Definisi Sedimen Laut
Definisi Sedimen Laut
Continental Slope adalah daerah yang mempunyai lereng lebih terjal dari continental
shelf, kemiringannya anatara 3 6 %. Sebagian besar pada Continental slope kemiringannya
lebih terjal sehingga sedimen tidak akan terendapkan dengan ketebalan yang cukup tebal. Daerah
yang miring pada permukaannya dicirikan berupa batuan dasar (bedrock) dan dilapisi dengan
lapisan lanau halus dan lumpur. Kadang permukaan batuan dasarnya tertutupi juga oleh kerikil
dan pasir.
2. Daerah perairan dalam, seperti endapan yang terjadi pada laut dalam.
Sedimen laut dalam dapat dibagi menjadi 2 yaitu Sedimen Terigen Pelagis dan Sedimen
Biogenik Pelagis.
1. Sedimen Biogenik Pelagis
Dengan menggunakan mikroskop terlihat bahwa sedimen biogenik terdiri atas berbagai struktur
halus dan kompleks. Kebanyakan sedimen itu berupa sisa-sisa fitoplankton dan zooplankton laut.
Karena umur organisme plankton hannya satu atau dua minggu, terjadi suatu bentuk hujan sisa-
sisa organisme plankton yang perlahan, tetapi kontinue di dalam kolam air untuk membentuk
lapisan sedimen. Pembentukan sedimen ini tergantung pada beberapa faktor lokal seperti kimia
air dan kedalaman serta jumlah produksi primer di permukaan air laut. Jadi, keberadan mikrofil
dalam sedimen laut dapat digunakan untuk menentukan kedalaman air dan produktifitas
permukaan laut pada zaman dulu.
2. Sedimen Terigen Pelagis
Hampir semua sedimen Terigen di lingkungan pelagis terdiri atas materi-materi yang berukuran
sangat kecil. Ada dua cara materi tersebut sampai ke lingkungan pelagis. Pertama dengan
bantuan arus turbiditas dan aliran grafitasi. Kedua melalui gerakan es yaitu materi glasial yang
dibawa oleh bongkahan es ke laut lepas dan mencair. Bongkahan es besar yang mengapung,
bongkahan es kecil dan pasir dapat ditemukan pada sedimen pelagis yang berjarak beberapa
ratus kilometer dari daerah gletser atau tempat asalnya.
Suspensi
Pada umumnya terjadi pada sedimen-sedimen yang sangat kecil ukurannya (seperti lempung)
sehingga mampu diangkut oleh aliran air atau angin yang ada. Sifat sedimen hasil pengendapan
suspensi ini adalah mengandung prosentase massa dasar yang tinggi sehingga butiran tampak
mengambang dalam masa dasar dan umumnywa disertai memilahan butir yang buruk. Ciri lain
dari jenis ini adalah butir sedimen yang diangkut tidak pernah menyentuh dasar aliran.
Bedload transport
Terjadi pada sedimen yang relatif lebih besar (seperti pasir, kerikil, kerakal, bongkah) sehingga
gaya yang ada pada aliran yang bergerak dapat berfungsi memindahkan pertikel-partikel yang
besar di dasar. Pergerakan dari butiran pasir dimulai pada saat kekuatan gaya aliran melebihi
kekuatan inertia butiran pasir tersebut pada saat diam. Gerakan-gerakan sedimen tersebut bisa
menggelundung, menggeser, atau bahkan bisa mendorong sedimen yang satu dengan lainnya.
Berdasarkan tipe gerakan media pembawanya, sedimen dapat dibagi menjadi:
Kenyataan di alam, transport dan pengendapan sedimen tidak hanya dikuasai oleh mekanisme
tertentu saja, misalnya arus traksi saja atau arus pekat saja, tetapi lebih sering merupakan
gabungan berbagai mekanisme. Malahan dalam berbagai hal, merupakan gabungan antara
mekanik dan kimiawi.
Saltation
Saltation yang dalam bahasa latin artinya meloncat umumnya terjadi pada sedimen berukuran
pasir dimana aliran fluida yang ada mampu menghisap dan mengangkut sedimen pasir sampai
akhirnya karena gaya grafitasi yang ada mampu mengembalikan sedimen pasir tersebut ke
dasar.
Pada saat kekuatan untuk mengangkut sedimen tidak cukup besar dalam membawa sedimen-
sedimen yang ada maka sedimen tersebut akan jatuh atau mungkin tertahan akibat gaya gravitasi
yang ada. Setelah itu proses sedimentasi dapat berlangsung sehingga mampu mengubah
sedimen-sedimen tersebut menjadi suatu batuan sedimen.
