Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

Mata kuliah : Fisika Teknik


Dosen : Deni Moh Budiman, M.Pd

MEKANIKA FLUIDA

DISUSUN OLEH:
Nama : Indera Kalianda Nugraha
NIM : D32151050
KONSENTRASI :MEKATRONIK
PRODI : MEKANIK INDUSTRI DAN DESAIN

POLITEKNIK TEDC BANDUNG


2015/2016
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah


memberikan rahmat dan karunia-Nya. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah yang diberi judul MEKANIKA FLUIDA. Penyusun mengucapkan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
pembuatan makalah ini, sehingga menjadi lebih baik. Dan semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca. Penyusun menyadari bahwa disana-sini
dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruannya.
Penyusun dengan senang hati menerima koreksi dan teguran dari pembaca
untuk kelengkapan dan perbaikan makalah ini. Untuk itu penyusun
menyampaikan maaf dan ucapan terima kasih.

Cimahi, 26 Desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar . i
Daftar isi........ ii

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang................................................................................... 1
2. Rumusan masalah.............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Fluida.......................................................................2
2. Pengertian Mekanika Fluida ............................................................ 2
3. Jenis - jenis Fluida. 3
4. Ciri-Ciri Aliran Fluida... 4
5. Sejarah Mekanika Fluida 5
6. Penemu-Penemu Teori Fluida 7
7. Penerapan Mekanika Fluida ..12

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan........................ 15
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Fluida berupa gas dan cairan. Dalam kehidupan kita selalu berhubungan
dengan fluida. Gejala-gejala alam yang sering terjadi di sekitar kita biasanya
disebabkan oleh pengaruh fluida. Mekanika fluida adalah suatu ilmu yang
memelajari perilaku fluida baik dalam keadaan diam (static) maupun bergerak (dynamic)
serta akibat interaksi dengan media batasnya (zat padat atau fluida dengan yang
lain ). Seperti kebanyakan disipilin ilmu lainnya, mekanika fluida mempunyai
sejarah panjang dalam pencapaian hasil-hasil pokok hingga menuju ke era modern
seperti sekarang ini.
Mekanika fluida berkembang sejalan dengan perjalanan perkembangan
peradaban manusia. Banyak aspek kehidupan manusia yang terkait dengan
mekanika fluida, seperti transportasi, industri, aerodinamik bangunan, mesin-
mesin fluida, dan kesehatan. Pada makalah ini akan dibahas tentang
penerapan Mekanika Fluida dalam kehidupan sehari hari.

2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diambil rumusan permasalahan yaitu
a) Apa pengertian dari Fluida
b) Pengertian Mekanika Fluida
c) Bagaimana Sejarah Mekanika Fluida
d) Penerapan Mekanika Fluida
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Fluida
Fluida adalah zat alir adalah zat dalam keadaan bisa mengalir dan memberikan
sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan. Ada dua macam fluida
yaitu cairan dan gas. Salah satu ciri fluida adalah kenyataan bahwa jarak antara dua
molekulnya tidak tetap, bergantung pada waktu. Ini disebabkan oleh lemahnya ikatan
antara molekul yang disebut kohesi.

Gaya kohesi pernah kita pelajari saat kita berada di bangku SMP gaya kohesi
sendiri tersebut adalah gaya tarik antar partikel sejenis. Dalam kasus ini gaya kohesi
antara molekul gas sangat kecil jika dibandingkan gaya kohesi antar molekul zat cair.
Ini mnyebabkan molekul-molekul gas menjadi relatif bebas sehingga gas selalu
memenuhi ruang. Sebaliknya molekul-molekul zat cair terikat satu sama lainnya
sehingga membentuk suatu kesatuan yang jelas meskipun bentuknya sebagian
ditentukan oleh wadahnya.

Akibat yang lainnya adalah sifat kemampuannya untuk dimampatkan.Gas


bersifat mudah dimampatkan sedangkan zat cair sulit. Gas jika dimampatkan dengan
tekanan yang cukup besar akan berubah manjadi zat cair. Mekanika gas dan zat cair
yang bergerak mempunyai perbedaan dalam beberapa hal, tetapi dalam keadaan diam
keduanya mempunyai perilaku yang sama dan ini dipelajari dalam statika fluida.

