Anda di halaman 1dari 12

1.1.

Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Bisnis


Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan
peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam
informasi. Informasi tersebut kemudian dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.
Sistem informasi akuntansi melakukan hal tersebut baik dengan sistem manual maupun
sistem terkomputerisasi. Organisasi membutuhkan sistem informasi untuk mempertahankan
eksistensinya. Selain itu, organisasi membutuhkan informasi yang memadai mengenai
produktivitas dan operasional organisasi itu sendiri. Informasi itu akan membantu proses
pengambilan keputusan oleh para pembuat keputusan.

1.1.1. Informasi dan Keputusan


Proses pengambilan keputusan merupakan wujud pengalokasian sumber daya yang
merupakan sarana bagi sistem organisasi untuk mencapai tujuannya. Informasi akan berguna
apabila informasi tersebut mampu memfasilitasi keputusan pengalokasian sumber daya.
Singkatnya, informasi adalah sumber daya yang penting karena informasi mampu
mendukung suatu sistem untuk mencapai tujuannya.
Pengguna informasi dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksternal dan
internal. Pengguna informasi kelompok eksternal mencakup pemegang saham, investor,
kreditor, agen pemerintah, konsumen, vendor, pesaing, serikat kerja, dan masyarakat luas.
Para pengguna eksternal menggunakan output dari sistem informasi akuntansi untuk
mengevaluasi kinerja perusahaan, memprediksi kinerja perusahaan di masa mendatang, dan
mengetahui kondisi perusahaan pada suatu masa.
Pengguna internal merupakan para manajer. Manajer adalah orang yang bertanggung
jawab untuk mengelola perusahaan. Kebutuhan manajer tergantung pada level mereka di
perusahaan atau pada fungsi yang mereka jalankan di organisasi tersebut. Terdapat tiga
tingkatan manajemen dalam perusahaan, yaitu manajemen level bawah, manajemen madya,
dan manajemen puncak. Manajemen level bawah biasanya memerlukan informasi yang
relevan hanya untuk subunit mereka. Manajemen madya memiliki cakupan pengendalian
yang lebih luas dibandingkan manajemen level bawah. Oleh karena itu ia membutuhkan
informasi yang bersifat cukup komprehensif, seperti penjualan produk per minggu atau per
hari. Bagi manajemen puncak, informasi yang dibutuhkan bersifat agregat, seperti total
penjualan per kuartal untuk tiap divisi atau tiap lini produk.
Proses pembuatan informasi yang berguna memiliki kendala. Kendala tersebut berupa
lingkungan suatu sistem informasi akuntansi dan struktur biaya-manfaat yang melekat dengan
pengambilan keputusan pengguna. Proses pembuatan informasi melibatkan estimasi dan
judgement karena tidak adanya kepastian dalam lingkungan. Selain itu, dengan
mempertimbangkan struktur biaya-manfaat, maka informasi yang membutuhkan biaya yang
lebih besar daripada manfaat yang dihasilkannya dipandang tidak layak untuk disajikan.
Berdasarkan sudut pandang organisasi, terdapat dua jenis informasi akuntansi : wajib
dan tidak wajib. Informasi akuntansi wajib adalah informasi yang diungkapkan oleh
perusahaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam standar akuntansi keuangan, sedangkan
informasi akuntansi tidak wajib adalah informasi akuntansi yang pengungkapannya bersifat
sukarela. Guna memenuhi kebutuhan informasi yang wajib, pertimbangan utama adalah
sekadar meminimalkan biaya sambil tetap mempertahankan standar minimun reliabilitas dan
kegunaan informasi yang dihasilkan. Namun, jika suatu kebutuhan informasi tidak wajib,
perusahaan perlu memastikan manfaat lebih besar dari biaya penyajian informasi.

