Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas
Asung Kerta Wara Nugraha kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik meskipun
masih banyak kekurangan didalamnya dapat selesai tepat pada waktunya.

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekian makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan.

Denpasar, 25 April 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 1

DAFTAR ISI...................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 3


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................... 4
1.3 Tujuan ..................................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengembangan KUD .............................................................................................. 5


2.2 Keberhasilan & Kekurangan KUD ......................................................................... 9
2.3 Permasalahan KUD ................................................................................................. 10
2.4 Program Pembinaan & Pengembangan KUD ......................................................... 11
2.5 Strategi Pembinaan & Pengembangan KUD .......................................................... 12

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN ................................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 14

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Usaha Koperasi Unit Desa dibentuk berdasarkan kebutuhan pelayanan kepada anggota seperti
usaha simpan pinjam atau kredit candak kulak, sarana-sarana pertanian, memasarkan
produksi anggota dan lain-lainnya

Usaha atau kegiatan yang sifatnya musiman/sementara atau sifatnya kerjasama, tidak turut
mengolah secara langsung, hanya mengharapkan jasa, tidak perlu dibentuk sebagai unit,
namanya tetap usaha, misalnya sewa/kontrak/komisi. Akan tetapi kalau usaha tersebut
sifatnya kontinu (terus menerus) itu memerlukan penanganan secara khusus dan personil
yang mengelolanya pun secara khusus dan kontinu, maka hal itu baru harus dibentuk unit

Menjalankan usaha untuk mensejahterakan anggotanya yang merupakan bagian dari


gerakan ekonomi mandiri pedesaan. Koperasi Unit Desa (KUD) dibentuk atas dasar
kesamaan persepsi dan kebutuhan petani akan kemudahan untuk memperoleh sarana dan
prasarana produksi pertanian dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Pada
masa yang akan datang peran koperasi di Indonesia diperkirakan akan tetap bahkan semakin
penting, terutama dalam kaitannya untuk menjadi wahana pengembangan ekonomi rakyat,
namun demikian koperasi juga akan menghadapi tantangan yang semakin berat.

Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai sentral perekonomian pedesaan dihadapkan pada
tantangan bagaimana untuk dapat mewujudkan Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai badan
usaha yang tangguh, yang mampu menerapkan prinsip-prinsip koperasi Indonesia, dan
mampu mewujudkan misinya dalam memberdayakan ekonomi rakyat. Hal tersebut dapat
diartikan sebagai tantangan untuk meningkatkan kinerja Koperasi Unit Desa (KUD)
(Krisnamurthi, 2004:24). Pembinaan koperasi unit desa bertujuan untuk memantapkan dan
menumbuhkan swadaya Koperasi Unit desa (KUD), sehingga mampu menjadi pusat
pelayanan kegiatan perekonomian pedesaan yang berdaya guna dan berhasil guna serta
dimiliki dan diatur oleh warga desa sendiri untuk keperluan mereka dan pengembangan desa.
Pembinaan Koperasi Unit Desa (KUD) juga bertujuan untuk memperkuat kerangka dasar dan

3
arah pembangunan Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai pusat pelayanan dalam tata
perekonomian masyarakat didaerah pedesaan yang merupakan bagian integral pembangunan
Nasional ( Bugaran, 2004:6) Sasaran pembinaan dan pengembangan Koperasi Unit Desa
(KUD) terutama diarahkan agar Koperasi Unit Desa (KUD) dapat memegang peranan utama
dalam perekonomian pedesaan. Khususnya pada sektor-sektor pertanian yang meliputi
bidang-bidang pertanian pangan, peternakan, perikanan, perkebunan, dan agro industri.
Penyaluran kebutuhan pokok masyarakat pedesaan terutama pangan, sandang dan papan. Jasa
yang antara lain meliputi bidang bidang simpan pinjam, perkreditan angkutan darat, angkutan
air, listrik pedesaan, konstruksi, industri kecil dan kerajinan rakyat, serta bidang lain yang
sesuai dengan kemampuan dan keadaan setempat.

