Anda di halaman 1dari 5

RESISTIVITAS BATUAN DAN MINERAL

Tabel 1. Resistivitas Batuan Beku dan Metamorf (Telford, dkk., 1976)

Rock Type Resistivity Range (m)


Granite 3 x 10 - 106
2

Granite Porphyry 4.5 x 103 (wet) 1.3 x 106 (dry)


Feldspar Porphyry 4 x 103 (wet)
Albite 3 x 102 (wet) 3.3 x 103 (dry)
Syenite 102 - 106
Diorit 104 - 105
Diorit Porphyry 1.9 x 103 (wet) 2.8 x 104 (dry)
Porphyryte 10 5 x 104 (wet) 3.3 x 103 (dry)
Carbonatized Porphyry 2.5 x 103 (wet) 6 x 104 (dry)
Quartz Porphyry 3 x 102 9 x 105
Quartz Diorite 2 x 104 2 x 106 (wet) 1.8 x 105 (dry)
Porphyry (Various) 60 - 104
Dacite 2 x 104 (wet)
Andesite 4.5 x 104 (wet) 1.7 x 105 (dry)
Diabase Porphyry 103 (wet) - 1.7 x 105 (dry)
Diabase (various) 20 5 x 107
Lavas 102 5 x 104
Gabbro 103 - 106
Basalt 10 1.3 x 107 (dry)
Olivine Norite 103 6 x 104 (wet)
Peridotite 3 x 103 (wet) 6.5 x 103 (dry)
Hornfels 8 x 103 (wet) 6 x 107 (dry)
Schists (calcareous and mica) 20 - 104
Tuffs 2 x 103 (wet) - 105 (dry)
Graphite Schist 10 - 102
Slates (various) 6 x 102 4 x 107
Gneiss (various) 6.8 x 104 (wet) 3 x 106 (dry)
Marble 102 2.5 x 108 (dry)
Skarn 2.5 x 102 (wet) 2.5 x 108 (dry)
Quarzites (various) 10 2 x 108

Tabel 2. Resistivitas Batuan Sedimen (Telford, dkk., 1976)

Rock Type Resistivity Range (m)


3
Consolidated Shales 20 2 x 10
Argillites 10 8 x 102
Conglomerates 2 x 103 - 104
Sandstones 1 6.4 x 108
Limestones 50 - 107
Dolomite 3.5 x 102 5 x 103
Unconsolidated Wet Clay 20
Marls 3 70
Clays 1 100
Alluvium and Sands 10 800
Oil Sands 4 - 800
Tabel 3. Resistivitas logam dan Unsur (Telford, dkk., 1976)

Logam/Unsur Resistivity (m)


Range Average
Antimony 4.5 x 10-7
Arsenic 2.2 x 10-7
Bismuth 1.2 x 10-6
Copper 1.7 x 10-8
Gold 2.4 x 10-8
Graphite 5 x 10-7 10 10-3
Iron 10-7
Lead 2.2 x 10-7
Mercury 9.6 x 10-7
Molybdenum 5.7 x 10-8
Nickel 7.8 x 10-8
Platinum 10-7
Silver 1.6 x 10-8
Sulphur 107 - 1016 1014
Tellurium 10-4 2 x 10-3 10-3
Tin 1.1 x 10-7
Uranium 3 x 10-7
Zinc 5.8 x 10-8

Tabel 4. Resistivitas Mineral (Telford, dkk., 1976)

Mineral Resistivity (m)


Range Average
Argentite 2 x 10-3 - 104 1.7 x 10-3
Bismuthinite 18 570
Covellite 3 x 10-7 8 x 10-5 2 x 10-5
-5
Chalcocite 3 x 10 0.6 10-4
Chalcophyrite 1.2 x 10-5 0.3 4 x 10-3
-5
Bornite 2.5 x 10 0.5 3 x 10-3
Marcasite 10-3 3.5 5 x 10-2
-5
Pyrite 2.9 x 10 1.5 3 x 10-1
Pyrrhotite 6.5 x 10-6 5 x 10-2 10-4
Cinnabar 2 x 107
Molybdenite 10-3 - 106 10
Galena 3 x 10-5 3 x 102 2 x 10-3
Millerite 3 x 10-7
Stannite 10-3 6 x 103
Stibnite 105 - 1012 5 x 106
Sphalerite 1.5 - 107 102
-4 -1
Cobaltite 3.5 x 10 10
Smaltite 5 x 10-5
-5
Arsenopyrite 2 x 10 - 15 10-3
Niccolite 10-7 2 x 10-3 2 x 10-5
-6 -5
Sylvanite 4 x 10 2 x 10
Bauxite 2 x 102 6 x 10-3
Tabel 5. Harga Resistivitas Spesifik Batuan (Suyono, 1978)

Material Resistivitas (m)

Air Pemasukan 80 200


Airtanah 30 100
Silt Lempung 10 200
Pasir 100 600
Pasir dan kerikil 100 1000
Batu Lumpur 20 200
Batu pasir 50 500
Konglomerat 100 500
Tufa 20 200
Kelompok Andesit 100 2000
Kelompok Granit 1000 10000
Kelompok Chert, Slate 200 2000

Tabel Nilai Resistivitas Batuan

Halliday, David; Resnick, Robert; Walker, Jearl.1991.Fundamentals of Physics (edisi ke-6th). John Wiley & Sons, Inc

Material Resistivitas (Ohm.m)


Air (Udara) 0
Sandstone (Batu pasir) 200-800
Sand (Pasir) 1-1000
Clay (Lempung) 1-100
Ground Water (Airtanah) 0.5-300
Sea water (Air asin) 0.2
Dry Gravel (Kerikil Kering) 600-10000
Alluvium (Aluvium) 10-800
Gravel (Kerikil) 100-600

Resistivity dari jenis batuan, mineral and cairan kimia (Loke,M.H.,2000)


Tabel nilai tahanan jenis batuan (Lowrie & Milsom)

Tabel nilai resistivitas material bumi (Palacky, 1987)

Perbedaan nilai resitivitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah :

1. Ukuran butir penyusun batuan, semakin kecil butir batuan maka kelolosan arus akan semakin baik, sehingga
mereduksi nilai resitivitas tanah.

2. Kandungan air, air tanah, atau air permukaan merupakan media yang mereduksi nilai tahanan jenis.

3. Kepadatan, semakin padat batuan maka nilai resistivitas akan semakin tinggi pula.

4. Kelarutan garam dalam air di dalam batuan akan mengakibatkan meningkatnya kandungan ion di dalam air,
sehingga berfungsi sebagai konduktor.
5. Komposisi mineral dari batuan, semakin meningkat kandungan mineral clay (lempung) akan mengakibatkan
menurunnya nilai resistivitas.

Hubungan antara nilai tahanan jenis dengan jenis batuan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain :

1. Batuan sedimen yang lepas akan mempunyai nilai resistivity yang lebih rendah dibandingkan dengan
batuan sedimen kompak. Jika batuan mengandung air akan lebih rendah lagi, apalagi jika air
mengandung kadar garam yang tinggi.
2. Kesarangan/porositas batuan. Batuan yang porous mempunyai nilai resistivity lebih rendah dari pada
batuan yang tidak porous.
3. pH dari air dalam rongga batuan. pH rendah menunjukkan batuan yang asam dengan nilai resistivity
rendah.
4. Tahanan jenis batuan akan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain and tergantung pada lingkungan
pengemdapan setempat.
5. Tahanan jenis dapat berbeda secara mencolok, tidak saja dari satu lapisan kelapisan yang lain tetapi
dalam satu lapisan batuan.
6. Temperatur air tinggi (air panas) mempunyai nilai tahanan jenis rendah dibandingkan dengan
temperature air lebih rendah (segar).
7. Permeabilitas atau keasanggupan suatu batuan yang mempunyai pori-pori untuk mengalirkan cairan.
Nilai resistivity batuan dengan permiabilitas tinggi akan lebih tinggi dibandingkan dengan batuan
dengan permeabilitas//impermeable.
8. Kesarangan (porositas) batuan adalah perbandingan antara volume rongga dengan volume batuan
seluruhnya Vr/V x 100 %., kesarangan besar berarti volume air yang tersimpan besar.

Untuk air tanah mempunyai nilai resistivity berkisar antara 10 ohm-m sampai 100 ohm-m. Jika nilai
resistivity antara 0,1 ohm-m 10 ohm-m menunjukkan air tanah payau sampai asin. Jika nilai
resistivity antara 10 ohm-m samapai 30 ohm-m menunjukkan air tanah payau. Sedangkan air tanah
segar nilai resistivity antara 40 ohm-m samapi 100 ohm-m. Range interval kandungan air tanah pada
suatu akuifer dapat terlihat pada Gambar 8. Gambar 8 ini memperlihatkan akuifer dengan lapisan
kedap air (impermeable layer) dengan nilai resistivity (Flathe, H, 1976). Hubungan antara w =
tahanan jenis air and a= tahanan jenis lapisan akuifer and lapisan kedap air yang telah diperoleh dari
penelitian lapangan and laboratorium. Perolehan nilai tahanan jenis berdasarkan rumus Archi :

a = (w) /pm S2

dimana ,

(a)= tahanan jenis pada akuifer


p = porositas batuan
m = sementasi (1-1,3) pada batuan lepas
S = air yang jenuh (saturated)