Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH KIMIA ANORGANIK I

Golongan I A

Oleh
Kelompok

: 1 (Satu)

Anggota

: - Dwilia Julia

(06101181419007)
- Niva Lestari S
(06101181419064)
- Silsia Fitri
(06101181419073)
- Sunarti
(06101181419076)
Dosen Pengampuh: Prof. Dr. Fakhili Gulo, M.Si

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA 2014


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

BAB I. PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Unsur unsur golongan IA terdiri dari, natrium (Na), kalium(K), rubidium

(Rb), sesium (Cs) dan fransium (Fr). Kecuali hidrogen semua unsur unsur dalam
golongan ini lebih dikenal dengan istilah Logam Alkali. Dinamakan logam karena
memiliki sifat sifat logam seperti mempunyai permukaan mengkilap serta
mempunyai daya hantar panas dan listrik yang baik. Disebut alkali karena
bereaksi dengan air dan membentuk senyawa hidroksida yang bersifat alkali atau
basa. Berdasarkan konfigurasi elektron diketahui semua unsur alkali memiliki 1
elektron yang terletak pada kulit terluar. Persamaan ini menyebabkan unsur-unsur
alkali memiliki sifat kimia yang mirip.Walaupun memiliki sifat yang mirip tetapi
unsur-unsur alkali keberadaan di alam tidak bersama-sama. Hal ini disebabkan
oleh ukuran-ukuran ion alkali yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya.
Fransium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IA, sebab
Fransium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh
membentuk unsur baru lainnya. Dari konfigurasi elektron unsur, masing-masing
memiliki satu elektron valensi . Dengan demikian, unsur Alkali cenderung
membentuk ion positif bermuatan satu (M+). Secara umum, unsur Alkali memiliki
titik leleh yang cukup rendah dan lunak, sehingga logam Alkali dapat diiris
dengan pisau. Unsur Alkali sangat reaktif, sebab mudah melepaskan elektron agar
mencapai kestabilan (konfigurasi elektron ion Alkali menyerupai konfigurasi
elektron Gas Mulia). Dengan demikian, unsur Alkali jarang ditemukan bebas di
alam. Unsur Alkali sering dijumpai dalam bentuk senyawanya. Unsur Alkali
umumnya bereaksi dengan unsur lain membentuk senyawa halida, sulfat,

karbonat, dan silikat. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dipelajari tentang
logam alkali tersebut.

I.2 Tujuan
Mampu memahami apa yang dimaksud dengan Golongan I A atau logam
alkali.Mengetahui tentang unsur unsur apa saja yang terdapat pada golongan I
A. .Dapat mengaplikasikan unsur golongan I A dalam kehidupan zaman sekarang
yang semakin mode dengan hal-hal baru disekitar kita.

BAB II. ISI

II.1 Pengertian Golongan I A


Alkali merupakan unsur logam yang sangat reaktif yang terdapat di alam.
Logam alkali adalah logam golongan IA yang terdiri dari Litium (Li), Natrium
(Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs), dan Fransium (Fr). Kata alkali
sendiri berasal dari bahasa arab yaitu Alkali yang punya arti abu. Semua logam
alkali merupakan logam rapuh (lunak) yang mudah dipotong. Mereka akan mudah
pecah dan hancur ketika djatuhkan. Saat digosok logam ini akan terlihat
permukaan putih yang mengkilap seperti perak. Simak gambar logam alkali
berikut.
Selain punya sifat permukaan yang mengkilap, logam alkali juga punya sifat
koduktor listrik dan panas yang baik karena atom-atom logam yang menyusunnya
membentuk ikatan ionik dengan kerapatan elektron yang tinggi sehingga dapat
dengan mudah mengliarkan muatan listrik. Disebut logam alkali karena oksida
dari logam ini mudah sekali larut dalam air dan punya PH yang sangat tinggi,
bersifat sangat basa (alkalis). Logam alkali memiliki elektron valensi ns 1. Logam
alkali bersifat sangat reaktif sehingga selalu ditemukan di alam dalam bentuk
senyawanya. Logam alkali melimpah dalam mineral dan di air laut.
Khususnya, natrium, Na, di kerak bumi adalah keempat setelah Al, Fe, dan
Ca. Walaupun keberadaan ion natrium dan kalium telah dikenali sejak lama,
sejumlah usaha untuk mengisolasi logam ini dari larutan air garamnya gagal sebab
kereaktifannya yang tinggi pada air. Kalium (1807) dan tidak lama setelahnya
natrium diisolasi dengan mengelektrolisis garam leleh KOH atau NaOH oleh H.
Davy di abad ke-19. Litium Li ditemukan sebagai unsur baru di tahun 1817, dan
Davy segera setelah itu mengisolasinya dari Li2O dengan elektrolisis. Rubidium,
Rb dan Cesium, Cs, ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik spektroskopi

tahun 1861. Fransium, Fr, ditemukan dengan menggunakan teknik radiokimia


tahun 1939, kelimpahan alaminya sangat rendah. Keberadaan logam alkali di
alam:
Unsur
Litium
Natrium

Persen di kerak bumi


0,0007% di bebatuan beku
2,8%

Keberadaan di alam
Dalam spodune LiAl(SiO3)2.
Dalam garam batu NaCl,
senyawa Chili NaNO3, Karnalit
KMgCl3.6H2O,

trona

Na5(CO3)2.(HCO3).2H20, dan air


Kalium

laut
Dalam silvit (KCl), garam petre

2,6%

KNO3,
Rubidium
Sesium
Fransium

0,0078%
0,0003%
Sangat sedikit

dan

karnalit

KCl.MgCl2.6H2O
Dalam lepidolit
Dalam polusit (Cs4Al4Si9O26)
Berasal dari peluruhan aktinium
(Ac). Bersifat radioaktif dengan
waktu paro 21.8 menit

1.

