Anda di halaman 1dari 10

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Harmonisasi dan Standar Akuntansi Internasional

Oleh:

KELOMPOK 5

1. Ni Luh Kadek Syntya Nurmala Sari (18)


2. Ni Wayan Wiwik Wirahati (21)
3. Ni Putu Diah Yustiana Pramesti (22)
4. Ni Wayan Yuliantini (23)
5. Ni Nyoman Anita Sari (25)
6. Ni Putu Cindy Elvira S.G (27)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MAHASARASWATI
DENPASAR
2017
BAB 5
PEMBAHASAN

5.1 Pro-Kontra terhadap Harmonisasi Standar Akuntansi


A. Pengertian Harmonisasi
Harmonisasi akuntansi internasional saat ini merupakan salah satu isu
terpenting yang dihadapi oleh pembuat standar akuntansi, badan pengatur pasar
modal, bursa efek, dan menyusun atau menggunakan laporan keuangan.
Harmonisasi merupakan sebuah proses untuk meningkatkan kompatibilitas
praktik (kesesuaian) akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa
besar praktik-praktik tersebut dapat beragam.

B. Perbedaan Harmonisasi dan Standarisasi yang berlaku dalam standar akuntansi


Harmonisasi dengan standarisasi memiliki perbedaan yaitu standarisasi
berarti penetapan sekelompok aturan yang bersifat kaku dan sempit dan bahkan
dalam penerapannya satu standar atau aturan tunggal digunakan dalam segala
situasi. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara,
sehingga lebih sulit untuk diimplementasikan secara internasional karena adanya
perbedaan-perbedaan tersebut.

Sedangkan untuk harmonisasi jauh lebih bersifat fleksibel (luwes) dan


terbuka, sehingga tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua,
tetapi mengakomodasi beberapa perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang
besar secara internasional dalam beberapa tahun terakhir. Jadi istilah harmonisasi
ini merupakan kebalikan dari standarisasi yang memilki arti sebuah rekonsiliasi
atas berbagai sudut pandang yang berbeda. Istilah ini lebih bersifat sebagai
pendekatan praktis dan mendamaikan daripada standarisasi, terutama jika
standarisasi berarti prosedur-prosedur yang dimiliki oleh satu negara hendaknya
diterapkan oleh semua negara yang lain. Harmonisasi menjadi suatu bagian yang
penting untuk menghasilkan komunikasi yang lebih baik atas suatu informasi agar
dapat diartikan dan dipahami secara internasional.

Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi :


Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan
pengungkapan).
Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan public terkait
dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek.
Standar audit.

5.2 Pelaku Utama


Pelaku Utama yang paling merasakan manfaat dari penerapan Stndard Akuntansi
International adalah:
1. Pasar Modal
Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia
tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang
digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi
local
2. Investor
Standard pelaporan keuangan yang diterapkan secara konsisten dapat
memberikan informasi keuangan yang baik pula, sehingga dapat menjadi dasar
pengambilan keputusan yang lebih baik dalam hal perencanaan investasi.
3. Perusahaan
Perusahaan sebagai sebuah entitas sudah seharusnya menyajikan informasi
keuangan yang memiliki standard dan berlaku secara konsisten untuk memenuhi
kebutuhan informasi keuangan baik untuk pihak internal sebagai dasar
pengambilan keputusan manajemen maupun pihak external yang berkepentingan
seperti investor, perbankan maupun pemerintah.