Pada dasarnya butir-butir sedimen bergerak di dalam media pembawa, baik berupa cairan
maupun udara, dalam 3 cara yang berbeda: menggelundung (rolling), menggeser (bouncing) dan
larutan (suspension) seperti Gambar III.2.
REFERENSI
Breakwater. Diakses pada : 13 Oktober 2009. Dapat dilihat pada :
http://rageagainst.multiply.com/journal/item/33.
Hutabarat, S dan Stewart, M.E. 1985. Pengantar Oceanografi.Jakarta:UI-Press
Lonawarta (Majalah Semi Ilmiah). Mengenal Sedimen Laut. 1996. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Puslitbang Oseanologi. Balitbang Sumberdaya Laut Ambon.
http://spaceboyz-aidysz.blogspot.com/2009/10/sedimen-dasar-laut.html
BAB II
PEMBAHASAN
Sedimentasi Laut merupakan sungai yang mengalir dengan membawa berbagai jenis
batuan akhirnya bermuara di laut, sehingga di laut terjadi proses pengendapan batuan
yang paling besar. Hasil pengendapan di laut ini disebut sedimen marine. Gross (1990)
mendefinisikan sedimen laut sebagai akumulasi dari mineral-mineral dan pecahan-
pecahan batuan yang bercampur dengan hancuran cangkang dan tulang dari organisme
laut serta beberapa partikel lain yang terbentuk lewat proses kimia yang terjadi di laut.
Jenis sedimentasi laut ini dapat di bagi menjadi 2 yaitu Sedimen Terigen Pelagis dan
Sedimen Biogenik Pelagis.
1. Pasang Surut
Pengaruh gaya pasang surut mempengaruhi peristiwa abrasi dan sedimentasi. Wilayah
pantai yang mengalami peristiwa pasang surut harian ganda atau pasut surut tipe
campuran condong ke ganda memiliki pengaruh yang berbeda dengan wilayah pantai
yang hanya mengalami pasang surut harian tunggal, dimana wilayah yang memiliki
pasang surut tipe harian ganda dan campuran condong ke ganda mengalami proses
transportasi sedimen yang lebih dinamis jika dibandingkan dengan pasang surut harian
tunggal.
Selain tipe pasang surut, perbedaan lama waktu antara pasang dan surut juga
mempengaruhi peristiwa abrasi sedimentasi. Kawasan pantai yang mengalami proses
pasang yang cenderung lebih lama dari waktu surut, akan berakibat memberikan peluang
waktu yang lebih banyak bagi gelombang untuk mengabrasi wilayah daratan.
2. Gelombang Laut
Gelombang laut adalah gerakan melingkar molekul-molekul air yang tampak sebagai
gerakan naik turun. Gelombang laut disebabkan oleh angin yang berhembus pada
permukaan laut yang mendesak air laut.
Ombak yang terjadi di laut dalam pada umumnya tidak berpengaruh terhadap dasar
laut dan sedimen yang terdapat di dalamnya. Sebaliknya ombak yang terdapat di dekat
pantai, terutama di daerah pecahan ombak mempunyai energi besar dan sangat berperan
dalam pembentukan morfologi pantai, seperti menyeret sedimen (umumnya pasir dan
kerikil) yang ada di dasar laut untuk ditumpuk dalam bentuk gosong pasir. Di samping
mengangkut sedimen dasar, ombak berperan sangat dominan dalam menghancurkan
daratan (abrasi laut). Daya penghancur ombak terhadap daratan/batuan dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain keterjalan garis pantai, kekerasan batuan, rekahan pada
batuan, kedalaman laut di depan pantai, bentuk pantai, terdapat atau tidaknya
penghalang di muka pantai dan sebagainya.
3. Arus
Arus adalah gerakan air yang mengakibatkan perpindahan horisontal massa air.
Sistem-sistem arus laut utama dihasilkan oleh beberapa daerah angin utama yang berbeda
satu sama lain, mengikuti garis lintang sekeliling dunia dan di masing-masing daerah ini
angin secara terus menerus bertiup dengan arah yang tidak berubah-ubah (Nybakken,
Berbeda dengan peran ombak yang mengangkut sedimen tegak lurus terhadap arah
ombak, arus laut mampu membawa sedimen yang mengapung maupun yang terdapat di
dasar laut. Pergerakan sedimen searah dengan arah pergerakan arus, umumnya menyebar
sepanjang garis pantai. Bentuk morfologi spit, tombolo, beach ridge atau akumulasi
sedimen di sekitar jetty dan tanggul pantai menunjukkan hasil kerja arus laut.