1.2 PERUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud KUD ?

2. Bagaimana Keberhasilan dan Kekurangan KUD ?

3. Apa Permasalahan KUD ?

4. Apa Program Pembinaan dan Pengembangan KUD ?

5. Bagaimana Strategi Pembinaan dan Pengembangan KUD ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini selain untuk memenuhi salah satu
tugas dari mata kuliah materi manajemen operasional, tapi juga bertujuan diantaranya untuk

1. Untuk memahami tentang Pengembangan KUD

2. Untuk memahami tentang Keberhasilan dan Kekurangan KUD

3. Untuk memahami Permasalahan KUD

4. Untuk memahami Pembinaan dan Pengembangan KUD

5. Untuk memahami Strategi Pembinaan dan Pengembangan KUD

6. Untuk memahami Klasifikasi Koperasi

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN & PENGEMBANGAN KUD

Koperasi Unit Desa adalah suatu Koperasi serba usaha yang beranggotakan penduduk desa
dan berlokasi didaerah pedesaan, daerah kerjanya biasanya mencangkup satu wilayah
kecamatan. Pembentukan KUD ini merupakan penyatuan dari beberapa Koperasi pertanian
yang kecil dan banyak jumlahnya dipedesaan. Selain itu KUD memang secara resmi
didorong perkembangannya oleh pemerintah.

Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan
bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan
perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas
sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat
menikmati kemakmuran secara merata dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan
juga tercapai dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi, misalnya dengan memberikan
kredit kepada pihak-pihak yang ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah
pedesaan Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitanlangsung
dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya.
Melihat kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usahakoperasi multipurpose yaitu koperasi
yang mempunyai beberapa bidang usaha, misalnya simpan pinjam, perdagangan, produksi,
konsumsi, kesehatan, dan pendidikan. Koperasi yang termasuk dalam multipurpose adalah
Koperasi Unit Desa (KUD).

a. Pengembangan Koperasi

Gerakan perkoperasian di Indonesia berkembang menurut dua pola yaitu:

Pola umum atau pola konvensional

5
Pola KUD

Tahun 1971 peran koperasi ditingkatkan dengan pembentukan Badan Usaha Unit Desa
(BUUD) sebagai persiapan pembentukan KUD. Peranan BUUD adalah sebagai lembaga
penunjang program Bimas yang pola kerjanya dimantapkan oleh Impres Nomer 4/1973 dan
Impres Nomer 2/1978. Didalam surat keputusan bersama menteri dalam negeri dan menteri
perdagangan ditentukan wilayah kerja KUD sebagai berikut:

Berdasarkan potensi ekonomi dan partisipasi masyarakat yang terdapat dalam


wilayah keanggotaan KUD.
Berdasarkan kemampuan pelayanan yang mampu diberikan KUD yang
meliputi berbagai bidang ekonomi.

Dari keputusan ini dapat disimpulkan bahwa dalam satu wilayah kecamatan dimungkinkan
untuk berdiri lebih dari satu KUD. Pembentukan KUD diarahkan sepenuhnya kepada
keinginan masyarakat desa. Pemerintah hanya berinisiatif agar masyarakat desa dalam
kegiatan ekonominya mau bergabung dalam KUD.

Koperasi unit desa sebagai satu bentuk koperasi harus tunduk pada Undang-Undang Nomor
12/1967 dan Undang-Undang Nomor 25/1992 dan berstatus badan hukum. Kegiatan BUUD
dan KUD masih banyak tergantung kepada kemudahan-kemudahan dari pemerintah seperti
penyaluran sarana produksi pertanian, mengadakan pembelian dan penjualan gabah untuk
pengadaan pangan, kredit candak kulak dan kegiatan lain berdasarkan inisiatif KUD sendiri.

Pengembangan koperasi unit desa ditujukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan peranan
serta tanggung jawab masyarakat pedesaan agar mampu mengurusi diri sendiri secara nyata
serta meningkatkan taraf hidupnya. KUD sebagai Soko Guru Perekonomian Rakyat, artinya:

1. KUD mampu menjadi pusat pelayanan dan wadah utama bagi berbagai kegiatan
ekonomi pedesaan yang efektif dan efisien.
2. KUD mampu melaksanakan fungsi-fungsi prekreditan, penyediaan sarana produksi,
barang kebutuhan pokok serta jasa lainnya, pengolahan dan pemasaran hasil produksi
serta kegiatan produksi lainnya.
3. KUD mampu berswakarsa dan berswakarya dengan jalan memiliki anggota yang aktif
dan jumlah yang cukup memadai, memiliki pengurus yang berjiwa kewirakoperasian,
mempunyai idealisme dan dedikasi, mampu mempekerjakan manager dan staff yang

6
profesional, memiliki badan pemeriksa yang cakap dan bertanggung jawab serta
memiliki sistem manajemen yang baik.