2. Pengertian Mekanika Fluida


Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang mempelajari
fluida (yang dapat berupa cairan dan gas). Mekanika fluida dapat dibagi menjadi
fluida statik dan fluida dinamik. Fluida statis mempelajari fluida pada keadaan diam
sementara fluida dinamis mempelajari fluida yang bergerak.
Fluida Newtonian vs. non-Newtonian
Sebuah Fluida Newtonian (dinamakan dari Isaac Newton) didefinisikan
sebagai fluida yang tegangan gesernya berbanding lurus secara linier dengan gradien
kecepatan pada arah tegak lurus dengan bidang geser. Definisi ini memiliki arti bahwa
fluida newtonian akan mengalir terus tanpa dipengaruhi gaya-gaya yang bekerja pada fluida.
Sebagai contoh, air adalah fluida Newtonian karena air memiliki properti fluida
sekalipun pada keadaan diaduk. Sebaliknya, bila fluida non-Newtonian diaduk, akan
tersisa suatu "lubang". Lubang ini akan terisi seiring dengan berjalannya waktu. Sifat
seperti ini dapat teramati pada material-material seperti puding. Peristiwa lain yang
terjadi saat fluida non-Newtonian diaduk adalah penurunan viskositas yang
menyebabkan fluida tampak "lebih tipis" (dapat dilihat pada cat). Ada banyak tipe
fluida non-Newtonian yang kesemuanya memiliki properti tertentu yang berubah pada
keadaan tertentu.
Persamaan pada fluida Newtonian
Konstanta yang menghubungkan tegangan geser dan gradien kecepatan secara linier
dikenal dengan istilah viskositas. Persamaan yang menggambarkan perlakuan fluida
Newtonian adalah:
di mana
adalah tegangan geser yang dihasilkan oleh fluida
adalah viskositas fluida-sebuah konstanta proporsionalitas
adalah gradien kecepatan yang tegak lurus dengan arah geseran
Viskositas pada fluida Newtonian secara definisi hanya bergantung pada temperatur
dan tekanan dan tidak bergantung pada gaya-gaya yang bekerja pada fluida. Jika fluida
bersifat inkompresibel dan viskositas bernilai tetap di seluruh bagian fluida.

3. Jenis - jenis Fluida


Fluida terbagi atas dua jenis, yakni fluida Statis (hidrostatika) dan fluida
Dinamis (hidrodinamika).
a. Fluida Statis
Fluida statis bermakna fluida atau zat alir yang tidak bergerak. Hal-hal yang
dibahas dalam Fluida statis ini yaitu mengenai massa jenis, tekanan zat cair, hukum
Pascal, tekanan hidrostatis, bejana berhubungan, hukum Archimedes, gaya apung,
tegangan permukaan, kapilaritas. Eksperimen yang dilakukan bisa menghubungkan
zat cair antar pipa yang berbeda luas dan penampang, menentukan massa jenis benda,
mengukur massa gas dalam ruang atau tabung, bahkan bisa digunakan menentukan
tekanan udara yang semakin meningkat ke atmosfer.
Satuan yang digunakan adalah satuan tekanan (pascal, N/m2, atmosfer, psi),
satuan volume (liter, dm>sup>3,m3, mililiter), satuan gaya (newton, dyne).
b. Fluida Dinamis
Fluida dinamis adalah fluida yang bergerak atau dalam hal ini fluida yang
mengalir. Aliran fluida secara umum bisa kita bedakan menjadi dua macam, yakni
aliran lurus alias laminar dan aliran turbulen. Aliran lurus bisa kita sebut sebagai
aliran mulus, karena setiap partikel fluida yang mengalir tidak saling berpotongan.
Salah satu contoh aliran laminar adalah naiknya asap dari ujung rokok yang terbakar.
Mula-mula asap naik secara teratur (mulus), beberapa saat kemudian asap sudah tidak
bergerak secara teratur lagi tetapi berubah menjadi aliran turbulen. Aliran turbulen
ditandai dengan adanya linkaran-lingkaran kecil dan menyerupai pusaran dan kerap
disebut sebagai arus eddy. Contoh lain dari aliran turbulen adalah pusaran air.

4. Ciri-ciri dari aliran fluida:


1) Aliran fluida bisa berupa aliran tunak (steady) dan aliran tak tunak (non-steady.
Aliran fluida dikatakan aliran tunak jika kecepatan setiap partikel di suatu titik selalu
sama. Katakanlah partikel fluida mengalir melewati titik A dengan kecepatan
tertentu, lalu partikel fluida tersebut mengalir dengan kecepatan tertentu di titik B.
nah, ketika partikel fluida lainnya yang nyusul dari belakang melewati titik A,
kecepatan alirannya sama dengan partikel fluida yang bergerak mendahului mereka.
Hal ini terjadi apabila laju aliran fluida rendah alias partikel fluida tidak kebut-
kebutan. Contohnya adalah air yang mengalir dengan tenang. Lalu bagaimanakah
dengan aliran tak-tunak ? aliran tak tunak berlawanan dengan aliran tunak. Jadi
kecepatan partikel fluida di suatu titik yang sama selalu berubah. Kecepatan fluida di
titik yang berbeda tidak sama.
2) Aliran fluida bisa berupa aliran termampatkan (compressible) dan aliran tak-
termapatkan (incompressible). Jika fluida yang mengalir mengalami perubahan
volum (atau massa jenis) ketika fluida tersebut ditekan, maka aliran fluida itu disebut
aliran termapatkan. Sebaliknya apabila jika fluida yang mengalir tidak mengalami
perubahan volum (atau massa jenis) ketika ditekan, maka aliran fluida tersebut
dikatakan tak termampatkan. Kebanyakan zat cair yang mengalir bersifat tak-
termampatkan.
3) Aliran fluida bisa berupa aliran berolak (rotational) dan aliran tak berolak
(irrotational). untuk memahaminya dengan mudah, dirimu bisa membayangkan
sebuah kincir mainan yang dibuang ke dalam air yang mengalir. Jika kincir itu
bergerak tapi tidak berputar, maka gerakannya adalah tak berolak. Sebaliknya jika
bergerak sambil berputar maka gerakannya kita sebut berolak. Contoh lain adalah
pusaran air.

