Anda di halaman 1dari 12

1.

Tujuan :

a) Mengetahui pengaruh perubahan arah melingkarnya sulur pada tanaman rambat.


b) Mengetahui pengaruh perubahan letak sulu terhadap pertumbuhan tanaman rambat.

2. Dasar teori :

Gerak sebagai tanda hidup, disamping pertukaran zat, pertumbuhan, perkembiakan, maka
gerak adalah suatu tanda (sifat) yang dimiliki oleh mahkluk hidup. Sepintas lalu agaknya janggal,
kalau dikatakan, bahwa tanaman itu bergerak, namun nyatanya demikian. Banyak tanaman rendah,
terutama yang bersel satu, dapat bergerak dalam arti kata berpindah-pindah tempat. Banyak
bakteri, alga bersel satu, spermatozida bangsa lumut dan paku, spermatozida beberapa spesies
Cycadae dapat bergerak dengan bebasnya, seakan-akan mereka itu hewan-hewan gesit. Gerak
tanaman rendah semacam ini disebuk gerak lokomotoris (gerak pindah tempat). Sedangkan yang
dilakukan oleh tanaman tinggi sebenarnya hanya berupa pembengkokan bagian tanaman sebagai
akibat dari turgor jaringan yang tidak sama, garak ini disebut erak alasotonis, missal membeloknya
ujung batang ke arah sinar, gerak ini terkenal sebagai fototropi. Jika suatu tanaman (sebagian atau
keseluruhan) mengadakan gerak dengan tiada pengaruh dari luar maka gerak itu disebut gerak
endonom, autonom, atau spontan. Sebagai contoh mengalirnya protoplasma yang dapat kita
saksikan pada sel-sel Elodea, gerak beberapa spesies bakteri, gerak ujung batang yang terkenal
sebagai nutasi atau sirkumnutasi karena ujung itu mengadakan gerak spiral. Contoh yang klasik
ialah daun Desmodium gyrans dan beberapa spesies Leguminosac lainnya. Disamping gerak
autonomy kina kenal gerak etinom atau gerak paratonis, yaitu gerak yang berupa reaksi terhadap
perangsang (stimulus) dari luar. Cepat lambatnya reaksi sangat tergantung kepada lama tidaknya,
pula keras-lemahnya perangsang. Reaksi bagian-bagian tanaman terhadap suatu stimulus itu tidak
lama. (Dwidjoseputro,1989:202-203)

Gerak Pada Tumbuhan


Gerak pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu:
1. Gerak higroskopis

Gerak yangditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadarair. Misalnya: gerak membukanya


kotak spora, pecahnya buah tanaman polong.
2. Gerak endonom

Gerak endonom adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan olehransangan dari
dalam. Jenis rangsangan juga belum jelas sehingga ada pakar yang menyebutkan gerakan tersebut
terjadi karena kemauan tumbuhan itu sendiri, maka sering disebut gerak otonom. Contoh gerak
endonom, antara lain gerak sitoplasma pada sel umbi lapis bawang merah, gerak melingkar batang
gadung (Dioscorea sp.), palmae, maupun batang kacang panjang. Ujung batang gadung akan selalu
melilit batang rambatnya ke arah kiri, sedangkan ujung batang kacang panjang akan melilit ke arah
kanan (Champbell, 2004).

Contoh dari gerak endonom adalah :

1. Gerak protoplasma pada sel-sel daun tanaman lidah buaya dan umbi lapis bawang merah
yang masih hidup.
2. Gerak melengkungnya kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh.
3. Gerak tumbuhan ketika tumbuh, seperti tumbuhnya akar, batang, daun, dan bunga. Pada
tumbuhan yang sedang mengalami masa pertumbuhan terjadi penambahan massa dan
jumlah sel.

Gerak endonom dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

Nutasi
Gerak spontan dari tumbuhan yang tidak disebabkan adanya rangsangan dari luar. Misalnya
gerakan aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata (Champbell, 2004).

