0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
190 tayangan10 halaman

Panduan Manajemen Proyek Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang manajemen proyek, meliputi pengertian, tujuan, fungsi, fase, dan metode penjadwalan proyek seperti Critical Path Method (CPM). Metode CPM digunakan untuk merencanakan dan mengawasi proyek dengan mengoptimalkan biaya total melalui pengurangan waktu penyelesaian proyek.

Diunggah oleh

DEDY EFRILIANSYAH
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
190 tayangan10 halaman

Panduan Manajemen Proyek Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang manajemen proyek, meliputi pengertian, tujuan, fungsi, fase, dan metode penjadwalan proyek seperti Critical Path Method (CPM). Metode CPM digunakan untuk merencanakan dan mengawasi proyek dengan mengoptimalkan biaya total melalui pengurangan waktu penyelesaian proyek.

Diunggah oleh

DEDY EFRILIANSYAH
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN PROYEK

Disusun Oleh:
Aliyya Muroqobah (01012622125010)
Dedy Efriliansyah (01012622125004)
Nova Nur Asih (01012622125007)

Dosen Pengampu:
Prof. Badia Perizade, M.B.A., Ph.D.

MAGISTER MANAJEMEN

Diajukan Sebagai Tugas


Mata Kuliah Entrepreneurship

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI
2022
MANAJEMEN PROYEK

1. Pengertian Manajemen Proyek


Menurut Jay Heizer dan Barry (2009), scheduling project is a difficult challenge to
operations managers. the stakes in project management are hight. Cost overruns and
unnecessary delay occur due to poor scheduling and poor controls. Berdasarkan pendapat
diatas dapat diartikan bahwa penjadwalan proyek adalah tantangan yang sulit bagi manajer
operasi. Risiko pada manajemen proyek sangat tinggi. Kelebihan biaya dan keterlambatan yang
tidak diperlukan terjadi karena penjadwalan dan pengendalian yang buruk.
Menurut Ervianto (2006) manajemen proyek adalah semua perencanaan, pelaksanaan,
pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal (gagasan) hingga berakhirnya proyek
untuk menjamin pelaksanaan proyek secara tepat waktu, tepat biaya dan tepat mutu.
Hafnidar (2016) Manajemen proyek adalah proses merencanakan, mengorganisir,
memimpin, dan mengendalikan sumber daya perusahan untuk mencapai sasaran jangka pendek
yang telah ditentukan. Manajemen proyek tumbuh karena dorongan mencari pendekatan
pengelolaan yang sesuai dengan tuntutan dan sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang
dinamis dan berbeda dengan kegiatan oprasional rutin.

2. Tujuan dan Fungsi Manajemen Proyek


Tujuan manajemen proyek menurut Soeharto (1999) yaitu untuk dapat menjalankan setiap
proyek secara efektif dan efisien sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal bagi semua
pelanggan. Secara lebih rinci Handoko (1999) menjelaskan tujuan manajemen proyek adalah:
• Tepat Waktu (On Time): Yaitu waktu atau jadwal yang merupakan salah satu sasaran
utama proyek, keterlambatan akan mengakibatkan kerugian, seperti penambahan biaya,
kehilangan kesempatan produk memasuki pasar.
• Tepat Anggaran (On Budget): Yaitu biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan
anggaran yang telah ditetapkan.
• Tepat Spesifikasi (On Specification)
Beberapa fungsi dari manajemen proyek (Dimyati dan Nurjaman, 2014), adalah:
• Fungsi perencanaan (Planning): Fungsi ini bertujuan dalam pengambilan keputusan
yang mengelola data dan informasi yang dipilih untuk dilakukan di masa mendatang,
seperti menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek, dan lain-lain.
• Fungsi Organisasi (Organizing): Fungsi organisasi bertujuan untuk mempersatukan
kumpulan kegiatan manusia, yang memiliki aktivitas masing-masing dan saling
berhubungan, dan berinteraksi dengan lingkungannya dalam rangka mencapai tujuan
organisasi, seperti menyusun lingkup aktivitas, dan lain-lain.
• Fungsi Pelaksanaan (Actuating): Fungsi pelaksanaan bertujuan untuk menyelaraskan
seluruh pelaku organisasi terkait dalam melaksanakan kegiatan/ proyek, seperti
pengarahan tugas serta motivasi, dan lain-lain.
• Fungsi Pengendalian (Controlling): Fungsi pengendalian bertujuan untuk mengukur
kualitas penampilan dan penganalisisan serta pengevaluasian kegiatan, seperti
memberikan saran-saran perbaikan, dan lain-lain.