Tabel kelimpahan unsur golongan I A

Garam batu (NaCl), silvit (KCl), dan karnalit (KMgCl3.6H2O) berasal dari
endapan yang terbentuk akibat penguapan laut dahuu kala. Karena perbedaan
kelarutan, garam garam mengendap tidak bersamaan, tetapi satu persatu
sehingga terbentuk lapisan lapisan garam yang relatif murni. Garam di tambang
dengan cara menyemprotkan air untuk melarutan garam, kemudian memompa
larutan garam tersebut kepermukaan.

II.1.1 Sifat Kimia

Bilangan oksidasi Golongan IA adalah +1. Bilangan oksidasi +2 tidak mudah


terbentuk karena energi ionisasinyanya yang sangat besar. Senyawaannya selalu
bersifat ionic hanya beberapa senyawa Li yang mempunyai sifat kovalen.
Reaksi dengan Air

Logam bereaksi dengan air menghasilkan gas hydrogen dan logam hidroksida.
Litium sedikit bereaksi dan sangat lambat, sodium jauh lebih cepat, kalium
terbakar sedangkan rubidium dan cesium menimbulkan ledakan. Reaksi antara
logam dan air adalah sebagai berikut:
M + H2O

MOH + H2

Reaksi dengan Oksigen


Logam alkali juga bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. Li, Na, K
biasanya disimpan dalam minyak untuk menghindari permukaannya dari oksigen.
Oksida yang terbentuk dari logam alkali bermacam-macam. Li membentuk
oksida. normal Li2O. Na membentuk peroksida Na2O2. Bila jumlah oksigen
berkuran atau dengan tekanan rendah dapat membnetuk oksida normal Na 2O. K,
Rb, dan Cs membentuk super oksida MO2.
Reaksi dengan Alkohol
Logam alkali bereaksi dengan alcohol menghasilkan alkoksida. Alkoksida
yang dihasilkan merupakan pereduksi dan basa kuat.
II.1.2 Sifat Fisik

2. Tabel sifat fisik golongan Alkali

Jari-jari atom dan ion


Jari-jari atom maupun jari-jari ion dalam stu golongan dari atas ke bawah jari
jarinya semakin besar. Hal ini disebabkan karena Lintasan electron yang dalam
semakin banyak. Jari-jari ion mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan
jari-jari atomnya, karena ion logam alakali membentuk ion positif. Ion positif
mempunyai jumlah electron yang lebih sedikit dibandingkan atomnya.

Berkurangnya jumlah electron menyebabkan daya tarik inti terhadap lintasan


electron yang paling luar menjadi lebih kuat sehingga lintasan electron lebih
tertatirik ke arah inti.
Potensial ionisasi
Potensial ionisasi dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil.
Potensial ionisasi yang kecil menyebabkan unsure semakin reaktif, semakin
mudah dia membentuk ionnya. Berkurangnya potensial ionisasi ini kemungkinan
disebabkan semakin jauhnya electron valensi dari inti.
Elektronegatifitas
Elektronegatifitas dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin kecil.
Kecenderungan ini disebabkan karena semakin besarnya jari-jari.

II.2 Unsur Golongan I A


II.2.1 Lithium (Li)

Litium adalah logam yang lunak,


berwarna

keperakan

bila

baru

dipotong tetapi bila dibiarkan di


udara terbuka permukaan logam
segera berubah menjadi abuabu.
Litium

bila

aluminium

dicampur
dan

dengan

magnesium

menghasilkan alloy yang ringan.


Alloy ini digunakan untuk baterai,
beberapa glass, dan obat-obatan.
Sejarah Lithium (Li)
litium barasal dari bahasa yunani lithos yang artinya batu di temukan pada
tahun

1800-1817

litium sebagai

pencerminan

penemuan

dalam

mineral

padat sebagai perbandingan kalium yang ditemukan di abu tanaman dan natrium
yang banyak terdapat dalam tubuh hewan. litium merupakan unsur logam

teringan,dengan berat jenis sekitar setengahnya air.litium selalu berkombinasi


dalam unit-unit kecil pada batu-batuan barapi, dan juga pada sumber-sumber mata
air litium tidak ditemukan sebagai unsur tersendiri di alam. contoh mineralmineral

yang

mengandung

lithium

lepidolite,spodumeme,petalite,dan

amblygonite.
Litium sangat reaktif dan terkorosi dengan cepat sehingga menjadi hitam
diudara yang lembapoleh karena itu lithium biasanya di simpan di wadah yang
berisi minyak anhidrat.
Sifat Kimia dan Fisik
Nomor atom

:3

Massa atom

: 6,941 g/mol

Elektronegativitas

: 1.0

Titik lebur

: 180,5 C

Titik didih

: 1342 C

Radius Vanderwaals : 0.145 nm


Radius ionik

: 0,06 nm

Isotop

:2

Energi ionisasi

: 520,1 kJ/mol

Ditemukan oleh

: Johann

Warna nyala lithium

Arfvedson pada tahun 1817

Lithium adalah unsur alkali pertama dalam tabel periodik. Di alam, lithium
ditemukan dalam campuran isotop Li6 dan Li7.

Unsur ini merupakan logam padat paling ringan, lunak, berwarna putih
keperakan, dengan titik leleh rendah serta bersifat reaktif.

Banyak sifat fisik dan kimia lithium lebih mirip dengan logam alkali tanah
daripada dengan kelompoknya sendiri.

Sifat terpenting lithium diantaranya adalah kapasitas kalor tinggi, interval


suhu besar dalam keadaan cair, konduktivitas termik tinggi, viskositas
rendah, dan kepadatan yang sangat rendah.