Higroskopis
Gerak bagian tumbuhan yang terjadi karena adanya perubahan kadar air pada
tumbuhan secara terus menerus, akibatnya kondisi menjadi sangat kering pada kulit buah atau
kotak spora sehingga kulit biji atau kotak spora pecah. Misalnya: pecahnya kulit buah polong-
polongan (lamtoro, kembang merak, kacang buncis, kacang merah), membukanya kotak spora
(sporangium) tumbuhan paku (Pteridophyta) dan lumut (Bryophyta). (Champbell, 2004).
3. Gerak etionom
Gerak yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak etionom merupakan reaksi gerak
tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Berdasarkan hubungan antara arah
respon gerakan dengan asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak taksis,
tropisme,dan nasti.

Gerak Tropisme
Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya
rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang, daun, kuncup bunga atau sulur. Gerak
tropisme dapat dibedakan menjadi tropisme positif apabila gerak itu menuju sumber rangsang
dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsang. Ditinjau dari macam sumber
rangsangannya, tropisme dapat dibedakan lagi menjadi fototropisme, geotropism, hidrotropisme,
kemotropisme, dan tigmotropisme. (Anonim, 2008).
a. Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Gerak
bagian tumbuhan yang menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung
batang tumbuhan yang membelok ke
arah datangnya cahaya. Sedangkan pertumbuhan bagian tumbuhan menjauhi arah
datangnya cahaya disebut dengan fototropisme negatif. Misalnya gerak pertumbuhan ujung akar.
Fototropisme atau heliotropisme adalah gerak tumbuhan yang terjadi akibat pengaruh arah
datangnya rangsang berupa cahaya. Fototropisme dibagi menjadi dua, yaitu:

Fototropismepositif
Fototropisme positif adalah gerak tanaman menuju ke arah datangnya cahaya. Contohnya
ujung batang bunga matahari yang membelok menuju ke arah datangnya cahaya

Fototropisme negatif
Fototropisme negatif adalah gerak tanaman atau bagian tanaman menjauharah datangnya
cahaya. Contohnya gerak ujung akar yang menjauhi arah datangnya
cahaya. Respon pertumbuhan dapat mengakibatkan suatu bagian tumbuhan lebih cepat tumbuh
dari bagian yang lain. Respon tersebut menghasilkan gerakan yang pasti namun relatif lambat.
Salah satu gerakan pertumbuhan sebagai respon terhadap rangsangan dari luar dari tropisme.
Tropisme merupakan gerakan pertumbuhan sebagian anggota tubuh tanaman yang ditentukan
oleh arah datangnya rangsang yang mengenainya. Bila bagian tubuh tersebut mengarah kearah
asal rangsang maka dinilai sebagai respon yang positif dan bila berlawanan arah maka dinilai
sebagai respon yang negatif (Kimball, 1992).

Fototropisme kuncup utama pada kebanyakan tanaman yang tumbuh di tempat terbuka
dilakukan untuk berkembang kearah vertikal, meskipun batangnya sering tumbuh secara
horizontal. Jika sebuah kotak diisi tanaman yang tumbuh secara vertikal dan lubang dibuat agar
cahaya dapat masuk dari salah satu sisi, maka ujung taaman mulai membengkok kearah cahaya.
Pada beberapa saat bila kotak tersebut dipindahkan dengan kompensasi pertumbuhamn
pembengkokan dikarenakan ujung tanaman tumbuh secara vertikal. Pergerakan pertumbuhan
kearah cahaya disebut fototropisme positif, sedangkan pergerakan tumbuhan menjauhi cahaya
disebut fototropisme negatif. Pucuk dan kuncup ujung beberapa tanaman merupakan fototropisme
positif, namun akan sangat sensitif dengan cahaya .(Salisbury, 1995).