1.1.2. Sistem Informasi


Sistem informasi menyiratkan penggunaan teknologi komputer dalam suatu organisasi
untuk menyediakan informasi bagi pengguna. Sistem informasi berbasis-komputer
merupakan satu rangkaian perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk
mentransformasikan data menjadi informasi yang berguna. Berikut ini adalah beberapa tipe
informasi yang memanfaatkan komputer.
1. Sistem Pengolahan Data Elektronik (EDP), merupakan penggunaan teknologi
komputer untuk menjalankan pemrosesan data transaksi suatu organisasi.
2. Sistem Pemrosesan Data (DP), merupakan penggunaan teknologi komputer untuk
menjalankan pemrosesan data transaksi suatu organisasi. Masyarakat semakin
mengenal istilah Pemrosesan Data seiring dengan perkembangan teknologi
komputer.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM), merupakan penggunaan komputer untuk
menyediakan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan manajer.
4. Sistem Pendukung Keputusan (DSS), merupakan sistem yang memproses data ke
dalam format pengambilan keputusan untuk memudahkan pengguna. DSS
dirancang untuk melayani kebutuhan yang tidak rutin, spesifik dan khusus.
Contoh DSS, penggunaan perangkat lunak spreadsheet untuk menjalankan
analisis bagaimana-jika terhadap data operasional atau data anggaran, seperti
ramalan pernjualan per personel pemasaran.
5. Sistem Pakar (ES), merupakan sistem informasi yang berdasarkan pengetahuan
mengenai area aplikasi tertentu sehingga sistem informasi tersebut dapat
bertindak sebagai konsultan ahli bagi pengguna akhir. ES juga membutuhkan
model keputusan dan database tertentu. ES difungsikan untuk mengambil
keputusan, bukan hanya untuk membantu mengambil keputusan. Karena ES
mencoba mereplikasi keputusan yang akan dibuat oleh seorang pengambil
keputusan dalam situasi keputusan yang sama.
6. Sistem Informasi Eksekutif (EIS), merupakan sistem informasi yang
memudahkan dan memungkinkan manajemen puncak untuk mengakses informasi
tertentu yang telah diolah oleh sistem informasi organisasi. Misalkan, data aktual
versus data proyeksi pangsa pasar suatu kelompok produk.
7. Sistem Informasi Akuntansi (SIA), merupakan sistem berbasis komputer yang
dirancang untuk mentransformasi data akuntansi menjadi informasi.

1.2. Proses Bisnis


Proses bisnis adalah serangkaian tugas yang saling berhubungan yang melibatkan
data, unit organisasi, dan suatu urutan waktu yang logis. Proses bisnis selalu dipicu oleh
kejadian ekonomi. Berikut ini adalah sembilan kelompok proses bisnis dasar.
1. Logistik penjualan inbound (persediaan, pengendalian, retur ke pemasok).
2. Logistik penjualan outbound (pemrosesan order penjualan, pengiriman pesanan,
pengumpulan piutang).
3. Operasi (mesin, perakitan, pengepakan, dan lain-lain)
4. Pemasaran (periklanan, promosi, penawaran, dan lain-lain)
5. Jasa (instalasi, reparasi, layanan purnajual, dan lain-lain)
6. Prokuremen (pembelian, pemesanan, evaluasi penawaran dari pemasok, dan lain-
lain)
7. Pengembangan teknologi (sumber daya dan pengembangan)
8. Organisasi dan manajemen manusia (rekrutmen, pelatihan, dan lain-lain)
9. Infrastruktur perusahaan (akuntansi, perencanaan dan pengendalian bisnis,
pengelolaan modal, dan lain-lain).
Lima proses yang pertama merupakan proses bisnis primer, yaitu proses bisnis yang
melibatkan aktivitas secara langsung menambah nilai bagi produk perusahaan. Sementara
empat proses yang tersisa termasuk proses bisnis pendukung, yaitu proses bisnis yang
melibatkan aktivitas yang tidak sescara langsung menambah nilai bagi produk, singkatnya
proses bisnis pendukung hanya mendukung proses bisnis primer.
Proses bisnis primer dan pendukung membentuk rantai nilai secara kolektif. Rantai
nilai adalah suatu cara pandang aktivitas perusahaan sedemikian rupa sehingga memudahkan
menilai keunggulan kompetitif perusahaan. Rantai nilai membagi aktivitas ke dalam bagian-
bagian sehingga setiap aktivitas secara individu dapat dioptimalkan dalam rangka mencapai
tujuan dan strategi organisasi.

