Anda di halaman 1dari 10

Profil Singkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di


bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores,
Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, PulauSabu,
Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang,
di bagian barat pulau Timor.
Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara
Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor Barat (biasa dipanggil Timor).
Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara bagian timur pulau
tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur yang merdeka
menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di selatan katulistiwa pada posisi 8 12
Lintang Selatan dan 118 125 Bujur Timur.
Batas-batas wilayah :
Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores
Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia
Sebelah Timur dengan Negara Timor Leste
Sebelah Barat dengan Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Berdasarkan letak geografisnya, Kepulauan NTT berada diantara Benua Asia dan
Benua Australia, serta diantara Samudera Indonesia dan Laut Flores. Provinsi NTT terdiri dari
20 kabupaten dan 1 Kota yang terletak ditujuh pulau besar, yaitu :
Pulau Sumba : Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah
Pulau Timor : Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Kota Kupang
Pulau Flores : Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai, Manggarai
Barat, Manggarai Timur
Pulau Alor : Alor
Pulau Lembata : Lembata
Pulau Rote : Rote Ndao
Pulau Sabu : Sabu
NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, 432 pulau
diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama.
42 pulau dihuni dan 1.150 pulau tidak dihuni, Diantara 432 pulau yang sudah bernama
terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil
antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah,
Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang,
Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana,
Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca,
Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau
Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll.)

Seni Budaya
Nusa Tenggara Timur beribukotanya Kupang, terdiri dari pulau-pulau yang memiliki
penduduk yang beraneka ragam, dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Penduduk di NTT merupakan masyarakat yang heterogen, selain terlihat dari


perbedaan ciri-ciri fisik juga menunjukan bermacam suku-bangsa dengan latar belakang
sejarah, bahasa dan tata kehidupan adat yang berbeda pula. Di Pulau Timor misalnya didiami
oleh suku bangsa : Atoni atau Dawan, Tetun (Belu), Buna, dan Kemak. Suku bangsa Kisar di
Pulau Kisar, suku bangsa Alor di Pulau Alor dan suku bangsa solor di Pulau Sokor. Selain itu
terdapat suku bangsa Helong di Pulau Semau, suku Sabu di pulau Sabu, suku Sumba di Pulau
Sumba, suku Rote di Pulau Rote, serta suku bangsa Manggarai, Ngada, Ende, Lio, Sikka, dan
Larantuka di Pulau Flores.

Pakaian Adat
A. Suku Rote

Tii langga :
Tii langga, yaitu penutup kepala
yang berbentuk mirip dengan
topi sombrero dari Meksiko
Baju adat rote :
Baju adat rote berupa kemeja berlengan
panjang berwarna putih polos. Tubuh bagian
bawah ditutupi oleh sarung tenun berwarna
gelap, kain ini menjuntai hingga menutupi
setengah betis. Motif dari kain ini bermacam-
macam, bisa berupa binatang, tumbuhan yang
ada tersebar di di kawasan Nusa Tenggara
Timur

B. Suku Sabu

Baju adat Pria Sabu :


Berupa ikat kepala, kemeja berlengan
panjang berwarna putih polos. Tubuh
bagian bawah ditutupi oleh sarung
tenun dan sehelai kain tenun
berukuran kecil diselempangkan di
bagian bahu.

Pakaian Adat Wanita Sabu :


Biasanya mengenakan baju kebaya
pendek dan bagian bawahnya
mengenakan kain tenun dua kali lilitan
dan tanpa asesories.
C. Suku Helong

Pakaian Adat Pria Helong


Selimut Helong besar diikat
pada pinggang ditambah
dengan selimut kecil
Kemeja pria (baju bodo)
Destar pengikat kepala
Muti leher atau habas
Pakaian Adat Wanita Helong
Sarung diikat pada pinggang
ditutup dengan selendang
penutup
Pending/ikat pinggang emas
Kebaya Wanita
Muti salak/muti leher dengan
mainan berbentuk bulan
Perhiasan kepala bulan
sabit/bula molik
Giwang (karabu)

Alat Musik Tradisional


Berikut ini adalah daftar nama alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara
Timur. Menurut informasi yang saya dapat dari beberapa sumber, ternyata beberapa alat
musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini terancam hampir punah. Berikut
daftarnya :

