Anda di halaman 1dari 10

GUNUNG LAWU

Oleh:
Sabino Abrao M.F.(410015029),Yovie Adhitya P.(410015047),Kalapinus Jawame
(410015085),M.Raja Doli Siregar (410015102),Andre Setyo Prabowo (410015127),Swain
Gustin R.P(410015128),Gentha Satria Sudjawardi(410015134),Ferry D. Golap
(410015150),Alfin Julian Kristian(410015161),D.A Inten
Yogiswari(410015168),Sugianto(410015172),Eko Nainggolan(4110013 )

Abstrak
Gunung Lawu secara geomorfologis berada di zona tengah Jawa Tengah. Zona ini
merupakan suatu depresi yang diisi oleh endapan vulkanik muda dan termasuk dalam deretan
Gunungapi Kuarter dengan bentuk strato. Aktivitas gunungapi pada zona ini umumnya
menghasilkan batuan berkomposisi andesitik sampai basaltik, baik berupa batuan lepas dalam
bentuk remah-remah gunungapi berbutir halus sampai kasar (piroklastik), maupun batuan
padu dalam bentuk aliran maupun kubah lava (Pannekoek, 1949).
Gunung Lawu memiliki ketinggian 3265 meter, dengan koordinat geografis 7.625o LS dan
111.192 BT. Tipe volcanonya adalah stratovolcano. Gunung Lawu terakhir meletus pada
tahun 1885 (Anonim, 2006).

Stratovolcanoes adalah umum di zona subduksi, membentuk rantai sepanjang batas


lempeng tektonik di mana kerak samudera yang diambil di bawah kerak benua (Continental
Arc Vulkanisme, misalnya Cascade Range, Andes pusat) atau lain lempeng samudera (Pulau
Vulkanisme busur, misalnya Jepang, Pulau Aleutian). Magma yang terbentuk oleh
stratovolcanoes naik ketika air terperangkap baik dalam mineral terhidrasi dan di batuan
basalt berpori dari kerak samudera atas, dilepaskan ke batuan mantel dari astenosfer di
atas lempengan laut yang tenggelam. Pelepasan air dari mineral terhidrasi disebut
"pengeringan," dan terjadi pada tekanan tertentu dan suhu untuk setiap mineral, seperti piring
turun ke kedalaman yang lebih besar

Kata kunci : gunung api,gunung lawu


padu dalam bentuk aliran maupun kubah
lava (Pannekoek, 1949).
Latar belakang Gunung Lawu memiliki ketinggian 3265
Gunung Lawu secara geomorfologis meter, dengan koordinat geografis 7.625o
berada di zona tengah Jawa Tengah. Zona LS dan 111.192 BT. Tipe volcanonya
ini merupakan suatu depresi yang diisi adalah stratovolcano. Gunung Lawu
oleh endapan vulkanik muda dan termasuk terakhir meletus pada tahun 1885
dalam deretan Gunungapi Kuarter dengan (Anonim, 2006).
bentuk strato. Aktivitas gunungapi pada
zona ini umumnya menghasilkan batuan
berkomposisi andesitik sampai basaltik,
baik berupa batuan lepas dalam bentuk
remah-remah gunungapi berbutir halus
sampai kasar (piroklastik), maupun batuan
perlipatan dan vulkanisme di bawah
pengaruh stress regime yang berbeda-beda
dari waktu ke waktu.

