Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PEMODELAN SISTEM

PEMODELAN MATEMATIS

(Studi Kasus Pada Lubricant Oil Division)

Disusun oleh:

Dewinda Prameta Suci

16916205

MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam sebuah perusahaan minyak multi nasional besar, terdapat proyek
yang berkaitan dengan operasi Lubricating Oil Division (LOD) atau divisi
minyak pelumas. LOD bertanggung jawab memproduksi sekitar 400 jenis
minyak pelumas untuk keperluan otomotif dan industri. Selain itu LOD juga
bertanggung jawab menyimpan produk campuran di gudang LOD untuk
penjualan akhir kepada lebih dari 1000 pelanggan antara lain pelanggan
grosir, pengecer, dan organisasi industri besar atau industri pemerintahan.
Produksi minyak pelumas pada LOD dilakukan dalam jumlah yang
bervariasi mulai dari 400 liter sampai dengan 100.000 liter tergantung dari
jenis produk, volume penjualan, dan jenis pelanggan. Produk-produk tersebut
dijual dalam berbagai ukuran antara lain dengan menggunakan drum
sebanyak 200 liter, dan dengan kaleng sebesar 5, 1, dan liter. Dari banyak
produk yang dikemas dalam wadah dan ukuran tertentu, LOD memiliki 804
jenis produk yang berbeda. Untuk pelanggan yang dikategorikan sebagai
pelanggan besar, produk yang dipesan diproduksi secara khusus dan langsung
dikirimkan kepada pelanggan. Sementara untuk pelanggan yang
dikategorikan sebagai pelanggan kecil, pesanan dipenuhi dari stok yang
tersimpan di gudang. Karena persediaan di gudang dijual, penambahan stok
dijadwalkan ketika penjualan stok produk kepada pelanggan kecil sudah
menghabiskan persediaan di gudang.
Auditor internal perusahaan melaporkan kepada Vice-President Finance
bahwa rata-rata perputaran persediaan (stock material turn over) yang dicapai
LOD untuk produk mereka adalah 12 kali per tahun. Pencapaian tersebut jauh
di bawah dari target perusahaan yaitu 24 kali per tahun. Perputaran persediaan
(stock turnover) sama dengan rasio penjualan atas nilai barang/produk dalam
persediaan. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan jumlah rata-rata
persediaan yang juga menimbulkan biaya penyimpanan yang berlebihan.

2
Berdasarkan permasalahan di atas, perlu dilakukan analisis masalah
dengan berbagai pendekatan untuk mendapatkan solusi optimal. Salah satu
pendekatan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan LOD
adalah menggunakan pemodelan matematis. Model matematis menurut
Daellenbach (1994) adalah model yang mengungkapkan secara kuantitatif
hubungan antar berbagai komponen, seperti yang didefinisikan dalam sistem
yang relevan untuk masalah yang diidentifikasi.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas dapat ditarik rumusan masalah sebagai
berikut:
Bagaimana model matematis yang dibentuk untuk meminimalisir total biaya
operasional pada permasalahan LOD dengan tetap mempertahankan atau
bahkan memperbaiki tingkat layanan pada pelanggan?

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Model Matematis


Model matematis menurut Daellenbach (1994) adalah model yang
mengungkapkan secara kuantitatif hubungan antar berbagai komponen,
seperti yang didefinisikan dalam sistem yang relevan untuk masalah yang
diidentifikasi. Sementara menurut Ristono (2011), model matematis
menyatakan hubungan kuantitatif antara berbagai komponen dalam sistem
yang relevan untuk masalah yang diidentifikasi dalam tahap perumusan.

2.2. Model Matematis untuk LOD


Sebelum melakukan pemodelan matematis, perlu ditentukan beberapa
terminologi pada kasus LOD yang diidentifikasi berdasarkan influence
diagram pada Gambar 2.1. sebagai berikut.

Gambar 2.1. Influence diagram for LOD stock replenishment system


Beberapa terminologi tersebut antara lain:
a. Variabel keputusan dari permasalahan LOD adalah ukuran dari pengisian
kembali yang dijalankan atau tingkatan penggalan untuk menggolongkan
pesanan pelanggan dikategorikan sebagai pelanggan besar atau kecil.
Keduanya dapat mengasumsikan nilai integer manapun dari produk yang
ditentukan (jumlah kontainer, misalnya drum).