5.3 Tinjauan Aspek Ekonomi Politik dan Sosial


Standar Akuntansi saat ini telah mengalami pasang surut perkembangan. Ada
berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan standar akuntansi terutama di
Indonesia. Faktor-faktor tersebut selalu berhubungan dengan lingkungan ekonomi,
lingkungan politik serta organisasi profesi yang berhubungan dengan akuntansi.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia adanya perubahan dalam
lingkungan politik dengan terjadi pergantian kepemimpinan yang mempunyai
karakter dan sikap yang berbeda-beda. Karena dengan pergantian kepemimpinan ini
akan mempengaruhi tipe perekonomian suatu negara yang berdampak pada standar
akuntansi yang akan diterapkan dalam dunia usaha atau pun dalam pemerintahan.
Dengan demikian harmonisasi Standar Akuntansi International akan menjamin
pencatatan transaksi keuangan dilakukan dengan standar tertentu dan diberlakukan
secara konsisten. Sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan dasar
pengambilan keputusan bagaimanapun situasi dan kondisi dari perekonomian, politik
maupun kehidupan social sebuah negara.

5.4 Alternatif Level Harmonisasi


Dua level harmonisasi :

1. Harmonisasi dalam standar akuntansi, yang meningkat kesepakatan dalam


aturan akuntansi.
2. Harmonisasi dalam praktek, yang meningkat perjanjian dalam praktek
akuntansi yang sebenarnya.

Harmonisasi standar mungkin atau tidak dapat mengakibatkan harmonisasi dalam


praktek.

FASB (Financial Accounting Standards Board), dalam laporannya yang berjudul


International Accounting Standard Setting: A Vision for The Future, meyakini bahwa
perlu adanya satu set standar akuntansi yang digunakan di seluruh dunia baik untuk
pelaporan keuangan dalam negeri maupun lintas negara. Tanpa menyebutkan bahwa
metode yang dilakukan untuk mendapatkan satu standar yang sama untuk seluruh
dunia ini sebagai standardisasi, FASB juga tidak menyatakan secara eksplisit bahwa
usaha ini merupakan usaha harmonisasi. FASB memandang bahwa suatu standar
akuntansi internasional harus (a) memiliki kualitas tinggi dengan menyediakan
informasi yang berguna bagi investor, kreditur, dan pembuat keputusan lainnya dalam
mengambil keputusan serupa mengenai alokasi sumber daya dalam perekonomian,
dan (b) membuat berbagai standar akuntansi di berbagai negara menjadi convergent
atau semirip mungkin. Di satu sisi FASB menginginkan adanya standardisasi standar
akuntansi namun tidak mengingkari bahwa proses menuju standardisasi tersebut harus
melalui proses harmonisasi yang lebih terarah menuju standardisasi. Standar
akuntansi yang memiliki kualitas tinggi (high-quality) adalah suatu standar akuntansi
yang tidak bias, dan menghasilkan suatu informasi yang relevan dan dapat dipercaya
yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh para investor, kreditur dan pihak-
pihak yang mengambil keputusan serupa. Standar tersebut harus:
1. Konsisten dengan kerangka konseptual yang mendasarinya
2. Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi alternatif, baik
implisit maupun eksplisit dengan mengingat faktor comparability dan
consistency.
3. Jelas dan komprehensif, sehingga standar tersebut dapat dimengerti oleh
pembuat laporan keuangan, auditor yang memeriksa laporan keuangan
berdasarkan standar tersebut, oleh pihak-pihak yang berwenang mengharuskan
pemakaian standar tersebut serta para pengguna informasi yang dihasilkan
berdasarkan standar tersebut.
FASB melihat perlunya dibentuk tiga organisasi yang akan menentukan
system akuntansi internasional di masa depan, yaitu:
1. International Standard Setter (ISS)
Organisasi ini menetapkan, mengembangkan dan mengumumkan secara resmi
standar akuntansi internasional. ISS merupakan organisasi independen yang
memiliki delapan fungsi, yaitu (1) leadership (2) innovation, (3) relevance, (4)
responsiveness, (5) objectivity, (6) acceptability and credibility, (7)
understandability dan (8) accountability. Karakteristik ISS yang penting
adalah
a. independen dalam pengambilan keputusan
b. menjalankan proses penetapan standar yang cukup dengan berhubungan
dengan pihak luar yang akan menggunakan standar tersebut
c. memiliki staf yang cukup
d. memiliki pendanaan yang independen
e. diawasi secara independen
2. International Interpretation Committee (IIC)
Organisasi ini dibentuk untuk menyampaikan pendapat atas penerapan standar
akuntansi internasional agar didapat penafsiran dan penerapan yang konsisten.
IIC akan membimbing para pemakai standar dan jika perlu menerbitkan
semacam buku panduan sebagai pelengkap standar yang sudah diterbitkan.

