Anda di halaman 1dari 19

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRA NATAL CARE PADA NY A DENGAN INPARTU DI RUMAH BERSALIN KASIH IBU

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRA NATAL CARE PADA NY A DENGAN INPARTU DI RUMAH BERSALIN KASIH IBU

DI SUSUN OLEH :

NAMA : FITRIANTI HASANAH NIM : 105011132

YAYASAN PENDIDIKAN CENDRAWASIH AKADEMI KEBIDANAN PALU T.A 2011

1

|

I

N C

P A T O L O G I

DAFTAR PUSTAKA

  • A. PENGERTIAN PERSALINAN Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + placenta) yang dapat hidup kedunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. (Sinopsis obstetri Jilid I).

  • B. SEBAB SEBAB MULAINYA PERSALINAN Sebab yang mendasari terjadinya partus secara teoritis masih merupakan kumpulan teoritis yang kompleks teori turut memberikan andil dalam proses terjadinya persalinan antara lain :

    • 1. Penuruanan kadar progesteron Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan keregangan otot rahim.

    • 2. Teori oksitosin Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah, oleh karena itu timbul kontraksi rahim

    • 3. Pengaruh janin Hypofise dan kelenjar surarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan oleha kerena pada anenchepalus kehamilan sering lebih lama dari biasa

    • 4. Teori prostaglandin prostaglandin yang dihasilkan oleh desidua, disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan.

  • C. TANDA TANDA PERSALINAN Sebelum terjadi persalinan. Beberapa minggu sebelumnya waktu memasuki bulannya atau minggunya yang disebut kala pendahuluan (prepatory stage of labour). Tanda-tanda sebagai berikut:

    • 1. Ligtening atau setting atau dropping yaitu kepala turun memeasuki PAP terutama pada primigravida, pada multigravida tidak begitu nampak

    • 2. Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun

    • 3. Perasaan sering-sering atau susah kencing karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin.

    • 4. Perasaan sakit diperut dan dipinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah dari uterus kadang-kadang disebut “Faise Labour Pains”

    • 5. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah , bisa bercampur

  • darah (bloody show) Setelah itu masuk ke tanda tanda inpartu :

    2

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

    1.

    Rasa sakit oleh adanya his yang dating lebih kuat, sering dan teratur.

    • 2. Keluar lender bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan kecil pada serviks.

    • 3. Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.

    • 4. Pada pemeriksaan dalam, serviks mendatar dan pembukaan telah ada.

    • D. TAHAPAN PERSALINAN

      • 1. Kala I (pembukaan) Kala I serviks membuka sampai terjadi pembukaan 10 cm. Pada primi 12 jam dan multi 8 jam.

      • 2. Kala II (pengeluaran) Dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai lahirnya janin berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi.

      • 3. Kala III (plasenta terlepas) Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit

      • 4. Kala IV Kala ini mulai lahirnya plasenta sampai 2 jam pada post partum.

  • E. MEKANISME PERSALINAN Mekanisme persalinan normal adalah rentetan gerakan pasif janin pada saat persalinan berupa penyesuaian bagian terendah (kepala) janin terhadap jalan lahir atau panggul pada saat melewati jalan lahir

    • a. Masuknya kepala janin pada PAP

  • Pada primigavida masuknya kepala janin dimulai pada akhir kehamilan.

    Masuk periode inpartu dalam keadaan kepala engaged.(BDP). Pada nulipara,

    masuknya kepala janin pada pintu atas panggul terjadi pada awal persalinan. masuk

    periode inpartu dalam keadaan floating (melayang di atas PAP)

     

    Engagement

    atau

    kepala

    sudah

    cakap

    apabila

    diameter

    terbesar bagian

    terendah janin telah melewati PAP

    ..

    Engagement kepala janin bergantian pada situasi

    :

    -

    Sinklitismus jika sutura sagitalis sejajar diameter transversal PAP, berada tepat

    antara simfisis pubis dan promontorium, tulang ubun-ubun depan dan belakang

    sama rendah.