1.3. Siklus Pemrosesan Transaksi


Aktivitas perusahaan dalam suatu organisasi juga dapat dipandang dengan cara yang
berbeda, yaitu dengan pendekatan siklus transaksi. Siklus pemrosesan transaksi terdiri dari
satu atau lebih sistem aplikasi, yang memproses transaksi yang terkait secara logis. Berikut
ini keempat siklus transaksi yang dikelompokkan secara tradisional.
1. Siklus pendapatan. Kejadian yang terkait dengan distribusi barang dan jasa ke
entitas lain dan pengumpulan kas yang terkait dengan distribusi tersebut.
Mencakup sistem aplikasi untuk merekam pesanan konsumen, membuat tagihan,
merekam piutang dagang, dan membuat laporan penjualan.
2. Siklus pengeluaran. Kejadian yang terkait dengan perolehan barang dan jasa dari
entitas lain serta penlunasan kewajiban yang terkait dengan perolehan barang dan
jasa tersebut. Mencakup sistem aplikasi untuk memilih vendor, membeli barang
atau jasa, merekam utang dagang, dan merekam penggajian karyawan.
3. Siklus produksi. Kejadian yang terkait dengan transformasi sumber daya menjadi
barang dan jasa. Mencakup sistem aplikasi untuk mengendalikan produksi,
membuat laporan produksi, menentukan harga produk, mengendalikan
persediaan, dan merekam aktiva tetap.
4. Siklus keuangan. Kejadian yang terkait dengan akuisi dan pengelolaan dana,
termasuk kas. Mencakup sistem aplikasi yang terkait dengan pengelolaan dan
pengendalian kas, pengelolaan utang, reta administrasi restitusi dan dana pensiun
karyawan.
Pada model siklus transaksi, selain keempat siklus tersebut, ada siklus kelima, yaitu
siklus pelaporan keuangan. Siklus pelaporan keuangan mendapatkan data akuntansi dan data
operasi dari siklus-siklus yang lain serta memproses data tersebut sekian rupa hingga laporan
keuangan dapat disajikan.

1.3.1. Proses Pengendalian Internal


Proses pengendalian internal merupakan tindakan yang diambil dalam suatu
organisasi untuk mengatur dan mengarahkan aktivitas dalam organisasi untuk mengatur dan
mengarahkan aktivitas dalam organisasi tersebut. Ini adalah aspek yang paling penting dalam
sistem informasi akuntansi. Pengendalian internal memastikan bahwa kebijakan dan arahan
manajemen dijalankan secara semestinya. Pengendalian mencakup rentang aktivitas yang
cukup luas, seperti pengawasan kuantitas persediaan, konsumsi bahan habis pakai dalam
proses produksi maupun dalam kegiatan administrasi, serta pembayaran tagihan dalam
periode potongan. Intinya manajemen memanfaatkan pengendalian internal untuk
mengimplementasikan keputusannya dan tujuan organisasi, serta untuk mengatur tanggung
jawab utama manajer.
Elemen Proses Pengendalian Internal
Pengendalian internal merupakan satu proses yang dirancang untuk menyediakan
keyakinan yang rasional atas tercapainya tujuan (1) reliabilitas pelaporan keuangan, (2)
efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan, dan (3) kesesuaian organisasi dengan aturan serta
regulasi yang ada. Proses pengendalian internal organisasi terdiri dari lima elemen:
1. Lingkungan pengendalian, merupakan dampak kumulatif atas faktor-faktor untuk
membangun, mendukung dan meningkatkan efektivitas kebijakan prosedur
tertentu. Singkatnya, lingkungan pengendalian menentukan iklim organisasi dan
memengaruhi kesadaran karyawan terhadap pengendalian.
2. Pengukuran risiko, merupakan proses mengidentifikasi, menganalisis, dan
mengelola risiko yang memengaruhi tujuan perusahaan.
3. Aktivitas pengendalian, merupakan kebijakan dan prosedur yang dibangun untuk
membantu memastikan bahwa arahan manajemen dilaksanakan dengan baik.
4. Informasi dan komunikasi, sistem informasi dirancang dan diterapkan bukan
hanya untuk menghasilkan informasi akuntansi, tetapi juga berguna untuk
mendukung pengendalian manajemen.
5. Pengawasan, melibatkan proses yang berkelanjutan untuk menaksir kualitas
pengendalian internal dari waktu ke waktu serta untuk mengambil tindakan
koreksi yang diperlukan.
Pemisahan Fungsi-Fungsi Akuntansi
Pemisahan tugas penting untuk memastikan bahwa tidak ada individu atau
departemen yang mengelola catatan akuntansi terkait dengan operasi aktivitas mereka.
Fungsi Audit Internal
Audit internal merupakan aktivitas penilaian yang independen dalam sebuah
organisasi yang bertugas memonitor dan mengevaluasi kesesuaian dengan kebijakan dan
prosedur organisasi.

