Anda di halaman 1dari 2

Nama :Bilal A.

Wahid
Citra Febriantika
Geebriel Prayogo Paseno
Olsen Simatupang
Rizky Mukti Wibowo
Nomor Absen : 06 / 07 / 11 / 29 / 22
Materi : Analisa Artikel IV (BOPO)
Pengajar : LPPI
Pelatihan : ODP Bank BTN Angkatan 41
Kelas :B
Kelompok :3

BOPO adalah rasio efisiensi bank yang mengukur beban operasional terhadap pendapatan operasional.
BOPO berpengaruh besar dalam mengukur tingkat efisiensi dan juga kemampuan bank dalam menjalanan
kegiatan operasionalnya. Semakin tinggi nilai BOPO maka semakin tidak efisien operasi bank. Untuk itu
bank harus melakukan perbandingan antara jumlah biaya operasional dan pendapatan operasional yang
diperolehnya. Di bawah ini adalah tabel rasio BOPO Bank BUMN dan Industri Perbankan.

Sumber: http://www.btn.co.id/BTN/files/e0/e0f20ac7-33c5-40a3-98ea-7b7281e9c540.pdf

Untuk mengatasi masalah tersebut dapat di lakukan dengan beberapa penyelesaian antara lain :

1. Peningkatan Tekhnologi
Dimana dalam hal ini pengurangan BOPO di dukung oleh penggunaan Smart Branch dengan
peningkatan teknogi informasi perbankan, dalam hal ini Smart Branch di harapkan dapat mengurangi
beban operasional dalam hal ini penggunaan kertas (Paperless), maksimalisasi proses kredit, serta
penggunaan teknologi digital akan membuat pelayanan lebih cepat dan mudah bagi nasabah, serta
pelayanan berbasis teknologi, mengurangi beban dalam pembiayaan beban gaji SDM. Serta dengan
digital banking juga dapat memudahkan transaksi nasabah dan meningkatkan feebased.

2. Peningkatan COF (dana murah)


Dengan adanya peningkatan COF, dalam hal ini peningkatan dana murah, maka beban bunga yang
di bayarkan perbankan akan lebih efesian dan dapat mengurangi beban sehingga dapat mengurangi
BOPO.

3. Peningkatan Realisasi Kredit dan proses kredit


Dengan system digital banking dan percepatan proses kredit maka dapat meningkatkan penjualan
kredit, sehingga realisasi kredit pun akan meningkat, sehingga dapat menambah pendapatan bunga
dan meningkatkan laba perbankan sehingga pembagi dalam perhitungan BOPO semakin besar dan
dapat mengurangi BOPO.

4. Penurunan NPL
NPL berkaitan erat dengai CKPN ( Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) yang dapat mengurangi
laba perbankan apabila NPL meningkat, sehingga dengan penurunan NPL tersebut diharapkan
CKPN berkurang sehingga laba dari perbankan ikut meningkat, dan total pendapatan ikut meningkat
dan dapat mengurangi BOPO dari sisi penambahan pendapatan Bank yang merupakan pembagi
dari penentuan BOPO.