    -

    Asinklitismus

    jika

    sutura

    sagitalis

    dalam keadaan kebelakang mendekati

    promontorium dan ke depan mendekati simfisis pubis. Terdapat 2 macam posisi

    asinklitismus.yaitu Asinklitismus Anterior (sutura sagitalis mendekati

    promontorium dan tulang ubun-ubun/parietal depan lebih rendah dari tulang

    ubun-ubun belakang) dan asinklitismus Posterior (Sutura sagitalis mendekati

    simfisis pubis, tulang ubun-ubun/parietal belakang lebih rendah lebih rendah dari

    tulang ubun-ubun depan.

    3

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

    • b. Turunnya kepala janin ke dasar panggul Pada primipara, masuknya kepala janin ke dalam PAP terjadi sebelum persalinan, sedangkan turunnya kepala terjadi setelah itu, biasanya pada awal kala II. Pada nulipara, masuk dan turunnya kepala janin ke dalam panggul terjadi bersamaan.

    • c. Fleksi Dengan turunnya kepala, fleksi kepala bertambah sehingga posisi ubun-ubun kecil (UUK) lebih rendah daripada ubun-ubun besar (UUB) sehingga diameter fronto oksipital (12 cm) sebagai ukuran terpanjang terbentang antara fronto diameter anteroposterior dan diameter sub oksipitobregmatika (9,5cm) yang lebih kecil yang akan melewati jalan lahir.

    • d. Putaran Paksi Dalam Pemutaran bagian terendah janin ke depan (simfisis pubis) atau ke belakang (sakrum). Putaran paksi dalam merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir.

    • e. Ekstensi / Defleksi kepala janin Terjadi agar kepala dapat melewati PBP, sumbu jalan lahir arah anteroposterior

    • f. Putaran paksi luar atau Restitusi Setelah kepala lahir seluruhnya, kepala kembali memutat ke arah punggung untuk menghilangkan torsi pada leher karena putaran paksi dalam tadi.putaran ini disebut putaran restitusi kemudian putaran dilanjutkan hingga kepala berhadapan dengan tuber ischiadicum sepihak (di sisi kiri)

    • g. Ekspulsi Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah simfisis dan menjadi hypomochilion untuk melahirkan bahu belakang kemudian bahu depan menyusul seluruh badan anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.

    • F. 58 LANGKAH ASUHAN PERSALINAN NORMAL

      • 1. Mendengar dan melihat adanya tanda persalinan kala II

        • - Ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran

        • - Ibu merasakan tekanan yang semakin kuat pada daerah rectum dan vagina

        • - Perineum menonjol

        • - Vulva dan spinter ani membuka

    4

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

    Ø 1 amp oxytosin

    Ø Benang cat gut

     

    Ø 1 amp metergin

    Ø Nierbekken- Bethadin

    Ø 1 amp lidocain

    Ø Handuk

    Ø 2 loyang untuk larutan clorin 0,5%

    Ø Kapas

    DTT

    dalam

    Ø 2 spuit untuk 5 cc dan 3 cc

    tempatnya

    Ø 2 buah waslap

    Ø Tempat sampah medis

    Ø tensi dan stetoskop

    Ø qurita

    Ø 1 buah ember tempat plasenta

    Ø Tempat

    sampah

    non

    Ø 2 buah sarung/kain untuk bayi dan ibu

    medis

    Ø Jam

    Ø celana dalam

     

    Ø Termometer

    Ø Celemek

    Ø Timbangan bayi

    Ø Softeks

    Ø D2

    Ø Lenneck

    Ø Aquades

    Ø Vit. K dan Tetes mata

     

    Ø Lampu penghangat bayi

    Ø Mabu bag/sungk

     
    • - Bak partus berisi :

      • 1 buah ½ koher

      • 1 buah guntijng tali pusat

      • 1 buah gunting episiotomi

    • 2 pasang handscoen

    • 2 buah klem

    • 2 buah pengikat tali pusat

      • 1 buah doek

    Kasa steril dan kapas secukupnya

    • - Bak hecting berisi

      • 1 pasang handcoen

      • 1 buah jarum

      • 1 buah naald vuder

      • 1 buah pinset

      • 1 buah tampan

    Doek steril

    Kapas dan kasa secukupnya

    • - Bahan lain :

    • - perlindungan diri

    topi

    kacamata

    Masker

    5

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

     