4
b. Fungsi obyektif dari permasalahan LOD adalah total biaya tahunan dari
kebijakan produksi/inventori untuk produk yang ditangani LOD
c. Parameter dari permasalahan LOD adalah nilai produk atau biaya susunan
produksi.
d. Constraints atau batasan yang digunakan dalam permasalahan LOD
adalah jumlah luas lantai gudang yang tersedia untuk menyimpan semua
produk dibatasi sebesar 2000 m2 sehingga solusi apapun yang
memerlukan luas gudang lebih dari itu tidak layak atau feasible.
2.2.1. Model Matematis LOD: Pendekatan Pertama
Untuk pendekatan pertama pada model matematis LOD hanya digunakan
satu variabel keputusan yaitu ukuran pengisian persediaan.
1. Lingkaran 6 pada gambar 2.1. menunjukkan ada input 2 variabel pada
sistem ini yaitu berasal dari volume permintaan tahunan yang
dipenuhi dari persediaan (variabel sistem, lingkaran 5) dan ukuran
pengisian persediaan (variabel keputusan). Dalam bahasa
matematika, jumlah pengisian ulang persediaan tahunan (annual
number of stock replenishment) adalah fungsi dari permintaan
tahunan yang dipenuhi dari persediaan (annual demand met from
stock). Dapat dinotasikan sebagai berikut:
D1 : annual demand met from stock
Q : stock replenishment size
f(D1,Q) : annual number of stock replenishment
Fungsi dari jumlah pengisian persediaan tahunan (annual number of
stock replenishment) dapat diperoleh sebagai berikut:
D1
f(D1,Q) =

2. Lingkaran 5 pada gambar 2.1. yaitu volume permintaan tahunan yang


dipenuhi dari persediaan merupakan konsekuensi dari pola pesanan
dari pelanggan kecil (lingkaran 2). Titik penggalan yang berubah
diasumsikan sama dengan jumlah semua pesanan pelanggan kecil

5
kurang dari titik penggalan (cut off) L. Sehingga merupakan fungsi
dari L.
3. Lingkaran 12 pada gambar 2.1. adalah fungsi dari jumlah pengisian
persediaan tahunan (lingkaran 6) dan biaya penyiapan produksi per
batch, s:
D1
Annual set up cost for stock replenishment = s
Q

4. Lingkaran 7 pada gambar 2.1. menunjukkan tingkat persediaan rata-


rata sebagai fungsi pola pesanan dari pelanggan kecil (lingkaran 2)
dan ukuran penambahan persediaan. Untuk mengetahui bentuk
kuantitatif dari rata-rata persediaan, data numeris kasus LOD dapat
dilihat pada tabel 2.1. sebagai berikut.

Tabel 2.1. Data Permintaan untuk Produk Y

Day 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Order (in drum) 10 8 0 6 4 1 9 6 10 6 1 5
8 8 5 3 8 5 6 3 3
5 1 2 1 6 1
Total order 23 17 0 13 7 1 18 11 22 10 1 8

Data di atas kemudian dijadikan sebagai acuan untuk dibuat dalam


tabel perencanaan pengendalian persediaan sebagai berikut.

Tabel 2.2.Perencanaan Pengendalian Persediaan

Day 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Beginning stock 60 37 20 20 7 0 59 41 30 8 -2 57
Plush replenishment - - - - - 60 - - - - 60 -
Equals availables 60 37 20 20 7 60 59 41 30 8 58 57
Less withdrawal 23 17 0 13 7 1 18 11 22 10 1 8
Equals ending stock 37 20 20 7 0 59 41 30 8 -2 57 49

Diasumsikan bahwa untuk Beginning stock (stock awalan) sebesar 60


drum, menjadi patokan persediaan untuk periode berikutnya yaitu
periode 1, begitu seterusnya setiap persediaan akhir akan menjadi

6
persediaan awal pada periode berikutnya. Contoh untuk persediaan
akhir untuk periode 1 sebesar 37, maka persediaan awal untuk periode
2 sebesar 37. Kemudian ketika tingkat persediaan mencapai nol yaitu
pada periode 5, maka dilakukan pengisian kembali (plush
replenishment) persediaan sebanyak 60 drum. Gambaran atau pola
dari perilaku persediaan tersebut bisa digambarkan pada gambar 2.2.
dan gambar 2.3. sebagai berikut.