Sasando
Sasando ini adalah alat musik jenis petik
yang memiliki senar banyak. Senar yang
dipakai di Sasando ini jumlahnya ada 28.
Cara memainkannya hampir sama dengan
bermain gitar atau kecapi. Hanya saja
bentuk Sasando sedikit lebih unik dari alat
musik petik lainnya.
Heo
alat musik Heo ini seperti alat musik biola
dalam versi yang masih sangat tradisional.
Heo memang merupakan alat musik gesek
seperti biola. Heo biasanya terbuat dari
kayu. Namun alat penggeseknya agak unik
karena terbuat dari ekor kuda yang
dililitkan pada kayu sedemikian rupa,
sehingga menyerupai busur panah.
Foy Doa
Foy Doa adalah termasuk alat musik
tradisional Nusa Tenggara Timur yang
dinilai usianya sangat tua. Foy Doa ini
merupakan alat musik jenis tiup seperti
seruling. Alat musik ini juga dibuat dari
bambu dengan beberapa lubang di bagian
atasnya. Bedanya dengan seruling biasa
adalah Foy Doa dianggap seruling ganda
karena terdiri dari dua seruling atau lebih
yang diikat sejajar menjadi satu.
Foy Pay
Foy Pay hampir mirip dengan Foy Doa yang
juga merupakan alat musik jenis tiup
seperti seruling. Biasanya Foy Pay juga
dimainkan bersamaan dengan Foy Doa
untuk mengiringi musik-musik tradisional
Nusa Tenggara Timur dalam berbagai acara
adat atau untuk acara hiburan.
Knobe Khabetas
Alat musik ini sebenarnya sejenis alat musik
tiup. Namun dibuat berbentuk seperti
busur panah. Juga terdapat tali pengikatnya
seperti tali busur. Cara memainkannya
yaitu dengan cara meniup salah satu ujung
busur sambil menggetarkan tali busurnya.
Orang-orang di Provinsi Nusa Tenggara
Timur biasanya menggunakan Knobe
Khabetas ketika bercocok tanam atau
ketika menggembala ternak.

Senjata Tradisional

Sundu
Senjata tradisional menyerupai Keris,
berbentuk lurus dan pegangannya
menyerupai bentuk sayap burung. Ada pula
motif horizontal melingkar pada sarung
Sundu.

Senjata yang umumnya dipakai oleh


penduduk NTT adalah Sundu atau Sudu,
semacam keris. Penduduk menganggapnya
sebagai senjata tikam yang keramat.
Kabeala (Parang Pinggang)
Senjata sejenis parang berasal dari pulau
Sumba dengan variasi ukuran panjang 48,
50,5; 53 dan 58,5 Cm.
Parang yang selalu di pinggang pria dewasa
menjadi pemandangan luas di Sumba yang
kini merupakan wilayah empat kabupaten,
yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba
Barat, dan Sumba Barat Daya.
Pemandangan seperti itu dijumpai mulai
dari pedesaan hingga kota. Membawa
parang belum tentu berhubungan dengan
kebutuhan kerja.

Lagu Daerah
Lagu Desaku Lagu Tutu Koda Lagu Potong Bebek
Desaku yang kucintai Lewo O ina beten melewan lau Potong bebek angsa, masak
inak jadigo Lewo tanah doan O ina saren motanan di kuali Nona minta dansa,
beraei Le tapi aman dan rae lela Panadi maan tun dansa empat kali Sorong ke
damai Hidup ayah dan ibuku pulo pai getan Rawe di kiri, sorong ke kanan Sorong
nora wue wari aun Tanah maan wulan le mamatan ke kiri, sorong ke kanan La
pusaka tayah nole oka moa Mo aman langsung ke nobo la la la la ...
tobo taran bala Kemata lali go
ena lalo dang Naku mo pana
di mulo duli tukang
Paten moi betu beri buratu
Lagu Anak Kambing Saya Lagu Pai Mura Rame Lagu Flobamora
Mana dimana anak kambing Pai mura rame rame ka flobamora tanah air ku yang
saya Anak kambing tuan ada kano arie Tula solao hamura tercinta........ tempat beta ...
di pohon waru Mana rame rame Buat senang di besarkan ibunda meski
dimana jantung hati saya cuma ini malam saja Tutup beta lama jauh di rantau
Jantung hati tuan ada di kronik kata sayonara orang beta inga mama janji
kampung baru Caca marica Sudahlah dekat dekat di pulang e Reff Biar pun
he hei Caca marica he hei ambang pintu Mari tanjung teluknya jauh tapele
Caca marica ada di kampung bermaafan mari frater baru nusa ku tapi slalu terkenang
baru Caca marica he hey mengikat janji Ingat ingat di kalbu ku u.....u...u....
Caca marica he hey Caca dalam doa dalam panggilan Anak timor main sasando
marica ada di kampung baru kita bersama dan ma nyanyi bolelebo
rasa girang dan badendang
pulang e......... Hampir siang
beta bangun sambil managis
mengenangkan flobamora
lelebo................. rasa dingin
beta ingat di pangku mama
air mata basa pipi sayang
e............
Rumah Adat
Mbaru Niang

