Anda di halaman 1dari 19

PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS PURWOSARI
Jl. Raya Purwosari 68A Purwosari Pasuruan Jawa Timur 67162
Telp. (0343) 614865 Fax. (0343) 614849 e-mail: pkmpurwosaripas@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS PURWOSARI


NOMOR : 440/5/424.072.11/SK/2017

TENTANG

MANAJEMEN MUTU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA PUSKESMAS PURWOSARI,

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan, Puskesmas wajib


melakukan proses manajemen mutu;

b. bahwa dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di Puskesmas


Purwosari harus dilaksanakan secara terpadu dan baik serta
melibatkan kerja sama dan komitmen seluruh pegawai di lingkungan
Puskesmas Purwosari, maka dipandang perlu untuk membentuk tim
manajemen mutu;

c. bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja


puskesmas di masing-masing program dan layanan klinis;

d. bahwa untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut, perlu ditetapkan


penanganan terhadap Kejadian Tidak Diharapkan, Kejadian Tidak
Cedera, Kondisi Potensial Cedera dan Kejadian Nyaris Cedera;

e. bahwa sehubungan dengan yang dimaksud pada huruf a, b, c dan d di


atas, diperlukan adanya pelayanan yang berkesinambungan sesuai
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang


Perlindungan Konsumen;
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
296/Menkes/SK/III/2008 tentang Pedoman Pengobatan Dasar di
Puskesmas;

3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2013 tentang


Registrasi Tenaga Kesehatan;
4. Pedoman Penyusunan Dokumentasi Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan,
Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar, Tahun 2015;
Halaman 1 dari 19
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 tentang
Pedoman Manajemen Puskesmas.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG MANAJEMEN MUTU

Kesatu : Menunjuk wakil manajemen mutu selaku penanggung jawab manajemen


mutu Puskesmas Purwosari sebagai berikut:

Nama : dr. Leili Rahmawati


Jabatan : Dokter Fungsional
NIP : 19800424 201001 2 020

Kedua : Menunjuk penanggung jawab pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu


layanan klinis Puskesmas Purwosari sebagai berikut;

Nama : Saiful Mufid, S.Kep.Ns.


Jabatan : Perawat Fungsional
NIP : 19640812 199405 1 005

Ketiga : Menunjuk penanggung jawab pemantau pelaksanaan kegiatan perbaikan


mutu layanan klinis Puskesmas Purwosari sebagai berikut;

Nama : dr. Irma Yullia Sari


Jabatan : Dokter Fungsional
NIP :-

Keempat : Menetapkan struktur dan tugas pokok Tim Manajemen Mutu


sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari lampiran ini;

Kelima : Penerapan manajemen risiko mengacu pada Pedoman dan SOP


Manajemen Risiko dalam pelaksanaan program dan pelayanan
Puskesmas, demikian pula penerapan Peningkatan Mutu Klinis Dan
Keselamatan Pasien mengacu pada Pedoman dan SOP Peningkatan
Mutu Klinis Dan Keselamatan Pasien dalam pelaksanaan program dan
pelayanan Puskesmas;

Halaman 2 dari 19
Keenam : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila ada kekeliruan dikemudian hari akan diadakan
perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Pasuruan
Pada Tanggal : 02 Februari 2017

Kepala Puskesmas Purwosari


Kabupaten Pasuruan

dr. Syahar Gunawan


NIP. 19620829 198903 1 009

Halaman 3 dari 19
Lampiran I : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

SUSUNAN TIM MANAJEMEN MUTU PUSKESMAS PURWOSARI

1. Pelindung, Penasehat : dr. Syahar Gunawan


2. Wakil Manajemen Mutu : dr. Leili Rahmawati
3. Ketua Tim Manajemen Resiko : Eko Bambang Sukamto
Administrasi : Eunike Kristina Libriyanti
Beti Ernawati
UKM : Endang Trisnowati
Purwati
UKP : Kusiono
Dewi Irawati