Gambar 2.2. Perilaku Persediaan dari Waktu ke Waktu

Gambar 2.3. Perilaku Persediaan dari Waktu ke Waktu

7
Dari kedua gambar di atas dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat
persediaan (average stock level) sama dengan ketinggian segitiga
sehingga diperoleh hasil sebagai berikut.

+
=
2

+0
=
2

= 0,5

5. Siklus 8
=
= 0,5
6. Siklus 13


= + /
$
= 0,5
7. Siklus 11


=

= 1 + 1
8. Siklus 14
=
= 1

Dari hasil yang telah diperoleh, maka total biaya tahunan yang relevan
untuk operasi LOD berdasarkan pendekatan pertama adalah sebagai
berikut.


= + +


+

1
() = 0,5 + + 1 1 + 1 ..........................................................................(1)

8
A. Penerapan Solusi T(Q)
Solusi T(Q) diterapkan ke salah satu produk dengan volume tinggi
dari LOD yaitu produk Y. Data produk Y ditunjukkan pada tabel 2.3.
berikut. Data pada tabel tersebut merupakan data 1266 pesanan
pelanggan yang diterima lebih dari satu tahun. Titik cut off produksi
khusus dari L = 12.

Tabel 2.3. Frekuensi Pesanan Pelanggan untuk Produk Y

Number of Cumulative Total cumulative


Order size
orders number number
1 134 134
2 356 490
3 95 585
4 186 771
5 34 805
6 112 917
8 91 1008
9 15 1023
10 56 1079 4140
12 85 1164
15 12 1176
16 48 1224
20 23 1247
24 19 1259
36 5 1264
48 2 1266

Tabel di atas menunjukkan hanya pesanan pelanggan 11 yang


dipasok dari persediaan. Sementara pesanan pelanggan 12 adalah
permintaan yang dipenuhi dengan produksi yang dijalankan secara
khusus. Secara tersirat volume permintaan tahunan yang dipenuhi
dari persediaan adalah 4.140 drum. Selanjutnya perhitungan total
biaya LOD dapat dilihat sesuai tabel 2.4. berikut.

9
Tabel 2.4. Lembar Kerja Model T(Q)

LOD FIRST MODEL FOR STOCK CONTROL


Decision variable : Stock replenishment size
INPUT DATA
Demand met from stock 4140 Drums/years
Product value $320 /Drum
Production setup cost $18 /Production run
Production handling cost $1.1 /Drum via Storage
Investment holding cost $0.18 /Dollar invested per year
Computation of T(Q)

Size of Number of Annual Annual Product Total


Annual setup Average
replenish replenishment holding handling value of relevant
cost stock level
ment per year cost cost demand cost

4140 1 $18 2070 $119232 $4554 $1324800 $119250


2070 2 $36 1035 $59616 $4554 $1324800 $59652
1035 4 $72 517.5 $29808 $4554 $1324800 $29880
500 8.3 $149 250 $14400 $4554 $1324800 $14549
250 16.6 $298 125 $7200 $4554 $1324800 $7498
125 33.1 $596 62.5 $3600 $4554 $1324800 $4196
60 69 $1242 30 $1728 $4554 $1324800 $2970
51 81.2 $1461 25.5 $1468.8 $4554 $1324800 $2930
50 82.8 $1490 25 $1440 $4554 $1324800 $2930
40 103.5 $1863 20 $1152 $4554 $1324800 $3015
30 138 $2484 15 $864 $4554 $1324800 $3348
20 207 $3726 10 $576 $4554 $1324800 $4302
10 414 $7452 5 $288 $4554 $1324800 $7740
5 828 $14904 2.5 $144 $4554 $1324800 $15048

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai annual handling


cost dan product value of demand adalah konstan sehingga persamaan
1 dapat disederhanakan sebagai berikut.