4) Aliran fluida bisa berupa aliran kental (viscous) dan aliran tak kental (non-viscous).
Kekentalan dalam fluida itu mirip seperti gesekan pada benda padat. Makin kental
fluida, gesekan antara partikel fluida makin besar

5. Sejarah Mekanika Fluida


Mekanika Fluida adalah suatu ilmu yang mempelajari prilaku Fluida Baik
dalam Keadan diam ( Statik ) Maupun Gerak ( dinamik ) serta akibat interaksi dengan
media batas nya ( Zat padat atau fluida dengan V Lain ).seperti kebanyakan disiplin
ilmu lainnya, Mekanik fluida mempunyai sejarah panjang dalam pencapaian hasil-
hasil pokok hingga menuju area modern seperti sekarang ini. Pada masa prasejarah,
kebudayaan-kebudayaan kuno sudah memiliki pengetahuan yang cukup untuk
memecahkan persoalan-persoalan Aliran tertentu.sebagi contoh perahu layar yang
sudah di lengkapi dengan dayung dan system pengairan untuk pertanian sudah di
kenal pada masa itu.pada abad ketiga sebelum masehi , Archimedes dan Hero dari
Iskandariahmemperkenal kan Hukum Jajaran genjang untuk penjumlahan vector.
Selanjutnya Archimedes ( 285-212 SM ) merumuskan Hukum Apung dan menerapkan
pada benda-benda terapung Atau Melayang, dan juga memperkenalkan bentuk
kalkulus Differensial sebagi bagian analisisnya.
Sejak pemulaan masehi, sampai jaman Renaissance terus menerus terjadi
perbaikan dalam rancangan system-sistem Aliran, Seperti Kapal , Saluran, dan Talang.
air.akan tetapitidak ada bukti-bukti Adanya perbaikan yang mendasar dalam analisis
aliran Akhirnya Leonardo da Vinci ( 1452-1519 ) menjabar kan persamaan kekekalan
Masa dalam aliran tunak satu demensi, Leonardo da vinci adalah ahli eksperimen
ulung dan catatan-catatanya berisi diskripsi yang seksama dengan gelombang, jet atau
semburan, loncatan hidraulik, pembentuk pusaran , dan rancangan-rancangan seretan
rendah ( bergaris aliran ) serta seratan tinggi ( Parasut ).Galileo ( 1564-1642 )
memperkenal kan beberapa hukum tentangmekanik.seorang perancis, Edme Moriotte
( 1642-1684 ) membangun terowongan angin yang pertama dan menguji model-model
di dalam nya.
Soal-soal yang menyangkut momentum fluida akhirnya dapat di analisis
setelah Isaac Newton ( 1642-1727 ) memperkenal kan hukum-hukum gerak dan
hukum kekentalan untuk fluida linear yang sekarang di namakan fluida Newton. Teori
itu mula-mula didasarkan atas asumsi fluida ideal (sempurna ) dan Tampa gesekan,
dan para matematikawan abab ke lapan belas seperti: Daniel Bernoelidan Leonhrad
Euler ( Swiss ), Clairaut dan DAlembert (Perancis), Joseph-LouisLagrange (1736-
1813), Pierre-Simon Laplace (1749-1827), dan Gerstner (1756-1832),
mengembangkan ilmu matematika untuk mekanika fluida (Hidrodinamika), dan
banyak menghasilkan penyelesaian-penyelesaian dari soal-soal aliran tanpa
gesekan.Euler Mengembangkan persamaan gerak diverensial dan bentuk integral
nya.yang sekarang disebut persamaan bernoelli. DAlembret memakai persamaan ini
untuk menampilkan paradoksnya bahwa suatu benda yang terbenamdi dalam fluida
tampa gesekan mempunyai seretan nol. sedangkan Gerstner memakai persamaan
Bernoelli untuk menganalisis gelombang permukaan.
Hasil-hasil ini merupakan hal yang berlebihan, karena asumsi fluida sempurna
dalam praktek hanya mempunyai penerapan yang sangat terbatas dan kebanyakan
aliran di bidang teknik sangat dipengaruhi oleh efek kekentalan. Para ahli teknik
mulai menolak teori yang sama sekali tidak realistik itu, dan mulai mengembangkan
hidraulika yang bertumpu pada ekperimen. Ahli-ahli eksperimen seperti Pitot, Chezy,
Borda, Bossut, Coulomb (1736-1806), Weber (1804-1891), Francis (1815-1892),
Russel (1808-1882), Hagen (1797-1889), Frenchman Poiseuille (1799-1869),
Frenchman Darcy (1803-1858), Manning (1816-1897), Bazin (1829-1917), dan Saxon
Weisbach (1806-1871) banyak menghasilkan data tentang beraneka ragam aliran
seperti saluran terbuka, hambatan kapal, aliran melalui pipa, gelombang, dan turbin.
Pada akhir abad kesembilan belas, hidraulika eksperimental danhidrodinamika
teoritis mulai dipadukan. William Froude (1810-1879) dan putranya, Robert (1842-
1924) mengembangkan hukum-hukum pengujian model, Lord Rayleigh (1842-1919)
mengusulkan metode analisis dimensional, dan Osborne Reynolds (1842-1912)
memperkenalkan bilangan Reynolds takberdimensi yang diambil dari namanya
sendiri. Sementara itu, sejak Navier (1785-1836) dan Stokes (1819-1903)
menambahkan suku-suku kental newton pada persamaan gerak dan dikenal dengan
persamaan Navier-Stokes, belum dapat digunakan untuk aliran sembarang.
Selanjutnya pada tahun 1904, setelah seorang insinyur Jerman, Ludwig Prandtl (1875-
1953), menerbitkan makalah yang barangkali paling penting yang pernah ditulis orang
di bidang mekanika fluida. Prandtl menunjukan bahwa aliran fluida yang
kekentalannya rendah, seperti aliran air atau aliran udara, dapat dipilah menjadi suatu
lapisan kental (lapisan batas) di dekat permukaan zat padat dan antar muka, dan
lapisan luar yang hampir encer yang memenuhi persamaan Euler dan Bernoulli. Teori
lapis batas ternyata merupakan salah satu alat yang paling penting dalam analisis-
analisis aliran modern, disamping teori yang dikembangkan oleh Theodore von
Karman (1881- 1963) dan Sir Geofrey I. Taylor (1886-1975).

