi hidrolisis.

Soda cuci (Na2CO3), pelunak kesadahan air, zat pembersih (cleanser) peralatan
rumah tangga, industri gelas.

Natrium hidroksi karbonat (NaHCO3) atau soda kue, campuran pada minuman
dalam botol (beverage) agar menghasilkan.

Natrium nitrat (NaNO3), pupuk, sebagai pereaksi dalam pembuatan senyawa


nitrat yang lain.

Natrium nitrit (NaNO2), pembuatan zat warna (proses diazotasi), pencegahan


korosi.

Natrium sulfat (Na2SO4) atau garam Glauber, obat pencahar (cuci perut), zat
pengering untuk senyawa organik.

Natrium tiosulfat (Na2S2O3), larutan pencuci (hipo) dalam fotografi.

Na3AlF6, pelarut dalam sintesis logam alumunium.

Natrium sulfat dekahidrat (Na2SO4.10H2O) atau garam glauber: digunakan oleh


industri pembuat kaca.

Na3Pb8 : sebagai pengisi lampu Natrium.

Natrium peroksida (Na2O2): pemutih makanan.

Na-benzoat, zat pengawet makanan dalam kaleng, obat rematik.

Na-sitrat, zat anti beku darah.

Na-glutamat, penyedap masakan (vetsin).

Na-salsilat, obat antipiretik (penurun panas).

Senyawaan Kalium

Kalium oksida (KO2), digunakan sebagai konverter CO2 pada alat bantuan
pernafasan. Gas CO2 yang dihembuskan masuk kedalam alat dan bereaksi
dengan KO2 menghasilkan O2

Kalium klorida (KCl), pupuk, bahan pembuat logam kalium dan KOH

Kalium hidroksida (KOH), bahan pembuat sabun mandi, elektrolit batu baterai
batu alkali

Kalium bromida (KBr), obat penenang saraf (sedative), pembuat plat potografi

KClO3, bahan korek api, mercon, zat peledak, ditambahkan pada garam dapur
sebagai sumber iodium sehingga dikenal sebagai garam beriodium.

K2CrO4, indicator dalam titrasi argentomeri

K2Cr2O7, zat pengoksidasi (oksidator)

KMnO4, zat pengoksidasi, zat desinfektan

Kalium nitrat (KNO3), bahan mesiu, bahan pembuat HNO3

K-sitrat, obat diuretik dan saluran kemih

K-hidrogentartrat, bahan pembuat kue (serbuk tartar).

LOGAM ALKALI
Unsur unsur golongan IA terdiri dari hidrogen (H), natrium
(Na), kalium(K), rubidium (Rb), sesium (Cs) dan fransium (Fr).
Kecuali hidrogen semua unsur unsur dalam golongan ini lebih
dikenal dengan istilah Logam Alkali.Dinamakan logam karena
memiliki sifat sifat logam seperti mempunyai permukaan
mengkilap serta mempunyai daya hantar panas dan listrik yang
baik.Disebut alkali karena bereaksi dengan air dan membentuk
senyawa hidroksida yang bersifat alkali atau basa.
Logam alkali bersifat sangat reaktif sehingga selalu ditemukan di
alam dalam bentuk senyawanya.Logam alkali melimpah dalam
mineral dan di air laut.
Khususnya, natrium, Na, di kerak bumi adalah keempat setelah
Al, Fe, dan Ca. Walaupun

keberadaan ion natrium dan kalium telah dikenali sejak lama,


sejumlah usaha untuk mengisolasi
logam ini dari larutan air garamnya gagal sebab kereaktifannya
yang tinggi pada air. Kalium (1807)
dan
tidak
lama
setelahnya
natrium
mengelektrolisis garam leleh KOH atau

diisolasi

dengan

NaOH oleh H. Davy di abad ke-19. Litium Li ditemukan sebagai


unsur baru di tahun 1817, dan
Davy segera setelah itu mengisolasinya dari Li2O dengan
elektrolisis. Rubidium, Rb dan Cesium,
Cs, ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik spektroskopi
tahun 1861. Fransium, Fr,
ditemukan dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939,
kelimpahan alaminya sangat
rendah.