1
() = 0,5 + .......................................................................(2)

10
Gambar 2.4. Grafik Biaya

Grafik di atas dihasilkan dari lembar kerja T(Q) kolom 1, 3, 5, dan 8.


Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa biaya penangguhan tahunan
meningkat secara linear dengan Q, sementara biaya set up tahunan
menurun secara nonlinear karena Q meningkat. Grafik menunjukkan
bahwa biaya minimum yang relevan terjadi ketika annual holding cost
sama dengan annual set up cost. Dengan demikian dapat ditemukan
persamaan sederhana untuk nilai optimal Q sebagai berikut.


0,5 =


2 =
0,5

2
Atau = 0,5

............................................................................................(3)

Persamaan 3 dikenal sebagai persamaan Economic Order Quantity


(EOQ). Adapun contoh perhitungan model matematis solusi T(Q)

11
apabila diketahui input data seperti pada lembar kerja pada tabel 2.4.
adalah sebagai berikut.

Annual setup cost = Number of rplenishment/year x production setup cost


= 1 x $18
= $18

Average stock level = 0,5 x size of replenishment


= 0,5 x 4140
= 2070

Annual holding cost = Average stock level x Prod value x Invest holding cost
= 2070 x $320 x $0,18
= $119232

Annual handlng cost = Demand met from stock x Product handling cost
= 4140 x $1,10
= $4554

Product value of demand = Demand met from stock x Product Value


= 4140 x $320
= $1324800

Total relevant cost = Annual setup cost + Annual holding cost


= $18 + $119232
= $119250
Sehingga dapat diperoleh hasil sebagai berikut

2(4140)(18)
= = 50,87 51
(320)(0,18)

Maka akan diperleh minimum total relevant cost amount:

4140
() = 0,5(51)320(0,18) + 18 ( ) = $2930
51

2.2.2. Model Matematis LOD: Pendekatan Kedua


Model matematis LOD pendekatan kedua dilakukan pemodelan dengan
menentukan nilai optimal Q dan juga menghitung total biaya yang terkait

12
dengan kombinasi L dan Q yang sesuai. Biaya terendah dari total biaya
tersebut (mencakup biaya yang dihubungkan dengan produksi khusus
untuk pelanggan besar) dapat digunakan untuk mengidentifikasi nilai L
dan Q yang optimal secara keseluruhan. Pada gambar 2.1. menunjukkan
bahwa ada dua tambahan biaya yang terkait dengan L, yaitu biaya annual
setup for special production runs pada lingkaran 10 dan biaya annual
handling for big cust pada lingkaran 9.
1. Lingkaran 9

= +
.
Annual handling cost for big cust = D2H2
D2 bergantung pada titik cut off L. Ini sama dengan jumlah semua
order pelanggan yang L.
2. Lingkaran 10

=
.
. =
Dimana N dinotasikan sebagai jumlah produksi khusus tahunan
untuk pesanan Npelanggan besar. N L. N juga fungsi dari L. D2 dan
N dapat ditentukan dengan mudah untuk berbagai produk dari tabel
frekuensi untuk order pelanggan.

Dengan demikian, total relevant cost untuk T(L,Q) adalah sebagai


berikut.


= +


+ +

(, ) = [] + [2 2 ] + [0,5 + 1 /] +
[1 1 ]..............................(4)

Naik turunnya biaya annual handling untuk pelanggan kecil tergantung


pada titik cut off L. Berbeda dengan model EOQ sederhana, biaya ini

13
dipengaruhi oleh salah satu variabel keputusan dan menjadi bagian dari
total biaya relevan.

