MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI
PADA NY S DENGAN POST OP KISTA OVARIUM HARI I
DI PUSKESMAS MAMAJANG MAKASSAR
TANGGAL 04 - 10 2010
No. Reg. : 052130
Tgl. MRS : 03 Oktober 2010 Jam 08.00 Wita
Tgl. Operasi : 04 Oktober 2010 Jam 09.00 Wita
Tgl. Pengkajian : 04 Oktober 2010 jam 15.00 Wita
LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR
A. IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Nama : Ny S / Tn. H
Umur : 45 Thn / 55 Thn
Nikah / Lamanya : 1X / 27 Thn
Suku : Makassar / Makassar
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT / PNS
Alamat : Jln. Mangga tiga blok D 18 No. 8
B. DATA BIOLOGIS
1. Keluhan utama : nyeri perut bagian bawah disekitar luka operasi
2. Riwayat keluhan
a. Mulai timbulnya setelah operasi tgl. 04 oktober 2010 pukul 09.00
wita.
b. Sifat keluhan hilang timbul
c. Lokasi keluhan pada sekitar luka operasi, sehingga sangat berhati-
hati bila bergerak.
d. Usaha untuk mengatasi keluhan dengan istirahat atau berbaring
ditampat tidur.
e. Efektifitas kegiatan tersebut yaitu berkurangnya nyeri yang
dirasakan oleh ibu.
3. Riwayat kesehatan lalu
- Ibu tidak pernah menderita penyakit jantung, DM, hipertensi,
malaria dll.
- Tidak ada riwayat alergi atau trauma
- Ibu mengatakan tidak pernah dioperasi atau di opname
- Ibu tidak ketergantungan terhadap obat-obatan, rokok dan alkohol
4. Riwayat reproduksi
a. Riwayat haid
- Menarche : 13 tahun
- Siklus : 28-30 hari
- Durasi : 5-7 hari
b. Riwayat Ginekologi
- Ibu tidak pernah mengalami gangguan sistem reproduksi
- Tidak pernah menderita infeksi genetalia
- Tidak pernah menderita penyakit PMS
5. Riwayat KB
Ibu tidak pernah menjadi akseptor KB
C. RIWAYAT PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR
1. Kebutuhan nutrizi
Sebelum Operasi :
- Makan 3X sehari
- Jenis makanan nasi, sayur,lauk pauk dan buah
- Nafsu makan baik
Setelah Operasi :
- Pada saat pengkajian ibu masih dianjurkan untuk berpuasa
2. Kebutuhan eliminasi
Sebelum operasi :
- BAK : frekuensi 3-4x sehari, warna kuning jernih
- BAB : frekuensi 1x sehari, warna kuning
Setelah operasi : frekuensi BAK tidak dapat diidentifikasi karena ibu
masih memakai kateter, sedangkan BAB belum
3. Personal hygiene
- Sebelum operasi : mandi dan gosok gigi 2x sehari,keramas 3x
seminggu, dan pakaian diganti setiap kali selesai mandi.
- Setelah operasi : ibu belum mandi dan hanya ganti pakaian
4. Istirahat
- Sebelum operasi : tidur siang 2 jam perhari, tidur malam 6-8
jam perhari.