6. Penemu-Penemu Teori Fluida

Adapun para nama-nama penemu teori fluida statik yang dapat kita sebut
diantaranya adalah:

a. Archimedes (287 212 SM)

Sejarah Penemuan Teori Archimedes

Archimedes lahir di kota Sirakusa di Pulau Sisilia, sebelah selatan


Italia, pada tahun 287 SM. Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Kemudian ia
kembali ke Mesir. Ayahnya ahli bintang namanya Phidias.
Archimedes adalah ilmuan terbesar sebelum Newton. Ia adalah ahli
matematika Yunani (terutama geometri), ahli fisika (terutama mekanika
,statistika, dan hidrostatika), ahli optika, ahli astronomi, warga Negara Sisilia,
pengarang , dan penemu. Ia mendapat julukan bapak IPA eksperimental karena
mendasarkan penemuannya pada eksperimen. Kebenaran penemuan-
penemuannya telah ia buktikan dengan eksperimen.
Konsep pelambungan (air mendorong objek keatas sama dengan berat
air yang digantikan objek) dan pengungkit (gaya mendorong kebawah pada
satu sisi dari pengungkit menciptakan gaya mengangkat pada sisi lain yang
proposional pada panjang dua sisi pengungkit) mendasari semua ilmu
kuantitatif dan teknik. Prinsip ini mewakili pemahaman manusia yang paling awal
mengenai hubungan dalam dunia fisika di sekitar kita dan merumuskan secara
matematika kejadian fisika di dunia. Berbagai kemajuan ilmu dan teknik
bergantung pada penemuan 2 prinsip ini. Seperti teknologi kapal
(konvensional) dan kapal selam (submarine).
Pada waktu itu yang jadi raja di Sirakusa adalah Hieron II,sahabat
Archimedes. Pada suatu hari Hieron II menyuruh seorang pandai emas
membuat mahkota.Hieron merasa bahwa pandai emas itu curang. Mahkota itu
tidak terbuat dari emas murni tapi dari campuran emas dan perak. Maka
Hieron menyuruh Archimedes membuktikan kecurangan pandai emas itu
tanpa merusak mahkota tersebut. Berhari-hari Archimedes berpikir keras. Ia
tidak tahu cara membuktikan kecurangan pandai emas. Waktu itu belum ada alat
elektronik yang dapat mendeteksi apakah sebuah benda terbuat dari emas murni
atau emas campuran. Ketika kepala Archimedes terasa panas karena terlalu
banyak berpikir,ia masuk ke tempat mandi umum. Ia membuka pakaian dan
masuk ke bak mandi yang penuh dengan air. Archimedes menyadari lengannya
terapung diatas air. Sebuah ide kemudian terbesit di benaknya. Dia menarik
tangannya kedalam air dan dia merenggangkan lengannya. Lengannya dengan
sendiri mengapung kembali ke atas. Kemudian dia mencoba berdiri dari bak,
level air menjadi menyusut, kemudian dia duduk kembali, level air meningkat
kembali. Dia berbaring, air naik lebih tinggi lagi, dan dia merasa lebih ringan.
Dia berdiri, level air menurun dan dia merasa dirinya lebih berat. Air
harusnya telah mendorong dia keatas sehingga dia merasa ringan. Tiba-tiba
ia bangkit, lupa mengenakan pakaian, sambil telanjang bulat lari sepanjang
jalan menuju rumahnya. Kepada istrinya ia berteriak, Eureka! Eureka!
Artinya, Sudah kutemukan! Sudah Kutemukan! Apa yang ia temukan? Ia
menemukan nama hukum Archimedes ,yang bunyinya: Sebuah benda
yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mendapat
gaya keatas seberat zat cair yang didesak oleh benda itu. Dengan
hukum itu ia bermaksud membuktikan kecurangan pandai emas.
Dirumahnya ia melakukan percobaan selanjutnya. Dia kemudian
mengambil sebuah batu dan sebalok kayu yang memiliki ukuran sama ke