Model Cholodny-Went menunjukkan bahwa cahaya dari satu sisi dengan suatu cara yang
menyebabkan terjadinya pengangkutan auksin menuju ke sisi yang terlindungi. Hal itu
menjelaskan adanya mekanisme transduksi dasar dalam fototropisme. Dalam suatu kiasan,
Briggs dan Baskin (1988) merangkumkan sejumlah pengujian terhadap model CholodnyWent
yang diusulkan Firn dan Dieh yang menyusun empat criteria sebagai berikut:

a. pada organ yang melengkung karena fototropisme, percepatan pertumbuhan di sisi terlindung
harus disertai perlambatan pada sisi yang tersinari
b. munculnya gradient auksin secara mendatar harus disertai atau didahului dengan munculnya
pertumbuhan differensial
c. harus telihat bahwa auksin memang merupakan factor penentu pertumbuhan pada organ yang
memberi respon.
d. Harus terlihat pula bahwa sebaran auksin yang tak seimbang cukup untuk mengakibatkan
pertumbuhan differensial
(Dwidjoseputro, 1990).

Di samping pertukaran zat, pertumbuhan pembiakan maka gerakan adalah suatu tanda yang
dimiliki oleh mahluk hidup. Gerak yang disebabkan oleh pertumbuhan yang tidak seimbang
dinamakan gerak aukstonis. Misalnya, membengkoknya ujung batang kea rah sinar. Laju
pertumbuhan dapat terukur dengan berbagai cara, salah satunya dengan pengukuran tinggi atau
panjang tumbuhan yang biasanya lebih mudah dan bemanfaat. Cara ini memperlihatkan bahwa
laju tumbuh berubahubah sesuai dengan umur organisme. Pertumbuhan tanaman mula-mula
berangsur lebih cepat sampai maksimum dan akhirnya laju pertumbuhan menurun. Faktor luar
yang mempengaruhi pertumbuhan adalah ketersediaan mineral, kadar air dan udara dalam tanah,
kelembaban udara, intensitas cahaya, lama penyibnaran, dan suhu, rupa, serta bentuk tumbuhan
(Dwidjoseputro,1990).

GERAK NASTI
Gerak Nasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang artinya tidak dipengaruhi oleh
rangsangan. Jenis gerak nasti dibagi menjadi. (Sam Arianto, 2008).
a. Tigmonosti (Seismonasti)
Tigmonasti atau seismonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh rangsang
sentuhan atau getaran. Contoh gerak menutupnya daun sikejut atau putri malu (Mimosa pudica),
jika disentuh. Jika hanya satu kompensasi pertumbuhamn pembengkokan dikarenakan ujung
tanaman tumbuh secara vertikal. Pergerakan pertumbuhan kearah cahaya disebut fototropisme
positif, sedangkan pergerakan tumbuhan menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif. Pucuk
dan kuncup ujung beberapa tanaman merupakan fototropisme positif, namun akan sangat sensitif
dengan cahaya (Salisbury, 1995).
anak daun dirangsang dengan sentuhan, rangsangan itu diteruskan ke seluruh tumbuhan sehingga
anak daun lain ikut mengatup.
b. Tigmotropisme
Gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan sentuhan satu sisi atau persinggungan
disebut trigmotropisme. Gerakan ini tampak jelas pada gerak membelit ujung batang ataupun
ujung sulur dari Cucurbitaceae dan Passiflora. Contoh tanaman yang bersulur adalah ercis,
anggur, markisa, semangka, dan mentimun. Mekanisme gerak ini juga disebabkan oleh pengaruh
perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun. Sentuhan merupakan salah satu
rangsang dari luar terhadap gerakan daun tanaman putri malu. Arah menutupnya daun akibat
sentuhan adalah tetap walaupun rangsang sentuhannya berbeda.