4. Tim Peningkatan Mutu Klinis & Keselamatan Pasien: dr. Irma Yullia Sari
Rawat Jalan : Saiful Mufid
: Nuning Atiqoh
Rawat Inap : Hendy Febrian Syafii
Iin Winarti
Penunjang : Etin Ratna Setiyowati
Ahmad Asfihani
Obat : Maya Ulfa

5. Tim Penanganan Keluhan dan Survei Kepuasan : dr. Verawati


Pelanggan
Anggota : Maulidah
Reni Purwaningsih

6. Tim Audit
Ketua : Usman Hadi
Anggota : Siti Nurul Aini
Sri Winarsih
Yulianto Efendi

Halaman 4 dari 19
Lampiran II : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

STRUKTUR TIM MANAJEMEN MUTU PUSKESMAS PURWOSARI

KEPALA PUSKESMAS PURWOSARI

dr. Syahar Gunawan

TIM AUDIT
TIM MANAJEMEN MUTU (TMM) Usman Hadi
Wakil Manajemen Mutu: dr. Leili Rahmawati Siti Nurul Aini
Sri Winarsih
Yulianto Efendi

TIM PENANGANAN KELUHAN DAN TIM MANAJEMEN RESIKO


SURVEI KEPUASAN PELANGGAN Eko Bambang Sukamto
drg. Verawati
Maulidah
Reni Purwaningsih ADMEN USAHA KESEHATAN
Ernawati Eunike Kristina L. MASYARAKAT
Yuniarti Sukma Sari Beti Ernawati Endang Trisnowati
Mujianto
Purwati

USAHA KESEHATAN PERORANGAN


Kusiono
Dewi Irawati

TIM PENINGKATAN MUTU KLINIS &


KESELAMATAN PASIEN (PMKP)
dr. Irma Yullia Sari

RAWAT JALAN RAWAT INAP PENUNJANG KAMAR OBAT


Saiful Mufid Hendy Febrian Safii Etin Ratna Setyowati Maya Ulfa
Nuning Atiqoh Iin Windarti Ahmad Asfihani

Halaman 5 dari 19
Lampiran III : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS KEPALA PUSKESMAS PURWOSARI DAN PELAKSANAAN


MANAJEMEN MUTU

1) Kepala Puskesmas, mempunyai tanggung jawab :


a) Menetapkan Sistem Manajemen Mutu Puskesmas;
b) Bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap keputusan strategis untuk
pelaksanaan sistem kinerja setiap proses yang ada di dalam proses pelayanan;
c) Memastikan ketersediaan sumber daya baik manusia, alat serta bangunan dan
informasi yang dibutuhkan untuk mendukung semua proses;

2) Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab UKM dan UKP wajib berpartisipasi
dalam program mutu/kinerja Puskesmas dan keselamatan pasien mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi;

3) Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan program mutu dan
keselamatan pasien yang diselenggarakan di seluruh jajaran Puskesmas;

4) Perencanaan mutu/kinerja manajemen, UKM dan UKP disusun oleh seluruh jajaran
Puskesmas dengan pendekatan multidisiplin dan dikoordinasikan oleh penanggung
jawab manajemen mutu;

5) Perencanaan mutu/kinerja manajemen meliputi paling baik


a) Penilaian kinerja manajemen;
b) Pelaksanaan audit internal;
c) Pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemen;
d) Kaji banding kinerja dengan puskesmas lain;
e) Penilaian perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga;