1.4. Akuntansi dan Teknologi Informasi


Sistem informasi akuntansi menyediakan informasi bagi pengguna. Teknologi
informasi melibatkan komputer, tetapi juga melibatkan teknologi yang lain untuk memproses
informasi.
1.4.1. Fungsi Sistem Informasi
Fungsi sistem informasi bertanggungjawab atas pemrosesan data. Pemrosesan data
merupakan aplikasi sistem informasi akuntansi yang paling mendasar di setiap organisasi.
Lokasi Organisasi
Pentingnya pola fungsi sistem informasi dalam organisasi tergantung pada pentingnya
suatu aplikasi komputer dalam suatu organisasi. Jika aplikasi komputer yang diterapkan lintas
fungsi dan anggaran sistem komputer semakin meningkat, maka peran fungsi sistem
informasi dalam organisasi juga akan cenderung meningkat.
Spesialisasi Fungsional
Struktur departemen sistem informasi yang paling lazim adalah fungsi, yaitu
pemberian wewenang dan tanggung jawab berdasarkan area keahlian teknis setiap staf.
Departemen sistem informasi dibagi menjadi lima fungsi utama : analisis sistem,
pemrograman, operasi, technical suupport, dan usser support.
1. Fungsi analisis bertugas mengidentifikasi masalah dan proyek untuk mendesain
sistem yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.
2. Fungsi pemrograman bertanggung jawab untuk mendesain, membuat kode,
menguji, dan men-debug program komputer yang diperlukan untuk
mengimplementasikan sistem yang telah dirancang oleh analis.
3. Fungsi operasi bertanggung jawab menyiapkan data, mengoperasikan peralatan,
dan memelihara sistem.
4. Fungsi technical support bertanggung jawab dengan sistem operasi, perangkat
lunak, desain database, pengelolaan data, dan teknnologi komunikasi.
5. Fungsi usser support bertugas melayani pengguna, serupa dengan fungsi
technical support yang bertugas melayani personel di departemen sistem
informasi. Fungsi usser support sering berperan sebagai pusat informasi. Pusat
informasi adalah suatu fasilitas pendukung bagi pengguna dalam organisasi.

1.4.2. Komputasi Pengguna-Akhir


Komputasi pengguna akhir (EUC) adalah penggunaan komputer oleh pengguna-akhir
yang menjalankan sendiri aktivitas pemrosesan informasi dengan perangkat keras, perangkat
lunak, dan sumber daya profesional yang disediakan oleh organisasi.

1.4.3. Teknologi Respons Cepat


Teknologi respons-cepat adalah teknologi yang cepat dan responsif demi terwujudnya
total quality performance (TQP), atau juga dikenal total quality management (TQM), dalam
bisnis. TQP adalah suatu filosofi bahwa setiap orang harus melakukan yang benar dengan
cara yang benar sejak pertama kali. Teknologi semacam Electronic Data Interchange (EDI)
dan Universal Product Code (UPC) merupakan teknologi yang berperan penting dalam
mewujudkan sistem respons-cepat.
Just-in-Time, adalah sistem persediaan yang melakukan order pembelian sesuai dengan
tarikan permintaan konsumen, bukannya atas dasar tingkat permintaan yang diinginkan
penjual.
Web Commerce, adalah penjualan yang dilakukan melalui World Wide Web.
Electronic Data Interchange, merupakan tukar-menukar dokumen bisnis dari komputer
langsung ke komputer lain.
Extensible Bussiness Reporting (XBRL), adalah bahasa yang memfasilitasi pertukaran
berbagai jenis dokumen bisnis dan laporan keuangan lewat internet.
Pemanufakturan Terintegrasi-Komputer (CIM), merupakan satu pendekatan penggunaan
teknologi informasi dalam perusahaan pemanufakturan yang terintegrasi.
Sistem Pembayaran Elektronik (EFT), merupakan satu sistem yang pemrosesan dan
komunikasi terjadi secara elektronik
1.5. Akuntan dan Pengembangan Sistem
Akuntan dapat menjalankan aktivitas pengembangan sistem baik untuk perusahaan
mereka sendiri, untuk perusahaan lain, dalam hal mereka berposisi sebagai konsultan. Auditor
ekternal dan internal berurusan dengan pengembangan sistem pada saat mereka mengevaluasi
pengendalian sistem informasi sebagai bagian dari penugasan audit suatu perusahaan.
1.5.1. Karakteristik Pengembangan Sistem
Sebuah proyek pengembangan sistem terdiri dari tiga fase, yaitu :
1. Analisis Sistem
Melibatkan solusi dan evaluasi solusi untuk menyelesaikan masalah sistem.
Analisis sistem menekankan tujuan sistem secara keseluruhan : (1) untuk
meningkatkan kualitas informasi, (2) meningkatkan pengendalian internal, (3)
meminimalkan biaya, jika memungkinkan.
2. Desain Sistem
Merupakan proses merancang secara rinci solusi yang telah dipilih dalam proses
analisis, mencakup penilaian akan efektivitas dan efisiensi alternatif rancangan
sistem terkait dengan kebutuhan sistem secara keseluruhan.
3. Implementasi Sistem
Merupakan proses penerapan prosedur dan metode yang telah dirancang ke dalam
operasi. Mencakup pengujian solusi sebelum implementasi, dokumentasi, serta
evaluasi sistem pada saat sistem tersebut mulai dioperasikan untuk
memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai dengan yang direncanakan.
Pendekatan sistem merupakan suatu prosedur untuk mengadministrasi proyek
sistem. Pendekatan sistem terdiri atas empat tahap : (1) menetapkan tujuan sistem, (2)
menyusun berbagai alternatif solusi, (3) analisis sistem, (4) desain sistem, (5) implementasi
sistem, (6) evaluasi sistem.

