Anda di halaman 1dari 6

Geologi (berasal dari Yunani: - [ge-, "bumi"] dan [logos, "kata", "alasan"]) adalah Ilmu (sains)

yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya.
Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip
fisika.
Eksplorasi adalah penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menentukan lokasi,
ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas, dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat
dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukannya penambangan.
Jadi, geofisika eksplorasi adalah kaitan geologi dengan geofisika eksplorasi yang berarti ilmu yang
mempelajari bumi, struktur, sifat-sifat fisik, dan proses pembentukan bumi menggunakan prinsip-prinsip
fisika untuk menetukan lokasi, sebran, kuantitas dan kualitas dari bahan galian yang kemudian dianalisis
untuk penambangan yang bernilai ekonomis.
Tujuan utama dari kegiatan eksplorasi geofisika adalah untuk membuat model bawah permukaan bumi
dengan mengandalkan data lapangan yang diukur bisa pada permukaan bumi atau di bawah permukaan
bumi atau bisa juga di atas permukaan bumi dari ketinggian tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, idealnya
kegiatan survey atau pengukuran harus dilakukan secara terus-menerus, berkelanjutan, dan terintegrasi
menggunakan sejumlah ragam metode geofisika. Seringkali -bahkan hampir pasti- terjadi beberapa
kendala akan muncul dan tak bisa dihindari, Seperti kehadiran noise pada data yang diukur. Ada juga
kendala ketidaklengkapan data atau malah kurang alias tidak cukup. Namun demikian, dengan analisis
data yang paling mungkin, kita berupaya memperoleh informasi yang relatif valid berdasarkan
keterbatasan data yang kita miliki. Dalam melakukan analisis, sejumlah informasi mengenai kegiatan
akuisisi data juga diperlukan, antara lain: sampling rate ,data, akurasi . Selanjutnya model matematika
yang cocok mesti ditentukan yang mana akan berperan ketika menghubungkan antara data lapangan dan
distribusi parameter fisis yang hendak dicari.
Setelah proses analisis dilalui, langkah berikutnya adalah membuat model bawah permukaan yang
nantinya akan menjadi modal dasar interpretasi. Ujung dari rangkaian proses ini adalah penentuan lokasi
pemboran untuk mengangkat sumber daya alam bahan tambang/mineral dan oil-gas ke permukaan.
Kesalahan penentuan lokasi berdampak langsung pada kerugian meteril yang besar dan waktu yang
terbuang percuma. Dari sini terlihat betapa pentingnya proses analisis apalagi bila segala keputusan
diambil berdasarkan data eksperimen.
Prinsip-prinsip (konsep) dasar eksplorasi tersebut antara lain :
1. Target eksplorasi
Jenis bahan galian (spesifikasi kualitas)
Pencarian model-model geologi yang sesuai
2. Pemodelan eksplorasi
Menggunakan model geologi regional untuk pemilihan daerah target eksplorasi,
Menentukan model geologi lokal berdasarkan keadaan lapangan, dan mendiskripsikan petunjuk-
petunjuk geologi yang akan dimanfaatkan
Penentuan metode-metode eksplorasi yang akan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk geologi
yang diperoleh.
Selain itu, perencanaan program eksplorasi tersebut harus memenuhi kaidah-kaidah dasar ekonomis dan
perancangan (desain) yaitu :
1. Efektif ; penggunaan alat, individu, dan metode harus sesuai dengan keadaan geologi endapan
yang dicari.
2. Efisien ; dengan menggunakan prinsip dasar ekonomi, yaitu dengan biaya serendah-rendahnya
untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.
3. Cost-beneficial ; hasil yang diperoleh dapat dianggunkan (bankable). Model geologi regional
dapat dipelajari melalui salah satu konsep genesa bahan galian yaitu Mendala Metalogenik, yaitu
yang berkenaan dengan batuan sumber atau asosiasi batuan, proses-proses geologi (tektonik,
sedimentasi), serta waktu terbentuknya suatu endapan bahan galian.
Beberapa contoh kegiatan perencanaan eksplorasi :
1. Rencana pemetaan
Perencanaan lintasan
Perencanaan tenaga pendukung, yang didasarkan pada keadaan geologi regional.
2. Rencana survei geofisika dan geokimia,
Perencanaan lintasan,
Perencanaan jarak/interval pengambilan data (sampling/record data), yang didasarkan pada
keadaan umum model badan bijih.
3. Perencanaan sampling melalui pembuatan paritan uji, sumuran uji, pemboran eksplorasi, yang
mencakup :
Jumlah paritan uji, sumuran uji, titik pemboran eksplorasi
Interval/spasi antar paritan (lokasi)
Kedalaman/panjang sumuran/puritan
Kedalaman lubang bor
Keamanan (kerja dan lingkungan)
Interval/metode sampling
Tenaga kerja yang didasarkan pada proyeksi/interpretasi dari penyebaran singkapan
endapan di permukaan.
4. Perencanaan pemboran inti
Target tubuh bijih yang akan ditembus
Lokasi (berpengaruh pada kesampaian ke titik bor dan pemindahan (moving) alat)
Kondisi lokasi (berpengaruh pada sumber air, keamanan)
Kedalaman masing-masing lubang
Jenis alat yang akan digunakan, termasuk spesifikasi
Jumlah tenaga kerja
Alat transportasi
Jumlah (panjang) core box.
Sedapat mungkin, pada masing-masing perencanaan tersebut telah mengikutkan jumlah/besar anggaran
yang dibutuhkan. Selain itu, prinsip dasar dalam penentuan jarak sedapat mungkin telah memenuhi
beberapa faktor lain, seperti :
1. Grid density (interval/jarak) antar titik observasi. Semakin detail pekerjaan maka grid density
semakin kecil (interval/jarak) semakin rapat.
2. Persyaratan pengelompokan hasil perhitungan cadangan/endapan. Contoh pada batubara ;
syarat jarak untuk klasifikasi terukur (measured) 400 m antar titik observasi.
Setiap tahapan/proses eksplorasi harus dapat memenuhi strategi pengelolaan suatu proyek/pekerjaan
eksplorasi, antara lain :
1. Memperkecil resiko kerugian
2. Memungkinkan penghentian kegiatan sebelum meningkat pada tahapan selanjutnya jika dinilai
hasil yang diperoleh tidak menguntungkan
3. Setiap tahapan dapat melokalisir (menambah/mengurangi) daerah target sehingga probabilitas
memperoleh keuntungan lebih besar
4. Memungkinkan penganggaran biaya eksplorasi per setiap tahapan untuk membantu dalam
pengambilan keputusan.
Metoda geofisika merupakan salah satu metoda yang umum digunakan dalam eksplorasi endapan bahan
galian. Metoda ini tergolong kepada metoda tidak langsung, dan sering digunakan pada tahapan
eksplorasi pendahuluan (reconnaissance), mendahului kegiatan-kegiatan eksplorasi intensif lainnya.
Adapun tahapan-tahapan pekerjaan yang umum digunakan dalam metoda geofisika adalah :
1. Survei pendahuluan (penentuan lintasan)
2. Pemancangan (penandataan titik-titik ukur) dalam areal target
3. Pengukuran lapangan
4. Pembuatan peta-peta geofisika
5. Penarikan garis-garis isoanomali
6. Penggambaran profile
7. Interpretasi anomaly

Metode-metode dalam geofisika adalah sebagai berikut :


1. Metoda Seismik
Metode seismik adalah salah satu metode eksplorasi yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang
seismik (suara) yang dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direleksikan atau direfraksikan sepanjang
perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Dalam metode seismic terdapat resolusi seismik
yangmerupakan kemampuan untuk memisahkan dua reflektor yang berdekatan. Didalam dunia seismik,
resolusi terbagi dua: resolusi vertikal (temporal) dan lateral (spasial). Contoh perhitungan resolusi vertikal
adalah sebagai berikut:
2. Metoda Gaya Berat
3. Metoda Magnetik
4. Metoda Potensial Diri (Self Potential)
5. Metoda Tahanan Jenis (Resistivity)
TUGAS PAPER GEOFISIKA EKSPLORASI
HUBUNGAN GEOLOGI DENGAN GEOFISIKA EKSPLORASI

DARREN ADRINANTO
072.14.032

TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2017