dalam bak dan merendamkan mereka kedua-duanya. Batu tenggelam tetapi
terasa ringan. Dia harus menekan kayu supaya tenggelam. Itu artinya air
harus menekan ke atas dengan gaya yang relatif terhadap jumlah air
yang tergantikan oleh ukuran objek daripada berat dari objek. Seberat apa
objek itu dirasakan di air mempengaruhi kepadatan objek. Ini membuat
Archimedes mengerti bagaimana memecahkan masalah raja. Dia kembali ke
raja. Kuncinya adalah kepadatan. Jika mahkota ini terbuat dari logam bukan
emas, dia dapat memiliki berat yang sama tetapi akan memiliki kepadatan yang
berbeda sehingga akan menumpahkan jumlah air yang berbeda. Mahkota dan
sebuah emas yang beratnya sama di masukkan ke sebuah mangkok berisi air.
Mahkotanya ternyata menumpahkan air lebih banyak sehingga terbukti
mahkota itu adalah palsu.
Pada masa itu, kapal yang dibuat oleh Archimedes adalah kapal yang
terbesar. Untuk dapat mengambang, kapal ini harus dikeringkan dahulu dari
air yang menggenangi dek kapal. Karena besarnya kapal ini, jumlah air yang
harus dipindahkanpun amat banyak. Karena itu Archimedes menciptakan
sebuah alat yang disebut Sekrup Archimedes.
Dengan ini air dapat dengan mudah disedot dari dek kapal. Ukuran
kapal yang besar ini juga menimbulkan masalah lain. Massa kapal yang
berat, menyebabkan ia sulit untuk dipindahkan. Untuk mengatasi hal ini,
Archimedes kembali menciptakan sistem katrol yang disebut Compound
Pulley. Dengan sistem ini, kapal tersebut beserta awak kapal dan muatannya
dapat dipindahkan hanya dengan menarik seutas tali. Kapal ini kemudian
diberi nama Syracusia, dan menjadi kapal paling fenomenal pada zaman itu.
Prinsip Archimedes
Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menemukan bahwa benda yang
dimasukan ke dalam zat cair seperti air misalnya, memiliki berat yang lebih
kecil daripada ketika benda tidak berada di dalam zat cair tersebut. kamu mungkin
sulit mengangkat sebuah batu dari atas permukaan tanah tetapi batu yang sama
dengan mudah diangkat dari dasar kolam. Hal ini disebabkan karena adanya
gaya apung sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Gaya apung terjadi
karena adanya perbedaan tekanan zat cair pada kedalaman yang berbeda.
Seperti yang telah dijelaskan pada pokok bahasan Tekanan pada Zat cair,
tekanan zat cair bertambah terhadap kedalaman. Semakin dalam zat cair (zat
cair), semakin besar tekanan zat cair tersebut. Ketika sebuah benda
dimasukkan ke dalam zat cair, maka akan terdapat perbedaan tekanan
antara zat cair pada bagian atas benda dan zat cair pada bagian bawah benda.
Zat cair yang terletak pada bagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar
daripada zat cair yang berada di bagian atas benda. Zat cair yang berada
dibagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada zat cair yang
terletak pada bagian atas benda. Hal ini disebabkan karena zat cair yang berada
di bawah benda memiliki kedalaman yang lebih besar dari pada zat cair yang
Berada di atas benda (h2 > h1).
Besarnya tekanan zat cair pada kedalamana h2 adalah :
P2 = F2 = P2A= gh2A
Besarnya tekanan zat cair pada kedalamana h1 adalah :
P1 = F1 = P1A= gh1A
Cat :
F2 = gaya yang diberikan oleh zat cair pada bagian bawah benda,
F1 = gaya yang diberikan oleh zat cair pada bagian atas benda,
A = luas permukaan benda,

