Anda di halaman 1dari 11

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiop

asdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc
vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfgh
MATEMATIKA KOMBINATORIK
Binomial Coefficient and Identities
jklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
Di Susun Oleh:

wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa
Dominique Mustamu (2015-79-024)
Elmawati Laukon (2015-79-013)
Fredrylo Apituley (2015-79-001)

sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv
bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty
uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghj
klzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa
sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv
bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrtyuiop
asdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc
vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfgh
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam Mata Kuliah Matematika Kombinatorik

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun
isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Ambon, 22 September 2017


DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
2. TUJUAN PENULISAN
BAB II PEMBAHASAN
1. Koefisien Binomial
- Teorema Binomial
2. Identitas
- Identitas Paskal
- Identitas Vendermode
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
BAB I PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Seperti yang telah kita singgung pada materi kombinasi, banyaknnya
kombinasi-rr dari himpunan dengan nn elemendapat dinotasikan dengan ().
Ekspresi ini juga disebut dengan koefisien binomial karena ekspresi ini muncul
sebagai koefisien pada penjabaran binomial berpangkat seperti (a+b)n. Pada
materi ini kita akan mendiskusikan teorema binomial, yang mengekspresikan
pangkat binomial sebagai penjumlahan suku-suku koefisien binomial. Kita akan
membuktikan teorema ini menggunakan pembuktian kombinatorik. Kita juga
akan menunjukkan bagaimana pembuktian kombinatorik dapat digunakan
untuk membangun identitas binomial yang mengekspresikan hubungan
diantara koefisien binomial.

2. Tujuan Penulisan
- dapat menjelaskan kembali konsep-konsep yang berhubungan
dengan koefisien binomial
- dapat menganalisis keterkaitan antara konsep dalam koefisien
binomial
- dapat mengaplikasikan konsep yang berhubungan dengan koefisien
binomial dalam penyelesaian masalah
BAB II PEMBAHASAN
1. Koefisien Binomial

- Teorema Binomial
Ekspresi binomial adalah sebuah polinomial dengan dua suku
seperti x+y. Seringkali, ketika x+y dipangkatkan dengan
nilai nntertentu kita ingin mengetahui bagaimanakah
penjabarannya atau berapakah nilai koefisien dari salah satu
suku hasil penjabarannya. Untuk mendapatkan jawaban dari
pertanyaan tersebut, mari kita selidiki dengan memulainya dari
beberapa contoh kecil

jika kita lanjutkan akan diperoleh,

Perhatikan koefisien - koefisien pada hasil penjabaran


perpangkatan di atas. Koefisien - koefisien ini terlihat familiar!
kita telah menngenalnya dari subbab sebelumnya sebagai
banyaknya (). Mari kita observasi ekspresi ini secara seksama.
kita akan melihat bagaimana penjabarannya untuk nn selanjutnya
yaitu n=5. Perhatikan ekspansi berikut.

Untuk mendapatkan masing - masing suku pada


ekspansi (x+y)5, dapat kita lakukan dengan memilih satu diantara
dua suku pada masing - masing faktor dan mengalikannya. Jika
kita memilih x katakanlah sebanyak 2 kali maka kita harus
memilih yy sebanyak 3 kali sehingga akan kita dapatkan X2y3 .
Berapa kali kita mendapatkan suku yang sama? jelas, sama
dengan banyaknya cara memilih tiga faktor yang memuat y(sisa
faktor memuat x). Berarti dalam hal ini sama saja dengan
memilih 3 faktor diantara 5 yang dapat dilakukan
dengan (53) cara.

Sehingga ekspansi dari (x+y)5 akan terlihat seperti:

Selanjutnya kita dapat menerapkan argumen ini dalam bentuk


umum mendapatkan teorema binomial.

Bukti: Kita akan menggunakan pembuktian kombinatorik


untuk membuktikan teorema ini. Suku - suku pada hasil
penjabaran (x+y)nberbentuk untuk j=0,1,2,...,n.Untuk
menghitung banyaknya suku yang berbentuk , pertama kita
perlu memilih ( ) dari n faktor. Oleh karenanya koeefisien

dari adalah ( ) yang ekuivalen dengan ().

Berikut merupakan contoh untuk mengilustrasikan teorema


ini.
Bukti: Berdasarkan teorema binomial, jika kita ambil x=1dan y=1, maka akan kita
peroleh

Persamaan di atas mengakhiri pembuktian.

Selain dengan jalan pembuktian seperti di atas, kita juga


dapat membuktikan Akibat 1 dengan menggunakan pembuktian
kombinatorik seperti penjabaran berikut.

Pembuktian dengan metode lain: Sebuah himpunan


dengan nn elemen memiliki 2n subset yang berbeda. Masing -
masing subset adalah himpunan dengan tanpa elemen, satu
elemen, dua elemen, ..., atau nn elemen. Dalam hal ini dapat
dikatakan bahwa ada (0)subset dengan tanpa elemen, (1) subset
dengan satu elemen, (2) subset dengan dua elemen, ...,
dan () subset dengan n elemen. Sehingga,

adalah jumlah total banyaknya subset pada himpunan dengan nn elemen. Dengan
menyamakan dua formula tersebut dapat kita simpulkan bahwa banyaknya
subset pada himpunan dengan nn elemen dapat diekspresikan seperti

2. Identitas
-Identitas Paskal

Identitas paskal bersama dengan syarat awal (0) = () =1 untuk semua


bilangan bulat n dapat digunakan secara rekursif untuk mendefinisikan koefisien
binomial. Definisi rekursif ini berguna dalam penghitungan koefisien binomial
karena hanya memuat penjumlahan (bukan perkalian) dari bilangan bulat.
Identitas paskal adalah pengetahuan dasar untuk penyusunan koefisien
binomial secara geometris dalam bentuk segitiga, seperti pada gambar berikut

Baris ke-nn pada segitiga terdiri atas koefisien binomial

Segitiga tersebut dikenal dengan nama Segitiga Paskal.


Identitas paskal menunjukkan bahwa saat koefisien binomial
yang bertetangga pada segitiga ini dijumlahkan, koefisien pada
baris selanjutnya yang berada diantara dua koefisien ini
dihasilkan dari penjumlahan tersebut.
- Identitas Vendermode
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
Koefisien binomial merupakan bilangan-bilangan yang muncul dari hasil
penjabaran penjumlahan dua peubah yang dipangkatkan, misalnya (a + b)n .
Sepintas terlihat bahwa ekspresi (a + b)n tidak ada hubungannya dengan
kombinasi, tetapi kenyataannya kita bisa mendapatkan rumus untuk penjabaran
(a + b)n dengan menggunakan rumus banyaknya kombinasi-r dari n unsur. Teori
untuk menurunkan rumus yang diperoleh dari penjabaran (a + b)n dengan
menggunakan kombinasi dikenal dengan Teorema Binomial.