    Celemek

    Sepatu boot

    -

    Persiapan ibu dan bayi

    Handuk

    Kain untuk pembungkus bokong

    Kain kecil untuy masase

    Selimut bayi + topi

    Celana dalam + softex

    Baju ibu

    Sarung untuk ibu

    • 2. Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan ampul dan memasukan 1 buah spuit ke dalam bak partus

    • 3. Memakai perlindungan diri : sepatu boot, celemek, masker, kacamata dan topi

    • 4. Lepaskan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan dengan sabun di air mengalir keringkan tangan dengan handuk bersih dan kering

    • 5. Memakai sarung tangan pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam

    • 6. Mengambil alat suntik, menghisap oxsytosin dan letakkan kembali dalam partus set.

    • 7. Membersihkan vulva dan perineum dengan menggunakan kapas DTT

    • 8. Melakukan pemeriksaan dalam, untuk memastikan pembukaan dan penurunan kepala

    • 9. Mencelupkan tangan kanan kedalam larutan klorin 0,5 % membukan sarung tangan dan merendamnya.

      • 10. Memeriksa DJJ setelah kontraksi selesai pastikan DJJ dalam batas normal

      • 11. Memberitahu pembukaan sudah lengkap

      • 12. Keluarga membantu ibu dalam menyiapkan posisi meneran

      • 13. Memimpin ibu meneran saat his jika tidak ibu diistrahatkan beri minum dan periksa Djj.

      • 14. Anjurkan ibu berjalan, berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman . bila belum ada dorongan untuk meneran

      • 15. Saat kepala terlihat dengan diameter 5-6 cm di vulva letakkan handuk diatas perut ibu.

      • 16. Meletakkan doek/underped di bawah bokong ibu.

      • 17. Membuka tutup partus set.

      • 18. Memakai handcoen DTT pada ke-2 tangan.

    Lahirnya kepala :

    • 19. Saat suborcipito tampak dibawah sympisir tangan kanan menyangga melindungi perineum dan tangan kiri menahan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi.

    • 20. Memeriksa lilitan tali pusat dengan ke-2 jari pada leher bayi.

    • 21. Menunggu kepala melakukan putaran paksi luar.

    Lahirnya bahu

    • 22. Tempatkan ke-2 tangan biparietal diantara kepala janin lalu tarik kebawah untuk melahirkan bahu depan dan tarik keatas untuk melahirkan bahu belakang.

    • 23. Setelah kepala dan bahu lahir seluruhnya sangga kepala, leher dan bahu pada bagian belakang / bawah sedangkan.

    • 24. Tangan yang lain menelusuri mulai dari arah bahu lengan sampai pada daerah bokong dan tungkai bagian bawah kemudian selipkan jari telunjuk diantara ke-2 kaki bayi.

    • 25. Lakukan penilaian sesaat, apakah bayi menangis kuat dan bernafas

    6

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

    • 26. Letakkan bayi diatas perut ibu Keringkan bayi dengan handuk kemudian bungkus bayi

    • 27. Periksa perut ibu untuk memastikan janin tunggal.

    • 28. Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik

    • 29. Suntikan oxytosin 10 unit 1 M dr 1/3 paha atas bagian distal lateral.

    • 30. Klem tali pusat dengan jarak 3 cm dari pangkal tali pusat lalu urut tali pusat kearah distal ibu lalu letakkan klem I dengan jarak 2 cm dari klem I. Lalu

    • 31. Potong tali pusat diantara ke-2 klem dengan menggunakan satu tangan untuk melindungi perut bayi dari gunting agar tidak terjadi infeksi tali pusat.

    • 32. Ganti handuk yang sudah basah dengan kain yang bersih dan kering.

    • 33. Berikan bayi kepada ibunya untuk disusui.

    • 34. Memindah klem tali pusat ± 5-10 cm dari vulva.

    • 35. Meletakkan tangan kiri di atas simpisis menahan bagian bawah uterus dan tangan lain menegangkan tali pusat.

    • 36. Saat kontraksi tangan kanan menegangkan tali pusat, tangan kiri menekan uterus kearah dorsa cranial.

    • 37. Tali pusat bertambah panjang terasa pelepasan plasenta, arahkan tali pusat kebawah kemudian keatas searah jalan lahir sampai plasenta tampak di vulva.