3. Fase Manajemen Proyek


Manajemen proyek meliputi tiga fase, yaitu (Heizer & Barry, 2009):
• Perencanaan: Fase ini mencakup penentuan sasaran, pendefinisian proyek, dan
pengorganisasian tim.
• Penjadwalan: Fase ini menghubungkan orang, uang dan bahan untuk aktivitas
khusus dan menghubungkan setiap aktivitas satu dengan aktivitas lain.
• Pengendalian: Disini perusahaan mengawasi sumber daya, biaya, kualitas dan
anggaran. Perusahaan juga merevisi atau mengubah rencana dan menggeser atau
mengelola kembali sumber daya agar dapat memenuhi kebutuhan waktu dan biaya.

4. Faktor-Faktor Pertimbangan Jadwal Pelaksanaan Proyek


Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat jadwal pelaksanaan proyek
menurut Mahendra (2004) adalah sebagai berikut:
• Kebutuhan dan fungsi proyek tersebut. Dengan selesainya proyek diharapkan dapt
dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
• Keterkaitannya dengan proyek berikutnya ataupun kelanjutan dari proyek
sebelumnya.
• Alasan sosial politis lainnya, apabila proyek tersebut dimiliki oleh pemerintah.
• Kondisi alam lokasi proyek.
• Keterjangkauan lokasi proyek ditinjau dari fasilitas perhubungannya.
• Ketersediaan dan keterkaitan sumber daya material, peralatan, dan material
pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya proyek yang berasangkutan.
• Kapasitas/daya dukung area kerja proyek terhadap sumber daya yang dipergunakan
selama operasional pelaksanaan berlangsung.
• Produktivitas sumber daya, peralatan proyek dan tenaga kerja proyek selama
operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan
teknis.
• Cuaca, musim, debit banjir, skala gempa tahunan dan lain-lain.
• Referensi hari kerja efektif pekerjaan dengan mempertimbangkan hari libur.
• Kemungkinan lain yang sering terjadi di daerah atau wilayah proyek tersebut
berada.
• Kesiapan sponsor atau sumber daya finansial proyek atau ketersediaan dana proyek
yang berangkutan.

5. Metode Penjadwalan Proyek


Dalam penyelesaian sebuah pekerjaan konstruksi, Penjadwalan merupakan salah satu hal
yang sangat penting dan perlu di perhatikan. Dalam penjadwalan tidak hanya pengalokasian
waktu yang tersedia yang dipertimbangkan, tapi juga mempertimbangkan keterbatasan-
keterbatasan lain agar penyelesaian suatu proyek dapat optimal. dengan adanya penjadwalan
dapat diketahui jadwal rencana serta kemajuan proyek. Dari sana akan diketahui apakah proyek
telah berjalan degan baik atau tidak, dan apakah telah sesuai dengan yang direncanakan.
Penjadwalan dibuat dengan mengikuti perkembangan dalam pelaksanaan proyek, karena
satu proyek dengan proyek yang lainnya berbeda-beda. Hal ini dilakukan agar didapat
penjadwalan yang realistis sesuai dengan kondisi proyek yang ada sehingga alokasi sumber
daya serta durasi waktunya sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek. Dalam proses
penjadwalan, penyusunan kegiatan dan hubungan antar kegiatan haruslah dibuat dengan detil
agar dapat membantu dalam evaluasi proyek.

Critical Path Method (CPM)


