KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa, karena atas
berkhat rahmat dan ridho-NYA lah sehingga kami masih diberikan nikmat kesehatan
guna melaksanakan tugas akademik kami sebagaimana mestinya.
Makalah ini disusun berdasarkan kebutuhan akan ilmu pengetahuan. Dimana
dengannya makalah ini dengan kreatif kami, dapat menyusun dan menyelesaikanya
dengan penuh tanggungjawab.
Makalah ini disusun dengan berbagai rintangan dan halangan yang dapat
menerpa pada penyusun tetapi dengan senang hati penyusun dapat menghadapi
semua dengan lapang dada.
Semoga dengan makalah inni dapat memberikan mamfaat kepada para
pembbaca yang budiman.
Makalah manajemen proyek Page 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seringkali masalah kesehatan disajikan dalam istilah global dan istilah gabungan.
Namun demikian, praktisi kesehatan atau analisis selanjutnya, desain,
implementasi dan evaluasi yang dilakukan. Spesifikasi yang disampaikan sebagai
hasil dari aktivitas yang direncanakan biasanya belum begitu jelas dan merupakan
hasil awal atas apa yang dilakukan. Dengan praktek, skill yang diperlukan dalam
analisis sistem akan semakin mudah digunakan, dan hasil dari perencanaan
kesehatan yang sah merupakan usaha yang berguna. Pendekatan sistem dapat
diartikan sebagai proses kebutuhan yang diidentifikasi, memilih masalah,
membuat persyaratan untuk pemecahan masalah yang diidentifikasi, solusi yang
dipilih dari alternatif-alternatif, metode dan alat yang digunakan dan
diimplementasikan, hasil dan dievaluasi, dan memerlukan perbaikan untuk semua
atau bagian dari sistem yang dibuat sehingga kebutuhan itu dieliminasi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Manajemen proyek
2. CRITICAL PATH METHOD (CPM)
3. TERMINOLOGI dan PERHITUNGAN
C. TUJUAN PENULIS
Untuk menjelaskan apa yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini.
Makalah manajemen proyek Page 2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang ...
b. Rumusan masalah
c. Tujuan penulisan
BAB II PEMBAHASAN
a. Manajemen Proyek ...
b. critical path method (cpm) .
c. terminologi dan perhitungan .
1. Hitungan maju .
2. Hitungan mundur .
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
Makalah manajemen proyek Page 3
BAB II
PEMBAHASAN
1. MANAJEMEN PROYEK
Manajemen proyek merupakan proses untuk merencanakan penyiapan sarana
fisik dan peralatan lunak lainnya agar proyek yang kita rencanakan tersebut bias
mulai beroprasi secara komersial tepat pada waktunya. Pelaksana pembangunan
proyek tersebut bisa pihak yang mempunyai ide proyek itu, bisa juga (umumnya)
diserahkan pada beberapa pihak lain. Siapa pun yang akan melaksanakan proyek
tersebut, perusahaan (yang mempunyai ide pembuatan proyek) perlu mengetahui
kapan proyek itu akan mulai bisa beroprasi secara komersial. Beberapa teknik
yang bisa dipergunakan untuk menyusun jadwal penyelesaian pembangunan
tersebut adalah bagan Gantt, PERT, dan CPM. Teknik terakhir disamping
memperhatikan waktu, factor biaya juga menjadi perhatian.Misalnya berapa biaya
yang harus dikeluarkan kalau proyek tersebut harus dipercepat penyelesaiannya.
Disini kami akan menjelaskan tentang salah satu bagan yang dipakai. Bagan
Tersebut adalah metode jalus kritis atau CPM.
2. CRITICAL PATH METHOD (CPM)
Critical Path Method (CPM) adalah salah satu teknik untuk menentukan
jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan pekerjaan
yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.
CPM adalah suatu mode perencanaan dan pengendalian proyek proyek yang
merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua system yang
memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui
dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan analisa jaringan
Makalah manajemen proyek Page 4
kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu
penyelesaian total proyek yang bersangkutan.