Tabel 2.5. Lembar Kerja Model T(L,Q)

LOD SECOND MODEL FOR STOCK CONTROL


Decision variables: Stock replenishment size
Special production run cutoff size
INPUT DATA
Total demand 7132 drums/year
Product value $320 /drum
Production setup cost $18,00 /production run
Product handling cost $1,10 /drum via storage
$0,45 /drum by special production run
Investment holding cost $0,18 /dollar invested per year
COMPUTATION OF T(L,Q) (base period: one year) CUSTOMER DEMAND DATA
Demand Number Setup
Corresp
Demand by of Cost Total Total Cust Cumula
Cutoff Corresp. Relevant
from Special special special handling relevant order Number tive
point EOQ EOQ
stock prod prod. prod cost cost size Number
Cost
runs Runs runs
1 0 7132 1266 $22788 $3209 0,0 $0 $25997 0 0 0
2 154 6998 1132 $20376 $3297 9,2 $527 $24200 1 134 134
3 846 6286 776 $13968 $3759 23,0 $1324 $19052 2 356 490
4 1131 6001 681 $12258 $3945 26,6 $1531 $17734 3 95 585
5 1875 5257 495 $8910 $4428 34,2 $1972 $15310 4 185 771
6 2045 5087 461 $8298 $4539 35,8 $2059 $14896 5 34 805
8 2717 4415 349 $6282 $4975 41,2 $2374 $13631 6 112 917
9 3445 3687 258 $4644 $5449 46,4 $2673 $12765 8 91 1008
10 3580 3552 243 $4374 $5536 47,3 $2725 $12635 9 15 1023
12 4140 2992 187 $3366 $5900 50,9 $2930 $12196 10 56 1079
15 5160 1972 102 $1836 $6563 56,8 $3271 $11670 12 85 1164
16 5340 1792 90 $1620 $6680 57,8 $3328 $11628 15 12 1176
20 6108 1024 42 $756 $7180 61,8 $3559 $11494 16 48 1224
24 6568 564 19 $342 $7479 64,1 $3690 $11511 20 23 1247
36 6856 276 7 $126 $7666 65,5 $3770 $11562 24 12 1259
48 7036 96 2 $36 $7783 66,3 $3820 $11638 36 5 1264
49 7132 0 0 $0 $7645 66,8 $3846 $11691 48 2 1266
49 0 1266

14
Gambar 2.5. Grafik Biaya Total Model T(L,Q)

A. Penerapan Solusi T(L,Q)


Tabel 2.5. menunjukkan bahwa nilai produk tahunan tetap konstan
untuk semua kombinasi L dan T sehingga nilai produk tahunan
tersebut bukan biaya yang relevan untuk model yang lebih lengkap
ini. Kebijakan optimal yang diambil adalah memenuhi semua order
pelanggan dengan cutoff L 20 dengan menjadwalkan produksi
secara khusus, memasok order pelanggan dengan cutoff < 20 dan
menjadwalkan pengisian persediaan Q =60. Hal ini terjadi setiap hari
ketiga. Volume permintaan yang dipasok dari persediaan adalah 6108
drum sedangkan sisanya 1024 dipasok oleh produk khusus.
Gambar 2.5. menunjukkan total biaya yang relevan sebagai fungsi
dari L. Penyesuaian kecil terhadap nilai optimal L dan Q akan
menyebabkan kenaikan biaya yang diabaikan di atas total biaya
minimum yang relevan.
Contoh perhitungan cutoff L=12 dan Q=80 adalah sebagai berikut

15
( = 12, = 80)
(18)4140
= (18)187 + (0,45)2992 + [0,5(80)320(0,18) + ] + (1,10)4140
80
= $12502

16
BAB III

KESIMPULAN

Dari pembahasan pemodelan matematis dapat diperoleh kesimpulan sebagai


berikut.

a. Dari hasil perhitungan model matematis LOD 1, nilai EOQ yang diperoleh
adalah 51. Ukuran tersebut tidak tepat karena drum disimpan dalam pallet
yang masing-masing pallet berisi 4 drum sehingga penambahan harus
berkelipatan 4 dari hasil yang didapatkan yaitu 52.
b. Model matematis LOD 1 tidak menangkap semua aspek yang ada dalam
sistem LOD sehingga model ini dikembangkan dengan menggunakan dua
variabel keputusan yaitu model T(L,Q)
c. Model matematis LOD 2 memberikan keseimbangan terbaik antara
kesederhanaan dengan kelengkapan.

17
DAFTAR PUSTAKA

Daellenbach, Hans G., 1994. Systems and Decision Making a Management Science
Approach. New York: John Wiley & Sons Ltd.

Ristono, Agus. 2011. Pemodelan Sistem. Yogyakarta: Graha Ilmu.

18