Selisih antara F2 dan F1 merupakan gaya total yang diberikan oleh zat
cair pada benda, yang kita kenal dengan istilah gaya apung. Besarnya gaya
apung adalah :
Fapung = F2-F1
Fapung = (gh2A)- (gh1A)
Fapung = gA(h2-h1)
Fapung = F gAh
Fapung = F gV

Keterangan :
F= Massa jenis fluida (kg/m3)
g=Percepatan gravitasi (m/s2)
V=volume benda yang berada didalam fluida (m3)
Karena :
= m = V
Maka persamaan yang menyatakan besarnya gaya apung (F apung) di atas bisa
kita tulis menjadi :
Fapung = FGv
Fapung = mFg = WF
mFg = wF = berat zat cair yang memiliki volume yang sama dengan volume
benda yang tercelup.
Berdasarkan persamaan di atas, kita bisa mengatakan bahwa gaya
apung pada benda sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. Ingat bahwa yang
dimaksudkan dengan zat cair yang dipindahkan di sini adalah volume zat cair
yang sama dengan volume benda yang tercelup dalam zat cair. Pada gambar
di atas, telah menggunakan ilustrasi di mana semua bagian benda tercelup dalam
zat cair (air). Jika dinyatakan dalam gambar maka akan tampak sebagai
berikut:
Apabila benda yang dimasukkan ke dalam zat cair terapung, di mana
bagian benda yang tercelup hanya sebagian maka volume zat cair yang
dipindahkan = volume bagian benda yang tercelup dalam zat cair tersebut.
Tidak peduli apapun benda dan bagaimana bentuk benda tersebut, semuanya
akan mengalami hal yang sama. Ini adalah buah karya eyang buyut
Archimedes (287-212 SM) yang saat ini diwariskan kepada kita dan lebih dikenal
dengan julukan Prinsip Archimedes. Prinsip Archimedes menyatakan
bahwa :
Ketika sebuah benda tercelup seluruhnya atau sebagian di dalam zat cair,
zat cair akan memberikan gaya ke atas (gaya apung) pada benda, di mana
besarnya gaya ke atas (gaya apung) sama dengan berat zat cair yang
dipindahkan.

Penemuan-penemuan Archimedes

Minat Archimedes adalah matematika murni: bilangan, geometri,


menghitung luas bentuk-bentuk geometri. Archimedes dikenal karena
kehebatannya mengaplikasikan matematika. Kehebatan inilah yang akan
diuraikan di bawah ini.
Archimedes berjasa menemukan ulir Archimedes, alat untuk
mengangkat air dengan jalan memutar gagang alat ini dengan tangan.
Penggunaan awal alat ini adalah untuk membuang air yang masuk ke dalam
perahu atau kapal. Tapi dalam perkembangannya digunakan untuk memompa
air dari dataran yang lebih rendah ke tanah yang lebi tinggi. Alat ini sampai
sekarang masih dipakai oleh para petani di seluruh dunia.

Penggunaan cermin pembakar, memberi indikasi bahwa beberapa


bentuk geometri sudah diketahui Archimedes, teristimewa bentuk hiperbola.
Bentuk lingkaran, elips dan hiperbola terbentuk hanya bagaimana cara kita
mengiris suatu bidang. Parabola adalah bentuk istimewa: dapat mengambil
sinar matahari, dari arah manapun, dan difokuskan pada suatu titik, dan
konsentrasikan semua energi cahaya pada bidang sempit untuk dipancarkan
kembali dalam berkas sinar yang sangat panas.

Archimedes adalah orang pertama yang memberi metode menghitung besar ?