Logam lithium larut dalam amina alifatik rantai pendek, seperti etilamine,
namun tidak larut dalam hidrokarbon.

Lithium dapat bereaksi dengan reaktan organik serta dengan reaktan


anorganik.

Logam ini bereaksi dengan oksigen membentuk monoksida dan peroksida.


Lithium merupakan satu-satunya logam alkali yang bereaksi dengan
nitrogen pada suhu kamar untuk menghasilkan nitrure hitam.

Unsur ini bereaksi dengan hidrogen pada suhu hampir 500 C untuk
membentuk lithium hidrida. Reaksi logam lithium dengan air terjadi amat
kuat.

Seperti semua logam alkali, lithium mudah bereaksi dengan air dan tidak
terdapat bebas di alam karena sifat reaktifnya.

Lithium merupakan unsur yang terdapat cukup melimpah di kerak bumi


(sekitar 65 ppm).

Ini menempatkan lithium bawah nikel, tembaga, dan tungsten dan diatas
cerium dan timah, mengacu pada kelimpahannya

Penggunaan Lithium

Senyawa lithium utama hasil industri adalah monohidrat lithium


hidroksida.

Digunakan pada proses yang terjadi pada tungku peleburan logam


(misalnya baja)

Digunakan untuk mengikat karbondioksida dalam sistem ventilasi pesawat


dan kapal selam.

Digunakan pada pembuatan bom hydrogen Litium karbonat digunakan


pada proses perawatan penyakit atau gangguan sejenis depresi Digunakan
sebagai katalisator dalam reaksi organic.

Senyawa ini lazim digunakan dalam industri keramik dan dalam


kedokteran sebagai antidepresan.

Bromin dan lithium klorida dikenal membentuk air garam terkonsentrasi


yang memiliki sifat menyerap kelembaban dalam berbagai macam interval
suhu.

Penggunaan utama industri lithium adalah dalam bentuk lithium stearatum


sebagai pengental pelumas dan gemuk.

Aplikasi penting lain senyawa lithium adalah untuk tembikar, khususnya


untuk glasir porselen, serta sebagai aditif untuk meningkatkan kinerja dan
masa hidup baterai.

Paduan lithium dengan aluminium, kadmium, tembaga, dan mangan


digunakan untuk membuat bagian-bagian pesawat kinerja tinggi. lithium
digunakam dalam kimia organik untuk membuat reagan berbasis
organolithium

lithium neobate digunakan sebagai alat telekomunikasi seperti HP sebagai


resonat kristal

lithium flourida digunakan pada alat optik seperti IR, teleskop, UV dan
UV vacum karena sifatnya yang transparan

lithium digunakan sebagai zat pewarna pada kembang api kerena dapat
menghasilkan warna merah lebih terang.

10

Efek Kesehatan Lithium

Uap lithium yang terhirup dapat menimbulkan sensasi terbakar, batuk,


sulit bernapas, dan sakit tenggorokan.

Menghirup uap lithium juga akan memicu edema paru. Gejala-gejala


edema paru sering tidak muncul sampai beberapa jam setelah paparan.

Jika tertelan, lithium bisa memicu kram perut, nyeri perut, mual, dan
muntah.

Unsur ini juga bersifat korosif pada mata, kulit, dan saluran pernapasan.

Dampak Lithium terhadap Lingkungan

Logam lithium akan bereaksi dengan nitrogen, oksigen, dan uap air di
udara.
Akibatnya, permukaan lithium akan dilapisi oleh campuran lithium
hidroksida (LiOH), lithium karbonat (Li2CO3), dan lithium nitrida
(Li3N).

Litium hidroksida merupakan senyawa sangat korosif yang berpotensi


berbahaya pada organisme air.

II.2.2 Natrium (Na)

spektrum matahari sangat jelas.


Natrium juga merupakan elemen
terbanyak keempat di bumi,
terkandung sebanyak 2.6% di kerak
bumi. Unsur ini merupakan unsur
terbanyak dalam grup logam alkali.
Jaman sekarang ini, sodium dibuat
Natrium banyak ditemukan di

secara komersil melalui elektrolisis

bintang-bintang. Garis D pada

fusi basah natrium klorida. Metoda

11

ini lebih murah ketimbang

seperti yang pernah digunakan

mengelektrolisis natrium hidroksida,

beberapa tahun lalu.

Sejarah Natrium
Kata natrium dari bahasa Inggris dari sodanum dan kata Latin Abad
Pertengahan, yang berarti obat sakit kepala. Simbol kimia natrium berasal dari
kata Latin untuk natrium karbonat. Meskipun natrium adalah unsur
keenam yang paling melimpah di bumi dan terdiri dari sekitar
2,6% dari kerak bumi, itu adalah unsur yang sangat reaktif dan
tidak pernah ditemukan bebas di alam. Natrium murni pertama
kali diisolasi oleh Sir Humphry Davy pada 1807 melalui
elektrolisis soda kaustik (NaOH). Karena natrium dapat terbakar
pada kontak dengan air, maka harus disimpan dalam lingkungan
bebas air.
Sifat Kimia dan Fisik
Natrium, seperti unsur radioaktif lainnya, tidak pernah ditemukan tersendiri di
alam. Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas
air. Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium
dapat terbakar secara spontanitas. Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu
dibawah 115 derajat Celcius.
Nomor atom

: 11

massa atom

: 22.98976928

Titik leleh

: 370,95 K (97,80 C atau 208,04 F)

Titik didih

: 1156 K (883 C atau 1621 F)