Metode jalur kritis Critical Path Method (CPM) menurut Levin dan Kirkpatrick (1972)
yaitu metode untuk merencanakan dan mengawasi proyek-proyek merupakan sistem yang
paling banyak dipergunakan di antara semua sistem lain yang memakai prinsip pembentukan
jaringan. Metode CPM banyak digunakan oleh kalangan industri atau proyek konstruksi. Cara
ini dapat digunakan jika durasi pekerjaan dapat diketahui dan tidak terlalu berfluktuasi.
Sedangkan Siswanto (2007) mendefinisikan CPM sebagai model manajemen proyek yang
mengutamakan biaya sebagai objek yang dianalisis. CPM merupakan analisa jaringan kerja
yang berupaya mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian
total proyek. Penggunaan metode CPM dapat menghemat waktu dalam menyelesaikan
berbagai tahap suatu proyek.
Adapun Rumus-rumus yang dipakai adalah sebagai berikut:
• Perhitungan Maju
o Kecuali kegiatan awal, maka suatu kegiatan baru dapat dimulai bila kegiatan yang
mendahuluinya (predecessor) telah selesai.
o Waktu selesai paling awal suatu kegiatan sama dengan waktu mulai paling awal,
ditambah dengan kurun waktu kegiatan yang mendahuluinya.
[ EF = ES + D ] = Earliest Start + Durasi......................................................(1)
• Perhitungan Mundur
o Waktu mulai paling akhir suatu kegiatan sama dengan waktu selesai paling akhir
dikurangi kurun waktu berlangsungnya kegiatan yang bersangkutan.
o Apabila suatu kegiatan terpecah menjadi 2 kegiatan atau lebih, maka waktu paling
akhir (LF) kegiatan tersebut sama dengan waktu mulai paling akhir (LS) kegiatan
berikutnya yang terkecil.
[ LS = LF - D ] = Latest Finish – Durasi...............................................................(2)
• Total Float
Pada perencanaan dan penyusunan jadwal proyek, arti penting dari total float adalah
menunjukan jumlah waktu yang diperkenankan suatu kegiatan boleh ditunda, tanpa
mempengaruhi jadwal penyelesaian proyek secara keseluruhan.
[ TF = LF - ES - D] = Latest Finish – Earliest Start – Durasi.............................(3)
• Independent Float
Adalah suatu kegiatan tertentu dalam jarianga kerja yang meskipun kegiatan tersebut
terlambat tidak berpengaruh pada total float dari kegiatan yang mendahului ataupun
kegiatan berikutnya.
[ IF = EF - LS - D] = Earliest Finish – Latest Start – Durasi...............................(5)
CPM disusun pertama kali oleh Du Pont Company tanpa meniru PERT, tetapi kedua
metode itu konsepnya hampir sama. CPM mengikuti enam langkah dasar berikut (Heizer &
Barry, 2009):
• Menetapkan proyek dan menyiapkan struktur penguraian kerjanya.
• Membangun hubungan antara aktivitas-aktivitasnya. Memutuskan aktivitas yang harus
dilakukan lebih dahulu dan aktivitas yang harus mengikuti aktivitas lain.
• Menggambarkan jaringan yang menghubungkan keseluruhan aktivitas.
• Menetapkan perkiraan waktu dan /atau biaya untuk setiap aktivitas.
• Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan. Hal ini disebut jalur kritis.
• Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian
proyek.
Jalur kritis menurut Heizer & Barry (2006) merupakan sebuah rangkaian aktivitas-aktivitas
dari sebuah proyek yang tidak bisa ditunda waktu pelaksanaanya dan menunjukkan hubungan
yang saling berkaitan satu sama lain. Semakin banyak jalur kritis dalam suatu proyek, maka
akan semakin banyak pula aktivitas yang harus diawasi. Akumulasi durasi waktu paling lama
dalam jalur kritis akan dijadikan sebagai estimasi waktu penyelesaian proyek secara
keseluruhan. Jalur kritis diperoleh dari diagram jaringan yang memperlihatkan hubungan dan
urutan kegiatan dalam suatu proyek.
Jalur kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai pada
kegiatan terakhir proyek (Soeharto, 1999). Lintasan kritis (Critical Path) melalui aktivitas-
aktivitas yang jumlah waktu pelaksanaannya paling lama. Jadi lintasan kritis adalah lintasan
yang paling menentukan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan, digambar dengan
anak panah tebal.
Menurut Handoko (2000) dalam proses identifikasi jalur kritis ada beberapa istilah yang
digunakan, yaitu:
• Earliest Start Time (ES) Waktu yang paling awal (tercepat) suatu kegiatan dapat
dimulai dengan memperhatikan waktu kegiatan dan persyaratan urutan pengerjaan.
• Latest Start Time (LS) Waktu yang paling lambat untuk dapat memulai suatu kegiatan
tanpa penundaan keseluruhan proyek.
• Earliest Finish Time (EF) Waktu yang paling awal kegiatan dapat diselesaikan atau
dengan ES + waktu kegiatan yang diharapkan.
• Latest Finish Time (LF) Waktu paling lambat untuk dapat menyelesaikan suatu
kegiatan tanpa penundaan penyelesaian proyek secara keseluruhan atau sama dengan
LS + waktu kegiatan yang diharapkan.
6. Contoh Kasus
Suatu proyek pembangunan pabrik pupuk direncanakan selesai dalam jangka waktu 44
minggu dengan detail pengerjaan serta waktu sebagai berikut.

Aktivitas yang Waktu


Kegiatan Penjelasan
Mendahului (Minggu)
A Menyiapkan Rancangan dan Desain - 12
B Membangun Pondasi dan Dinding A 8
C Merangkai Atap dan Lantai A 4
D Membangun Gudang A 3
E Merangkai Mesin B 12
F Membangun Ruang Pembakaran C 18
G Memasang sistem pembuangan C 5
limbah
H Membangun Cerobong Asap Polusi D,G 8
I Memasang Generator E,F 4
J Pemeriksaan dan Pengujian L,H 6
Total 44

Dengan menggunakan metode Critical Path Method, maka dapat ditentukan titik kritis
proyek tersebut dengan membuat gambar jaringan kerja sebagai berikut.