Geologi gunung lawu


a) Tatanan tektonik pulau jawa

Perkembangan tektonik pulau Jawa


dapat dipelajari dari pola-pola struktur Secara umum, ada tiga arah pola
geologi dari waktu ke waktu. Struktur umum struktur yaitu arah Timur Laut
geologi yang ada di pulau Jawa memiliki Barat Daya (NE-SW) yang disebut pola
pola-pola yang teratur. Secara geologi Meratus, arah UtaraSelatan (N-S) atau
pulau Jawa merupakan suatu komplek pola Sunda dan arah
sejarah penurunan basin, pensesaran,
Gambar 1 lokasi gunung lawu Pola Sunda berarah Utara-Selatan,
di bagian barat tampak lebih dominan
TimurBarat (E-W). Perubahan sementara perkembangan ke arah timur
jalur penunjaman berumur kapur yang tidak terekspresikan. Ekspresi yang
berarah Timur Laut Barat Daya (NE- mencerminkan pola ini adalah pola sesar-
SW) menjadi relatif TimurBarat (E-W). sesar pembatas Cekungan Asri, Cekungan
sejak kala Oligosen sampai sekarang telah Sunda dan Cekungan Arjuna. Pola Sunda
menghasilkan tatanan geologi Tersier di pada Umumnya berupa struktur regangan.
Pulau Jawa yang sangat rumit disamping Pola Jawa di bagian barat pola ini diwakili
mengundang pertanyaan bagaimanakah oleh sesar-sesar naik seperti sesar Beribis
mekanisme perubahan tersebut. dan sesar-sesar dalam Cekungan Bogor. Di
Kerumitan tersebut dapat terlihat pada bagian tengah tampak pola dari sesar-sesar
unsur struktur Pulau Jawa dan daerah yang terdapat pada zona Serayu Utara dan
sekitarnya. Pola Meratus di bagian barat Serayu Selatan. Di bagian Timur
terekspresikan pada Sesar Cimandiri, di ditunjukkan oleh arah Sesar Pegunungan
bagian tengah terekspresikan dari pola Kendeng yang berupa sesar naik.
penyebaran singkapan batuan pra-Tersier
di daerah Karang Sambung. Sedangkan di Dari data stratigrafi dan tektonik
bagian timur ditunjukkan oleh sesar diketahui bahwa pola Meratus merupakan
pembatas Cekungan Pati, Florence pola yang paling tua. Sesar-sesar yang
timur, Central Deep. Cekungan Tuban termasuk dalam pola ini berumur Kapur
dan juga tercermin dari pola konfigurasi sampai Paleosen dan tersebar dalam jalur
Tinggian Karimun Jawa, Tinggian Bawean Tinggian Karimun Jawa menerus melalui
dan Tinggian Masalembo. Pola Meratus Karang Sambung hingga di daerah
tampak lebih dominan terekspresikan di Cimandiri Jawa Barat. Sesar ini
bagian timur. teraktifkan kembali oleh aktivitas tektonik
yang lebih muda.
Karangsambung menerus hingga
Pola Sunda lebih muda dari pola Pegunungan Meratus di Kalimantan. Zona
Meratus. Data seismik menunjukkan Pola ini membentuk struktur kerangka struktur
Sunda telah mengaktifkan kembali sesar- geologi yang berarah timurlaut-baratdaya.
sesar yang berpola Meratus pada Eosen Kemudian selama tersier pola ini bergeser
Akhir hingga Oligosen Akhir. Pola Jawa sehingga zona penunjaman berada di
menunjukkan pola termuda dan sebelah selatan Pulau Jawa. Pada pola ini
mengaktifkan kembali seluruh pola yang struktur yang terbentuk berarah timur-
telah ada sebelumnya (Pulunggono, 1994). barat. Tumbukkan antara lempeng Asia
Data seismik menunjukkan bahwa pola dengan lempeng Australia menghasilkan
sesar naik dengan arah barat-timur masih gaya utama kompresi utara-selatan. Gaya
aktif hingga sekarang. ini membentuk pola sesar geser (oblique
wrench fault) dengan arah baratlaut-
Fakta lain yang harus tenggara, yang kurang lebih searah dengan
dipahami ialah bahwa akibat dari pola pola pegunungan akhir Cretasisus.
struktur dan persebaran tersebut dihasilkan
cekungan-cekungan dengan pola yang Pada periode Pliosen-Pleistosen
tertentu pula. Penampang stratigrafi yang arah tegasan utama masih sama, utara-
diberikan oleh Kusumadinata, 1975 dalam selatan. Aktifitas tektonik periode ini
Pulunggono, 1994 menunjukkan bahwa menghasillkan pola struktur naik dan
ada dua kelompok cekungan lipatan dengan arah timur-barat yang dapat
yaitu Cekungan Jawa Utara bagian barat dikenali di Zona Kendeng.
dan Cekungan Jawa Utara bagian timur
yang terpisahkan oleh tinggian Karimun Meskipun secara regional seluruh
Jawa. pulau Jawa mempunyai perkembangan
tektonik yang sama, tetapi karena
Kelompok cekungan Jawa Utara pengaruh dari jejak-jejak tektonik yang
bagian barat mempunyai bentuk geometri lebih tua yang mengontrol struktur batuan
memanjang relatif utara-selatan dengan dasar, khususnya pada perkembangan
batas cekungan berupa sesar-sesar dengan tektonik yang lebih muda, terdapat
arah utara selatan dan timur-barat. perbedaan antara Jawa Barat, Jawa Tengah
Sedangkan cekungan yang terdapat di dan Jawa Timur.
kelompok cekungan Jawa Utara Bagian
Timur umumnya mempunyai geometri Secara regional di pulau Jawa dapat
memanjang timur-barat dengan peran dibedakan adanya 3 satuan tektonik, yaitu:
struktur yang berarah timur-barat lebih a) Cekungan Jawa Utara, yang terdiri dari
dominan. cekungan Jawa Baratlaut (NW Java Basin)
dan cekungan Jawa Timurlaut (NE Java
Pada Akhir Cretasius terbentuk Basin)
zona penunjaman yang terbentuk di daerah b) Daerah cekungan Bogor-Kendeng
c) Daerah cekungan Pegunungan Selatan
Pola Struktur Pulau Jawa