Kesejahterahan masyarakat desa akan berkembang secara terus menerus selama cara kerja
KUD tetap baik dan para pengurusnya bekerja dengan jujur serta bertanggungjawab.
Pembangunan masyarakat desa mencakup pembangunan di segala bidang kehidupan
terutama bidang ekonomi, maka semuanya baru dapat dirasakan manfaatnya ketika koperasi
di pedesaan mulai hadir.Manfaat yang diberikan KUD dalam pembangunan masyarakat
pedesaan:

KUD sudah mampu memotivasi dan meningkatkan daerah kerja masyarakat desa
KUD sudah mampu mendekatkan produsen (petani) dengan konsumen
KUD sudah mampu mengembangkan industry kecil dan pengerajin
KUD memperkenalkan dan mengajarkan kemajuan teknologi di bidang produksi
KUD mampu merangsang pertumbuhan kesempatan kerja

b. Fungsi koperasi dalam kegiatan perekonomian desa:

Memberi kredit dengan bunga rendah dan syarat yang ringan


Penyediaan dan pengukuran sarana produksi serta barang dan jasa keperluan sehari-
hari
Pengolahan dan pemasaran hasil produksi
Kegiatan perekonomian lainnya sesuai dengan Impres No2 tahun 1978

Peranan koperasi dalam pembangunan masyarakat desa menurut Muslimin Nasution:

a. Peranan primer antara lain:

Meningkatkan efisiensi sektor pertanian sehingga memiliki daya tampung yang besar
bagi lapangan kerja di pedesaan
Mengurangi kebocoran nilai tambah sector pertanian, dimana kelemahan sistem
kelembagaan pertanian dapat diminimisasi
Menghimpun semua daya masyarakat berpendapatan rendah agar mampu terjun ke
dalam bisnis yang bersekala lebih besar
Memberi jaminan terhadap risiko yang dihadapi oleh anggota masyarakat
berpendaptan rendah

7
b. Peranan sekunder antara lain:

Koperasi berfungsi sebagai penghubung atau sebagai lembaga yang menapung


kegiatan antar sektoral di pedesaan yang dimiliki oleh pengusaha kecil
Koperasi bertujuan sebagai perangkat penyampaian informasi kepada masyarakat
sampai ke tingkat yang paling bawah
Keberhasilan dan Kekurangan dari Koperasi Unit Desa

Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang menjamin berkembangnya


demokrasi, maka satu-satunya alat ekonomi dan sosial yang mengadung nilai-nilai
kedemokrasian itu adalah kopersi di pedesaan berkat dorongan dari LKMD telah dibentuk
oleh warga desa yaitu koperasi unit desa. Peran yang dijalankan oleh koperasi dalam
pembangunan masyarakat desa adalah:

Koperasi harus secara nyata menunjukan tentang manfaatnya kepada warga desa
dengan cara mengadakan pendekatan kepada penduduk desa untuk bergabung
menjadi anggota koperasi
Di bidang agribisnis atau usaha tani koperasi telah berhasil menarik kepercayan para
anggota dan masyarakat petani yaitu dengan jalan member kemudahan kapada
masyarakat petani seperti:
Mendekatkan pasar dengan para produsen (para petani)
Memberikan harga yang layak terhadap barang yang dibeli maupun dijual para
petani
Memberikan service yang baik
Ikut memecahkam masalah yang dialami oleh petani

Dengan berhasilnya pengelolaan usaha tani yang dilakukan oleh KUD akan membawa
dampak positif seperti:

Timbulnya rasa kesadaran masyarakat akan pentingnya KUD


Meningkatnya gairah kerja masyarakat pedesaan
Berhasil dikembangkannya industri kecil
Berhasil dilakukan pembentukan modal