Keberadaan logam alkali di alam


Unsur

Persen
bumi

di

kerak Keberadaan di alam

Litium

0,0007%
bebatuan beku

Natrium

2,8%

di Dalam
spodune
LiAl(SiO3)2.
Dalam garam batu

NaCl, senyawa Chili


NaNO3,
Karnalit
KMgCl3.6H2O, trona
Na5(CO3)2.
(HCO3).2H20,
dan
air laut
Kalium

2,6%

Dalam silvit (KCl),


garam petre KNO3,
dan
karnalit
KCl.MgCl2.6H2O

Rubidium

0,0078%

Dalam lepidolit

Sesium

0,0003%

Dalam
polusit
(Cs4Al4Si9O26)

Fransium

Sangat sedikit

Berasal
dari
peluruhan aktinium
(Ac).
Bersifat
radioaktif
dengan
waktu paro 21.8
menit

Garam batu (NaCl), silvit (KCl), dan karnalit (KMgCl3.6H2O)


berasal dari endapan yang terbentuk akibat penguapan laut
dahuu kala. Karena perbedaan kelarutan, garam garam
mengendap tidak bersamaan, tetapi satu persatu sehingga
terbentuk lapisan lapisan garam yang relatif murni. Garam di
tambang dengan cara menyemprotkan air untuk melarutan
garam,
kemudian
memompa
larutan
garam
tersebut
kepermukaan.

1. Sifat sifat logam alkali


Pembahasan akan meliputi sifat fisis dan sifat kimia dari
logam alkali. Pembahasan sifat fisis dilakukan dengan
menggunakan data sifat atomik dan struktur unsurnya,

sedangkan sifat kimia menggunakan data sifat atomik dan


konfigurasi elektronnya.Disamping itu, kita juga dapat menyimak
sifat karakteristik logam alkali, yaitu WARNA NYALA.
a. Sifat fisis logam alkali
Sifat atomik logam alkali
Tabel berikut memuat sifat sifat atomik unsur unsur logam
alkali.

Jari
jari
logam
(pm)

Jari
Energi
jari
Keelektronegatif
ionisasi
ionik
an
(kj/mol)
(pm)

Natrium

160

74

520

Kalium

190

102

496

Rubidiu
m

240

138

419

250

149

403

Sesium

270

170

376

1.194

380

Unsur

Lithium

Fransium

Bilanga
n
oksidasi

Sifat Kimia logam alkali

Unsur

Li

Na

Dengan
Udara

Perlahanlahan
terjadi
Li2O

Cepat
Cepat
terjadi
terjadi
Na2O dan K2O
Na2O2

Rb
Cs

dan

Terjadi
Rb2O
dan
Cs2O

Dengan air
2L
+
2H2O 2LOH
+ H2 (g)

Dengan
Asam Kuat
2L +
2H+ 2L+ +
H2 (g)

Dengan
Halogen

(makin hebat reaksinya sesuai dengan arah panah)

2L + X2 2LH

Warna
nyala api

merah

Manfaat Logam Alkali

Kuning

ungu

Manfaat Litium
Digunakan pada proses yang terjadi pada tungku peleburan logam
(misalnya baja)
Digunakan untuk mengikat karbondioksida dalam sistem ventilasi pesawat
dan kapal selam
Digunakan pada pembuatan bom hydrogen
Litium karbonat digunakan pada proses perawatan penyakit atau gangguan
sejenis depresi
Digunakan sebagai katalisator dalam reaksi organic.
Manfaat Natrium
Sejarah
(Inggris, soda; Latin, sodanum, obat sakit kepala). Sebelum Davy berhasil
mengisolasi unsur ini dengan cara elektrolisis soda kaustik, natrium (unsur ini
disebut sodium dalam bahasa Inggris), telah dikenal dalam berbagai suatu
senyawa.
Sumber
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang.Garis D pada spektrum matahari
sangat jelas.Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi,
terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi.Unsur ini merupakan unsur terbanyak
dalam grup logam alkali.
Jaman sekarang ini, sodium dibuat secara komersil melalui elektrolisis fusi basah
natrium klorida.Metoda ini lebih murah ketimbang mengelektrolisis natrium
hidroksida, seperti yang pernah digunakan beberapa tahun lalu.
Sifat-sifat
Natrium, seperti unsur radioaktif lainnya, tidak pernah ditemukan tersendiri di
alam.Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas
air.Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium
dapat terbakar secara spontanitas.Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu
dibawah 115 derajat Celcius.
Kegunaan
Logam natrium sangat penting dalam fabrikasi senyawa ester dan dalam persiapan
senyawa-senyawa organik.Logam ini dapat di gunakan untuk memperbaiki struktur
beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair.
Campuran logam natrium dan kalium, NaK, juga merupakan agen heat transfer
(transfusi panas) yang penting.
Senyawa-senyawa
Senyawa yang paling banyak ditemukan adalah natrium klorida (garam dapur), tapi

