Anda di halaman 1dari 3

1.

Pengertian Puting Beliung

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis
lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin
Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada di
Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter.

Angin Putting beliung adalah angin kencang tapi angin kencang belum tentu dikatakan angin putting beliung.
Tergantung kecepatan angin yang menyertainya, angin putting beliung kejadiannya singkat antara 3- 5 menit.
Setelah itu diikuti angin kencang yang berangsur-angsur keceptannya melemah, sedangkan angin kencang
dapat berlangsung lebih dari 30 menit.

Bahkan bisa lebih dari satu hari dengan kecepatan rata-rata 20 30 knot, sementara puting beliung biasa
kecepatannya dapat mencapai 40 50 km/jam atau lebih dengan durasi yang sangat singkat dan tidak sama
dengan fenomena Badai Tornado yang sering melanda di negara Amerika, Australia, filipina, Jepang, Korea
maupun China.

Frekuensi kejadian Putting beliung pada tahu 2006 di Sumatera dan Jawa lebih sering bulan Nopember yaitu
pada saat memasuki musim penghujan dan bulan Maret pada saat memasuki musim kemarau.

Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pacaroba. Angin ini dapat
menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan
terlempar.

2. Karakteristik Angin Beliung

1. Puting beliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama
periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting
beliung.
2. Kehadirannya belum dapat diprediksi.
3. Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
4. Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
5. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
6. Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

3. Penyebab terjadinya

Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung disebabkan karena Udara panas dan dingin bertemu, sehingga
saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

Selain itu juga karen Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air
maupun kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.
4. Proses terjadinya puting beliung

Proses terjadinya angin puting beliung, biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara
panas, pengap, dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal,
selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup
tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba
dan berjalan secara acak.

Angin puting beliung terbentuk oleh gelombang udara. Udara lembab yang hangat bertemu udara kering yang
dingin hingga terbentuklah awan petir. Setelah awan petir terbentuk, udara yang hangat naik dan ketika udara
hangat mendesak udara kosong semakin banyak, udara mulai berputar. Udara yang berputar membentuk angin
puting beliung.

Proses terjadinya Angin Puting Beliung

Proses terjadinya tornado

Proses terjadinya angin puting beliung berhubungan dengan perbedaan temperature pada di tepi massa udara
turun ( downdraft ) yang berada di sekitar mesosiklon ( downdraft oklusi). Studi pemodelan secara matematis
tentang pertumbuhan tornado juga mengindikasikan tornado dapat terjadi tanpa pola temperature tersebut;
bahkan kenyataannya, variasi temperatur yang teramati sangat kecil pada beberapa angin puting beliung yang
menyebabkan kerusakan hebat dalam sejarah.

5. Tanda-Tanda Akan Adanya Angin Puting Beliung :

1. Biasanya kalau ada suhu udara sangat panas terutama satu hari sebelumnya udara panas pada malam
hari ini patut di waspadai karena kalau tidak hujan ada angin kencang.
2. Pada pagi hari sekitar sebelum pukul 12 terlihat tumbuh awan yang berlapis-lapis dan diantara awan
tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang
tinggi. Apalagi kalau angin tersebut sangat hitam kelabu maka biasanya hujan dan anginpun tiba.
3. Awan yang berlapis tersebut proses berikutnya adalah awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi
hitam sangat gelap, seperti penjelasan poin 2.
4. Di sekitar rumah anda banyak pohon coba amati dan perhatikan pepohonan tersebut, apakah ada dahan
atau ranting yang sudah bergoyang sangat cepat. Biasanya tidak akan lama lagi hujan dan angin kencang
pun akan tiba.
5. Selanjutnya udara dingin terasa disekitar kita ketika langit gelap gulita mendung berwarna hitam gelap
dan pepohonan sudah menampakkan bergoyang.
6. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan tiba-tiba dengan sangat deras, kalau hujan gerimis
maka angin kencang masih jauh dari linkungan kita.
7. Adanya sambaran petir yang cukup keras meski tidak hujan, apabila kejadian tersebut dirasakan oleh
kita maka tidak menutup kemungkinan hujan lebat dan petir serta angin kencang akan terjadi.
8. Adanya hujan sangat lama hingga berhari-hari maka bisa menimbulkan angin puting beliung, jangankan
hanya hujan 1 jam saja angin sudah kencang.

6. Antisipasi adanya angin puting beliung:

1. Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera ditebang untuk mengurangi beban
berat pada pohon tersebut
2. Perhatiakan atap rumah yang sudah rapuh, karena pada rumah yang rapuh sangat mudah sekali
terhempas, sedangkan pada rumah yang permanent, kecil kemungkinan terhempas.
3. Apabila melihat awan yang tiba-tiba gelap, semula cerah sebaiknya untuk tidak mendekati daerah awan
gelap tersebut
4. Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, karena peristiwa fenomena tersebut sangat cepat
5. Untuk jangka panjang pohon dipinggir jalan diganti dengan pohon akar berjenis serabut seperti pohon
asem, pohon beringin dsb.

7. Dampak Terjadinya Puting Beliung

Dampak terjadinya puting beliung antara lain:

1. Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah


2. Dapat menimbulkan korban jiwa.
3. Rusaknya kebun-kebun warga
4. Kerugian Material.
5. Banyak puing-puing dan sampah yang terbawa puting beliung dan berserakan
6. Terganggunya kegiatan-kegiatan ekonomi.