6) Perencanaan mutu/kinerja UKM meliputi paling tidak :


a) Penilaian kinerja UKM dan tindak lanjutnya;
7) Perencanaan mutu/kinerja pelayanan klinis dan keselamatan pasien berisi paling tidak:
a) Area prioritas berdasarkan data dan informasi, baik dari hasil monitoring dan
evaluasi indikator, maupun keluhan pasien/keluarga/staf dengan
mempertimbangkan kekritisan, resiko tinggi dan kecenderungan terjadinya
masalah;
b) Salah satu area prioritas adalah sasaran keselamatan pasien;
c) Kegiatan kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu dan keselamatan pasien
yang terkoordinasi dari semua unit kerja dan unit pelayanan;
d) Pengukuran mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan pemilihan indikator,
pengumpulan data, untuk kemudian dianalisis dan ditindak lanjuti dalam upaya
peningkatan mutu dan keselamatan pasien;
e) Indikator meliputi indikator manajerial, indikator kinerja UKM, dan indikator klinis,
yang meliputi indikator struktur, proses, dan outcome;
Halaman 6 dari 19
f) Upaya upaya perbaikan mutu dan keselamatan pasien melalui standarisasi,
perancangan sistem, rancang ulang sistem untuk peningkatan mutu dan
keselamatan pasien;
g) Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik pelayanan klinis
maupun penyelenggaraan UKM;
h) Manajemen risiko klinis untuk mencegah terjadinya kejadian sentinel, kejadian tidak
diharapkan, kejadian nyaris cedera, dan keadaan potensial cedera;
i) Penanganan KTD, KTC, KPC, KNC dilaksanakan oleh sistem manajemen mutu
(Tim Manajemen Resiko dan Tim PMKP);
j) Program dan kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pelayanan klinis dan
keselamatan pasien,termasuk di dalamnya program peningkatan mutu laboratorium
dan program peningkatan mutu pelayanan obat;
k) Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan dan keselamatan pasien;
l) Rencana pertemuan sosialisasi dan koordinasi untuk menyampaikan
permasalahan, tindak lanjut, dan kemajuan tindak lanjut yang dilakukan;
m) Rencana monitoring dan evaluasi program mutu dan keselamatan pasien.

8) Dalam upaya perbaikan mutu/kinerja puskesmas dan keselamatan pasien, Puskesmas


melibatkan/memberdayakan lintas sektor, lintas program, dan masyarakat sebagai
pengguna pelayanan untuk berperan mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
monitoring, evaluasi program dan tindak lanjut program-program kegiatan mutu/kinerja
puskesmas dan keselamatan pasien.

Halaman 7 dari 19
Lampiran IV : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS POKOK WAKIL MANAJEMEN MUTU

1) Menerapkan dan memelihara Sistem Manajemen Mutu Puskesmas;


2) Memastikan bahwa Persyaratan Umum dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu
Puskesmas dimengerti dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan.

Halaman 8 dari 19
Lampiran V : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS POKOK TIM MANAJEMEN MUTU

1) Mengidentifikasi proses yang diperlukan untuk Sistem Manajemen Mutu dan


aplikasinya;
2) Menetapkan urutan dan interaksi antar proses tersebut didalam proses bisnis dengan
cara mengoordinasikan tugas Tim Audit, Tim Manajemen Risiko, Tim Peningkatan
mutu dan keselamatan pasien, Tim Penanganan Keluhan dan Survei Kepuasan
Pelanggan;
3) Menetapkan kriteria dan metode yang diperlukan untuk memastikan bahwa baik
operasi maupun pengendalian proses-proses berjalan efektif berdasarkan standar
akreditasi puskesmas yang berlaku;
4) Memastikan tersedianya sumber daya dan informasi yang diperlukan untuk
mendukung operasi dan pemantauan proses pelayanan dan hasilnya;
5) Memantau, mengukur dan menganalisa proses-proses dan hasilnya;
6) Menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil sesuai dengan yang
direncanakan serta perbaikan berkesinambungan;
7) Menerapkan seluruh persyaratan Sistem Manajemen Mutu Puskesmas Purwosari.