3. Alat dan bahan :

1. Tanaman pare, kacang panjang, suruh, dan mrica.

2. Mistar

3. Besi berkarat

4. kamera

5. Alat tulis

4. Langkah kerja :
Menentukan tanaman yang akan dijadikan objek pengamatan.

Mengukur panjang awal sulur yang akan diamati

Mengubah letak sulur pada tanaman rambat

Mengubah arah sulur pada tanaman rambat

Menunggu hingga empat hari

Mencatat hasil pengamatan

5. Data hasil percobaan :

No Jenis tanaman Panjang Panjang Perilaku setelah dipindahkan dan diubah


awal sulur akhir sulur arah
1 Kacang panjang 10.5 cm 13 cm Kembali seperti semula

2 Pare 10 cm - Sulur mati karena pengaruh dari besi


yang berkarat

3 Suruh 8 cm 11 cm Arah ke bawah, dapat melekat pada besi


4 Mrica 9 cm 10 cm Tetap ke bawah, putaran rambat sulur
tetap pada arah setelah diubah

6. Pembahasan :

Praktikum yang dilakukan oleh praktikan kali berjudul yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh perubahan arah melingkarnya sulur pada tanaman rambat dan
pengaruh perubahan letak sulur terhadap pertumbuhan tanaman rambat. Praktikan
menggunakan beberapa alat dan bahan dalam melakukan percobaan ini, sebagai berikut;
tanaman (kacang panjang, pare, suruh, dan mrica) yang digunakan sebagai objek
penelitian, besi berkarat sebagai tempat pemindahan sulur tanaman, mistar yang digunakan
untuk mengukur panjang sulur, kamera untuk memotret dan merekam video pada
percobaan, alat tulis yang digunakan untuk menulis hasil data sementara.

Langkah kerja pada percobaan ini, yaitu pertama, praktikan menentukan tanaman
yang akan dijadikan objek percobaan, kedua praktikan, mengukur panjang sulur tanaman
yang telah ditentukan sebagai objek percobaan, ketiga praktikan, mengubah letak sulur
tanaman pada sebatang besi berkarat, kemudian mengubah arah sulurnya ke arah
sebaliknya, lalu praktikan menunggu empat hari yang dimana setiap hari kedua praktikan
mengamati perkembangannya, serta menulis hasil percobaanya pada hasil data sementara.

Dari percobaan ini praktikan memperoleh data pada tanaman kacang panjang awal
sulurnya 10,5 cm setelah 4 hari panjangnya menjadi 13 cm dan arahnya yang diubah oleh
praktikan menjadi ke arah bawah setelah 4 hari sulur tanaman pada kacang panjang
berubah arah ke semulanya (keatas). Pada tanaman pare praktikan memperoleh data
panjang awal sulur 10 cm, setelah 4 hari sulur pada tanaman pare mati dan tidak ada
pertambahan panjang. Pada tanaman suruh praktikan mendapatkan data panjang awal sulur
8 cm setelah 4 hari panjang sulurnya menjadi 11 cm dan arahnya tetap seperti setelah
diubah namun sulur pada tanaman ini melekat pada batang besi seperti saat awal di
pindahkan sulur ini melekat pada tembok. Pada tanaman merica praktikan memperoleh
data panjang awal sulur 9 cm, setelah 4 hari panjang sulurnya menjadi 10 cm dan pada
sulur tanaman mrica tidak terjadi perubahan apa-apa atau tetap pada arah setelah diubah
oleh praktikan.
Dari data yang diperoleh praktikan dapat menguraikan dari data yang diperoleh
yaitu tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.), pare (Momordica charantia L) suruh
(Piper betle L) dan merica (Piperaceae) merupakan tumbuhan merambat yang mempunyai
sulur. Sulur dari tanaman merambat berguna untuk menopang tubuh tanaman agar bisa
berdiri dengan cara melilitkan sulur pada batang atau benda yang tegak dan untuk
melindungi dari terpaan angin. menurut literatur Arah sulur pada tanaman merambat adalah
berlawanan dengan arah jarum jam yang dimana pada saat awal belum melekat pada benda
atau penopang, sulur pada tumbuhan merambat bergerak spontan atau yang paling umum
adalah nutasi. Nutasi adalah suatu gerak ujung batang yang sedang tumbuh atau organ-
organ lain, gerakannya membentuk lintasan yang melingkar di udara seperti gambar
berikut