Mbaru Niang adalah rumah adat yang


memiliki 5 tingkat yang ada di Desa Wae
Rebo, Kabupaten Manggarai, NTT. Keunikan
rumah adat ini karena bentuknya yang tak
biasa, yaitu mengerucut di bagian atap
hingga hampir menyentuh tanah. Biasanya,
atap Mbaru Niang terbuat dari daun lontar
yang sudah kering.

SAO RIA TENDA BEWA MONI

Selain Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur


masih memiliki rumah adat lain yang tak
kalah unik, Sao Ria Tenda Bewa Moni
Koanara namanya. Rumah ini cukup unik
karena memiliki atap ilalang kering dan
hampir mencapai tanah. Rumah Adat Sao
Ria Tenda Bewa Moni Koanara terdapat di
Desa Koanara, Kelimutu, NTT. Rumah adat
ini cukup unik dan menarik perhatian
karena atapnya yang khas. Atap rumah adat
ini terbuat dari ilalang dan mencapai tanah.

Makanan Khas
Sambal Ikan Teri
Di daerah nusa tenggara timur ikan teri
cukup terkenal sehingga dijadikan makanan
yang cukup populer, bahkan sambal ikan
teri ini dapat kita jumpai dibagian daerah
lain. Cara membuat makanan ini pun tidak
susah kita dapat mengkereasikannya
sesuai selera masing-masing.
Seafood
Provinsi NTT memiliki potensi laut yang
sangat banyak. Di pulau-pulau tertentu
banyak warga berada di pesisir yang pantai
bekerja sebagai nelayan. Oleh karena itu
banyak sekali makanan khas di daerah ini
yang berbahan dasar hewan laut.
contohnya seperti tongkol bakar dan
Gurami asam manis. Kita akan merasakan
rasa berbeda yang lebih nikmat di daerah
ini karena ikan-ikannya masih segar beda
dengan jika kita membeli ikan di pasar
ataupun di tempat perbelanjaan lainnya.

Tumisan
Di daerah ini tumisan merupakan makanan
yang cukup terkenal contohnya plecing
kangkung dan tumis bunga pepaya.

Catermak Jagung
Cetermak jagung merupakan makanan
penutup yang terbuat dari bahan utama
jagung, kacang hijau, dan labu lilin yang
dimasak dengan bumbu. Catermak jagung
ini memiliki rasa khas asin. Sangat berbeda
bukan dengan kolak jagung yang memiliki
rasa manis?

Kolo
Kolo merupakan makanan khas tradisional
daerah manggarai, nusa tenggara timur.
Kolo adalah nasi bakar yang dimasak
menggunkan bambu. Bahan yang kita
butuhkan untuk memasak makanan ini
adalah bambu sepanjang 30 cm, beras, dan
bumbu masakan, cara memasaknya yaitu
kita masuknya beras, air dan bumbu
kedalam bambu kemudian bagian mulut
ujung ditutup dengan daun pisang lalu
dibakar hingga matang. Biasanya kolo ini
digunkan untuk acara pesta adat penti atau
syukuran panen.
Jawada
Jawada merupakan kue yang dibuat dari
campuran tepung beras, santan, garam, gula
aren, air nira dan minyak. kue ini sekilas mirip
seperti bihun goreng yang dibentuk segitiga
dan berwarna coklat, memiliki aroma yang khas
antara tepung yang digoreng dengan wangi
gula merah. Kue ini dapat bertahan lama jika
kita menyimpannya di dalam stoples yang
kering dan hampa udara.
Nama
Gambar Kenampakan Daerah Asal
Alam

Dieng, kawasan
dataran tinggi di
Jawa Tengah, yang
masuk wilayah
Dataran tinggi
Kabupaten
Banjarnegara dan
Kabupaten
Wonosobo.

Dataran rendah
Dataran rendah
pantai utara jawa

Gunung Kerinci
(3805 mdpl)
Gunung
,terletak di Provinsi
Jambi

Pegunungan Bukit
Pegunungan
Barisan,