b) Tatanan Tektonik Jawa Tengah sangat dominan didaerah ini. Data


gaya berat dari untung dan sato
Secara fisiografi, jawa tengah dibagi 1979, sepanjang penampang utara-
menjadi 4 bagian: selatan melalui bagian tengah jawa
- Dataran pantai selatan tengah dan dilengkapi dengan data
- Pegunungan serayu selatan geologi
- pegunungan serayu utara, dan permukaan memperlihatkan
- Dataran pantai utara perbedaan yang sangat mencolok
pada urut-urutan lapisan miosen
Salah satu batuan tertua di pulau jawa antara bagian utara dan bagian
tersingkap di jawa tengah tepatnya di selatan jawa tengah.
daerah sungai LOH-ULO.
Bagian utara jawa tengah
a. Pola struktur urut-urutan lapisan miosen
Pola struktur di jawa tengah sebagian besar terdiri dari endapan
memperlihatkan adanya 3 arah laut dalam yang berupa kipas-kipas
utama yaitu baratlaut-tenggara, turbidit. Jenis endapan tersebut
timurlaut-barat daya, timur-barat. menyebar sampai hampir dekat
Di daerah loh ulo dimana batuan cilacap. Tetapi keselatannya
pra-terser dan tersier tersingkap stratigrafinya berubah dan
dapat dibedakan menjadi 2 pola didominasi oleh endapan laut
struktur utama yaitu arah dangkal dengan lingkungan yang
timurlaut-baratdaya, dan barat- tenang seperti batu pasir dan
timur. Hubungan antar satu batuan batugamping.
dengan yang lainnya mempunyai
lingkungan dan ganesa b. Satuan-satuan tektonik
pembentukan yang berbeda yang Batuan tertua dijawa tengah
terdapat didalam mlange. tersingkap di dua tempat yaitu di
loh-ulo dan di Bayat (pegunungan
Dengan demikian maka jiwo, selatan kota klaten). Batuan
dapat disimpulkan bahwa pola yang berumur kapur itu bercampur
yang arah timurlaut-baratdaya yang aduk, terdiri dari ofiolit, sedimen
laut dalam, batuan malihan utara dari jalur volkanik kwarter
berderajat fasies sekis hijau yang adalah jalur Kendeng yang terdiri
tercampur secara tektonik dalam dari endapan Tersier yang agak
masa dasar serpih sampai batu tebal. Menurut Genevraye dan
sabak dengan bongkah-bongkah Samuel (1972), tebalnya lapisan
batu pasir greywackey yang Tersier di sini mencapai beberapa
termalihkan, masa dasarnya ribu meter. Dekat kota Cepu daerah
memperlihatkan bidang-bidang ini terlipat dan tersesarkan dengan
belah gerus dengan arah sama. kuat. Di beberapa tempat lapisan-
lapisan itu bahkan terpotong-
c) Tatanan Tektonik Jawa Timur potong oleh sesar naik dengan
sudut kemiringan yang kecil.
Indentasi Jawa Timur, seperti
halnya indentasi Jawa Tengah, Apakah indentasi Jawa
dicirikan oleh hilangnya Timur merupakan miniatur
Pegunungan Selatan Jawa dan indentasi Jawa Tengah? Sebagian
hadirnya depresi. ya, tetapi sebagian lagi tidak.
Beberapa pola indentasi Jawa
Depresi ini kini diduduki kota Tengah dapat diterapkan di sini.
Lumajang dan merupakan wilayah Pegunungan Selatan di wilayah ini
pengaliran sungai-sungai yang tenggelam. Depresi Lumajang
berasal dari kedua dataran tinggi di diapit dua sesar besar di sebelah
sebelah barat dan timur depresi. barat dan timurnya. Dua sesar besar
Kehadiran Pulau Nusa Barung ini telah memutuskan dan
tepat di tengah indentasi selatan ini mengubah kelurusan jalur
sangat menarik, posisinya sama gunungapi Kuarter di Jawa
dengan Tinggian Karangbolong Timur. Dua sistem sesar besar
pada sistem indentasi Jawa Tengah, pembatas Depresi Lumajang
lebih-lebih lagi pulau ini pun merupakan penyebab terjadinya
disusun oleh batu gamping Miosen indentasi dan depresi tersebut.
yang ekivalen dengan batu
gamping di Karangbolong. Batuan Apakah sistem sesar besar
pra-tersier tidak tersingkap di itu merupakan pasangan sesar besar
daerah Jawa Timur. Bagian sinistral (BD-TL) dan dextral (BL-
tengahnya ditempati oleh jalur Tenggara) seperti halnya
volkanik kwarter. indentasi Jawa Tengah ? Ini akan
memuaskan untuk menjawab
Satuan-satuan fisografi yang dapat munculnya Pulau Nusa Barung di
dibedakan terdiri dari (selatan ke utara) tengah Pegunungan Selatan yang
a. Pegunungan Selatan tenggelam, dan tenggelamnya Selat
b. Jalur Depresi Tengah Madura di sebelah utara indentasi
c. Jalur Kendang Pasuruan-Situbondo. Tetapi, ini
d. Depresi Randublatung sulit untuk menerangkan terjadinya
e. Zona Rembang yang dapat diteruskan kelurusan gunungapi Semeru-
ke pulau Madura Bromo-Penanjakan yang utara-
selatan di Kompleks Semeru-
Pegunungan Selatan di Tengger di sebelah barat Depresi
Jawa Timur berkembang sebagai Lumajang dan kelurusan utara-
fasies volkanik dan karbonatan selatan gunungapi Argopuro-
yang berumur Miosen. Di sebelah Kukusan di Kompleks Iyang
(Yang, Ijang) di sebelah timur antara Kaldera Tengger dan
Depresi Jawa Timur. Semeru

