Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

TRANSLASI MATA UANG ASING

Disusun Oleh :

Nadia Nur Azizah (4EB29/26213281)

Dosen Pengajar :

Budiasih SE., MM

Mata Kuliah :

Akuntansi Internasional

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Translasi tidak sama dengan konversi atau pertukaran dari satu mata uang ke mata uang
lain secara fisik. translasi hanya perubahan satuan unit moneter, seperti halnya sebuah neraca
yang dinyatatakan dalam pound inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak
ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila
dilakukan konversi
Saldo saldo dalam mata uang asing ditranslasikan menjadi nilai ekuivalen mata uang
domestic berdasarkan kurs nilai tukar valuta asing yaitu harga satu unit suatu mata uang yang
dinyatakan dalam mata uang lainnya. Mata uang Negara dagang utama dibeli dan dijual dalam
pasar global. Dengan dihubungkan lewat jaringan telekomunikasi yang canggih, para pelaku
pasar mencakup bank dan perantara mata uang lainnya, kalangan usaha, para individu, dan
pedagang professional.
Transaksi mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward, atau swap. Kurs pasar spot
dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku
bunga nasional dan ekspektasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang. Transaksi pada pasar
forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu
ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward
dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot.
Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot
atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan
transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu
Negara asing, dalam kesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak
menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta asing.
Sehubungan dengan hal diatas, maka pada makalah ini kami akan membahas mengenai
Translasi Mata Uang Asing

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari latar tersebut yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan translasi mata uang asing ?
2. Bagaimana metodologi dalam translasi mata uang asing ?
3. Bagaimana efek laporan keuangan terhadap kurs translasi mata uang asing?
4. Bagaimana perkembangan akuntansi translasi mata uang asing ?

1.3 Tujuan Rumusan Masalah


Adapun tujuan dari rumusan masalah yaitu :
1. Mengetahui translasi mata uang asing.
2. Mengetahui metodologi dalam translasi mata uang asing.
3. Mengetahui efek laporan keuangan terhadap kurs translasi mata uang asing.
4. Mengetahui perkembangan akuntansi translasi mata uang asing.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Translasi Mata Uang Asing

Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata
uang ke mata uang lainnya.Translasi mata uang asing dilakukan untuk mempersiapkan laporan
keuangan gabungan yang memberikan laporan pada pembaca informasi mengenai operasional
perusahaan secara global, dengan memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak
perusahaan terhadap mata uang asing induk perusahaan.

Dalam translasi mata uang asing terdapat beberapa istilah yaitu:

Konversi, merupakan pertukaran suatu mata uang ke dalam mata uang lain.
Kurs kini, merupakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporang keuangan yang
relevan.
Posisi aktiva bersih yang beresiko, merupakan kelebihan aktiva yang diukur dalam atau
berdenominasi dalam mata uang asing dan di translasikan dengan menggunakan kurs kini
dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing dan ditranslasikan
dengan menggunakan kurs kini.
Kontrak pertukaran forward, merupakan suatu perjanjian untuk mempertukarkan mata
uang dari Negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu (kurs forward) pada
tanggal tertentu di masa depan.
Mata uang fungsional, merupakan mata uang utama yang digunakan oleh suatu
perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha. Biasanya mata uang tersebut adalah mata
uang Negara dimana perusahaan itu berlokasi.
Kurs histories, merupakan kurs nilai mata uang asing yang digunakan pada saat suatu
aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dibeli atau terjadi.
Mata uang pelaporan, merupakan mata uang yang digunakan perusahaan dalam
menyusun laporan keuangan.
Kurs spot, merupakan nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera.
Penyesuaian translasi, merupakan penyesuaian yang timbul dari proses translasi laporan
keuangan dari mata uang fungsional suatu perusahaan menjadi mata uang pelaporannya.

Alasan dilakukannya translasi mata uang asing adalah :

a. Agar para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi
perusahaan, baik domestic dan luar negeri.
b. Translasi mata uang asing merupakan tantangan bagi perusahaan multinasional untuk
menyediakan pengungkapan informasi keuangan, karena banyak metode translasi yang
dapat digunakan yang menyebabkan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian
translasi.
c. Translasi juga dapat digunakan untuk memberikan kemudahan bagi pembaca laporan
keuangan, praktek ini sering disebut sebagai translasi kemudahan (Confenience).
d. Kurs nilai tukar variable, yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi
yang dapat digunakan yang menyebabkan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan
kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan
perusahaan lain, atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari sutau periode
ke periode lain sulit dilakukan.
e. Untuk mencatat transaksi mata uang asing, mengukur resiko suatu perusahaan terhadap
pengaruh perubahan mata uang dan berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan
dari luar negeri.
f. Meluasnya peningkatan kebutuhan untuk menyampaikan informasi akuntansi mengenai
suatu perusahaan yang berdomisili di satu negara kepada pengguna di negara lain, yang
timbul dengan tujuan untuk mencatatkan sahamnya di suatu bursa efek luar negeri,
melakukan akuisisi atau usaha patungan dengan pihak asing, atau ingin
mengomunikasikan hasil operasi dan posisi keuangan kepada para pemegang saham
asingnnya.

Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing adalah :


1. Penagguhan
Perubahan nilai ekuivalen mata uang domestic dari aktiva bersih anak perusahaan luar
negeri tidak direalisasikan dan tidak berpengaruh terhadap arus kas mata uang local yang
dihasilkan dari entitas asing. Penyesuaian translasi harus diakumulasikan secara terpisah
sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi.

2. Pengangguhan dan Amortisasi


Penangguhan keuntungan atau kerugian translasi dan melakukan amortisasi penyesuaian
ini selama masa manfaat pos-pos neraca terkait, terutama yang terkait dengan utang akan
ditangguha=kandan diamortisasi selama umur aktiva tetap terkait, yaitu dibebankan
terhadap laba dengan cara yang sama dengan beban depresiasi atau ditangguhkan dan
diamortisasi selama sisa masa pinjaman sebagai penyesuaian terhadap beban bunga.

3. Penangguhan parsial
Keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian sesegera mungkin
setelah terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelah direalisasikan, hal ini semata-
mata hanya karena merupakan keuntungan, tetap mengabaikan terjadinya perubahan
kurs.

4. Tidak ditangguhkan
Mengakui keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugi sesegera mungkin.
Namun, memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba tahun berjalan akan
memperkenalkan elemen acak ke dalam laba sehingga dapat menghasilkan fluktuasi laba
yang sangat signifikan apabila terjadi perubahan kurs nilai tukar.

Keuntungan dan kerugian translasi ini mencerminkan kenaikan atau penurunan ekuitas
investasi dalam mata uang domestic dan harus diakui.

2.2 Metode Translasi Mata Uang Asing


Perusahaan yang beroperasi secara internasional menggunkan berbagai metode untuk
menyatakan aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban yang dinyatakan dalam mata uang asing
menjadi dalam mata uang domestik. Metode translasi ini dapat diklasifikasikan, yaitu:

a. Metode Nilai Tukar Tunggal

Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat ini, terhadap
semua saham dan mata uang asing. Pendapatan dan beban mata uang asing secara umum
ditranslasikan pada nilai tukar yang berlaku saat item tersebut diakui.

b. Metode Nilai Tukar Ganda

Metode nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam proses translasi
mata uang asingnya.

1. Metode Current-Noncurrent

Pada metode current moment, asset lancer yang dimiliki anak perusahaan pada saat itu
(contoh, asset yang biasanya bisa dikonversikan ke kas dalam satu tahun) dan utang lancar
(kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun) ditranslasikan ke dalam mata uang induk
perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Aset dan kewajiban
noncurrent ditranslasikan pada kurs historis. Item laporan laba rugi (kecuali untuk biaya
depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan
atau pada rata-rata dasar tambahan yang mencakup seluruh periode dilaporkan. Biaya
depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang
dimiliki didapatkan.

2. Metode Moneter-Nonmoneter

Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan


nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Asset dan kewajiban moneter (contoh, klaim dan
kewajiban untuk membayar sejumlah tagihan dengan mata uang dimasa yang akan datang)
ditranslasikan dalam kurs saat ini. Item nonmoneter (asset tetap, investasi jangka panjang dan
persediaan) ditranslasikan dalam kurs historis. Item laporan laba rugi ditranslasikan dengan
prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep current-nonncurrent.
3. Metode Kurs Sementara

Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah sifat sebuah item
yang dihitung. Hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja. Pada metode kurs
sementara, item moneter seperti kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat
itu. Item nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjada dasar perhitungan awal. Secara
spesifik, asset yang dihitung harga perolehannya pada laporan dengan mata uang asing
ditranslasikan pada kurs historis.