8
2.2 KEBERHASILAN & KEKURANGAN KUD

a. Keberhasilan dari Koperasi Unit Desa

Ukuran keberhasilan koperasi unit desa ditentukan oleh:

1) Baik tidaknya alat perlengkapan organisasi yaitu rapat anggota dalam pengurus
koperasi dan badan pemeriksa koperasi.
2) Seberapa jauh kegiatan koperasi unit desa mampu mengelola tugas yang dibebankan
oleh pemerintah seperti pengadaan sarana produksi, kredit candak kulak, partisipasi
anggota dan lain-lain.

b. Kekurangan dari Koperasi Unit Desa

1) Pejabat koperasi sebagai Pembina KUD terlalu cepat memberi bantuan berupa kredit
kepada KUD tanpa disertai pembinaan dan pengawasan yang insentif
2) Penyuluhan mengenai KUD dilakukan sambil lalu tanpa ada koordinasi dengan dinas-
dinas teknis lain.
3) Jumlah tenaga pembina koperasi tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah
anggota masyarakat yang dilayani.
4) Pejabat koperasi tidak tegas dalam mengambil keputusan terhadap pengurus KUD
yang tidak menjalankan fungsi dengan baik
5) Membeli hasil pertanian dibawah harga pasar
6) Belum mampu bersaing di pasaran
7) Kurangnya permodalan

Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang menjamin berkembangnya


demokrasi, maka satu-satunya alat ekonomi dan sosial yang mengadung nilai-nilai
kedemokrasian itu adalah kopersi dipedesaan berkat dorongan dari LKMD telah dibentuk
oleh warga desa yaitu koperasi unit desa. Peran yang dijalankan oleh koperasi dalam
pembangunan masyarakat desa adalah:

1. Koperasi harus secara nyata menunjukan tentang manfaatnya kepada warga desa
2. Di bidang agribisnis atau usaha tani koperasi telah berhasil menarik kepercayan para
anggota dan masyarakat petani yaitu dengan jalan member kemudahan kapada
masyarakat petani

9
Dengan berhasilnya pengelolaan usaha tani yang dilakukan oleh KUD akan membawa
dampak positif seperti:

1. Timbulnya rasa kesadaran masyarakat akan pentingnya KUD


2. Meningkatnya gairah kerja masyarakat pedesaan
3. Berhasil dikembangkannya industri kecil
4. Berhasil dilakukan pembentukan modal

2.3 PERMASALAHAN KUD

Untuk mewujudkan KUD agar bisa menjadi soko guru perekonomian rakyat pedesaan,
pemerintah mengadakan program pembinaan dan pengembangan KUD karena KUD belum
mampu menjalankan usahanya secara sendiri apalagi mengembangkannya. Hal ini
disebabkan oleh adanya permasalahan yang cukup berat bagi KUD. Permasalahan terdiri
dari,

a. Permasalahan Ekstern seperti:

o Masyarakat belum mampu sepenuhnya diyakinkan bahwa koperasi merupakan sarana


yang efektif dalam mengatasi kelemahan ekonomis dan dalam meningkatkan
kesejahteraannya.
o Belum adanya rencana induk pengembangan koperasi yang terpadu.
o Belum adanya prasarana yang memadai untuk bisa membangkitkan kegairahan
berkoperasi.

b. Permasalahan Intern seperti:

o KUD lemah dalam organisasi dan manajemen


o Sarana pelayanan dan modal yang belum memadai
o Kurangnya pengarahan yang tepat dalam kesinambungan pengembangan kegiatan
ekonomi

10
Usaha-usaha untuk memecahkan masalah :

o Dengan memberi pelayanan yang baik terhadap kebutuhan anggota


o Mengaktifkan anggota dengan penyuluhan yang intensif
o Mengarahkan KUD pada kemampuannya untuk menjadi koperasi serba usaha dengan
menggunakan potensi daerahnya masing-masing.
o Dengan penyempurnaan organisasi intern dan ekstern KUD
o Dengan memperbaiki manajemen koperasi

2.4 PROGRAM PEMBINAAN & PENGEMBANGAN KUD

Di Indonesia peranan Pemerintah dalam menggerakan dan mengembangkan koperasi cukup


besar. Campur tangan pemerintah dalam hal ini sifatnya membantu memecahkan persoalan
dan membimbing KUD menuju ke arah organisasi yang lebih otonomi yang nantinya mampu
menjadi soko guru perekonomian rakyat pedesaan.