1.5.2. Cetak Biru Proses Bisnis


Cetak biru memungkinkan perusahaan untuk menhemat tenaga sehingga sumber daya
perusahaan lebih dapat lebih memusatkan perhatian pada proses bisnis yang menjadi kunci
bagi tercapainya tujuan strategis organisasi.

1.5.3. Pertimbangan Perilaku dalam Pengembangan Sistem


Faktor teknis, perilaku, situasi, dan personel semuanya harus dipertimbangkan.
Kegagalan mempertimbangkan semua hal tersebut dapat menyebabkan output sistem tidak
digunakan oleh pengguna, walaupun sistem itu secara teknis baik. Selain itu juga diperlukan
kerja sama pengguna demi keberhasilan operasi sistem harus dipastikan sejak perancangan
sistem. Perancangan sistem juga harus berorientasi pengguna, yang mengindikasikan
pentingnya sikap dan pendekatan pengembangan sistem yang secara sadar
mempertimbangkan seluruh konteks organisasi.
KESIMPULAN

Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Bisnis


Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan
peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam
informasi.
Proses pengambilan keputusan merupakan wujud pengalokasian sumber daya yang
merupakan sarana bagi sistem organisasi untuk mencapai tujuannya. Informasi akan
berguna apabila informasi tersebut mampu memfasilitasi keputusan pengalokasian
sumber daya. Singkatnya, informasi adalah sumber daya yang penting karena
informasi mampu mendukung suatu sistem untuk mencapai tujuannya.
Pengguna informasi dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksternal dan
internal. Pengguna informasi kelompok eksternal mencakup pemegang saham,
investor, kreditor, agen pemerintah, konsumen, vendor, pesaing, serikat kerja, dan
masyarakat luas. Pengguna internal merupakan para manajer.
Proses pembuatan informasi yang berguna memiliki kendala berupa lingkungan suatu
sistem informasi akuntansi dan struktur biaya-manfaat yang melekat dengan
pengambilan keputusan pengguna.
Berdasarkan sudut pandang organisasi, terdapat dua jenis informasi akuntansi : wajib
dan tidak wajib. Informasi akuntansi wajib adalah informasi yang diungkapkan oleh
perusahaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam standar akuntansi keuangan,
sedangkan informasi akuntansi tidak wajib adalah informasi akuntansi yang
pengungkapannya bersifat sukarela.
Sistem informasi berbasis-komputer merupakan satu rangkaian perangkat keras dan
perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data menjadi informasi
yang berguna. Berikut ini adalah beberapa tipe informasi yang memanfaatkan
komputer.
1. Sistem Pengolahan Data 4. Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
Elektronik (EDP) 5. Sistem Pakar (ES)
2. Sistem Pemrosesan Data (DP) 6. Sistem Informasi Eksekutif (EIS)
3. Sistem Informasi Manajemen 7. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
(SIM) 8.
9. Proses Bisnis
Proses bisnis adalah serangkaian tugas yang saling berhubungan yang melibatkan
data, unit organisasi, dan suatu urutan waktu yang logis.
Sembilan kelompok proses bisnis dasar :
1. Logistik penjualan inbound (persediaan, pengendalian, retur ke pemasok).
2. Logistik penjualan outbound (pemrosesan order penjualan, pengiriman pesanan,
pengumpulan piutang).
3. Operasi (mesin, perakitan, pengepakan, dan lain-lain)
4. Pemasaran (periklanan, promosi, penawaran, dan lain-lain)
5. Jasa (instalasi, reparasi, layanan purnajual, dan lain-lain)
6. Prokuremen (pembelian, pemesanan, evaluasi penawaran dari pemasok, dan lain-
lain)
7. Pengembangan teknologi (sumber daya dan pengembangan)
8. Organisasi dan manajemen manusia (rekrutmen, pelatihan, dan lain-lain)
9. Infrastruktur perusahaan (akuntansi, perencanaan dan pengendalian bisnis,
pengelolaan modal, dan lain-lain).
Lima proses yang pertama merupakan proses bisnis primer, yaitu proses bisnis yang
melibatkan aktivitas secara langsung menambah nilai bagi produk perusahaan.
Sementara empat proses yang tersisa termasuk proses bisnis pendukung, yaitu proses
bisnis pendukung hanya mendukung proses bisnis primer. Proses bisnis primer dan
pendukung membentuk rantai nilai secara kolektif.
10.
11. Siklus Pemrosesan Transaksi
Empat siklus transaksi yang dikelompokkan secara tradisional.
1. Siklus pendapatan 3. Siklus produksi
2. Siklus pengeluaran 4. Siklus keuangan
Pada model siklus transaksi, selain keempat siklus tersebut, ada siklus pelaporan
keuangan.
Proses pengendalian internal merupakan tindakan yang diambil dalam suatu
organisasi untuk mengatur dan mengarahkan aktivitas dalam organisasi untuk
mengatur dan mengarahkan aktivitas dalam organisasi tersebut.
Proses pengendalian internal organisasi terdiri dari lima elemen, yaitu :
1. Lingkungan pengendalian 4. Informasi dan komunikasi
2. Pengukuran risiko 5. Pengawasan
3. Aktivitas pengendalian
Pemisahan tugas penting untuk memastikan bahwa tidak ada individu atau
departemen yang mengelola catatan akuntansi terkait dengan operasi aktivitas mereka.
Audit internal merupakan aktivitas penilaian yang independen dalam sebuah
organisasi yang bertugas memonitor dan mengevaluasi kesesuaian dengan kebijakan
dan prosedur organisasi.

Akuntansi dan Teknologi Informasi


Sistem informasi akuntansi menyediakan informasi bagi pengguna. Teknologi
informasi melibatkan komputer, tetapi juga melibatkan teknologi yang lain untuk
memproses informasi.
Fungsi sistem informasi bertanggungjawab atas pemrosesan data. Pemrosesan data
merupakan aplikasi sistem informasi akuntansi yang paling mendasar di setiap
organisasi.
Pentingnya pola fungsi sistem informasi dalam organisasi tergantung pada pentingnya
suatu aplikasi komputer dalam suatu organisasi.
Departemen sistem informasi dibagi menjadi lima fungsi utama : analisis sistem,
pemrograman, operasi, technical suupport, dan usser support.
Komputasi pengguna akhir adalah penggunaan komputer oleh pengguna-akhir yang
menjalankan sendiri aktivitas pemrosesan informasi dengan perangkat keras,
perangkat lunak, dan sumber daya profesional yang disediakan oleh organisasi.
Teknologi respons-cepat adalah teknologi yang cepat dan responsif demi terwujudnya
total quality performance (TQP) dalam bisnis.

Akuntan dan Pengembangan Sistem


Akuntan dapat menjalankan aktivitas pengembangan sistem baik untuk perusahaan
mereka sendiri, untuk perusahaan lain, dalam hal mereka berposisi sebagai konsultan.
Sebuah proyek pengembangan sistem terdiri dari tiga fase, yaitu :
1. Analisis Sistem
2. Desain Sistem
3. Implementasi Sistem
Cetak biru memungkinkan perusahaan untuk menhemat tenaga sehingga sumber daya
perusahaan lebih dapat lebih memusatkan perhatian pada proses bisnis yang menjadi
kunci bagi tercapainya tujuan strategis organisasi.
Faktor teknis, perilaku, situasi, dan personel semuanya harus dipertimbangkan.
Kegagalan mempertimbangkan semua hal tersebut dapat menyebabkan output sistem
tidak digunakan oleh pengguna, walaupun sistem itu secara teknis baik.
Bodnar, George H. dan William S. Hopwood. 2006. Sistem Informasi Akuntansi,
Edisi 9. Yogyakarta : ANDI.