juga terkandung di dalam mineral-mineral lainnya seperti soda niter, amphibole,


zeolite, dsb.
Senyawa natrium juga penting untuk industri-industri kertas, kaca, sabun, tekstil,
minyak, kimia dan logam.Sabun biasanya merupakan garam natrium yang
mengandung asam lemak tertentu.Pentingnya garam sebagai nutrisi bagi binatang
telah diketahui sejak zaman purbakala.
Di antara banyak senyawa-senyawa natrium yang memiliki kepentingan industrial
adalah garam dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), caustic soda
(NaOH), Chile salpeter (NaNO3), di- dan tri-natrium fosfat, natrium tiosulfat (hypo,
Na2S2O3 . 5H20) and borax (Na2B4O7 . 10H2O).
Isotop-isotop
Ada tiga belas isotop natrium. Kesemuanya tersedia di Los Alamos National
Laboratory.
Penanganan
Logam natrium harus ditangani dengan hati-hati.Logam ini tidak dapat diselubungi
dalam kondisi inert sehingga kontak dengan air dan bahan-bahan lainnya yang
membuat natrium bereaksi harus dihindari.

Digunakan dalam proses pembuatan TEEL (Tetra etil lead)


Digunakan dalam alat pendingin reaktor nuklir
Garam dapur (NaCl) digunakan sebagai bumbu masak
Natrium bikarbonat (soda kue) digunakan dalam pembuaran kue
Natrium hidroksida (soda api) digunakan dalam proses
pembuatan sabun, kertas, penyulingan minyak, industry tekstil
dan industry karet
Natrium florida (NaF) digunakan sebagai anti septic, racun tikus,
dan obat pembasmi serangga (misalnya kecoa)
Manfaat Kalium
Sejarah
(Inggris, potasium; Latin, kalium, Arab, qali, alkali). Ditemukan oleh Davy pada
tahun 1807, yang mendapatkannya dari caustic potash (KOH).Ini logam pertama
yang diisolasi melalui elektrolisis.Dalam bahasa Inggris, unsur ini disebut potassium.
Sumber
Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak dan terkandung sebanyak 2.4%
(berat) di dalam kerak bumi.Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan
unsur kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral tersebut.
Mineral-mineral tertentu, seperti sylvite, carnalite, langbeinite, dan polyhalite
ditemukan di danau purba dan dasar laut yang membentuk deposit dimana kalium
dan garam-garamnya dengan mudah dapat diambil.Kalium ditambang di Jerman,
negara bagian-negara bagian New Mexico, California, dan Utah. Deposit besar yang