    • 38. Setelah plasenta tampak divulva tangkap plasenta dan lahirkan dengan cara diputar searah jarum untuk mengeluarkan placenta.

    • 39. Rangsangan taktil (masase) uterus

    • 40. Setelah placenta lahir, lakukan masase uterus sedangkan tangan yang lain memeriksa kelengkapan dari placenta.

    • 41. Memeriksa plasenta : kotiledan,selaput ,Infrak,Berat, inersia, Panjang TP

    • 42. Memeriksa apakah ada robekan pada intoritus vagina dan perineum

    • 43. Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan

    • 44. Berikan bayi pada ibu untuk disusui dan melakukan kontak kulit

    • 45. Timbang dan ukur bayi, beri tetes mata dan suntik vitamin K dipaha kiri IM

    • 46. Setelah 1 jam pemberian vitamin K, berikan suntikan imunisasi hepatitis B.

    • 47. Lanjutkan pemantauan terhadap kontrkasi

    • 48. Mengajarkan pada ibu dan keluarga untuk merasakan adanya kontraksi

    • 49. Mengevaluasi perdarahan yang terjadi

    • 50. Mengukur tanda-tanda vital ibu dan keadaan kandung kemih

    • 51. Periksa kembali kondisi ibu

    • 52. Merendam semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5%.

    • 53. Membuang bahan-bahan terkontaminasi pada tempat sampah yang disediakan.

    • 54. Memberikan ibu dan menggantikan pakain bersih.

    • 55. Memastikan ibu merasa nyaman, member makan dan minum pada ibu.

    • 56. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5 %.

    • 57. Bersihkan dan rendam sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5%.

    • 58. Cuci tangan dan sabun di air yang mengalir, lakukan dokumentasi.

    7

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

    DAFTAR PUSTAKA

    Pelatihan klinik asuhan persalinan normal,JNPK-KR,2008,Departemen Kesehatan

    Republik Indonesia

    8

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

    MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRA NATAL CARE PADA NY A

    DENGAN INPARTU DI RUMAH BERSALIN KASIH IBU

    Tanggal masuk

    : 11 02 2013

    Tanggal pengkajian

    : 11 02 2013

    Tempat

    : BPS KASIH IBU

    9

    |

    I

    N C

    P A T O L O G I

    I.

    PENGKAJIAN

    • A. IDENTITAS/BIODATA

     

    Nama

    :

    Ny. A

    Nama

    : Tn. B

    Umur

    : 41 thn

     

    Umur

    : 41 thn

    Agama

    : islam

     

    Agama

    : islam

    Pendidikan

    : SMU

    Pendidikan

    : SMA

    Suku/bangsa : kaili / Indonesia

     

    Suku/bangsa

    : kaili/Indonesia

     

    Pekerjaan

    : IRT

     

    Pekerjaan

    : Honorer

    Alamat

    : Jln Maluku 1 no42

    Alamat

    : Jln Maluku 1 no 42

    • B. ANAMNESA

     
     

    1.

    Keluhan utama

     
     

    Ibu mengatakan keluar air dari kemaluan.

     

    Ibu mengatakan sakit perut tembus belakang.

     
     

    2.

    Riwayat keluhan

     
     

    Keluhan dirasakan sejak pukul 13.30

     
     

    3.

    Riwayat menstruasi

     
     

    Menarche

     

    :13 tahun

     

    Siklus haid

    : 28 hari

    Lamanya

    : 7 hari

    Banyaknya

    : 2-3 kali ganti pembalut dalam 1 hari

     

    Sifat darah

    : encer

     

    Dismenorhea

    : iya

     

    HPHT

    : lupa

     

    TP

    :

    -

     

    4.

    Riwayat perkawinan

     
     

    Kawin

    : 1 kali

     

    Lamanya

     

    : 19 tahun

    Umur ibu menikah

    : 20 tahun

    Umur suami menikah

    : 20 tahun

     

    5.

    Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu

     
     

    Usia

    Jenis

     

    Tempat

    Komplikasi

    Komplikasi
    Usia Jenis Tempat Komplikasi Bayi

    Bayi

    Usia Jenis Tempat Komplikasi Bayi

    no

    Penolong

    PB/BB

    Keadaa

    kehamilan

    persalinan

    persalinan

    ibu

    bayi

    bayi
    kehamilan persalinan persalinan ibu bayi JK keadaan n Nifas

    JK

    keadaan

    keadaan

    n Nifas

     

    RS

    • 1 9 bulan

    SPT LBK

     

    tidak

    Tidak

    Bidan

    47/2,5 KG

    Baik

    Baik

     

    Anutapura

     
     

    RS

    • 2 9 bulan

    SPT LBK

     

    Tidak

    Tidak

    Bidan

    48/3,5 KG

    Baik

    Baik

     

    Anutapura

     
     

    RS

    • 3 9 bulan

    SPT LBK

     

    Tidak

    Tidak

    Bidan

    47/3,5 KG

    Baik

    Baik

     

    Anutapura

     
     

    RS

    • 4 9 bulan

    SPT LBK

     

    tidak

    Tidak

    Bidan

    48/3,5 KG

    Baik

    Baik

     

    Anutapura

     
     

    RS

    • 5 9 bulan

    SPT LBK

     

    Tidak

    Tidak

    Bidan

    47/3,5 KG

    Baik

    Baik

     

    Anutapura

     
    • 6 ini

    hamil

     
     

    6.

    Riwayat kehamilan sekarang

     

    a.

    Trimester I

    Keluhan

    : mula muntah

     

    ANC

    : 1 kali

    Imunisasi

    : (-)

    b.

    Trimester II

    Keluhan

    : tidak ada

     

    ANC

    : 2 kali

    Imunisasi

    : 1 kali

    c.

    Trimester III

    Keluhan

    : sering buang air kecil

    ANC

    : 2 kali

    Imunisasi

    : 1 kali

    • 7. Riwayat penyakit yang pernah diderita : tidak ada

    • 8. Riwayat penyakit dalam keluarga : tidak ada

    • 9. Riwayat keturunan kembar : tidak ada

    • 10. Riwayat KB

    Pernah ber-KB

    : tidak

    Jenis KB yang digunakan

     

    : tidak ada

    Rencana KB

    : tidak ada

    • 11. Riwayat psikologi / kebiasaan : tidak ada

    • 12. Tanda tanda persalinan

     

    His

    : (+)

    Frekuensi

    : 4-5 x 10 mnt

     

    Lamanya

    : 40-45 detik

    • 13. Pengeluaran pervaginam

     

    Darah / lendir

    : (+)

    Air ketuban

    : (+)

    • 14. Pergerakan janin : aktif

     
    • 15. : ibu tampak kesakitan

    Psikologi

    C.

    PEMERIKSAAN FISIK

     
    • 1. Kedaan umum

    Keadaan emosional

    : stabil

    Kesadaran

    : komposmentis

    • 2. Tanda Tanda Vital

    TD

    : 110/80 mmHg

     

    S

    : 36,5 0 C

    N

    : 82 x/m

    R

    : 20 x/m

    • 3. Pemeriksaan fisik

    a.

    Kepala

    Benjolan

    : tidak ada

     

    Rambut

    : bersih

    Nyeri tekan

    : tidak ada

     

    b.

    Muka

    Cloasma gravidarum: tida ada

     

    Oedema

    : ya

    Pucat

    : tidak

    c.

    Mata

    Bentuknya

    : simetris

     

    Konjungtiva : tidak anemis

     

    Sclera

    : tidak ikterus

    • d. Telinga

    Bentuknya

    : simetris

    Serumen

    : tidak ada

    Pendengaran : baik

     
    • e. Mulut dan gigi

    Stomatitis

    : tidak ada

    Caries

    : tidak ada

    Gigi palsu

    : tidak ada

    • f. Leher

    Kelenjar tyroid

    : tidak ada pembesaran

    Vena jugularis

    : tidak ada pembesaran

    • g. Dada

    Payudara

    : simetris

    Puting susu

    : ada/menonjol

    Pengeluaran : tidak ada

     

    Rasa nyeri

    : tidak ada

    • h. Ekstremitas atas dan bawah

    Oedema

    : tidak ada

    Kekakuan sendi

    : tidak ada

    Kemerahan

    : tidak ada

    Varises

    : tidak ada

    Refleks patela

    : tidak dilakukan

    • i. Anogenitalia

    Inspeksi

    Vulva

    Oedema

    : tidak ada

    Varises

    : tidak ada

    Anus

    Varises

    : tidak ada

    Hemoroid

    : tidak ada

    4.