Kepadatan

: 0.97 gram/cm3

Fasa (Suhu Kamar): Padat


Klasifikasi unsuri
Nama golongan

: Logam
: Logam Alkali

Energi Ionisasi : 5,139 eV


12

bilangan oksidasi

: +1

Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2P6 3s1


Nomor Periode : 3

Warna nyala Natrium

Kegunaan Natrium
Logam natrium sangat penting dalam fabrikasi senyawa ester dan dalam persiapan
senyawa-senyawa organik. Logam ini dapat di gunakan untuk memperbaiki struktur
beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair. Campuran logam
natrium dan kalium, NaK, juga merupakan agen heat transfer (transfusi panas) yang
penting.
Natrium juga merupakan komponen dari natrium klorida (NaCl) yang merupakan
senyawa penting bagi organisme hidup. Unsur ini juga memiliki kegunaan lain
seperti untuk memperbaiki struktur paduan logam tertentu, digunakan dalam sabun,
dikombinasikan dengan asam lemak, serta untuk memurnikan logam cair. Kemudian,
Natrium karbonat padat juga dibutuhkan untuk membuat kaca.
Efek Kesehatan Natrium
Natrium diperlukan manusia untuk menjaga keseimbangan sistem cairan tubuh.
Unsur ini juga dibutuhkan untuk berfungsinya saraf dan otot. Namun, terlalu banyak
natrium dapat merusak ginjal dan meningkatkan kemungkinan tekanan darah tinggi.

13

Jumlah natrium yang harus dikonsumsi seseorang setiap hari bervariasi untuk tiap
individunya.
Reaksi natrium dengan air menyebabkan terbentuknya uap natrium hidroksida
yang sangat mengiritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan. Eksposur sangat parah
bisa menyebabkan sulit bernapas, batuk, dan bronkitis kimia. Kontak parah dengan
kulit bisa memicu gatal-gatal, kesemutan, luka bakar termal dan kaustik yang
membuat kerusakan kulit permanen. Sedangkan kontak dengan mata bisa
menyebabkan kerusakan permanen dan kehilangan penglihatan.
Dampak Lingkungan Natrium
Natrium dalam bentuk bubuk sangat eksplosif dalam air dan membentuk

racun saat bereaksi dengan berbagai unsur lainnya.


Dalam bentuk padat, natrium tidak mobile meskipun mudah menyerap

kelembaban membentuk natrium hidroksida.


Natrium hidroksida dikenal cepat terserap dalam tanah dan berpotensi
menyebabkan pencemaran.

II.2.3 Kalium (K)

Kalium adalah unsur keempat


dalam kolom pertama dari tabel
periodik.

Kalium

diklasifikasikan

sebagai logam alkali. Atom kalium


memiliki 19 elektron dan 19 proton
dengan satu elektron valensi di kulit
terluar. Kalium dianggap senyawa
yang mirip dengan natrium, logam
alkali di atas pada tabel periodik.
Sejarah
(Inggris, potasium; Latin, kalium, Arab, qali, alkali). Ditemukan oleh
Davy pada tahun 1807, yang mendapatkannya dari caustic potash (KOH). Ini

14

logam pertama yang diisolasi melalui elektrolisis. Dalam bahasa Inggris, unsur ini
disebut potassium.
Sumber
Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak dan terkandung
sebanyak 2.4% (berat) di dalam kerak bumi. Kebanyakan mineral kalium tidak
terlarut dalam air dan unsur kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral
tersebut.
Mineral-mineral tertentu, seperti sylvite, carnalite, langbeinite, dan
polyhalite ditemukan di danau purba dan dasar laut yang membentuk deposit
dimana kalium dan garam-garamnya dengan mudah dapat diambil. Kalium
ditambang di Jerman, negara bagian-negara bagian New Mexico, California, dan
Utah. Deposit besar yang ditemukan pada kedalaman 3000 kaki di Saskatchewan,
Kanada diharapkan menjadi tambang penting di tahun-tahun depan. Kalium juga
ditemukan di samudra, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit ketimbang natrium.
Sifat Kimia dan Fisik
Nomor atom : 19

Isotop : 5

Massa Atom : 39,0983 g/mol

Energi Ionisasi

Elektronegatifitas

: 418,6 kJ/mol

: 0,8

Densitas

: 0,86 g/cm3 pada 0C

Titik Lebur

: 63,2 C

Titik Didih

: 760 C

Radius Van Derwaals : 0,235 nm


Warna nyala kalium

Radius Ionik : 0,133 (+1)

Kalium adalah logam lunak putih keperakan dan merupakan anggota


kelompok alkali dari tabel sistem periodik. Kalium berwarna keperakan ketika
pertama kali dipotong, tetapi dengan cepat akan teroksidasi sehingga berwarna

15

kusam. Untuk menghindari oksidasi, kalium biasanya disimpan dalam minyak


atau gemuk.
Kalium cukup ringan sehingga mengapung dalam air. Saat terkena air,
unsur ini akan bereaksi dengan melepaskan hidrogen disertai api berwarna ungu.
Sebagian besar kalium terjadi pada kerak bumi sebagai mineral, seperti feldspar
dan tanah liat. Kalium dilepaskan dari mineral yang lapuk sehingga menjelaskan
mengapa terdapat cukup banyak kalium di laut (0,75 g/liter). Mineral yang
ditambang untuk diambil kaliumnya adalah silvit, karnalit, dan alunit. Produksi
bijih kalium dunia sekitar 50 juta ton dengan jumlah cadangan yang melimpah
(lebih dari 10 miliar ton).
Ada tiga isotop kalium yang terjadi secara alami: kalium -39, kalium-40,
dan kalium-41. Sebagian besar (93%) dari kalium yang ditemukan di alam adalah
kalium-39
Produksi
Kalium tidak ditemukan tersendiri di alam, tetapi diambil melalui proses
elektrolisis hidroksida. Metoda panas juga lazim digunakan untuk memproduksi
kalium dari senyawa-senyawa kalium dengan CaC2, C, Si, atau Na.
Reaksi kimia
a. Reaksi dengan udara
Potasium saangat lunak dan mudah dipotong. Permukaannya mengkilap
tapi
segera menjadi buram bila bereaksi dengan oksigen dan uap air dari udara. Bila
potassium dibakar diudara produk utamanya adalah superoksida KO2
K(s) + O2(g) KO2(s)
b. Reaksi dengan air