ditemukan pada kedalaman 3000 kaki di Saskatchewan, Kanada diharapkan


menjadi tambang penting di tahun-tahun depan.
Kalium juga ditemukan di samudra, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit
ketimbang natrium.
Produksi
Kalium tidak ditemukan tersendiri di alam, tetapi diambil melalui proses elektrolisis
hidroksida. Metoda panas juga lazim digunakan untuk memproduksi kalium dari
senyawa-senyawa kalium dengan CaC2, C, Si, atau Na.
Kegunaan
Permintaan terbanyak untuk kalium adalah untuk pupuk.Kalium merupakan bahan
penting untuk pertumbuhan tanaman dan ditemukan di banyak tanah.Campuran
logam natrium dan kalium (NaK) digunakan sebagai media perpindahan
panas.Banyak garam-garam kalium seperti hidroksida, nitrat, karbonat, klorida,
klorat, bromida, ioda, sianida, sulfat, kromat dan dikromat sangat penting untuk
banyak kegunaan.
Sifat-sifat
Unsur ini sangat reaktif dan yang paling elektropositif di antara logam-logam.
Kecuali litium, kalium juga logam yang sangat ringan.Kalium sangat lunak, dan
mudah dipotong dengan pisau dan tampak keperak-perakan pada permukaan
barunya.Elemen ini cepat sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan dalam
kerosene (minyak tanah).Seperti halnya dengan logam-logam lain dalam grup
alkali, kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen.Unsur ini juga
mudah terbakar pada air. Kalium dan garam-garamnya memberikan warna ungu
pada lidah api.
Isotop
17 isotop kalium telah diketahui. Kalium normal mengandung 3 isotop, yang satu
pada 40 derajat Kelvin (.0118%) merupakan isotop radioaktif dengan paruh waktu
1.28 x 109 tahun.
Penanganan
Radioaktivitas yang ada pada kalium tidak terlalu berbahaya.

Kalium Nitrat (KNO3) digunakan dalam pembuatan korek api,


bahan peledak, petasan dan pengawetan daging
Kalium Karbonat (K2CO3) digunakan dalam pembuatan kaca dan
sabun
Kalium hydrogen tartrat (KHC4H4O6) yang dikenal dengan krim
tartar digunakan sebagai pengembang kue dan sebagai obat.
Kalium sulfat (K2SO4) dan kalium klorida (KCl) digunakan sebagai
pupuk

Manfaat Rubidium
Rubidium adalah lunak, perak-putih unsur logam dari grup logam alkali (Kelompok
1).Ini adalah salah satu yang paling electropositive dan unsur bersifat
alkali.Rubidium dapat cair di suhu Ambient, tetapi hanya pada siang hari yang
diberikan dengan titik lebur adalah sekitar 40 C. It ignites spontaneously in . . Ia
ignites secara spontan di udara dan bereaksi keras dengan air dan bahkan dengan
es di -100 C, pengaturan api ke liberated hidrogen. Seperti sehingga dengan semua
logam alkali lain, maka bentuk campuran dengan air raksa. Iaalloy dengan emas,
Cesium, sodium, dan potasium. . Kekuning-kuningan adalah dengan api-violet.
Applications Aplikasi
. Rubidium dan GARAM dapur telah menggunakan beberapa komersial. The metal is
used in the manufacture of photocells Logam digunakan dalam produksi dari
photocells dan mengakibatkan sisa gas dari tabung vakum. Rubidium GARAM dapur
digunakan dalam gelas dan keramik dan kembang api untuk memberikan warna
ungu. Potensi yang menggunakan mesin ion di ruang untuk kendaraan, bekerja
sebagai cairan dalam turbin uap, dan sebagai giat dalam tabung vakum.
Rubidium in the environment Rubidium di lingkungan
Yang relatif banyaknya dari rubidium telah reassessed dalam beberapa tahun
terakhir dan sekarang dicurigai menjadi lebih banyak dibanding sebelumnya
dihitung. Sangat seperti potasium dan tidak ada lingkungan dimana dilihat sebagai
ancaman.
Tidak mineral dari rubidium diketahui, tetapi rubidium hadir dalam jumlah yang
signifikan di lain mineral seperti lepodite (1,5%), pollucite dan carnallite.. Hal ini
juga hadir di dalam bekas jejak dalam jumlah mineral lain seperti zinnwaldite dan
leucite.
Jumlah rubidium dihasilkan setiap tahun adalah kecil, dan apa yang ada permintaan
dapat dipenuhi dari stok yang dicampur dengan soda-produk yang dikumpulkan
selama extractium dari litium dari lepodite.
Kurang rubidium yang dihasilkan digunakan untuk tujuan penelitian saja, ini adalah
tidak ada insentif komersial untuk mencari bahan untuk outlet.
Kesehatan efek dari rubidium
. Efek dari pemaparan: air reaktif. Cukupan racun oleh proses menelan. Jika
rubidium ignites, ia juga akan menyebabkan luka bakar. Rubidium mudah bereaksi
dengan kelembaban kulit untuk membentuk rubidium hidroxid, yang menyebabkan
luka bakar dari mata dan kulit. Tanda-tanda dan gejala overexposure: kulit dan mata
luka bakar. heart patients, potassium imbalance. Kegagalan untuk mendapatkan
berat, ataxia, gangguan rempah, kulit Luka, dan ekstrim nervousness. Aggravated
kondisi Medis ekspos oleh: jantung pasien, potasium ketidakseimbangan.
First aid: Eye: immediately flush with running water for 15 minutes while holding
eyelid. Pertama bantuan: Mata: segera siram dengan air mengalir selama 15 menit
sambil memegang kelopak mata. Obtain medical attention immediately.