3. International Professional Group (IPG)


Organisasi ini terdiri dari para akuntan profesional dari berbagai
organisasi profesional di berbagai negara. Kegiatan IPG yang utama adalah
memudahkan penerapan standar dengan cara memastikan adanya kepatuhan
(compliance) terhadap standar, penyebaran standar yang cukup sampai pada
tingkat nasional dan memberikan pengajaran kepada para pemakai tentang
penerapan standar akuntansi internasional yang tepat.
Bagaimana halnya dengan keberadaan IASC yang memang sudah eksis
jika hal ini benar-benar diterapkan. FASB menganggap bahwa bagaimanapun
caranya suatu organisasi penentu standar akuntansi internasional dibentuk,
struktur organisasi tersebut harus bisa memungkinkan kedelapan fungsi di atas
berjalan baik. Struktur organisasi juga harus memasukkan kelima karakteristik
di atas agar bisa mengembangkan standar akuntansi internasional yang
berkualitas tinggi. Berdasarkan pemikiran ini, alternatif yang dapat dipakai di
masa depan adalah (a) IASC bisa tetap eksis dengan pembenahan struktur
seperti yang disarankan FASB, atau (b) dibentuk suatu organisasi baru dengan
struktur baru seperti yang disarankan FASB, yang tetap meneruskan hal-hal
yang sudah dilakukan oleh IASC, atau (c) memodifikasi FASB agar bisa lebih
diterima secara luas di seluruh dunia. Alternatif ketiga ini didasari oleh
keyakinan bahwa FASB memiliki peran sebagai a global leader in accounting
standard setting.
5.5 International Accounting Standard
Awal tahun 1971 ( sebelum pembentukan IASC ), beberapa pihak mengatakan
bahwa penentuan standar internasional merupakan solusi yang terlalu sederhana atas
masalah yang rumit. Dinyatakan pula bahwa akuntansi, sebagai ilmu sosial, telah
memiliki fleksibilitas yang terbangun dengan sendiri didalamnya dan kemampuan
untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sangat berbeda merupakan salah satu
nilai terpenting yang dimilikinya. Pada saat standar internasional diragukan dapat
menjadi fleksibel untuk mengatasi perbedaan-perbedaan dalam latar belakang, tradisi,
dan lingkungan ekonomi sosial, maka beberapa orang berpendapat bahwa hal ini akan
menjadi sebuah tantangan secara politik tidak dapat diterima terhadap kedaulatan
nasional. Beberapa pengamat yang lain mengatakan bahwa penetapan standar
akuntansi internasional pada dasarnya merupakan sebuah taktik kantor-kantor akuntan
besar yang menyediakan jasa akuntansi internasional untuk memperluas pasar. Lebih
jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan standar
yang berlebihan. Perusahaan harus merespons terhadap susunan tekanan nasional,
sosial, politik, dan ekonomi yang semakin meningkat dan semakin dibuat untuk
memenuhi ketentuan internasional tambahan yang rumit dan berbiaya besar. Argumen
terkait adalah perhatian politik nasional sering kali berpengaruh terhadap standar
akuntansi dan bahwa pengaruh politik internasional tidak terhindari lagi akan
menyebabkan kompromi standar akuntansi.
Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi guna mengatasi permasalahan yang
terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas :
1. Rekonsiliasi
2. Pengakuan bersama ( yang disebut sebagai imbal balik/resiprositas)
Rekonsiliasi berbiaya lebih rendah bila dibandingkan dengan penyusunan
laporan keuangan lengkap berdasarkan prinsip akuntansi yang berbeda. Namun hanya
menyajikan ringkasan, bukan gambaran perusahaan yang utuh. Pengakuan bersama
terjadi apabila pihak regulator diluar negara asal menerima laporan keuangan
perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal. Imbal balik tidak
meningkatkan perbandingan laporan keuangan lintas negara dan dapat menimbulkan
lahan bermain yang tidak seimbang yang mana memungkinkan perusahaan-
perusahaan asing menerapkan standar yang tidak terlalu ketat bila dibandingkan
dengan yang diterapkan terhadap perusahaan domestik. Perdebatan mengenai
harmonisasi mungkin tidak akan pernah terselesaikan dengan penuh. Sebagian besar
perusahaan secara sukarela mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional
(International Financial Reporting Standards-IFRS). Dan banyak pula negara yang
telah mengadopsi IFRS secara keseluruhan.
Standar akuntansi internasional digunakan sebagai hasil dari :
1. Perjanjian internasional atau politis;
2. Kepatuhan secara sukarela (atau didorong secara profesional);
3. Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi nasional.
Usaha-usaha standar internasional lain dalam bidang akuntansi pada dasarnya
dilakukan secara sukarela. Standar-standar itu akan diterima atau tidak tergantung
pada orang-orang yang menggunakan standar-standar akuntansi. Saat standar
internasional dan standar nasional tidak sama, tidak akan jadi masalah, tetapi ketika
kedua standar tersebut berbeda, standar nasional harus menjadi rujukan pertama
(mempunyai keunggulan).
5.6 International Financial Reporting Standard
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh
International Accounting Standar Board (IASB).Standar Akuntansi Internasional
disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi
Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar
Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC). IFRS (Internasional
Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur
keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi
informasi keuangan. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim
perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan,
mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
1. Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode
yang disajikan.
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada
IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para
pengguna.
Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh adanya suatu perubahan sistem IFRS
sebagai standar global yaitu :
1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh
dunia tanpa hambatan berarti.
2. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara
konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal.
3. Investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
4. Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan
mengenai merger dan akuisisi
5. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat
disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.
Selain peran regulator, AEI punya kepentingan sebagai asosiasi harus
memberdayakan anggotanya supaya investor di luar negeri bisa melihat acuan yang
sama kalau kita sudah beradaptasi ke IFRS. Tentang tujuan penerapan IFRS adalah
memastikan bahwa penyusunan laporan keungan interim perusahaan untuk periode-
periode yang dimasukkan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi
berkualitas tinggi yang terdiri dari :
1. Memastikan bahwa laporan keuangan internal perusahaan mmengandung
infomasi berkualitas tinggi
2. Tranparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode
yang disajikan
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para
pengguna meningkatkan investasi
Demikian peran regulator dalam mensosialisasikan betapa besar tujuan dan
manfaat yang diperoleh menuju ke IFRS .Perusahaan juga akan menikmati biaya
modal yang lebih rendah, konsolidasi yang lebih mudah, dan sistem teknologi
informasi yang terpadu, kata Patrick Finnegan, anggota Dewan Standar Akuntansi
International (International Accounting Standards Board/IASB), dalam Seminar
Nasional IFRS di Jakarta.

KESIMPULAN
Harmonisasi standar akuntansi internasional di anggap sebagai suatu hal yang
mendesak yang harus dilakukan oleh setiap negara termasuk Indonesia sebagai
negara berkembang. Mengingat tujuan penyusunan standar akuntansi tersebut
untuk dapat dipergunakan sebanyak mungkin negara di dunia maka dalam
penyusunan standar akuntansi tertentu saja Badan Standar Akuntansi
Internasional mempertimbangkan kondisi sebagian besar negara sehingga sesuai
dengan kebutuhan negara yang menggunakan standar tersebut termasuk juga
bagi negara Indonesia. Jadi, beralih ke IFRS bukanlah sekedar pekerjaan
mengganti angka-angka dilaporan keuangan, tetapi mungkin akan mengubah
pola pikir dan cara semua elemen didalam perusahaan.