16

Potasium sangat cepat bereaksi dengan air menghasilkan larutan tidak


berwarna
potassium hidroksida (KOH) dan gas H2. Reaksi ini adalah eksotermis. Reaksi ini
lebih lambat dibandingkan rubidium tapi lebih cepat dibandingkan natrium.
2K(s) + 2H2O 2KOH(aq) + H2(g)
c. Reaksi dengan Halogen
Potasium segera bereaksi dengan halogen membentuk halide.
2K(s) + F2(g) KF(s)
2K(s) + Cl2(g) KCl(s)
2K(s) + Br2(g) KBr(s)
2K(s) + I2(g) KI(s)
d. Reaksi dengan Asam
2K(s) + H2SO4(aq) 2K+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)
Penggunaan Kalium

Sebagian besar kalium (95%) digunakan sebagai pupuk dan sisanya


digunakan untuk membuat kalium karbonat (K2CO3) dan kalium

hidroksida (KOH).
Kalium karbonat umum digunakan untuk membuat kaca terutama kaca
televisi, sedangkan kalium hidroksida digunakan untuk membuat sabun

cair dan deterjen.


Senyawa lain, kalium klorida digunakan dalam obat-obatan serta cairan

infus saline.
Garam kalium lain juga digunakan dalam pembuatan roti, fotografi,

penyamakan kulit, serta untuk membuat garam iodize.


Kalium Nitrat (KNO3) digunakan dalam pembuatan korek api, bahan
peledak, petasan dan pengawetan daging Kalium Karbonat (K2CO3)
digunakan dalam pembuatan kaca dan sabun. Kalium hydrogen tartrat
(KHC4H4O6) yang dikenal dengan krim tartar digunakan sebagai

17

pengembang kue dan sebagai obat. Kalium sulfat (K2SO4) dan kalium
klorida (KCl) digunakan sebagai pupuk
Efek Kesehatan Kalium

Kalium bisa ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, kentang, daging,

roti, susu, dan kacang-kacangan.


Unsur ini memainkan peran penting dalam sistem cairan tubuh manusia

dan membantu fungsi saraf.


Kalium, sebagai ion K +, terdapat pada konsentrasi tinggi dalam sel

tubuh.
Saat fungsi ginjal terganggu dan terjadi akumulasi kalium dalam tubuh,

maka detak jantung berpotensi terganggu.


Debu kalium mungkin saja terhirup dengan efek yang ditimbulkannya
antara lain iritasi mata, hidung, tenggorokan, paru-paru, batuk, dan sakit

tenggorokan.
Eksposur yang lebih tinggi berpotensi menyebabkan terkumpulnya

cairan di paru-paru yang bisa menyebabkan kematian.


Kontak pada kulit dan mata dapat menyebabkan luka bakar parah
sehingga menyebabkan cacat permanen.

Dampak Lingkungan Kalium


Bersama dengan nitrogen dan fosfor, kalium merupakan salah satu

mineral penting untuk kelangsungan hidup tanaman.


Keberadaan unsur ini sangat vital untuk kesuburan tanah, pertumbuhan

tanaman, dan gizi hewan.


Fungsi utama kalium pada tumbuhan adalah perannya dalam
memelihara tekanan osmotik dan ukuran sel, sehingga memperlancar
proses fotosintesis dan produksi energi serta pembukaan stomata dan

pasokan karbon dioksida.


Kadar kalium rendah akan memicu berbagai gangguan pada tanaman
seperti terhambatnya pertumbuhan, bunga yang tidak tumbuh
sempurna, serta penurunan poduksi secara keseluruhan

II.2.4 Rubidium (Rb)

18

Rubidium (Rb), unsur kimia


dari Grup 1 (Ia) dalam tabel periodik,
kelompok logam alkali. Rubidium
adalah logam urutan kedua yang
paling reaktif dan sangat lembut,
dengan kilau putih keperakan.
Sejarah

Rubidium ditemukan (1861) secara spectroscopically oleh

ilmuwan Jerman Robert Bunsen dan Gustav Kirchhoff dan dinamai sesuai
dengan dua garis merah yang menonjol dari spektrumnya. Rubidium dan
cesium sering ditemukan bersama-sama di alam. Akan tetapi rubidium
lebih tersebar luas dan jarang membentuk mineral alami; ditemukan hanya
sebagai pengotor dalam mineral lainnya, hingga 5 persen pada mineral
seperti lepidolite, pollucite, dan karnalit. Sampel air garam juga telah
dianalisis dan terbukti berisi rubidium hingga 6 bagian per juta.

Dalam

proses

produksi

komersial

utama

rubidium,

sejumlah kecil rubidium diperoleh dari campuran logam alkali karbonat


yang tersisa setelah garam lithium diekstrak dari lepidolite. Terutama
kalium karbonat yang mengandung sekitar 23 persen rubidium dan 3
persen cesium karbonat.