Memperoleh perhatian medis segera. Skin: remove material and flush with soap and
water. Kulit: menghapus bahan dan siram dengan air dan sabun. Remove
contaminated clothing. Hapus pakaian tercemar. Get medical attention promptly.
Medis mendapatkan perhatian segera. Inhalation: move to fresh air immediately.
Penghirupan: pindahkan ke udara segar segera. If irritation persists, get medical
attention. Jika gangguan berlanjut, mendapatkan perhatian medis. Ingestion: do not
induce vomiting. Proses menelan: tidak menyebabkan muntah. Get medical
attention immediately. Medis mendapatkan perhatian segera.

Digunakan sebagai katalis pada beberapa reaksi kimia


Digunakan sebagai sel fotolistrik
Sifat radioaktif rubidium -87 digunakan dalam bidang geologi
(untuk menentukan unsure batuan atau benda-benda lainnya)

Sesium
Sejarah
(Latin, caesius, biru langit). Sesium ditemukan secara spektroskopik oleh Bunsen
dan Kirchohoff pada tahun 1860 dalam air mineral dari Durkheim.
Sumber
Sesium merupakan logam alkali yang terdapat di lepidolite, pollucte (silikat
aluminum dan Sesium basah) dan di sumber-sumber lainnya.Salah satu sumber
terkaya yang mengandung Sesium terdapat di danau Bernic di Manitoba, Kanada.
Deposit di danau tersebut diperkirakan mengandung 300.000 ton pollucite yang
mengandung 20% Sesium. Unsur ini juga dapat diisolasi dengan cara elektrolisis
fusi sianida dan dengan beberapa metoda lainnya. Sesium murni yang bebas gas
dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi panas Sesium azida.
Sifat-sifat
Karakteristik metal ini dapat dilihat pada spektrum yang memiliki dua garis biru
yang terang dan beberapa di bagian merah, kuning dan hijau. Elemen ini putih
keperak-perakan, lunak dan mudah dibentuk.Sesium merupakan elemen akalin
yang paling elektropositif.
Sesium, galium dan raksa adalah tiga logam yang berbentuk cair pada suhu
ruangan.Sesium bereaksi meletup-letup dengan air dingin, dan bereaksi dengan es
pada suhu di atas 116 derajat Celsius.Sesium hidroksida, basa paling keras yang
diketahui, bereaksi keras dengan kaca.
Kegunaan
Karena Sesium memiliki ketertarikan dengan oksigen, logam ini dijadikan
penarik pada tabung-tabung elektron.Ia juga digunakan dalam sel-sel
fotoelektrik, dan sebagai katalis di hydrogenasi senyawa-senyawa tertentu. Logam
ini baru-baru saja ditemukan aplikasinya pada sistim propulsi. Sesium digunakan

pada jam atom dengan akurasi sebesar 5 detik dalam 300 tahun. Senyawasenyawanya yang penting adalah klorida dan nitrat.
Isotop
Sesium memiliki isotop paling banyak di antara unsur-unsur tabel periodik,
sebanyak 32 dengan massa yang berkisar dari 114 sampai 145.

Digunakan untuk menghilangkan sisa oksigen dalam tabung


hampa
Karena muda memencarkan electron ketika disinari cahaya, maka
cesium digunakan sebagai keping katoda photosensitive pada sel
fotolistrik.