Teknik penyusunan jaringan kerja pada CPM hampir sama dengan teknik
penyusunan PERT, letak perbedaannya ialah bila CPM menggunakan event oriented,
sedangkan PERT menggunakan activity oriented. Pada event oriented yang menjadi
pokok perhatian ialah peristiwa dari suatu aktivitas, sedangkan activity oriented anak
panah menunjukkan pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya. CPM
sendiri adalah suatu teknik perencanaan dan pengendalian yang dipergunakan dalam
proyek berdasarkan pada data biaya dari masa lampau ( past cost data ). Apabila
biaya bisa diperkirakan sebelumnya dengan cukup tepat, maka CPM akan lebih baik
dari pada PERT. Sebaliknya apabila ada ketidak puasan yang cukup besar dalam
menaksir waktu, maka PERT lebih baik dipergunakan daripada CPM. Tujuan di buat
sebuah metode ini ialah untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat
ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi
jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin. Metode CPM di pakai
cara Demterministik, yaitu memakai satu angka estimasi. Disini kurun waktu untuk
menyelesaikan pekerjaan dianggap telah diketahui, dan baru pada tahap berikutnya
diadakan pengkajian lebih lanjut apakah kurun waktu tersebut dapat diperpendek,
misalnya dengan menambah biaya yang dikenal sebagai time cost trade off.
1,0 3.0
1 4
2.0 4.0
3
Makalah manajemen proyek Page 5
Seperti yang kita lihat dari gambar di atas adalah contoh dari bagan CPM.
Berapa waktu paling cepat yang diharapkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut
kita lihat bahwa jaringan tersebut mempunyai dua jalur, yaitu 1 2 4 yang
memerlukan 4 minggu, dan 1 3 4 yang memerlukan 6 minggu . Dengan demikian
waktu tercepat yang diharapkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut adalah 6
minggu. Waktu tercepat yang diharapkan ini diberi notasi dengan te. Sedangkan jalur
yang membentuk jalur terpanjang ini, yaitu 1 3 4 disebut sebagai jalur kritis (
Critical Path ). Kita bisa mengatakan bahwa waktu tercepat yang diharapkan untuk
event 4 adalah 6 minggu.
Konsep lain yang perlu diketahui adalah waktu terlambat yang diperkenankan
yang diberi notasi TL. Konsep ini merupakan waktu penyelesaian paling lambat yang
diperkenankan untuk suatu aktivitas, tanpa memperlambat penyelesaian seluruh
pekerjaan (proyek) tersebut. Untuk menunjukkan konsep ini.
4.0
2 4
2.0 5.0
1.0 6
1
6.0
8.0 3
2.0 5
Dari jaringan tersebut kita bisa menghitung TE untuk masing masing event. Sebagai
misal TE untuk event 4 adalah 9.0. Meskipun jalur 1 2 4, hanya memerlukan
waktu 2.0 + 4.0 = 6.0 minggu, tetapi jalur 1 3 4 memerlukan waktu 9.0 minggu.
Dengan demikian, maka waktu tercepat untuk menyelesaikan event 4 adalah 9.0
minggu. Dari gambar tersebut bisa dilihat bahwa penyelesaian pekerjaan tersebut
adalah 16.0 minggu.
Makalah manajemen proyek Page 6
3. TERMINOLOGI dan PERHITUNGAN
TE =E
Waktu paling awal peristiwa ( node/ event ) dapat terjadi ( earliest Time of
Occurance ), yaitu waktu paling awal suatu kegiatan yang berasal dari node tersebut
dapat dimulai, karena menurut aturan dasar jaringan kerja, suatu kegiatan baru dapat
dimulai bila kegiatan terdahulu telah selesai.
TL = L
Waktu paling akhir peristiwa boleh terjadi ( latest Allowable Event / Occurance
Time ) yaitu waktu paling lambat yang masih diperbolehkan bagi suatu peristiwa
terjadi.
ES
Waktu mulai paling awal suatu kegiatan ( Earliest Start Time ). Bila waktu
kegiatan diyatakan atau berlangsung dalam jam, maka waktu ini adalah jam paling
awal kegiatan dimulai.
EF
Waktu selesai paling awal kegiatan ( Earliest Finish Time ). Bila hanya ada satu
kegiatan terdahulu, maka EF suatu kegiatan terdahulu merupakan ES kegiatan
berikutnya
LS
Waktu paling akhir kegiatan boleh mulai ( latest Allowable Start Time ), yaitu
waktu paling akhir kegiatan boleh dimulai tanpa memperlambat proyek secara
keseluruhan.
Makalah manajemen proyek Page 7
LF
Waktu paling akhir kegiatan boleh selesai ( Latest Allowable Finish Time ) tnpa
memperlambat penyelesaian proyek.
D
Kurun waktu dari suatu kegiatan, yang pada umumnya dinyatakan dalam satuan
waktu hari, minggu, bulan, dan lain-lain.