Kesulitan utama terkait dengan produksi rubidium murni

adalah bahwa rubidium selalu ditemukan bersama-sama dengan cesium di


alam dan juga tercampur dengan logam alkali lainnya. Karena unsur-unsur
ini sangat mirip secara kimia, proses pemisahan mereka menemui banyak
masalah

sebelum

munculnya

metode

pertukaran

ion

dan

agen

pengompleks-ion tertentu seperti eter mahkota. Setelah garam murni


disusun, pemisahan rubidium adalah tugas yang mudah. Hal ini dapat
dilakukan dengan elektrolisis fusi sianida atau dengan reduksi dengan
kalsium atau natrium diikuti dengan distilasi fraksional.
19

Rubidium sulit untuk ditangani karena terbakar secara

spontan di udara, dan bereaksi hebat dengan air menghasilkan larutan


rubidium hidroksida (RbOH) dan hidrogen, yang meledak dan terbakar;
oleh karena itu rubidium disimpan dalam mineral minyak kering atau
hidrogen. Jika logam sampel memiliki luas permukaan yang cukup besar,
rubidium dapat terbakar membentuk superoksida. Rubidium superoksida
(RbO2) adalah bubuk kuning. Peroksida rubidium (Rb2O2) dapat dibentuk
oleh oksidasi logam dengan jumlah oksigen yang diperlukan. Rubidium
membentuk dua oksida lainnya (Rb2O dan Rb2O3).
Sifat Kimia dan Fisik

Unsur Rubidium mempunyai:


Nomor atom: 37
Berat atom: 85,4678
Titik lebur: 312,46 K (39,31 C atau 102,76 F)
Titik didih: 961 K (688 C atau 1270 F)
Kepadatan: 1,53 gram /cm3
Fasa pada Suhu Kamar: Padat
Klasifikasi unsur: Logam
Nomor periode: 5
Nomor golongan: IA
Grup Nama: Logam Alkali
Perkiraan kelimpahan di kerak bumi: 9,0 101 miligram per

kilogram
Perkiraan kelimpahan di laut: 1,2 10-1 miligram per liter
Jumlah Isotop Stabil: 1
Energi ionisasi: 4,177 eV
Bilangan oksidasi: +1

Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2P6 3S2 3P6 3d10 4s2 4P6 5s1

Warna nyala rubidium

20


Reaksi kimia

a. Reaksi dengan Udara

Rb dengan udara menghasilkan warna coklat tua yang


berasal dari rubidium superoksida RbO2.

Rb(s) + O2(g) RbO2(s)


b. Reaksi dengan air

Rubidium bereaksi cepat denga air membentuk rubidium


hidroksida dan gas hydrogen. Larutan yangdihasilkan tidak berwarna dan

bersifat basa karena


hidroksida yang terlarut. Reaksi ini sangat eksotermis dan sangat cepat.
Reaksi ini lebih lambat dibandingkan cesium tapi lebih cepat dibandingkan
potassium.
c. Reaksi dengan Halogen

Logam rubidium bereaksi cepat dengan semua halogen.

2Rb(s) + F2(g) RbF(s)

2Rb(s) + Cl2(g) RbCl(s)

2Rb(s) + Br2(g) RbBr(s)

2Rb(s) + I2(g) RbI(s)


d. Reaksi dengan Asam

2Rb(s) + H2SO4(aq) 2Rb+(aq) + SO4 (aq) + H2(g)


2-

Kegunaan Rubidium

Rubidium digunakan dalam tabung vakum sebagai


pengambil, bahan yang menggabungkan dengan dan
menghapus jejak gas dari tabung vakum. Hal ini juga
digunakan dalam pembuatan fotosel dan kacamata khusus.
Karena mudah terionisasi, mungkin digunakan sebagai
propelan dalam mesin ion pada pesawat ruang angkasa.
Penemuan
terbaru
dari
deposito
besar
rubidium
menunjukkan bahwa kegunaannya akan meningkat karena
sifat-sifatnya
menjadi
lebih
baik
dipahami.
Rubidium membentuk sejumlah besar senyawa,
meskipun tidak satupun dari mereka memiliki aplikasi
21

komersial yang signifikan. Beberapa senyawa rubidium


umum adalah: rubidium klorida (RbCl), rubidium monoksida
(Rb2O) dan rubidium tembaga sulfat (Rb2SO4 CuSO4
6H20). Senyawa rubidium, perak dan yodium, RbAg4I5,
memiliki karakteristik listrik yang menarik dan mungkin
berguna dalam baterai film tipis.

II.2.5 Caesium (Cs)

Sesium adalah unsur kimia

dalam tabel periodik yang memiliki


simbol Cs (dari nama Latinnya,
Caesium) dan nomor atom 55. Unsur
kimia ini merupakan logam alkali
yang lunak dan berwarna putih
keemasan, yang adalah salah satu
dari tiga unsur logam berwujud cair
pada atau sekitar suhu ruangan.

Sejarah

(Latin,

caesius,

biru

langit).

Sesium

ditemukan

secara

spektroskopik oleh Bunsen dan Kirchohoff pada tahun 1860 dalam air
mineral

dari

Durkheim.

Sesium merupakan logam alkali yang terdapat di lepidolite, pollucte


(silikat aluminum dan Sesium basah) dan di sumber-sumber lainnya. Salah
satu sumber terkaya yang mengandung Sesium terdapat di danau Bernic di
Manitoba, Kanada. Deposit di danau tersebut diperkirakan mengandung
22

300.000 ton pollucite yang mengandung 20% Sesium. Unsur ini juga dapat
diisolasi dengan cara elektrolisis fusi sianida dan dengan beberapa metoda
lainnya. Sesium murni yang bebas gas dapat dipersiapkan dengan cara
dekomposisi panas Sesium azida.

