Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN CAMPAK

Topik

: Penyakit Campak

Sasaran

: Ibu dan Anak

Waktu

: 20 menit

Tanggal

: 27 November 2016

Tempat

: Puskesmas Senapelan, Pekanbaru

A. Tujuan
1. TIU( Tujuan Intruksional Umum )
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan ibu mengerti tentang penyakit campak dan
pentingnya Imunisasi campak
2. TIK ( Tujuan Intruksional Khusus )
a) Setelah dilakukan penyuluhan Ibu dan Anak mengerti tentang pengertian campak
b) Setelah dilakukan penyuluhan Ibu dan Anak mengerti tentang tujuan Imunisasi
Campak
c) Setelah dilakukan penyuluhan Ibu dan Anak mengetahui gejala- gejala Campak
d) Setelah dilakukan penyuluhan Ibu dan Anak mengerti tentang pelaksanaan
Imunisasi Campak
B. Pokok Bahasan :

Imunisasi Campak

C. Sub Pokok Bahasan


1. Definisi Campak
2. Tanda & gejala Campak
3. Penularan Campak
4. Pencegahan Campak
5. Definisi imunisasi
6. Tujuan imunisasi campak

D. Kegiatan Belajar Mengajar


no

Waktu

Pembukaan
1

5 menit

Kegiatan
1. Mengucapkan salam.

Respon peserta
Menjawab salam

2. memperkenalkan diri

Memperhatikan

3. Menjelaskan TIU dan TIK

penyaji

4. kontrak waktu
5. menjelaskan peraturan
penyuluhan

Menjelaskan tentang :

Mendengarkan

1. Definisi Campak

Bertanya

2. Tanda & gejala Campak

Menerima leaflet

3. Penularan Campak
Pelaksanaan
2

4. Pencegahan Campak

kegiatan

5. Definisi imunisasi

10 menit

6. Tujuan imunisasi campak

a. Mengajukan pertanyaan tentang


materi sebagai evaluasi
3

Evaluasi

b. Membaca kesimpulan

3 menit

c. Mengucapkan salam

Menjab pertanyaan
Mendengar

1.mengucapkan terima kasih atas

Mendengar

Penutup

peran serta peserta

Menjawab salam

2 menit

2. salam penutup

E. Alat Bantu
1. Leaflet
F. Metode
1. Ceramah dan tanya jawab
G. Evaluasi
Evaluasi dengan menggunakan tes lisan :
1. Pengertian Campak
2. Tujuan Imunisasi Campak
3. Gejala- gejala Campak
4. Komplikasi Campak

MATERIPENYULUHAN
PENYAKITCAMPAK

A. Campak
1. Definisi Penyakit Campak
Campak juga dikenal dengan nama morbili atau morbillia dan rubeola (bahasa Latin), yang
kemudian dalam bahasa Jerman disebut dengan nama masern, dalam bahasa Islandia dikenal
dengan nama mislingar dan measles dalam bahasa Inggris. Campak adalah penyakit infeksi yang
sangat menular yang disebabkan oleh virus, dengan gejala-gejala eksantem akut, demam, kadang
kataral selaput lendir dan saluran pernapasan, gejala-gejala mata, kemudian diikuti erupsi
makulopapula yang berwarna merah dan diakhiri dengan deskuamasi dari kulit.
Penyakit campak disebabkan oleh karena virus campak. Virus campak termasuk di dalam
famili paramyxovirus. Virus campak sangat sensitif terhadap panas, sangat mudah rusak pada
suhu 370C. Toleransi terhadap perubahan PH baik sekali. Bersifat sensitif terhadap eteran
cahaya. Virus mempunyai jangka waktu hidup yang pendek yaitu kurang dari 2 jam. Apabila
disimpan pada laboratorium, suhu penyimpanan yang baik adalah pada suhu -700C. Campak
merupakan penyakit akut akibat virus anggota keluarga Paramyxovirus. Virus itu ditularkan
lewat udara. Gejala campak antara lain demam, batuk, pilek, dan mata merah. Ruam khas
campak muncul tiga hari sejak demam. Ruam mulai timbul di leher, belakang telinga, serta
perbatasan rambut di kepala dan dahi. Ruam kemudian menyebar ke seluruh muka, leher, perut,
dada, punggung dan kaki. Campak kerap kali dianggap biasa dan remeh. Padahal, virus campak
dapat menimbulkan komplikasi akibat infeksi saluran pernapasan, telinga tengah, otak, dan
gangguan kekebalan tubuh yang memudahkan penularan penyakit lain.
2. Tanda dan Gejala
Gejala campak memang sulit dideteksi sejak dini dan hampir sama dengan penyakit flu
biasa. Diawali dengan gejala batuk, demam pilek, lesu dan rewel karena suhu tubuh terus
meninggi. Pada hari kedua timbul bintik putih (Kopliks Spot) di sebelah dalam mulut, biasanya
di depan gigi geraham lokasi timbulnya bercak umumnya di sekitar muka atau di belakang
telinga. Kemudian menyusul ke depan telinga, muka dan kemudian menjalar ke leher sampai
dada. Bercak tersebut sifatnya mengumpul. Ketika sudah menjalar ke tungkai kaki, bercak
menyebar ke seluruh tubuh. Mata anak merah dan berair. Saat ruam campak sudah keluar, panas

anak mulai turun. Bila sudah berubah menjadi bercak kecoklatan bararti anak sudah akan
sembuh.

3. Penularan Campak
Campak ditularkan melalui penyebaran droplet, kontak langsung, melalui sekret hidung atau
tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Masa penularan berlangsung mulai dari hari pertama
sebelum munculnya gejala prodormal biasanya sekitar 4 hari sebelum timbulnya ruam, minimal
hari kedua setelah timbulnya ruam.
Virus campak ditularkan melalui udara atau droplet partikel ludah. Penularan melalui
parenteral biasanya mempunyai masa inkubasi yang lebih singkat Virus campak ditularkan
secara langsung dari droflet infeksi, dan agak jarang dengan penularan lewat udara (airborne
spread). Virus campak sangat sensitif terhadap panas, sangat mudah rusak pada suhu 37C.
Toleransi terhadap perubahab pH baik sekali. Bersifat sensitif terhadap eter, cahaya, trysine.
Virus mempunyai jangka waktu hidup yang pendek (short survival time) yaitu kurang dari dua
jam. Apabila disimpan pada laboratorium, suhu penyimpanan yang baik adalah pada suhu -70C.
4. Pencegahan campak
Pencegahan Tingkat Awal (Priemordial Prevention)
Pencegahan tingkat awal berhubungan dengan keadaan penyakit yang masih dalam tahap
prepatogenesis atau penyakit belum tampak yang dapat dilakukan dengan memantapkan status
kesehatan balita dengan memberikan makanan bergizi sehingga dapat meningkatkan daya tahan
tubuh.
Pencegahan Tingkat Pertama (Primary Prevention)
Pencegahan tingkat pertama ini merupakan upaya untuk mencegah seseorang terkena
penyakit campak, yaitu:
a. Memberi penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya pelaksanaan imunisasi campak
untuk semua bayi.
b. Imunisasi dengan virus campak hidup yang dilemahkan, yang diberikan pada semua anak
berumur 9 bulan sangat dianjurkan karena dapat melindungi sampai jangka waktu 4-5 tahun

Pencegahan Tingkat Kedua (Secondary Prevention)