Hitungan Maju
Dalam mengidentifikasi jalur kritis dipakai suatu cara yang disebut hitungan
maju. Berikut adalah aturan dalam hitungan maju :
Kecuali kegiatan awal, suatu kegiatan baru dapat di mulai bila kegiatan yang
mendahuluinya ( predecessor) telah selesai
Waktu selesai paling awal suatu kegiatan adalah sama dengan waktu mulai
paling awal, ditambah kurun waktu kegiatan yang bersangkutan, EF = ES + D
atau EF (i-j) = ES (i-j) + D (i-j)
Bila suatu kegiatan memiliki dua kegiatan atau lebih kegiatan terdahulu yang
berkaitan, maka waktu mulai paling awal (ES) kegiatan tersebut adalah sama
dengan waktu selesai paling awal (EF) yang terbesar dari kegiatan terdahulu.
5 4 6
1 2 5 6
2 3
3 3
4
Makalah manajemen proyek Page 8
Kegiatan 1-2 didapat : EF (1-2) = ES(1-2) + D = 0 + 2. Kemudian waktu selesai
paling awal kegiatan 2-3 adalah hari ke-2 plus hari ke-3,
Kegiatan 2-4 EF (2-4) = ES(2-4) + D = 2+5 = 7
Kegiatan 3-5 EF (3-5) = ES(3-5) + D = 5+4 = 9
Kegiatan 4-5 EF (4-5) = ES(4-5) + D = 7+6 = 13
Kegiatan 5-6 EF (5-6) = EF(4-5) + 3 = 13 + 3 = 16
Jadi kegiatan di atas akan dapat diselesaikan pada hari ke-16.
Dalam table.
Kegiatan Kurun Paling Awal
Waktu
i j Nama D Mulai (ES) Selesai (EF)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 2 2 0 2
2 3 3 2 5
2 4 5 2 7
3 5 4 5 9
4 5 6 7 13
5 6 3 13 16
Makalah manajemen proyek Page 9
Hitungan mundur
Perhitungan mundur dimaksudkan untuk mengetahui waktu atau tanggal paling
akhir kita masih dapat memulai dan mengakhiri masing-masing kegiatan, tanpa
menunda kurun waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan yang telah dihasilkan
dari hitungan maju. Hitungan mundur dimulai dari ujung kanan suatu jaringan kerja.
Aturan dalam hitungan mundur ialah :
waktu mulai paling akhir suatu kegiatan adalah sama dengan waktu selesai
paling akhir dikurangi kurun waktu berlangsungnya kegiatan yang
bersangkutan, atau
LS = LF D
Bila suatu kegiatan memiliki ( memecah menjadi ) 2 atau lebih kegiatan-
kegiatan berikutnya (succesor), maka waktu selesai paling akhir (LF) dari
kegiatan tersebut adalah sama dengan waktu mulai paling akhir (LS) kegiatan
berikutnya yang terkecil.
Kegiatan yang selesai dalam 16 hari.
L (6) = EF(5-6) = 16, dan LF(5-6) = L(6)
Kegiatan 5-6 = LF(5-6) D = 16-3 = 13
Kegiatan 4-5 = LS(4-5) D = 13-6 = 7
Kegiatan 3-5 = LS(3-5) D = 13-4 = 9
Kegiatan 2-4 = LS(2-4) D = 7-5 = 2
Makalah manajemen proyek Page 10
Dalam Tabel
Kegiatan Kurun Paling Awal Paling Akhir
Waktu
i j Nama D Mulai Selesai Mulai Selesai
(ES) (EF) (LS) (LF)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 2 2 0 2 0 2
2 3 3 2 5 6 9
2 4 5 2 7 2 7
3 5 4 5 9 9 13
4 5 6 7 13 7 13
5 6 3 13 16 13 16
Float Total, Float Bebas, Float Interfern
Float Total
Arti penting dari float total adalah menunjukkan jumlah waktu yang
diperkenankan suatu kegiatan yang dapat di tunda, tanpa mempengaruhi
jadwal penyelesaian proyek secara keseluruhan. Jumlah waktu tersebut sama
dengan waktu yang didapat bila semua kegiatan terdahulu dimulai seawal
mungkin, sedangkan semua kegiatan berikutnya dimulai selambat mungkin.
Float total suatu kegiatan sama dengan waktu selesai paling akhir,dikurangi
waktu selesai paling awal atau mulai paling akhir, dikurangi waktu mulai
paling awal dari kegiatan tersebut.