    Pemeriksaan kebidanan

     
    • a. Palpasi

    Leopold I

    : TFU 32 cm

    Leopold II

    : Pu-Ki

    Leopold III : preskep

     

    Leopold IV : 3/5

    • b. Auskultasi

    BJF

    : (+)

    Frekuansi

    : 154 x/m

    • c. Inspeksi

    Striae

    : ada

    Bekas operasi

    : tidak ada

    • d. Perkusi

    Refleks patella

    : tidak dilakukan

    • e. Pemeriksaan dalam Jam 18.45 pembukaan 8 cm, ket (-), portio tipis, lunak, kepala H III , his (+).

    • f. Pemeriksaan penunjang

    Urine

    : tidak dilakukan

    USG

    : tidak dilakukan

    KLASIFIKASI DATA

    DS

     
    • Ibu mengatakan keluar air dari kemaluannya

    • Ibu mengatakan ada pengeluaran lendir

    DO

    • Ibu tampak kesakitan

    • Adanya pengeluaran lendir dan ketiban

    • TTV

    TD

    : 110/80 mmHg

    S

    : 36,5 0 C

    N

    : 82 x/m

    R

    : 20 x/m

    • Palpasi

    Leopold I

    : TFU 32 cm

    Leopold II

    : Pu-Ki

     

    Leopold III

    : preskep

    Leopold IV

    : 3/5

    • Auskultasi

    BJF

    : (+)

    Frekuansi

    : 154 x/m

     
    • Inspeksi

    Striae

    : ada

    Bekas operasi

    : tidak ada

    • Perkusi

    Refleks patella

    : tidak dilakukan

    • Pemeriksaan dalam

    Jam 18.45 pembukaan 8 cm, ket (-), portio tipis, lunak, kepala H III , his (+).

    II.

    ANALISA MASALAH / DIAGNOSA

    Masalah / diagnosa

     

    Data dasar

    G6P5A0

    inpartu

    DS

    kala

    1

    fase aktif,

    Ibu mengatakan keluar air dari kemaluannya

     

    Ibu mengatakan sakit perut tembus belakang

     

    janin

    tunggal

    DO

    hidup intrauterin,

    Ibu tampak kesakitan

     

    Ada pengeluaran air ketuban

     

    letak kep.

     

    TTV

     

    TD

    : 110/80 mmHg

    S

    : 36,5 0 C

    N

    : 82 x/m

    R

    : 20 x/m

    Palpasi

    Leopold I : TFU 32 cm

    Leopold II

    : Pu-Ki

       

    Leopold III

    : preskep

     

    Leopold IV

    : 3/5

     

    Auskultasi

    BJF

    : (+)

    Frekuansi : 154 x/m

     

    Inspeksi

    Striae

    : ada

    Bekas operasi

    : tidak ada

     

    Pemeriksaan dalam

     

    Jam 18.45 pembukaan 8 cm, ket (-), portio tipis, lunak, kepala

    H III , his (+).

     

    DS

    Ibu mengatakan ingin buang air besar

     

    Ibu mengatakan ingin mengedan

    DO

    His 4-5x/10 menit lamanya 40-45 detik

     

    Jam 18.55 pembukaan lengkap, kep H IV, vulva dan anus

     Jam 18.55 pembukaan lengkap, kep H vulva dan anus
     

    membuka, perineum menonjol, ket (-) pukul 17.00

    DS

    Ibu mengatakan sakit perut

     

    DO

    Inpartu kala II

    Ada pengeluaran darah dari jalan lahir

     
     

    Kontraksi uterus baik, TFU setinggi pusat, plasenta belum

     

    lahir.

    DS

    Ibu mengatakn merasa lelah dan mengeluh nyeri perut bagian

    bawah

    DO, TTV

     
     

    TD

    : 110/80 mmHg N : 82 x/m

     

    S

    : 36,5 0 C

    R

    : 20 x/m

    Inpartu kala III

     

    Inpartu kala IV

    III.

    DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL

    Tidak ada

    IV.