Sifat Kimia dan Fisik

Unsur Cesium mempunyai:


Nomor atom
: 55
Berat atom
: 132.9054519
Titik lebur
: 301,59 K (28.44 C atau 83,19 F)
Titik didih
: 944 K (671 C atau 1240 F)
Kepadatan
: 1.93 gram/cm3
Fasa
: Padat
Klasifikasi unsur
: Logam
Nomor periode
:6
Nomor golongan
: IA
Nama golongan
: Logam Alkali
Kelimpahan di kerak bumi: 3 miligram per kilogram
Kelimpahan di laut : 3 10-4 miligram per liter
Jumlah Isotop Stabil : 1
Energi Ionisasi
: 3,894 eV
Bilangan oksidasi
: +1

Karakteristik metal ini dapat dilihat pada spektrum yang

memiliki dua garis biru yang terang dan beberapa di bagian merah, kuning
dan hijau. Elemen ini putih keperak-perakan, lunak dan mudah dibentuk.
Sesium merupakan elemen akalin yang paling elektropositif.
Sesium, galium dan raksa adalah tiga logam yang berbentuk cair pada
suhu ruangan. Sesium bereaksi meletup-letup dengan air dingin, dan
bereaksi dengan es pada suhu di atas 116 derajat Celsius. Sesium
hidroksida, basa paling keras yang diketahui, bereaksi keras dengan kaca.
Sesium memiliki isotop paling banyak di antara unsur-unsur tabel
periodik, sebanyak 32 dengan massa yang berkisar dari 114 sampai 145.

Kegunaan

23

Karena Sesium memiliki ketertarikan dengan oksigen, logam ini


dijadikan penarik pada tabung-tabung elektron. Ia juga digunakan
dalam sel-sel fotoelektrik, dan sebagai katalis di hydrogenasi senyawasenyawa tertentu. Logam ini baru-baru saja ditemukan aplikasinya pada
sistim propulsi. Sesium digunakan pada jam atom dengan akurasi sebesar
5 detik dalam 300 tahun. Senyawa-senyawanya yang penting adalah
klorida dan nitrat.
Digunakan untuk menghilangkan sisa oksigen dalam tabung hampa
Karena muda memencarkan electron ketika disinari cahaya, maka cesium
digunakan sebagai keping katoda photosensitive pada sel fotolistrik.
Cesium bereaksi hebat dengan air dan es, membentuk cesium
hidroksida (CsOH). Cesium hidroksida adalah basis terkuat diketahui dan
akan menyerang kaca. Cesium klorida (CsCl) dan cesium nitrat (CsNO3)
adalah senyawa yang paling umum cesium dan terutama digunakan dalam
produksi bahan kimia lainnya.

Cesium di lingkungan

Meskipun cesium jauh lebih banyak daripada logam alkali lainnya,


masih lebih umum daripada unsur-unsur seperti arsenik, yodium dan
uranium. Beberapa mineral cesium yang tahu, pollucite adalah utama:
mereka adalah magma silikat didinginkan dari granit.
Dunia produksi senyawa cesium hanya 20 ton per tahun, yang
datang terutama dari danau Bernic (Kanada) dengan sedikit dari
Zimbabwe dan Afrika Selatan-Barat.

Efek kesehatan cesium

Manusia dapat terkena cesium dengan bernapas, minum atau


makan. Di udara tingkat cesium umumnya rendah, namun cesium
radioaktif telah terdeteksi pada tingkat tertentu di permukaan air dan
berbagai jenis makanan.

24

Jumlah cesium dalam makanan dan minuman tergantung pada


emisi cesium radioaktif melalui pembangkit listrik tenaga nuklir, terutama
melalui kecelakaan. Kecelakaan ini tidak terjadi sejak bencana Chernobyl
pada tahun 1986. Orang-orang yang bekerja di industri tenaga nuklir
mungkin terkena tingkat yang lebih tinggi dari cesium, tetapi banyak
pengukuran pencegahan dapat diambil untuk mencegah hal ini.

Hal ini tidak sangat mungkin bahwa orang mengalami efek


kesehatan yang dapat berhubungan dengan Cesium sendiri. Ketika kontak
dengan cesium radioaktif terjadi, yang sangat tidak mungkin, seseorang
dapat mengalami kerusakan sel akibat radiasi partikel cesium. Karena ini,
efek seperti mual, muntah, diare dan pendarahan mungkin terjadi. Saat
pemaparan berlangsung lama orang bahkan mungkin kehilangan
kesadaran. Koma atau bahkan kematian mungkin daripada mengikuti.
Seberapa serius efeknya tergantung pada ketahanan orang individu dan
durasi eksposur dan konsentrasi seseorang terkena.

Dampak lingkungan dari cesium

Cesium terjadi secara alami di lingkungan terutama dari erosi dan


pelapukan batuan dan mineral. Hal ini juga dilepaskan ke udara, air dan
tanah melalui penambangan dan penggilingan bijih.
Isotop radioaktif cesium dapat dilepaskan ke udara oleh
pembangkit listrik tenaga nuklir dan selama kecelakaan nuklir dan uji coba
senjata nuklir. Isotop radioaktif hanya dapat menurun pada konsentrasi
melalui peluruhan radioaktif. Cesium non-radioaktif baik dapat hancur
ketika memasuki lingkungan atau bereaksi dengan senyawa lain menjadi
molekul yang sangat spesifik. Kedua radioaktif cesium dan stabil
bertindak dengan cara yang sama dalam tubuh manusia dan hewan kimia.
Cesium di udara dapat melakukan perjalanan jarak jauh sebelum
menetap di bumi. Dalam air dan tanah yang paling senyawa cesium sangat
larut dalam air. Di tanah, namun, cesium tidak bilas ke air tanah. Masih

25

dalam lapisan atas tanah karena sangat obligasi dengan partikel tanah dan
sebagai hasilnya itu tidak tersedia untuk penyerapan melalui akar tanaman.
Cesium radioaktif memiliki kesempatan untuk memasuki tanaman dengan
jatuh pada daun.
Hewan yang terkena dosis yang sangat tinggi cesium menunjukkan
perubahan perilaku, seperti peningkatan atau penurunan aktivitas.
Logam ini ditandai dengan spektrum yang berisi dua garis terang
warna biru yang (akuntansi untuk namanya). Ini adalah emas keperakan,
lembut, dan ulet. Ini adalah unsur yang paling elektropositif dan paling
alkali. Cesium, galium, dan merkuri adalah hanya tiga logam yang cair
pada atau sekitar suhu kamar. Cesium bereaksi eksplosif dengan air dingin,
dan bereaksi dengan es pada suhu di atas -116 C. Cesium hidroksida
adalah basa dan serangan kaca yang kuat. Cesium bereaksi dengan halogen
membentuk fluorida, klorida, bromida, dan iodida. Logam Cesium
teroksidasi dengan cepat bila terkena udara dan dapat membentuk
superoksida berbahaya pada permukaannya.