TF= LF EF= LS - ES
Makalah manajemen proyek Page 11
Float Bebas
Float bebas (FF) adalah bilamana semua kegiatan pada jalur yang
bersangkutan dimulai seawal mungkin. Float bebas dari suatu kegiatan adalah
sama dengan waktu mulai paling awal (ES) dari kegiatan berikutnya
dikurangi waktu selesai paling awal (EF) kegiatan yang dimaksud.
Float Interfern
Float interfern adalah bila suatu kegiatan menggunakan sebagian dari IF,
sehingga kegiatan non kritis pada jalur tersebut perlu dijadwalkan lagi
(digeser) meskipun tidak sampai mempengaruhi penyelesaian proyek secara
keseluruhan. Float Interfern sama dengan float total dikurangi float bebas atau
IF = FT - FF
3 5
B (2) e (4) g (3)
1 2 6 8 9
a (3) d (8) h (6) j
(4)
4 7
c(4) i (7)
f (6)
Kegiatan Kuru Paling Awal Paling Akhir Float
n
Wakt
u
i Nam (D) Mula Selesa Mula Selesa Tota Beba Interfere
-j a i i (EF) i i (LF) l s n (IF)
Makalah manajemen proyek Page 12
(ES) (LS) (TF) (FF)
1 a 3 0 3 0 3 0 0 0
-
2
2 b 2 3 5 5 7 2 0 2
-
3
2 c 4 3 7 3 7 0 0 0
-
4
2 d 8 3 11 6 14 3 1 2
-
6
3 e 4 5 9 7 11 2 0 2
-
5
4 f 6 7 13 7 13 0 0 0
-
7
5 g 3 9 12 11 14 2 0 2
-
6
6 h 6 12 18 14 20 2 2 0
-
8
7 i 7 13 20 13 20 0 0 0
-
8
Makalah manajemen proyek Page 13
8 j 4 20 24 20 24 0 0 0
-
9
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa float Total pada jalur d = 3, b = 2, e =
2, g = 2, h = 2
Adapun memiliki float bebas adalah kegiatan d = 1 dan h = 2,sedangkan float
interferen terdapat pada kegiatan kegiatan b, d, e, dan g
Mempersingkat waktu penyelesaian
Proses mempercepat waktu disebut juga crass program dan dalam menganalisis
proses tersebut digunakan asumsi berikut :
Jumlah sumberdaya yang tersedia bukan merupakan kendala
Bila diinginkan waktu penyelesaian kegiatan-kegiatan yang lebih cepat
dengan lingkup yang sama, maka keperluan akan sumber daya akan
bertambah.
Slope =
1 2 3 4 5
5 3 2 4
Makalah manajemen proyek Page 14
Normal Dipersingkat
Kegiatan Waktu (hari) Biaya (Rp) Waktu (hari) Biaya (Rp) Slope Biaya (Rp)
i-j
1-2 5 300 4 380 80
2-3 3 240 2 340 100
2-4 9 630 7 780 75
3-4 2 80 1 190 110
4-5 4 300 2 420 60
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa titik TPD tercapai setelah selesai
mempersingkat kegiatan 1-2, yaitu diperoleh angka-angka waktu penyelesaian proyek
13 hari dengan biaya Rp. 1.800. Tetapi apabila sudah melewati titik TPD hingga TDT
maka biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.010 dengan waktu penyelesaian yang
sama. Apabila kita mempersingkat semua jalur maka kita akan mengalami
pengeluaran biaya yang sia-sia sebesar Rp. 210.
Makalah manajemen proyek Page 15
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
CPM adalah suatu mode perencanaan dan pengendalian proyek proyek yang
merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua system yang
memakai prinsip pembentukan jaringan.
Hitungan Maju
Dalam mengidentifikasi jalur kritis dipakai suatu cara yang disebut hitungan
maju.
Hitungan mundur
Perhitungan mundur dimaksudkan untuk mengetahui waktu atau tanggal paling
akhir kita masih dapat memulai dan mengakhiri masing-masing kegiatan, tanpa
menunda kurun waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan yang telah
dihasilkan dari hitungan maju.
2. SARAN
Agar lebih memahami isi makalah ini dengan seksama dan benar di harapkan
untuk menambah refrensi selain yang di sampaikan lewat makalah ini.
Makalah manajemen proyek Page 16
DAFTAR PUSTAKA
http/ www. Google cpm. Com
Makalah manajemen proyek Page 17