4. Angin
Angin disebabkan karena adanya perbedaan tekanan udara yang merupakan hasil dari
berbeda di permukaan bumi. Keadaan ini mengakibatkan naiknya sejumlah besar massa
udara yang ditandai dengan timbulnya sifat khusus yaitu terdapatnya tekanan udara yang
tinggi dan rendah. Sebagai contoh, massa udara yang bertekanan tinggi dibentuk di atas
daerah-daerah kutub, sedangkan massa udara yang bertekanan rendah yang kering dan
panas terkumpul di daerah subtropik. Massa udara ini tidak tetap tinggal pada tempat di
mana mereka ini dibentuk, tetapi begitu mereka melewati daerah daratan mereka akan
tersesat oleh aliran angin yang ditimbulkan dengan adanya perubahan dan variasi iklim
setempat. Massa udara yang bertekanan tinggi ini dikenal sebagai anti-cyclones ; udara
yang beredar di dalamnya berputar ke arah lawan jarum jam (anti-clockwise) pada bagian
belahan bumi sebelah Selatan, sedangkan di belahan bumi sebelah Utara mereka berputar
ke arah jarum jam (clockwise). Massa udara yang bertekanan rendah dinamakan cyclones.
Gerakan massa udara di dalamnya bergerak ke arah jarum jam di belahan bumi Selatan
Gelombang yang terjadi di laut disebabkan oleh hembusan angin (Nontji, 1999). Faktor
kecepatan angin, lamanya angin bertiup, kedalaman laut, dan luasnya perairan, serta fetch
(F) yaitu jarak antara terjadinya angin sampai lokasi gelombang tersebut.
5. Sedimen Pantai
Sedimen pantai adalah partikel-partikel yang berasal dari hasil pembongkaran batuan-
batuan dari daratan dan potongan-potongan kulit (shell) serta sisa-sisa rangka-rangka
berbagai tempat di dunia mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda satu sama lain.
Misalnya sebagian besar dasar laut yang dalam ditutupi oleh jenis partikel yang
berukuran kecil yang terdiri dari sedimen halus. Sedangkan hampir semua pantai ditutupi
jumlah sedimen yang dibawa ke laut dapat segera diangkut oleh ombak dan arus laut,
maka pantai akan dalam keadaan stabil. Sebaliknya apabila jumlah sedimen melebihi
kemampuan ombak dan arus laut dalam pengangkutannya, maka dataran pantai akan
Pantai bisa terbentuk dari material dasar yang berupa lumpur, pasir atau kerikil
(gravel). Kemiringan dasar pantai tergantung pada bentuk dan ukuran material dasar.
Pantai lumpur mempunyai kemiringan sangat kecil sampai mencapai 1:5000. Kemiringan
pantai pasir lebih besar yang berkisar antara 1:20 dan 1:50. Kemiringan pantai berkerikil
bisa mencapai 1:4. Pantai berlumpur banyak dijumpai di daerah pantai di mana banyak
sungai yang mengangkut sedimen suspensi bermuara di daerah tersebut dan gelombang
Arah garis pantai dapat mempengaruhi energi gelombang dan kecepatan arus susur
pantai. Ketika arah datang gelombang tegak lurus dengan arah garis pantai, maka energi
gelombang yang bekerja dapat lebih maksimal dalam melakukan proses abrasi.
Sedangkan untuk arus susur pantai, kecepatannya akan melemah ketika arah datangnya
1. Delta
Delta terbentuk di muara sungai, yaitu tempat pertemuan sungai dengan laut. Pada
saat aliran sungai mendekati laut, arusnya melemah karena adanya pengaruh gelombang
laut, sehingga material yang dibawa aliran sungai mengendap di lokasi ini dan membentuk
delta. Nah, bagaimana delta terbentuk dapat kamu cermati pada gambar berikut.
Gambar 6.68 Proses pembentukan delta.
Delta yang berkembang luas dapat menyatu dengan daratan sehingga akan
menambah luas daratan. Dilihat dari bentuk fisiknya, ada beberapa bentuk delta, yaitu
delta kaki burung, delta busur segitiga (kipas), dan delta kapak. Cobalah temukan
informasi tentang ketiga delta tersebut dan perbedaannya.