    TINDAKAN SEGERA

    Tidak ada

    V.

    PERENCANAAN

    N

     

    TUJUAN

    RENCANA

    RASIONAL

    O

     

    1

     

    Inpartu

    kala

    1

    • - Observasi TTV, his dan

    • - Untuk mengetahui sedini

    berjalan dengan

    BJF

    mungkin jika ada kelainan

    normal,

    dengan

    • - Pastikan kelengkapan alat pertolongan

    yang terjadi pada ibu

    kriteria

    • - Untuk mempermudah

    KU baik

     

    dalam melakukan

    His

    adekuat

    persalinan termasuk alat

    tindakan dan mencegah

    dan teratur

     

    perlindungan diri

    infeksi nosokomial

    BJF (+)

    • - Bershkan

    vulva

    dan

    • - Untuk

    mengetahui

     

    lakukan periksa dalam

    keadaan jalan lahir,

    pembukaan serviks,

    keadaan ketuban dan

    penurunan kepala

    • - Terapkan asuhan sayang

    • - Hasil persalinan yang baik

    ibu.

    erat hubungannya dengan

    • 1. Pendamping

    dukungan dari keluarga

    persalinan,

    maupun petugas yang

    melibatkan keluarga

    mendampingi, selain

    • 2. dan

    Dukungan

    semangat untuk ibu

    posisi yang nyaman bagi

    • 3. Memilih posisi

    ibu, serta asupan makanan

    • 4. Asupan makanan

    dan minuman agar tenaga

    dan makanan

    ibu tetap ada dalam

    menghadapi persalinan

    2

     

    Kala

    II

    • - Pimpin persalinan

    • - Mempercepat proses

    berlangsung

    • - Lakukan

    sokongan

    persalinan

     
    • - terjadinya

    Mencegah

     

    dengan

    baik

    dengan kriteria

    perineum

    • - bayi

    Lahirkan

    dengan

    ruptur

    • - Ibu dan bayi selamat

    bayi

    selamat

    teknik yang baik dan

    dan ibu sehat

     

    benar

     
    • - Bersihkan jalan nafas dan

    • - Bayi

    dapat

    bernafas

    nilai bayi sehat

    dengan segera

    dan

    mengethui bayi normal

    • - Lakukan IMD

    • - Mendekatkan hubungan

    batin ibu

    dan bayi serta

    memperlancar ASI

     
     
    • 3 Kala

    III

    • - Klem tali pusat dengan 2

    • - Memudahkan dalam

    berlangsung

    klem dan potong

    proses melahirkan

    dengan

    baik,

    diantara 2 klem

    plasenta

    dengan kriteria

    • - Lakukan menejemen

    • - Persalinan kala tiga yang

    kala

    III

    aktif kala III

    lebih singkat, mengurangi

    berlangsung

    tidak lebih dari

    1.

    Pemberian

    suntikan

    oksitosin dalam 1

    menit pertama

    jumlah kehilangan darah,

    mengurangi kejadian

    retensio plasenta

    30

    menit,

    2.

    Melakukan

    kontraksi uterus

    penegangan

    tali

    baik,

    pusat terkendali

    perdarahan

    3.

    Melakukan

    masase

    sedikit

    fundus uteri

    • - Periksa plasenta

    kelengkapan

    • - terjadinya

    Mencegah

     

    perdarahan

    • 4 Kala

    IV

    • - Periksa adanya robekan

    • - terjadinya

    Mencegah

    berlangsung

    dan perdarahan

    perdarahan dan syok

    dengan baik,

    • - Timbang, ukur bayi

    • - Mengetahui bayi dalam

    dengan kriteria :

    keadaan normal dan

    -

    Kontraksi

    pendokumentasian

    uterus baik

    • - Beri tetes mata dan suntuk

    • - infeksi

    Mencegah

    dan

    -

    Perdarahan

    perdarahan

    sedikit

    vit K

    • - Bersihkan semua alat yang terkontaminasi

    • - terjadi

    Tidak

    nosokomial

    infeksi

    • - Ibu merasa nyaman

     
    • - ibu

    Bersihkan

    dan ganti

    pakaiannya

    • - Mengetahui sedini mungkin

    • - Observasi

    TTV,

    terjadinya kelainan dan

    perdarahan, TFU,

    keperluan

    kandung kemih dan catat

    pendokumentasian

    dalam partograf

    VI.