Halaman 9 dari 19
Lampiran VI : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS POKOK TIM AUDIT MANAJEMEN MUTU

1) Menentukan sasaran, cakupan, metode audit, rencana kerja dan jadwal pelaksanaan
audit. Rencana ini harus lengkap, meliputi: unit/bagian yang akan ditinjau, jadwal
peninjauan, kegiatan yang ditinjau/diaudit, serta tanggal pelaporan;
2) Audit berdasarkan Instrumen Akreditasi dan indikator Penilaian Kinerja Puskesmas;
3) Menyampaikan hasil audit di Rapat Tinjauan Manajemen;
4) Memonitoring tindak lanjut hasil audit;
5) Mendokumentasikan hasil kerja.

Halaman 10 dari 19
Lampiran VII : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS POKOK TIM MANAJEMEN RESIKO

1) Bertanggung jawab dalam penerapan dan pemeliharaan sistem yang berada dibawah
tanggung jawabnya;
2) Memastikan untuk mengukur, memantau dan menganalisis proses yang terkait dengan
unit masing-masing;
3) Melakukan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan serta melakukan perbaikan
terus menerus;
4) Mensosialisasikan indikator mutu (termasuk indikator mutu pelayanan klinis dan
sasaran keselamatan pasien) dan indikator prioritas kepada seluruh staf Puskesmas
Purwosari;
5) Mengidentifikasi menganalisis kondisi, proses dan tindakan yang menimbulkan risiko
kegagalan pemenuhan indikator mutu dan indikator prioritas;
6) Menginformasikan hasil identifikasi dan analisa kepada Tim Peningkatan mutu dan
keselamatan pasien;
7) Melaksanakan pencatatan dan pelaporan KPC (Kondisi Potensial Cedera) dan KNC
(Kondisi Nyaris Cedera);
8) Melakukan analisis KPC dan KNC;
9) Menyusun dan melaksanakan tindak lanjut dan perbaikan sebagai pencegahan risiko;
10) Menyampaikan hasil kerja di Rapat Tinjauan Manajemen;
11) Mendokumentasikan hasil kerja.

Halaman 11 dari 19
Lampiran VIII : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS POKOK TIM PENINGKATAN MUTU KLINIS


DAN KESELAMATAN PASIEN

1) Menentukan area prioritas;


2) Implementasi manajemen risiko pada area prioritas;
3) Melaksanakan penilaian dan analisis kinerja pelayanan klinis yang sesuai SOP;
4) Pemantauan penggunaan APD;
5) Pemantauan pengendalian sampah medis, bahan berbahaya dan beracun;
6) Monitoring dan penilaian sasaran keselamatan pasien;
7) Membuat sistem pencatatan dan pelaporan insiden keselamatan pasien;
8) Melaksanakan pencatatan dan pelaporan sentinel, KTD (kejadian Tidak Diinginkan)
dan KTC (Kejadian Tidak Cedera);
9) Melakukan analisis insiden (sentinel, KTD, KTC);
10) Jika insiden keselamatan klinis termasuk kategori risiko sangat tinggi dan tinggi, harus
ditindak lanjuti dengan Root Cause Analysis (RCA), sedang yang termasuk kategori
sedang dan rendah harus dilakukan investigasi sederhana;
11) Menyusun dan melaksanakan tindak lanjut dan perbaikan;
12) Menyampaikan hasil kerja di Rapat Tinjauan Manajemen;
13) Mendokumentasikan hasil kerja.

Halaman 12 dari 19
Lampiran IX : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS POKOK TIM PENANGANAN KELUHAN


DAN SURVEI KEPUASAN PELANGGAN

1) Mengumpulkan hasil komunikasi yang dilakukan penanggung jawab dan pelaksana


program untuk menangkap saran/keluhan sasaran dan masyarakat;
2) Mengikuti dan memantau pelaksanaan Rapat Lintas Sektor dan Survei Mawas Diri;
3) Menyusun instrumen Identifikasi Kebutuhan dan Harapan Masyarakat.
4) Melaksanakan Survei Identifikasi Kebutuhan dan Harapan Masyarakat dan Survei
Indeks Kepuasan Masyarakat;
5) Mengumpulkan Pengaduan insidental (Kotak Saran, telepon, SMS);
6) Melaporkan data keluhan dan survei di Rapat tinjauan Manajemen;
7) Mendokumentasikan hasil kerja.