Untuk membimbing, mendorong, mengembangkan dan membina KUD, dibentuk BUUD


beserta kepengurusannya yang anggotanya terdiri dari unsur-unsur pemuka masyarakat
seperti: Camat, Pamong desa, Guru, Ulama, dll. Pelaksanaan sehari-hari kebijakan usaha
KUD dilaksanakan oleh manager yang mempunyai kemampuan pengelolaan perusahaan
yang mencurahkan waktu sepenuhnya pada pekerjaannya.

Melihat liputan kegiatan yang begitu luas, dari KUD, maka pembinaan KUD sejak tahun
1972 terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dari segi kualitas seperti
jumlah anggota, volume usaha, besarnya permodalan, penyaluran sarana produksi
perlengkapan gedung dan kantor. Dari segi kualitas seperti jumlah anggota, volume usaha,
besarnya permodalan, penyaluran sarana produksi perlengkapan gedung dan kantor.
Partisipasi masyarakat dalam KUD bisa diukur dengan mengetahui sejauh mana pengetahuan
masyarakat terhadap manfaat koperasi, pengetahuan anggota terhadap pengurus dan
hubungannya dengan pengurus. Di samping itu juga bisa diukur dari pemenuhan kewajiban
menyetor simpanan, dan frekuansi kunjungan mereka ke KUD.

11
2.5 STRATEGI PEMBINAAN & PENGEMBANGAN KUD

Mengingat luasnya permasalahan yang dihadapi serta keterbatasan dana, daya dan waktu
yang dilakukan suatu strategi yang tepat dalam usaha pembinaan dan pengembangan KUD
strategi pemusatan pelayanan koperasi. Tujuan dari strategi tersebut adalah untuk
mengakomodasikan segala usaha pemerintah dalam mempercepat pengembangan KUD.

Dalam rangka pengembangan KUD, diadakan pengendalian operasional untuk


meningkatkan bimbingan dan penilaian teknis guna kelancaran pelaksanaan program dalam
mencapai tujuan, untuk menyusun laporan rutin dan periodik dalam rangka memonitoring
perkembangan KUD, dan untuk membuat evaluasi atas laporan rutin dalam rangka mengatasi
penyimpangan-penyimpangan dan kelemahan-kelemahan pelaksanaan program
pengembangan KUD sehingga dapat segera diperbaiki dan disempurnakan seawal mungkin.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

KUD adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial dan merupakan wadah bagi
perkembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan yang diselenggarakan oleh
dan untuk masyarakat itu sendiri

Salah satu koperasi yang telah lama di Indonesia adalah Koperasi Unit Desa (KUD).
Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan
merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan yang
diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Aktivitas KUD pada waktu itu
merupakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras, meliputi pemberian
kredit pada petani melalui unit desa, serta pengolahan hasil dan pemasaran. Untuk
mendukung pengelolaan KUD, perlu adanya peningkatan mutu SDM yang berkecimpung
dalam KUD melalui pelatihan-pelatihan manajemen koperasi. Secara organisasi dan
kelembagaan, KUD memililki potensi untuk diberdayakan dalam rangka mendukung
pembangunan pertanian dan mendorong KUD melaksanakan aktivitas sesuai kebutuhan
anggota

KUD hendaknya bangkit untuk ikut serta membangun bangsa melalui pembangunan
ekonomi pedesaan. Peran serta pemerintah sebagai penggerak roda ekonomi hendaknya ikut
mendukung keberadaan KUD guna menggerakkan roda ekonomi desa lebih cepat. Demikian
juga, pemerintah bersama-sama masyarakat desa, memilih pengurus KUD yang tentu
memiliki kualitas sumber daya manusia yang profesional. Maju mundurnya KUD, seringkali
disebabkan oleh sumber daya manusia (SDM) yang mengelola KUD tersebut. Jika KUD
dikelola dengan baik, diyakini kemajuan akan tampak dengan jelas. Demikian pula
sebaliknya, jika KUD dikelola tidak secara profesional, maka umur KUD akan tidak
bertahan.

13