(pi) dengan derajat akurasi yang tinggi. Menghitung besar ? dilakukan dengan
cara membuat lingkaran diantara dua segi enam. Luas segi enam kecil < luas
lingkaran < luas segi enam besar. Dengan memperbesar jumlah segi
Archimedes membuat 96 sisi, diperoleh besaran:
3 10/71 < < 3 1/7

(3,14084 < < 3,14285)

b. Blaise Pascal (1623-1662)

Blaise Pascal (1623-1662) terlahir di Clermont Ferrand pada 19 June


1623. Pada tahun 1631 keluarganya pindah ke Paris.

Blaise Pascal adalah anak Etienne Pascal, seorang ilmuwan dan


matematikawan lahir di Clermont. Etienne Pascal, juga merupakan penasehat
kerajaan yang kemudian diangkat sebagai presiden organisasi the Court of
Aids di kota Clermont. Ibu Pascal, Antoinette Bigure, meninggal saat umur Pascal
berumur empat tahun tidak lama setelah memberinya seorang adik perempuan,
Jacqueline. Ia mempunyai kakak perempuan yang bernama, Gilberte.

Pascal juga pernah melakukan studi hidrodinamik dan hidrostatik,


prinsip-prinsip cairan hidraulik ( hydraulic Fluida ). Penemuannya meliputi
hidraulik tekan ( press Hydraulic ) dan tentang jarum suntik ( syringe ). Umur
18 tahun, tubuhnya lemah dan mengalami kelumpuhan tungkai atas membuat
Pascal harus tinggal di tempat tidur. Harus menelan cukup makanan agar tetap
hidup, meskipun selalu merasa sakit kepala. Umur 24 tahun, dia dan
Jacqueline pergi ke Paris untuk pemeriksaan medis dengan peralatan yang lebih
canggih. Ternyata dia diharuskan tinggal di rumah sakit. Saat ini banyak
ilmuwan datang menyambangi yang tertarik dengan eksperimen kehampaan
(vakum) yang sedang dikerjakannya. Descartes datang untuk berdiskusi.
Akhir tahun, kesehatan tubuhnya memungkinkan dia meneruskan pekerjaan,
menguji teori kehampaan.

Ia memiliki sebuah replika percobaan yang berupa tabung sepanjang


31 inci (78,7 cm) yang diisi air raksa yang diposisikan terbalik dalam sebuah
mangkok mercuri. Pascal ingin mengetahui kekuatan apa yang menjaga
mercuri dalam tabung, dan apa yang mengisi ruang kosong dibagian atas dalam
tabung mercuri tersebut. Apakah berisi: udara? uap air raksa? kehampaan?
Pada waktu itu, kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa ruang
kosong ditabung atas mercuri tersebut adalah tak lebih daripada vacuum
( kosong ), dan beberapa kejadian yang dianggap tak mungkin oleh ilmuwan
sebelumnya, telah terlihat saat percobaan itu dilakukan. Hal ini berdasarkan
pemikiran Ariestoteles, bahwa penciptaan sesuatu yang bersifat
subtansi , apakah terlihat atau tidak terlihat, dan zat / subtansi selamanya
bergerak. Hukum Ariestoteles adalah sebagai berikut : Segala sesuatu yang
bergerak, harus digerakan oleh sesuatu ( Everything that is in motion must be
moved by something ) . Oleh karena itu para ilmuwan penganut
Ariestoteles menyatakan, bahwa vacuum ( tenaga isap ) itu adalah hal yang
mustahil. Bagaimana bisa begitu ? Maka bukti itu ditunjukan :

Cahaya yang melewati itu di sebut vacuum ( kosong ) dalam tabung


kaca.

Ariestoteles menulis, segala sesuatu bergerak, harus digerakan oleh


sesuatu yang lain. Oleh karenanya, disana harus ada sesuatu yang tak
terlihat untuk memindahkan cahaya melalui tabung kaca, maka dari itu
tidak ada vacuum ( tenaga isap atau tekan ) di tabung itu. Tidak di tabung
kaca maupun, dimanapun. Vacuum itu tidak ada dan sesuatu yang
mustahil.

Pascal meninggalkan karya yang berjudul Pensees dan Provincial Letters


yang sama sekali tidak berhubungan dengan matematika.

Pascal juga menulis tentang hidrostatik, yang menjelaskan


eksperimennya menggunakan barometer untuk menjelaskan teorinya tentang
Persamaan Benda Cair (Equilibrium of Fluids), yang tak sempat
dipublikasikan sampai satu tahun setelah kematiannya. Makalahnya tentang
Persamaan Benda Cair mendorong Simion Stevin melakukan analisis tentang
paradoks hidrostatik dan dan meluruskan apa yang disebut sebagai hukum terakhir
hidrostatik: Bahwa benda cair menyalurkan daya tekan secara sama-
rata ke semua arah yang kemudian dikenal sebagai Hukum Pascal. Hukum
Pascal dianggap penting karena keterkaitan antara Teori Benda Cair dan Teori
Benda Gas, dan tentang Perubahan Bentuk tentang keduanya yang kemudian
dikenal dengan Teori Hidrodinamik.
Hukum Pascal (1658)
Jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke
segala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya.