II.2.6 Fransium (Fr)

dalam tabel periodik,


kelompok logam alkali.
Fransium hanya ada dalam
bentuk radioaktif berumur
pendek. Fransium alam tidak
dapat diisolasi dalam
keadaan kasat mata
(terlihat), Fransium dapat
memiliki bobot, hanya 24,5

Fransium (Fr), unsur kimia

gram (0.86 ons) yang dapat

terberat dari Grup 1 (Ia)

terjadi di seluruh kerak bumi.

Nomor Atom: 87

Nama Grup: logam alkali

Massa atom: 223 u

Blok: s-blok
26

Periode: 7

Penemu : Marguerite Perey (Tahun:

Boiling Point: 950K (677 C)

1939 Di : France)

Melting Point: 300K (27 C)


Kepadatan: 1.87g/cm3

27

Sejarah
Sejarah Pada awal tahun 1870, itu dianggap oleh ahli kimia yang
harus ada logam alkali luar cesium, dengan nomor atom 87. Ini kemudian
disebut dengan nama sementara eka-cesium. Tim peneliti berusaha untuk
menemukan dan mengisolasi elemen ini hilang, dan setidaknya empat
klaim palsu dibuat bahwa unsur telah ditemukan sebelum penemuan
otentik dibuat.
Eka-cesium itu benar-benar ditemukan pada 1939 oleh Marguerite
Perey dari Institut Curie di Paris, Prancis, ketika ia dimurnikan sampel
aktinium-227 yang telah dilaporkan memiliki energi peluruhan 220 keV.
Namun, Perey melihat partikel peluruhan dengan tingkat energi di bawah
80 keV. Perey pikir ini aktivitas pembusukan mungkin telah disebabkan
oleh produk peluruhan sebelumnya tak dikenal, salah satu yang terpisah
selama pemurnian, tapi muncul lagi keluar dari murni aktinium-227.
Berbagai tes dieliminasi kemungkinan thorium, radium, timbal, bismut,
atau talium menjadi unsur yang tidak diketahui. Produk baru dipamerkan
sifat kimia logam alkali (seperti co-pengendapan dengan garam cesium),
yang menyebabkan Perey untuk percaya bahwa itu adalah unsur 87, yang
disebabkan oleh peluruhan alpha dari aktinium-227. Perey kemudian
mencoba untuk menentukan proporsi peluruhan beta kerusakan alpha
aktinium-227. Tes pertama menempatkan alpha percabangan sebesar 0,6%,
yang ia kemudian direvisi menjadi 1%.
Perey bernama isotop baru aktinium-K, yang sekarang kita sebut sebagai

fransium-223, dan pada tahun 1946, ia mengusulkan catium nama untuk


elemen nya baru ditemukan, seperti yang ia percaya untuk menjadi kation
yang paling elektropositif dari unsur-unsur. Irene Joliot-Curie, salah satu
supervisor Perey itu, menentang nama karena konotasinya kucing daripada
kation. Perey kemudian menyarankan fransium sebagai penghormatan
kepada negara di mana ia menemukannya. Nama ini secara resmi diadopsi

oleh International Union of Kimiawan pada tahun 1949. dan ditugaskan Fa


simbol, tetapi, singkatan ini direvisi ke Fr saat ini segera sesudahnya.
Fransium adalah elemen alami terakhir yang ditemukan, menyusul renium
pada tahun 1925. Penelitian lebih lanjut ke dalam struktur fransium yang
dilakukan oleh Sylvain Lieberman dan timnya di CERN di tahun 1970-an
dan 1980-an, antara lain. Catatan Isotop berumur terpanjang, 223Fr, putri
227Ac, memiliki paruh 22 menit. Ini adalah isotop satunya fransium yang
terjadi di alam, tapi kebanyakan hanya ada 20-30 g elemen hadir dalam
kerak bumi pada satu waktu. Tidak ada jumlah weighable elemen telah
disiapkan atau terisolasi. Ada 34 isotop dikenal. Hal ini penting untuk
memiliki elektronegativitas terendah dan afinitas elektron dari semua
elemen. Awalnya nama-nama aktinium K.

BAB III. PENUTUP

II.3 3.1 Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan yang telah dibahas dapat ditarik

kesimpulan bahwa dalam sistem periode logam alkali terdapat pada kolom
pertama paling kiri,sering juga disebut dengan golongan IA, terdiri dari
litium, natrium, hydrogen, kalium, rubidium, sesium, dan fransium.
Disebut logam alkali karna oksidanya dapat bereaksi dengan air
menghasilkan larutan yang bersifat basah.logam alkali juga memiliki sifat
fisika dan kimia seperti logam alkali berbentuk padatan kristalin,
merupakan penghantar panas dan listrik yang baik.

3.2 Saran

Materi dalam makalah ini belum mencakup keseluruhan,

jadi diharapkan agar kiranya pembaca mencari sumber lain untuk lebih
memperdalam materi mengenai unsure kimia golongan IA