E
3
B 12
8
A C F 6
1 2 4 8
12 18
4
4
5 I
D G J
3 6
5 H 7
8
Berdasarkan jaringan kerja di atas kita dapat menentukan jalur kritisnya dengan mencari
jalur yang paling Panjang jangka waktunya.

1. A – B – E – I – J = 12+8+12+4+6 = 42
2. A – C – F – I – J = 12+4+18+4+6 = 44
3. A – C – G – H – J = 12+4+5+8+6 = 35
4. A – D – H – J = 12+3+8+6 = 29

Maka berdasarkan perhitungan jalur di atas jangka waktu terlama adalah 44 minggu untuk
jalur A – C – F – I – J, sehingga jaluar kritisnya adalah jalur A – C – F – I – J selama 44 minggu.
Selain itu, kita dapat menentukan titi kritis dengan melalukan perhitungan sebagai berikut:
1. Perhitungan Maju
Langkah pertama dalam penentuan jalur kritis adalah perhitungan maju, waktu mulai
proyek di aktivitas A di berikan nilai 0 (awal) pada Early Start aktivitas A. Pada bagian
ini, akan di isi bagian ES (Early Start) dan EF (early Finish) setiap titik aktivitas,
dimana dalam satu aktivitas EF = ES + Durasi dan ES suatu aktivitas adalah sama
dengan EF aktivitas sebelumnya.
2. Perhitungan Mundur
Perhitugan mundur (backward pass) dilakukan dari dari aktivitas H mundur ke aktivitas
A. Waktu akhir proyek di titik O di beri nilai 22 (durasi total proyek) pada Latest Finish
aktivitas H. Pada bagian ini, akan kita isi bagian LF (Latest Finish) dan LS (latest Start)
setiap titik aktivitas, dimana dalam satu aktivitas LS=LF-Durasi dan LF suatu aktivitas
adalah sama dengan LS aktivitas sesudahnya. Jika di suatu akhir titik aktivitas
mempunyai lebih dari satu kemungkinan waktu LF, karena aktivitas ini mempunyai
lebih dari satu aktivitas sesudahnya, maka akan di pakai yang terkecil nilainya.
3. Membuat Tabel Perhitungan
Kegiatan Waktu Early Early Latest Latest Slack Critical
(Minggu) Start Finish Start Finish LS-ES Path
A 12 0 12 0 12 0 Ya
B 8 12 20 14 22 2 Tidak
C 4 12 16 12 16 0 Ya
D 3 12 15 27 30 15 Tidak
E 12 20 32 22 34 2 Tidak
F 18 16 34 16 34 0 Ya
G 5 16 21 25 30 9 Tidak
H 8 21 29 30 38 9 Tidak
I 4 34 38 34 38 0 Ya
J 6 38 44 38 44 0 Ya
4. Maka berdasarkan tabel perhitungan di atas dapat kita ketahui bahwa critical path nya
adalah jalur kegiatan A – C – F – I – J dengan jangka waktu 44 minggu.
5. Dengan demikian penentuan Critical Path dengan menggunakan jaringan kerja ataupun
perhitungan menghasilan Critical Path yang sama yakni A – C – F – I – J dengan jangka
waktu 44 minggu.
DAFTAR PUSTAKA

Dimyati, D. H., dan Nurjaman, K. 2014. Manajemen Proyek. Yogyakarta: Pustaka Setia.

Ervianto, I. W. 2006. Manajaemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta: Andi.

Handoko, H.T. 2000. Dasar-Dasarasar Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta: BPFE-
UGM.

Heizer, Jay, and Barry Render. 2009. Operation Management. Cornel University Press: Ithaca
& London.

Heizer, Jay, and Barry Render. 2009. Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat.

Levin, Richard I., dan Kirkpatrick Charles A. 1972. Perentjanaan dan Pengawasan dengan
PERT dan CPM. Jakarta: Bhratara.

Mahendra. 2010. Manajemen Proyek. Jakarta: Bumi Aksara.

Rani, A, Hafnidar. 2016. Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta: Deeplish.

Saputra, N., Handayani, E., & Dwiretnani, A. 2021. Analisa Penjadwalan Proyek dengan
Metode Critical Path Method (CPM) Studi Kasus Pembangunan Gedung Rawat Inap
RSUD Abdul Manap Kota Jambi. Jurnal Talenta Sipil, 4(1), 44-52.

Siswanto. 2007. Operation Research. Jakarta: Erlangga.

Soeharto I. 1999. Manajemen Proyek dan Konseptual sampai Operasional. Jakarta: Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai