APA ITU ENCLOSED SPACE DRILL?
sejak 1 januari 2015 enclosed space drill mulai di wajibkan untuk dilakukan secara rutin di atas kapal dengan interval waktu sekali
dalam dua bulan. Drill ini diharapkan dapat melatih para crew kapal dan familiar dengan prosedur memasuki ruangan tertutup serta
bagaimana menyelamatkan korban jika ada. Meskipun latihan ini telah diwajibkan tetapi masih sering kita mendengar kejadian
dimana awak kapal tewas dalam ruangan tertutup. Trus Kenapa masih terjadi? entah apakah mereka tipu tipu dengan membuat laporan
palsu bahwa telah melakukan latihan padahal tidak sehingga membiarkan awak kapal tak terlatih dalam menghadapi kejadian tersebut
di masa depan ataukah insting dan naluri kita untuk segera menolong rekan masih lebih dominan dalam memutuskan tindakan
daripada berpikir rasional?
Sebagian besar tewasnya awak kapal dalam ruangan tertutup terjadi disebabkan karena kurangnya pengetahuan awak kapal tentang
bahaya ruangan tertutup dan tidak mengindahkan tindakan pencegahan. Dari hasil investigasi sebagian besar dari korban adalah awak
kapal yang tidak terlatih dengan baik, kurang pengetahuan tentang ruangan tertutup Bahkan yang terlatihpun kadang masih melakukan
kesalahan dan menjadi korban.
Ada banyak kejadian di atas kapal yang pernah saya baca, dimana korban korban tumbang satu persatu setelah mencoba
menyelamatkan temannya yang sedang terkapar kehabisan oksigen atau terpapar udara beracun di dalam ruangan tertutup.
Ketika melihat rekan kita jatuh tak sadarkan diri di dalam ruangan tertutup maka naluri dan insting untuk menyelamatkannya akan
memaksa kita masuk segera menolong. Dan inilah salah, satu faktor utama jatuhnya korban. Bayangkan lebih dari 50% korban adalah
mereka yang mencoba menyelamatkan rekannya yang sedang tak sadarkan diri. Harus diingat bahwa ketika kita dihadapkan dalam
kejadian dilema seperti ini maka wajar akan sulit berpikir rasional, jika rekan tersebut tidak segera ditolong dia akan mati atau kita
berpikir tak apa apa lansung masuk yang penting segera bawa keluar daripada terlambat, dimana jika harus menyiapkan alat butuh
waktu lama dia sudah keburu mati, akhirnya apa? Dua duanya mati konyol.
Inilah tujuan diadakannya latihan, kita dilatih untuk berpikir rasional bukan berdasarkan insting semata, kita dilatih untuk
mengantisipasi jauh sebelumnya, mencegah kejadian tersebut benar benar terjadi lewat persiapan dan kerjasama yang baik antara
seluruh crew di atas kapal, dan jika semua antisipasi telah kita lakukan dan kita masih dihadapkan pada kejadian tersebut maka lewat
latihan ini juga kita dilatih untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Jika memang korban tak bisa di selamatkan minimal
korban tidak bertambah. True, it is a pitty shit, but thats how it should going!! Unfortunately
Baiklah jadi apa yang harus diketahui dan dilakukan?
Ruangan ruangan yang termasuk enclosed space di atas kapal:
Ruang muat yang sedang dimuati
Chain locker
Tangki ballast dan tangki bahan bakar serta segala jenis tangki lainnya
Selain itu ada juga ruangan yang bisa dianggap enclosed space tapi jika ingin memasukinya cukup di ventilasi saja secukupnya +/- 15
menit, ruangan tersebut seperti:
Paint store
Bow truster room
Co2 room
Dan ruangan ruangan lain yang lama tak terbuka atau ruangan yang sirkulasi udaranya kurang
Bagian bagian dalam latihan enclosed space:
Memeriksa dan menggunakan alat proteksi yang dibutuhkan untuk masuk.
Memeriksa dan menggunakan alat komunikasi
Memeriksa dan menggunakan alat pengukur kadar udara dalam ruangan tertutup.
Memeriksa dan menggunakan alat penyelamatan serta prosedurnya
Pemberian Pertolongan pertama dan tehnik resussitasi
setiap crew harus juga diberi tahu tentang:
Ancaman ancaman yang mungkin dapat terjadi ketika memasuki ruangan tertutup dan menunjukkan prosedure yang aman untuk
masuk keruangan tersebut.
Sebelum memasuki ruangan tertutup ada beberapa cheklist yang harus diisi oleh yang akan masuk dan yang menyuruh masuk atau
biasa disebut permit to work yang mengeluarkan mualim satu atas persetujuan kapten.
Para awak yang ditunjuk untuk memasuki ruang tertutuppunya hak untuk menolak masuk jika merasa ragu aka
nkeamanannya.
Bahaya bahaya yang mungkin ada dalam ruang tertutup:
Kurangnya oksigen, sebuah tangki yang kosong atau ruangan yang tertutup dalam waktu yang lama bisa terjadi pengurangan
oksigen disebabkan oleh korosi atau pengaratan. Penyebab lain dari pengurangan oksigen adalah pekerjaan seperti mengelas dan
mengecet, dimana oksigen mengabsurb zat zat kimia sehingga digantikan oleh gas gas lain seperti hydrogen, carbondioxide,carbon
monoxida dll.
Terakumulasinya oksigen dalam jumlah yang banyak, ini dapat memicu terjadinya conbustion atau ledakan. Oksigen tidak
berwarna, tidak berbau dan tidak berbentuk sehingga adanya akumulasi oksigen di atmospher tidak bisa di deteksi dengan panca
indera.