7. Penerapan Mekanika Fluida


Penerapan Mekanika Fluidadalamkehidupan sehari hari, Yaitu :
1. Dongkrak Hidrolik
Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah penerapan dari hukum Paskal yang
berbunyi tekanan yang diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan
sama besar ke segala arah.
Gambar Dongkrak Hidrolik

Tekanan yang kita berikan pada pengisap yang penampangnya kecil


diteruskan oleh minyak (zat cair) melalui pipa menuju ke pengisap yang penampangnya
besar. Pada pengisap besar dihasilkan gaya angkat yang mampu menggangkat beban.

2. Sayap Pesawat Terbang


Penerapan lain dari asas Bernoulli adalah pada gaya angkat sayap pesawat
terbang. Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui
sayap pesawat. Jika tidak ada udara maka pesawat terbang tidak akan terangkat.
Gaya angkat terbangkitkan karena ada perbedaan tekanan di permukaan atas
dan permukaan bawah sayap. Bentuk airfoil sayap diciptakan sedemikian rupa agar
tercipta karakteristik aliran yang sesuai dengan keinginan. Singkatnya, gaya angkat
akan ada jika tekanan dibawah permukaan sayap lebih tinggi dari tekanan diatas
permukaan sayap. Perbedaan tekanan ini dapat terjadi karena perbedaan kecepatan
aliran udara diatas dan dibawah permukaan sayap. Sesuai hukum Bernoulli semakin
cepat kecepatan aliran maka tekanannya makin rendah. Besarnya gaya angkat yang
dibangkitkan berbanding lurus dengan Luas permukaan sayap, kerapatan udara,
kuadrat kecepatan, dan koefisien gaya angkat.
Jadi, untuk pesawat udara, engine berfungsi memberikan gaya dorong agar
pesawat dapat bergerak maju. Akibat gerak maju pesawat maka terjadi gerakan relatif
udara di permukaan sayap. Dengan bentuk geometri airfoil tertentu dan sudut serang
sayap (angel of attack) tertentu maka akan menghasilkan suatu karakteristik aliran
udara dipermukaan sayap yang kemudian akan menciptakan beda tekanan
dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap yang kemudian membangkitkan gaya
angkat yang dibutuhkan untuk terbang
Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih
tajam dan sisi bagian atas yang lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya.
Bentuk ini menyebabkan garis arus seperti gambar di bawah.

Agar Pesawat Terbang

Fungsi bagian "sirip hiu" tersebut untuk mengatur aliran udara di atas sayap.
Coba perhatikan, bila pesawat sedang take off atau mau mendarat, sirip tadi
biasanya diangkat ke atas
Diangkatnya sirip tadi akan memperkecil tekanan udara di sisi atas
pesawat. Sehingga tekanan udara bagian bawah lebih besar dan pesawat akan
terangkat keatas. Ketika pesawat mau mendarat, sirip juga di naikkan karena
untuk mengangkat bagian depan (moncong) pesawat sehingga yang
menyentuh tanah duluan adalah ban belakang (bukan ban depan).

3. Karburator
Gambar Karburator
Penampang bagian atas menyempit sehingga udara yang mengalir pada
bagian ini bergerak dengan kelajuan yang tinggi. Sesuai asas Bernoulli,
tekanan pada bagian ini rendah. Tekanan didalam tangki bensin sama dengan
tekanan atmosfer. Tekanan atmosfer memaksa bahan bakar tersembur keluar
melalui jet sehingga bahan bakar bercampur dengan udara sebelum memasuki
silinder mesin.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi, pada dasarnya terdapat dua hukum yang berlaku dalam mekanika
fluida, yaitu: statika dan dimanika. Contonya air, patuh pada hukum
Hidrostatika (misalnya hukum Archimedes) dan juga patuh pada hukum
Hidrodinamika. Dalam gas/udara berlaku hukum aerosatika dan hukum
aerodinamika.

Contoh Pemanfaatan Hukum :


a) Hidrostatika: transportasi dengan kapal laut.
b) Aerstatika: balon udara, Zepellin.
c) Aerodinamika: pesawat udara, peluru kendali.
d) Hydrodinamika: turbin air dan baling-baling kapal laut, permainan
selancar diair.

Yang termasuk dalam Fluida adalah :


.
a. benda cair: air,minyak,bensin,olie, dsb
b. gas: udara, oksigin, hidrogin, nitrogin, dsb
c. gas yang dijadikan cair: LPG, LNG,dsb
d. gas yang mengembun atau zat cair berbentuk uap: uap air, uap
spiritus, uap bensin.dsb

Dari contoh kita dapat memperkirakan apa manfaat fluida dan


perannya bagi kehidupan sehari-hari. Tanpa ada fulida (misalnya air) maka tak
mungkin terjadi kehidupan (living organisme). tanpa oksigen juga manusia
akan segera punah.