Halaman 13 dari 19
Lampiran X : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

TUGAS POKOK PENANGGUNG JAWAB PELAKSANA


DAN PEMANTAU PERBAIKAN MUTU LAYANAN KLINIS

Penanggung jawab pelaksana perbaikan mutu layanan klinis bertugas untuk :


1) Memastikan kegiatan perbaikan dilaksanakan sesuai rencana perbaikan mutu layanan
klinis;
2) Melaporkan pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu layanan klinis kepada Tim
Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan Pasien;
3) Memberikan masukan mengenai pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu layanan klinis
kepada Tim Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan Pasien.

Penanggung jawab pemantau pelaksanaan perbaikan mutu layanan klinis bertugas untuk :
1) Melakukan monitoring atau pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan perbaikan
mutu layanan klinis;
2) Melaporkan hasil monitoring atau pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan
perbaikan mutu layanan klinis kepada Kepala Puskesmas;
3) Memberikan masukan mengenai pelaksanaan kegiatan perbaikan mutu layanan klinis
kepada Kepala Puskesmas.

Halaman 14 dari 19
Lampiran XI : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

DAFTAR TENAGA KLINIS YANG TERLIBAT DALAM UPAYA


PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KLINIS
DAN KESELAMATAN PASIEN

Semua tenaga klinis di Puskesmas Purwosari yang memberikan pelayanan klinis wajib
terlibat dalam peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien.

No. BIDANG KLINIS TENAGA KLINIS

1 Medis Dokter
Dokter Gigi

2 Paramedis Bidan
Perawat

3 Farmasi Apoteker
Asisten Apoteker

4 Laboratorium Analis

5 Kesehatan Masyarakat Sanitarian

6 Gizi Nutrisionis

7 Teknisi Medis Perekam Medis

Halaman 15 dari 19
Lampiran XII : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

KETERLIBATAN PETUGAS PEMBERI PELAYANAN KLINIS


DALAM PENINGKATAN MUTU KLINIS

1) Berperan aktif dalam melaksanakan penanganan terhadap Kejadian Tidak Diharapkan,


Kejadian Tidak Cedera, Kondisi Potensial Cedera dan Kejadian Nyaris Cedera sesuai
SOP;
2) Berperan aktif dalam melaksanakan identifikasi permasalahan mutu layanan klinis;
3) Berperan aktif dalam melakukan analisis terhadap permasalahan mutu layanan klinis;
4) Berperan aktif dalam menyusun rencana perbaikan terhadap mutu layanan klinis;
5) Berperan aktif dalam melaksanakan suatu perbaikan mutu layanan klinis;
6) Berperan aktif dalam menindaklanjuti hasil pelaksanaan perbaikan mutu layanan klinis.

Halaman 16 dari 19
Lampiran XIII : Keputusan Kepala Puskesmas Purwosari
Nomor : 440/5/424.072.11/SK/2017
Tanggal : 2 Februari 2017

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Tujuan dari ditetapkannya sasaran keselamatan pasien adalah untuk mendorong


perbaikan spesifik dalam keselamatan pasien. Sasaran menyoroti bagian-bagian yang
bermasalah dalam pelayanan kesehatan dan menjelaskan bukti serta solusi dari
konsensus berbasis bukti dan keahlian atas permasalahan ini.