Dan apabila sulur sudah menemukan penopang, sulur akan melilitnya, gerakan sesudah
menemukan penopang pada sulur dipengaruhi oleh perubahan tekanan pada turgor dan hormon
auksin. Perubahan tekanan turgor terjadi pada pensendian daun sejalan dengan melilitnya sulur
yang berarah berlawanan arah jarum jam, penyebab awal lilitan berlawanan dengan arah jarum
jam karena gerakan nutasi atau gerakan melingkarnya ujung batang atau sulur pada tumbuhan yang
arahnya berlawanan dengan arah jarum jam, dan pada saat perpanjangan sulur pada lilitan di
penopang dipengaruhi oleh hormone auksin yang dimana bagian yang tidak melekat pada
penopang akan terkena cahaya dan bagian yang melekat pada penopang tidak terkena cahaya,
disinilah letak perbedaan pengaruh hormone auksin. Pada bagian yang terkena cahaya, hormone
auksin akan meningkat yang menjadikan bagian sulur yang tidak melekat ini memanjang dan
sebaliknya. Dengan demikian ini sulur tumbuhan memanjat akan melilit pada penopang dengan
arah berlawanan arah jarum jam dan sulur akan tumbuh bertambah panjang sejalan dengan
pengaruh hormone auksin pada tanaman memanjat.

Dibandingkan dengan percobaan yang dilakukan praktikan dengan literatur, dalam


percobaan ini yang sesuai dengan literature adalah pada tanaman kacang panjang yang arahnya
kembali ke atas karena pengaruh tekanan turgor dan hormone auksin. Sedangkan ketiga tanaman
(pare, suruh, dan merica) tidak terjadi perubahan apapun kecuali pada suruh, sulur tumbuhan suruh
melekat pada besi, dan pada sulur tumbuhan pare mati, dimungkinkan karena pengaruh karatnya
besi sebagai penopang.

Pengaruh yang terjadi karena perubahan arah sulur dan letak penopang sulur adalah tidak
mempengaruhi pertumbuhan tanaman itu sendiri. Ini dijelaskan juga oleh pak Suwandi yang
sebelumnya praktikan mewawancarainya, yang menyatakan bahwa sulur tanpa dililitkan di
penopang atau menjalar pertumbuhannya akan tetap sama saja, namun ini akan berpengaruh pada
hasil buah yang kurang maksimal dan perbedaan penopang berbagai jenis ponopang juga tidak
berpengaruh pada hasil tanaman.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh praktikan yang menjadikan tidak sesuai dengan
literature :

1. Kesalahan dalam melilitakan sulur pada batang besi berkarat


2. Kesalahan dalam mengikatkan titik acuan dalam pertambahpanjangan.
3. Kesalahan dalam mengukur panjang sulur
4. Kesalahan dalam meletakkan sulur.
7. Kesimpulan :

1. Tidak terdapat pengaruh dalam pertumbuhan, namun berpengaruh pada hasil buah.
2. Tidak terdapat pengaruh letak sulur.

8. Daftar Pustaka :

Chambell,dkk.2004.Biologi Edisi kelima Jilid 3. Jakarta:Erlangga.

Dwijoseputro.1990.Pengantar Fisiologi Tumbuhan.Jakarta: PT.Gramedia.

Kimball,John W.1991.Biologi,jilid2,edisi ke-5.Jakarta:Erlangga.

Salisbury, F.B. dan Cleon. W. Ross.1995.Fisiologi Tumbuhan Jilid 1 Terjemahan dari


Plant Physiologi 4th Edition oleh Diah R. Lukman dan Sumaryono.ITB:Bandung.