2.3 Efek Laporan Keuangan Terhadap Kurs Translasi Mata Uang Asing

Tiga kurs translasi yang digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing
terhadap mata uang domestic, yaitu:

a. Kurs saat ini; kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan
b. Kurs historis; translasi mata uang yang berlaku saat asset dengan mata uang pertama kali
didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul. Kurs
historis pada umumnya menjaga padanannya biaya awal item mata uang asing dalam
laporan keuangan domestik
c. Kurs rata-rata; nilai rata-rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis atau
saat ini.
Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar historis dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini
terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koefisien translasi mata uang asing. Kurs
nilai tukar historis umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam
mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestik.
Terdapat dua tipe penyesuaian transaksi, antara lain :
1. Gains and losses settled transactions ( keuntungan dan kerugian pada transaksi labil),
muncul walaupun nilai tukar pada pembukuan transaksi awal berbeda dengan tingkat
pada pencapaian.
2. Gains or losses unsettled transaction (keuntungan dan kerugian pada transaksi tidak
stabil), muncul saat laporan keuangan dipersiapkan sebelum transaksi disetujui.

Tipe dalam Penyesuaian Tukar-Menukar


Kriteria Mata Uang Fungsional

Faktor Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Induk Perusahaan


Ekonomi Mata Uang Fungsional sebagai Mata Uang
Fungsional

Arus Kas Menggunakan mata uang Berpengaruh secara langsung


local dan tidak berpengaruh terhadap arus kas dan
terhadap arus kas dikembalikan ke induk
perusahaan

Harga Jual Sangat tidak peduli dengan Responsif terhadap perubahan


tingkat perubahan nilai tukar nilai tukar dan dilakukan oleh
dan diatur oleh kompetisi kompetisi internasional
local

Harga Pasar Kebanyakan pada negara Kebanyakan pada negara induk


adidaya dan menggunakan dan menggunakan mata uang
mata uang local negara induk

Anggaran Biaya Sering terjadi pada daerah Sangat berkaitan dengan faktor
local produktif yang diberikan dari
induk perusahaan

Keuangan Menggunakan mata uang Diberikan oleh induk


local dan dilayani oleh perusahaan atau bergantung
operasional local pada induk perusahaan agar
memenuhi kewajiban jangka
panjang

Internal Jarang, tidak ekstensif Sering kali dan transaksi yang


Perusahaan ekstensif

2.4 Perkembangan Akuntansi Translasi Mata Uang Asing

Praktik akuntansi mata uang asing telah berkembang seiring waktu dalam respons
terhadap meningkatnya kompleksitas operasional multinasional dan perubahan dalam sistem
moneter internasional.

Pra-1965

Sebelum 1965 praktik translasi mata uang asing pada banyak perusahaan AS dipandu
oleh Bab 12 Accounting Research Bulletin No.43. Pernyataan tersebut mengadvokasi
metode current-noncurrent. Keuntungan dan kerugian transaksi ditambahkan secara
langsung terhadap pendapatan. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
dimasukkan ke dalam keuntungan selama periode yang ada. Kerugiannya diakui dalam
pendapatan lancar.

1965-1975

ARB No.43 memperoleh beberapa pengecualian khusus dalam metode current-


noncurrent. Dalam keadaan khusus persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis.
Lebih jauh, translasi mata uang asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata uang
asing pada kurs saat ini tersebut diperbolehkan setelah accounting principles board
opinion No.6 dikeluarkan pada tahun 1965. Perusahaan tersebut memberikan pilihan
translasi mata uang asing lain bagi perusahaan dalam ARB No.43

1975-1981
Untuk mengakhiri perbedaan metode pada standar translasi mata uang asing sebelumnya,
Financial acccounting Standards board (FASB) mengeluarkan FAS No.8 pada tahun
1975. Pernyataan ini secara segnifikan mengubah praktik perusahaan asing AS dalam
memasukkan GAAP AS dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs
sementaraFAS No. 8 ternyata kontroversial. Sementara beberapa menghargai usulan yang
teoritis, banyak yang tidak menyetujui atas ditorsi yang ditimbulkan dalam pendapatan
perusahaan.

1981-sekarang

Pada bulan Mei 1978, FASB mengundang komentar masyarakat tentang 12 keputusan
pertamanya. FASB mempertimbangkan FAS No.8 dan setelah beragam public meeting
dan dua penjelasan berkas, akhirnya mengeluarkan statement of Financial Accounting
Standards No.52 pada tahun 1981.

Sumber :

Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010:
Salemba Empat.