Keberadaan sesar besar Di sebelah barat Depresi


utara-selatan sedikit melengkung Lumajang, yaitu di Kompleks
menghadap depresi Lumajang Iyang, terdapat juga sesar besar
adalah penyebab indentasi dan utara-selatan walaupun tak
depresi Lumajang. Sesar besar ini sepanjang sesar besar di bawah
dapat menjelaskan kelurusan Tengger dan sedikit melengkung
gunungapi Semeru-Bromo- menghadap depresi Lumajang.
Penanjakan. Puncak-puncak Gunung tua Iyang (Plistosen atas)
gunung ini tersebar utara-selatan. terbelah mengikuti rekahan utara-
Bila kita berdiri di puncak selatan. Rekahan ini juga menjadi
Penanjakan (2775 m) sebelah utara pusat-pusat erupsi gunung di
Bromo (2329 m), maka melihat ke Kompleks Iyang, yaitu: gunung
utara akan nampak laut Selat Malang (2008 m), Kukusan (2200
Madura, melihat ke selatan akan m) dan Cemorokandang (2223 m).
nampak gunung Bromo dan Di tengah sesar rekahan ini kini
Semeru. Kelurusan ini membuat gunungapi Kuarter Argopuro (3088
masyarakat Tengger menyucikan m) berlokasi.
ketiga gunung yang
dianggapnya sebagai atap dunia Tentang kejadian kaldera
itu. pasir Tengger, van Bemmelen
(1937 : The volcano-tectonic
Sebenarnya, di bawah structure of the Residency of
ketiga gunung ini terdapat sesar Malang, De Ingenieur in Ned.
besar yang juga konon bertanggung Indie, 4,9,IV,p. 159-172) punya
jawab telah menenggelamkan teori menarik. Kompleks Tengger
Pegunungan Selatan Jawa di telah terobek mengikuti rekahan
wilayah ini. Sesar besar ini telah berbentuk sabit yang melengkung
diterobos magma sejak Plistosen cekung ke utara. Oleh retakan ini
atas sampai Holosen menghasilkan sayap utara kompleks Tengger
gunung-gunung di kawasan tenggelam dan runtuh ke utara.
Kompleks Tengger. Semacam Runtuhnya atap dapur magma
erupsi linier dalam skala besar menyebabkan aliran lava basaltik
telah terjadi dari selatan ke utara di dalam jumlah besar yang menyebar
sepanjang sesar ini berganti-ganti seperti delta di kedua ujung
selama Plistosen sampai Kuarter. robekan. Peristiwa ini telah
menelan bagian atas puncak
Dari selatan ke utara Tengger, sehingga membentuk
ditemukan pusat-pusat erupsi sbb. : kaldera Tengger yang diisi pasir
Semeru, Jembangan, Kepolo, volkanik. Runtuhnya Tengger ini
Ayek-Ayek, Kursi, Bromo, Batok, akibat berat materi volkaniknya
dan Penanjakan. Yang masih suka sendiri yang membebani batuan
meletus sampai kini adalah Semeru dasarnya yang berupa sediment
dan Bromo. Danau kawah Ranu marin Tersier yang plastis. Bagian
Kembolo, Ranu Pani, dan Ranu utara kompleks Tengger runtuh dan
Regulo merupakan maar sisa erupsi lengser ke utara menuju depresi
gunung Ayek2 yang terletak di Selat Madura yang sedang
tenggelam.
pantai. Model volkano-tektonik
Kompresi ke utara akibat runtuhan seperti ini juga
runtuhan ini telah menekan bagian dipakai van Bemmelen
utara pantai Jawa Timur yang kini untuk menerangkan kejadian
berupa perbukitan di Grati dan bukit-bukit Gendol di dekat
Semongkrong di sekitar Pasuruan. Menoreh yang berasal dari
Bukit-bukit ini anomali sebab runtuhan sayap Merapi ke sebelah
terjadi di sekitar pantai utara yang baratdaya.
ditutupi sediment alluvial