Pencegahan tingkat kedua ditujukan untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin untuk
mendapatkan pengobatan yang tepat. Dengan demikian pencegahan ini sekurang-kurangnya
dapat menghambat atau memperlambat progrefisitas penyakit, mencegah komplikasi, dan
membatasi kemungkinan kecatatan, yaitu :
a. Menentukan diagnosis campak dengan benar baik melalui pemeriksaan fisik atau darah.
b. Mencegah perluasan infeksi. Anak yang menderita campak jangan masuk sekolah selama
empat hari setelah timbulnya rash. Menempatkan anak pada ruang khusus atau mempertahankan
isolasi di rumah sakit dengan melakukan pemisahan penderita pada stadium kataral yakni dari
hari pertama hingga hari keempat setelah timbulnya rash yang dapat mengurangi keterpajanan
pasien-pasien dengan risiko tinggi lainnya.
c. Pengobatan simtomatik diberikan untuk mengurangi keluhan penderita yakni antipiretik untuk
menurunkan panas dan juga obat batuk. Antibiotika hanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder
untuk mencegah komplikasi.
d. Diet dengan gizi tinggi kalori dan tinggi protein bertujuan untuk meningkatkan daya tahan
tubuh penderita sehingga dapat mengurangi terjadinya komplikasi campak yakni bronkhitis,
otitis media, pneumonia, ensefalomielitis, abortus, dan miokarditis yang reversibel.
Pencegahan Tingkat Ketiga (Tertiary Prevention)
Pencegahan tingkat ketiga bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan
kematian. Adapun tindakan-tindakan yang dilakukan pada pencegahan tertier yaitu :
a. Penanganan akibat lanjutan dari komplikasi campak.
b. Pemberian vitamin A dosis tinggi karena cadangan vitamin A akan turun secara cepat terutama
pada anak kurang gizi yang akan menurunkan imunitas mereka.

B. Imunisasi
1. Definisi campak
Vaksin campak adalah preparat virus yang dilemahkan dan berasal dari berbagai strain
campak yang diisolasi. Vaksin dapat melindungi tubuh dari infeksi dan memiliki efek penting
dalam epidemiologis penyakit yaitu mengubah distribusi relatif umur kasus dan terjadi
pergeseran ke umur yang lebih tua. Pemberian imunisasi pada masa bayi akan menurunkan
penularan agen infeksi dan mengurangi peluang seseorang yang rentan untuk terpajan pada agen
tersebut. Anak yang belum diimunisasi akan tumbuh menjadi besar atau dewasa tanpa pernah
terpajan dengan agen infeksi tersebut. Pada campak, manifestasi penyakit yang paling berat
biasanya terjadi pada anak berumur kurang dari 3 tahun.
Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan
vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.
Vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke
dalam tubuh melalui suntikan, seperti vaksin BCG, DPT, campak dan melalui mulut seperti
vaksin polio.
2. Tujuan Imunisasi
Ada tiga tujuan utama pemberian imunisasi pada seseorang yaitu mencegah terjadinya
penyakit tertentu pada seseorang, menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat
(populasi), serta menghilangkan penyakit tertentu dari dunia (misalnya cacar), hanya mungkin
pada penyakit yang ditularkan melalui manusia (misalnya difteria). Untuk mencegah terjadinya
penyakit tertentu pada seseorang, ditempuh dengan cara memberikan infeksi ringan yang tidak
berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun apabila terjangkit penyakit tersebut,
anak tidak sakit karena tubuh cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen yang masuk
tesebut.
Dalam upaya pencegahan kita dapat mengendalikan faktor penjamu. Melalui imunisasi
dapat diupayakan mempertinggi kekebalan penjamu terhadap penyakit tertentu sehingga dapat
melawan mikroorganisme penyebab penyakit, tanpa harus mengalami sakit terlebih dahulu.
Mengingat pemberian antibiotik tidak menyelesaikan semua masalah penyakit infeksi, maka
lebih bijak apabila kita dapat mencegah terjangkitnya penyakit infreksi. Dalam sepuluh tahun

terakhir, dunia sudah mengubah paradigma kuratif ke arah prenventif, yang lebih murah dan
efektif