- Setelah operasi : ibu lebih banyak istirahat / tidur
D. DATA PSIKOLOGI SPIRITUAL
- Ibu merasa lega karena telah menjalani operasi
- Ibu sering bertanya-tanya tentang keadaannya
- Ibu berharap bisa lekas sembuh dan berkumpul dengan keluarga
- Ibu selalu berdoa untuk kesembuhannya
E. DATA SOSIAL EKONOMI
- Hubungan ibu dengan suami, keluarga dan orang sekitar baik
- Suami sebagai tulang punggung keluarga
F. PEMERIKSAAN
1. Keadaan umum ibu baik
2. TTV : TD : 120/80 mmHg, S : 36,5 oC P : 24x/i
N : 84x/i
3. Kepala : kulit tampak bersih, rambut tidak rontok, tidak ada massa atau
benjolan
4. Wajah : tampak meringis bila bergerak dan tidak ada oedema
5. Mata : simetris kiri dan kanan, konjungtiva merah muda, dan sklera
bersih
6. Hidung : tidak ada sekret dan polip dan tidak nyeri tekan
7. Mulut dan gigi : bibir tampak pucat, gusi merah muda, lidah tampak
bersih, terdapat 2 gigi yang tanggal bagian geraham
8. Telinga : simetris kiri dan kanan, dan tidak ada serumen
9. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe, thyroid, dan vena
jungularis
10. Payudara : simetris kiri dan kanan, tidak ada massa dan tidak nyeri
tekan
11. Abdomen : tampak luka operasi tertutup verband
12. Genetalia : terpasang kateter dan ada sedikit pengeluaran darah
13. Tungkai : terpasang infus di tangan kanan ibu
G. DATA TAMBAHAN
Pemeriksaan Laboratorium setelah operasi
HB : 10,4 gr%
Leukosit : 7500/mm3
Trombosit : 240.000/mm3
Eritrosit : 4,1 jt/mm3
H. PENGOBATAN
Cefotaxime, Metronidazole, Asam traneksamat, Ranitidin, Keterolax
LANGKAH II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa : post Op kista Ovarium
DS : ibu mengatakan dioperasi tanggal 04-10-2010
DO : - post op tanggal 04-10-2010
- Tampak luka operasi tertutup verband
Analisa dan interpretasi data
Adanya tumor didalam perut bagian bawah biasanya menyebabkan benjolan pada
perut. Pada umumnya tumor ovarium baik inspeksi dan palpasi ditentukan adanya
pelepasan darah.
(Wiknjosusastro hanafi, Ilmu kebidanan hal 347-348)
Masalah aktual : Kecemasan
DS :
- Ibu mengatakan cemas dengan keadaannya
- Ibu sering menanyakan keadaanya
DO :
- Ekspresi wajah ibu tampak cemas
Analisa dan interpretasi data
Adanya pembesaran perut yang dialami ibu dan seringnya ibu bertanya-tanya
tentang keadaanya menandakan kurangnya pengetahuan ibu tentang proses
penyakit yang dialami sehingga menimbulkan kecemasan pada ibu.
LANGKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadi perlekatan pada usus
DS : ibu mengatakan perutnya diurut-urut 1 bulan yang lalu
DO :-
Analisa dan interpretasi data
Adanya lesi kritik yang dapat menyebabkan sobekan dalam rongga perut akibat
pengeluaran isi kista dalam rongga peritonium memungkinkan satu elemen tubuh
dengan cepat dan menyebabkan terjadinya tumor khas dan bahkan terjadi
perlekatan pada usus ( Sarwono) prawirohardjo, ilmu kandungan. Jakarta 1999).
LANGKAH IV TINDAKAN EMERGENCY / KOLABORASI
Tidak ada data yang mendukung untuk tindakan emergency / kolaborasi
LANGKAH V RENCANA ASUHAN
Diagnosa : post op kista ovarium
Tujuan :
- Post op berlangsung normal
- Nyeri teratasi
- Tidak terjadi infeksi luka bekas operasi
Kriteria :
- Ekspresi wajah ibu ceria dan tidak meringis lagi
- TTV dalam batas normal
TD : (100/60-130/90mmHg), S: (36,5-37,5 oC)
N : (60-90x/i) P: (16-24x/i)
- Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti merah, bengkak, nyeri,
demam dan adanya pus
Intervensi
Tanggal 04 oktober 2010 pukul 15.30 wita
1. Beri tahu ibu setiap tindakan yang akan dilakukan
Rasional : agar ibu mengetahui dan memahami serta menerima setiap
tindakan yang akan dilakukan oleh petugas.
2. Observasi tanda-tanda vital
Rasional : untuk mengetahui keadaan umum ibu dan untuk menilai terjadinya
penyimpangan dalam batas normal agar memudahkan dalam
pengambilan keputusan selanjutnya.
3. Jelaskan penyebab nyeri
Rasional : agar ibu dapat beradaptasi dengan nyeri yang dirasakannya
4. Observasi keadaan verband dan tanda-tanda infeksi setiap hari
Rasional : dengan mengetahui lebih dini adanya tanda-tanda infeksi maka
dapat mempermudah pengambilan keputusan selanjutnya.
5. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan
Rasional : agar ibu merasa nyaman dan sebagai salah satu pencegahan infeksi
6. Penatalaksanaan obat antibiotik dan analgetik
(Cefotaxime, Metronidazole, Asam traneksamat, Ranitidin, Keterolax)
Rasional : obat antibiotik dapat mencegah terjadinya infeksi dan membantu
penyembuhan luka.
LANGKAH VI IMPLEMENTASI
Tanggal 04 oktober 2010
1. Memberi tahu ibu setiap tindakan yang akan dilakukan
Hasil : ibu mengetahui tindakan yang akan dilakukan
2. Mengobservasi tanda-tanda vital
Hasil : TD : 120/80mmHg S: 36,5 oC
N : 84x/i P: 24x/i
3. Menjelaskan penyebab nyeri yaitu terputusnya kontinuitas jaringan yang
menyebabkan rusaknya pembuluh darah ferifer dan serabut syaraf. Bila
informasi telah sampai di hypotalamus maka akan di persepsikan rasa nyeri
Hasil : ibu mengerti
4. Mengobservasi keadaan luka dan tanda-tanda infeksi seperti merah, bengkak,
demam, dan keluar pus
Hasil : luka masih basah dan tidak terdapat tanda-tanda infeksi
5. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihannya khususnya luka operasi dan alat
genetalianya.
Hasil : ibu bersedia melakukan apa yang di anjurkan
6. Penatalaksanaan obat antibiotik dan analgetik
Hasil : inj.Cefotaxime, Metronidazole infus, inj. Asam traneksamat, inj.
Ranitidin, inj. Keterolax
LANGKAH VII EVALUASI
Tanggal 04 oktober 2010
1. Ibu mengerti dengan semua penjelasan yang di berikan
2. Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan
3. Post op hari I berlangsung normal ditandai dengan TTV dalam batas
normal yaitu :
TD : 120/80mmHg S: 36,5 oC
P : 24x/i N: 84x/i
4. Nyeri mulai berkurang
5. Tidak terjadi infeksi luka bekas operasi
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI
PADA NY S DENGAN POST OP KISTA OVARIUM HARI I
DI PUSKESMAS MAMAJANG MAKASSAR
TANGGAL 04 - 10 2010
No. Rekam medik : 052130
Tgl. MRS : 03 Oktober 2010 Jam 08.00 Wita
Tgl. Operasi : 04 Oktober 2010 Jam 09.00 Wita
Tgl. Pengkajian : 04 Oktober 2010 jam 15.00 Wita
IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Nama : Ny S / Tn. H
Umur : 45 Thn / 55 Thn
Nikah / Lamanya : 1X / 27 Thn
Suku : Makassar / Makassar
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT / PNS
Alamat : Jln. Mangga tiga blok D 18 No. 8
DATA SUBJEKTIF (S)
Ibu mengatakan dioperasi tanggal 04 oktober 2010
Ibu mengatakan nyeri pada daerah luka operasi sehingga ibu merasa
kurang nyaman dan berhati-hati jika hendak bergerak
Ibu merasa lega karena telah dioperasi
Ibu berharap segera sembuh dan berkumpulndengan keluarga
DATA OBJEKTIF (O)
Pengkajian tanggal 04 oktober 2010 pukul 15.00 wita
Keadaan umum ibu baik
Ekspresi wajah ibu meringis bila bergerak
Tampak luka operasi tertutup verband
TTV : TD : 120/80 mmHg P : 24x/i
S: 36,5 oC N : 84x/i
ASSESMENT (A)
Diagnosa : post op kista ovarium
Masalah aktual : nyeri luka operasi
Masalah potensial : terjadi infeksi pada luka operasi
PLANNING (P)
1. Memberitahu ibu setiap kali akan melakukan tindakan
Hasil : ibu mengerti
2. Mengobservasi TTV
Hasil : TD : 120/80 mmHg P : 24x/i
S : 36,5 oC N : 84x/i
3. Menjelaskan penyebab nyeri
Hasil : ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
4. Mengobservasi keadaan luka dan tanda-tanda infeksi setiap hari
Hasil : luka operasi masih basah dan tidak ada tanda-tanda infeksi
5. Penatalaksanaan pemberian obat antibiotik dan analgetik
Hasil : ibu telah diberikan obat
- Metronidazole inf
- Inj. Cefotaxime
- Inj. Asam Traneksamat
- Inj. Keterolax
- Inj. Ranitidine