Jenis gunung api berkarbonasi dibuka, melepaskan CO2.


Setelah volume kritis dari magma dan gas
terakumulasi, hambatan (massa
Stratovolcanoes adalah umum di zona
penyumbatan) dari kerucut vulkanik
subduksi, membentuk rantai sepanjang
diatasi, mengarah ke letusan ledakan
batas lempeng tektonik di mana kerak
mendadak. Zona subduksi-stratovolcanoes,
samudera yang diambil di bawah kerak
seperti Gunung St Helens dan [[Gunung
benua (Continental Arc Vulkanisme,
Pinatubo], biasanya meledak dengan
misalnya Cascade Range, Andes pusat)
kekuatan ledakan: magma terlalu kaku
atau lain lempeng samudera (Pulau
untuk memungkinkan melepaskan gas
Vulkanisme busur, misalnya Jepang, Pulau
vulkanik. Sebagai akibatnya tekanan
Aleutian). Magma yang terbentuk oleh
internal yang luar biasa dari gas-gas
stratovolcanoes naik ketika air
vulkanik tetap terperangkap dalam magma
terperangkap baik dalam mineral terhidrasi
seperti bubur. Setelah menerobos
dan di batuan basalt berpori dari kerak
dari ruang magma, magma mengeluarkan
samudera atas, dilepaskan ke batuan
gas secara eksplosif. Seperti proses
mantel dari astenosfer di
ledakan dapat disamakan dengan gemetar
atas lempengan laut yang tenggelam.
sebotol air berkarbonasi keras, dan
Pelepasan air dari mineral terhidrasi
kemudian dengan cepat melepas tutup.
disebut "pengeringan," dan terjadi pada
Tindakan gemetar nukleasi pembubaran
tekanan tertentu dan suhu untuk setiap
CO2 dari cairan sebagai gelembung,
mineral, seperti piring turun ke kedalaman
meningkatkan volume internal. Gas dan air
yang lebih besar. Air dibebaskan dari
menyembur keluar dengan cepat dan kuat.
batuan menurunkan titik leleh batuan
mantel atasnya, yang kemudian mengalami
pelelehan parsial dan naik karena
densitasnya lebih ringan dibandingkan
dengan batuan mantel sekitarnya, dan
kolam sementara di dasar lithosfer. Magma
kemudian naik melalui kerak,
menggabungkan batuan kerak yang kaya
akan silika, yang mengarah ke komposisi
akhir. Saat magma mendekati permukaan
atas, kolam dalam kamar magma itu ada di
bawah atau dalam gunung berapi. Di sana,
tekanan relatif rendah memungkinkan air
dan volatil lainnya (terutama CO2, SO2, Dua Dekade Gunung berapi yang
Cl2, dan H2O) yang dilarutkan dalam meletus pada tahun 1991 memberikan
magma untuk melarikan diri dari larutan, contoh bahaya stratovolcano. Pada
seperti yang terjadi ketika sebotol air tanggal 15 Juni, Gunung
Pinatubo memuntahkan abu 40 kilometer yang terletak di pulau Kyushu sekitar 40
(25 mil) ke udara dan menghasilkan km (25 mil) timur [[Nagasaki], terbangun
aliran piroklastik yang besar dan lumpur dari tidur yang 200-tahun untuk
yang menghancurkan area yang luas di menghasilkan kubah lava baru di
sekitar gunung berapi. Pinatubo, terletak puncaknya. Awal pada bulan Juni,
90 km (56 mil) dari Manila, telah aktif mengulangi runtuhnya kubah ini meletus
selama 600 tahun sebelum letusan 1991, menghasilkan arus abu yang menyapu
yang peringkat sebagai salah satu letusan menuruni lereng gunung dengan kecepatan
terbesar pada abad ke-20. Juga pada tahun setinggi 200 kmh (120 mil per jam).
1991, Gunung Berapi Unzen, Jepang ,