Untuk meningkatkan keselamatan pasien perlu dilakukan pengukuran terhadap


sasaran sasaran keselamatan pasien.
Indikator pengukuran sasaran keselamatan pasien seperti pada tabel berikut ini :

No. INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN TARGET

1 Ketepatan Identifikasi Pasien 100%

2 Ketepatan Pemberian Obat Kepada Pasien 100%

3 Ketepatan Prosedur Tindakan Medis dan Keperawatan 100%

4 Pengurangan Terjadinya Risiko Infeksi di Puskesmas 95%

5 Tidak Terjadinya Pasien Jatuh 90%

1) Ketepatan Identifikasi Pasien

Identifikasi pasien yang tepat dan mendetail meliputi: nama, umur, alamat, nomor rekam
medis pasien.

Pengukuran indikator dilakukan dengan cara menghitung jumlah pasien yang


teridentifikasi tepat dibagi jumlah seluruh pasien yang dilayani.

Jumlah pasien yang teridentifikasi tepat


X 100%
Jumlah seluruh pasien yang dilayani

2) Ketepatan Pemberian Obat Kepada Pasien

Ketepatan pemberian obat kepada pasien dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan
identifikasi pada saat memberikan obat kepada pasien.
Pengukuran indikator dilakukan dengan cara menghitung pemberian obat yang tepat
sesuai identifikasi pasien dibagi jumlah seluruh pasien yang mendapat pelayanan obat.

Halaman 17 dari 19
Jumlah pasien yang tepat teridentifikasi dalam pemberian obat
X 100%
Jumlah seluruh pasien yang mendapat pelayanan obat

3) Ketepatan Prosedur Tindakan Medis dan Keperawatan

Dalam melaksanakan tindakan medis dan keperawatan, petugas harus selalu


melaksanakannya sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Identifikasi pasien yang akan
mendapatkan tindakan medis dan keperawatan perlu dilakukan sehingga tidak terjadi
kesalahan dalam pemberian prosedur. Pengukuran indikator dilakukan dengan cara
menghitung pelaksanaan tindakan medis dan keperawatan yang tepat sesuai prosedur
dibagi dengan seluruh tindakan medis yang dilakukan.

Jumlah tindakan medis dan keperawatan yang dilaksanakan sesuai prosedur


X 100%
Jumlah seluruh tindakan medis dan keperawatan yang dilaksanakan

4) Pengurangan Terjadinya Risiko Infeksi di Puskesmas

Agar tidak terjadi risiko infeksi, maka semua petugas Puskesmas Purwosari wajib
menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan 7 langkah dengan
menggunakan sabun dan air mengalir. Tujuh langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
harus dilaksanakan pada lima keadaan, yaitu :

a) Sebelum kontak dengan pasien;


b) Setelah kontak dengan pasien;
c) Sebelum tindakan aseptik;
d) Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien;
e) Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

Pengukuran terjadinya risiko infeksi di Puskesmas dilakukan dengan cara menghitung


jumlah petugas yang melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) 7 langkah pada 5
keadaan tersebut di atas dibagi dengan jumlah semua petugas pelayanan klinis.

Jumlah petugas yang melakukan CTPS 7 langkah pada 5 keadaan


X 100%
Jumlah semua petugas pelayanan klinis

5. Tidak Terjadinya Pasien Jatuh

Setiap pasien yang dirawat di Puskesmas Purwosari dilakukan pengkajian terhadap


kemungkinan risiko jatuh untuk meminimalkan risiko jatuh. Pencegahan terjadinya pasien
jatuh dilakukan dengan cara :

1) Memberikan identifikasi jatuh pada setiap pasien dengan pada setiap pasien yang
berisiko jatuh dengan memakaikan gelang berwarna kuning;
2) Memberikan intervensi kepada pasien yang berisiko serta memberikan lingkungan
yang aman;

Halaman 18 dari 19
Pengukuran terhadap tidak terjadinya pasien jatuh dilakukan dengan cara menghitung
jumlah pasien yang jatuh dibagi dengan jumlah semua pasien yang dirawat.

Jumlah pasien yang jatuh


X 100%
Jumlah semua pasien yang dirawat

Halaman 19 dari 19