Anda di halaman 1dari 5

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SITI KHODIJAH GURAH


Nomor: No. 634/KEP/IV.6.AU/H/2015

TENTANG
PENUNJUKAN PANITIA FARMASI DAN TERAPI
RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SITI KHODIJAH GURAH

Bismillahirrahmaanirrahiim
Direktur Rumah Sakit Muhammadyah Siti Khotijah Gurah, setelah :
Menimbang : a. bahwa peningkatan mutu pelayanan rumah sakit terkait erat dengan
penggunaan obat dan alat kesehatan yang rasional dalam semua lini
pelayanan.
b. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit, diperlukan
adanya panitia yang merumuskan kebijakan mengenai pemilihan obat,
penggunaan obat dan evaluasinya.
c. bahwa untuk melaksanakan fungsi fungsi tersebut maka perlu dibentuk
Panitia Farmasi dan Terapi.
d. bahwa nama-nama yang tercantum dalam lampiran keputusan ini dipandang
mampu sebagai Panitia Farmasi dan Terapi Rumah Sakit.
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c
dan d perlu menetapkan pemberlakuan Keputusan Direktur Rumah Sakit
tentang Penunjukan Panitia Farmasi Dan Terapi di RSM Siti Khodijah Gurah

Mengingat : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang


Kesehatan
2. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 58 tahun 2014 tenntang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
47/Menkes/SK/II/1983 tanggal 21 Februari 1983 tentang Kebijakan Obat
Nasional
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1009/MenKes/SK/X/1995 tentang
Pembentukan Komite Nasional Farmasi dan Terapi
6. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan
Republik Indonesi Nomor : HK.00.06.3.3 tentang Pedoman Kerja untuk Komite
Farmasi dan Terapi
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : MEMBERLAKUKAN KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH
SITI KHODIJAH GURAH TENTANG PENUNJUKAN PANITIA FARMASI DAN
TERAPI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SITI KHODIJAH GURAH

KEDUA : Susunan keanggotaan Pantia Farmasi dan Terapi terdiri dari:


Ketua : dr. Ratna Wilian
Sekretaris : Rosalina Kusuma Dewi, S. Farm., Apt
Anggota :
1. dr. Hendarto, Sp. PD
2. dr. Edy Purnomo, Sp.S
3. dr. Dadang Wibowo, Sp.OG
4. drg. Millatul Aisyah Ardhani
5. dr. Agung Wibowo
6. dr Ulfa Tarbiati
7. dr. Adip Kusworo

KETIGA : Struktur organisasi dan mekanisme kerja Panitia Farmasi dan Terapi tertuang
dalam lampiran keputusan ini.
KEEMPAT : Panitia Farmasi dan Terapi bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit,
dalam melaksanakan tugas agar berkoordinasi dengan bagian lain dalam rumah
sakit.

KELIMA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Kediri
Pada tanggal : 23 November 2015
RSM Siti Khodijah Gurah
Direktur,

dr. Mochamad Irfan H anafi


NBM. 1333.7806.9754444
STRUKTUR ORGANISASI
PANITIA FARMASI DAN TERAPI
RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SITI KHODIJAH GURAH

DIREKTUR RUMAH SAKIT

KETUA PANITIA FARMASI DAN


TERAPI

Kepala Unit Farmasi

Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang


Penunjang Medis Keperawatan Pelayanan Medis Anggota Komite Medik
WEWENANG, KEWAJIBAN, URAIAN TUGAS DAN MEKANISME KERJA
PANITIA FARMASI DAN TERAPI
RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SITI KHODIJAH GURAH

Wewenang
1. Merumuskan dan mengendalikan pelaksanaan semua kebijakan, ketetapan, prosedur, aturan yang
berkaitan dengan obat.
2. Mengadakan, mengembangkan, menetapkan, merevisi formularium.
3. Mengusulkan perubahan kebijakan penggunaan obat dan pelayanan instalasi farmasi rumah sakit.

Kewajiban
1. Memberikan rekomendasi pada pimpinan rumah sakit untuk mencapai budaya pengelolaan dan
penggunaan obat secara rasional.
2. Mengkoordinir pembuatan pedoman diagnosis dan terapi, formularium rumah sakit, pedoman
penggunaan antibiotika dan lain-lain.
3. Melaksanakan pendidikan dalam bidang pengelolaan dan penggunaan obat terhadap pihak-pihak yang
terkait.
4. Melaksanakan pengkajian pengelolaan dan penggunaan obat dan memberikan umpan balik atas hasil
pengkajian tersebut.
Uraian Tugas
Ketua
1. Menjamin terselenggaranya tugas Panitia Farmasi dan Terapi sesuai dengan kebijakan Direktur rumah
sakit.
2. Menetapkan jadwal -rapat Panitia Farmasi dan Terapi untuk membahas tentang kebijakan, penetapan
prosedur, maupun aturan-aturan berkaitan obat.
3. Mengkoordinir pengembangan, penyusunan maupun revisi formularium rumah sakit.

Sekretaris
1. Mengatur persiapan dan penyelenggaraan rapat panitia farmasi dan terapi.
2. Menyiapkan dan memberikan semua bahan rapat yang dibutuhkan.
3. Mencatat semua hasil keputusan dalam rapat dan melaporkan pada direktur rumah sakit.
4. Mengarsip dokumen kesekretariatan dan pendistribusian surat.
5. Melaksanakan tugas kesekretariatan lainnya.

Anggota
1. Membahas materi rapat
2. Mengkaji dan menganalisa keuntungan/manfaat dan kerugian.
3. Memeriksa dan menganalisa aspek legalitas
4. Menjamin kelancaran distribusi obat
5. Menetapkan obat yang akan ditambahkan atau dikurangi dari formularium
6. Mengembangkan formularium rumah sakit yang efisien, efektif dan ekonomis.
7. Menetapkan kategori obat yang digunakan dalam rumah sakit dan menempatkan tiap obat pada suatu
kategori tertentu.