2. Kipas Aluvial
Kenampakan ini terbentuk di kaki gunung. Pada tempat ini terjadi perubahan
kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga energi pengangkut (air) melemah dan
akhirnya material hasil erosi terendapkan. Materi yang terendapkan merupakan aluvium
halus. Umumnya terbentuk di antara lembah curam dan sempit.
3. Tanggul Alam
Tanggul alam terbentuk pada waktu terjadi banjir, akibatnya material-material
dari air sungai meluap di kanan kiri sungai. Ketika banjir mereda, material tersebut
terendapkan di kanan kiri sungai dan lama-kelamaan semakin tinggi menyerupai tanggul.
Banjir mereda meninggalkan endapan di kanan kiri sungai. Endapan semakin tinggi membentuk tanggul alam.
4. Meander
Meander adalah salah satu bentuk sungai yang khas. Sungai dengan kelokan yang
terbentuk dari adanya pengendapan. Meskipun sungai ini banyak terdapat di bagian
tengah suatu DAS, bahkan mendekati hilir, tetapi proses pembentukannya dimulai di
bagian hulu. Volume air di bagian hulu yang kecil mengakibatkan tenaga yang terbentuk
pun kecil. Oleh karenanya sungai akan mencari rute yang paling mudah, yaitu materi
batuan yang tidak resistan. Di bagian tengah, aliran air mulai melambat karena relief yang
datar. Di sinilah pembentukan meander mulai nyata. Proses meander terjadi di tepi sungai
baik bagian dalam maupun luar lekukan sungai. Pada bagian sungai yang alirannya cepat
akan terjadi pengikisan, di bagian lain dari tepi sungai yang alirannya lamban akan
terjadi pengendapan. Meander terbentuk dari proses ini yang berlangsung secara terus-
menerus.
3.1 Kesimpulan
Sedimentasi Laut merupakan sungai yang mengalir dengan membawa berbagai jenis
batuan akhirnya bermuara di laut, sehingga di laut terjadi proses pengendapan batuan
yang paling besar. Hasil pengendapan di laut ini disebut sedimen marine.
Jenis sedimentasi laut ini dapat di bagi menjadi 2 yaitu Sedimen Terigen Pelagis dan
Sedimen Biogenik Pelagis. Dimana sedimen terigen pelagis ini yaitu sedimen biogenik
terdiri atas berbagai struktur halus dan kompleks yang berasal dari organism laut
misalnya plankton. Kemudian sedimen biogenic pelagis mampir semua sedimen terigen ini
berada di lingkungan pelagis terdiri atas materi-materi yang berukuran sangat kecil.
Sedimentasi biogenic berasal dari sedimentasi hasil glacial. Glacial ini merupakan
bongkahan es yang dapat mengakibatkan terjadinya sedimentasi (pengendapan) di areal
gunung es dan lain sebagainya.
Proses sedimentasi berawal dari proses pelapukan dan erosi menghasilkan materi yang
bisa terangkut oleh aliran air, kekuatan angin, gelombang dan lain sebaginya. Material
tersebut dapat berupa pasir, lumpur, maupun tanah. Material yang terangkut tersebut
akan mengendap di suatu tempat sesuai dengan karakteristik media pengangkutnya.
Factor penyebab terjadinya sedimentasi yaitu disini ada enam factor diantaranya yaitu,
adanya pasang surut air laut dalam jangka waktu yang lama, gelombang air laut dapat
mempengarugi sedimentasi, arus, angin, sedimen pantai, serta kemiringan dan arah garis
pantai.
Dampak dari adanya sedimentasi yaitu, terbentuknya delta di muara sungai,
terbentuknya kipas alluvial, tanggul alam, meander (sungai yang berkelok-kelok), dan
gumuk pasir.
3.2 Saran
Kita tahu sedimentasi ini berawal dari anya erosi di suatu tempat, sehingga
mengakibatkan material-material yang di bawa oleh angin, air, gelombang, arus dan lain
sebagainya menjadi mengendap dalam kurun waktu yang cepat maupun secara lambat.
Jadi dengan adanya pengendapan atau sedimentasi ini menimbulkan dampak positi
maupun dampak negative bagi masyarakat sekitar. Sehingga kita sebagai khalifah yang
baik di bumi ini, tugas kita, menjaga melindungi serta melestarikan kekayaan alam
dengan sebaik-baiknya agar tidak tereosi maupun tidak terabrasi yang mengakibatkan
sedimentasi ini berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
Rajinbelajar.2011.Pengertian Sedimentasi.(Online),