    PELAKSANAAN 11 Februari 2013

    waktu

    Kegiatan monitoring

    Kala I

    • - Mengobservasi TTV, his dan BJF

    • - Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan

    termasuk alat perlindungan diri

     
    • - Bak partus berisi :

    1

    buah ½ koher

    1

    buah guntijng tali pusat

    1

    buah gunting episiotomi

    2

    pasang handscoen

    2

    buah klem

    2

    buah pengikat tali pusat

    1

    buah doek

    Kasa steril dan kapas secukupnya

     
    • - Bak hecting berisi

    1

    pasang handcoen

    1

    buah jarum

    1

    buah naald vuder

    1

    buah pinset

    1

    buah tampan

    Doek steril

    Kapas dan kasa secukupnya

     
    • - Alat APD

    Sepatu boot

    Celemek

    Masker

    Kacamata

    topi

    • - Membershkan vulva dan lakukan periksa dalam

     
    • - Menerapkan asuhan sayang ibu.

    • - Pendamping persalinan, melibatkan keluarga

     
    • - Dukungan dan semangat untuk ibu

     
    • - Memilih posisi

    • - Asupan makanan dan makanan

     

    Kala II

    • - Melakukan pimpinan persalinan

    • - Melakukan sokongan perineum

    • - Melahirkan bayi dengan teknik yang baik dan benar

     
    • - Membersihkan jalan nafas dan nilai bayi sehat

    • - Melakukan IMD

    Kala III

    • - Mengklem tali pusat dengan 2 klem dan potong diantara 2

    klem

    • - Melakukan menejemen aktif kala III

     
    • - suntikan

    Pemberian

    oksitosin

    dalam

    1

    menit

    pertama

    • - Melakukan penegangan tali pusat terkendali

     
    • - Melakukan masase fundus uteri

     
    • - Memeriksa kelengkapan plasenta

    Kala IV

    • - Memeriksa adanya robekan dan perdarahan

     
    • - Menimbang, mengukur bayi

    • - Memberi tetes mata dan suntuk vit K

     
    • - Membersihkan semua alat yang terkontaminasi

     
    • - Bersihkan ibu dan ganti pakaiannya

     
    • - Mengobservasi TTV, perdarahan, TFU, kandung kemih dan

     

    catat dalam partograf

    VII.

    EVALUASI

    KALA I

    Ny A G6P5A0 inpartu kala I berlangsung dengan baik

    DS

    -

    Ibu mengatkan keluar air dari kemaluannya

    -

    Ibu mengatakan sakit perut tembus belakang

    DO

    -

    Jam 18.55 VT pembukaan lengkap

    -

    Kep H IV

    -

    vulva dan anus membuka

    vulva dan anus membuka

    -

    perineum menonjol

    -

    kepala tampak di vulva

    KALA II

    Ny A G6P5A0 inpartu kala II berlangsung dengan baik

    DS

    -

    ibu mengatakan ingin buang air besar

    -

    ibu mengatakan indin mengedan

    DO

    -

    lahir bayi jenis kelamin laki – laki , LBK

    -

    BB: 3200 gram, A/sS 6/7, Anpal +/+

    -

    Kontraksi uterus baik

    -

    TFU setinggi pusat

    KALA III

    NY A P5A0 inpartu kala III berlangsung dengan baik

    DS

    -

    Ibu mengatakan sakit perut

    -

    Ibu mengatakan masih keluar darah dari kemaluannya

    DO

    -

    Ku lemah

    -

    Kontraksi uterus baik

    -

    Perdarahan ± 150 cc

    -

    TFU 1 jari dibawah pusat

    -

    Plasenta lahir spontan lengkap

    KALA IV

    Ny A P6 A0 kala IV berlangsung dengan baik

    DS

    -

    ibu mengatakan masih lemah

    -

    ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah

    DO

    -

    KU baik

    • - TD : 100/80 mmHg

    • - N: 84x/m

    • - S: 36,6

    • - R : 22 x/m

    • - Perdarahan ± 100 cc

    • - TFU 2 jari bawah pusat

    • - Intake ibu cukup