Anda di halaman 1dari 2

Hindari Kuman dan Infeksi

Nosokomial di Rumah Sakit

Image by : Dok. Feminagroup


Rumah sakit bukan hanya tempat merawat pasien, tetapi juga tempat
berkembang biaknya kuman. Bagaimana agar tidak tertular?

Pernahkah Anda mendengar istilah infeksi nosokomial? Infeksi nosokomial


adalah infeksi yang berlangsung di rumah sakit. Kini, infeksi nosokomial telah
merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di
dunia.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan infeksi ini
menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari, di seluruh dunia (WHO, 2002). Di
seluruh dunia, 10 persen pasien rawat inap mengalami infeksi nosokomial, dan, di
Indonesia, 9,8 persen mengalami infeksi tersebut. Bagaimana ini terjadi?

Infeksi nosokomial terjadi karena kuman, dan rumah sakit tak luput menjadi salah
satu tempat berkembang biaknya kuman. Proses penularan ini bisa terjadi lewat
berbagai mekanisme. Pertama, ia menular lewat interaksi langsung maupun tidak
langsung antara petugas medis kepada pasien, pasien satu kepada pasien lain,
maupun pasien kepada orang yang berkunjung. Kedua, ia menular lewat udara
(batuk, bersin, bicara), di mana kontak jarak dekat sekitar 60 cm 1 m dapat
mempermudah transmisi ini. Ketiga, ia menular lewat inhalasi, di mana bakteri
berukuran lebih kecil dari 5 mm dapat bertahan hidup di udara dalam jangka
waktu panjang dan berpindah dengan jarak yang jauh.

Beberapa fakta soal kuman adalah sebagai berikut:

#1 Kuman akan terus bertambah kuat, lebih cepat menyebar dan mudah
beradaptasi.

#2 Seiring dengan perpindahan masyarakat, kuman ikut berpindah melalui


makanan, air, nyamuk, lalat, hewan peliharaan, juga ketika bersin, batuk, dan
mengusap mata. Beberapa kuman dapat berpindah melalui udara.

#3 Kuman dapat bertahan di suatu permukaan hingga dua jam, dan jumlahnya
bertambah dua kali lipat setiap 20 menit.

#4 Kuman tidak mati jika terkena air panas. Hanya suhu di atas 140 derajat yang
dapat membunuh kuman.

#5 Metallo-beta-lactamase-enzyme (NDM-1) merupakan gabungan dari beberapa


kuman yang dapat menyebabkan kuman menjadi resisten terhadap antibiotik.

Sejak para dokter, perawat, pasien, dan pengunjung rumah sakit adalah sama
rentannya terhadap infeksi nosokomial, langkah-langkah pencegahan mesti
dilakukan untuk mengurangi risiko. Caranya? Cuci tangan ketika di rumah sakit.

Berdasarkan data WHO, tangan mengandung 39.000-4.600.000 CFU/cm2 bakteri


yang berpotensi menyebabkan penyakit menular. Selain itu, ia juga merupakan
media penyebaran kuman dari permukaan satu ke permukaan lainnya.

Untungnya, penelitian RSCM pada 2002 juga menyebutkan bahwa 85,7 persen
angka infeksi nosokomial dapat dikendalikan jika petugas medis selalu mencuci
tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis. Dan, tindakan serupa
bisa juga dilakukan oleh setiap orang. Hanya saja, Anda perlu mengetahui lebih
rinci soal cara cuci tangan yang benar. (Bayu Maitra)