Gas gas beracun, muncul bisa karena reaksi kimia juga karena sifat alami dari muatan itu sendiri
Langkah langkah awal sebelum memasuki ruangan tertutup:
Mempelajari kemungkinan bahaya apa saja yang ada, seperti mempertimbangkan muatan terakhir yang dibawa dan medan
yang akan dimasuki
Ijin masuk, setiap crew punya hak untuk menolak memasuki ruangan tertutup jika merasa tidak aman. Dan tidak diperbolehkan
memasukinya tampa ijin dari kapten dan sebelum masuk harus mengisi permit to work.
Mengamankan Lokasi, jangan sampe ada orang yang tidak sengaja memasuki ruangan tersebut tampa sengaja karena diabiarkan
terbuka selama masa ventilasi, area tersebut harus diberi tanda, jika memungkinkan sebaiknya ada yang jaga disana.
Ventilasi, sebelum dimasuki ruangan tersebut harus diventilasi secukupnya, Idealnnya 24 jam sebelumnya. Tapi tidak selamanya
bisa begitu kadang suatu ruangan harus dicek tiba tiba sehingga usahakan diventilasi secukupnya semaksimun mungkin, untuk
memastikan ruangan tersebut amanharus untuk dimasuki.
Mengukur kadar udara didalamnya. Alat yang digunakan harus mampu mengukur konsentrasi oksigen, carbon monoxida,
hydrogen sulfida dan flammable gases.
Sebelum masuk cek ini,
Alat alat ini harus ada di entrance:
SCABA dengan cylinder full oksigen
Lifeline dan security hardness
Senter
Alat untuk mengankat orang ke atas semacam stretcher
Portable alat pengukur atmospher
Radio untuk komunikasi
Alat bantu pernapasan
Pada pertemuan MSC di bulan november 2014 IMO mengeluarkan regulasi yang mengharuskan seluruh kapal untuk menyediakan alat
alat pendeteksi yang bisa mengukur konsentrasi oksigen, gas gas mudah terbakar, carbon monoksida, dan hydrogen sulfida sebelum
memasuki ruangan tertutup.
Seperti dibahas sebelumnya bahwa Insiden bisa terjadi karena kurangnya oksigen di dalam palka diantaranya muatan seperti gamdum
dan kayu bisa juga muatan mineral seperti batubara. bisa juga terjadi saat pengecekan tanki ballast, atau ruang palka bahkan tempat
penyimpanan cat pun jika tak terbuka dalam waktu yang lama serta seluruh ruangan di atas kapal dimana sirkulasi udaranya terbatas
maka patut diwaspadai.
Untuk bernapas kita butuh oksigen sekurang kurangnya 19,5%, dibawah angka itu kita mati pelan pelan. Walaupun begitu jika ketika
pengetesan udara menunjukkan cuma 19,5 % oksigen maka tidak diperbolehkan memasuki ruangan tersebut, kadar oksigen untuk
memasuki ruangan harus 20,9%. butuh 1,4% saja carbon monoxida sudah bisa menyebabkan kita hilang kesadaran walau hanya
menghirupnya beberapa detik dan kita bisa mati dalam beberapa detik kemudian.
Dibawah ini sedikit deskripsi tentang gas gas berbahaya yang mungkin dapat terakumulasi dalam ruangan tertutup:
Hidrogen sulfida, H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti
telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam
keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), Akan otomatis menyala pada suhu 500 f atau 260 derajat
celcius.
Karbon monoksida (CO) adalah gas yang tidak berwarna, tidak berasa, tidak mengiritasi dan tidakberbau.Gas ini
dihasilkan melalui pembakaran gas, minyak, petrol, bahan bakar padat atau kayu.
hidro carbon tidak baik bagi kesehatan hasil daari pembakaran minyak.
Nitrogen Oksida Nitrogen oksida (NOx) adalah senyawa gas yang terdapat di udara bebas (atmosfer) yang sebagian besar terdiri
atas nitrit oksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta berbagai jenis oksida dalam jumlah yang lebih sedikit. Kedua macam gas
tersebut mempunyai sifat yang sangat berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari udara
secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak bewarna dan tidak berbau. Sedangkan gas NO2 bila mencemari udara mudah
diamati dari baunya yang sangat menyengat dan warnanya merah kecoklatan. Sifat Racun (toksisitas) gas NO2 empat kali lebih
kuat dari pada toksisitas gas NO. Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NO2 adalah paru-paru. Paru-paru yang
terkontaminasi oleh gas NO2 akan membengkak sehingga penderita sulit bernafas yang dapat mengakibatkan kematiannya
(Fardiaz, 1992). Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan tidak berbahaya, kecuali bila gas NO yang
tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sisitem saraf yang menyebabkan kejang-kejang. Bila keracunan ini terus berlanjut akan
dapat menyebabkan kelumpuhan. Gas NO akan menjadi lebih berbahaya apabila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehingga menjadi
gas NO2. Di udara nitrogen monoksida (NO) teroksidasi sangat cepat membentuk nitrogen dioksida (NO2) yang pada akhirnya
nitrogen dioksida (NO2) teroksidasi secara fotokimia menjadi nitrat. tikus yang dipajan NO sampai 2500 ppm akan hilang
kesadarannya setelah 6-7 menit, tetapi jika kemudian diberi udara segar akan sembuh kembali setelah 46 menit. Tetapi jika
pemajanan NO pada kadar tersebut berlangsung selama 12 menit, pengaruhnya tidak dapat dihilangkan kembali, dan semua tikus
yang diuji akan mati. NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan
sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru (edema pulmonari).
Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau
kurang. Pemajanan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam
bernapas. Sebagai
tambahan cara resusitasi: