Materi Teknik Pengolahan Audio
Materi Teknik Pengolahan Audio
PENDAHULUAN ........................................................................................................... 3
Kegiatan Belajar 1: PENGENALAN MEDIA AUDIO PEMBELAJARAN
TUJUAN .................................................................................... 5
URAIAN MATERI ...................................................................... 5
I. Media Audio Pembelajaran .................................................... 5
II. Prosedur Pengembangan Media Audio Pembelajaran ......... 9
Selamat berjumpa dengan modul berjudul “Pembuatan Media Audio Pembelajaran”. Modul
ini merupakan salah satu modul dalam Pelatihan Pembuatan Bahan Belajar Berbasis ICT.
Modul ini berisi materi-materi tentang apa itu media audio pembelajran, prosedur pembuatan
media audio pembelajaran, dan memperkenalkan peralatan produksi media audio.
Modul ini terbagi menjadi tiga kegiatan belajar, dengan harapan akan memudahkan peserta
pelatihan untuk memahami materi yang disajikan. Kegiatan Belajar pertama akan mengajak
peserta pelatihan untuk mengenal karakteristik media audio, mengenal media audio
pembelajaran, dan mengetahui prosedur pembuatan media audio. Kegiatan belajar kedua,
diuraikan materi tentang pengenalan peralatan produksi media audio. Sedangkan pada
kegiatan belajar ketiga, peserta pelatihan akan lebih banyak melakukan praktek,
mempelajari bagaimana membuat rekaman sederhana dengan komputer menggunakan
beberapa software aplikasi seperti sound recorder dan software audio editing lainnya.
Untuk mempelajari modul ini, peserta pelatihan harus menguasai pengoperasian dasar-
dasar komputer, dapat mengoperasikan periferal multimedia. Selain itu, diperlukan sebuah
perangkat komputer, dimana didalamnya ter-install soundcard, software aplikasi untuk
merekam suara, seperti sound recorder dari Windows, atau program audio recording lain,
pada modul ini di contohkan software Cool Edit Pro 2.0.
TUJUAN
Setelah mempelajari kegiatan belajar satu ini, peserta dapat mengetahui pengertian media
audio pembelajaran, karakteristik, dan prosedur pengembangan media audio.
URAIAN MATERI
I. Media Audio Pembelajaran
Apa yang terpikir dalam benak Anda, ketika mendengar istilah Audio?
.………………………………………….………………………………………..
.………………………………………….………………………………………..
.………………………………………….………………………………………..
.………………………………………….………………………………………..
.………………………………………….………………………………………..
Segala sesuatu yang dapat didengar oleh telinga normal dapat dikatakan sebagai audio
atau suara. Telinga normal hanya mampu mendengar suara dalam rentang frekuensi
antara 20 sampai 20.000 Hertz. Suara itu bisa berupa kata-kata atau ucapan, musik,
bunyi-bunyi, dan sebagainya.
Kaitannya dengan audio sebagai media pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa media
audio pembelajaran yaitu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau
rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara.
Media Radio
Dalam pengertian media yang hanya memanfaatkan suara, radio juga merupakan media
audio. Namun, program radio mempunyai karakteristik yang berbeda dengan program
media audio lainnya.
Program Audio
Program audio merupakan program yang dirancang untuk diperdengarkan kepada
pendengar. Program audio ini direkam dan disimpan pada alat penyimpan, dapat dalam
kemasan berupa kaset, ataupun CD. Untuk mendengarkan isi audio ini diperlukan alat
pemutar, misalnya tape recorder kemasan kaset dan cd player untuk kemasan CD .
Unsur Kata
Merupakan kata-kata yang diucapkan oleh pemain (artis) secara teratur dan
bermakna. Beberapa hal yang dapat dieksplorasi untuk memperindah sebuah
media audio, penghayatan dalam pengucapan, intonasi, artikulasi, pilihan kata
(diksi), dll. Meskipun demikian tidak semua kata atau suara pemain termasuk dalam
unsur kata, misalnya suara keramaian orang di pasar, sorak sorai penonton suatu
perlombaan. Kedua contoh tersebut masuk ke dalam unsur efek suara.
Unsur Musik
Dapat diartikan secara umun, merupakan perpaduan bunyi yang mempunyai arti
dan nilai artistik yang tinggi. Musik dapat membuat sebuah media audio lebih
menarik. Dalam media audio, musik dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal,
diantaranya:
- Menciptakan suasana, misalnya suasana sedih, gembira, lucu, tegang, dll.
- Identitas sebuah program audio
PEMBENTUKAN TIM
PRODUKSI
TELAAH KURIKULUM
REMBUG NASKAH
PENULISAN NASKAH
PEMILIHAN PEMAIN
LATIHAN KERING
REKAMAN
PREVIEW
MASTERING
A. Pra Produksi
Kegiatan-kegitan yang dilakukan pada tahapan Pra Produksi yaitu telaah kurikulum
dan penulisan naskah.
Telaah Kurikulum
Mengapa harus dilakukan telaah kurikulum?
Siapa yang melakukan telaah kurikulum?
Telaah kurikulum harus dilakukan oleh guru dan dikaji oleh ahli materi dan ahli
media. Peranan Guru adalah menentukan materi dalam media yang dapat
mewakili kompetensi yang diharapkan yang akan yang sesuai dengan
kompetensi dan jejang pendidikan. Sebagai contoh, materi SD harus ditelaah
oleh guru SD, materi SMP ditelaah oleh guru SMP, dan seterusnya.
Peranan ahli materi yaitu untuk menjaga agar materi tetap harus benar dan
sesuai dengan sasaran tidak lebih dan tidak kurang. Di samping itu ahli materi
juga harus menginformasikan perkembangan ilmu tersebut yang terkini.
Peranan ahli media harus mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang
akan diangkat ke dalam media audio sesuai dengan karakteristik media
tersebut, karena tidak semua materi yang ada di kurikulum dapat dibuat ke
dalam media audio secara menarik.
Penulisan Naskah
Langkah selanjutnya yaitu penulisan naskah. Naskah ditulis oleh orang yang
dianggap mampu untuk menulis naskah audio. Naskah yang ditulis akan dikaji
oleh ahli materi dan ahli media. Ahli materi akan mengkaji kebenaran,
kecukupan, dan ketepatan pemilihan aplikasi atau contohnya. Sedangkan ahli
media akan mengkaji kemenarikan penyampaian materi tersebut sesuai
karakteristik media audio, misalnya pemain, perwatakan, pilihan kata/bahasa,
konflik, musik, sound effect, dll.
B. Produksi
Produksi media audio ini diawali dengan diterimanya naskah oleh team produksi.
Setelah itu dilakukan langkah-langkah produksi, yaitu: pembentukan tim produksi,
rembug naskah (script conference), Pemilihan pemain (casting), latihan kering,
rekaman (recording), editing dan mixing, preview, pembuatan master (mastering).
Latihan Kering
Latihan kering maksudnya, para pemain diberi kesempatan untuk mempelajari
naskah dan berlatih sebelum rekaman, agar mereka benar-benar paham akan
isi pesan, alur cerita dan peran masing-masing dalam naskah tersebut. Hal ini
untuk menghindari banyak kesalahan pada saat rekaman.
Preview
Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap hasil produksi. Preview ini dilakukan
oleh tim yang melibatkan pengkaji materi, pengkaji media, dan sutradara
sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi terhadap hasil produksi ini
ditinjau dari segi materi dan media. Dari segi materi misalnya ketepatan
pengucapan. Tinjauan media, misalnya ketepatan penggunaan musik, efek
suara (sound effect), kualitas suara, meliputi ada tidaknya noise, kestabilan
volume. Jika hasil produksi belum dinyatakan layak, maka harus dilakukan
perbaikan sesuai dengan masukan tim preview..
TUJUAN
Setelah mempelajari kegiatan belajar dua ini, peserta pelatihan akan mengenal peralatan
yang biasa digunakan dalam produksi audio dan mengenal berbagai file audio digital.
URAIAN MATERI
I. Peralatan Produksi Media Audio
Membuat media audio pembelajaran dapat pula dikatakan produksi media audio
pembelajaran. Produksi media audio tidaklah lepas dari kegiatan perekaman.
Perekaman ini tentu saja merekam suara sebagai bahan baku yang akan diolah dalam
produksi media audio. Mungkin peserta pelatihan pernah merekam suara? Peralatan
apa yang digunakan?
Memang sebelum melakukan produksi media audio, kita perlu mengenal peralatan yang
biasa digunakan dalam produksi media audio.Dewasa ini banyak sekali alat yang dapat
digunakan untuk merekam suara baik analog maupun digital. Mulai dengan
menggunakan alat perekam konvensional seperti tape recorder atau walkman, hingga
menggunakan alat komunikasi yang sedang marak, yaitu telepon genggam.Tentu saja
telepon genggam yang dapat digunakan harus memiliki fasilitas teknologi perekam
suara.
Mixer Console
Istilah lain untuk mixer console, audio mixer, soundboard. Seiring perkembangan
teknologi kini ada juga mixer console digital.
(a) (b)
Gambar 2.1 (a) analog audio mixer: (b) digital audio mixer
Sumber gambar www.bswusa.com
Speaker Monitor
Speaker dalam sebuah studio rekaman memang dirancang khusus untuk kebutuhan
mixing/mastering.
Open Reel
Alat produksi media audio yang berguna untuk melakukan perekaman analog. Selain itu,
open reel juga digunakan sebagai alat untuk editing. Seiring perkembangan teknologi
didunia audio recording, yang mengarah pada produksi audio digital, alat ini sudah
jarang digunakan.
Selain peralatan produksi dalam sebuah studio rekaman, ada juga beberapa alat
elektronik portable yang digunakan sebagai alat perekam, diantaranya:
Tape Recorder
Alat rekam ini menggunakan bahan baku kaset. Hasil rekaman yang diperoleh berupa
data analog. Selain dapat merekam tape recorder juga dapat memutar kaset audio.
TUJUAN
Setelah mempelajari kegiatan belajar tiga, peserta dapat melakukan kegiatan merekam
suara dengan menggunakan komputer dengan software aplikasi sound recorder dan
software aplikasi lain.
URAIAN MATERI
Pembuatan media audio dapat dikatakan identik dengan merekam suara. Selanjutnya,
peserta akan mempraktekkan bagaimana merekam suara dengan komputer menggunakan
software aplikasi. Proses rekaman seperti ini disebut sebagai perekaman digital (digital
recording)
Untuk melakukan perekaman dengan komputer ini, yang perlu dipersiapkan adalah:
1. Komputer,
- Ter-install dengan sound card dapat bekerja dengan baik.
sebuah sound card standar minimal mempunyai 3 port, yaitu port untuk speaker,
port mikrofon, dan port line in.
- Ter-install software aplikasi perekam suara seperti sound recorder bawaan yang
merupakan windows atau software lain misalnya Cool Edit Pro 2.0.
2. Mikrofon, beserta kabel sebagai penghubung dengan jack sesuai port pada soundcard.
3. Speaker, terhubung dengan port output soundcard.
2. Klik pull-down menu pada kotak pilihan Choose from:, kemudian tekan tombol
Convert Now….Akan muncul kotak dialog seperti berikut:
Langkah 4
Langkah 3
Fungsi secara umum bagian-bagian yang ada pada Cool Edit Pro’s Edit View
Screen adalah:
1. Menu Bar, berisi menu-menu utama dari Cool Edit Pro 2.0.
2. Toolbars, merupakan kumpulan tombol fungsi kerja dari menu yang dapat
diakses untuk mempercepat kerja. Sebagian fungsi kerja dari menu yang sering
dipakai dalam suatu kerja telah ditampilkan pada toolbars ini, seperti fungsi
delete, cut, save, new file, undo, open, dan lain-lain.
3. Horizontal Portion Bar, terletak diatas tampilan gelombang dan berfungsi untuk
menggulung gelombang dari depan ke belakang begitu pula sebaliknya,
dengan jalan klik kiri dan tahan pada horizontal portion bar. Dapat pula
Fungsi secara umum bagian-bagian yang ada pada Cool Edit Pro’s Multitrack View
Screen adalah:
1. Menu Bar, berisi menu-menu utama dari Cool Edit Pro 2.0.
2. Toolbars, merupakan kumpulan tombol fungsi kerja dari menu yang dapat
diakses untuk mempercepat kerja. Sebagian fungsi kerja dari menu yang sering
dipakai dalam suatu kerja telah ditampilkan pada toolbars ini, seperti fungsi
delete, cut, save, new file, undo, group, mixdown, dan lain-lain.
3. Horizontal Portion Bar, terletak diatas tampilan session dan berfungsi untuk
menggulung session dari depan ke belakang begitu pula sebaliknya, dengan
jalan klik kiri dan tahan pada horizontal portion bar. Dapat pula digunakan untuk
memperbesar atau memperkecil tampilan session, dengan cara klik kanan pada
horizontal portion bar.
4. Vertical Ruler, terletak di ujung kanan tampilan session, dengan klik kiri dan
tahan, berfungsi untuk menggulung track session. Dengan klik kanan pada
Record Track
Track Name
Solo Track
Track Pan
Mute
Track
Track Volume
Keterangan:
- Track Name, untuk memberi nama pada track, terutama jika bekerja
dengan menggunakan banyak track. Caranya klik pada kotak kemudian
ketik nama track yang diinginkan.
- Track Pan, untuk mengatur keseimbangan antara volume kanan dan kiri
gelombang pada format kanal stereo dalam track.
- Track Volume, sebagai master kontrol volume suatu track.
- Record Track, sebagai fungsi tombol record dari track.
- Solo Track, untuk mengaktifkan salah satu yang diinginkan.
- Mute track, untuk menon-aktifkan salah satu track yang diinginkan.
Meskipun Cool Edit Pro 2.0 mempunyai dua tampilan penampang atau jendela kerja
akan tetapi keduanya tetap saling berkaitan. Multitrack view dan edit view screen
mempunyai tombol yang berfungsi untuk berpindah tampilan dari tampilan
multitrack ke tampilan edit dan sebaliknya.
(a) (b)
Gambar 3.8 (a). tombol pindah dari multitrack screen ke edit screen
(b). tombol pindah dari edit screen ke multitrack screen
Kotak dialog pada di atas akan muncul bila kita membuka file baru baik di edit view
screen maupun multitrack screen. Setelah kita tentukan semua ketentuan yang ada,
baru kita tekan tombol OK.
Pemilihan dan pengaturan record control adalah bagian penting dalam perekaman.
Pada awalnya hal ini mungkin membingungkan, akan tetapi jika telah
menggunakannya maka penggunaan selanjutnya tidak mengalami kesulitan.
Kemudian untuk memulai perekaman kita aktifkan tombol record pada botton
transport, seperti ditunjukkan pada gambar 3.12.a. Akan tetapi, untuk merekam
pada multitrack screen kita juga harus mengaktifkan dulu track untuk perekaman
seperti ditunjukkan gambar 3.12.b.
Perekaman dengan CD
Proses perekaman dari CD umumnya menggunakan proses perekaman digital.
Tetapi tidak semua CD-Rom dapat melakukan perekaman digital, sehingga
dibutuhkan proses perekaman analog untuk merekam dari CD. Adapun langkah-
langkah perekaman CD secara analog:
1. Pilih CD dan jalankan dengan menggunakan aplikasi CD Player yang terdapat
pada PC.
2. Buka file baru pada Cool Edit View Screen, dengan cara pilih menu File>New .
3. Buka recording control, dengan cara pilih menu Option>Windows Recording
Mixer, pastikan pemilihan fader sesuai sumber audio dan pengaturan volume
CD player tepat (tidak terlalu keras juga tidak terlalu lemah).
4. Tekan tombol Record pada transport botton.
5. Tekan tombol Stop pada transport botton jika proses rekam telah selesai.
6. Edit hasil rekaman jika diperlukan.
Selamat….! Anda telah selesai mempelajari Modul ”Pembuatan Media Audio Pembelajaran”.
Modul yang baru saja Anda pelajari ini berisi materi-materi tentang apa itu media audio,
prosedur pembuatan media audio pembelajaran, dan memperkenalkan peralatan produksi
media audio
Modul ini terbagi menjadi tiga kegiatan belajar, dengan harapan akan memudahkan peserta
pelatihan untuk memahami materi yang disajikan. Kegiatan Belajar pertama akan mengajak
peserta pelatihan untuk mengenal karakteristik media audio, mengenal media audio
pembelajaran, dan mengetahui prosedur pembuatan media audio. Kegiatan belajar tiga,
diuraikan materi tentang pengenalan peralatan produksi media audio. Sedangkan pada
kegiatan belajar ketiga, peserta pelatihan akan lebih banyak melakukan praktek,
mempelajari bagaimana membuat rekaman sederhana dengan komputer menggunakan
beberapa software aplikasi seperti sound recorder dan software audio editing lainnya
Pengetahuan yang telah Anda kuasai ini, semoga benar-benar bermanfaat dalam
meningkatkan ketrampilan dan memotivasi Anda untuk lebih menggali pengetahuan tentang
pembuatan media audio pembelajaran. Dan untuk menambah pengetahuan tentang seputar
teknologi pembuatan media audio ini masih banyak sumber belajar baik dari buku-buku
maupun dunia maya internet.
Ade Koesnandar, Drs. M.Pd. “Dasar-Dasar Program Audio”, Pusat Teknologi Komunikasi
Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1999.
“Helps with Windows Sound Recorder”, http://www.myComm.net , 20/02/2009
“Sound System ”,http://e-dukasi.net, 20/02/2009
Waldopo Drs. M.Pd. “Teknik Menulis Naskah Untuk Program Audio Pembelajaran”, Pusat
Teknologi Informasi dan Komunikasi Komunikasi Pendidikan, Jakarta, 2006.
2. Berikut ini yang bukan merupakan ciri khas, media audio adalah...
A. Mengandalkan telinga
B. Menggugah imajinasi
C. Cenderung satu arah
D. Relatif mahal
E. Personal
4. Berikut ini dilakukan sebelum melakukan rekaman, dan bertujuan menyamakan persepsi
pemahaman terhadap suatu naskah, kegiatan tersebut adalah...
A. Preview
B. Mixing
C. Penulisan Naskah
D. Editing
E. Rembug Naskah
5. Kegiatan pada soal nomor 4, melibatkan beberapa pihak dibawah ini, kecuali...
A. Sutradara
B. Penulis Naskah
C. Editor
D. Pengkaji Media
E. Pengkaji Materi
7. Tranducer yang dapat mengubah gelombang suara diudara menjadi sinyal listrik dalam
bentuk variasi tegangan adalah…
A. CD
B. Mikrofon
C. Mixer Console
D. Speaker
E. RCA
8. Berikut ini dapat dilakukan untuk membuat sebuah media audio lebih manarik...
A. Menambahkan musik dan efek suara yang sesuai
B. Memperpanjang durasi
C. Memperbanyak jumlah peran dalam naskah
D. Tidak perlu memperhatikan format penyajian
E. Memilih media penyimpanan
9. Yang tidak termasuk unsur kata dari sebuah elemen media audio adalah...
A. Artikulasi
B. Penghayatan peran
C. Penggunaan efek suara
D. Intonasi
E. Pilihan kata
1. D 6. A
2. D 7. B
3. E 8. A
4. E 9. C
5. C 10. C
_______oooOooo_______
A sound card is essential for converting analog sound into digital data, which is then used by audio editing software for processing and editing. It facilitates recording, playback, and the manipulation of audio signals, thereby ensuring high-quality recordings. Software like Cool Edit Pro and others utilize sound cards to capture and edit audio accurately, highlighting the interplay between hardware and software in producing professional-grade audio media .
Cool Edit Pro 2.0 features functionalities like Edit View for waveform editing and Multitrack View for session mixing. This flexibility allows users to fine-tune audio tracks, add layers, and apply effects, facilitating the creation of structured and refined audio outputs. These capabilities are particularly useful in education for producing clear, concise, and engaging audio learning materials .
Analog recording techniques offer a warm and rich sound quality, appreciated for its depth, but they lack the flexibility and ease of editing provided by digital methods. Digital recording offers precise editing capabilities and simplified storage and sharing of content. While digital recordings can sometimes be perceived as less 'authentic' due to their clarity, their advantages in efficiency and adaptability make them preferred in modern educational media production .
Audio learning media have distinct characteristics such as relying solely on sound (auditory senses), being personal, predominantly one-directional, and having the ability to stimulate imagination. These attributes can enhance learning by focusing attention, providing consistent information delivery, and fostering creativity through an immersive sound experience .
Integrating sound effects like echo and background music can significantly enhance the immersive quality and engagement of audio learning content. These effects can emphasize key points, maintain listener interest, and aid memory retention by providing audio cues aligned with learning material. However, excessive or inappropriate use can distract from the educational message, so careful design and balance are essential for effective learning outcomes .
The development of audio learning media involves several key procedures: scripting (to ensure precise content), recording (capturing high-quality audio), editing (removal of errors and addition of effects such as echo), mixing (adding music and sound effects for appeal), and previewing (evaluating both content accuracy and technical execution). These steps ensure the final product is engaging, clear, and free from errors, thus maintaining quality and educational value .
Digital audio files have revolutionized audio learning media by simplifying production, enhancing sound quality, and facilitating distribution. Digital formats allow for easy editing, reduced storage needs, and effective online sharing, which broadens accessibility and ensures the durability of educational content. This transformation supports more dynamic learning experiences and scalable educational resource dissemination .
Multimedia software like Cool Edit Pro provides extensive tools for creating engaging and interactive audio content. The potential benefits include enhanced learning experiences through multimedia integration and accessible content editing. However, challenges include a steep learning curve for educators unfamiliar with the technology and the need for quality control to ensure educational content remains focused and accurate. Balancing technical proficiency with educational objectives is key to successful implementation .
Audio production studios are designed with separate recording and control rooms, which contribute significantly to quality. Recording rooms are soundproof to eliminate external noise and acoustic interferences, while control rooms offer precise monitoring and adjustments. This structure ensures that the recordings captured are of high fidelity and free from undesirable noise or echoes, essential for professional media audio production .
Sound mixers, also known as mixer consoles, play a crucial role in the audio production process by enabling the mixing of different audio inputs into a cohesive output. They allow for real-time adjustments of volume levels, balance, and effects, ensuring optimal sound clarity and balance. This capability is vital in educational media production, where clear and well-balanced sound is critical for effective learning material .