Sejarah Letusan Gunung Lawu letusan 28 November 1885, tak ada jejak
letusan lain lagi. Sehingga sejak letusan
Gunung Lawu yang berada di
1885, Gunung Lawu tak pernah dilaporkan
perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur
meletus lagi hingga 2014 ini.Dengan kata
termasuk gunung yang cukup tinggi.
lain, Gunung Lawu sudah "tidur" cukup
Gunung yang memiliki ketinggian 3.265
lama. Kendati demikian,bukan berarti
meter dari permukaan laut tersebut tercatat
Gunung Lawu tidak akan bisa meletus
meletus terakhir pada tanggal 28
lagi. Keterangan Kepada Balai
November 1885. Demikian catatan sejarah
Penyelidikan dan Pengembangan
dari Smithsonian Institution dengan
Teknologi Kebencanaan Geologi
merujuk beberapa referensi (yakni;
(BPPTKG) Yogyakarta, Subandriyo,
IAVCEI, 1973-80. Post-Miocene
membenarkan hal itu. Menurut
Volcanoes of the World. IAVCEI Data
Subandriyo, dalam ilmu kegunungapian,
Sheets, Rome: Internatl Assoc Volc
tak ada jaminan gunung berapi akan mati,
Chemistry Earth's Interior; Neumann van
termasuk Gunung Lawu
Padang M, 1951. Indonesia. Catalog of
Active Volcanoes of the World and
Solfatara Fields, Rome: IAVCEI, 1: 1-271;
Taverne N J M, 1926. Vulkanstudien op
Java. Vulk Meded, 7: 1-132; van
Bemmelen R W, 1949b. The Geology of
Indonesia. The Hague: Government
Printing Office, v 1, 732 p). Menurut
Smithsonian Institution , pada tanggal 1
Mei 1752 Gunung Lawu konon
diperkirakan pernah meletus. Namun data
pendukung mengenai letusan tanggal 1
Mei 1752 itu kurang kuat sehingga dicoret
dari catatan sejarah. Karena itu, selain Gambar hasil letusan gunung lawu

Produk batuan gunung lawu Lahar lawu terdiri dari komponen andesit,
basal, dan sedikit batuapung beragam
Lawu, yang termasuk dalam jalur ukuran dan bercampur dengan pasir
gunungapi kuarter yang masih aktif. gunungapi. Lava Sidoramping bersusunan
Perbukitan di utara sungai Tirtomoyo andesit berwarna kelabu tua, porfiritk
merupakan perbukitan lipatan terdiri dari plagioklas, kuarsa dan felspar.
Sidoramping dan batuan gunungapi Lawu. Batuan gunungapi Lawu terutama terdiri
dari tuf dan breksi vulkanik bersisispan lempung dan klorit. Selain itu dijumpai
dengan lava. Tuf berbutir kasar hingga boulderboulder (bongkah batuan) ukuran
sangat kasar, mengandung kepingan kecil sampaibesar sebagai hasil pelapukan
andesit, batuapung, kuarsa, felspar. breksi vulkanik.
Sebagian felsparnya lapuk menjadi

Daftar Pustaka https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_bera


pi_kerucut
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_bera
pi https://geoenviron.wordpress.com/2014/11
/24/tektonik-pulau-jawa/
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Law
u